Jurnal Universitas Kristen Krida Wacana
Not a member yet
    1395 research outputs found

    Efektivitas Tanaman Sambiloto (Andrographis Paniculata) dan Senyawa Andrographolide dalam Menghambat Infeksi COVID-19 : Literature Review

    No full text
    Sambiloto (Andrographis paniculata) has long been used as a herbal medicine by local Indonesian people, especially because it is easy to find in the yard of the house. Since the onset of the COVID-19 pandemic, various handling efforts have been carried out, ranging from pharmacological and non-pharmacological. Various herbal plants that have the potential to be used as COVID-19 treatments have begun to be tested, including A. paniculata. To find out the benefits and mechanisms of A. paniculata in the treatment of COVID-19, a literature review study was conducted by tracing data in the form of scientific journals published in the last 2 years since the pandemic began. At the end of the results of this study, A. paniculata demonstrated its function in inhibiting COVID-19 through the mechanism of preventing virus attachment to surface receptors and inhibiting viral replication.Andrographis paniculata (AP) telah lama digunakan sebagai bahan jamu oleh masyarakat lokal Indonesia karena tanaman tersebut mudah ditemukan di pekarangan rumah. Sejak terjadinya pandemi COVID-19 berbagai upaya penanganan dilakukan, mulai dari farmakologis dan non-farmakologis. Berbagai tanaman herbal yang berpotensi menjadi pengobatan COVID-19 mulai diuji, termasuk Andrographis paniculata. Untuk mengetahui manfaat dan mekanisme Andrographis paniculata dalam pengobatan COVID-19, dilakukan studi literature review dengan penelusuran data berupa jurnal ilmiah yang dipublikasi dalam 2 tahun terakhir sejak pandemi dimulai. Pada akhir hasil studi ini, Andrographis paniculata menunjukkan fungsinya dalam menghambat COVID-19 melalui mekanisme pencegahan perlekatan virus dengan reseptor permukaan sel dan penghambatan replikasi virus

    Efektivitas Antioksidan Tanaman Faloak (Sterculia quadrifida)

    Full text link
    Faloak plant is widely used by people in East Nusa Tenggara Province to treat various diseases. The bark of the faloak tree is believed to increase stamina, treat liver dysfunction, ulcers, and typhoid.  Often also used to clean the vagina and treat menstrual disorders. Traditional medicine of the faloak plant has been widely used, but there has not been much research and scientific evidence regarding the activity of the faloak plant as a herbal ingredient. The purpose of this literature review is to determine the effect of the faloak plant as an antioxidant. For this reason, a literature search was carried out by searching for articles in research journal databases. From the results of this literature search, it was found that there was significant antioxidant activity in the use of extracts of the bark and roots of Sterculia quadrifida which showed the strongest antioxidant activity compared to leaves, fruits and seeds.  The best antioxidant activity was found in 95% ethanol extract for plant bark and 70% ethanol for plant roots. It is because of the identification of the secondary metabolites contained in this plant, including alkaloids, phenols, flavonoids, terpenoids and tannins which are known to act as anti-oxidantsSterculia quadrifida atau tanaman faloak banyak digunakan oleh masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk mengobati berbagai penyakit di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kulit batang pohon faloak diyakini dapat meningkatkan stamina, mengobati disfungsi hati, bisul, dan tipes. Sering juga digunakan untuk membersihkan organ wanita (vagina) dan mengobati gangguan menstruasi. Pengobatan tradisional tanaman faloak telah banyak digunakan secara luas, tetapi belum banyak penelitian dan bukti ilmiah mengenai aktivitas tanaman faloak sebagai ramuan herbal. Tujuan dari penulisan literature review ini adalah untuk mengetahui efek dari tanaman faloak sebagai antioksidan. Untuk itu dilakukan penulusuran literatur melalui pencarian artikel dalam database jurnal penelitian melalui website internet. Dari hasil penelusuran literatur ini diketahui adanya aktivitas antioksidan yang signifikan pada penggunaan ekstrak bagian kulit batang dan akar Sterculia quadrifida yang menunjukkan aktivitas antioksidan paling kuat dibandingkan daun, buah dan biji. Aktivitas antioksidan ditemukan terbaik pada ekstrak etanol 95% untuk kulit batang tanaman dan etanol 70% untuk akar tanaman. Diketahui hal ini karena dari hasil identifikasi kandungan senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada tanaman ini, antara lain alkaloid, fenol, flavonoid, terpenoid dan tanin yang diketahui berperan sebagai anti antioksidan. &nbsp

    Pengaruh Asap Cair Bambu Tali (Gigantochloa apus) terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis

    Full text link
    Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis merupakan penyebab infeksi pada luka terbuka. Penggunaan antibiotik pada dosis yang berlebih untuk pengobatan infeksi dapat menyebabkan resistensi, oleh karena itu dibutuhkan agen antibakteri alternatif, misal dari tanaman yang dapat membunuh bakteri patogen. Bambu tali merupakan salah satu kekayaan alam yang tumbuh subur di Aek Nauli, Sumatera Utara. Masyarakat setempat menggunakan asap cair bambu tali yang dipercaya dapat mengobati infeksi luka terbuka. Belum banyak kajian potensi asap cair bambu tali, sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengkaji potensi asap cair bambu tali sebagai agen antibakteri. Pembuatan asap cair dilakukan dengan melakukan pembakaran bambu tali. Uji fitokimia dilakukan dengan menggunakan GC-MS. Dilakukan uji antibakteri dengan metode difusi agar sumuran, pengukuran nilai MIC dan MBC untuk mengetahui efektivitasnya sebagai agen antibakteri. Hasil GC-MS menunjukkan bahwa senyawa utama yang terkandung dalam cairan asap bambu tali adalah furan, fenol dan asam lemak. Hasil uji antibakteri metode difusi agar menunjukkan bahwa asap cair bambu tali dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada konsentrasi 20%. Didapatkan nilai MIC dan MBC 5% asap cair tali bambu terhadap Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis.Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis merupakan penyebab infeksi pada luka terbuka. Penggunaan antibiotik pada dosis yang berlebih untuk pengobatan infeksi dapat menyebabkan resistensi, oleh karena itu dibutuhkan agen antibakteri alternatif, misal dari tanaman yang dapat membunuh bakteri patogen. Bambu tali merupakan salah satu kekayaan alam yang tumbuh subur di Aek Nauli, Sumatera Utara. Masyarakat setempat menggunakan asap cair bambu tali yang dipercaya dapat mengobati infeksi luka terbuka. Belum banyak kajian potensi asap cair bambu tali, sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengkaji potensi asap cair bambu tali sebagai agen antibakteri. Pembuatan asap cair dilakukan dengan melakukan pembakaran bambu tali. Uji fitokimia dilakukan dengan menggunakan GC-MS. Dilakukan uji antibakteri dengan metode difusi agar sumuran, pengukuran nilai MIC dan MBC untuk mengetahui efektivitasnya sebagai agen antibakteri. Hasil GC-MS menunjukkan bahwa senyawa utama yang terkandung dalam cairan asap bambu tali adalah furan, fenol dan asam lemak. Hasil uji antibakteri metode difusi agar menunjukkan bahwa asap cair bambu tali dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada konsentrasi 20%. Didapatkan nilai MIC dan MBC 5% asap cair tali bambu terhadap Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis

    PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, ROA DAN LEVERAGE PADA TARIF PAJAK EFEKTIF PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI PADA 2017-2020 (SUBSEKTOR CONSUMER GOODS)

    Full text link
    The study aims to test whether Company Size, Return on Asset, and Leverage affect Effective Tax Rates. The data used is secondary data or derived from the financial statements of manufacturing companies registered with the IDX for the period 2017-2020. Retrieval techniques use purposive sampling techniques. The number of samples processed is 32 companies with overall observation data reaching 128 samples. The data was analyzed using multiple linear regression analysis and processed using the SPSS version 24 program. The results showed that the Size of the Company had a positive but insignificant effect on the effective tax rate, the return on asset negatively and significantly on the effective tax rate, and the leverage had a significant positive effect on the effective tax rate. Keywords: Company Size, Return on Asset, Leverage, Effective Tax Rate

    IMPLIKASI LIQUIDITY, FINANCIAL LEVERAGE, DAN KINERJA LINGKUNGAN TERHADAP FINANCIAL PERFORMANCE

    Full text link
    This study aims to determine the impact of liquidity, financial leverage, and environmental performance on the financial performance of manufacturing companies listed in the Indonesia Stock Exchange for the year 2018-2020. The sampling technique used in this research is the purposive sampling method. There are 26 registered manufactured companies from 2018 to 2020 that meet the criteria to be sampled. The research data used was secondary data which was processed using Microsoft excel and E-views version 12. This study uses panel data regression with a fixed effect model. The results of this study indicate that financial leverage has a positive and significant effect on the financial performance, while liquidity and environmental performance have a positive and insignificant effect on the financial performance. Keywords: Liquidity, Financial Leverage, Environmental Performance, Financial Performanc

    Analysis of Factors Affecting Firm Performance Moderated by Competitive Strategies

    Full text link
    The purpose of this research was to obtain evidence on the effect of financial leverage and components of intellectual capital (human capital efficiency, structural capital efficiency, capital employed efficiency) on firm performance with competitive strategies as moderation in manufacturing companies listed in Indonesian Stock Exchange during three years. The sample was selected using the cluster sampling method amounted to 27 companies. Data processing methods were performed using EViews. The results showed that financial leverage, human capital efficiency, and structural capital efficiency have an influence on firm performance, while capital employed efficiency and financial leverage moderated by competitive strategies have no influence on firm performance.  Keywords: Financial Leverage; Intellectual Capital; Competitive Strategies; Firm Performanc

    Body Dysmorphic Disorder di Layanan Estetik: Prevalensi, Problematika, dan Deteksi Dini

    Full text link
    Body Dysmorphic Disorder (BDD) merupakan salah satu gangguan jiwa dengan prevalensi yang bermakna namun seringkali tidak terdiagnosis. Orang dengan BDD sering datang ke layanan estetik untuk merubah penampilan mereka melalui tindakan operasi. Hingga saat ini belum ada data atau literatur mengenai BDD di layanan estetik di Indonesia. Tujuan tulisan ini adalah membahas mengenai prevalensi BDD di layanan estetik, problematika yang dihadapi oleh dokter layanan estetik, dan deteksi dini BDD di layanan estetik. Metode penelusuran dengan pencarian pustaka yang relevan secara online. Prevalensi BDD di layanan estetik lebih besar daripada populasi umum karena mayoritas orang dengan BDD mencari pengobatan ke layanan non-psikiatri seperti klinik bedah plastik estetik dan dermatologi. Di sisi lain, kesadaran dokter layanan estetik terhadap klien dengan BDD masih rendah dan masih terdapat perbedaan pendapat mengenai BDD sebagai kontraindikasi tindakan operasi. Tindakan operasi pada klien dengan BDD berpotensi memperburuk BDD dan menyebabkan ancaman terhadap dokter yang menangani, seperti gugatan legal bahkan pembunuhan. Deteksi dini BDD di layanan estetik dapat dilakukan dengan alat skrining BDD dan dilanjutkan dengan rujukan ke layanan psikiatri. Kesadaran dan deteksi dini BDD di layanan estetik krusial agar orang dengan BDD mendapatkan penanganan psikiatri yang dibutuhkan dan risiko masalah legal bagi dokter yang menangani dapat dikurangi.Pendahuluan: Body Dysmorphic Disorder (BDD) merupakan salah satu gangguan jiwa yang berpotensi memburuk akibat peningkatan stres dan kecemasan selama pandemi Covid-19. Orang dengan BDD seringkali datang ke layanan estetik untuk merubah penampilan mereka melalui tindakan operasi. Hingga saat ini belum ada data atau literatur mengenai BDD di layanan estetik di Indonesia. Tujuan: membahas mengenai prevalensi BDD di layanan estetik, problematika yang dihadapi oleh dokter layanan estetik, dan deteksi dini BDD di layanan estetik. Metode penelusuran: pencarian pustaka yang relevan secara online.Diskusi: Prevalensi BDD di layanan estetik lebih besar daripada populasi umum karena mayoritas orang dengan BDD mencari pengobatan ke layanan non-psikiatri seperti klinik bedah plastik estetik dan dermatologi. Di sisi lain, kesadaran dokter layanan estetik terhadap klien dengan BDD masih rendah, dan masih terdapat perbedaan pendapat mengenai BDD sebagai kontraindikasi tindakan operasi. Tindakan operasi pada klien dengan BDD berpotensi memperburuk BDD dan menyebabkan ancaman terhadap dokter yang menangani, seperti gugatan legal bahkan pembunuhan. Deteksi dini BDD di layanan estetik dapat dilakukan dengan alat skrining BDD, dan dilanjutkan dengan rujukan ke layanan psikiatri. Penutup: Kesadaran dan deteksi dini BDD di layanan estetik sangatlah krusial agar orang dengan BDD mendapakan penanganan psikiatri yang dibutuhkan dan dokter yang menangani terhindar dari masalah legal

    Aktivitas Luar Ruangan Menghambat Pemanjangan Aksis Mata sebagai Pencegahan Miopia Progresif pada Anak

    Full text link
    Miopia paling sering disebabkan oleh Axial Length (AL) yang melebihi panjang rata-rata normal. Prevalensi miopia diprediksi akan mengalami peningkatan pada 2050. Peningkatan tersebut salah satunya disebabkan karena ada perubahan gaya hidup yang menyebabkan terjadi penurunan aktivitas di luar ruangan. Cahaya yang didapatkan pada aktivitas di luar ruangan merupakan faktor protektif yang dapat menghambat pemanjangan AL khususnya pada anak. Tinjauan Pustaka ini bertujuan untuk menggambarkan pengaruh aktivitas di luar ruangan terhadap AL anak pada penelitian yang dilakukan negara-negara lain untuk diterapkan pada populasi di Indonesia. Pencarian penelitian dilakukan pada ScienceDirect, PubMed, JAMA Network, dan Arvojournals dengan mengidentifikasi jurnal penelitian dari tahun 2012-2021. Tinjauan Pustaka ini menggunakan pedoman Preferred Reporting for Systematic Review and Meta-analysis (PRISMA). Didapatkan tujuh penelitian kohort dan tiga penelitian eksperimen yang sesuai dengan kriteria inklusi. Dapat disimpulkan bahwa aktivitas di luar ruangan dapat menghambat pemanjangan AL pada anak namun perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan menggunakan intervensi tambahan berupa aktivitas di luar ruangan yang diukur dengan intensitas cahaya secara objektif pada anak dalam populasi lain khususnya di Indonesia.Miopia paling sering disebabkan oleh Axial Length (AL) yang melebihi panjang rata-rata normal. Prevalensi miopia diprediksi akan mengalami peningkatan pada 2050. Peningkatan tersebut salah satunya disebabkan karena ada perubahan gaya hidup yang menyebabkan terjadi penurunan aktivitas di luar ruangan. Cahaya yang didapatkan pada aktivitas di luar ruangan merupakan faktor protektif yang dapat menghambat pemanjangan AL khususnya pada anak. Tinjauan Pustaka ini bertujuan untuk menggambarkan pengaruh aktivitas di luar ruangan terhadap AL anak pada penelitian yang dilakukan negara-negara lain untuk diterapkan pada populasi di Indonesia. Pencarian penelitian dilakukan pada ScienceDirect, PubMed, JAMA Network, dan Arvojournals dengan mengidentifikasi jurnal penelitian dari tahun 2012-2021. Tinjauan Pustaka ini menggunakan pedoman Preferred Reporting for Systematic Review and Meta-analysis (PRISMA). Didapatkan tujuh penelitian kohort dan tiga penelitian eksperimen yang sesuai dengan kriteria inklusi. Dapat disimpulkan bahwa aktivitas di luar ruangan dapat menghambat pemanjangan AL pada anak namun perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan menggunakan intervensi tambahan berupa aktivitas di luar ruangan yang diukur dengan intensitas cahaya secara objektif pada anak dalam populasi lain khususnya di Indonesia

    Pengaruh Postur Duduk Membungkuk dalam Menimbulkan Kifosis Postural

    Full text link
    Kurangnya aktivitas sehari-hari menyebabkan banyak orang duduk dengan postur membungkuk. Apabila keadaan ini terjadi secara berkepanjangan dapat menjadi sebuah kebiasaan yang dapat menyebabkan kifosis postural. Pada kifosis postural, pertambahan derajat kurvatura tulang vertebra thoracal bersifat fleksibel atau dipengaruhi postur. Postur duduk membungkuk mengakibatkan tubuh menjadi lebih condong ke anterior dan mengubah good alignment tubuh sehingga kurvatura kifosis regio thoracal semakin meningkat dan kurvatura lordosis regio lumbal mendatar seperti pada penderita kifosis postural. Perubahan kurvatura ini dapat menimbulkan regangan yang melampaui batas resistensi pada ligamen bagian posterior vertebra dan meningkatkan tekanan mekanik pada discus intervertebralis. Kondisi ini berpotensi untuk mencetuskan kekakuan otot penegak punggung, keluhan nyeri punggung dan punggung bawah, hingga kepada proses inflamasi dan fenomena creep pada jaringan viscoelastis tulang vertebra. Kejadian kifosis postural progresif yang mengakibatkan kerusakan morfologi tulang dan jaringan lunaknya seperti yang ditemukan pada kifosis Scheuermann  belum ditemukan, meskipun pada keduanya terjadi trauma mekanik yang berkepanjangan.  A Kurangnya aktivitas sehari-hari menyebabkan banyak orang duduk dengan postur membungkuk. Apabila keadaan ini terjadi secara berkepanjangan dapat menjadi sebuah kebiasaan yang dapat menyebabkan kifosis postural. Pada kifosis postural, pertambahan derajat kurvatura tulang vertebra thoracal bersifat fleksibel atau dipengaruhi postur. Postur duduk membungkuk mengakibatkan tubuh menjadi lebih condong ke anterior dan mengubah good alignment tubuh sehingga kurvatura kifosis regio thoracal semakin meningkat dan kurvatura lordosis regio lumbal mendatar seperti pada penderita kifosis postural. Perubahan kurvatura ini dapat menimbulkan regangan yang melampaui batas resistensi pada ligamen bagian posterior vertebra dan meningkatkan tekanan mekanik pada discus intervertebralis. Kondisi ini berpotensi untuk mencetuskan kekakuan otot penegak punggung, keluhan nyeri punggung dan punggung bawah, hingga kepada proses inflamasi dan fenomena creep pada jaringan viscoelastis tulang vertebra. Kejadian kifosis postural progresif yang mengakibatkan kerusakan morfologi tulang dan jaringan lunaknya seperti yang ditemukan pada kifosis Scheuermann  belum ditemukan, meskipun pada keduanya terjadi trauma mekanik yang berkepanjangan.

    Aktivitas Penghambatan Candida krusei oleh Ekstrak Etanol Batang Brotowali (Tinospora crispa L.)

    Full text link
    Candida krusei merupakan salah satu jenis Candida dengan tingkat patogenitas yang lebih rendah dibandingkan C. albicans. Meskipun demikian spesies ini dapat menyebabkan penurunan respon imun inang karena memiliki struktur polisakarida chitin yang lebih tinggi. Pengobatan infeksi Candida yang disamaratakan mengakibatkan C. krusei menjadi resisten terhadap obat antijamur. Ekstrak etanol batang brotowali (Tinospora crispa L.) mengandung flavonoid dan alkaloid-berberin yang dapat menghambat pertumbuhan jamur. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan ekstrak etanol batang brotowali dalam menghambat pertumbuhan C. krusei. Pembuatan ekstrak etanol batang brotowali dilakukan dengan menggunakan metode maserasi. Uji antijamur dilakukan dengan teknik difusi kertas cakram (Kirby-Bauer test). Ekstrak etanol batang brotowali mampu menghambat pertumbuhan C. krusei pada konsentrasi 2.500 μg/mL dan 5.000 μg/mL dengan zona hambat sebesar 17,75 mm dan 22,25 mm. Pada konsentrasi 1.250 μg/mL, zona hambat yang terbentuk sebesar 6,75 mm yang termasuk ke dalam kategori respon hambat pertumbuhan yang lemah. Analisis statistik menggunakan One Way Anova menunjukkan nila p < 0,05. Kesimpulannya adalah ekstrak etanol batang brotowali mampu menghambat pertumbuhan C. krusei dengan konsentrasi efektif 2.500 μg/mL.Candida krusei merupakan salah satu jenis Candida dengan tingkat patogenitas yang lebih rendah dibandingkan C. albicans. Meskipun demikian spesies ini dapat menyebabkan penurunan respon imun inang karena memiliki struktur polisakarida chitin yang lebih tinggi. Pengobatan infeksi Candida yang disamaratakan mengakibatkan C. krusei menjadi resisten terhadap obat antijamur. Ekstrak etanol batang brotowali (Tinospora crispa L.) mengandung flavonoid dan alkaloid-berberin yang dapat menghambat pertumbuhan jamur. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan ekstrak etanol batang brotowali dalam menghambat pertumbuhan C. krusei. Pembuatan ekstrak etanol batang brotowali dilakukan dengan menggunakan metode maserasi. Uji antijamur dilakukan dengan teknik difusi kertas cakram (Kirby-Bauer test). Ekstrak etanol batang brotowali mampu menghambat pertumbuhan C. krusei pada konsentrasi 2.500 μg/mL dan 5.000 μg/mL dengan zona hambat sebesar 17,75 mm dan 22,25 mm. Pada konsentrasi 1.250 μg/mL, zona hambat yang terbentuk sebesar 6,75 mm yang termasuk ke dalam kategori respon hambat pertumbuhan yang lemah. Analisis statistik menggunakan One Way Anova menunjukkan nila p < 0,05. Kesimpulannya adalah ekstrak etanol batang brotowali mampu menghambat pertumbuhan C. krusei dengan konsentrasi efektif 2.500 μg/mL

    1,003

    full texts

    1,395

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Kristen Krida Wacana
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇