Universitas Muslim Maros e-Journals
Not a member yet
1105 research outputs found
Sort by
Analyzing Errors: An Examination of Simple Present Tense Usage in Descriptive Text
This study investigates the common errors made by students when using the simple present tense in writing descriptive texts. The aim of the study is to identify the specific types of errors that occur and to explore the factors contributing to these mistakes. The research adopts a descriptive qualitative method to gather data, employing a written test as the data collection tool. To categorize the errors, a surface strategy taxonomy is utilized, which includes four categories: omission, addition, misformation, and misorder. By analyzing the collected data, a total of 214 errors were identified, with 95 instances of omission errors, 22 addition errors, 75 formation errors, and 22 ordering errors. The findings highlight that the most prevalent type of error made by students is omission, while misformation, misorder, and addition errors are relatively less frequent. In addition to error analysis, the study explores the reasons underlying these errors, particularly focusing on interlingual and intralingual transfer. Interlingual transfer refers to the influence of a student\u27s first language on their second language usage, while intralingual transfer refers to the influence of existing knowledge and patterns within the second language itself. These factors contribute to the occurrence of errors in the simple present tense usage within descriptive texts
Enhancing English Listening Skill Using The Whisper Race Game
This study examines the effect of using the Whisper Race Game on listening skills learning in Majene 5 Middle School students as English as foreign language learners. Based on the preliminary study in this school, the researcher found that listening was the most challenging aspect of English for students. The study was also intended to figure out the student\u27s perceptions. The quantitative method was implemented with a quasi-experimental design. The data were analyzed by using the Likert scale. The samples of this study were two groups consisting of 14 students for the control group and 14 students for the experimental group number of students were selected randomly due to the limited number of students in this school. The researcher used a listening test (pretest and posttest) as an instrument. The study results show that the Whisper Race game method can significantly improve students\u27 listening skills
EFEKTIVITAS MEDIA PEMBELAJARAN MAGNETIC FIELD METER BERBASIS ARDUINO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMA/MA
The Effectiveness of Arduino-Based Magnetic Field Meter as Learning Media to Improve Physics Learning Outcomes of SMA/MA Students. This study aims to determine the effectiveness of Arduino-based magnetic field meter as learning media to improve physics learning outcomes for SMA/MA students. This research is an experimental research with one group pretest posttest research design. The sample of this research was 24 students of XII MIPA from one of the MA in Garut. Data were analyzed using the <g> calculation to determine the level of improvement in student learning outcomes. Based on the data analysis, the result of the calculation <g> was 0.9118, which means that the increase in student learning outcomes was in the high category. It can be concluded that the Arduino-based magnetic field meter as learning media is effective for improving student learning outcomes in magnetic field subject.
 
HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN BIOENTREPRENEURSHIP
Berbagai keterampilan yang perlu diajarkan pada siswa agar siap menghadapi tantangan hidup abad ke-21 mencakup berpikir kritis dan memecahkan masalah; berkomunikasi; kreativitas dan inovasi; serta kolaborasi. Keterampilan lain seperti entrepreneurship skill juga menjadi poin penting dalam pembelajaran abad ke-21. Pembelajaran bioentrepreneurship menjadi solusi untuk memperbaiki hasil belajar dan mengajarkan keterampilan berwirausaha pada siswa khususnya siswa kelas XII IPA. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang memuat dua siklus, dengan masing-masing tahapan berupa planning, implementing, observing dan reflecting. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar biologi siswa. Adapun subyek penelitian ini adalah siswa kelas XII IPA MASSKH Jombang dengan jumlah 22 siswa. Instrumen penelitian ini berupa lembar tes soal pilihan ganda dan lembar observasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa terdapat peningkatan pada hasil belajar siswa dari siklus I sebesar 66,3 menjadi 74,5 pada siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran bioentrepreneurship mampu meningkatkan hasil belajar siswa
PENGEMBANGAN MODUL PENGENALAN FAUNA TERINTEGRITASI POTENSI LOKAL DIKAWASAN KONSERVASI TNGL (TAMAN NASIONAL GUNUNG LAUSER)
Bahan ajar memiliki peran efektif dalam membantu pendidik untuk menyajikan materi pembelajaran agar dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajran. Modul adalah suatu bahan ajar yang digunakan dengan rangkaian materi yang cukup singkat dan spesifik yang dirancang sebagai bahan ajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Namun, disayangkan masih sangat sedikit sekolah yang memberikan modul kepada peserta didik.Penelitian ini menggunakan R&D (Research and Development) yang menggunakan model penelitian ADDIE terdiri dari tahap analisis (analysis), desain (design), pengembangan (development), implementasi (implementation) dan Penelitian (evalution) yang telah direvisi dan telah dicobakan dilapangan. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik di kelas X IPA 1 SMA Swasta PEMDA Bahorok, dengan jumlah peserta didik 40 orang instrumen yang dilakukan untuk memperoleh nilai modul menggunakan instrumen validasi ahli materi, validasi ahli media, validasi ahli bahasa, validasi praktisi lapangan, angket peserta didik, dan pretes dan posttes kepada peserta didik. Berdasarkan data yang telah diperoleh dengan revisi sebanyak 5 (lima) kali pada modul. Maka menghasilkan nilai dari validasi ahli materi dengan skor 81,11% (Sangat layak), validasi ahli media 79,5% (Layak), validasi ahli bahasa dengan skor 86,6% (Sangat layak), praktisi lapangan dengan skor 84,7% (Sangat layak), angket respon peserta didik 85,46% (Sangat layak), hasil pretest 81,2%, posttes 90,71 dan hasil N-Gain Ternomalisasi 0,71 (Tinggi)
PENGARUH KECERDASAN MAJEMUK TINGKAT KECEMASAN DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecerdasan majemuk, tingkat kecemasan, motivasi belajar dan hasil belajar siswa SMAN 1 Maros, kemudian menganalisis pengaruh kecerdasan majemuk terhadap hasil belajar biologi siswa, pengaruh tingkat kecemasan terhadap hasil belajar biologi siswa, pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar biologi siswa, pengaruh kecerdasan majemuk terhadap motivasi belajar siswa, pengaruh tingkat kecemasan terhadap motivasi belajar siswa, pengaruh kecerdasan majemuk terhadap hasil belajar biologi siswa melalui motivasi belajar, pengaruh tingkat kecemasan terhadap hasil belajar biologi siswa melalui motivasi belajar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan ex post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa MIPA SMAN 1 Maros dengan jumlah keseluruhan 684 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah strafied random sampling sehingga dipilih 247 siswa. Data penelitian berupa hasil belajar biologi siswa dan angket. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan majemuk berpengaruh positif terhadap hasil belajar biologi siswa, tingkat kecemasan berpengaruh positif terhadap hasil belajar biologi siswa, motivasi belajar berpengaruh positif terhadap hasil belajar biologi siswa, kecerdasan majemuk berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa, tingkat kecemasan berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa, kecerdasan majemuk berpengaruh positif terhadap hasil belajar biologi siswa melalui motivasi belajar, tingkat kecemasan berpengaruh positif terhadap hasil belajar biologi siswa melalui motivasi belajar.
Kata kunci: hasil belajar biologi, kecerdasan majemuk, motivasi belajar, tingkat kecemasan
Penggunaan Tepung Porang sebagai Substitusi Tepung Tapioka terhadap Karakteristik Fisik dan Hedonik Bakso Ayam
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan glukomanan pada tepung porang terhadap karakteristik fisik dan hedonic bakso daging ayam. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan proporsi tepung tapioka : tepung porang. (T0= proporsi tepung tapioka 100% : tepung porang 0%; T2= proporsi tepung tapioka 75% : tepung porang 25%; T2= proporsi tepung tapioka 50% : tepung porang 50% dan T3= proporsi tepung tapioka 25% : tepung porang 75%). Analisis data penelitian menggunakan teknik analisis sidik ragam (ANOVA) dan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Pengujian untuk hedonik (warna, rasa, aroma dan tekstur) menggunakan pengujian secara kualitatif (skor). Nilai Water Holding Capacity, pH dan rendemen memberikan perbedaan yang sangat nyata (P<0,01) antar perlakuan. Semakin tinggi penggunaan glukomanan porang maka semakin tinggi nilai Water Holding Capacity, pH dan rendemen bakso daging ayam yang dihasilkan. Penggunaan glukomanan porang dapat menghasilkan karakteristik fisik bakso daging ayam yang baik dan berdarkan karakteristik hedonik, perlakuan T2 (proporsi tepung tapioka 50% : tepung purang 50%) merupakan perlakuan yang banyak disukai oleh panelis
Perubahan Nutrisi dan Kualitas Fisik Jagung Akibat Pengeringan pada Vertical Corn Dryer
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan nutrisi dan karakteristik fisik jagung akibat pengeringan menggunakan vertical corn drier. Penelitian dilaksanakan di pabrik pengering jagung PT. Surya Pangan Indonesia di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, dengan pengambilan data dilakukan pada bulan April-Mei 2023. Analisis deskriptif serta uji T tidak berpasangan digunakan dalam penelitian ini untuk menginvestigasi dampak pengeringan terhadap komposisi nutrisi dengan menggunakan near-infrared (NIR) dan sifat fisik jagung. Hasil analisis menunjukkan perubahan karakteristik nutrisi dan fisik jagung sebelum dan sesudah pengeringan. Berdasarkan analisis proksimat, terjadi peningkatan signifikan pada kandungan bahan kering (80.61% menjadi 85.79%), sedangkan kadar air menurun drastis (26.23% menjadi 14.55%). Kandungan protein dan lemak kasar mengalami sedikit kenaikan, masing-masing dari 8.04% menjadi 8.08% dan 3.76% menjadi 3.65%. Kandungan serat kasar juga meningkat dari 1.78% menjadi 1.90%. Namun, terdapat penurunan signifikan pada kandungan vitamin C (193.08 mg/kg menjadi 179.94 mg/kg) dan energi (4743.5 kkal/kg menjadi 4656.5 kkal/kg). Selain itu, karakteristik fisik jagung juga mengalami perubahan perubahan signifikan (P<0.05) pada biji rusak dan benda asing,. Nilai kerapatan tumpukan (KT) meningkat dari 683.33 kg/m3 menjadi 756.33 kg/m3, sedangkan berat jenis (BJ) meningkat dari 1.033 kg/m3 menjadi 1.933 kg/m3. Hasil ini memberikan pemahaman lebih lanjut tentang dampak pengeringan pada kualitas nutrisi dan karakteristik fisik jagung, yang relevan bagi industri pengolahan jagung dan pertanian dalam pengembangan metode pengeringan yang optimal untuk menjaga kualitas produk jagung yang dikeringkan
Analisis Komparatif Produksi dan Pendapatan Usahatani Padi Studi Kasus Sawah Irigasi dan Sawah Tadah Hujan di Desa Minasa Baji dan Desa Tuppabiring Kabupaten Maros
Production and Productivity are the main indicators in farming that affect the income of paddy rice farmers. The availability of irrigation water or rainwater for irrigation in paddy rice farming will affect the use of production inputs. The purpose of this study is to determine the amount of production and income of irrigated rice farming and rainfed rice fields in Maros Regency using quantitative descriptive methods. The results of this study show that the production and income of irrigated rice farming is greater than that of rainfed rice fields with a difference in the amount of production of 17,800 kg with a difference in income of Rp. 80,100,000.00
Kontribusi Pengrajin Jamur Tiram Putih Terhadap Pendapatan Keluarga (Studi Kasus Pada Usaha Jamur Jempol) Di Kelurahan Lancirang Kecamatan Pitu Riawa Kabupaten Sidenreng Rappang
Fungal plants in Indonesia still have the opportunity to be developed and managed properly. Oyster mushrooms in Indonesia are relatively good for cultivation, this is because the natural resources they have can be used as materials for the production of oyster mushrooms, for example sawdust as the main ingredient for making mushroom media. The purpose of this study was to determine how much the contribution of white oyster mushroom business to family income in Lancirang Village, Pitu Riawa District, Sidenreng Rappang Regency. This study uses descriptive quantitative research methods, the data used are primary data and secondary data. There are 2 samples in this study, namely workers who work in the thumb mushroom business. Then processed using contribution data analysis. From the research results obtained: that the contribution of white oyster mushroom craftsmen to family income in Lancirang Village, Pitu Riawa District, Sidenreng Rappang Regency is 35%. This shows that the contribution is classified as moderate