Jurnal Universitas Kristen Krida Wacana
Not a member yet
1395 research outputs found
Sort by
Gambaran Panjang Femur terhadap Cedera Tungkai Atas pada Pemain Futsal
Futsal adalah jenis olahraga sepakbola populer dengan jumlah pemain yang meningkat di dunia. Tingginya insidensi cedera pada atlet futsal sering melibatkan ekstremitas bawah terutama pada bagian tungkai atas. Beberapa faktor berhubungan dengan kejadian cedera pemain futsal, salah satunya karakteristik anatomis. Literature review ini bertujuan untuk mengulas gambaran panjang femur dan Q angle dengan kejadian cedera pada olahraga. Literature review ini menggunakan data dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan sumber lain serta database Pubmed yang berhubungan. Bentuk kepustakaan diutamakan berupa jurnal ilmiah dan dipublikasikan dalam 2015-2020. Pemilihan literatur mempertimbangkan hierarki piramida level of evidence. Berdasarkan penelitian yang relevan, ekstremitas bawah merupakan lokasi cedera tersering dari keseluruhan cedera dan tungkai atas merupakan bagian tubuh yang sering terkena pada pemain futsal. Faktor yang berhubungan dengan kejadian cedera tungkai secara umum adalah riwayat cedera sebelumnya, kesehatan tubuh, kebugaran fisik, dan warming up. Sedangkan faktor yang secara khusus meningkatkan cedera tungkai atas yaitu jenis kelamin, lebar panggul, tinggi badan, panjang femur, Indeks massa tubuh (IMT), kelelahan otot, dan Q-angle. Banyak faktor yang diketahui berhubungan dengan peningkatan kejadian cedera meskipun hasilnya berbeda-beda antar penelitian. Terdapat beberapa penelitian terdahulu yang menunjukkan pengaruh panjang femur terhadap kejadian cedera walaupun tidak secara langsung.Futsal adalah jenis olahraga sepakbola populer dengan jumlah pemain yang meningkat di dunia. Tingginya insidensi cedera pada atlet futsal sering melibatkan ekstremitas bawah terutama pada bagian tungkai atas. Beberapa faktor berhubungan dengan kejadian cedera pemain futsal, salah satunya karakteristik anatomis. Literature review ini bertujuan untuk mengulas gambaran panjang femur dan Q angle dengan kejadian cedera pada olahraga. Literature review ini menggunakan data dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan sumber lain serta database Pubmed yang berhubungan. Bentuk kepustakaan diutamakan berupa jurnal ilmiah dan dipublikasikan dalam 2015-2020. Pemilihan literatur mempertimbangkan hierarki piramida level of evidence. Berdasarkan penelitian yang relevan, ekstremitas bawah merupakan lokasi cedera tersering dari keseluruhan cedera dan tungkai atas merupakan bagian tubuh yang sering terkena pada pemain futsal. Faktor yang berhubungan dengan kejadian cedera tungkai secara umum adalah riwayat cedera sebelumnya, kesehatan tubuh, kebugaran fisik, dan warming up. Sedangkan faktor yang secara khusus meningkatkan cedera tungkai atas yaitu jenis kelamin, lebar panggul, tinggi badan, panjang femur, Indeks massa tubuh (IMT), kelelahan otot, dan Q-angle. Banyak faktor yang diketahui berhubungan dengan peningkatan kejadian cedera meskipun hasilnya berbeda-beda antar penelitian. Terdapat beberapa penelitian terdahulu yang menunjukkan pengaruh panjang femur terhadap kejadian cedera walaupun tidak secara langsung
Efektivitas Latihan Otot Dasar Panggul dalam Mencegah Konstipasi Pasien Stroke Non Hemoragik
Konstipasi banyak ditemukan pada pasien stroke non hemoragik. Konstipasi ini disebabkan oleh gangguan hubungan antara sistem saraf dan pencernaan akibat penyumbatan pembuluh darah otak oleh trombus atau embolus. Bahayanya adalah saat mengejan akibat konstipasi, terjadi peningkatan tekanan intra kranial, sehingga penting dilakukan pencegahan konstipasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai efektivitas latihan otot dasar panggul dalam mencegah konstipasi pada stroke non hemoragik. Penelitian ini menggunakan desain quasy experiment terhadap 66 subjek yang dipilih dengan teknik purposive sampling, masing-masing 33 subjek pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Latihan otot dasar panggul dilakukan 3 kali sehari selama 3 hari dan dievaluasi pada hari ke-4, konstipasi diukur menggunakan Bristol Stool Chart. Berdasarkan uji statistic Chi-square, didapatkan bahwa ada perbedaan kejadian mencegah konstipasi subjek stroke non hemoragik, antar kelompok kontrol dan intervensi (p<0,05). Kesimpulannya adalah latihan otot dasar panggul efektif mencegah konstipasi pada subjek dengan stroke non hemoragik. Peneliti merekomendasikan pasien stroke non hemoragik untuk melakukan latihan otot dasar panggul secara rutin dengan bantuan keluarga.Konstipasi banyak ditemukan pada pasien stroke non hemoragik. Konstipasi ini disebabkan oleh gangguan hubungan antara sistem saraf dan pencernaan akibat penyumbatan pembuluh darah otak oleh trombus atau embolus. Bahayanya adalah saat mengejan akibat konstipasi, terjadi peningkatan tekanan intra kranial, sehingga penting dilakukan pencegahan konstipasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai efektivitas latihan otot dasar panggul dalam mencegah konstipasi pada stroke non hemoragik. Penelitian ini menggunakan desain quasy experiment terhadap 66 subjek yang dipilih dengan teknik purposive sampling, masing-masing 33 subjek pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Latihan otot dasar panggul dilakukan 3 kali sehari selama 3 hari dan dievaluasi pada hari ke-4, konstipasi diukur menggunakan Bristol Stool Chart. Berdasarkan uji statistic Chi-square, didapatkan bahwa ada perbedaan kejadian mencegah konstipasi subjek stroke non hemoragik, antar kelompok kontrol dan intervensi (p<0,05). Kesimpulannya adalah latihan otot dasar panggul efektif mencegah konstipasi pada subjek dengan stroke non hemoragik. Peneliti merekomendasikan pasien stroke non hemoragik untuk melakukan latihan otot dasar panggul secara rutin dengan bantuan keluarga
Tinjauan Pustaka: Analisis Kejadian Kanker Paru Primer di Indonesia pada Tahun 2014-2019
Berdasarkan data Global Cancer Statistics 2020, kanker paru merupakan penyakit keganasan paling mematikan di dunia dengan insiden terbanyak terjadi di Asia Tenggara. Di Indonesia, kanker paru menduduki tempat tertinggi untuk insiden maupun mortalitas kanker pada laki-laki. Penelitian sebelumnya menunjukkan pola kejadian khas pada penderita kanker paru didominasi oleh laki-laki dengan riwayat merokok dan gambaran histopatologi adenocarcinoma. Penulisan artikel ini bertujuan untuk menganalisis gambaran kejadian kanker paru primer di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Desain penelitian yang digunakan adalah Literature Review melalui pencarian database menggunakan Google Scholar dan Medscape. Kata kunci yang digunakan adalah kanker paru Indonesia, epidemiologi kanker paru Indonesia, kejadian kanker paru Indonesia, dan data pasien kanker paru Indonesia. Dari 30 jurnal yang memuat topik tersebut, didapatkan 21 jurnal yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil analisis tinjauan pustaka menunjukkan adanya variasi gambaran pola kejadian kanker paru primer di Indonesia dibandingkan teori maupun hasil dari penelitian sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan faktor resiko kanker paru pada berbagai daerah di Indonesia. Masih dominannya faktor resiko merokok menunjukkan belum efektifnya intervensi dalam menurunkan angka kejadian kanker paru di Indonesia selama ini.Berdasarkan data GLOBOCAN (2020), kanker paru merupakan penyakit keganasan yang paling mematikan di dunia dengan insiden terbanyak terjadi di Asia Tenggara. Dua per tiga kematian akibat kanker paru ini diketahui berkaitan dengan aktivitas merokok. Di Indonesia, kanker paru menduduki tempat tertinggi untuk insiden maupun mortalitas kanker pada laki-laki. Penelitian-penelitian epidemiologi sebelumnya menunjukkan pola kejadian yang khas pada penderita kanker paru yaitu didominasi oleh laki-laki yang umumnya memiliki riwayat merokok dengan gambaran histopatologi adenocarcinoma. Penulisan artikel ini bertujuan untuk menganalisis gambaran kejadian kanker paru primer di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Desain penelitian yang digunakan adalah Literature Review melalui pencarian database menggunakan Google Schoolar dan Medscape. Kata kunci yang digunakan adalah kanker paru Indonesia, epidemiologi kanker paru Indonesia, kejadian kanker paru Indonesia, dan data pasien kanker paru Indonesia. Di dapatkan 30 jurnal yang memuat topik tersebut, namun hanya 21 jurnal yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil analisis tinjauan pustaka ini menunjukkan kejadian kanker paru pada pasien di berbagai rumah sakit di Indonesia pada tahun 2014-2019 memiliki gambaran pola kejadian kanker paru primer yang sesuai dengan teori maupun berbagai hasil penelitian epidemiologi kanker paru sebelumnya dengan sedikit perbedaan pada gambaran demografi usia yang dapat disebabkan oleh karena bervariasinya faktor risiko kanker paru pada berbagai daerah di Indonesia
PENTINGNYA PENGETAHUAN PAJAK UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN PAJAK UMKM (STUDI KASUS UD SUMBER AYU)
Income tax revenue in the MSME sector has a potential to has a large increasing percentage due to the increasing number of MSMEs currently the government made an effort with issuing a special tax rate for MSMEs listed in Government Regulation No.46 of 2013 with income tax rate at 1% which is currently changed into Government Regulation No.23 of 2018 with a reduced rate to 0,5%. The purpose of this journal is to provide tax knowledge in general to MSMEs in an effort to improve tax compliance of MSME. The researcher conducted a case study on one of the MSMEs, namely Sumber Ayu. This paper uses two types of dara, that is primary data in the form of direct interview with respondent who meet the criterian and secondary data in the form of report on recording gross income (turnover) which is obtained directly from respondent who meet the criteria. The result of this paper is Sumber Ayu didn’t calculate, pay and report income tax due to its lack of tax knowledge.
Keywords: MSME, tax knowledge, tax complianc
Gambaran Pasien dengan Benjolan Payudara yang Diperiksa Biopsi Aspirasi Jarum Halus di Yayasan Kanker Indonesia Tahun 2014-2018
Benjolan di payudara merupakan kondisi yang sering dialami oleh banyak perempuan. Benjolan ini disebabkan oleh tumbuhnya jaringan di dalam payudara yang dapat bersifat jinak atau ganas. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran benjolan payudara pada pasien yang melakukan Biopsi Aspirasi Jarum Halus (BAJAH) di Yayasan Kanker Indonesia tahun 2014-2018 berdasarkan jenis kelamin, usia, lokasi benjolan, mobilitas benjolan, batas benjolan, jumlah benjolan, dan juga hasil sitologi benjolan payudara. Sampel diperoleh dengan cara consecutive sampling. Data hasil pemeriksaan BAJAH dikumpulkan sesuai dengan kriteria inklusi. Pengolahan data menggunakan program statistik SPSS dan Microsoft excel. Total sampel sebanyak 536 sampel. Jenis kelamin perempuan sebanyak 531 pasien (99,1%). Usia terbanyak adalah 40-49 tahun sebanyak 234 orang (43%). Lokasi payudara kiri 252 orang (47%). Benjolan mobile sebanyak 174 orang (58,8%), batas benjolan tidak tegas sebanyak 249 orang (60,6%). Jumlah benjolan soliter sebanyak 441 orang (82,3%) dan benjolan multiple sebanyak 95 orang (17,7%). Pasien dengan karsinoma mammae sebanyak 217 orang (40,5%). Benjolan payudara lebih sering dialami perempuan.dibanding laki-laki. Pasien usia 40-49 tahun yang paling banyak didiagnosis karsinoma mammae, lokasi benjolan paling sering di sebelah kiri. Benjolan payudara immobile, soliter, dan berbatas tidak tegas paling banyak didiagnosis dengan karsinoma mammae.Benjolan di payudara merupakan kondisi yang sering dialami oleh banyak perempuan. Benjolan ini disebabkan oleh tumbuhnya jaringan di dalam payudara yang dapat bersifat jinak atau ganas. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran benjolan payudara pada pasien yang melakukan Biopsi Aspirasi Jarum Halus (BAJAH) di Yayasan Kanker Indonesia tahun 2014-2018 berdasarkan jenis kelamin, usia, lokasi benjolan, mobilitas benjolan, batas benjolan, jumlah benjolan, dan juga hasil sitologi benjolan payudara. Sampel diperoleh dengan cara consecutive sampling. Data hasil pemeriksaan BAJAH dikumpulkan sesuai dengan kriteria inklusi. Pengolahan data menggunakan program statistik SPSS dan Microsoft excel. Total sampel sebanyak 536 sampel. Jenis kelamin perempuan sebanyak 531 pasien (99,1%). Usia terbanyak adalah 40-49 tahun sebanyak 234 orang (43%). Lokasi payudara kiri 252 orang (47%). Benjolan mobile sebanyak 174 orang (58,8%), batas benjolan tidak tegas sebanyak 249 orang (60,6%). Jumlah benjolan soliter sebanyak 441 orang (82,3%) dan benjolan multiple sebanyak 95 orang (17,7%). Pasien dengan karsinoma mammae sebanyak 217 orang (40,5%). Benjolan payudara lebih sering dialami perempuan.dibanding laki-laki. Pasien usia 40-49 tahun yang paling banyak didiagnosis karsinoma mammae, lokasi benjolan paling sering di sebelah kiri. Benjolan payudara immobile, soliter, dan berbatas tidak tegas paling banyak didiagnosis dengan karsinoma mammae
Hubungan Antara Kualitas Tidur Dengan Kesehatan Mental Pada Mahasiswa Kedokteran : Tinjauan Umum
Tumbuh kembang anak pada usia prasekolah terdiri dari 4 aspek yaitu aspek kognitif, bahasa, motorik, dan yang terpenting, sosial-emosi. Aspek sosial-emosi sangat dipengaruhi oleh pola asuh orangtua. Terdapat 3 tipe pola asuh orangtua yaitu tipe otoriter, demokrasi, dan permisif. Pola asuh dipengaruhi oleh beberapa faktor, yang paling penting adalah sosial ekonomi dan pendidikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh orangtua dengan perkembangan sosial emosi anak serta mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pola asuh orangtua. Penelitian ini merupakan studi deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data menggunakan teknik purposive stratified random sampling dengan sampel sebanyak 108. Sampel penelitian ini adalah orangtua murid dari 5 TK di Jakarta T.A. 2019/2020. Kuesioner yang digunakan adalah PSDQ (Parenting Style and Dimensions Questionnaires) untuk mengukur pola asuh orangtua dan ASQ:SE (Age and Stages Questionnaires: Social Emotional) untuk mengukur perkembangan sosial emosi anak. Hasil penelitian didapatkan adanya hubungan pola asuh orangtua dengan perkembangan sosial emosi anak (p= 0.004). Pola asuh yang baik akan menghasilkan perkembangan sosial emosi anak normal lebih banyak dan sebaliknya. Didapatkan juga adanya pengaruh status sosial ekonomi orangtua terhadap pola asuh orangtua (p= 0.002). Semakin rendah tingkat sosial ekonomi maka pola asuh cenderung otoriter dan sebaliknya.Tumbuh kembang anak pada usia prasekolah terdiri dari 4 aspek yaitu aspek kognitif, bahasa, motorik, dan yang terpenting, sosial-emosi. Aspek sosial-emosi sangat dipengaruhi oleh pola asuh orangtua. Terdapat 3 tipe pola asuh orangtua yaitu tipe otoriter, demokrasi, dan permisif. Pola asuh dipengaruhi oleh beberapa faktor, yang paling penting adalah sosial ekonomi dan pendidikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh orangtua dengan perkembangan sosial emosi anak serta mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pola asuh orangtua. Penelitian ini merupakan studi deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data menggunakan teknik purposive stratified random sampling dengan sampel sebanyak 108. Sampel penelitian ini adalah orangtua murid dari 5 TK di Jakarta T.A. 2019/2020. Kuesioner yang digunakan adalah PSDQ (Parenting Style and Dimensions Questionnaires) untuk mengukur pola asuh orangtua dan ASQ:SE (Age and Stages Questionnaires: Social Emotional) untuk mengukur perkembangan sosial emosi anak. Hasil penelitian didapatkan adanya hubungan pola asuh orangtua dengan perkembangan sosial emosi anak (p= 0.004). Pola asuh yang baik akan menghasilkan perkembangan sosial emosi anak normal lebih banyak dan sebaliknya. Didapatkan juga adanya pengaruh status sosial ekonomi orangtua terhadap pola asuh orangtua (p= 0.002). Semakin rendah tingkat sosial ekonomi maka pola asuh cenderung otoriter dan sebaliknya
PERAN AUDIT INTERNAL, MANAJEMEN PERUSAHAAN DAN PENCEGAHAN KECURANGAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN (STUDI KASUS PADA PT UNIVERSAL- CAR RENTAL)
The purpose of this research is to determine the role of internal audit on employee performance, to analyze and to know the role of company management on employee performance and to know in priority how to prevent fraud on employee performance. This research was conducted and limited to 1 year, which was taken by interviewing and distributing questionnaires to parties closely related to the company such as employees at the Universal Car rental company. The data analysis method used is a qualitative method. The data source used in this research is secondary data. Data collection techniques through interviews, documentation and literature study. Based on the conclusions drawn in this study, the results of testing for internal auditors, company management and fraud prevention in employee performance can be proven by analysis of interviews from sources who are working at Universal Car company. From the results of the interview, it can be concluded that internal audit, company management and fraud prevention have a significant and acceptable relationship.
Keywords: internal audit, company management, prevent fraud, employee performance
A review of the interactions of Clopidogrel drugs with Proton Pump Inhibitors (PPIs) in the treatment of cardiovascular events
Cardiovascular disease (CVD) merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia dan obat antitrombosit memiliki peran yang signifikan sebagai terapi utama dalam kejadian kardiovaskular. Salah satu efek samping penggunaan obat antitrombosit jangka panjang dapat menyebabkan terjadinya perdarahan saluran cerna. Hal ini menyebabkan terapi obat antitrombosit seperti clopidogrel diberikan bersamaan dengan proton pump inhibitors (PPI). Penggunaan PPI jenis inhibitor CYP2C19 yaitu omeprazole dan esomeprazole dapat mengurangi efikasi clopidogrel secara signifikan dan meningkatkan risiko terjadinya infark miokard. Mekanisme kerja PPI dapat menghambat kerja clopidogrel karena adanya reaksi kompetitif kedua obat dalam proses metabolisme obat terutama enzim CYP2C19 karena clopidogrel memerlukan aktivasi enzim CYP2C19 untuk diubah menjadi metabolit aktif. PPI yang dapat direkomendasikan bersamaan dengan clopidogrel adalah pantoprazole, rabeprazole, lansoprazole dan dexlansoprazole karena menginhibisi CYP2C19 lebih lemah dibanding omeprazole dan esomeprazole.Cardiovascular disease (CVD) merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia dan anti-platelet memiliki peran yang signifikan sebagai terapi utama dalam kejadian kardiovaskular. Salah satu efeksamping penggunaan anti-platelet jangka panjang dapat menyebabkan terjadinya perdarahan saluran cerna. Hal ini menyebabkan terapi anti-platelet seperti clopidogrel diberikan bersamaan dengan protein pump inhibitors (PPI). Penggunaan PPI jenis inhibitor CYP2C19 yaitu omeprazole dan esomeprazole dapat mengurangi efikasi clopidogrel secara signifikan dan meningkatkan risiko terjadinya infark miokard. Mekanisme kerja PPI dapat menghambat kerja clopidogrel karena adanya reaksi kompetitif kedua obat dalam proses metabolism obat terutama enzim CYP2C19 karena Clopidogrel memerlukan aktivasi enzim CYP2C19 untuk diubah menjadi metabolit aktif. PPI yang dapat direkomendasikan bersamaan dengan clopidogrel adalah Pantoprazole, Rabeprazole, Lansoprazole dan Dexlansoprazole karena menginhibisi CYP2C19 lebih lemah dibanding omeprazole dan esomeprazole
KARAKTERISTIK KOMITE AUDIT TERHADAP KETEPATAN WAKTU PELAPORAN KEUANGAN
The purpose of this study is to examine the characteristics of the audit committee on the timeliness of financial reporting on manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the period of 2016 - 2018. The characteristics of the audit committee are measured by several variables, namely the ability of the Audit Committee’s accounting / financial competence, the number of people in the Committee Audit, Audit Committee meeting frequency, and Proportion of Independent Commissioners. A total of 112 companies went public, which are listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) as samples and have been selected by purposive sampling criteria. The results of this study indicate that: the ability of accounting / financial competence, and the frequency of the number of meetings significantly positive effect on the timeliness of financial reporting. The number of people in the audit committee, and the Independent Commissioner did not have a significant positive effect on the timeliness of financial reporting.
Keywords: audit committee, financial reporting, independent commissione
Gambaran Mikroskopik Serebelum Tikus Putih Hamil yang Terpapar Gelombang Elektromagnetik Telepon Seluler
Telah diketahui bahwa gelombang elektromagnetik dapat menyebabkan terjadinya stres oksidatif di tingkat seluler. Tubuh memiliki antioksidan sebagai mekanisme pertahanan terhadap stres oksidatif, namun pada peningkatan oksidan seperti penggunaan telepon seluler yang berlebihan pada kehamilan, maka keseimbangan oksidan dan antioksidan dapat terganggu sehingga terjadi stres okdidatif yang dapat merusak jaringan biologis mahluk hidup. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dampak radiasi elektromagnetik yang dipancarkan teleppon genggam terhadap perubahan struktur mikroskopik serebelum tikus putih pada masa kehamilan. Metode penelitian menggunakan metode rancangan post test only control group design dengan teknik simple random sampling. Perlakuan radiasi dilakukan selama 40 hari (21 hari sebelum kehamilan dan 19 hari selama kehamilan). Organ otak (serebelum) selanjutnya dibuat sediaan dengan pewarnaan HE dan dianalisis gambaran mikroskopiknya dengan fokus kepada sel-sel purkinjenya. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya perubahan gambaran mikroskopik sel purkinje berupa pembengkakan sel dan karioreksis pada inti sel, sedangkan jumlah sel purkinje menunjukkan penurunan pada kelompok yang mengalami perlakuan. Jumlah rata-rata penurunan tidak signifikan secara statistik yang dapat disebabkan oleh adanya adaptasi berupa proliferasi sel purkinje dan belum dipisahkannya sel normal dengan sel yang cedera saat penghitungan jumlah sel. Masih dibutuhkan penelitian selanjutnya untuk memahami mekanisme adaptasi sel otak terhadap jejas radiasi gelombang elektomagnetik pada kehamilan.Telah diketahui bahwa gelombang elektromagnetik dapat menyebabkan terjadinya stres oksidatif di tingkat seluler. Tubuh memiliki antioksidan sebagai mekanisme pertahanan terhadap stres oksidatif, namun pada peningkatan oksidan seperti penggunaan telepon seluler yang berlebihan pada kehamilan, maka keseimbangan oksidan dan antioksidan dapat terganggu sehingga terjadi stres okdidatif yang dapat merusak jaringan biologis mahluk hidup. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dampak radiasi elektromagnetik yang dipancarkan teleppon genggam terhadap perubahan struktur mikroskopik serebelum tikus putih pada masa kehamilan. Metode penelitian menggunakan metode rancangan post test only control group design dengan teknik simple random sampling. Perlakuan radiasi dilakukan selama 40 hari (21 hari sebelum kehamilan dan 19 hari selama kehamilan). Organ otak (serebelum) selanjutnya dibuat sediaan dengan pewarnaan HE dan dianalisis gambaran mikroskopiknya dengan fokus kepada sel-sel purkinjenya. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya perubahan gambaran mikroskopik sel purkinje berupa pembengkakan sel dan karioreksis pada inti sel, sedangkan jumlah sel purkinje menunjukkan penurunan pada kelompok yang mengalami perlakuan. Jumlah rata-rata penurunan tidak signifikan secara statistik yang dapat disebabkan oleh adanya adaptasi berupa proliferasi sel purkinje dan belum dipisahkannya sel normal dengan sel yang cedera saat penghitungan jumlah sel. Masih dibutuhkan penelitian selanjutnya untuk memahami mekanisme adaptasi sel otak terhadap jejas radiasi gelombang elektomagnetik pada kehamila