Universitas Muslim Maros e-Journals
Not a member yet
1105 research outputs found
Sort by
Estimasi Biaya Non Produksi Kegiatan Usaha Tani Padi di Desa Padaelo Kecamatan Mattiro Bulu Kabupaten Pinrang
The Bugis community culture related to farming involves six major ceremonies associated with rice cultivation, all of which are deeply rooted in their faith and belief in God. These traditions include rituals such as mappammula, mappalili, maddoja bine, mangngeppi ase, maddumpu, and mappadendang. The purpose of this study is to understand the post-harvest traditions practiced by farmers and to identify the non-production costs incurred by rice farmers from preparation to post-harvest. The study concluded that the traditions and non-production expenditures by farmers include: mappalili with an average cost of one hundred forty one, six hundred sixty seven, maddoja bine with an average cost of five thousand, mangngeppi ase with an average cost of Rp. Twenty two thousand five hundred, maddumpu ase with an average cost of eighteen thousand five hundred, mappammula with an average cost of two hundred nine thousand three hundred thirty four, and mappadendang with an average cost of seventy fife thousand. The usefulness of this research is that researchers can directly apply the knowledge gained in college to farmers, helping them to develop knowledge, particularly in the field of agriculture and non-production activities in rice farming
Analisis Kelayakan Usaha Budidaya Ikan Nila Menggunakan Teknologi Bioflok (Studi Kasus B12 Fish Farm Kabupaten Sidenreng Rappang)
The formation of biofloc occurs through the agitation of organic matter by aeration, which dissolves it in the water column to stimulate the development of aerobic heterotrophic bacteria (sufficient oxygen conditions). These bacteria attach to organic particles, decompose the organic matter (utilizing organic carbon), and absorb minerals such as ammonia, phosphate, and other nutrients in the water. Consequently, beneficial bacteria proliferate well. These bacteria form a consortium, leading to the formation of flocs. The outcome is improved water quality, with organic matter being recycled into flocs that can be consumed by the fish. The research results show that the Feasibility Analysis of Nile Tilapia (Oreochromis Niloticus) Farming Using Biofloc Technology (Case Study at B12 Fish Farm, Sidenreng Rappang Regency) concludes that the production costs for Nile tilapia farming using the biofloc system over seven months and six days can yield better investment returns with significant profits, approximately 166% increase in profitability. This can be achieved by using the biofloc system in tilapia farming in tarpaulin ponds. The profit obtained in this study is IDR 65,994,296, which represents a profit from producing the next batch of goods amounting to IDR 73,564,000. Therefore, from the overall sales results, a profit of 98.45% can be obtained from selling 540 kg of tilapia fingerlings using the biofloc system. Hence, the biofloc system is more advantageous for Nile tilapia farming entrepreneurs, enhancing trust and profitability, thereby increasing production materials that influence the sale of tilapia fingerlings at B12 Fish Farm, Sidenreng Rappang Regency
Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia terhadap Efektivitas Kerja Pegawai pada Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Gowa
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel Kompetensi Sumber Daya Manusia berpengaruh signifikan terhadap Efektivitas Kerja Pegawai di Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Gowa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yang bertujuan untuk mengukur dan menganalisis pengaruh antara variabel kompetensi sumber daya manusia terhadap efektivitas kerja pegawai dan dianalisis secara statistik untuk mendapatkan hasil yang objektif. Berdasarkan hasil analisis, terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kompetensi sumber daya manusia dan efektivitas kerja pegawai di Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Gowa. Hasil analisis yaitu terdapat pengaruh secara positif dan signifikan Kompetensi Sumber Daya Manusia terhadap Efektivitas Kerja Pegawai di Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Gowa. Hal ini dibuktikan oleh analisis regresi sederhana diperoleh hasil uji t kompetensi sumber daya manusia dengan perolehan hitung lebih besar dari tabel. Selain itu ditemukan bahwa nilai signifikan dari kompetensi sumber daya manusia terhadap efektivitas kerja pegawai lebih kecil dari taraf signifikansi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima. Hal ini bermakna bagi kompetensi sumber daya manusia terhadap efektivitas kerja sehingga instansi dapat berkembang dan mampu bertahan jika ada dukungan dari pegawai-pegawai yang dapat menguasai bidangnya
Strategi Manajemen Talenta Dalam MengembangkanPotensi Karyawan
Salah satu unsur yang dibutuhkan perusahaan dalam pengembangan usaha adalah manajemen talenta. Namun, ada beberapa masalah yang perlu diperhatikan saat menangani manajemen talenta karyawan di perusahaan. Salah satunya adalah ketidaksesuaian antara harapan karyawan dan tujuan perusahaan. Dalam beberapa kasus, perusahaan indonesia kurang memiliki strategi yang efektif dalam mengembangkan dan mempertahankan karyawan yang berpotensi, sehingga kualitas karyawan tidak dapat ditingkatkan secara optimal. Pada penelitian ini menggunakan pola pendekatan kualitatif dan tinjauan pustaka yang dipakai untuk menulis artikel. Data yang dikumpulkan dari beragam sumber seperti buku manajemen dan jurnal ilmiah yang berkaitan dengan topik artikel ini dianalisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil Penelitian menunjukan bahwa strategi menajemen talent yang efektif meliputi: Pengembangan Kemampuan melalui pelatihan, Workshop, dan Mentoring, Penghargaan dan Pengakuan untuk meningkatkan motivasi mereka, Pengembangan Karir, Pengembangan Budaya Organisasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa upaya pengembangan manajemen talenta merupakan upaya yang tepat dan mudah di terapkan dalam meningkatkan potensi karyawan terhadap kinerjanya di perusahaan. Strategi-strategi ini mencakup pengembangan kompetensi, pengawasan kinerja, motivasi, dan kerjasama, dan dapat membantu organisasi meningkatkan kinerja. Dengan demikian, penelitian ini memberikan pemahaman yang detail terhadap perusahaan agar mempertimbangkan strategi manajemen talenta yang efektif saat mengembangkan potensi karyawan mereka
Utilizing Augmented Reality Technology in English Vocabulary
This study explores the potential of augmented reality (AR) technology in enhancing English vocabulary learning among EFL students at Muhammadiyah University of Enrekang. The study identifies key issues such as the lack of engagement and retention in vocabulary learning using traditional methods. A qualitative research approach was employed, involving 15 students and utilizing AR tools such as Google Expeditions, AR Flashcards, and Merge Cube to facilitate vocabulary learning. Data were collected through semi-structured interviews and classroom observations. The findings reveal that AR technology significantly enhances students\u27 engagement, motivation, and vocabulary retention by providing interactive, multimodal learning experiences that place vocabulary in real-world contexts. However, several challenges were identified, including technical limitations such as device compatibility, internet connectivity issues, and the insufficient access to AR-capable devices. Additionally, concerns regarding the feasibility of scaling AR in resource-constrained settings, where students may lack access to adequate technological infrastructure, were raised. Furthermore, there is a critical need for comprehensive teacher training to effectively implement AR in the classroom. To address these challenges, the study recommends an integrated approach that combines AR technology with traditional teaching methods, alongside significant investment in technological infrastructure, development of affordable AR tools, and continuous professional development for teachers. This study contributes to the growing body of literature on the use of AR in language education and offers practical insights for overcoming the challenges of accessibility and scalability, ultimately improving the integration of AR in EFL classrooms, particularly in resource-limited contexts
Makna Mitos dalam Tradisi Mandi Safar di Desa Air Hitam Laut Kabupaten Tanjab Timur
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap mitos yang terkandung dalam tradisi Mandi Safar di Desa Air Hitam Laut, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Meskipun tradisi ini terus dilakukan secara turun-temurun, banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang kurang memahami makna di balik simbol-simbol yang digunakan dalam ritual ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna mitos, yakni makna simbolik dan ideologis dari benda-benda dalam tradisi Mandi Safar, berdasarkan teori semiotika Roland Barthes. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data penelitian berupa simbol atau benda yang digunakan dalam tradisi Mandi Safar yang dianalisis berdasarkan konsep penanda, petanda, dan tanda dalam teori Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tradisi Mandi Safar terdapat sembilan simbol yang memiliki makna mitos, yaitu: (1) menara sebagai lambang keesaan Tuhan, (2) tingkat tiga menara melambangkan iman, Islam, dan ihsan, (3) fondasi menara berbentuk segi empat merepresentasikan empat unsur penciptaan manusia, (4) daun mangga sebagai pelindung dari penyakit, (5) kain putih sebagai simbol kesucian, (6) telur ayam sebagai bekal kehidupan, (7) payung sebagai perlindungan dan kesetiaan, (8) janur sebagai simbol perayaan dan keharmonisan antar umat beragama, serta (9) air sebagai media pembersihan diri. Berdasarkan temuan ini, penelitian ini menyarankan agar masyarakat terus melestarikan tradisi Mandi Safar sebagai bagian dari warisan budaya.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap mitos yang terkandung dalam tradisi Mandi Safar di Desa Air Hitam Laut, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Meskipun tradisi ini terus dilakukan secara turun-temurun, banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang kurang memahami makna di balik simbol-simbol yang digunakan dalam ritual ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna mitos, yakni makna simbolik dan ideologis dari benda-benda dalam tradisi Mandi Safar, berdasarkan teori semiotika Roland Barthes. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data penelitian berupa simbol atau benda yang digunakan dalam tradisi Mandi Safar yang dianalisis berdasarkan konsep penanda, petanda, dan tanda dalam teori Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tradisi Mandi Safar terdapat sembilan simbol yang memiliki makna mitos, yaitu: (1) menara sebagai lambang keesaan Tuhan, (2) tingkat tiga menara melambangkan iman, Islam, dan ihsan, (3) fondasi menara berbentuk segi empat merepresentasikan empat unsur penciptaan manusia, (4) daun mangga sebagai pelindung dari penyakit, (5) kain putih sebagai simbol kesucian, (6) telur ayam sebagai bekal kehidupan, (7) payung sebagai perlindungan dan kesetiaan, (8) janur sebagai simbol perayaan dan keharmonisan antar umat beragama, serta (9) air sebagai media pembersihan diri. Berdasarkan temuan ini, penelitian ini menyarankan agar masyarakat terus melestarikan tradisi Mandi Safar sebagai bagian dari warisan budaya
Development of physics teaching modules for business and simple aircraft for class 8 phase D using the Assure model
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar fisika pada materi usaha dan pesawat sederhana untuk siswa kelas VIII fase D menggunakan model ASSURE. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ASSURE yang mencakup enam tahapan. Instrumen penelitian berupa lembar validasi ahli, angket respons guru dan siswa, serta tes hasil belajar. Hasil validasi oleh ahli materi memperoleh skor rata-rata 3,9 dan ahli media 3,7, yang mengindikasikan bahwa modul tergolong sangat valid. Uji kepraktisan menunjukkan skor rata-rata 94,29% dari guru dan 91,03% dari siswa, termasuk dalam kategori sangat praktis. Sementara itu, hasil uji efektivitas menunjukkan peningkatan hasil belajar secara signifikan, dengan rata-rata nilai posttest mencapai 84, dan nilai posttest sebesar 0,71 dalam kategori tinggi. Berdasarkan hasil tersebut, modul ajar fisika berbasis model ASSURE dinyatakan valid, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran.This study aims to develop a physics teaching module on the topic of work and simple machines for Grade VIII students (Phase D) using the ASSURE model. The research employed a Research and Development (R&D) approach with the ASSURE development framework, consisting of six stages. The instruments used included expert validation sheets, teacher and student response questionnaires, and learning outcome tests. Validation results showed an average score of 3.9 from content experts and 3.7 from media experts, indicating that the module is highly valid. Practicality tests yielded average scores of 94.29% from teachers and 91.03% from students, categorized as very practical. Furthermore, the effectiveness test demonstrated a significant improvement in learning outcomes, with an average posttest score of 84 and an Posttest score of 0.71, categorized as high. Based on these findings, the physics teaching module developed using the ASSURE model is considered valid, practical, and effective for classroom use
: The Effect of the Use of Motion Demonstrations on the Frequency of Misconceptions of High School Students on the Topic of Motion Kinematics
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh penggunaan peragaan gerak terhadap frekuensi miskonsepsi siswa pada topik kinematika gerak. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI-Fisika di SMA Negeri 1 Telaga Biru pada tahun ajaran 2024/2025. Sampel penelitian terdiri dari tiga kelas yang dipilih secara acak, yaitu kelas XI Fisika 6 sebagai kelas eksperimen, serta kelas XI-Fisika 1 dan XI-Fisika 2 sebagai kelas replikasi. Analisis data meliputi statistik deskriptif untuk menggambarkan karakteristik data, serta statistik inferensial, termasuk uji hipotesis dan analisis n-gain. Hasil analisis data menunjukkan penurunan frekuensi miskonsepsi yang signifikan setelah penerapan peragaan gerak. Rata-rata frekuensi miskonsepsi siswa menurun dari 9,57 menjadi 2,8 di kelas eksperimen, dari 8,17 menjadi 2,3 di kelas replikasi 1, dan dari 5,87 menjadi 1,1 di kelas replikasi 2. Uji hipotesis mengkonfirmasi adanya perbedaan signifikan dalam frekuensi miskonsepsi antara Pretest dan Posttest di ketiga kelas. Analisis n-gain menunjukkan peningkatan pemahaman konsep yang tinggi, dengan nilai 0,71 di kelas eksperimen, 0,75 di kelas replikasi 1, dan 0,72 di kelas replikasi 2.This study aims to determine the effect of using motion demonstrations on the frequency of students\u27 misconceptions in the topic of motion kinematics. The research employed an experimental method with a One Group Pretest-Posttest design. The population was class XI-Physics students at SMA Negeri 1 Telaga Biru in the 2024/2025 academic year. The sample consisted of three classes selected randomly, class XI Physics 6 as the experimental class, and classes XI Physics 1 and XI Physics 2 as replication classes. Data analysis involved descriptive statistics to characterize the data, and inferential statistics, including hypothesis testing and n-gain analysis. The results of the data analysis showed a significant decrease in the frequency of misconceptions after the application of motion demonstrations. The average frequency of student misconceptions decreased from 9.57 to 2.8 in the experimental class, from 8.17 to 2.3 in replication class 1, and from 5.87 to 1.1 in replication class 2, indicating a significant reduction. Hypothesis testing confirmed a significant difference in misconception frequency between the Pretest and Posttest across all three classes. The n-gain analysis revealed a high improvement in concept understanding, with values of 0.71 in the experimental class, 0.75 in replication class 1, and 0.72 in replication class 2
Development of a Learning Module Based on Problem Based Learning Integrated with Character Values (PBL-NK) with Canva Digital Media Support on Physics Material
Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan modul ajar fisika berbasis PBL-NK yang valid dan didukung media digital Canva. Penelitian merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE, namun dibatasi pada tiga tahap awal: analisis, desain, dan pengembangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan lembar validasi. Observasi dan wawancara digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan guru dan peserta didik, sedangkan lembar validasi menilai aspek isi, bahasa, penyajian, integrasi nilai karakter, dan penggunaan media Canva. Data kuantitatif dianalisis menggunakan teknik Gregory, sementara data kualitatif dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar berbasis PBL-NK dengan dukungan media digital Canva dinyatakan valid berdasarkan penilaian para ahli, serta berpotensi untuk digunakan sebagai inovasi pembelajaran yang selaras dengan Kurikulum Merdeka.This study aims to produce a valid physics teaching module based on the Problem-Based Learning model integrated with character values (PBL-NK), supported by Canva digital media. This study uses a research and development (R&D) approach with the ADDIE model, but is limited to the first three stages, namely analysis, design, and development. Data collection was carried out through observation, interviews, questionnaires, and validation sheets. Observations and interviews were used to identify the needs of teachers and students. Meanwhile, validation sheets were used to assess the aspects of content suitability, language, presentation, character values integration, and the use of Canva media. Quantitative data were analyzed using Gregory\u27s technique, while qualitative data were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research results showed that the PBL-NK-based teaching module developed was deemed valid based on expert assessment. Thus, this module has the potential to be used as an innovative physics learning tool supporting the implementation of the Merdeka Curriculum
INVENTARISASI JENIS TANAMAN PANGAN BUDIDAYA PADA MASYARAKAT DESA BONTOTANGNGA KECAMATAN BONTOLEMPANGAN KABUPATEN GOWA SULAWESI SELATAN
The background of this research is to add to the completeness of information owned by Bontotangnga Village through inventory data of the types of food plants that are cultivated. Thus the region will have a database of potential food resources to support the acceleration of sustainable food diversification. The purpose of this study was to determine the types of food plants cultivated by the people of Bontotangnga Village. The method used is a survey by conducting observations and interviews. Data collection techniques are equipped with open and closed interviews guided by a list of questions. The data obtained were analyzed descriptively qualitatively and quantitatively. A qualitative approach is used in describing the results of interviews with resource persons. A quantitative approach is used to calculate food crop commodities This study found 32 types of food crops cultivated by the community in Bontotangnga Village (Bontokaru Hamlet, Ompoa Hamlet and Bontomarannu Hamlet). From the results of the LQ (Location Qoutiont) value, there are 11 food crop sectors that are the basis for Bontokura hamlet; 10 sectors of Ompoa hamlet; 13 sectors of Bontomarannu hamletKetersediaan pangan merupakan salah satu dimensi penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Kegiatan inventarisasi merupakan suatu upaya untuk mendata ketersediaan dan keanekaragaman pangan di suatu daerah. Desa Bontotangnga merupakan salah satu wilayah yang memiliki banyak komoditas pangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis tanaman pangan yang dibudidayakan oleh masyarakat DesaBontotangnga. Penelitian dilakukan di tiga dusun Desa Bontotangnga yaitu Dusun Bontokura, Dusun Ompoa, dan Dusun Bontomarannu. Metode yang digunakan adalah survei dengan melakukan observasi dan wawancara. Teknik pengumpulan data dilengkapi dengan wawancara terbuka yang berpedoman pada daftar pertanyaan. Data yang diperoleh dianalisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif digunakan dalam mendeskripsikan hasil wawancara dengan narasumber. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk menghitung komoditas tanaman pangan. Penelitian ini menemukan 32 jenis tanaman pangan dari 12 familia yang dibudidayakan oleh masyarakat di Desa Bontotangnga. Tanaman pangan yang paling banyak dibudidayakan adalah padi, jagung, kacang tanah, buncis, pisang, kangkung, dan cabai. Tanaman yang paling banyak bernilai ekonomi adalah pisang