Universitas Muslim Maros e-Journals
Not a member yet
1105 research outputs found
Sort by
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan Petani Melakukan Usahatani Jagung Hibrida (Zea Mays) di Desa Tungka Kecamatan Enrekang Kabupaten Enrekang
The purpose of this study was to determine whether the influence of land area, experience, age, income, production, and geography factors significantly or not on farmers\u27 decisions in conducting corn farming in Tungka Village, Enrekang District, Enrekang Regency. This research was conducted in Tungka Village, Enrekang District, Enrekang Regency in June-August 2022. The research method used was a survey method. While the sampling method used is simple random sampling. Methods of data collection using observation, documentation, and questionnaires. The data analysis used is quantitative descriptive analysis. There were 48 samples in this study which were processed using the SPSS 21 application and analyzed using multiple linear regression analysis techniques. From the results of the study, it is known: that the decision of farmers in cultivating corn farming is partially influenced by factors of age (X3), income (X4), and topography (X6) while simultaneously the six independent factors namely large area of ??land, experience, age, income, production, and topography no real effect
Risiko Finansial Teknologi Terhadap Green Finance di Indonesia
The financial activity is an important part of green finance, but contra shock financial technology has a positive influence on the green finance growth in Indonesia. Based on the results by using Bank Indonesia data from 2019 to 2022 (time series) using the Ed Wave Index development model which combines the money quantity theory, finds that the relationship between technology financial risk and green finance is strongly influenced by the Velocity of Money, resulting in financial risk technology in the short term has a positive impact on green financial growth through the 3 wave points of the financial cycle in the economic growth area, this confirms that financial technology activities in the banking sector greatly support the green finance growth in Indonesia
Deteksi Laju Deforestasi Pulau-Pulau Kecil Menggunakan Aplikasi Global Forest Change Studi Kasus: Kota Ternate Provinsi Maluku Utara
The rate of deforestation is a decrease or condition of losing the area of a forest area. This is caused by the activity of converting the status of forest areas into settlements, agriculture, plantations, etc. where these activities focus on improving the standard of living of the community. This study aims to detect the rate of deforestation on small islands in North Maluku, especially Ternate Island by using the Global Forest Change application. The research method uses a spatial approach to spatial analysis. This study shows that the rate of deforestation in the city of Ternate from 2001 to 2021 indicates that over a period of ± 20 years there has been deforestation in the forest area of the city of Ternate. The area of the area is HPK, HL, HPHD and IUPHKM. The largest area of deforestation occurred in 2005 with an area of 8.9 ha, while the lowest occurred in 2021, namely 0.107 ha. Total total deforestation from 2001 – 2021 which is 94.65 Ha.
Keywords : Deforestation, Small islands, Spatial Analysis, Ternate, North Maluk
Implementasi Program Kebun Bibit Rakyat (KBR) di Kabupaten Mamuju
ABSTRAK
Program KBR di Kabupaten Mamuju belum sepenuhnya tepat sasaran dalam melaksanakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis Implementasi program KBR dan Mengidentifikasi Faktor Pendukung serta Faktor Penghambat Implementasi Program KBR di Kabupaten Mamuju. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan sumber data yang digunakan adalah data primer berupa hasil wawancara mendalam dan observasi, serta data sekunder berupa dokumen-dokumen yang berkaitan dengan Program KBR. Hasil penelitian menunjukkan Program KBR menerapkan mekanisme Bottom Up untuk mendorong terciptanya pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan penuh partisipasi masyarakat mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan. Faktor pendukung implementasi Program KBR di Kabupaten Mamuju didorong oleh faktor sumberdaya manusia, wewenang, fasilitas sarana/prasarana, disposisi, struktur birokrasi dan isi kebijakan, sedangkan faktor penghambat dipengaruhi oleh faktor komunikasi, ketersediaan anggaran dan konteks/lingkungan kebijakan.
Kata Kunci: Implementasi, Program KBR, Kabupaten Mamuj
POTENSI PENGEMBANGAN BUDIDAYA KOPI DI WILAYAH KERJA KPHL UNIT XXII BATU ROOK KABUPATEN MAHAKAM ULU PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
Data Outlook Kopi Indonesia 2020 menyebutkan periode 1980–2020 perkembangan kopi Indonesia mengalami peningkatan, dengan laju pertumbuhan rata- rata 2,62%. Badan Pusat Statistik Kalimantan Timur 2021 menyebutkan bahwa luas areal tanaman kopi menurut kabupaten/kota yang ada di Kalimantan Timur seluas 1.221 ha dan mengalami penurunan sebesar 51,72% dari tahun sebelumnya seluas 2.529 ha. Pada dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Mahakam Ulu tahun 2021-2026 dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Mahakam Ulu Tahun 2017-2037 menyebutkan bahwa potensi pengembangan wilayah untuk tanaman perkebunan salah satunya adalah kopi. Berdasarkan hal tersebut, KPHL Unit XXII Batu Rook berencana untuk melakukan kegiatan ‘Pengembangan Kopi dan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dengan Model Agroforestri pada wilayah Kelola KPHL Unit XXII Batu Rook’. Untuk mendukung rencana tersebut, penelitian potensi budidaya kopi di wilayah kerja KPHL Unit XXII Batu Rook, terutama di Kampung Noha Silat dan Long Kerioq, diperlukan. Metode penelitian deskriptif kualitatif digunakan dengan mengumpulkan data primer melalui Focus Group Discussion (FGD), pemetaan partisipatif, wawancara, dan juga memanfaatkan data sekunder dari dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampung Noha Silat didominasi oleh kopi Robusta yang diproduksi terutama untuk kebutuhan rumah tangga. Di sisi lain, di Kampung Long Kerioq, masyarakat mengolah kopi Robusta menjadi bubuk dan menjualnya di luar kabupaten Mahakam Ulu. Kedua kampung telah mengadopsi sistem agroforestri dalam pengembangan kopi, menunjukkan potensi yang besar untuk kegiatan pengembangan HHBK Kopi
Analisis Respon Peserta Didik terhadap Penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Matematika Berbasis Metode Kooperatif Tipe Think Pair Share
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui respons peserta didik terhadap penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dalam pembelajaran matematika. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket respons peserta didik dan LKPD berbasis think pair share. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah peserta didik SMP Negeri 4 Yogyakarta di kelas VIII.C. Sampel yang digunakan adalah 32 peserta didik. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa LKPD berbasis metode kooperatif tipe think pair share mendapat respons yang sangat baik secara keseluruhan. Dari kelompok rendah (B1), LKPD berbasis think pair share mendapat respons baik dan dari kelompok tinggi (B2), LKPD berbasis think pair share mendapat respons sangat baik. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa masing-masing aspek dari angket respons peserta didik memiliki nilai signifikansi kurang dari 0,05, hal ini berarti adanya perbedaan signifikansi antara kedua kelompok peserta didik. Maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar mempengaruhi secara signifikan terhadap angket respons peserta didik dari segi aspek kualitas isi, kualitas teknik, kualitas pembelajaran, dan kesesuaian materi LKPD
Analisis Kemampuan Berpikir Komputasional Berdasarkan Mathematics Self-Concept (MSC) dengan Mengontrol Kemampuan Awal Matematis (KAM)
Salah satu kemampuan abad 21 yang perlu dikembangkan dalam dunia pendidikan adalah berpikir komputasi. Pengembangan kemampuan berpikir komputasional perlu memperhatikan faktor yang mempengaruhi, contohnya adalah Mathematics self-concept (MSC) dan Kemampuan Awal Matematika (KAM). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir komputasional dengan perbedaan MSC pada siswa dengan KAM tinggi. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Kemampuan berpikir komputasional terdiri atas empat komponen, yaitu dekomposisi, abstraksi, pengenalan pola, dan berpikir algoritmik. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan instrumen tes dan wawancara. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan penelitian diperoleh bahwa perbedaan MSC siswa sangat berpengaruh terhadap kemampuan berpikir komputasional yang dimiliki siswa. KAM juga berperan penting pada saat proses pengenalan pola dan berpikir algoritmik. MSC positif dan KAM tinggi memampukan siswa melakukan semua komponen berpikir komputasional, sedangkan MSC negatif menjadi kendala karena siswa kurang antusias dan tidak mau memperbaiki jika kesalahan terjadi. Saran untuk penelitian selanjutnya yaitu perlu dilakukan pengembangan kemampuan berpikir komputasional dengan sebelumnya meningkatkan KAM dan MSC siswa
Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Melalui Model Problem Based Learning Berbasis STEAM Berbantuan Media MONKABICO
Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa menggunakan model Problem Based Learning berbasis STEAM berbantuan media MONKABICO. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif bentuk quasy eksperimental dengan pretest-posttest control group design. Populasi penelitian adalah 108 siswa kelas V Se-gugus Ismoyo, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Sampel penelitian adalah 61 siswa kelas V terdiri SD 1 Loram Kulon dan SD 1 Getas Pejaten tahun ajaran 2022/2023 dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknis tes berupa soal essay pretest-posttest kemampuan pemecahan masalah matematika. Analisis data yang digunakan adalah uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis penelitian (N-gain score dan uji-t). Hasil menunjukkan N-gain score kelas eksperimen 0,54 (kategori sedang) dan N-gain score kelas kontrol 0,38 (kategori sedang). Hal ini juga pengujian oleh uji-t dilakukan pada taraf signifikansi 5% diperoleh 0,000 ? 0,05, maka H0 ditolak. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa antara kelompok siswa yang menggunakan model Problem Based Learning berbasis STEAM berbantuan media MONKABICO dengan kelompok siswa yang menggunakan model Problem Based Learning tanpa media
Model Pembelajaran Realistic Mathematic Education (RME) Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII SMP Satap Langkeang
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui hasil belajar setelah penerapan model Realistic Mathematic Education (RME). Jenis penelitian ini adalah Pre-Experimental dengan melibatkan satu kelompok kelas eksperimen tanpa variabel kontrol. Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Satap Langkeang dan sampel pada penelitian ini adalah seluruh siswa VII-1 SMP Satap Langkeang sebanyak 21 siswa dengan teknik pengamilan sampel adalah simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar yang telah divalidasi oleh ahli. Data penelitian ini dianalisis secara deskriptif dan inferensial dengan uji normalitas sebagai uji prasyarat analisis. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa pada pre-test adalah 69,00 kemudian nilai rata-rata post-test 82,24. Rata-rata skor gain ternormalisasi 0,43 dalam kategori sedang dan berdistribusi normal untuk data hasil belajar. Berdasarkan uji-t diperoleh 0,000 < ? = 0,025 yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan. Pada post-test juga memperlihatkan bahwa seluruh siswa telah mencapai nilai KKM mata pelajaran matematika di SMP Satap Langkeang . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa setelah diajar dengan model pembelajaran Realistic Mathematic Education (RME) pada materi bentuk aljabar
Aplikasi Methyl Eugenol Sebagai Pengendali Lalat Buah (Bactrocera Sp.) pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.): Application of Methyl Eugenol to control fruit flies (Bactrocera Sp.) on red chili plants (Capsicum annum L.)
Cabai merah (Capsicum annum.) dalam pengusahaannya idak terlepas dari gangguan hama dari awal pertumbuhan hingga pasca panen. Salah satu jenis hama yang menyebabkan kerusakan dan kerugian yang cukup besar pada budidaya cabai adalah lalat buah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis methyl eugenol dan ketinggian perangkap terhadap pengendalian hama lalat buah pada tanaman cabai merah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Oktober 2021 bertempat di grand house UNHAS Makassar, Sulawesi Selatan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial, terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama dosis methyl eugenol yaitu: 0,75 mL/perangkap, 1,5 mL/perangkap dan 2 mL/perangkap. Sementara faktor kedua adalah ketinggian perangkap yang terdiri dari: 90 cm, 100 cm, dan 110 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis methyl eugenol 0,75 mL/perangkap memberikan hasil yang lebih baik tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Sementara pada perlakuan ketinggian perangkap menunjukkan bahwa perlakuan ketinggian perangkap 100 cm memberikan hasil terbaik pada parameter jumlah lalat buah yang terperangkap yaitu 13, 22 ekor tidak berbeda nyata dengan ketinggian 90 cm dan berbeda nyata dengan ketinggian 110 cm.