Universitas Muslim Maros e-Journals
Not a member yet
1105 research outputs found
Sort by
KEANEKARAGAMAN GASTROPODA DI SUNGAI LOGAWA BANYUMAS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman Gastropoda di Sungai Logawa Banyumas. Penelitian ini dilakukan bulan Agustus-September 2021 di Sungai Logawa Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode survei. Pengambilan sampel dilakukan 3 kali dengan jangka waktu satu minggu. Sedangkan metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive random sampling, dimana ada 5 stasiun pengamatan yaitu stasiun 1 di Desa Sunyalangu, Stasiun 2 di Desa Dawuhan Kidul, Stasiun 3 di Desa Karanglewas Lor, stasiun 4 di Desa Karanglewas Kidul, dan stasiun 5 di Desa Patikraja. Hasil penelitian diperoleh ada 8 spesies yaitu Anentome helena, Filopaludina javanica, Lymneae rubiginosa, Melanoides rustica, Melanoides tubercukata, Sulcospira testudinaria, Terebia ranivera, dan Thiara scabra. Komposisi gastropoda tertinggi yaitu di stasiun 5 yaitu 466 individu dengan 7 spesies dan 4 famili. Keanekaragaman tertinggi di stasiun 5 dengan nilai 1,23, nilai terendah di stasiun 3 yaitu 0,43. Dominansi tertinggi yaitu stasiun 3 yaitu 0,79 termasuk kategori tinggi, sehingga ada yang mendominansi stasiun tersebut yaitu Sulcospira testudinaria, dan nilai indeks dominansi terendah ada di stasiun 5 yaitu 0,32 termasuk dalam kategori rendah
PERSEPSI MASYARAKAT DESA SAENAM TERHADAP KEBERADAAN ANGGREK SPESIES (ALAM)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat Desa Saenam terhadap keberadaan anggrek spesies (alam) Penelitian persepsi masyarakat Desa Saenam terhadap Anggrek spesies (alam) dilakukan dengan rancangan penelitian Purposive Sampling melalui kegiatan survei lapangan. Survei lapangan ini dilakukan melalui dua tahap, yaitu penentuan responden dan kegiatan wawancara masyarakat lokal Desa Senam, Kabupaten Timor Tengah Utara berdasarkan kuisioner. Analisa data dalam penelitian ini diperoleh data presentasi dari setiap jawaban yang dominan diberikan oleh responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat Desa Saenam mengetahui keberadaan serta mengetahui pengetahuan umum tentang anggrek spesies (alam). Hal tersebut menandakan bahwa masyarakat ternyata memberikan persepsi yang positif terhadap kelestarian anggrek spesies (alam) Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk dapat membuat persepsi masyarakat Desa Saenam lebih peduli dan aktif terhadap kegiatan konservasi tanaman hias langka. Dengan demikan hal ini diharapkan akan membawa dampak yang positif pula bagi konservasi sumber daya alam hayati di Indonesia khususnya di Pulau Timor, Provinsi Nusa Tenggara Timur
Dampak COVID-19 Terhadap Keberlangsungan Usaha Peternakan Ayam Broiler Pola Kemitraan di Kabupaten Maros
Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros. Data yang digunakan ada dua yaitu: data primer yakni data yang diperoleh dari hasil observasi melalui wawancara langsung melalui bantuan daftar kuesioner dan data sekunder yaitu data yang diperoleh dari instansi/lembaga yang terkait dengan penelitian ini. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Mei 2021. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak covid-19 terhadap usaha peternakan ayam broiler pola kemitraan di Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian didapatkan bahwa pandemi COVID-19 memberikan dampak terhadap intensitas panen dan intensitas pertemuan ppl mitra pada usaha peternakan ayam broiler pola kemitraan yang ada di Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros. Dimana pandemi ini menyebabkan berkurangnya siklus panen disebabkan karena permintaan pasar yang berkurang, dan tidak hanya itu beberapa peternak juga terpaksa mengurangi jumlah produksi, guna menekan biaya produksi. Adapun dampak terhadap intensitas pertemuan ppl mitra juga mengalami penurunan akibat dari pandemi, walaupun pertemuan bisa saja dilakukan secara daring. Tetapi hal tersebut kurang memuaskan bagi peternak
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hambatan Usaha Peternak Sapi Potong dalam Adopsi Teknologi Pupuk Organik Padat (POP)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi hambatan usaha peternak sapi potong dalam adopsi teknologi pupuk organik padat pada aspek keterampilan, pengetahuan, faktor ekonomi, kepedulian sosial, sistem pemeliharaan, penyuluhan, dan bantuan pemerintah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Patampanua Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng. jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian yaitu seluruh peternak sapi potong di Desa Patampanua sebanyak 78 peternak yang dijadikan sebagai sampel. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan bantuan kuesioner. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi hambatan adopsi teknologi pupuk orgnik padat pada aspek pengetahuan merupakan hambatan tertinggi karena pengetahuan peternak mengenai jenis dan bahan serta pengolahan pupuk organik kurang diketahui oleh peternak. Dalam keterampilan pemanfaatan pupuk organik belum adanya teknologi dan intensitas penyuluhan mengenai pengolahan limbah kotoran ternak, serta peternak masih menggunakan sistem pemeliharaan ekstensif sehingga sulit dalam pengumpulan limbah kotoran ternak
“Angkatan Korona”: Stigma Terhadap Lulusan SMA Angkatan 2020
The pandemic Covid-19, which has spread throughout the world including Indonesia, has had a major impact on various aspects of life, including in the field of education. While the existing literatures are more related to stigma on people infected with Covid-19 and on the health workers who care for them, this article is deals with stigma against 2020 high school graduates and those who enrolled college in the same year, and they are labeled "angkatan korona".
Using this qualitative approach, this study was carried out through social media, such as Whatsapp, Facebook, Instagram, and Twitter. Data was collected using in-depth interview and observation methods. While interviews were conducted using Whatsapp, Instagram, Twitter application, then the observation was carried out using the Whatsapp, Facebook, Instagram, and Twitter applications by observing posts related to the "angkatan korona". Those who participated in this study were 11 people, consisting of three boys and eight girls; who’s aged between 18 and 20 years and came from five different universities.
The results of this study indicate that the "angkatan korona" is a stigma aimed at 2020 high school graduates. Stigma against the “angkatan korona” not only happened in cyberspace, but also in the real world. While stigma in cyberspace is carried out through postings on social media, then stigma in the real world is carried out directly. This stigma is caused by the abolition of the National Examination (Ujian Nasional) and graduation celebrations, the online learning system and communication among students only through social media (online friendships). It is argued in this article that government policies during the Covid-19 pandemic have created stigma against people who have been impacted on these policies
EKSPLORASI JENIS BAMBU (BAMBUSA, SP) BERDASARKAN KARAKTERISTIK MORFOLOGI di KABUPATEN MAROS
ABSTRAK
Sesuai dengan data diatas, Bambu merupakan sumber daya yang sangat melimpah dan memiliki keanekaragaman yang cukup tinggi, tapi pada kenyataannya adalah tidak semua jenis bambu yang dikenal oleh masyarakat dengan baik (Elizabeth 2004). Tanaman bambu belum teridentifikasi secara jelas di Kabupaten Maros, dari hal tersebut dilakukan penelitian mengenai Identifikasi morfologi khususnya di Kecamatan Simbang dan Kecamatan Tanralili. Metode yang digunakan adalah teknik purposive sampling, yaitu teknik yang dilakukan secara acak dengan mengidentifikasi karakteristik morfologi yang telah ditentukan, meliputi tipe akar, warna rebung, permukaan rebung, jumlah buluh /rumpun, model percabangan, tipe dan warna pelepah buluh.Hasil penelitian diperoleh 7 jenis bambu yang tersebar di dua Kecamatan yaitu Kecamatan Simbang terdapat 4 jenis dan Kecamatan Tanralili terdapat 5 jenis bambu. Jenis bambu yang tumbuh di Kecamatan Simbang ada 4 jenisJenis bambu yang tumbuh di Kecamatan Simbang ada 4 jenis yaitu Bambusa vulgaris var. striata, Bambu biumeana/ Bambu Ori, Bambusa bambos (L.) voss. dan Gigantochloa Atter) (Hassk). Kurz dan Kecamatan Tanralili terdapat 6 jenis bambu yaitu Bambusa sp, Bambusa vulgaris var. striata, Bambu biumeana/ Bambu Ori, Bambusa bambos (L.) voss., Gigantochloa Atter) (Hassk) Kurz dan Schizostachyum jaculans Holttum.
Kata Kunci : Bambu, Morfologi, Identifikasi, Karakteristi
PEMETAAN SERAPAN DAN EMISI KARBON DI WILAYAH PESISIR KABUPATEN MAROS MELALUI PENDEKATAN SOFTWARE ABACUS SP
ABSTRAK
Perubahan iklim kini menjadi salah satu isu prioritas yang perlu ditangani melalui upaya-upaya mitigasi yang dapat menurunkan kontribusi pelepasan karbon ke atmosfer khususnya pada wilayah pesisir.
Tujuan dari penelitian ini adalah : Mengetahui serapan karbon dan nilai emisi karbon periode 10 tahun (2011-2021) di wilayah pesisir Kabupaten Maros. Penelitian dilakukakan dengan metode analisis perubahan penutupan lahan menggunakan data citra landsat TM 7 tahun 2011 dan data citra landsat 8 tahun 2021 serta perhitungan serapan dan emisi karbon menggunakan software Abacus Sp. Hasil serapan karbon periode 10 tahun di wilayah pesisir Kabupaten Maros serapan yang paling tinggi yaitu penutupan tambak berubah menjadi penggunaan lahan mangrove pada Kecamatan Lau sebesar 22,14 %, Kecamatan Maros Baru sebesar 15,16 %, dan Kecamatan Marusu sebesar 14,22 %. serapan tinggi juga pada penutupan tubuh air berubah menjadi mangrove di Kecamatan Maros Baru sebesar 14,79 %, dan Kecamatan Marusu sebesar 7,72 %. Hasil emisi karbon periode 10 tahun pada wilayah pesisir Kabupaten Maros yang memiliki emisi paling tinggi yaitu penutupan lahan perkebunan berubah menjadi sawah di kecamatan Maros Baru sebesar 18,86 %, dan kecamatan Marusu sebesar 7,75 %.
 
PENGARUH KUALITAS TUMBUH BENIH Avicennia marina PADA MEDIA TANAM BEDENG TABUR DIKAWASAN MLC BALUNO
Penelitian ini dilakukan karena kurangnya referensi tentang cara membudidayakan tanaman ini terkhusus untuk disulawesi barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas kualitas tumbuh benih Avicennia marina pada media tanam bedeng tabur dikawasan MLC Baluno. Penelitian ini dilaksanakan pada kawasan Mangrove Learning Center Baluno, merupakan lokasi penelitian yang berada di Desa Binanga, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene. Pengamatan sampel dalam penelitian ini berlangsung selama 60 hari. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan, 3 kelompok dan 3 ulangan sehingga diperoleh 36 unit percobaan. Hasil penelitian analisis data menunjukkan bahwa perlakuan yang digunakan untuk media tumbuh benih Avicennia marina menunjukkan tidak ada interaksi yang nyata untuk perkembangan tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang. Pada penelitian ini diperoleh nilai signifikan sebesar 0,813 > 0,05 untuk tinggi tanaman, nilai signifikan sebesar 0,645 > 0,05 untuk jumlah daun, dan sedangkan untuk diameter batang nilai signifikan sebesar 0,946 > 0,05, maka disimpulkan hipotesis H1 ditolak. Perlakuan yang digunakan tidak berpengaruh nyata pada pertumbuhan tanaman mangrove jenis Avicennia marina pada penelitian selama 60 hari yang di sertai pengukuran tanaman di setiap per-10 harinya
Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usahatani Padi Sawah (Desa Bara Batu Kecamatan Labakkang Kabupaten Pangkep)
This study aims to determine the income of farmers in lowland rice farming in Bara Batu Village, Labakkang District, Pangkep Regency. This research was carried out for two months, from March to May 2021, which was located in the village of coal stone. The population collection in this study was carried out by simple random sampling or random sampling, namely rice farmers. As for the determination of the sample, namely by taking 20 people who are involved in lowland rice farming. Data collection techniques with questionnaires, interviews, observation and documentation. Data analysis used quantitative and qualitative data analysis. The results showed that the average production amount was 1,897.65 kg with a selling price of Rp. 4.700/Kg. so the average revenue is Rp. 8,918,955.00. Lowland rice farming in Bara Batu Village, Labakkang District, Pangkep Regency, earned an average income of Rp. 5,808,870.00, lowland rice farming in Bara Batu Village, Labakkang District, Pangkep Regency is feasibl
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Padi Sawah Irigasi (Studi Kasus di Kelurahan Biraeng Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep)
Another problem in agriculture itself concerns the determination of productivity in the agricultural sector, including external factors such as the dry season which hampers agricultural productivity, internal factors are the shrinking of agricultural land due to industrialization and urbanization. The purpose of this study was to determine the factors that affect the income of irrigated rice farming in Biraeng Village, Minasatene District, Pangkep Regency. The data that has been collected is then known to be tabulated to get real data that is used for analysis purposes. This study uses quantitative data and multiple regression to determine the factors that affect the income of irrigated rice farmers in Biraeng Village, Minasatene District, Pangkep Regency. The results of the study can be seen the factors that affect the income of irrigated rice farming in Biraeng Village, Minasatene District, Pangkep Regency, namely rice production, urea fertilizer prices and pesticide prices