Jurnal Universitas Kristen Krida Wacana
Not a member yet
    1395 research outputs found

    Hubungan Pengetahuan, Sikap PHBS terhadap Personal Hygine pada Anak Panti Asuhan Vincentius

    Get PDF
    In 2014 the realization of PHBS household indicators on personal hygiene in Indonesia was 56.6% lower than the target of 70% with the realization of PHBS household indicators in DKI Jakarta Province of 69.3%. East Jakarta is the area with the lowest percentage of clean and healthy households, which is 33.9% of the 243,438 households monitored. This study was to determine the relationship between knowledge, clean and healthy living behavior and personal hygiene behavior at the Vincentius Orphanage for the period of June 2021. This study used a descriptive-analytic research design with a cross-sectional approach. Questionnaires were distributed and 42 respondents were taken using consecutive sampling technique. The results showed that there was a significant relationship between attitudes towards personal hygiene behavior with p value = 0.014. In addition, there is a significant relationship between the level of knowledge on personal hygiene behavior with a p value = 0.046. While the factors that did not have a significant relationship with personal hygiene behavior were the age and gender of the orphanage children. There is a significant relationship between attitude and level of knowledge on personal hygiene behavior in children at the Vincentius Orphanage in East Jakarta.Pada tahun 2014 realisasi indikator rumah tangga ber-PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) terhadap kebersihan diri di Indonesia sebesar 56,6% lebih rendah dari target sebesar 70% dengan realisasi indikator rumah tangga ber-PHBS di Provinsi DKI Jakarta sebesar 69,3%. Jakarta Timur merupakan wilayah dengan persentase terendah rumah tangga berperilaku hidup bersih dan sehat yaitu 33,9% dari 243.438 rumah tangga yang dipantau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap perilaku hidup bersih dan sehat terhadap perilaku kebersihan diri pada Anak Panti Asuhan Vincentius periode Juni 2021. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif-analitik dengan pendekatan cross-sectional. Kuesioner disebarkan dan sejumlah 42 responden diambil dengan teknik sampling konsekutif. Didapatkan hasil bahwa adanya hubungan signifikan antara sikap terhadap perilaku kebersihan diri dengan nilai p=0.014. Selain itu, terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku kebersihan diri dengan nilai p=0.046. Sedangkan faktor yang tidak terdapat berhubungan yang bermakna terhadap perilaku kebersihan diri yaitu usia dan jenis kelamin anak panti asuhan. Terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dan tingkat pengetahuan terhadap perilaku kebersihan diri pada anak panti asuhan Vincentius di Jakarta Timur

    Microbial profile of ultrasonic cleaner water

    Get PDF
    It is necessary to clean glasses regularly. Glasses are often dirty due to attached dusts and contaminated microbe. Ultrasonic cleaner is often used effectively to clean the glasses. Therefore, the ultrasonic cleaner water contains contaminated microbe from glasses. This study aimed to identify bacteria and fungi yeast in the used ultrasonic cleaner water. For this study, glasses were cleaned with ultrasonic cleaner. Then, its water is inoculated at 3M Petrifilm for Escherichia coli, Staphylococcus aureus, and Candida albicans. The results showed that the most frequent Staphylococcus aureus and Candida albicans in the ultrasonic cleaner water. Escherichia coli was not often found.  Since both of microbe, S. aureus and C.albicans are flora normal of the skin, it can be concluded that glasses are contaminated with these flora normal of the skinPenting untuk membersihkan kacamata secara teratur. Kacamata sering kotor karena debu yang menempel dan mikroba yang terkontaminasi. Pembersih ultrasonik sering digunakan secara efektif untuk membersihkan kacamata. Oleh karena itu, air pembersih ultrasonik mengandung mikroba yang terkontaminasi dari gelas. Penelitian ini dapat mengidentifikasi khamir bakteri dan jamur pada air pembersih ultrasonik bekas pakai. Untuk penelitian ini, gelas dibersihkan dengan pembersih ultrasonik. Kemudian, airnya diinokulasi pada Petrifilm 3M untuk bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Candida albicans. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Staphylococcus aureus dan Candida albicans paling sering terdapat pada air pembersih ultrasonik. Escherichia coli tidak banyak ditemukan. Karena kedua mikroba, S. aureus dan C.albicans merupakan flora normal kulit, maka dapat disimpulkan bahwa kacamata terkontaminasi dengan flora normal kulit tersebut. &nbsp

    Faktor-Faktor Risiko yang Memprediksi Kematian Satu Tahun Pertama Pasien Gagal Ginjal Kronik dengan Hemodialisis di RS Sumber Waras Periode 2018-2019

    Get PDF
    Chronic Kidney Disease (CKD) is a global public health problem where the prevalence and incidence of CKD is increasing every year. According Indonesian Renal Registry in 2016 , about 60% of CKD underwent dialysis in the form of hemodialysis (98%) and peritoneal dialysis (2%). The deaths of hemodialysis patients during 2015 were 1,243 people with the most cause of death is  cardiovascular (41%), and unknown (30%). The purpose of this study was to determine the causes of death in the first year of CKD patients undergoing hemodialysis. This study was a descriptive and analytic study with a cross sectional approach. Collecting data by looking at the patient's medical record. The number of samples is 46 people, the sample uses the total sampling method. Univariate data analysis to see the distribution of patient profiles, bivariate analysis with Chi square test and multivariate analysis using logistic regression to see the relationship between variables. The results of the analysis showed that the factors associated with death in the first year of kidney failure patients undergoing hemodialysis were age (p=0.03) and vascular access (p=0.000). The first year of chronic renal failure patients undergoing hemodialysis is age and vascular access.Penyakit Ginjal Kronik (PGK) adalah suatu masalah kesehatan masyarakat global dimana prevalensi dan kejadian PGK tersebut terus meningkat tiap tahunnya. Berdasarkan data dari Indonesian Renal Registry tahun 2016. Penderita Penyakit Ginjal Kronik sekitar 60% yang menjalani dialysis berupa hemodialysis (98%)  dan peritoneal dialisis (2%). Kematian pasien hemodialisis selama tahun 2015 sebanyak 1.243 orang dengan penyebab kematian terbanyak adalah kardiovaskuler  (41%) , dan penyebab kematian pasien tidak diketahui (30%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor penyebab kematian satu tahun pertama pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis.Penelitian ini merupakan studi deskriptif dan analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data dengan melihat rekam medik pasien. Total sampel sebanyak 46 orang, sampel menggunakan metode total sampling. Analisis data secara univariat untuk melihat distribusi profil pasien, analisis bivariat dengan uji Chi square dan analisis multivariat dengan menggunakan regresi logistik untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil analisis menunjukan faktor-faktor yang berhubungan dengan kematian satu tahun pertama pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis adalah, umur (p=0,03) dan akses vaskular (p=0,000).Dari penelitian ini dapat disimpulkan faktor-faktor yang berhubungan dengan kematian satu tahun pertama pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis adalah umur dan akses vaskula

    Gambaran Union pada Fraktur dengan Menggunakan Plate and Screw Setelah 2 Bulan di Ciputra Hospital Citra Raya Periode Januari 2018 – Desember 2019

    No full text
    Union adalah perbaikan fraktur yang tidak sempurna, di mana terbentuk kalus berupa pembungkus yang dikalsifikasi. Pemeriksaan radiologis seperti X-Ray akan menunjukkan garis fraktur yang terlihat, disertai kalus halus di sekitarnya. Terbentuknya jembatan kalus (bridging callus) memprediksi terjadinya union yang sangat akurat. Oleh karena itu, penelitian ini akan meneliti tentang union fraktur setelah 2 bulan, di mana secara teori dikatakan pembentukan kalus mulai terjadi pada minggu ke 4. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Sumber data penelitian yang digunakan adalah hasil rekam medik pasien fraktur periode Januari 2018 sampai Desember 2019 di Ciputra Hospital Citra Raya. Besar sampel pasien fraktur yang didapatkan adalah 690 sampel, di mana sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebesar 158 orang. Pasien fraktur yang mengalami union setelah 2 bulan sebanyak 134 orang (84,8%) dan 24 orang (15,2%) yang tidak mengalami union setelah 2 bulan. Lokasi fraktur terbanyak pada penelitian ini adalah fraktur klavikula sebesar 38 (24,1%), sedangkan yang paling sedikit ialah fraktur foot sebanyak 2 orang (1,3%). Hasil penelitian ini sesuai dengan beberapa penelitian yang mendapatkan hasil union 6-8 minggu, 6-12 minggu, serta 7,5 minggu sehingga dapat mengindikasikan bahwa pembentukan kalus mulai terjadi di minggu ke 4.Union merupakan perbaikan yang tidak sempurna, dimana kalus adalah pembungkus yang dikalsifikasi. Dari pemeriksaan radiologis seperti X-Ray akan menunjukkan garis fraktur yang terlihat, disertai kalus halus disekitarnya. Dengan terbentuknya jembatan kalus (bridging callus) akan memprediksi terjadinya union yang sangat akurat. Oleh karena itu, pada tugas akhir ini akan meneliti tentang union fraktur setelah 2 bulan, dimana secara teori dikatakan pembentukkan kalus mulai terjadi pada minggu ke 4. Penelitian ini desain penelitian cross sectional. Sumber data penelitian yang digunakan adalah hasil rekam medik pasien fraktur periode Januari 2018 sampai Desember 2019 di Ciputra Hospital Citra Raya. Jumlah sampel pasien fraktur yang didapatkan adalah 690 sampel, dimana sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebesar 158 orang. Fraktur yang mengalami union setelah 2 bulan sebanyak 134 orang (84,8%) dan 24 orang (15,2%) yang tidak mengalami union setelah 2 bulan. Lokasi fraktur terbanyak pada penelitian ini adalah fraktur klavikula sebesar 38 (24,1%), sedangkan yang paling sedikit ialah fraktur foot sebanyak 2 orang (1,3%). Hasil penelitian ini sesuai dengan beberapa penelitian yang mendapatkan hasil union 6-8 minggu, 6-12 minggu, serta 7,5 minggu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembentukkan kalus mulai terjadi di minggu ke 4

    KAIZEN COSTING UNTUK MENINGKATKAN KEPUASAN PELANGGAN PADA UMKM (STUDI KASUS: KEDAI KOPI UNCLEBREW JAKARTA)

    Get PDF
    The purpose of this study was to analyze the application of kaizen costing at Unclebrew Coffee Shops to customer satisfaction. The population of this research is the buyers of Unclebrew Coffee Shop Jakarta. The sampling technique used convenience sampling. The result of this study prove that partially the variables Seiri, Seiton, Seiketsu and Shitshuke influence in customer satisfaction, while Seiso no effect on influence customer satisfaction, but simultaneously all the variables Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu and Shitshuke have an effect on customer satisfaction. Keywords: Customer Satisfaction, Kaizen Costing, UMK

    PENGARUH PROFITABILITAS, LEVERAGE, DAN CAPITAL INTENSITY TERHADAP TAX AVOIDANCE PADA PERUSAHAAN PROPERTY DAN REAL ESTATE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2016-2019

    Get PDF
    This study aims to determine the effect of profitability, leverage and capital intensity on tax avoidance, that is proxied by return on assets, debt to equity ratio, capital intensity ratio and cash effective tax rate (CETR). This research is a quantitative study. The type of data used is secondary data obtained from BEI’s official website. The Samples in this research are property and real estate companies listed on Indonesia Stock Exchange period 2016-2019 while selected by purposive sampling method. The analysis method used is multiple regression analysis using SPSS 24 software. The results showed that (1) profitability with a return on asset measuring instrument had a significant negative effect on cash effective tax rate, (2) Leverage had no effect on on cash effective tax rate and (3) Capital Intensity had a significant positive effect on the cash effective tax rate.   Keywords: profitability, leverage, capital intensity, return on assets, cash effective tax rate (CETR)

    Efektivitas Daya Hambat Disinfektan Klorin terhadap Bakteri Escherichia Coli Penghasil Extended Spectrum Beta Lactamase

    Get PDF
    Kerja shift adalah pembagian jam kerja dalam waktu 24 jam yang dilakukan secara bergantian biasanya terbagi atas shift pagi, shift sore, dan shift malam. Kerja shift dapat memberikan dampak positif maupun negatif bagi pekerja antara lain dalam aspek fisiologis, psikososial, kinerja, maupun kesehatan dan keselamatan kerja. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan fungsi eksekutif pada pekerja shift dan non shift. Penelitian bersifat analitik observasional dengan pendekatan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus-September 2020. Total sampel sebanyak 44 orang yang dipilih dengan teknik consecutive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner yaitu Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur, sedangkan untuk menilai fungsi eksekutif menggunakan Trail Making Test A (TMT-A) dan Trail Making Test B (TMT-B). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kualitas tidur dan fungsi eksekutif pada pekerja shift dan non shift (P<0,05). Faktor usia dan pendidikan dapat menjadi penyebab tidak terdapatnya hubungan antara kualitas tidur dengan fungsi eksekutif.Escherichia coli (E. coli) adalah salah satu bakteri yang terus berevolusi, salah satunya menjadi resisten terhadap antibiotik golongan beta-laktam dengan pembentukan enzim Extended Spectrum Beta-Lactamase (ESBL) yang dimana menjadi perhatian dalam pengendalian infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas disinfektan klorin terhadap E. coli penghasil ESBL. Metodelogi penelitian menggunakan desain penelitian experimental static group comparison, dimana suatu kelompok eksperimen diberikan perlakuan dan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Penelitian dilakukan menggunakan suspensi bakteri E. coli ATCC®35218TM dan disinfektan klorin dengan konsentrasi 5%, 2.5%, 0.5%, 0.05% dan dilakukan secara duplo. Batang gelas dicelupkan ke suspense bakteri lalu dipindahkan ke larutan klorin dengan masing-masing waktu kontak 5,10, dan 15 menit. Kemudian batang gelas dicelupkan ke Phosphate Buffer Saline (PBS) dan dicelupkan ke kaldu Mueller-Hinton. Selanjutnya, dilakukan subkultur ke media agar McConkey untuk mengkonfirmasi pertumbuhan bakteri. Hasil penelitian menunjukan seluruh bakteri tidak tumbuh pada seluruh konsentrasi beserta waktu kontaknya kecuali pada set kedua waktu kontak 15 menit dengan konsentrasi 0.05% yang diduga karena kontaminasi. Simpulan yang dapat diambil dari penelitian adalah klorin 0.05% adalah konsentrasi paling efektif dalam membunuh E. coli penghasil ESBL dengan waktu kontak 5 menit

    Keberhasilan Pengobatan Tuberkulosis Paru dengan Komorbid Diabetes Mellitus Tipe 2

    Get PDF
    Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk dapat memberikan anjuran rejimen yang memiliki angka keberhasilan tinggi dalam pengobatan tuberkulosis (TB) dengan komorbid diabetes melitus yang dinyatakan sembuh setelah pengobatan OAT (Obat Anti Tuberkulosis). Penulis melakukan penelusuran artikel dengan google cendekia (google scholar) dan pubmed menggunakan kata kunci TB-DM dan keberhasilan pengobatan TB-DM. Pada tinjauan pustaka ini, kasus TB paru baru didiagnosis berdasarkan pemeriksaan bakteriologis dan terdiagnosis klinis. Pengobatan TB dinyatakan berhasil bila dinyatakan sembuh dan melakukan pengobatan OAT lengkap. Kasus TB paru resisten dan TB ekstra paru tidak dimasukkan dalam tinjauan pustaka ini. Hasil tinjauan pustaka ini menunjukkan pengobatan pada TB-DM berpotensi menyebabkan kegagalan dalam pengobatan, oleh karena itu, perlu dilakukan pemantauan pengobatan untuk mencapai sasaran terapi. Perlu diperhatikan adanya interaksi antara OAT dengan obat antidiabetik oral. Berdasarkan anjuran dari PERKENI serta penelitian-penelitian yang dilakukan sebelumnya, rejimen terapi DM yang dianjurkan sebagai pilihan utama dalam pengobatan  pada pasien TB-DM adalah insulin. Insulin bersifat anti-inflamasi, cepat mengendalikan kadar gula darah, dan menurunkan kerentanan terhadap infeksi sehingga kesembuhan TB menjadi lebih cepat serta terhindar dari infeksi sekunder.Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi paru dan diabetes mellitus merupakan gangguan metabolisme karena terdapat kelainan pada insulin. Keduanya memiliki hubungan dua arah yang sudah banyak dibuktikan, risiko terjadinya TB pada penderita DM akibat adanya gangguan sistem imun. Pada diabetes imunitas seluler berkurang yang berdampak pada berkurang nya limfosit dan makrofag yang peranan penting dalam pertahanan terhadap kuman Mycobacterium tuberculosis. Pengobatan pada tuberkulosis paru dengan penyakit penyerta diabetes mellitus berpontesi menyebabkan kegagalan dalam pengobatan, oleh karena itu perlu dilakukannya pemantauan dalam pengobatan untuk mencapai sasaran dalam pengobatan, dan perlu diperhatikan ada nya interaksi antara OAT yang mempengaruhi konsentrasi obat antiadiabetik oral agar mendapatkan dosis yang tepat untuk mencapai keberhasilan pengobatan

    Perkembangan Terkini Terapi Sistemik Psoriasis

    Get PDF
    Psoriasis merupakan penyakit inflamasi kulit akibat aktivasi terhadap sistem imun bawaan dan adaptif. Etiopatogenesis psoriasis merupakan proses kompleks dan multifaktorial, yang dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan seperti stres, trauma, dan infeksi. Pada pasien dengan psoriasis kategori sedang hingga berat dan lesi lokalisata di area skalp, wajah, kuku, telapak tangan dan kaki, serta genital merupakan indikasi untuk pemberian terapi dengan obat sistemik. Saat ini terdapat berbagai pilihan terapi sistemik yang tersedia yaitu obat sistemik konvensional, terapi small molecules, obat biologik, dan biosimilarnya yang terdiri atas inhibitor TNF-α, inhibitor IL-12/23, inhibitor IL-17, dan inhibitor IL-23. Selama dekade terakhir, tata laksana psoriasis telah mengalami pergeseran paradigma yaitu obat biologik dan biosimilarnya mulai menjadi pilihan utama karena telah terbukti memiliki efikasi yang lebih kuat dengan efek samping minimal. Tinjauan pustaka ini membahas perkembangan terapi sistemik psoriasis terkini sehingga diharapkan dapat memberikan acuan untuk memilih terapi yang tepat, efektif, dan aman untuk pasien psoriasis.Psoriasis merupakan penyakit inflamasi kulit akibat aktivasi terhadap sistem imun bawaan dan adaptif. Etiopatogenesis psoriasis merupakan proses kompleks dan multifaktorial, yang dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan seperti stres, trauma, dan infeksi. Pada pasien dengan psoriasis kategori sedang hingga berat dan lesi lokalisata di area skalp, wajah, kuku, telapak tangan dan kaki, serta genital merupakan indikasi untuk pemberian terapi dengan obat sistemik. Saat ini terdapat berbagai pilihan terapi sistemik yang tersedia yaitu obat sistemik konvensional, terapi small molecules, obat biologik, dan biosimilarnya yang terdiri atas inhibitor TNF-α, inhibitor IL-12/23, inhibitor IL-17, dan inhibitor IL-23. Selama dekade terakhir, tata laksana psoriasis telah mengalami pergeseran paradigma yaitu obat biologik dan biosimilarnya mulai menjadi pilihan utama karena telah terbukti memiliki efektivitas baik, dengan efek samping minimal. Tinjauan pustaka ini membahas perkembangan terapi sistemik psoriasis terkini sehingga diharapkan dapat memberikan acuan untuk memilih terapi yang tepat, efektif, dan aman untuk pasien psoriasis

    Biomonitoring Pajanan Pestisida Organofosfat pada Pekerja Pertanian

    Get PDF
    Untuk mengendalikan organisme pengganggu, kegiatan pertanian pada umumnya menggunakan pestisida secara rutin diantaranya insektisida organofosfat (OP). Oleh karenanya, para pekerja di sektor pertanian terutama mereka yang bertugas mengaplikasikan pestisida akan terpajan dengan OP dalam jumlah tertentu dan berisiko mengalami dampak kesehatan. Penilaian pajanan bahan kimia atau efeknya dengan mengukur kandungan bahan kimia tersebut, dalam hal ini pajanan OP, dapat dilakukan melalui biomonitoring. Pemilihan biomarker, matrik biologis, dan waktu pengambilan spesimen merupakan faktor penting yang harus direncanakan dengan cermat mengingat bahwa keberadaan biomarker pajanan OP sangat dipengaruhi oleh proses metabolisme toksikan. Mekanisme toksisitas organofosfat (OP) telah diketahui secara luas yaitu berlangsung melalui penghambatan enzim asetilkolinesterase (AChE). Sehubungan dengan hal tersebut, pemeriksaan pajanan pestisida OP umumnya terbatas pada pemeriksaan asetilkolinesterase (AChE) maupun butirilkolinesterase (BChE) yang memberikan informasi mengenai keberadaan pajanan OP namun tidak secara spesifik menunjukkan agen penyebabnya. Artikel ini membahas informasi mengenai parameter monitoring biologis yang dapat dilakukan untuk menilai pajanan pestisida OP pada pekerja di sektor pertanian.Untuk mengendalikan organisme pengganggu, kegiatan pertanian pada umumnya menggunakan pestisida secara rutin diantaranya insektisida organofosfat (OP). Oleh karenanya, para pekerja di sektor pertanian terutama mereka yang bertugas mengaplikasikan pestisida akan terpajan dengan OP dalam jumlah tertentu dan berisiko mengalami dampak kesehatan. Penilaian pajanan bahan kimia atau efeknya dengan mengukur kandungan bahan kimia tersebut, dalam hal ini pajanan OP, dapat dilakukan melalui biomonitoring. Pemilihan biomarker, matrik biologis, dan waktu pengambilan spesimen merupakan faktor penting yang harus direncanakan dengan cermat mengingat bahwa keberadaan biomarker pajanan OP sangat dipengaruhi oleh proses metabolisme toksikan. Mekanisme toksisitas organofosfat (OP) telah diketahui secara luas yaitu berlangsung melalui penghambatan enzim asetilkolinesterase (AChE). Sehubungan dengan hal tersebut, pemeriksaan pajanan pestisida OP umumnya terbatas pada pemeriksaan asetilkolinesterase (AChE) maupun butirilkolinesterase (BChE) yang memberikan informasi mengenai keberadaan pajanan OP namun tidak secara spesifik menunjukkan agen penyebabnya. Artikel ini membahas informasi mengenai parameter monitoring biologis yang dapat dilakukan untuk menilai pajanan pestisida OP pada pekerja di sektor pertanian

    1,003

    full texts

    1,395

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Kristen Krida Wacana
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇