Jurnal Universitas Kristen Krida Wacana
Not a member yet
    1395 research outputs found

    Kerapuhan dalam Kardiologi: Suatu Tinjauan Pustaka

    Full text link
    Status kerapuhan semakin mendapat perhatian global karena populasi orang tua yang semakin meningkat. Status kerapuhan bisa dinilai dengan fenotip kerapuhan menggunakan Fried Scale atau indeks kerapuhan menggunakan Rockwood CFS. Status kerapuhan juga memiliki peran dalam bidang kardiologi. Kerapuhan beresiko meningkatkan resiko mortalitas, lama perawatan di rumah sakit, admisi ICU dan menurunnya kualitas hidup pada pasien yang menjalani kardiointervensi, memiliki penyakit kardiovaskular dan gagal jantung. Kerapuhan merupakan kondisi yang dinamis, maka penting dilakukan upaya untuk memperbaiki kerapuhan seperti program rehabilitas jantungStatus kerapuhan semakin mendapat perhatian global karena populasi orang tua yang semakin meningkat. Status kerapuhan bisa dinilai dengan fenotip kerapuhan menggunakan Fried Scale atau indeks kerapuhan menggunakan Rockwood CFS. Status kerapuhan juga memiliki peran dalam bidang kardiologi. Kerapuhan beresiko meningkatkan resiko mortalitas, lamanya perawatan di rumah sakit, masuk ke ICU dan menurunnya kualitas hidup pada pasien yang menjalani kardiointervensi, memiliki penyakit kardiovaskular dan gagal jantung. Karena kerapuhan merupakan kondisi yang dinamis, maka bisa dilakukan upaya untuk memperbaiki kerapuhan seperti program rehabilitas jantung

    Efek Antiinflamasi Makrolid pada Pasien Bronkiektasis

    Full text link
    Bronkiektasis merupakan penyakit inflamasi kronik di saluran napas berupa dilatasi menetap dari bronkus. Penyebab bronkiektasis adalah idiopatik (> 60%) dan didapat (< 40%). Bronkiektasis memiliki gejala klinis batuk berdahak kronik disertai sesak napas progresif. Kebanyakan pasien bronkiektasis memiliki kejadian eksaserbasi yang sering. Keadaan eksaserbasi yang semakin sering akan menyebabkan penurunan kualitas hidup, memperburuk gejala bronkiektasis, penurunan fungsi paru, dan meningkatkan mortalitas. Perubahan pada mekanisme pertahanan di paru dan proses inflamasi yang terus menerus akan mempermudah infeksi di bronkus. Oleh karena itu, pengobatan bronkiektasis ditujukan untuk memperbaiki sistem pertahanan paru dan mengurangi inflamasi yang terjadi. Makrolid merupakan antibiotik yang diduga memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi sehingga dapat digunakan untuk pasien bronkiektasis. Beberapa penelitian randomized controlled trial (RCT) telah membuktikan bahwa penggunaan makrolid jangka panjang dapat mengurangi gejala eksaserbasi, memperbaiki fungsi paru, dan mengurangi produksi sputum 24 jam, tetapi meningkatkan resistensi terhadap kuman patogen penyebab infeksi pada bronkiektasis. Penggunaan makrolid jangka panjang sebaiknya mempertimbangkan keuntungan dan risiko seperti efek samping obat, interaksi obat, dosis obat, lama pengobatan, dan risiko munculnya resistensi. Bronkiektasis merupakan penyakit inflamasi kronik di saluran napas berupa dilatasi menetap dari bronkus. Penyebab bronkiektasis adalah idiopatik (> 60%) dan didapat (< 40%). Bronkiektasis memiliki gejala klinis batuk berdahak kronik disertai sesak napas progresif. Kebanyakan pasien bronkiektasis memiliki kejadian eksaserbasi yang sering. Keadaan eksaserbasi yang semakin sering akan menyebabkan penurunan kualitas hidup, memperburuk gejala bronkiektasis, penurunan fungsi paru, dan meningkatkan mortalitas. Perubahan pada mekanisme pertahanan di paru dan proses inflamasi yang terus menerus akan mempermudah infeksi di bronkus. Oleh karena itu, pengobatan bronkiektasis ditujukan untuk memperbaiki sistem pertahanan paru dan mengurangi inflamasi yang terjadi. Makrolid merupakan antibiotik yang diduga memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi sehingga dapat digunakan untuk pasien bronkiektasis. Beberapa penelitian randomized controlled trial (RCT) telah membuktikan bahwa penggunaan makrolid jangka panjang dapat mengurangi gejala eksaserbasi, memperbaiki fungsi paru, dan mengurangi produksi sputum 24 jam, tetapi meningkatkan resistensi terhadap kuman patogen penyebab infeksi pada bronkiektasis. Penggunaan makrolid jangka panjang sebaiknya mempertimbangkan keuntungan dan risiko seperti efek samping obat, interaksi obat, dosis obat, lama pengobatan, dan risiko munculnya resistensi.

    Indeks Subjek dan Penulis

    No full text

    Daftar Reviewer

    Full text link
    reviewe

    Pengaruh Aktivitas Fisik Dan Kualitas Tidur Terhadap Prestasi Akademik Peserta Didik Fakultas Kedokteran UKRIDA Angkatan 2019

    Full text link
    Background: Sleep is an active behavior that is carried out by humans continuously where the quality of sleep is a benchmark for a person to be able to enjoy sleep and maintain the stability of his body. Physical activity that is carried out consistently and regularly can have a great influence on a person's physical condition. Academic achievement is the result of a student's learning which is the most important part of education. This study used a quantitative descriptive study method, cross-sectional by taking data through a questionnaire. The study showed that the Class of 2019 students had good sleep quality and did sufficient physical activity. Where physical activity has a significant effect on the level of academic achievement of the students of the Faculty of Medicine Ukrida Batch 2019. Based on a partial test with a significance value of 0.406 (> 0.05) which shows that there is an influence between physical activity on academic achievement. . Based the partial test with a significance value of 0.220 (> 0.05) which indicates the influence of sleep quality on academic achievement. The F test is a joint test of the regression coefficients by comparing the p-value with a certain level of significance.Tidur merupakan perilaku aktif yang dilakukan manusia secara terus-menerus dimana kualitas tidur menjadi tolak ukur seseorang dapat menikmati tidur dan mempertahankan kestabilan tubuhnya. Aktivitas fisik yang dilakukan secara konsisten dan rutin dapat memberi pengaruh yang besar tehadap keadaan fisik seseorang. Prestasi akademik adalah hasil belajar seorang peserta didik yang merupakan bagian terpenting dalam pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode studi deskriptif kuantitatif, cross- sectional dengan mengambil data melalui kuesioner. Penelitian menunjukan peserta didik Angkatan 2019 memiliki kualitas tidur yang baik dan melakukan aktivitas fisik yang cukup. Dimana aktivitas fisik berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat prestasi akademik dari mahasiswa Fakultas Kedokteran Ukrida Angkatan 2019. Berdasarkan uji parsial dengan nilai signifikansi 0,406 (>0,05) yang menunjukkan adanya pengaruh antara aktivitas fisik terhadap prestasi akademik. Berdasarkan uji parsial dengan nilai signifikansi 0,220 (>0,05) yang menunjukkan adanya pengaruh antara kualitas tidur terhadap prestasi akademik. Uji F merupakan pengujian terhadap koefisien regresi secara bersama-sama dengan membandingkan p-value dengan tingkat signifikansi tertentu

    Penggunaan Antibiotik pada ISPA Gambaran Penggunaan Antibiotik pada Anak Dibawah Usia Lima Tahun (Balita) dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Puskesmas Kelurahan Tanjung Duren Selatan Tahun 2020-2021: Antibiotik pada ISPA Balita

    No full text
    Acute respiratory infections (ARI) is a disease that attacks the respiratory tract with various symptoms. The biggest cause of ARI is a virus (90-95%), so there is no need for antibiotics because most of the causes of ISP are viruses. Irrational administration of antibiotics can lead to bacterial resistance. The purpose of this study was to describe the use of antibiotics in infants under five years of age with ARI at the Tanjung Duren Selatan Village Health Center in the 2020-2021 period. This research was conducted by descriptive observational on 50 subjects. Sampling by consecutive sampling. The results of this study indicate that the majority of ARI patients have cough symptoms (96%) with an age range of 1-3 years (52%) and birth weight < 15 kg (92%). Complete basic immunization status is only 30%. Most of children under five with ARI (80%) did not get antibiotics and as many as 20% of patients under five with ARI used antibiotics, namely amoxicillin. This study concluded that according to the etiology of ARI in children under five caused by a virus, most of the Toddler patients with ARI  not receive antibiotics (80%) and Toddlers who used antibiotics (20%).ISPA merupakan penyakit yang menyerang saluran pernafasan dengan gejala yang bermacam-macam. Penyebab terbesar ISPA adalah virus (90-95%), sehingga terapi yang diberikan adalah untuk mengatasi gejalanya. Pemberian antibiotik yang tidak rasional dapat menyebabkan resistensi bakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penggunanaan antibiotik pada bayi dibawah usia lima tahun, dengan ISPA di Puskesmas Kelurahan Tanjung Duren Selatan pada periode 2020-2021. Penelitian ini dilakukan secara observational deskriptif pada 50 subjek. Pengambilan sampel secara consecutive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas pasien ISPA memiliki gejala batuk (96%) dengan rentang usia 1-3 tahun (52%) dan berat badan lahir < 15 kg (92%). Status imunisasi dasar yang lengkap hanya 30%.  Sebagian besar pasien Balita dengan ISPA (80%) tidak mendapatkan antibiotik dan sebanyak 20% pasien Balita dengan ISPA menggunakan antibiotik yaitu amoksisillin. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sesuai dengan etiologi dari ISPA pada Balita disebabkan virus, sebagian besar pasien Balita dengan  ISPA di Puskesmas Kelurahan Tanjung Duren Selatan tidak mendapatkan antibiotik (80%)

    Perbandingan Efektivitas Terapi Delayed-Onset Muscle Soreness: Studi Literatur

    Full text link
    Delayed onset muscle soreness (DOMS) adalah salah satu tipe cedera otot yang terjadi saat berolahraga. Adanya DOMS ditandai dengan perasaan nyeri dan tidak nyaman pada otot yang digunakan secara berlebihan. Kondisi DOMS dapat berefek pada penurunan ruang gerak otot dan paralisis semu yang pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan performa otot ke depannya. Mekanisme DOMS memiliki berbagai teori seperti asam laktat, spasme otot, kerusakan jaringan otot, kerusakan jaringan ikat, inflamasi, dan efluks enzim. Aktivitas fisik yang dapat memicu terjadinya DOMS adalah kontraksi eksentrik, yaitu kontraksi intensitas tinggi dan tidak biasa. Berbagai terapi yang dapat dilakukan adalah cold water immersion (CWI), contrast water immersion, cryotheraphy, kompresi, perbaikan aktif, Nonsteroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID), massage, heat treatment, antioksidan, vibrasi, dan whole body cryotherapy. Studi menunjukkan bahwa tidak semua modalitas terapi dapat menurunkan persepsi nyeri pada DOMS maupun biomarker inflamasi dan kerusakan jaringan. Hasil efektivitas terapi sangat bervariasi mengikuti waktu saat diberikan atau dosisnya.Delayed onset muscle soreness (DOMS) adalah salah satu tipe cedera otot yang terjadi saat berolahraga. Adanya DOMS ditandai dengan perasaan nyeri dan tidak nyaman pada otot yang digunakan secara berlebihan. Kondisi DOMS dapat berefek pada penurunan ruang gerak otot dan paralisis semu yang pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan performa otot ke depannya. Mekanisme DOMS memiliki berbagai teori seperti asam laktat, spasme otot, kerusakan jaringan otot, kerusakan jaringan ikat, inflamasi, dan efluks enzim. Aktivitas fisik yang dapat memicu terjadinya DOMS adalah kontraksi eksentrik, yaitu kontraksi intensitas tinggi dan tidak biasa. Berbagai terapi yang dapat dilakukan adalah cold water immersion (CWI), contrast water immersion, cryotheraphy, kompresi, perbaikan aktif, Nonsteroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID), massage, heat treatment, antioksidan, vibrasi, dan whole body cryotherapy. Studi menunjukkan bahwa tidak semua modalitas terapi dapat menurunkan persepsi nyeri pada DOMS maupun biomarker inflamasi dan kerusakan jaringan. Hasil efektivitas terapi sangat bervariasi mengikuti waktu saat diberikan atau dosisnya

    Description of Pregnant Woman with COVID-19 and Newborn Ooutcomes in Mitra Husada Hospital Pringsewu Years of 2020-2021

    No full text
    COVID-19 is an infectious disease caused by Novel Coronavirus (nCoV). This virus easily infects the population of vulnerable groups and pregnant women are one of them. To prevent transmission, the procurement of large-scale social restrictions (PSBB) in Indonesia led to limited maternal and neonatal care health services. Fearing an increase in morbidity and mortality of mothers and newborns. Research on pregnancy and outcomes of newborns with COVID-19 is stil limited so the authors reviewed the picture of pregnant women with COVID-19 and the outcome of babies at Mitra Husada Pringsewu Hospital for the period 2020-2021.This study uses retrospective descriptive, cross sectional methods by tracing the medical record data of pregnant women with COVID-19 infection who gave birth at Mitra Husada Pringsewu Hospital. Most mothers are in the age range of 20-35 years and have given birth more than once. Births are predominantly by section caesarean section 70%, and only 23.3% of mothers have comorbid disease. Birth weight and APGAR scores are dominated by normal but 6.3% of babies have very poor grades of APGAR. Babies are born 62.5% aterm, and almost all babies show negative results of COVID-19.COVID-19 is an infectious disease caused by Novel Coronavirus (nCoV). This virus easily infects the population of vulnerable groups and pregnant women are one of them. To prevent transmission, the procurement of large-scale social restrictions (PSBB) in Indonesia led to limited maternal and neonatal care health services. Fearing an increase in morbidity and mortality of mothers and newborns. Research on pregnancy and outcomes of newborns with COVID-19 is stil limited so the authors reviewed the picture of pregnant women with COVID-19 and the outcome of babies at Mitra Husada Pringsewu Hospital for the period 2020-2021.This study uses retrospective descriptive, cross sectional methods by tracing the medical record data of pregnant women with COVID-19 infection who gave birth at Mitra Husada Pringsewu Hospital. Most mothers are in the age range of 20-35 years and have given birth more than once. Births are predominantly by section caesarean section 70%, and only 23.3% of mothers have comorbid disease. Birth weight and APGAR scores are dominated by normal but 6.3% of babies have very poor grades of APGAR. Babies are born 62.5% aterm, and almost all babies show negative results of COVID-19

    Tinjauan Pustaka: Efikasi Permetrin 5% sebagai Terapi Skabies

    Full text link
    Skabies merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei var hominis. Penyakit ini sangat mudah menyerang manusia yang hidup berkelompok seperti asrama, barak, dan lain-lain. Krim permetrin 5% merupakan tata laksana yang sering digunakan dan dinilai aman serta memiliki efektivitas yang tinggi. Meskipun permetrin sebagai obat pilihan utama yang baik untuk skabies, terdapat beberapa skabisida yang dinilai aman dan efektivitasnya sebanding dengan permetrin. Tujuan penulisan tinjauan pustaka ini dilakukan untuk mengetahui kemanjuran dari krim permetrin 5% yang dibandingkan dengan terapi skabies lainnya. Metode pencarian yang dilakukan pada studi literatur ini dengan cara pencarian basis data elektronik melalui Google scholar, Pubmed, dan Proquest. Dari literatur yang ditemukan didapatkan bahwa efikasi dan efektivitas terhadap obat skabies lebih banyak dimiliki oleh krim permetrin 5%, dengan angka kesembuhan di minggu akhir percobaan rata-rata mencapai 89-100%. Faktor yang memengaruhi efikasi seperti farmakokinetik, kepatuhan penggunaan obat, durasi waktu, dan resistensi terhadap permetrin. Permetrin 5% mempunyai efikasi yang lebih baik dibandingkan obat skabies lainnya. Pengaplikasian permetrin dengan pedoman waktu selama 8-12 jam dinilai cukup mampu mematikan tungau dan mengurangi lesi serta rasa gatal yang cepat.Skabies merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei var hominis. Penyakit ini sangat mudah menyerang manusia yang hidup berkelompok seperti asrama, barak, dan lain-lain. Krim permetrin 5% merupakan tata laksana yang sering digunakan dan dinilai aman serta memiliki efektivitas yang tinggi. Meskipun permetrin sebagai obat pilihan utama yang baik untuk skabies, terdapat beberapa skabisida yang dinilai aman dan efektivitasnya sebanding dengan permetrin. Tujuan penulisan tinjauan pustaka ini dilakukan untuk mengetahui kemanjuran dari krim permetrin 5% yang dibandingkan dengan terapi skabies lainnya. Metode pencarian yang dilakukan pada studi literatur ini dengan cara pencarian basis data elektronik melalui Google scholar, Pubmed, dan Proquest. Dari literatur yang ditemukan didapatkan bahwa efikasi dan efektivitas terhadap obat skabies lebih banyak dimiliki oleh krim permetrin 5%, dengan angka kesembuhan di minggu akhir percobaan rata-rata mencapai 89-100%. Faktor yang memengaruhi efikasi seperti farmakokinetik, kepatuhan penggunaan obat, durasi waktu, dan resistensi terhadap permetrin. Permetrin 5% mempunyai efikasi yang lebih baik dibandingkan obat skabies lainnya. Pengaplikasian permetrin dengan pedoman waktu selama 8-12 jam dinilai cukup mampu mematikan tungau dan mengurangi lesi serta rasa gatal yang cepat

    Gambaran Tingkat Stress, Kecemasan dan Depresi Mahasiswa saat Adaptasi Tahun Kedua Pandemi COVID-19

    Full text link
    Kasus COVID-19 pertama kali muncul di Indonesia pada Maret 2020. Memasuki tahun kedua pandemi Covid-19, berbagai adaptasi terhadap proses belajar di perguruan tinggi dilakukan. PDSKJI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia) mencatat 1.522 penduduk Indonesia mengalami gangguan kesehatan mental akibat pandemi COVID-19 ini, tidak terkecuali para mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat stress, cemas dan depresi pada mahasiswa pada tahun kedua adaptasi pandemi. Penelitian deskriptif ini menggunakan metode  purposive sampling, dimana mengikutsertakan 97 orang mahasiswa kedokteran angkatan Tahun 2018 di Fakultas Kedokteran sebagai responden. Penelitian ini bertujuan menentukan tingkat stres, kecemasan, dan depresi responden penelitian di tahun ke-2 pandemi. Data penelitian dikumpulkan pada Bulan Mei 2021 dengan menggunakan kuesioner DASS-21 (Depression Anxiety Stress Scales). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 55.67% responden penelitian berada pada level stress normal, kecemasan (86,6%) dan depresi (57,73%). Studi ini juga meneliti faktor-faktor seperti jenis kelamin, usia, interaksi sosial, dan ekonomi. Responden yang mengalami kecemasan dan depresi lebih banyak ditemukan pada mahasiswa dengan status ekonomi keluarga menurun dan tidak aktif berinteraksi sosial. Peranan organisasi kemahasiswaan di kampus serta penanggulangan pandemi yang efektif diharapkan dapat mengatasi stress, cemas dan depresi pada mahasiswa saat perkuliahan online di masa pandemi.Kasus COVID-19 pertama kali muncul di Indonesia pada Maret 2020. Memasuki tahun kedua pandemi Covid-19, berbagai adaptasi terhadap proses belajar di perguruan tinggi dilakukan. PDSKJI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia) mencatat 1.522 penduduk Indonesia mengalami gangguan kesehatan mental akibat pandemi COVID-19 ini, tidak terkecuali para mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat stress, cemas dan depresi pada mahasiswa pada tahun kedua adaptasi pandemi. Penelitian deskriptif ini menggunakan metode  purposive sampling, dimana mengikutsertakan 97 orang mahasiswa kedokteran angkatan Tahun 2018 di Fakultas Kedokteran sebagai responden. Penelitian ini bertujuan menentukan tingkat stres, kecemasan, dan depresi responden penelitian di tahun ke-2 pandemi. Data penelitian dikumpulkan pada Bulan Mei 2021 dengan menggunakan kuesioner DASS-21 (Depression Anxiety Stress Scales). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 55.67% responden penelitian berada pada level stress normal, kecemasan (86,6%) dan depresi (57,73%). Studi ini juga meneliti faktor-faktor seperti jenis kelamin, usia, interaksi sosial, dan ekonomi. Responden yang mengalami kecemasan dan depresi lebih banyak ditemukan pada mahasiswa dengan status ekonomi keluarga menurun dan tidak aktif berinteraksi sosial. Peranan organisasi kemahasiswaan di kampus serta penanggulangan pandemi yang efektif diharapkan dapat mengatasi stress, cemas dan depresi pada mahasiswa saat perkuliahan online di masa pandemi

    1,003

    full texts

    1,395

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Kristen Krida Wacana
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇