Jurnal Universitas Kristen Krida Wacana
Not a member yet
1395 research outputs found
Sort by
PERSEPSI MAHASISWA S1 AKUNTANSI TERHADAP PERUBAHAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN
This study uses primary data with respondents who represent undergraduate accounting students. The distribution of questionnaires was done either manually or through google form at Tarumanagara University, Universitas Pelita Harapan, Universitas Krida Wacana, and STIE Trisakti. The specific target of this study is to evaluate the academic perspective (undergraduate accounting student) on the change of SAK and the readiness of academics (undergraduate accounting students) to understand the new paradigm contained in SAK. This study also examines the correlation between undergraduate accounting students’ perception on Change of SAK, Expectation of Cost of Benefit, General Interpretation, and Accountability of Accountant’s Responsibility to Perception of Undergraduate Accounting Students on the Benefit of SAK Change. The results of this study indicate that there is a positive and significant influence between the perceptions of undergraduate students of accounting for changes in SAK, on the expectations of cost benefits, and on accountability education responsibilities to the benefits of changes in SAK. On the other hand there is also a positive but insignificant influence from the perception of undergraduate accounting students on the general interpretation of SAK against the benefits of SAK change.Keywords: persepsi, perubahan SAK, harapan biaya manfaat, interpretasi umum, tanggungjawab pendidikan akuntansi, dan keuntungan
Perancang Aplikasi Chemistor:Chemistry Tutorial dengan Menggunakan WEBGL dan HTML5
AbstrakKimia merupakan salah satu cabang ilmu fisik yang mempelajari mengenai susunan, sifat, dan perubahan materi yang ada pada dunia ini. Pembelajaran Kimia dilaksanakan untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja, dan bersikap ilmiah, serta mengkomunikasikannya sebagai aspek penting dalam hidup. Tujuan dari penelitian ini adalah agar siswa dapat belajar secara mandiri melalui media alternatif, seperti perangkat ajar kimia berbasis sistem multimedia yang berisi materi kimia. Penelitian yang ada disertai dengan fitur animasi simulasi 3D, dilengkapi dengan fitur-fitur latihan kuis untuk siswa sehingga mudah memahami materi yang disampaikan. Metode perancangan aplikasi yang digunakan adalah metode waterfall. Metode waterfall dilakukan dengan lima tahap proses yang terdiri dari tahap communication, planning, modeling, construction, dan deployment. Hasil akhir dari penelitian ini adalah aplikasi perangkat ajar kimia dengan menggunakan WebGL berbasis sistem multimedia yang dibuat menggunakan HTML5, dilengkapi dengan fitur animasi 3D dengan. Kesimpulan yang didapat adalah aplikasi ini dapat membantu siswa dalam kegiatan belajar, khususnya pada mata pelajaran kimia.Kata kunci: Multimedia, waterfall, kimia, WebGL, HTML5.AbstractChemistry is one branch of physical science that studies the composition, nature and changes of matter existing in this world. Chemistry Learning is conducted to foster the ability to think, to work and to be scientific and to communicate it as an important aspect in life. The purpose of this study is to facilitate students learn independently through alternative media such as teaching tools based on chemical multimedia systems that provides information on chemistry. The existing research would be accompanied by a 3D simulation animation that featured quiz exercises for students to easily understand the material delivered. Application design method used was waterfall method. Waterfall method was applied within five stages process consisting of communication, planning, modeling, construction and deployment. The result of this research was the application of chemical teaching devices using WebGL-based multimedia system created using HTML5, which featured 3D animation. The study showed this application could help students in learning activities, especially on chemistry subjects.Keywords: Multimedia, waterfall, chemistry, WebGL, HTML
PENGARUH PENAMBAHAN BUBUK TALK TERHADAP CAMPURAN BERASPAL
Prasarana transportasi sangat dibutuhkan untuk jalan perkotaan. Aspal merupakan bahan utama dari pembuatan perkerasan jalan. Banyak ditemukan di kota besar bahwa badan jalan sudah tidak memiliki permukaan yang rata dan bagus. Hal tersebut diakibatkan oleh beban-beban kendaraan yang melintas di badan jalan tersebut. Selain dari beban, pengaruh utama dari kerusakan tersebut adalah kekuatan dari perkerasan jalan itu sendiri. Nilai stabilitas yang tinggi dan flow yang rendah sangat dibutuhkan untuk perkerasan jalan aspal dengan lalu lintas kendaraan yang padat. Aspal yang campurannya ditambah oleh bubuk talk dengan kadar 5%, 6%, 7%, 8%, dan 9% memiliki nilai stabilitas berturut-turut sebesar 1.433,8 kg, 1.437,8 kg, 1.824,4 kg, 1.338,1 kg, dan 1.601,8 kg dengan nilai flow berturut turut sebesar 6,1 mm, 6,1 mm, 4,7 mm, 6,2 mm, dan 6,6 mm. Dari hasil tersebut didapatkan nilai kadar bubuk talk optimum sebesar 6,625% dari berat total agregat.Kata kunci: aspal, perkerasan, stabilitas, flow, bubuk talk, optimu
PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK DENGAN MENGGUNAKAN TANAH GAMBUT DAN TANAMAN AIR
Pencemaran sungai didominasi oleh air limbah rumah tangga. Secara fisik, limbah cair domestik memiliki karakteristik berbusa, keruh, berbau, dan berminyak. Sungai yang tercemar menurunkan kapasitas pengangkutan dan pemuatannya, yang membawa dampak negatif bagi kesehatan manusia dan lingkungan sekitar ekosistem. Penelitian ini membahas cara pengolahan limbah cair domestik, khususnya limbah cair grey water yang berasal dari kegiatan mencuci baju, mencuci piring, dan mandi. Penelitian ini menggunakan tanah gambut dan tanaman air sebagai bahan untuk mengolah air limbah domestik. Dengan menggunakan empat perlakuan, hasil pengujian yang dilakukan di laboratorium dibandingkan dengan baku mutu Permen LH No. 68 Tahun 2016. Perlakuan pertama dengan air limbah domestik, perlakuan kedua dengan menggunakan tanah gambut, perlakuan ketiga dengan tanaman air, perlakuan keempat dengan tanah gambut dan tanaman air. Hasil yang diperoleh pada perlakuan satu dan kedua belum memenuhi standar baku mutu, sedangkan perlakuan ketiga dan keempat memenuhi standar baku mutu. Pada pengolahan tanah gambut dapat menurunkan polutan COD dan BOD, sedangkan tanaman air dapat menurunkan polutan amoniak dan phospat.Kata kunci: air limbah rumah tangga, pengolahan air limbah, biotreatment, tanah gambut, tanaman ai
USULAN PENGEMBANGAN PRODUK KERIPIK SINGKONG PONG’S
Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang memiliki potensi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Salah satu hasil pertanian terbesar di Indonesia adalah singkong dimana singkong tidak tahan lama sehingga perlu diawetkan. Desa Ponggang di Kabupaten Subang banyak menghasilkan singkong dan diubah menjadi keripik. Namun, keripik singkong tersebut kurang laku karena rendahnya kualitas makanan pada keripik tersebut sehingga perlu untuk dikembangkan. Quality Function Deployment (QFD) merupakan alat pengembangan produk dengan menggabungkan Voice of Customer dengan Voice of Company. Berdasarkan hasil matriks perencanaan produk dari House of Quality, terdapat tujuh kebutuhan yang perlu dikembangkan, yaitu keripik ysng tidak berminyak, rasa keripik yang gurih, rasa keripik yang pedas, tidak meninggalkan aftertaste tidak enak, memiliki kemasan yang menarik, porsi yang sesuai dengan kemasan yang tertera, dan ketebalan keripik yang sama. Hasil dari pembentukan konsep menghasilkan gabungan lima konsep, yang pada seleksi konsep terpilih konsep 3 yang berisi spesifikasi-spesifikasi teknis produk keripik yang terkait dengan jumlah MSG, jumlah bumbu-bumbu, kandungan minyak pada keripik, waktu menggoreng, suhu penggorengan, jumlah level pedas, dan jenis kemasan yang digunakan . Harga Pokok Penjualan dihitung berdasarkan harga yang ditanggung oleh distributor di Jakarta yang terdiri dari biaya keripik, biaya transportasi, dan biaya kemasan yang berdasarkan perhitungan HPP dibagi menjadi empat, karena produk memiliki empat level pedas yang berbeda dengan HPP per bungkus yang sama, yaitu Rp 6.400,-/bungkus.Kata Kunci: pengembangan produk, Quality Function Deployment, House of Qualit
PENGARUH PENGGUNAAN PLASTIK HDPE SEBAGAI BAHAN ADITIF TERHADAP ASPAL DENGAN AGREGAT KASAR HASIL LIMBAH BETON
Peningkatan kinerja campuran aspal dapat dilakukan dengan memodifikasi campuran aspal untuk mendapatkan campuran aspal yang kuat dan tahan lama. Namun, jalan raya yang digunakan setiap hari tidak luput dari kerusakan yang diakibatkan oleh iklim, cuaca, dan kapasitas kendaraan, khususnya di Indonesia yang beriklim tropis dengan curah hujan tinggi dan jumlah kendaraan yang meningkat pesat. Oleh karena itu, dibutuhkan aspal yang tahan terhadap perubahan cuaca dan iklim, dengan penggunaan bahan aditif seperti plastik HDPE (High Density Polythylene). Dalam penelitian sebelumnya telah didapatkan mix design HDPE optimum sebesar 8-9%. Plastik ini akan digunakan sebagai bahan aditif terhadap aspal modifikasi dengan kandungan agregat kasar yang merupakan hasil dari daur ulang limbah beton. Pada penelitian sebelumnya telah dilakukan pengujian aspal dengan agregat kasar menggunakan limbah uji beton dan dihasilkan hasil uji marshall yang lebih rendah dibandingkan dengan aspal biasa tanpa campuran aditif. Untuk meningkatkan hasil tes marshall terhadap aspal dengan agregat kasar hasil dari limbah uji beton digunakan plastik HDPE. Limbah Beton yang digunakan adalah limbah beton dengan spesifikasi fc’>30 Mpa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan plastik HDPE terhadap campuran aspal modifikasi agregat Bin 1 hasil limbah uji beton, dengan nilai persentase sebesar 0%, 10%, 20%, 30%, dan 40% dari total berat agregat Bin 1. Dari pengujian yang telah dilakukan terlihat bahwa plastik HDPE akan menurunkan nilai stabilitas dengan nilai VIM, VMA, dan VFA yang tidak memenuhi spesifikasi. Nilai terbaik yang diperoleh dengan kadar 30% dari dari total berat agregat Bin 1.Kata Kunci: plastik HDPE, aspal, limbah beton, agregat, stabilita
KEYAKINAN-KEYAKINAN UTAMA MAHASISWA MEMILIH MATA KULIAH KONSENTRASI AKUNTANSI SYARIAH: STUDI ELISITASI BERDASARKAN THEORY OF PLANNED BEHAVIOUR
According to Theory of Planned Behaviour (TPB), intention is a result of attitudes toward behavior, subjective norms, and perceived behavioral control. TPB assumes that these components are determined by salient beliefs for each component. However, the determination of salient beliefs using elicitation studies received less attention from researchers. This study elicit students’ salient beliefs in relation to choose sharia accounting courses. 15 students who have attended sharia accounting courses completed questionnaires with eight open-ended questions eliciting beliefs concerning choose sharia accounting. The results of this study indicate that the most frequently mentioned salient beliefs related to behavioral beliefs are job opportunities, knowing Islamic law in accounting, teaching and learning atmosphere, the existence of practicum and sharia banking. Meanwhile, those related to normative beliefs are parents, family, friends, lecturers and those associated with control believe are computer applications, reference books, lecture materials, lecturer performance outside the classroom. The result of this elicitation study could be used to construct a full TPB questionnaire to investigate students’ intention to choose the course of sharia acounting.Keywords: elicitation study, sharia accounting, Theory of Planned Behaviour, TPB questionnair
Hubungan Kebiasaan Mengonsumsi Makanan Cepat Saji dengan Indeks Massa Tubuh pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Ukrida Angkatan 2016 Periode September 2017
Globalization and urbanization have a considerable impact in eating habits. These have caused many people eat fast food which contains high calories and low nutrition. Eating fast food has become a risk factor for obesity. This study was a cross-sectional analytics study which was conducted in September 2017. Subjects of 85 active students of the 2016 batch from faculty of medicine Ukrida were selected by a simple random sampling. The study found that among the surveyed students, 37.6% rarely ate fast food, whereas 62.4% usually ate fast food. The chi-square analysis obtained a p value of 0.000 which indicated that there was a relationship between fast food consumption habit with Body Mass Index. It was also found that age and gender didn’t have relationship with Body Mass Index.Keywords: habit of consumption, fast food, body mass inde
PENGARUH JENIS BAHAN PAKAIAN TERHADAP RESPON FISIOLOGI DAN PSIKOLOGI MANUSIA PADA SAAT BEROLAHRAGA DI LINGKUNGAN PANAS
Penyebaran panas (thermal) dan kelembaban/uap air melalui pakaian melibatkan proses penguapan, kondensasi, penyerapan, dan desorpsi. Pakaian bertindak sebagai penghalang yang menghambat penguapan sehingga pakaian yang memiliki kemampuan penguapan yang baik akan menguntungkan pada saat melakukan berolahraga. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui respon fisiologi dan psikologi manusia pada saat berolahraga di lingkungan panas. Penelitian dilakukan pada empat orang laki-laki dengan memakai dua jenis pakaian dengan bahan berbeda, yakni katun dan poliester pada kondisi temperatur di lingkungan 30°C. Mereka berolahraga menggunakan treadmill dengan kecepatan 7 km/jam untuk setiap jenis pakaian selama 30 menit, dimana setiap 10 menit melakukan treadmill kemudian istirahat selama 5 menit. Setelah itu, dilakukan proses recovery selama 30 menit sebanyak dua kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan absorbsi keringat pada saat exercise pada bahan pakaian katun lebih tinggi dibandingkan bahan poliester, sedangkan kemampuan evaporasi keringat ketika proses recovery. Bahan pakaian poliester lebih baik dibandingkan katun, sehingga pada saat berolahraga, bahan poliester cenderung lebih kering dibandingkan bahan pakaian katun. Untuk respon psikologi, pada saat responden berolahraga menggunakan bahan pakaian katun, mereka merasakan badan lebih panas, basah, dan sangat berkeringat.Kata kunci: respon fisiologi, respon psikologi, katun, poliester, treadmil
PENGEMBANGAN APLIKASI GAME MOBILE “BATIK YUK” BERBASIS ANDROID
Pengembangan aplikasi ini mempunyai tujuan untuk memberikan sebuah pembelajaran dan media informasi yang menarik mengenai ornamen batik yang ada di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi game ini adalah pengumpulan data, dengan membuat kuesioner, studi literatur, mencari sumber-sumber yang berkaitan melalui buku, jurnal, e-book, ataupun artikel. Perbandingan aplikasi game sejenis, melakukan perbandingan terhadap aplikasi game yang memiliki konsep, fitur, dan tema yang sama dengan game yang ingin dibuat. Metode penelitian yang digunakan untuk pengembangan game ini adalah scrum, yang memiliki empat pola proses, yaitu Backlog, Sprint, Scrum Meeting, dan Demo. Pemilihan scrum dikarenakan agar lebih efisien saat terjadi kesalahan dan dapat dilakukan pengulangan saat kesalahan tersebut terjadi di tengah proses. Storyboard digunakan untuk merancang UI dari layar ke layar mengenai aplikasi game ini. Hasil yang diperoleh dari perancangan ini menunjukkan bahwa pengguna dapat merasakan pengalaman bermain yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendapatkan pembelajaran melalui media informasi mengenai ornamen yang terdapat di dalam motif batik serta makna dari ornamen-ornamen tersebut.Kata Kunci: Ornamen Batik, Game Edukasi, Aplikasi Game, Unity, Scru