OJS (Muhammadiyah University of Enrekang)
Not a member yet
    4739 research outputs found

    Education System In Germany

    Get PDF
    Geographically, Germany is located in the middle of the European continent with an area of 356,957 square kilometers. Germany has a population of over 82 million people and about 8% of them are not German. Germany is one of the countries that has chosen to design a country based on educational design, because it is aware that a country's progress on all fronts is largely determined by the educational system from which it originates. Historically, education in Germany came from two sources, namely the church and the state. The formal education structure in Germany includes: primary education, lower secondary education and higher education depending on the state. Learning methods in Germany, starting from Kindergarten, have been designed in such a way, with careful planning

    Implementation of School Disaster-Safe Education Management Program at Senior High School in Batang Hari Regency

    Get PDF
    This qualitative study employing a case study methodology aims to investigate and elucidate the execution of the Disaster Safe Education Unit Program management at SMA Zulhijjah in Batang Hari Regency. The participants in the research were twelve people. Interview data was analyzed using "within case and cross-case analysis" between participants. The results showed that there are four main aspects, namely (1) Implementation of Planning (Planning) Disaster Safe Education Unit: The planning of this program begins with the establishment of specific goals and objectives related to safety and disaster mitigation in schools, this has indeed been designed by the management of SAM.S Zuhijjah in Batang Hari Regency to increase awareness, readiness, and rapid response to disasters among students and school staff at SAM.S Zuhijjah; (2) Implementation of Organizing Disaster Safe Education Unit:  The organizing process begins with the determination of a clear organizational structure for the implementation of the Disaster Safe Education Unit program. This includes the formation of a special team or committee responsible for the planning, implementation and evaluation of the program at SMA.S Zulhijjah which is poured into the Principal's Decree with a 1-year term of office; (3) Implementation of Implementing (Actuating) Disaster Safe Education Unit: During the Implementation, SMA.S Zulhijjah school established good cooperation with the surrounding community and other related parties, such as local government, disaster management agencies, and volunteer organizations, to support students and educators actively involved in the implementation of this program. They engage in diverse activities such as safety training, disaster awareness campaigns, and evacuation drills to ensure readiness for emergencies. Additionally, (4) Implementation of Supervision of the Disaster Safe Education Unit: The SPAB Team cluster at SMA S. Zulhijjah conducts regular supervision to oversee the execution of the Disaster Safe Education Unit program. This oversight encompasses monitoring evacuation drills, disaster education initiatives, and other mitigation measures. Evaluation outcomes are subsequently compiled into a formal school report. Suggestions that SMA S Zulhijjah school should consider regarding the implementation of the Disaster Safe Education Unit Program include: First, routine training and simulation; Second, provision of emergency equipment; Third, cooperation with the community; and Fourth, integration in the curriculum

    The relationship of Islamic Religious Education Teachers’ Pedagogical Competence with Independent Curriculum Learning Achievement and Learning Outcomes in the Aqidah Akhak Subject

    Get PDF
    The education system has an important role in influencing the growth of a country, especially in developing human resources. The curriculum is one of the main components of education, which is designed to create a conducive learning environment and support the achievement of learning outcomes. In Indonesia, the curriculum is regularly updated to adapt to current developments and maintain the relevance of education. This research aims to analyze the relationship between the pedagogical competence of Islamic Religious Education (PAI) teachers regarding the learning outcomes of the Merdeka Curriculum and the learning outcomes of the Aqidah Akhlak subject. The research was conducted in Sragen, with a population of 165 class VIII students, and a sample of 66 students from class VIII A and B who were selected using a purposive sampling technique. Data was collected through questionnaires to measure students' perceptions of teachers' pedagogical competence and learning outcomes. The research results show that teachers' pedagogical competence is in the medium category, with details of 23.8% low, 59% medium and 15.2% high. Students' Aqidah Moral learning outcomes are also in the medium category, with 20% low, 65% medium, and 15% high. Correlation analysis shows that there is a significant relationship between teacher pedagogical competence and Aqidah Akhlak learning outcomes, with Sig. (2-tailed) of 0.434 for teacher pedagogical competence and 0.00 for learning outcomes, both <0.05. This research provides evidence of a positive correlation between teacher pedagogical competence and student learning outcomes, as well as providing recommendations for improving the quality of learnin

    Efforts to Improve Learning Outcomes in Indonesian Language Subjects through the Whole Brain Teaching Method in Class V Students UPT SDN 212 Pinrang

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas V di UPT SDN 212 Pinrang melalui metode pembelajaran Whole Brain Teaching. Metode ini diterapkan dengan tujuan mengoptimalkan partisipasi aktif siswa dan memanfaatkan seluruh potensi otak dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan siklus perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V yang terdiri dari dua puluh siswa. Pelaksanaan penelitian dilakukan dalam empat tahap siklus PTK. Setiap siklus mencakup tahap perencanaan yang meliputi perumusan tujuan pembelajaran, penyusunan rencana pembelajaran Whole Brain Teaching, dan penentuan teknik pengajaran yang tepat. Selanjutnya, tahap pelaksanaan dilakukan dengan menerapkan metode Whole Brain Teaching dalam setiap sesi pembelajaran Bahasa Indonesia. Observasi dilakukan untuk memantau partisipasi siswa, respons terhadap metode, serta kemajuan dalam hasil belajar mereka. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam hasil belajar siswa setelah penerapan metode Whole Brain Teaching. Partisipasi aktif siswa terlihat lebih tinggi, dengan tingkat pemahaman materi yang lebih baik dan kemampuan mengaplikasikan pengetahuan secara efektif. Teknik analisis yang digunakan meliputi analisis kualitatif terhadap respons siswa dan pencapaian tujuan pembelajaran. Simpulannya, metode Whole Brain Teaching efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia pada siswa kelas V, menunjukkan bahwa pendekatan ini dapat menjadi alternatif yang berharga dalam konteks pendidikan di UPT SDN 212 Pinrang

    Kepemimpinan Pendidikan Islam di SMP IT Boarding School Assakinah

    Get PDF
    Lembaga pendidikan Islam merupakan tempat yang mengatur segala kegiatan pendidikan Islam. Di dalamnya terdapat individu-individu yang membentuk sebuah kelompok. Dalam setiap kelompok pasti ada sosok yang paling mencolok dan mampu memengaruhi yang lain, yang dikenal sebagai pemimpin. Pemimpin ini bertanggung jawab dalam mengarahkan dan mengorganisir kegiatan di dalam kelompok. Kepemimpinan dalam lembaga pendidikan sangat penting untuk kelangsungan dan keberhasilan lembaga tersebut. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif, di mana data dikumpulkan secara langsung dari lapangan dan dianalisis secara mendetail untuk memahami fenomena yang diteliti secara menyeluruh. Metode deskriptif digunakan untuk menginvestigasi situasi kelompok manusia, subjek khusus, kondisi tertentu, sistem pemikiran, atau kategori peristiwa saat ini. Tujuannya adalah memberikan penjelasan sistematis dan gambaran akurat tentang fenomena yang diselidiki serta menjelajahi korelasi antara fenomena tersebut. Lokasi penelitian adalah di SMP IT Boarding School Assakinah. Hasil penelitian ini yaitu kepemimpinan di SMP IT Boarding School Assakinah menekankan pengaruh, arahan, dan inspirasi dari pemimpin untuk mencapai tujuan pendidikan Islam dengan jiwa kepemimpinan yang kuat, disiplin, dan menjadi teladan. Tugas utama meliputi pengembangan integritas, perencanaan pendidikan, pengelolaan sumber daya, serta bimbingan dan evaluasi kinerja. Pemimpin menciptakan lingkungan yang nyaman dan mendukung serta mengatasi tantangan seperti kompleksitas tugas dan keterbatasan sumber daya dengan meningkatkan disiplin waktu, pembinaan sikap, penegakan aturan, dan pelatihan manajemen waktu. Secara keseluruhan, kepemimpinan di sekolah ini mengutamakan nilai-nilai etika dan moral, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan produktif

    Manajemen Pendidikan Islam: Manajemen Hubungan Pesantren Al-Ma’tuq dengan Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pendidikan

    Get PDF
    Pondok pesantren adalah institusi pendidikan yang berasal dari Indonesia, yang memiliki karakteristik unik dan menarik. Pondok pesantren diakui memiliki keunggulan, baik dalam keilmuannya yang dihargai sebagai salah satu yang agung, maupun dalam penanaman dan penerimaan moralitas. Selain itu, pondok pesantren juga dapat berperan secara efektif dalam pemberdayaan dan transformasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses manajemen hubungan masyarakat yang diterapkan di Pondok Pesantren Al-Ma’tuq Kabupaten Sukabumi, dari perencanaan hingga evaluasi, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, berfokus pada pemahaman interpretatif dan konstruktif terhadap realitas yang kompleks dan dinamis

    Implikasi Penerapan Teknologi Pintar dalam Meningkatkan Efisiensi Pelaporan Administrasi di Bawaslu Kabupaten Enrekang

    Get PDF
    Penerapan teknologi berbasis Artificial Itelligence (AI) telah menjadi salah satu acuan utama dalam meningkatkan ferforma suatu organisasi dan lembaga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implikasi kebijakan penerapan teknologi pintar dalam meningkatkan efisiensi pelaporan administrasi di Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Enrekang. Metode penelitan yang digunakan adalah melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi pintar seperti otomatisasi proses robotik (RPA), kecerdasan buatan (AI), dan sistem manajemen informasi terintegrasi telah meningkatkan efisiensi proses pelaporan administrasi secara signifikan. Teknologi ini mengurangi waktu dan kesalahan dalam penyusunan laporan, meningkatkan akurasi dan keandalan data, serta memfasilitasi akses dan integrasi data secara real-time. Selain itu, penerapan teknologi pintar juga dapat menghemat tenaga dan sumber daya manusia, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, serta memungkinkan respon yang lebih cepat dan tepat terhadap isu-isu yang muncul. Meskipun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan, termasuk kebutuhan akan pelatihan dan peningkatan keterampilan pegawai serta keterbatasan anggaran. Berdasarkan temuan ini, direkomendasikan adanya pelatihan berkelanjutan, investasi dalam teknologi, pemantauan dan evaluasi berkala, serta kebijakan insentif untuk mengoptimalkan penerapan teknologi pintar di Bawaslu Kabupaten Enrekang. Dengan demikian, teknologi pintar dapat menjadi alat yang efektif dalam meningkatkan kinerja administrasi publik dan mendukung pelaksanaan pemilu yang lebih transparan dan akuntabel

    Perkembangan Kewirausahaan dalam Meningkatkan Taraf Hidup di Kelurahan Lewaja Kecamatan Enrekang Kabupaten Enrekang

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan kewirausahaan dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat di Kelurahan Lewaja Kabupaten Enrekang dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat perkembangan kewirausahaan dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat di Kelurahan Lewaja Kabupaten Enrekang. Jenis data dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Lewaja Kecamatan Enrekang. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan minat berwirausaha dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat Kelurahan Lewaja adalah pengusaha memiliki sikap percaya diri artinya pengusaha mampu mengendalikan diri dengan baik dalam hal kepercayaan diri, inovatif artinya menciptakan hal-hal yang baru yang serupa dengan usaha yang telah dikelola, sikap keterbukaan artinya selalu terbuka dengan informasi-informasi mengenai kewirausahaan agar memiliki usaha yang tidak kuno atau tertinggal, keberanian dalam mengambil resiko artinya pengusaha dapat mengambil resiko yang memang sesuai dengan kemampuan dan perencana artinya pengusaha mampu merencanakan sesuatu dengan selalu berpikir kreatif. Sedangkan Faktor penghambatnya adalah gagal merencanakan sesuatu, tidak mampu melakukan peralihan, melakukan persaingan yang tidak sehat, tidak dapat mengelola atau mengendalikan sistem keuangan dengan baik. Sedangkan faktor pendoronya adalah selalu memiliki pikiran yang positif, kreatif, inisiatif, inovasi dan disiplin. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perkembangan kewirausahaan dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat di Kelurahan Lewaja sudah mulai mengalami peningkatan

    Peran Kapitalisme dalam Seleksi dan Pengembangan Bakat di Bidang Pendidikan dan Bimbingan Konseling

    Get PDF
    Kapitalisme memainkan peran penting dalam pengelolaan sumber daya, aksesibilitas, dan pengembangan bakat di bidang pendidikan dan bimbingan konseling. Sistem ekonomi ini mendorong kompetisi di antara institusi pendidikan untuk menarik siswa berbakat, menawarkan program-program unggulan, dan meningkatkan kualitas layanan. Institusi yang mampu berinovasi dan berkolaborasi dengan industri cenderung menghasilkan lulusan yang siap berkarir dan berkontribusi positif dalam pasar tenaga kerja.Namun, kapitalisme juga membawa tantangan, termasuk kesenjangan akses terhadap layanan pendidikan dan bimbingan konseling yang berkualitas. Siswa dari latar belakang ekonomi yang kurang mampu sering mengalami hambatan dalam mengakses kesempatan yang sama, meskipun potensi mereka mungkin sama besarnya.Penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran (mixed methods), menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk menggambarkan peran kapitalisme dalam konteks pendidikan dan bimbingan konseling. Temuan penelitian menyoroti perlunya kebijakan pendidikan yang lebih inklusif dan adil, yang mampu mengatasi tantangan aksesibilitas dan mempromosikan pengembangan bakat holistik

    Pengaruh Konsep Diri Positif dan Negatif terhadap Rasa Percaya diri Siswa SMA Plus Pagelaran Cisalak Subang

    Get PDF
    Lingkungan pendidikan di SMA Plus Pagelaran Cisalak Subang, masih terdapat kebutuhan mendalam untuk memahami bagaimana konsep diri positif dan negatif mempengaruhi tingkat rasa percaya diri siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep diri terhadap rasa percaya diri siswa SMA Plus Pagelaran Cisalak Subang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif metode deskriptif, yang memberikan kerangka yang jelas untuk mengumpulkan data dan menganalisis data. Hasil penelitian yang didapat menunjukkan bahwa terdapat pengaruh hubungan yang positif antara konsep diri positif dan rasa percaya diri siswa SMA Plus Pagelaran Cisalak Subang, siswa yang secara konsisten memiliki pandangan positif terhadap kondisi fisik (44,4%), penampilan (44,4%), dan kesehatan (44,4%) cenderung memiliki tingkat rasa percaya diri yang lebih tinggi. Aspek sosial, moral, dan dukungan keluarga juga berperan penting dalam memengaruhi rasa percaya diri, siswa yang merasa aktif dalam kegiatan sosial (66,7%), memiliki sikap empati (66,7%), dan merasa dicintai serta mendapat dukungan dari keluarga (66,7% dan 44,4% secara berurutan) memiliki kecenderungan yang lebih tinggi untuk memiliki rasa percaya diri yang kuat

    4,547

    full texts

    4,739

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    OJS (Muhammadiyah University of Enrekang)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇