Jurnal Universitas Kristen Krida Wacana
Not a member yet
    1395 research outputs found

    Uji Efektivitas Ekstrak Daun Maja (Aegle marmelos L.) Terhadap Ikan Mas (Cyprinus carpio Linn.) Sebagai Organisme Non-Target

    Get PDF
    Daun maja (Aegle marmelos L.) mengandung bahan kimia aktif yang dapat digunakan untuk mengusir hama dan serangga, yang selanjutnya telah dikembangkan sebagai larvasida alami walaupun penggunaannya masih sangat terbatas. Penelitian sebelumnya telah membuktikan bahwa ekstrak daun maja hingga dosis 8% dapat digunakan untuk membunuh hampir 100% larva Aedes aegypti. Namun pengaruh bahan kimia aktif yang bersifat toksik di dalam ekstrak daun maja terhadap hewan non-target masih belum banyak diujikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui toksisitas ekstrak daun maja terhadap hewan non target yaitu ikan mas (Cyprinus carpio). Rancangan penelitian yang digunakan adalah acak lengkap, dengan 6 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol tanpa paparan, kelompok temephos 1% sebagai pembanding, kelompok ekstrak daun maja dengan dosis 1%, 2%, 4% dan 8%. Masing-masing kelompok perlakuan dengan 10 ekor ikan mas dengan berat badan antara 2,5 – 3,5 g dan 3 kali ulangan. Data yang diperoleh diuji dengan menggunakan uji probit untuk mendapatkan LC50 dan LC90. Sedangkan data uji hematologi ikan mas dilakukan dengan One Way Anova dan uji BNT. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil LC50 sebesar 3,68% dan LC90 sebesar 6,84%. Hasil penelitian pada uji hematologi ikan mas menunjukkan peningkatan total eritrosit, kadar hematocrit dan hemoglobin pada kelompok temephos 1% dan ekstrak daun maja dosis 8%. Jadi dapat disimpulkan bahwa dosis efektivitas penggunaan ekstrak daun maja sebagai larvasida pada Aedes aegypti yang aman adalah dosis 6,84%.  Daun maja (Aegle marmelos L.) mengandung bahan kimia aktif yang dapat digunakan untuk mengusir hama dan serangga, yang selanjutnya telah dikembangkan sebagai larvasida alami walaupun penggunaannya masih sangat terbatas. Penelitian sebelumnya telah membuktikan bahwa ekstrak daun maja hingga dosis 8% dapat digunakan untuk membunuh hampir 100% larva Aedes aegypti. Namun pengaruh bahan kimia aktif yang bersifat toksik di dalam ekstrak daun maja terhadap hewan non-target masih belum banyak diujikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui toksisitas ekstrak daun maja terhadap hewan non target yaitu ikan mas (Cyprinus carpio). Rancangan penelitian yang digunakan adalah acak lengkap, dengan 6 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol tanpa paparan, kelompok temephos 1% sebagai pembanding, kelompok ekstrak daun maja dengan dosis 1%, 2%, 4% dan 8%. Masing-masing kelompok perlakuan dengan 10 ekor ikan mas dengan berat badan antara 2,5 – 3,5 g dan 3 kali ulangan. Data yang diperoleh diuji dengan menggunakan uji probit untuk mendapatkan LC50 dan LC90. Sedangkan data uji hematologi ikan mas dilakukan dengan One Way Anova dan uji BNT. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil LC50 sebesar 3,68% dan LC90 sebesar 6,84%. Hasil penelitian pada uji hematologi ikan mas menunjukkan peningkatan total eritrosit, kadar hematocrit dan hemoglobin pada kelompok temephos 1% dan ekstrak daun maja dosis 8%. Jadi dapat disimpulkan bahwa dosis efektivitas penggunaan ekstrak daun maja sebagai larvasida pada Aedes aegypti yang aman adalah dosis 6,84%

    Terapi Ulkus Kaki Diabetes dengan NPWT (Negative Pressure Wound Therapy)

    Get PDF
    Diabetes melitus (DM) adalah suatu kondisi serius seumur hidup yang merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia. Dokter umum sering menemukan pasien dengan diabetes melitus. Lima belas persen dari pasien dengan diabetes mellitus akan menderita ulkus kaki diabetik. Pasien dengan ulkus di kaki memiliki risiko tinggi untuk amputasi dan angka kematian semakin meningkat. Kaki diabetik berisiko tinggi dapat diidentifikasi dengan pemeriksaan skrining yang sederhana dan ulkus kaki selanjutnya dapat dicegah. Mengenal pasti secara awal dari kaki diabetik berisiko tinggi dan pengobatan yang tepat pada waktunya akan menyelamatkan kaki dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Penyakit arteri perifer, neuropati, deformitas, riwayat amputasi sebelumnya dan infeksi merupakan faktor utama yang berkontribusi terhadap perkembangan ulkus kaki diabetik. Mengenal pasti secara awal dari kaki berisiko tinggi penting untuk mengurangi tingkat morbiditas dan mortalitas. Pendekatan interprofesional (yaitu, dokter, perawat, dan spesialis perawatan kaki) sering diperlukan untuk mendukung kebutuhan pasien. Terapi terbaru untuk penanganan ulkus kaki diabetik adalah dengan tekanan negatif yang diaplikasikan pada ulkus kaki diabetik. Dengan alat ini cairan eksudat bisa dihisap secara aktif oleh alat tersebut sehingga sangat membantu proses penyembuhan. Di laporkan tiga serial kasus dari pemakaian tekanan negatif pada ulkus kaki diabetes dengan hasil yang baik Kata kunci: ulkus kaki diabetik, luka kronik, terapi luka tekanan negati

    Evaluasi Metode Skrining Biofilm Enterococcus faecalis Isolat Klinik Kateter Urin

    Get PDF
    Laporan National Healthcare Safety Network dari tahun 2006 - 2008, menunjukan penyebab paling umum kedua infeksi saluran kemih (ISK) terkait kateter adalah genus Enterococcus setelah Eschericia coli. Pada infeksi saluran kemih terkait kateter urin, faktor yang berperan penting dalam patogenesis infeksi ini, yaitu: pembentukan biofilm pada kateter urin. Peranan Enterococcus faecalis sebagai penyebab infeksi saluran kemih berkaitan dengan kemampuannya dalam membentuk biofilm. Ada beberapa variasi metode untuk mendeteksi pembentukan biofilm seperti Tissue Culture Plate (TCP), Tube method (TM), dan Congo Red Agar (CRA). Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan metode deteksi pembentukan biofilm dari E. faecalis yang tepat, cepat, dan mudah dilakukan. Total tigabelas isolat bakteri E. faecalis yang didapat dari hasil isolasi kultur kateter urin dilakukan uji deteksi pembentukan biofilm dengan metode TCP sebagai baku emas dan CRA sebagai pemeriksaan pembanding. Hasilnya, didapatkan 61,5% dan 69,2% bakteri E. faecalis mampu menghasilkan biofilm menggunakan metode TCP dan CRA. Hasil uji diagnostik metode CRA dibandingkan dengan metode TCP untuk deteksi pembentukan biofilm, didapatkan sensitivitas dan spesifisitas dari CRA sebesar 75% dan 40%. CRA merupakan metode yang cepat dan mudah untuk dilakukan, namun memiliki spesifitas yang kurang baik. Hal ini dapat disebabkan pembacaan hasil yang bersifat subjektif dan menimbulkan kesalahan paralaks. Kata kunci : Enterococcus faecalis, Kateter Urin, Biofilm

    Hubungan Tingkat Kecemasan Terhadap Kualitas Tidur Pada Mahasiswa/i Angkatan 2018 Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Tahun 2018

    Get PDF
    Kecemasan merupakan sebuah respon dari tubuh terhadap rangsangan yang diterima untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Kecemasan sendiri merupakan perasaaan tertekan dan tidak tenang dan memiliki pikiran kacau. Kecemasan dapat berdampak pada beberapa hal, salah satunya terganggunya kualitas tidur. Penelitian ini mempertanyakan hubungan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada mahasiswa tingkat pertama. Studi analitik berbasis cross-sectional dengan teknik pengambilan sampel acak sederhana di Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana menilai tingkat kecemasan menggunakan kuesioner Zung Self Rating Anxiety Scale, dan kualitas tidur menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index pada mahasiswa angkatan 2018. Dari 106 responden didapatkan hasil 83 responden mengalami kecemasan ringan dengan pembagian 30 responden mengalami kualitas tidur baik dan 53 responden mengalami kualitas tidur buruk, sedangkan 21 responden mengalami kecemasan sedang dengan pembagian 1 responden mengalami kualitas tidur baik dan 20 responden mengalami kualitas tidur buruk, dan 2 responden mengalami kecemasan berat dengan pembagian 1 responden mengalami kualitas tidur baik, dan 1 responden mengalami kualitas tidur buruk. Data diproses melalui SPSS 16.0 yang selanjutnya analisis menggunakan uji chi square dengan derajat pemaknaan 10%. Penelitian ini mendapatkan hasil p=0,016 yang menunjukan bahwa ditemukan hubungan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur.  Kecemasan merupakan sebuah respon dari tubuh terhadap rangsangan yang diterima untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Kecemasan sendiri merupakan perasaaan tertekan dan tidak tenang dan memiliki pikiran kacau. Kecemasan dapat berdampak pada beberapa hal, salah satunya terganggunya kualitas tidur. Penelitian ini mempertanyakan hubungan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada mahasiswa tingkat pertama. Studi analitik berbasis cross-sectional dengan teknik pengambilan sampel acak sederhana di Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana menilai tingkat kecemasan menggunakan kuesioner Zung Self Rating Anxiety Scale, dan kualitas tidur menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index pada mahasiswa angkatan 2018. Dari 106 responden didapatkan hasil 83 responden mengalami kecemasan ringan dengan pembagian 30 responden mengalami kualitas tidur baik dan 53 responden mengalami kualitas tidur buruk, sedangkan 21 responden mengalami kecemasan sedang dengan pembagian 1 responden mengalami kualitas tidur baik dan 20 responden mengalami kualitas tidur buruk, dan 2 responden mengalami kecemasan berat dengan pembagian 1 responden mengalami kualitas tidur baik, dan 1 responden mengalami kualitas tidur buruk. Data diproses melalui SPSS 16.0 yang selanjutnya analisis menggunakan uji chi square dengan derajat pemaknaan 10%. Penelitian ini mendapatkan hasil p=0,016 yang menunjukan bahwa ditemukan hubungan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur

    Efektivitas Immunoterapi Dalam Tatalaksana Guillain-Barré Syndrome Pada Anak

    Get PDF
    Guillain-Barré Syndrome (GBS) is an immune-mediated inflammatory disorder of the peripheral nervous system in which an autoimmune response is directed against peripheral nerves. The pathogenesis of GBS is believed to be an abnormal immune response to an antecedent event, most commonly an infection, and in a few cases associated with vaccination especially in children. The clinical manifestation of GBS is rapid and ascending progressive bilateral limb weakness. Therapies which are still being used and considered effective are intravenous immunoglobulin and plasmapheresis. New modalities such as Interferon-β (IFN-β), Cyclophosphamide, and Human Monoclonal Antibody still require further study related to the effectiveness and potential side effects. The prognosis of GBS in children is much better, the mortality rate is also very low, affecting 1-2% of children with GBS, while only 4% of paediatric patients are in need of respiratory support during hospitalisation.Guillain-Barré Syndrome (GBS) merupakan suatu kelainan mediator imun dari sistem saraf perifer dimana respon autoimun menjadi aktif dan menargetkan saraf perifer. Patogenesis GBS dipercaya sebagai sebuah respon imun yang abnormal terhadap sebuah kejadian yang terjadi sebelumnya, paling sering didahului oleh suatu infeksi, dan pada sebagian kecil kasus dilaporkan pasca imunisasi terutama untuk pasien anak-anak. Manifestasi klinis GBS berupa kelemahan ekstremitas bilateral progresif yang cepat dan bersifat ascending. Terapi yang masih digunakan dan dianggap efektif untuk saat ini yaitu immunoglobulin intravena (IVIg), dan plasmaferesis. Modalitas terapi baru seperti Interferon-β (IFN-β), Siklofosfamid, dan antibodi monoklonal manusia masih memerlukan penelitian lebih lanjut terkait efektivitas dan efek samping yang bisa terjadi. Prognosis GBS anak didapatkan lebih baik, mortalitas juga ditemukan lebih rendah yaitu sekitar 1-2% pada anak dengan GBS, dan hanya 4% dari seluruh pasien anak yang membutuhkan alat bantu pernapasan selama perawatan

    ANALISIS SEKTOR PARIWISATA DALAM PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DI KABUPATEN TORAJA UTARA

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran dan kontribusi yang diberikan sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Toraja Utara. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan gambaran mengenai perekonomian Toraja Utara terutama dari Sektor Pariwisata dan menjadi evaluasi bagi pemerintah Toraja Utara dalam meningkatkan kegiatan dan program kepariwisataan guna membantu pemerintah dalam meningkatkan PAD di Daerah Toraja Utara. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode analisis tematik interpretative. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil analisis, kesimpulan yang didapatkan bahwa sumbangsih sektor pariwisata terhadap PAD Toraja Utara sebesar 2.3%. Pengelolaan dan pengembangan sektor pariwisata di Toraja Utara sudah berjalan dengan baik, meskipun masih ada beberapa kekurangan seperti jalan menuju objek wisata yang rusak. PAD Toraja Utara ditahun 2012 sudah terealisasi sebesar Rp 2,584,696,398 sedangkan tahun berikutnya 2013 hingga 2017 tidak terealisasi. Kata kunci: pendapatan asli daerah, sektor pariwisata, pengelolaan sektor pariwisata, kontribusi sektor pariwisat

    Prevalensi Komplikasi Operasi Katarak dengan Teknik Fakoemulsifikasi di Rumah Sakit Family Medical Center Periode Januari -Desember 2016

    No full text
    Fakoemulsifikasi adalah teknik operasi katarak yang paling sering digunakan. Tujuan dari fakoemulsifikasi adalah untuk memeroleh tajam penglihatan tanpa koreksi dengan waktu sembuh yang cepat serta komplikasi bedah minimal. Akan tetapi, tindakan fakoemulsifikasi dapat menimbulkan komplikasi intraoperasi maupun pascaoperasi. Desain penelitian yang digunakan deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif, yaitu melihat rekam medik pasien periode Januari – Desember 2016. Total sampling sebanyak 165 buah mata yang dioperasi di Rumah Sakit Family Medical Center. Dari hasil penelitian didapatkan lebih banyak penderita perempuan (53,9%) daripada laki -laki (46.1%), dengan rentang usia 40-79 tahun. Komplikasi didapatkan pada 21 mata (12,7%) dan tidak mengalami komplikasi 144 buah mata (87,3%). Komplikasi intraoperasi yang terjadi, 1 buah mata pada iris adalah traumatik. Komplikasi pascaoperasi yang terjadi adalah 3 buah mata mengalami sindroma mata kering, 5 buah mata mengalami edema kornea, 8 buah mata mengalami sindroma toksik segmen anterior, 1 buah mata mengalami hipertensi okuli, dan 3 buah mata mengalami kekeruhan kapsul posterior. Dari hasil penelitian didapatkan komplikasi tertinggi yaitu sindroma toksik segmen anterior dengan angka kejadian 4,8% (8 buah mata), dan edema kornea 3,0% (5 buah mata). Sindroma toksik segmen anterior dan edema kornea merupakan komplikasi yang reversibel, membaik dalam 1-2 minggu pascaoperasi. Kata Kunci: katarak, fakoemulsifikasi, komplikasi, sindroma toksik segmen anterior, edema korne

    Hubungan antara Infeksi Cacing Usus dan Tuberkulosis

    Get PDF
    Cacing usus masih sering diabaikan meskipun prevalensi kecacingan tinggi. Hal ini dikarenakan kurangnya edukasi mengenai beratnya konsekuensi infeksi cacing ini. Begitu juga dengan Mycobacterium tuberculosis (Mtb). Distribusi geografik kedua penyakit ini saling tumpang tindih, sehingga koinfeksi sering terjadi. Respons imun tubuh terhadap dua penyakit ini ternyata saling bertolak belakang. Infeksi cacing usus merangsang respons imun Th2 dan Treg. Kedua respons ini akan menekan imunitas Th1, yang diperlukan sebagai kontrol dari infeksi Mtb. Kondisi ini membuat kedua penyakit ini bisa menginfeksi satu individu di waktu yang bersamaan. Hal ini membuat penduduk di daerah endemis lebih rentan terhadap kedua penyakit ini. Dalam artikel ini, penulis mencoba membahas kedua penyakit ini dan respons tubuh terhadap mereka. Kata kunci : infeksi cacing usus, tuberkulosis, respon imu

    Gambaran Prevalensi Tungau Debu Rumah (Penyebab Alergi dan Asma) di Kelurahan Tanjung Duren Utara Jakarta

    Get PDF
    Tungau debu rumah (TDR) adalah alergen dalam rumah terbanyak yang tersebar di seluruh dunia dan dikaitkan dengan manifestasi alergi pada saluran pernapasan dan kulit, seperti asma bronkial, rinitis alergi dan dermatitis atopik. WHO memperkirakan 50-80% asma dan rhinitis di dunia disebabkan oleh TDR. Makanan TDR adalah serpihan kulit (skuama) manusia sehingga TDR berhabitat di lingkungan hidup manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran prevalensi tungau debu dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Desain penelitian ini deskriptif dengan pendekatan cross sectional . Studi ini dilakukan di laboratorium Parasitologi FK UKRIDA, dengan populasi penduduk RW 07, Tanjung Duren Utara, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan prevalensi tungau debu sebanyak 32,69%. Dari faktor-faktor yang diteliti, jumlah penghuni rumah dan frekuensi membersihkan rumah tidak menunjukkan perbedaan pengaruh dalam keberadaan TDR di rumah tinggal. Sementara, adanya binatang peliharaan dan kelembaban rumah atau ruangan menunjukkan pengaruh pada keberadaan TDR di rumah tinggal.Tungau debu rumah (TDR) adalah alergen dalam rumah terbanyak yang tersebar di seluruh dunia dan dikaitkan dengan manifestasi alergi pada saluran pernapasan dan kulit, seperti asma bronkial, rinitis alergi dan dermatitis atopik. WHO memperkirakan 50-80% asma dan rhinitis di dunia disebabkan oleh TDR. Makanan TDR adalah serpihan kulit (skuama) manusia sehingga TDR berhabitat di lingkungan hidup manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran prevalensi tungau debu dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Desain penelitian ini deskriptif dengan pendekatan cross sectional . Studi ini dilakukan di laboratorium Parasitologi FK UKRIDA, dengan populasi penduduk RW 07, Tanjung Duren Utara, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan prevalensi tungau debu sebanyak 32,69%. Dari faktor-faktor yang diteliti, jumlah penghuni rumah dan frekuensi membersihkan rumah tidak menunjukkan perbedaan pengaruh dalam keberadaan TDR di rumah tinggal. Sementara, adanya binatang peliharaan dan kelembaban rumah atau ruangan menunjukkan pengaruh pada keberadaan TDR di rumah tinggal

    Hiperurisemia Pada Kehamilan dan Diabetes Gestasional

    Get PDF
    This review aims to determine the metabolic effect of hyperuricemia in pregnant woman, especially those with gestational diabetes mellitus (GDM). In women, the serum uric acid level is lower compared to men of similar age. The value is related to higher estrogen concentration to increase uric acid clearance. Hyperuricemia already established as independent risk factors for metabolic syndrome and cardiovascular disease (CVD) as well as type 2 Diabetes Mellitus (DM). Asymptomatic hyperuricemia in non-pregnant adult women will increase insulin resistance due to oxidative stress, and production of inflammatory cytokine (tumor necrosis factor-a), which inevitably increases blood sugar level. Uric acid level and serum creatinine is lower in normal pregnancy due to increased renal clearance and the uricosuric effect of estrogen. Hyperuricemia is one of the contributing factors associated with insulin resistance among pregnancy instead direct effect of placental hormones. Earlier in the first trimester of pregnancy, the risk for GDM is increased. However, the causal effect of uric acid levels on DM still requires further study .Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui efek metabolik hiperurisemia pada wanita hamil, khususnya pada populasi gestational diabetes mellitus (GDM). Kadar asam urat serum pada wanita lebih rendah jika dibandingkan dengan pria dengan usia yang sama. Hal ini terkait dengan konsentrasi hormon estrogen yang lebih tinggi yang dapat meningkatkan bersihan asam urat. Seperti yang diketahui, hiperurisemia merupakan faktor risiko independen sindrom metabolik dan penyakit kardiovaskular (CVD) maupun diabetes mellitus (DM). Hiperurisemia asimptomatik pada orang dewasa yang tidak hamil akan meningkatkan resistensi insulin akibat peningkatan stres oksidatif, dan produksi sitokin inflamasi (tumor necrosis factor-a), yang pada akhirnya meningkatkan kadar gula darah. Kadar asam urat dan kreatinin serum lebih rendah pada kehamilan normal karena terjadi peningkatan pembersihan ginjal dan efek urikosurik dari hormon estrogen. Hiperurisemia merupakan salah satu faktor yang berkorelasi dengan terjadinya resistensi insulin selama kehamilan, alih alih efek langsung dari hormon plasenta. Pada awal trimester pertama kehamilan, risiko GDM meningkat. Meskipun demikian, efek kausal dari kadar asam urat pada DM membutuhkan penelitian lebih lanjut

    1,003

    full texts

    1,395

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Kristen Krida Wacana
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇