Jurnal Universitas Kristen Krida Wacana
Not a member yet
1395 research outputs found
Sort by
Aktivitas Seksual Usia Dini dan Paritas Tinggi Meningkatkan Risiko Kanker Serviks
Kanker serviks merupakan penyakit keganasan yang terjadi pada leher rahim (serviks uteri). Data dari GLOBOCAN (Global Burden of Cancer Study) 2020 menyebutkan bahwa jumlah pasien kanker serviks sebanyak 604.127 kasus secara global dan sebanyak 36.633 kasus di seluruh Indonesia. Literature Review ini menggunakan metode pencarian dengan pendekatan deskriptif. Untuk mendeskripsikan faktor-faktor risiko yang berkaitan dengan kanker serviks berdasarkan pustaka primer dari jurnal penelitian yang relevan atau pustaka sekunder dari artikel. Pencarian melalui beberapa sumber seperti Pubmed, Google Scholar, E-Jurnal dengan menggunakan kata kunci seperti paritas tinggi, aktivitas seksual usia dini, dan kanker serviks. Hingga saat ini ditemukan penyebab kanker serviks adalah infeksi virus HPV dan faktor risiko yang terkait dengan kejadian kanker serviks. Faktor risiko yang dapat menyebabkan kanker serviks antara lain aktivitas seksual usia dini, jumlah paritas yang tinggi, merokok, penggunaan kontrasepsi hormonal maupun non-hormonal, garis keturunan, dan beberapa faktor lainnya. Hasil dari literature review ini menunjukkan bahwa aktivitas seksual usia dini merupakan faktor risiko yang berpengaruh terhadap terjadinya kanker serviks dan paritas tinggi menjadi faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian kanker serviks. Sehingga diambil kesimpulan bahwa aktivitas seksual usia dini dan paritas tinggi dapat meningkatkan risiko kanker serviks.Kanker serviks merupakan penyakit keganasan atau neoplasma yang terjadi pada leher rahim (serviks uteri). Kanker serviks adalah ancaman mematikan bagi kesehatan wanita. Tinjauan pustaka ini menggunakan desain literature review dengan menggunakan metode pencarian dengan pendekatan deskriptif berdasarkan pustaka sekunder dari artikel atau jurnal penelitian yang relevan melalui Pubmed, Google Scholar, E-Jurnal dengan kata kunci seperti paritas tinggi, aktivitas seksual usia dini, kanker serviks. Untuk saat ini dipercaya penyebab kanker serviks adalah infeksi virus HPV dan faktor risiko yang mungkin terkait dengan kejadian kanker serviks itu sendiri. Faktor risiko yang dapat menyebabkan kanker serviks antara lain aktivitas seksual usia dini, jumlah paritis yang tinggi, merokok, penggunaan kontrasepsi hormonal maupun non-hormonal, garis keturunan, dan beberapa faktor lainnya. risiko yang harus diperhatikan. Dan hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa aktivitas seksual usia dini merupakan faktor risiko yang signifikan untuk terjadinya kanker serviks dan paritas tinggi menjadi faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian kanker serviks. Sehingga diambil kesimpulan bahwa aktivitas seksual usia dini dan paritas tinggi dapat meningkatkan risiko kanker serviks
Diabetes Melitus Sebagai Faktor Risiko Tuberkulosis
Diabetes melitus (DM) tidak hanya meningkatkan risiko tuberkulosis (TB) aktif tetapi juga memengaruhi hasil pengobatan. Beban penyakit TB, terutama di negara berkembang, tetap tinggi meskipun telah dilakukan berbagai upaya pencegahan. Diabetes melitus yang menyebabkan imunosupresi semakin diakui sebagai faktor risiko independen untuk TB. Diabetes melitus meningkatkan risiko berkembangnya TB dua hingga tiga kali lipat dan juga meningkatkan risiko kegagalan pengobatan TB, kekambuhan, dan kematian. Diabetes juga dapat menyebabkan penyakit parah, reaktivasi fokus TB yang tidak aktif, dan hasil pengobatan TB yang buruk. Beberapa obat antituberkulosis yang biasa digunakan secara terpisah dapat menyebabkan gangguan toleransi glukosa. Skrining tuberkulosis pada penderita diabetes dan skrining diabetes pada pasien tuberkulosis telah direkomendasikan. Hal ini perlu diterapkan mengingat efektivitas dan manfaatnya.Hubungan antara diabetes mellitus (DM) dan tuberkulosis (TB) adalah saling berkaitan, karena DM tidak hanya meningkatkan risiko TB aktif tetapi juga mempengaruhi hasil pengobatan. Beban penyakit TB, terutama di negara berkembang, tetap tinggi meskipun telah dilakukan berbagai upaya pencegahan. Diabetes mellitus yang menyebabkan imunosupresi semakin diakui sebagai faktor risiko independen untuk TB. Diabetes mellitus meningkatkan risiko berkembangnya TB dua hingga tiga kali lipat dan juga meningkatkan risiko kegagalan pengobatan TB, kekambuhan, dan kematian. Diabetes juga dapat menyebabkan penyakit parah, reaktivasi fokus TB yang tidak aktif, dan hasil pengobatan TB yang buruk. Beberapa obat antituberkulosis yang biasa digunakan secara terpisah dapat menyebabkan gangguan toleransi glukosa. Skrining tuberkulosis pada penderita diabetes telah direkomendasikan, tetapi memerlukan bukti nyata mengingat efektivitas biaya dan manfaatnya.
Kata Kunci: diabetes mellitus, hubungan kausal, tuberkulosi
EFEK PROFITABILITAS, LEVERAGE, DAN UKURAN PERUSAHAAN PADA NILAI PERUSAHAAN
The research is aimed to obtain empirical evidence whether profitability, leverage, and firm size have an effect on firm value. Non-financial companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2017-2019 period are used as the population. Purposive sampling was used as a sampling technique. The sample obtained is as many as 85 companies. The data is processed using EVIEWS. This research finds that profitability has no negative effect on firm value, leverage has a positive effect on firm value, and firm size has a negative effect on firm value.
Keywords: Firm Value; Profitability; Leverage; Firm Siz
Pengaruh Pelatihan Kader Jumantik terhadap Pengetahuan dan Angka Kesakitan Demam Berdarah Dengue
Incidence Rate (IR) DBD di Indonesia masih tergolong tinggi dengan capaian 65,7 per 100.000 penduduk. Hal ini cukup kontradiksi dengan laporan angka bebas jentik dari tahun 2013 hingga 2015 sebagian besar selalu dalam keadaan baik yaitu >95%. Penelitian analitik dengan pendekatan eksperimen yang dilaksanakan di RW 03 Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat pada bulan Juni-September 2015. Teknik pengambilan sampel berupa total sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah pelatihan kader jumatik dalam rangka meningkatkan pengetahuan kader dalam memberantas sarang nyamuk dengan tujuan akhir mengurangi angka kejadian DBD di wilayah RW 03. Uji statistik pada penelitian ini yaitu melihat perbandingan proporsi angka kejadian antara bulan sebelum intervensi dan tahun sebelumnya pada bulan intervensi. Uji statistik analitik T-Test dependent dan Wilcoxon alternative test juga dilakukan untuk melihat signifikansi kenaikan pengetahuan kader sebelum dan sesudah pelatihan. Dua puluh satu responden memenuhi kriteria inklusi dengan hasil berupa terdapat peningkatan pengetahuan tentang PSN yang signifikan antara sebelum dilakukan pelatihan dan setelah dilakukan pelatihan (p <0,05; 31,25 vs 57,25) serta penurunan kasus DBD (p < 0,05) bila dibandingkan periode sebelumnya. Kesimpulannya adalah pelatihan kader akan memberikan peningkatan pengetahuan para kader jumantik yang selanjutnya berdampak terhadap penurunan angka kejadian DBD dalam sebuah wilayah.Incidence Rate (IR) DBD di Indonesia masih tergolong tinggi dengan capaian 65,7 per 100.000 penduduk. Hal ini cukup kontradiksi dengan laporan angka bebas jentik dari tahun 2013 hingga 2015 sebagian besar selalu dalam keadaan baik yaitu >95%. Penelitian analitik dengan pendekatan eksperimen yang dilaksanakan di RW 03 Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat pada bulan Juni-September 2015. Teknik pengambilan sampel berupa total sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah pelatihan kader jumatik dalam rangka meningkatkan pengetahuan kader dalam memberantas sarang nyamuk dengan tujuan akhir mengurangi angka kejadian DBD di wilayah RW 03. Uji statistik pada penelitian ini yaitu melihat perbandingan proporsi angka kejadian antara bulan sebelum intervensi dan tahun sebelumnya pada bulan intervensi. Uji statistik analitik T-Test dependent dan Wilcoxon alternative test juga dilakukan untuk melihat signifikansi kenaikan pengetahuan kader sebelum dan sesudah pelatihan. Dua puluh satu responden memenuhi kriteria inklusi dengan hasil berupa terdapat peningkatan pengetahuan tentang PSN yang signifikan antara sebelum dilakukan pelatihan dan setelah dilakukan pelatihan (p <0,05; 31,25 vs 57,25) serta penurunan kasus DBD (p < 0,05) bila dibandingkan periode sebelumnya. Kesimpulannya adalah pelatihan kader akan memberikan peningkatan pengetahuan para kader jumantik yang selanjutnya berdampak terhadap penurunan angka kejadian DBD dalam sebuah wilayah
A RARE CASE REPORT OF SUBDURAL HAEMATOMA WITH ANEMIA APLASTIC
This article illustrates the development of a rare case of spontaneous subdural hematoma (SDH) secondary to aplastic anemia and conservative treatment of SDH. Clinical Presentation: a 43-year-old male complained of severe progressive headaches that starting from one month ago. His laboratory values showed pancytopenia and his peripheral blood smear showed no abnormalities except for the lack of number of erythrocytes, leukocyte, and thrombocyte. We could not find any malignancy in the smear. The patient experienced progressive headache, disorder of balance, and decrease of consciousness. CT imaging of the head showed a 7.0 cm (2 cm thickness) left frontal-parietal subdural hematoma. Patient were managed conservatively. This is a rare case of aplastic anemia with subdural hematoma and the patient was discharged in good condition.Objective and Importance. To illustrate the development of a rare case of spontaneous subdural hematoma (SDH) secondary to aplastic anemia and conservative treatment of SDH. Clinical Presentation. A 43-year-old male complained of severe progressive headaches that starting from one month ago. His laboratory values showed pancytopenia and his peripheral blood smear showed no abnormalities except lack of the number of erythrocytes, leukocyte, and thrombocyte and we could not find any malignancy in the smear. He experienced headache, disorder of balance and decrease of consciousness CT imaging of the head showed a 7.0 cm (2 cm thickness) left frontal-parietal subdural hematoma. Conclusion. Aplastic anemia is a rare case with manifested of subdural hematoma
Hubungan Adiksi Internet dengan Tingkat Stres pada Mahasiswa Kedokteran FKIK UKRIDA Angkatan 2018
Salah satu akibat yang dapat ditimbulkan dari penggunaan internet adalah adiksi internet yang diketahui berhubungan timbal balik dengan stres. Penelitian cross-sectional dengan teknik simple random sampling ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara adiksi internet dengan tingkat stres pada mahasiswa kedokteran FKIK UKRIDA angkatan 2018. Sebanyak 110 responden berpartisipasi dalam penelitian ini. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Kuesioner Diagnostik Adiksi Internet dan Kuesioner Depression Anxiety Stress Scales-42 (DASS-42) Bahasa Indonesia. Dari seluruh responden yang berpartisipasi, ditemukan 43 responden (39,1%) mengalami adiksi internet dan mayoritas dari responden mengalami stres ringan dengan jumlah 20 responden (18,2%). Hasil uji Chi-square antara variabel adiksi internet dan tingkat stres menunjukkan ada hubungan antara adiksi internet dengan tingkat stres pada mahasiswa kedokteran FKIK UKRIDA angkatan 2018, p = 0,045 (< 0,05). Gejala-gejala adiksi internet dan stres dapat ditemukan pada mahasiswa yang tidak dapat mengontrol diri dalam menggunakan internet yang selanjutnya juga dapat berdampak pada keadaan fisik, psikis, dan sosial pada mahasiswa tersebut. Simpulan menyatakan ada hubungan antara adiksi internet dengan tingkat stres pada mahasiswa kedokteran FKIK UKRIDA angkatan 2018. Mahasiswa diharapkan dapat membagi waktu dan menggunakan internet seperlunya saja agar tanggung jawab akademik tidak terganggu serta akibat berat lainnya dapat terhindarkan.Salah satu akibat yang dapat ditimbulkan dari penggunaan internet adalah adiksi internet dan adiksi internet dikatakan berhubungan timbal balik dengan stres. Penelitian cross-sectional dengan teknik simple random sampling ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara adiksi internet dengan tingkat stres pada mahasiswa kedokteran FKIK UKRIDA angkatan 2018. Sebanyak 110 responden diperlukan dalam penelitian ini. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Kuesioner Diagnostik Adiksi Internet dan Kuesioner DASS-42 Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 43 responden (39,1%) mengalami adiksi internet dan stres ringan paling banyak dialami dengan jumlah 20 responden (18,2%). Hasil uji Chi-square antara variabel adiksi internet dan tingkat stres menunjukkan ada hubungan antara adiksi internet dengan tingkat stres pada mahasiswa kedokteran FKIK UKRIDA angkatan 2018, p = 0,045 (< 0,05). Gejala-gejala adiksi internet dan stres dapat ditemukan pada mahasiswa yang tidak dapat mengontrol diri dalam menggunakan internet yang selanjutnya juga dapat berdampak pada keadaan fisik, psikis, dan sosial pada mahasiswa tersebut. Simpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara adiksi internet dengan tingkat stres pada mahasiswa kedokteran FKIK UKRIDA angkatan 2018
SEBUAH META ANALISIS TENTANG PENGARUH SOFTWARE AKUNTANSI TERHADAP PERUSAHAAN
The purpose of this analysis is to gain empirical data concerning the effect of what an Accounting Software has on the firms and users. The data that is used on this study consists of 7 research papers. In theory, digital software are meant to be a practical, easy to use, and efficient tool that can be used by a User. This Research will be done in the style of a meta-analysis. There are many benefits with using this method, such as already having existing research to be the main data set. With that fact in mind, we can use numerous papers as reliable sources to base this meta-analysis on. This analysis will contain numerous research papers concerning the effects of what an Accounting Software has on a firm. The results of this analysis show that Accounting Software have a positive impact on the efficiency and practicality of the accounting process, This is due to the basic purpose on why an accounting software was made in the first place, to help and simplify work for users.
Keywords: Accounting Software, Accounting Programs, Accountin
Varisela pada Dewasa, Kehamilan, dan Kondisi Imunokompromais
Varisela merupakan eksantema vesikular yang sangat menular akibat infeksi akut primer eksogen dari virus varisela zoster pada individu yang rentan. Varisela lebih sering menyerang anak-anak dengan usia kurang dari 10 tahun. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk mengetahui kondisi klinis dan terapi varisela pada dewasa, kehamilan dan kondisi imunokompromais. Pada dewasa, varisela biasanya lebih berat dengan mortalitas yang lebih tinggi dibandingkan anak-anak, dimana transmisi yang terjadi melalui droplet atau aerosol dari saluran napas. Masa inkubasinya berkisar antara 10-21 hari. Gejala diawali oleh fase prodromal, kemudian terjadi erupsi kulit yang polimorfik dengan progresifitasnya yang cepat. Pemeriksaan penunjang dapat berupa pemeriksaan Tzank smear, polymerase chain reaction, kultur, dan lain-lain. Varisela pada kehamilan akan mengancam kesehatan ibu dan janin, sedangkan pada pasien imunokompromais, morbiditas dan mortalitas akibat varisela meningkat. Pneumonia varisela merupakan komplikasi varisela yang serius pada dewasa. Pengobatan menggunakan antivirus asiklovir, valasiklovir, dan famsiklovir. Pencegahan dapat dilakukan dengan vaksinasi, varicella zoster immunoglobuline, dan terapi antivirus profilaksis, sehingga pengobatan yang tepat dan upaya pencegahan dengan vaksinasi pada kelompok dewasa yang rentan perlu dilakukan.Varisela merupakan eksantema vesikular yang sangat menular akibat infeksi akut primer eksogen dari virus varisela zoster pada individu yang rentan. Varisela lebih sering menyerang anak-anak dengan usia kurang dari 10 tahun. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk mengetahui kondisi klinis dan terapi varisela pada dewasa, kehamilan dan kondisi imunokompromais. Pada dewasa, varisela biasanya lebih berat dengan mortalitas yang lebih tinggi dibandingkan anak-anak, dimana transmisi yang terjadi melalui droplet atau aerosol dari saluran napas. Masa inkubasinya berkisar antara 10-21 hari. Gejala diawali oleh fase prodromal, kemudian terjadi erupsi kulit yang polimorfik dengan progresifitasnya yang cepat. Pemeriksaan penunjang dapat berupa pemeriksaan Tzank smear, polymerase chain reaction, kultur, dan lain-lain. Varisela pada kehamilan akan mengancam kesehatan ibu dan janin, sedangkan pada pasien imunokompromais, morbiditas dan mortalitas akibat varisela meningkat. Pneumonia varisela merupakan komplikasi varisela yang serius pada dewasa. Pengobatan menggunakan antivirus asiklovir, valasiklovir, dan famsiklovir. Pencegahan dapat dilakukan dengan vaksinasi, varicella zoster immunoglobuline, dan terapi antivirus profilaksis, sehingga pengobatan yang tepat dan upaya pencegahan dengan vaksinasi pada kelompok dewasa yang rentan perlu dilakukan
PENGARUH BOARD DIVERSITY , FIRM SIZE , PROFITABILITY, INSTITUTIONAL OWNERSHIP DAN LEVERAGETERHADAP EARNING QUALITY PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA
The purpose of this study is to test empirically the effect of board diversity, firm size, profitability, institutional ownership and leverage on earning quality in manufacturing companies on the Indonesia Stock Exchange, especially in 2016-2018. The sampling technique in this study was purposive sampling method. Purposive sampling is a sampling technique using several predetermined criteria in accordance with the discussion so that it is feasible to be selected as a sample and 35 samples of manufacturing companies were selected with a total of 105 data. The analysis method used is panel data regression analysis with the help of the E – Views 9.0 program. The results of this study are board diversity, institutional ownership, leverage has no effect on earning quality, while firm size and profitability have an influence on earning quality.
Keywords: board diversity , firm size , profitability, institutional ownership, leverag