E-Journal Universitas Pradita
Not a member yet
84 research outputs found
Sort by
Perancangan Merchandise Kit Untuk Nadin Amizah sebagai Media Promosi
Dalam lanskap musik Indonesia yang kini dipenuhi wajah-wajah baru, memiliki citra promosi yang kuat dan khas menjadi kunci utama bagi seorang musisi untuk menonjol. Nadin Amizah, dengan lirik dan melodi yang kaya makna, telah berhasil mencuri perhatian banyak pendengar. Karya-karya populernya seperti "Sorai", "Bertaut", dan "Rayuan Perempuan Gila" bukan hanya sekadar lagu, melainkan cerminan dari identitas artistik yang mendalam. Popularitas dan kesan mendalam ini tidak lepas dari bagaimana Nadin berhasil membangun koneksi emosional dengan para penggemarnya. Untuk terus memelihara dan memperkuat citra tersebut, diperlukan strategi promosi yang lebih dari sekadar merilis lagu baru. Di sinilah cinderamata atau merchandise unik memainkan peran vital. Sebuah merchandise bukan hanya barang, melainkan perpanjangan dari cerita dan estetika seorang musisi. Oleh karena itu, dibuatlah sebuah perancangan merchandise kit yang didedikasikan khusus untuk Nadin Amizah. Kit ini dirancang tidak hanya sebagai souvenir, tetapi juga sebagai media promosi yang efektif. Setiap item di dalamnya akan mencerminkan esensi dari karya-karya Nadin, menjadi jembatan visual antara Nadin dengan para penggemarnya. Melalui kit ini, citra Nadin sebagai musisi yang puitis dan otentik akan semakin kokoh, menjadikannya tak hanya dikenal, tetapi juga selalu dikenang di hati para penikmat musiknya
Perancangan Kantor Sewa dengan Pendekatan Arsitektur Ekologi
Perkembangan Central Business District (CBD) menjadi salah satu indikator utama pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur di kota-kota besar. Kawasan Pusat Business District (CBD) merupakan pusat kegiatan ekonomi dan bisnis yang sangat penting. CBD sering ditengarai sebagai pusat dari berbagai aktivitas. Kawasan ini terdiri dari gedung-gedung perkantoran yang dominan, menciptakan lingkungan yang padat dan dinamis. Namun begitu, intensitas aktivitas di kawasan CBD sering kali menyebabkan masalah lingkungan yang serius, seperti tingginya konsumsi energi, polusi udara, maupun produksi limbah. Selain itu, polusi udara merupakan isu utama di kawasan CBD yang padat dengan lalu lintas dan aktivitas industri. Kualitas udara dalam ruangan di kantor menjadi perhatian penting, terutama di kota-kota besar, di mana polusi udara sudah menjadi masalah yang perlu ditanggapi secara serius di suatu kota. Arsitektur dapat mendukung ekologi pembangunan kantor CBD yang berkelanjutan dengan memastikan bahwa bangunan dan infrastruktur yang dibangun tidak merugikan lingkungan atau menghabiskan sumber daya alam lebih cepat daripada kemampuan alam untuk memulihkannya. Pendekatan ekologi pada bangunan kantor di CBD meningkatkan kesadaran tentang isu perubahan iklim dan isu kerusakan lingkungan, serta mempromosikan pentingnya kesehatan lingkungan pada lingkup arsitektur. Pendekatan arsitektur ekologi dapat memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar, dengan menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan
Peran Sepeda Listrik Beam terhadap Mobilitas Harian di Kawasan Alam Sutera
Kawasan Alam Sutera merupakan salah satu wilayah pengembangan perkotaan yang menerapkan konsep ramah lingkungan dan mobilitas berkelanjutan. Dalam mendukung pergerakan jarak pendek yang efisien dan rendah emisi, sepeda listrik menjadi salah satu moda transportasi yang diadopsi di kawasan ini, salah satunya melalui layanan “Beam”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran moda sepeda listrik Beam dalam memfasilitasi mobilitas harian masyarakat di kawasan Alam Sutera.
Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data berupa observasi lapangan, wawancara mendalam kepada pengguna, serta dokumentasi visual. Hasil studi menunjukkan bahwa Beam mampu menjangkau berbagai fungsi kawasan seperti hunian, perguruan tinggi, area komersial, dan perkantoran dalam radius rata-rata 700 meter dari titik-titik stasiun Beam yang tersebar di enam lokasi strategis. Pengguna Beam memanfaatkan moda ini untuk menjangkau lokasi-lokasi tersebut dalam waktu singkat, terutama ketika perjalanan terlalu jauh untuk berjalan kaki namun tidak cukup jauh untuk menggunakan transportasi umum konvensional. Data menunjukkan bahwa Beam lebih banyak digunakan untuk perjalanan rutin oleh kalangan mahasiswa dan pekerja muda, yaitu sebesar 63%, yang membutuhkan moda cepat, ringan, dan efisien untuk berpindah antar lokasi dalam waktu singkat. Selain itu, persepsi terhadap tarif Beam juga cenderung positif, dengan 54% responden menilai tarifnya terjangkau dan kompetitif dibandingkan moda lain.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa Beam tidak hanya menjawab kebutuhan pergerakan fungsional dalam skala lokal, tetapi juga memperkuat efisiensi spasial serta mendorong integrasi antar zona
aktivitas di kawasan kota terencana secara praktis dan berkelanjutan
Perancangan Ulang Identitas Visual Rumah Makan Tenda Biru
Rumah makan Tenda Biru adalah sebuah rumah makan di Palembang yang berdiri sejak 1998, berfokus pada makanan khas Palembang dan jasa catering. Saat ini, identitas visual Rumah Makan Tenda Biru masih terbatas pada logo yang kurang mencerminkan kesan sebuah rumah makan, tampak kurang harmonis dan tidak menyatu sebagai satu kesatuan yang kuat. Penggunaan singkatan "TB" di dalamnya kurang deskriptif, sehingga berpotensi membingungkan konsumen. Perancangan ini dilakukan sebagai upaya untuk repositioning Rumah Makan Tenda Biru agar dapat tetap eksis di tengah persaingan industri kuliner yang semakin marak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang berfokus pada jawaban deskriptif. Proses perancangan diawali dengan wawancara dengan pemilik usaha dan desainer grafis, studi literatur terhadap karya ilmiah terkait, dan observasi. Hasil dari perancangan ini mencakup logo utama, warna, tipografi, serta buku panduan grafis identitas visual. Identitas visual yang baru juga diterapkan pada berbagai macam media, seperti papan nama, baju seragam, dan dokumen rumah makan. Dengan perubahan ini, diharapkan Tenda Biru dapat menarik perhatian segmen pasar baru yaitu anak muda karena sebagian besar peminat rumah makan Tenda Biru adalah generasi yang lebih tua dengan rentang umur 40-60 tahun. Tidak lupa, peracangan ulang juga diharapkan tetap dapat mempertahankan pelanggan lama dan citra serta kesan khas yang sedari dulu telah melekat ada
Perencanaan Wisata Talaga Bodas Dengan Konsep Ekowisata Di Kabupaten Garut
Kabupaten Garut merupakan wilayah yang memiliki kekayaan geologis dan keanekaragaman hayati yang tinggi, salah satunya yaitu kawasan Talaga Bodas yang menjadi daya tarik wisata alam dengan nilai konservasi yang signifikan. Kawasan ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata, namun masih menghadapi berbagai permasalahan, seperti minimnya fasilitas amenitas, aksesibilitas yang belum memadai, serta rendahnya partisipasi masyarakat lokal dalam pengelolaan kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun perencanaan wisata berbasis ekowisata yang terintegrasi dan berkelanjutan dengan prinsip konservasi, edukasi, dan kontribusi terhadap masyarakat.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dokumentasi, serta analisis spasial dan SWOT. Pendekatan perencanaan berbasis 4A pariwisata (Atraksi, Amenitas, Aksesibilitas, Ansilari) digunakan untuk mengidentifikasi potensi dan permasalahan, merumuskan kebutuhan ruang, menyusun zonasi wisata, serta merancang visi, misi, tujuan, strategi, dan program pengembangan kawasan. Analisis menunjukkan bahwa Talaga Bodas memiliki potensi besar sebagai destinasi ekowisata regional yang mampu menarik wisatawan nusantara maupun mancanegara.
Hasil dari perencanaan ini meliputi pembentukan zonasi ekowisata, seperti zona konservasi, edukasi, dan rekreasi, serta perancangan program ruang yang sesuai dengan kebutuhan pengunjung dan pelaku lokal. Rencana ini juga mengintegrasikan peran masyarakat dalam pengelolaan melalui pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan penyediaan pelatihan ekowisata. Strategi yang dikembangkan menekankan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan, promosi digital, serta pelestarian sumber daya alam secara berkelanjutan. Implikasi dari perencanaan ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, memperkuat perekonomian lokal, dan menjaga kelestarian lingkungan kawasan Talaga Bodas.
Kata kunci: Talaga Bodas, Ekowisata, Perencanaan Pariwisata, Komponen 4A, Zonasi
Abstract
Garut Regency is a region endowed with rich geological features and high biodiversity, one of which is Talaga Bodas, a natural attraction with significant conservation value. This area has great potential to be developed as an ecotourism destination. However, challenges persist, including the lack of adequate amenities, poor accessibility, and limited community involvement in management. This study aims to formulate an integrated and sustainable tourism development plan for Talaga Bodas using the principles of conservation, education, and contribution.
The research employs a descriptive qualitative method through field observation, in-depth interviews, documentation, spatial analysis, and SWOT analysis. The planning approach is based on the 4A components of tourism (Attractions, Amenities, Accessibility, Ancillary Services) to identify potentials and issues, formulate spatial needs, develop zoning plans, and design a vision, mission, goals, strategies, and development programs for the area. Findings show that Talaga Bodas has strong potential to be developed as a regional ecotourism destination attracting both domestic and international tourists.
The planning outcomes include the establishment of ecotourism zones, such as conservation, education, and recreation zones, along with space programming tailored to the needs of visitors and local stakeholders. The plan also incorporates community involvement by forming Tourism Awareness Groups (Pokdarwis) and providing ecotourism training. The proposed strategy emphasizes stakeholder synergy, digital tourism promotion, and sustainable natural resource management. The implications of this plan are expected to enhance tourist visits, strengthen the local economy, and ensure long-term environmental preservation of Talaga Bodas.
Pengaruh Kualitas Pelayanan, Brand Trust dan Customer Experience Terhadap Loyalitas Pelanggan Gojek di Jakarta Barat
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh kualitas layanan, brandtrust, dan customer experience terhadap loyalitas pelanggan Gojek di Jakarta Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada pengguna Gojek di wilayah Jakarta Barat. Analisis data menggunakan regresi linear untuk menggali hubungan antara ketiga variabel independen dan loyalitas pelanggan sebagai variabel dependen. Hasil penelitian bahwa kualitas
layanan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan, di mana pelanggan yang merasakan kualitas layanan yang
baik cenderung lebih loyal dan merekomendasikan Gojek kepada orang lain. Selain itu, brand trust juga terbukti berkontribusi secara signifikan terhadap loyalitas, menunjukkan bahwa kepercayaan pelanggan terhadap merek Gojek memengaruhi niat mereka untuk terus
menggunakan layanan di masa depan. Pengalaman pelanggan, termasuk interaksi positif dengan aplikasi dan pengemudi, juga berperan penting dalam membangun loyalitas. Penelitian ini memberikan kontribusi yang berarti bagi pengembangan strategi pemasaran dan kebijakan operasional Gojek di masa mendatang
THE INFLUENCE OF DIGITAL LITERACY AND LOCAL PRODUCT MARKETING ON THE DEVELOPMENT OF KARANG TARUNA AS A COMMUNITY EMPOWERMENT AGENT
The Karang Taruna of Sukarame Village faces several challenges in digitally marketing local products, including limited digital literacy, technological skills, infrastructure access, brand awareness, and adaptability to consumer behavior changes. This study aims to examine the influence of digital literacy and local product marketing on the development of Karang Taruna as a community empowerment agent. Using a quantitative survey approach, the study analyzes the relationship between digital literacy (X1), local product marketing (X2), and Karang Taruna development (Y). The results indicate that the questionnaire used was valid and reliable, and classical assumption tests were met. Statistical analysis shows that digital literacy and local product marketing both have a significant and simultaneous effect on the development of Karang Taruna. The combined contribution of these variables to community empowerment efforts is 49%, highlighting their crucial role in strengthening Karang Taruna’s capacity as an empowerment agent
Perancangan Buku Ilustrasi Tentang Busana Cina Peranakan untuk Menarik Minat Generasi Muda Tionghoa-Indonesia
Suku Tionghoa-Indonesia yang juga disebut sebagai komunitas Peranakan memiliki budaya yang unik dimana budaya tersebut merupakan hasil campuran antara budaya lokal dengan budaya Cina. Salah satu hasil budaya tersebut di dalam bidang fesyen adalah kebaya Peranakan yang dapat disebut juga dengan kebaya Nyonya atau kebaya Encim. Kebaya Peranakan dahulu populer pada tahun 1920-1960, sayangnya kini tidak sepopuler dulu. Di masa kini, meskipun wanita dewasa sudah mau ikut serta dalam mengenakan dan melestarikan pakaian tradisional tersebut, generasi muda Tionghoa-Indonesia masih belum mengenal bahkan menganggap hasil budaya tersebut terlalu kuno. Penulis merasa kebaya Peranakan perlu dilestarikan oleh karena keindahan dari kebaya Peranakan yang tentu tetap dapat terlihat modis di zaman sekarang, serta nilai-nilai budaya dan leluhur yang dimiliki oleh kebaya tersebut. Dengan demikian penulis memilih untuk merancang sebuah buku ilustrasi sebagai media untuk meningkatkan minat generasi muda pada busana Peranakan. Pemilihan media buku ilustrasi oleh sang penulis dikarenakan ilustrasi memiliki kemampuan untuk meningkatkan motivasi membaca, dimana hanya menggunakan teks saja dalam sebuah buku dapat membuat bosan para pembaca. Untuk menunjang perancangan ini penulis mempergunakan metode wawancara dan studi pustaka dari narasumber, artikel dan buku yang kredibel. Diharapkan dengan adanya perancangan buku ini maka generasi muda Tionghoa-Indonesia terinspirasi untuk mengenal lebih dekat dan melestarikan busana Peranakan
Pusat Oleh-Oleh Sebagai Sebuah Solusi Strategis untuk Penguatan Identitas Budaya, Ekonomi Kreatif, dan Daya Tarik Wisata Kota Jakarta
ABSTRAK
Jakarta, sebagai salah satu kota besar di Indonesia, hingga kini belum memiliki pusat oleh-oleh yang representatif, terintegrasi, dan mencerminkan identitas budaya lokal secara utuh. Hal ini menyulitkan wisatawan dalam mencari oleh-oleh khas Jakarta yang autentik dan berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk merancang konsep interior pusat oleh-oleh khas Jakarta yang mengintegrasikan elemen budaya Betawi dan pendekatan desain modern berbasis pengalaman. Metodologi yang digunakan meliputi studi literatur, survei lapangan, dan wawancara dengan pelaku UMKM. Hasil studi menunjukkan bahwa desain interior yang mengangkat identitas lokal dapat meningkatkan daya tarik wisata budaya dan mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif. Konsep ini diharapkan dapat diterapkan di berbagai lokasi potensial di Jakarta dan menjadi model inspiratif bagi kota-kota lain dalam mengembangkan pusat oleh-oleh berbasis budaya yang berkelanjutan
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perilaku Konsumen Motor Listrik Merek Viar di Indonesia dengan Pendekatan Technology Acceptance Model (TAM)
memengaruhi perilaku konsumen dalam membeli motor listrik merek Viar di Indonesia menggunakan pendekatan Technology Acceptance
Model (TAM). Fokus penelitian mencakup pengaruh Environmental awareness, Perceived ease of use, dan Perceived ease of use terhadap
Green Buying Decision. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan menggunakan metode purposive sampling, melibatkan 385 responden
yang memiliki minat terhadap motor listrik di wilayah Jabodetabek. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan
perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Environmental awareness, Perceived ease of use, dan Perceived ease of use memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Buying Decision motor listrik Viar. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi
perusahaan untuk menyusun strategi pemasaran yang lebih efektif, serta mendukung pemerintah dalam merancang kebijakan adopsi
kendaraan ramah lingkunga