Jurnal Universitas Kristen Krida Wacana
Not a member yet
1395 research outputs found
Sort by
Bioefikasi Neurotoksin Ekstrak Campuran Daun Permot dan Daun Batang Sereh Bentuk Semprot terhadap Kecoa Jerman (Blattella germanica)
Kecoa Jerman (Blattella germanica) merupakan salah satu hama pembawa penyakit, yang dapat diatasi dengan insektisida yang efektif, aman dan tidak bersifat resistensi. Bahan kimia aktif yang bersifat neurotoksin dalam ekstrak daun permot (Passiflora foetida) seperti ermanin, vitexin, harmalin, harmin, dan kandungan minyak atsiri pada daun dan batang sereh (Cymbopogon nardus) dapat digunakan sebagai insektisida tersebut. Tujuan penelitian untuk mengetahui bioefikasi pemberian ekstrak daun permot dan daun batang sereh terhadap mortalitas kecoa Jerman. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Sampling dihitung dengan rumus Federer. Kecoa Jerman ditempatkan pada enam kandang sesuai kelompok perlakuan dengan 5 kali ulangan. Kelompok perlakuan adalah kontrol negatif (tanpa paparan), kontrol positif (disemprot dengan insektisida sintetik berbahan praletin 0,170%, d-alletrin 0,135% dan sipermetrin 0,100%), campuran ekstrak daun permot dan daun batang sereh (500, 1000, 2000, dan 4000 ppm). Pengamatan dilakukan setelah 10 menit pertama penyemprotan, dilanjutkan tiap jam selama 6 jam dan 24 jam. Kecoa dinyatakan mati jika badan terbalik dan tidak ada gerakan. Dari hasil penelitian diperoleh nilai LC50 sebesar 341 ppm, dan nilai LC90 sebesar 1175 ppm. Berdasarkan uji one way Anova terdapat perbedaan bermakna antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan. Dapat disimpulkan bahwa campuran daun permot dan daun batang sereh memiliki efek neurotoksik yang mematikan pada kecoa Jerman.Kecoa merupakan salah satu hama yang menjadi pembawa penyakit. Untuk mengatasi populasi kecoa diperlukan adanya insektisida yang efektif, aman dan tidak bersifat resistensi. Bahan kimia aktif di dalam ekstrak daun permot (Passiflora foetida) yang dapat digunakan sebagai insektisida antara lain ermanin, vitexin, harmalin, dan harmin pada permot. Bahan kimia aktif tersebut bersifat neurotoksin. Selain itu, digunakan kandungan minyak atsiri yang terdapat pada daun dan batang sereh (Cymbopogon nardus). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bioefikasi pemberian ekstrak daun permot dan daun batang sereh terhadap mortalitas kecoa Jerman (Blattella germanica). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Sampling penelitian dihitung dengan rumus Federer. Kecoa Jerman ditempatkan pada 6 kandang sesuai kelompok perlakuan dengan 5 kali ulangan. Kelompok perlakuan adalah kontrol negatif (tanpa paparan), kontrol positif (disemprot dengan insektisida sintetik berbahan praletin 0,170%, d-alletrin 0,135 % dan sipermetrin 0,100 %), kelompok perlakuan campuran ekstrak daun permot dan daun batang sereh dengan dosis 0,05%, 0,10%, 0,20%, dan 0,40%. Pengamatan dilakukan setelah 10 menit pertama penyemprotan, dilanjutkan tiap jam selama 6 jam dan 24 jam. Kecoa dinyatakan mati jika badan terbalik dan tidak ada gerakan. Dari hasil penelitian ini diperoleh nilai LC50 sebesar 341 ppm, dan nilai LC90 sebesar 1175 ppm. Berdasarkan uji one way Anova diperoleh hasil adanya perbedaan bermakna antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan insektisida berbahan campuran ekstrak daun permot dan daun batang sereh. Dapat disimpulkan bahwa campuran daun permot dan daun batang sereh memiliki efek neurotoksik yang mematikan pada kecoa Jerman dosis 1175 ppm
Diare Akut yang Disebabkan oleh Infeksi
Diare masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak di negara berkembang. Etiologi diare pada anak didominasi oleh patogen enterik seperti virus, bakteri, dan parasit. Organisme patogen enterik yang cukup sering menjadi penyebab diare adalah rotavirus, E.coli, Shigella spp., Salmonella spp., Vibrio cholerae, dan Entamoeba histolytica. Selama beberapa dekade terakhir, pengetahuan mengenai patogenesis diare akut yang disebabkan oleh infeksi mengalami perkembangan. Tiap organisme menyebabkan gejala diare yang berbeda. Dengan mengetahui gejala dan etiopatogenesis diare akut yang disebabkan oleh infeksi secara tepat, pemberian antibiotik secara berlebihan dapat dicegah sehingga akan mengurangi angka resistensi antibiotik. Tujuan tinjauan pustaka ini adalah untuk memberikan pengetahuan mengenai etiopatogenesis dan tata laksana diare akut yang disebabkan oleh infeksi. Perbaikan hygiene dan sanitasi lingkungan penting untuk mencegah diare akut pada anak. Pemberian cairan rehidrasi oral dengan osmolaritas rendah efektif dalam mengurangi durasi dan frekuensi diare akut dengan dehidrasi ringan-sedang dan mengurangi tingkat kematian yang disebabkan oleh diare akut.Diare masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak di negara berkembang. Etiologi diare pada anak didominasi oleh patogen enterik seperti virus, bakteri dan parasit. Organisme patogen enterik yang cukup sering menjadi penyebab diare adalah rotavirus, E. coli, Shigella spp., Salmonella spp., Vibrio cholerae, Entamoeba histolytica. Tiap organisme menyebabkan gejala diare yang berbeda. Walaupun penyebab diare berbeda-beda, tatalaksana diare yang utama adalah rehidrasi dengan cairan rehidrasi oral
Kajian Efektivitas Insektisida Berbahan Bunga Krisan (Chrysanthemum cinerariaefolium) dan Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Terhadap Mortalitas Nyamuk
Nyamuk merupakan salah satu vektor penyakit bagi manusia. Habitat tempat tinggal nyamuk erat hubungannya dengan lingkungan tempat tinggal manusia sehingga penularan sangat rawan terjadi. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi insidensi tersebut salah satunya yaitu dengan penggunaan insektisida sintesis maupun bioinsektisida. Bioinsektisida memiliki keunggulan lebih aman terhadap manusia, hewan, serta ramah lingkungan. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas insektisida berbahan bunga krisan dan jeruk nipis terhadap mortalitas nyamuk. Penelusuran kepustakaan dilakukan menggunakan Google Scholar, Emerald, PubMed dan Proquest dengan kata kunci Chrysanthemum AND LC50 AND mosquito dan Citrus aurantifolia AND LC50 AND mosquito. Dua puluh tiga makalah dipilih untuk penulisan tinjauan pustaka ini. Keefektivan Chrysanthemum sp. dan Citrus aurantifolia sebagai insektisida dapat dilihat dari nilai LC50 yang didapatkan. Nilai LC50 ekstrak tanaman bunga krisan berkisar antara 0,02% - 1,50% dan ekstrak jeruk nipis berkisar 0,108% - 40,087%. Chrysanthemum sp. dan Citrus aurantifolia merupakan tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan pembuatan insektisida.Nyamuk merupakan salah satu vektor penyakit bagi manusia seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), malaria, chikungunya, filariasis, dan sebagainya. Habitat tempat tinggal nyamuk ini erat hubungannya dengan lingkungan tempat tinggal manusia sehingga penularan sangat rawan terjadi. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi insidensi tersebut salah satunya yaitu dengan penggunaan insektisida sintesis maupun bioinsektisida. Tinjauan pustaka ini ditulis dengan tujuan untuk mengetahui kajian efektivitas insektisida berbahan bunga krisan dan jeruk nipis terhadap mortalitas nyamuk. Penelusuran kepustakaan dicari melalui Google Scholar, Emerald, PubMed dan Proquest dengan kata kunci Chrysanthemum AND LC50 AND mosquito dan Citrus aurantifolia AND LC50 AND mosquito. Dua puluh tiga makalah dipilih untuk penulisan tinjauan pustaka ini. Keefektivan Chrysanthemum sp. dan Citrus aurantifolia sebagai insektisida dapat dilihat dari nilai LC50 yang didapatkan. Chrysanthemum sp. dan Citrus aurantifolia merupakan tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan pembuatan insektisida
FAILURE OF CORPORATE GOVERNANCE - A CASE STUDY AT PT GARUDA INDONESIA TBK
The topic of corporate governance became the focus of research, discussions, seminars and recent regulatory reforms following a wave of failures in implementing the governance of multinational companies in various countries. In Indonesia, PT Garuda Indonesia Tbk is a public company that has failed in implementing a good corporate governance system. The purpose of this study is to investigate the factors causing the failure of corporate governance. The research method uses a single case study. The research subject was PT Garuda Indonesia Tbk during the period 2018-2019. The results showed that the failure of the implementation of the corporate governance system at PT Garuda Indonesia Tbk was caused by the crisis of ethical leadership in almost all the highest ranks of the company. This study reinforces the findings of the latest researchers who revealed the absence of ethical leadership as a cause of failure in implementing corporate governance in various companies and emphasized the important role of ethical leadership in a business entity or organization.
Keywords: ethical leadership, corporate governance, case studie
DAMPAK LEVERAGE, LIKUIDITAS, DAN PERTUMBUHAN PENJUALAN TERHADAP PROFITABILITAS
The purpose of this study is to obtain empirical evidence whether leverage has a negative impact on profitability, whether liquidity has a negative impact on profitability, and whether sales growth has a positive impact on profitability. The population is all manufacturing companies consistently listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2016-2019 period. Purposive sampling was used as a sampling technique. The data is processed using EVIEWS. Research on 111 data shows that leverage has a negative impact on profitability, liquidity does not have a negative impact on profitability, and sales growth does not have a positive impact on profitability.
Keywords: profitability, leverage, liquidity, sales growt
Gambaran Kesehatan Mental Emosional Siswa SMA Negeri 78 Jakarta Tahun 2020 Menggunakan Strengths and Difficulties Questionnaire
Di Indonesia, sekolah-sekolah senantiasa berusaha meningkatkan mutu pendidikan yang ada dengan menciptakan sistem pendidikan terbaik bagi para siswanya. Terdapat berbagai sekolah unggulan yang memiliki prestasi akademis maupun non-akademis yang menonjol dalam skala nasional maupun internasional. Namun, siswa di sekolah unggulan juga tidak luput sebagai kelompok yang rentan untuk mengalami gangguan mental emosional seperti stres, depresi, kecemasan, atau gejala somatik. Oleh karena itu, penelitian dilakukan berupa desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan Strengths and Difficulties Questionnaire untuk mengetahui skor masalah emosi dan perilaku pada siswa di sekolah unggulan. Berdasarkan hasil penelitian dari kuesioner yang disebarkan diperoleh data 68 responden siswa SMA Negeri 78 Jakarta yang merupakan salah satu sekolah unggulan, terdapat 28 responden (41%) yang memiliki skor kesulitan di atas batas normal, dimana berarti skor mental emosional serta perilakunya berada dalam kategori borderline (skor perbatasan) dan abnormal (skor tinggi). Hal ini tidak lepas dari adanya peran orangtua, keluarga, teman sebaya, dan lingkungan sekitarnya. Sebagai contoh penghasilan keluarga, status perkawinan orangtua, pola asuh orangtua, urutan kelahiran anak, bullying di sekolah, prestasi yang diraih, jarak sekolah, durasi penggunaan media sosial setiap harinya, serta kendala online learning selama pandemi. Faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi kesehatan mental, emosi, dan perilaku siswa, tak terkecuali di sekolah unggulan.Sekolah merupakan tempat pembelajaran utama, dimana para guru mengajar dan mendidik, serta memiliki hak yang berkaitan dengan dasar mengembangkan dan memajukan pendidikan. Di Indonesia, sekolah-sekolah senantiasa berusaha meningkatkan mutu pendidikan yang ada dengan menciptakan sistem pendidikan terbaik yang dapat disalurkan kepada siswa-siswinya. Terdapat berbagai sekolah unggulan yang memiliki prestasi akademis maupun non-akademis yang menonjol dalam skala nasional maupun internasional. Namun, siswa di sekolah unggulan juga tidak luput sebagai kelompok yang rentan untuk mengalami gangguan mental emosional seperti stres, depresi, kecemasan, atau gejala somatik. Maka dari itu penelitian dilakukan dengan menggunakan Strengths and Difficulties Questionnaire untuk mengetahui skor masalah emosi dan perilaku pada siswa di sekolah unggulan. Siswa SMA Negeri 78 Jakarta yang merupakan salah satu sekolah unggulan memiliki skor kesulitan yang cukup tinggi yaitu sebanyak 41% siswa mendapatkan total skor di atas batas normal, yaitu dalam kategori borderline dan abnormal yang tidak lepas dari adanya peran orangtua, keluarga, teman sebaya, dan lingkungan sekitar mereka yang dapat mempengaruhi status mental, emosi, dan perilaku. Oleh karena itu, dibutuhkannya dukungan moral dan pemberian kasih sayang dari pihak terdekatnya
Endolysin SAL-1 Terenkapsulasi Silver Nanoparticle Sebagai Modalitas Terapi Spesifik Gen mecA dan Antibiofilm MRSA
Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) merupakan kasus resistensi bakteri S. aureus yang sering menyerang pasien rawat inap. Terapi MRSA saat ini masih terbatas karena dapat memicu berbagai efek samping serta kurang efektif dalam terapi MRSA, sehingga dibutuhkan terapi alternatif lain berupa endolysin SAL-1. Studi literatur ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas endolysin SAL-1 sebagai modalitas dalam terapi MRSA. Studi pustaka dilakukan dengan mengumpulkan sumber-sumber kepustakaan dari beberapa mesin pencari. Kriteria inklusi yang digunakan adalah jurnal yang dipublikasi pada tahun 2012-2021. Berdasarkan hasil analisis, endolysin SAL-1 memiliki potensi sebagai terapi alternatif MRSA karena dapat menyebabkan mutasi pada gen mecA yang berperan dalam pembentukan peptidoglikan bakteri serta menghambat pembentukan biofilm oleh koloni S. aureus. Untuk mencapai efek yang maksimal, endolysin SAL-1 dapat diadministrasikan secara intravena (IV). Guna meningkatkan bioavailabilitas serta efektivitas dari endolysin SAL-1, modalitas tersebut akan dienkapsulasi dengan silver nanoparticle (AgNPs) yang juga memiliki efek antibakteri. Pemanfaatan endolysin SAL-1 terenkapsulasi AgNPs mampu memberikan efek antibakteri yang komparatif dengan modalitas MRSA yang sudah ada serta memiliki efek samping yang minimal karena diformulasi dari bahan alami.Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) merupakan kasus resistensi bakteri S. aureus yang sering menyerang pasien rawat inap. Manajemen MRSA saat ini masih terbatas karena dapat memicu berbagai efek samping serta kurang efektif dalam terapi MRSA, sehingga dibutuhkan terapi alternatif lain berupa endolysin SAL-1. Studi literatur ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas endolysin SAL-1 sebagai modalitas dalam terapi MRSA. Studi pustaka dilakukan dengan mengumpulkan sumber-sumber kepustakaan dari beberapa mesin pencari. Kriteria inklusi yang digunakan adalah jurnal yang dipublikasi pada tahun 2012-2020. Berdasarkan hasil analisis, phage endolysin SAL-1 memiliki potensi sebagai terapi alternatif MRSA karena dapat menyebabkan mutasi pada gen mecA yang berperan dalam pembentukan peptidoglikan bakteri serta menghambat pembentukan biofilm oleh koloni S. aureus. Untuk mencapai efek yang maksimal, endolysin SAL-1 dapat diadministrasikan secara intravena (IV). Guna meningkatkan bioavailabilitas serta efektivitas dari endolysin SAL-1, modalitas tersebut akan dienkapsulasi dengan silver nanoparticle (AgNPs) yang juga memiliki efek antibakteri. Pemanfaatan endolysin SAL-1 terenkapsulasi AgNPs mampu memberikan efektivitas yang komparatif dengan modalitas MRSA yang sudah ada serta memiliki efek samping yang minimal
Pengaruh Daun Binahong (Anredera cordifolia) terhadap Kadar Kolesterol Darah Tikus Wistar (Rattus norvegicus) Hiperkolesterolemia
Aterosklerosis adalah penyakit kardiovaskuler yang menempati urutan pertama penyebab mortalitas dan morbiditas global. Penyakit ini ditandai dengan perubahan pada dinding pembuluh darah arteri yaitu terjadi penebalan dan kekakuan. Salah satu faktor penyebab terjadinya aterosklerosis adalah mengonsumsi makanan berlemak dan tinggi kolesterol. Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.)Steenis) dipercaya oleh masyarakat dapat menurunkan kadar kolesterol. Untuk mendapatkan zat dan bahan aktifnya maka daun binahong dibuat dalam bentuk ekstrak. Pada penelitian ini daun binahong diekstrak dalam etanol 96% dan untuk pengukuran kadar kolesterol total digunakan easy touch GCU. Penelitian ini menggunakan tikus putih (Rattus norvegicus). Tikus dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok hiperkolesterolemia tanpa perlakuan (kontrol), kelompok hiperkolesterolemia dengan pemberian simvastatin (kontrol positif), kelompok hiperkolesterolemia dengan pemberian ekstrak daun binahong (1000 mg/kgBB dan 1500 mg/kgBB). Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun binahong 1000 dan 1500 mg/kgBB dapat menurunkan kadar kolesterol darah. Hasil uji statistik bahwa pemberian ekstrak daun binahong 1000 mg/kgbb memiliki efek dalam penurunan kadar kolesterol total darah secara signifikan pada hari ke-14.Aterosklerosis adalah penyakit kardiovaskuler yang menempati urutan pertama penyebab mortalitas dan morbiditas global. Penyakit ini ditandai dengan perubahan pada dinding pembuluh darah arteri yaitu terjadi penebalan dan kekakuan. Salah satu faktor penyebab terjadinya aterosklerosis adalah mengkonsumsi makanan berlemak dan tinggi kolesterol. Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.)Steenis) dipercaya oleh masyarakat dapat menurunkan kadar kolesterol. Untuk mendapatkan zat dan bahan aktifnya maka daun binahong dibuat dalam bentuk ekstrak. Pada penelitian ini daun binahong diekstrak dalam etanol 96% dan untuk pengukuran kadar kolesterol total digunakan easy touch GCU. Penelitian ini menggunakan hewan coba tikus putih (Rattus norvegicus). Tikus dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok tikus hiperkolesterolemia tanpa perlakuan (kontrol), kelompok tikus hiperkolesterolemia dengan pemberian simvastatin (kontrol positif), kelompok tikus hiperkolesterolemia dengan pemberian ekstrak daun binahong (1.000 mg/kgbb dan 1.500 mg/kgbb). Dari hasil uji statistik disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun binahong 1.500 mg/kgbb memiliki efek dalam penurunan kadar kolesterol total darah secara signifikan pada hari ke-14