Universitas Muslim Maros e-Journals
Not a member yet
1105 research outputs found
Sort by
Pengaruh Budaya Organisasi, Kompetensi dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Kantor Desa Sekecamatan Tanralili Kabupaten Maros
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi, kompetensi, dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai kantor desa di Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros. Kinerja pegawai merupakan faktor krusial dalam penyelenggaraan pemerintahan desa yang efektif dan efisien. Budaya organisasi yang kuat dapat menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, meningkatkan loyalitas, serta membangun etos kerja yang tinggi. Kompetensi pegawai, yang mencakup keterampilan, pengetahuan, dan sikap kerja, berperan penting dalam menentukan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sementara itu, lingkungan kerja yang nyaman dan mendukung akan mendorong pegawai untuk bekerja lebih produktif dan profesional.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada pegawai kantor desa di Kecamatan Tanralili. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda untuk melihat pengaruh simultan dan parsial dari variabel budaya organisasi, kompetensi, dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi, kompetensi, dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Budaya organisasi yang baik mampu meningkatkan komitmen pegawai dalam menjalankan tugasnya. Kompetensi yang tinggi berkontribusi terhadap efektivitas kerja pegawai dalam menyelesaikan tugas dan memberikan layanan kepada masyarakat. Lingkungan kerja yang nyaman dan mendukung, baik dari segi fasilitas maupun hubungan antarpegawai, juga terbukti meningkatkan motivasi dan produktivitas kerja.
Dengan demikian, untuk meningkatkan kinerja pegawai kantor desa di Kecamatan Tanralili, diperlukan penguatan budaya organisasi yang positif, peningkatan kompetensi pegawai melalui pelatihan berkelanjutan, serta perbaikan lingkungan kerja agar lebih kondusif. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah desa dalam merancang kebijakan yang dapat meningkatkan efektivitas kerja pegawai.
To Pusa: Adaptasi, Respon, dan Stigma Terhadap Perempuan Muallaf di Desa Buntu Pepasan Toraja Utara
Converting to Islam is a form of religious conversion phenomenon that reflects the movement from one belief to another, in the context of this article, from Christianity to Islam. Although many studies have examined guidance and mentoring for converts, few (if any) have focused on the stigma against converts, especially female converts. This article fills this gap.
This qualitative research was conducted in Buntu Pepasan Village, North Toraja. A total of 12 informants were involved in this study, consisting of eight women and four men, five of whom were converts, six families of converts, and one community leader. Data collection was carried out using in-depth interviews and observations.
This study discusses how perceptions are related to converting. Some women converted to Islam based on personal beliefs and as an expression of religious freedom, others converted to Islam because of marriage. Converting to Islam not only has an impact on changes in spiritual beliefs, but it also has complex social consequences. In the new religion, they adapt in various aspects, namely: understanding Islamic teachings, eating habits, socializing, and changes in dress codes. They are socially ostracized from their families, but also excluded from customary rituals. However, it also highlights that female converts strive to practice Islam while maintaining ties with their families and cultural traditions. In addition, female converts are stigmatized with the term to pusa (heretics), who are considered to have deviated from ancestral values. The stigma against pusa is also combined with various negative terms such as to baga-baga (stupid people), to rokossik (naughty people), mariga-riga liu to pengauranmu (very dirty people), to natamai setang (people who are possessed by demons). However, the stigma against women who convert to islam is not directed at men. This is because a woman is a symbol of honor (siri’) for the family. Although they face serious challenges in the form of social stigma and identity conflicts, female converts show resilience and courage in living their new faith. This study emphasizes the importance of tolerance, respect for religious diversity, and the need for greater social support for converts. This study contributes to a deeper understanding of the complex relationships between religion, culture, and identity, particularly in the context of female converts in Indonesia\u27s multicultural society
Dampak Pembelajaran Berbasis Proyek terhadap Pemahaman Konsep Statistika Mahasiswa PGSD UNM
This study aims to analyze the impact of implementing the Project-Based Learning (PBL) model on the conceptual understanding of statistics among students of the Primary School Teacher Education (PGSD) program at Universitas Negeri Makassar. The research employed a quantitative method with a post-test only design, involving 91 randomly selected students as the sample. Data were collected through a post-test in the form of a project assignment and a student perception questionnaire on PBL. The results showed that most students had a positive perception of the PBL method, with an average perception score of 76.15 and a learning outcome score of 84.99. Pearson correlation analysis indicated a weak positive relationship between students\u27 perceptions of PBL and their learning outcomes (r = 0.215), suggesting that other factors such as motivation and learning styles may have a greater influence. Nevertheless, PBL was shown to improve students\u27 understanding of statistical concepts in general. This study recommends enhancing the quality of PBL implementation and developing more contextual and interactive learning strategies within the PGSD environment
Biopriming Benih dan Pupuk Kompos untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Produksi Cabai Rawit (Capsicum Frutescens L.)
Peningkatan produksi cabai rawit harus terus diupayakan dengan perbaikan komponen teknologi budidaya. Salah satu faktor yang perludiperhatikan dalam budidaya cabai rawit adalah benih. Benih merupakan faktor penentu yang paling penting dari pertumbuhan danperkembangan tanaman yang efisien, mendasar untuk produksi tanaman. Keberhasilan perkecambahan dan pembibitan adalah pentinguntuk mencapai biomassa yang tinggi dan hasil yang tinggi. Perkecambahan dan bibit yang diinginkan Perkembangannya dapat dihambatoleh penyemaian yang tidak tepat waktu dan kualitas benih yang rendah, disertai dengan kondisi pasca tanam yang merugikan. Bioprimingadalah metode priming benih, yang memungkinkan kepatuhan dan adaptasi bakteri pada benih, meningkatkan kolonisasi rizosfer dantoleransi tanaman terhadap berbagai cekaman biotik dan abiotik, seperti benih dan patogen tular tanah dan kondisi lingkungan yangmerugikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis biopriming aspergillus yang terbaik meningkatkan pertumbuhan dan produksicabai rawit, dan dosis kompos manaka yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi cabai rawit. Penelitian ini dilaksanakanpada bulan juli sampai november 2022 di lahan pertanian Balai Sertifikasi Mutu Benih (BSMB) Holtikultura, Kabupaten maros, Provinsisulawesi selatan. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari faktor pertama lamaperendaman Aspergillus terdiri dari 5 taraf yaitu a0 : kontrol, a1 hijau : 6 jam, a2 hitam : 6 jam, a3 hijau : 12 jam, a4 hitam 12 jam. DanFaktor kedua dosis pupuk kompos terdiri dari 3 taraf yaitu k0 : kontrol, k1 : 6,4 kg/polybag, k2 : 12,8 kg/polybag. Pemberian dosisperendaman biopriming aspergillus hitam selama 6 jam memberikan pengaruh terhadap jumlah daun, umur berbunga, bobot akar & jumlahbuah. Sedangkan untuk tinggi tanaman dosis perendaman biopriming aspergillus hitam selama 12 jam memberikan pengaruh terbaik &diameter batang memberikan pengaruh terbaik pada perendaman biopriming aspergillus hijau selama 12 jam. Pemberian dosis pupukkompos pada dosis 6,4 kg/polybag memberikan pengaruh terbaik pada dosis tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang & jumlah buah.Sedangkan untuk dosis 12,8 kg/polybag memberikan pengaruh terbaik pada parameter umur berbunga, bobot tajuk & bobot akar.Kata Kunci : cabai rawit, biopriming aspergillus, pupuk kompo
Investigating the Role of English Proficiency in Accounting Students’ Career Readiness in the Global Economy
This study investigates the contribution of English proficiency, learning motivation, and social support to the professionalism and learning strategies of accounting students in the global era. Employing a quantitative descriptive method with a survey design, data were collected from 90 students enrolled in the Accounting Study Programs at LPI College of Economics (STIE LPI) Makassar, YAPI College of Economics (STIE YAPI) Bone, and the Accounting Study Program at the AMKOP School of Economics in South Sulawesi. The research instrument consisted of a structured questionnaire analyzed using descriptive statistical techniques. The results revealed that the majority of students perceived English reading, writing, listening, and speaking skills as essential to their future careers. In particular, 72% highlighted the importance of English reading for accessing international accounting standards, while 68% emphasized writing for professional communication. Grammar mastery was also recognized as a foundational skill by 60% of respondents. Furthermore, 75% agreed that English fluency increases employability, and 67% supported the integration of English into the accounting curriculum. Institutional support was deemed adequate by 62% of participants, though there were noted calls for improvement. These findings indicate that English proficiency, along with learning motivation and social support, is positively associated with students’ academic and professional readiness. Therefore, it is recommended that curriculum development includes English for Specific Purposes (ESP), supported by institutional programs to strengthen language acquisition. Universities are encouraged to provide ongoing English language training, motivation-enhancing activities, and platforms for social engagement to support the holistic development of accounting students in the global professional context
Kajian Kebahasaan Akun TikTok “@kuliner1menit_”: Gaya Bahasa dan Makna l. IDIOMATIK
Media sosial TikTok bukan hanya dimanfaatkan sebagai sarana hiburan, tetapi juga dapat dipergunakan sebagai sarana promosi. Pemanfaatan TikTok sebagai sarana promosi, dilakukan dengan memadukan tayangan visual dengan penggunaan gaya bahasa persuasif. Gaya bahasa persuasif merupakan gaya bahasa yang digunakan dalam iklan dengan tujuan untuk menarik perhatian audiens, sehingga audiens tertarik untuk mencoba atau membeli produk yang ditayangkan. Problematika yang akan dibahas pada riset ini yakni ragam gaya bahasa persuasif yang muncul dan makna gaya bahasa dalam video-video di akun media sosial TikTok “@kuliner1menit_”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan ragam gaya bahasa persuasif yang muncul dan makna gaya bahasa dalam video-video di akun media sosial TikTok “@kuliner1menit_”. Metode yang dipergunakan merupakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Teknik yang digunakan adalah teknik rekam dan catat. Sumber data diperoleh akun media sosial TikTok “@kuliner1menit_”. Video yang digunakan sebagai sumber data dipilih secara acak sebanyak 10 video yang ditayangkan selama bulan Oktober 2024. Hasil penelitian menunjukkan gaya bahasa yang muncul dalam iklan berupa gaya bahasa repetisi, retoris, hiperbola, dan personifikasiMedia sosial TikTok bukan hanya dimanfaatkan sebagai sarana hiburan, tetapi juga dapat dipergunakan sebagai sarana promosi. Pemanfaatan TikTok sebagai sarana promosi, dilakukan dengan memadukan tayangan visual dengan penggunaan gaya bahasa persuasif. Gaya bahasa persuasif merupakan gaya bahasa yang digunakan dalam iklan dengan tujuan untuk menarik perhatian audiens, sehingga audiens tertarik untuk mencoba atau membeli produk yang ditayangkan. Problematika yang akan dibahas pada riset ini yakni ragam gaya bahasa persuasif yang muncul dan makna gaya bahasa dalam video-video di akun media sosial TikTok “@kuliner1menit_”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan ragam gaya bahasa persuasif yang muncul dan makna gaya bahasa dalam video-video di akun media sosial TikTok “@kuliner1menit_”. Metode yang dipergunakan merupakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Teknik yang digunakan adalah teknik rekam dan catat. Sumber data diperoleh akun media sosial TikTok “@kuliner1menit_”. Video yang digunakan sebagai sumber data dipilih secara acak sebanyak 10 video yang ditayangkan selama bulan Oktober 2024. Hasil penelitian menunjukkan gaya bahasa yang muncul dalam iklan berupa gaya bahasa repetisi, retoris, hiperbola, dan personifikas
RESPON PESERTA DIDIK TERHADAP PEMBELAJARAN DARING PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI
This study aims to describe students\u27 responses to online learning, especially in biology learning which was carried out on students of class XI Mipa at SMAN 20 Makassar as many as 68 students. This study used a qualitative approach with descriptive qualitative research. The instrument used in the study was a questionnaire sheet consisting of four indicators. The indicators in question are (1) learning quality, (2) suitability of learning levels, (3) incentives, and (4) learning time. The results of the response questionnaire given to students show that most of them feel comfortable and effective in online learning. The level of incentives that learners receive from online learning in biology subject is enough to motivate them to actively participate in learning according to their needs in biology subject. However, there are some aspects such as learning quality that need to be improved. Factors such as the quality of online learning materials, technology support, and teacher involvement have a significant impact on learners\u27 responses. This research provides valuable insights for the development of more effective and supportive online learning for learners in the future. Based on the results of the questionnaire analysis of students\u27 responses to online learning, it can be concluded that the highest indicator obtained a percentage of 64.3% with a good category and the lowest indicator obtained a percentage of 64.3% with a good category.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan respon siswa terhadap pembelajaran daring khususnya pada pembelajaran biologi yang dilaksanakan pada peserta didik kelas XI Mipa di SMAN 20 Makassar sebanyak 68 siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian yaitu lembar angket yang terdiri empat indikator. Adapun indikator yang dimaksud (1) mutu pembelajaran, (2) kesesuaian tingkat pembelajaran, (3) insentif, dan (4) waktu pembelajaran. Hasil angket respon yang diberikan kepada peserta didik menunjukkan sebagian besar merasa nyaman dan efektif dalam pembelajaran daring. Tingkat insentif yang peserta didik terima dari pembelajaran daring di mata pelajaran biologi cukup memotivasi mereka untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran sesuai dengan kebutuhan mereka dalam mata pelajaran biologi. Tetapi, terdapat beberapa aspek seperti mutu pembelajaran yang perlu ditingkatkan. Faktor-faktor seperti kualitas materi pembelajaran daring, dukungan teknologi, dan keterlibatan guru memiliki dampak yang signifikan terhadap respon peserta didik. Penelitian ini memberikan wawasan yang berharga bagi pengembangan pembelajaran daring yang lebih efektif dan mendukung bagi peserta didik di masa depan. Berdasarkan hasil analisis angket respon siswa terhadap pembelajaran daring dapat disimpulkan indikator tertinggi memperoleh persentase sebesar 64,3 % dengan kategori baik dan indikator terendah memperoleh persentase sebesar 49%, dengan kategori kurang
Pemanfaatan Saluran Youtube Berbasis Audio Instrumen dan Backsound untuk Mendukung Pembelajaran Mendalam di Sekolah Dasar
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembelajaran yang mendalam di sekolah dasar melalui penyediaan konten audio edukatif berupa instrumen dan backsound yang diunggah secara berkala melalui saluran youtube. Suara latar seperti musik instrumen dan efek backsound memiliki potensi besar dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif, meningkatkan fokus siswa, serta memperkuat pemahaman terhadap materi pelajaran. Saluran Youtube ini dirancang sebagai sumber terbuka yang dapat dimanfaatkan oleh guru, siswa, maupun calon guru dalam memperkaya media pembelajaran. Metode pelaksanaan pengabdian ini dilakukan melalui pembuatan dan publikasi konten audio yang relevan, serta penyebaran informasi melalui media sosial dan komunitas pendidikan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan meningkatnya interaksi dan pemanfaatan konten oleh pengguna, serta respons positif dari guru-guru yang menggunakannya dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan menyediakan konten instrumen dan backsound yang mudah diakses dan bebas digunakan, kegiatan ini berkontribusi dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan mendalam bagi siswa sekolah dasar
TANTANGAN TEKNOLOGI DAN PEMANGKU KEPENTINGAN DALAM PEMETAAN PARTISIPATIF: Studi Kasus PLUP+ di Labbo, Indonesia : Technological and Stakeholder Challenges in Participatory Mapping: A Case Study of PLUP+ in Labbo, Indonesia.
Participatory mapping faces the dual challenge of generating data that is both valid for formal institutions and accessible to local communities, particularly those living adjacent to forest areas. This study aims to develop a participatory mapping model that integrates geospatial technology with diverse stakeholder needs, identify factors influencing community participation, and evaluate implementation impacts on data validity. Through a qualitative approach and methodological engagement within a participatory action research framework in Labbo Village, South Sulawesi, Indonesia, we developed an Integrated Participatory Land Use Planning (PLUP+) model that combines Web-GIS with microclimate sensors. Data collection methods included in-depth interviews with key actors, focus group discussions, participatory observation, public consultations, and GPS measurements. Results indicate that appropriate technological integration significantly enhances data accuracy and community participation, particularly when aligned with immediate interests such as access to agricultural assistance programs and clarification of land/village boundaries. The model facilitates effective collaboration among stakeholders through a shared platform.Key supporting factors include adequate technological infrastructure and local political support, while unstable political dynamics and digital divides present significant barriers. PLUP+ successfully integrates local knowledge with geospatial technology,empowering communities in sustainable land use planning and natural resource management. This research contributes to bridging the gap between technological innovation and participatory approaches in resource governance, offering a scalable model for similar contexts globally
ANALISIS TATA KELOLA KELEMBAGAAN DALAM PENGELOLAAN PERHUTANAN SOSIAL DI KABUPATEN TORAJA UTARA: Analysis Of Institutional Governance In Social Forestry Management In North Toraja Regency
Social Forestry (PS) is a forest management program that grants management rights to local communities to access and manage forest areas legally and sustainably. This program not only aims to preserve the forest, but also to improve the welfare of the community, including in the aspect of food security and self-sufficiency.This study aims to evaluate the management of Community Forest (HKm) in North Toraja Regency with a focus on institutional and business aspects. Data collection was conducted through observation, structured interviews, and examination of institutional documents in three Forest Farmer Groups (KTH), namely Tambuntana, Tombang Riri, and Sipaelle. The sampling technique used purposive sampling and quota sampling methods. The results showed that the planning and institutional aspects were in the good category, with average scores of 110 and 109.57 respectively. However, other obligations such as the preparation of annual reports were classified as poor with a score of 39.13, indicating a lack of attention to documentation of activities. Community empowerment scored moderately well (46.09), which was influenced by the suboptimal role of Forest Management Unit extension workers in training and marketing Non-Timber Forest Products. The business governance aspect was also categorized as quite good (87.61), supported by the existence of a group business structure, but constrained by a lack of training and market access. Supporting factors for HKm management include the existence of planning documents, the desire to preserve the forest, and assistance from the government. Meanwhile, inhibiting factors include the lack of member involvement, limited human resources, and not optimal government support in marketing Non-Timber Forest Products. Overall, the performance of community forest management in the three forest farmer groups is in the good category, but needs improvement in the aspects of administrative obligations and community empowerment