E-Journal Universitas Pradita
Not a member yet
84 research outputs found
Sort by
Optimalisasi Rasio Bukaan terhadap Dinding pada Rusunawa dengan Kalkulasi Berbasis EDGE Building App
Kampung Susun Akuarium merupakan bangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) 4 blok yang ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Desain rumah susun sederhana sewa tersebut seharusnya membantu penghuninya untuk melakukan efisiensi energi yang diharapkan dapat menekan pengeluaran biaya utilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi desain disalah satu blok Kampung Susun Akuarium Jakarta yaitu Blok C untuk mendapatkan efisiens energi yang optimal. Dengan menggunakan aplikasi EDGE versi 3.0.0 sebagai alat asesmen dan Wall to Window Ratio sebagai penekanan pada penelitian ini. Data penelitian ini diperoleh melalui analisis as-built drawinguntuk mendapatkan luasan bukaan, yang kemudian diolah dalam EDGE App untuk mendapatkan nilai konsumsi energi dan Window to Wall Ratio (WWR). Hasil awal menunjukkan bahwa WWR eksisting sebesar 11,54% belum memenuhi standar efisiensi SNI sebesar 20%, dengan konsumsi energi mencapai 161 kWh/bulan setara dengan Rp. 292.231,00/ bulan per unit. Setelah dilakukan simulasi optimalisasi dari berbagai orientasi, didapatkan hasil yaitu dengan memperbesar bukaan pada sisi utara dan selatan mendapatkan nilai efisiensi energi yang paling optimal, nilai WWR meningkat menjadi 16,39% dan konsumsi energi menurun menjadi 144 kWh/bulan atau setara dengan Rp. 277.058,00/bulan. Penelitian ini dapat membuktikan bahwa orientasi dan luas bukaan merupakan faktor signifikan dalam menciptakan hunian yang hemat dari segi energi dan ekonomi. Secara praktis, tulisan ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi ilmiah yang dapat dijadikan strategi oleh para pemangku kebijakan, pihak pengembang, penghuni, maupun pengelola rumah susun, dalam mendukung keberlanjutan penyelenggaraan hunian melalui pendekatan efisiensi energi pada bangunan
EARNINGS PERSISTENCE AND ITS INFLUENCING FACTORS: A STUDY OF PROPERTY AND INFRASTRUCTURE SECTORS
This study aims to provide empirical insights into how debt level, firm size, operating cash flow, and market concentration influence earnings persistence. The research sample was selected using a purposive sampling technique and focuses on companies in the Property, Real Estate & Building Construction as well as Infrastructure, Utilities & Transportation sectors listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2016–2018 period. The study utilizes secondary data obtained from financial statements and applies multiple linear regression analysis. The findings reveal that (1) firm size and (2) operating cash flow both have a significant positive impact on earnings persistence; (3) market concentration has a significant negative impact; (4) debt level does not significantly influence earnings persistence; and (5) collectively, debt level, firm size, operating cash flow, and market concentration exert a significant effect on earnings persistence
Perancangan Interior MATRIX Co-Working Hub di Cipete Jakarta Selatan
Merintis sebuah perusahaan membutuhkan modal yang tidak sedikit. Maka dari itu, co-working space hadir untuk mengatasi masalah tersebut dengan menyediakan ruangan-ruangan kantor untuk disewa harian, bulanan atau tahunan dengan fasilitas yang sudah memadai untuk keberlangsungan sebuah perusahaan rintisan. Hybrid working adalah kombinasi antara bekerja di kantor dan sesekali bekerja secara remote. Manfaat penerapan tempat hybrid office adalah membantu kantor untuk bertahan di masa depan hingga tingkat tertentu yaitu, meningkatkan produktivitas staf, mengakomodasi kebutuhan yang terus berubah, mempertimbangkan teknologi, tata letak kantor dapat diubah secara berkala dan tidak lagi rentan terhadap perubahan operasional. Perancangan ini menggunakan metode proses desain yang dikemukakan oleh Rosemary Kilmer. Perancangan Interior Matrix Co-working Hub mengaplikasikan system hybrid office dengan memadukan aspek-aspek kantor perusahaan konvensional dengan komunikasi digital modern yang menghasilkan klasifikasi area yaitu area kerja kolaboratif dan area kerja focus untuk menghasilkan lingkungan kantor yang produktif dan efisien
Kajian Pengaruh Desain Sarana Duduk Dan Konfigurasi BakeryTerhadap Kenyamanan Pengunjung Kafe Studi Kasus Paris Baguette Summarecon Mall Serpong
Penelitian ini mengkaji pengaruh desain sarana duduk dan tampilan terhadap kenyamanan pengunjung di sebuah kafe, dengan studi kasus Paris Baguette di Summarecon Mall Serpong. Fokus utama penelitian adalah pada elemen desain seperti konfigurasi tempat duduk, tata letak interior, serta visibilitas dan kenyamanan furnitur duduk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana faktor-faktor tersebut memengaruhi kenyamanan, kepuasan, dan durasi kunjungan pelanggan di kafe. Metode pengumpulan data dilakukan melalui survei dan observasi langsung terhadap perilaku pengunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konfigurasi tempat duduk yang ergonomis dan fleksibel, serta display bakery yang menarik dan mudah diakses, secara signifikan meningkatkan kenyamanan duduk dan pengalaman pengunjung secara keseluruhan. Namun, hasil analisis juga mengidentifikasi beberapa area yang masih kurang optimal dalam mendukung kenyamanan, seperti jarak antar kursi dan sirkulasi ruang. Temuan ini menegaskan pentingnya perancangan interior kafe yang memperhatikan aspek kenyamanan duduk dan tata letak untuk menciptakan suasana yang mendukung kepuasan dan loyalitas pelanggan
Analisis Kebutuhan dan Fleksibilitas Ruang pada Komunitas Esport dan Hiburan
Pertumbuhan industri esport di Indonesia memunculkan kebutuhan fasilitas fisik yang dirancang khusus dan fleksibel. Penelitian ini bertujuan menganalisis fleksibilitas ruang dalam fasilitas esport. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan dengan menerapkan tinjauan pustaka dengan menggunakan pendekatan studi kasus, yaitu: Cooper Box Arena dan Esport Stadium Arlington. Fokus utama penelitian adalah menganalisis penerapan prinsip fleksibilitas ruang menurut Geoffrey Broadbent yaitu: adaptable, universal, movable, transformable, dan responsive. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan prinsip tersebut memungkinkan efisiensi penggunaan ruang, penyesuaian terhadap berbagai skenario kegiatan, serta peningkatan pengalaman pengguna. prinsip fleksibilitas ruang menurut Geoffrey Broadbent yaitu: adaptable, universal, movable, transformable, dan responsive ternyata sangat relevan dalam menciptakan ruang Esport yang adaptif, multifungsi, dan berkelanjutan. Fasilitas esport perlu didesain tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan kompetisi, tetapi juga untuk aktivitas komunitas, pelatihan, dan hiburan. Temuan ini memberikan dasar perancangan fasilitas esport di Indonesia yang lebih adaptif dan kontekstual. Oleh karena itu, pendekatan desain arsitektural yang mempertimbangkan fleksibilitas ruang dapat menjadi solusi penting untuk menjawab tantangan infrastruktur esport di Indonesia
Perancangan Pusat Komunitas Kanker Anak di Jakarta Barat dengan Pendekatan Healing Therapeutic
Meningkatnya kasus kanker anak di Indonesia serta minimnya fasilitas non-medis yang mendukung pemulihan fisik dan psikologis mendorong kebutuhan akan pusat komunitas yang ramah anak. Penelitian ini bertujuan merancang pusat komunitas untuk anak pengidap kanker di Jakarta Barat dengan pendekatan teraputik guna meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarganya. Metode yang digunakan mencakup analisis tapak, kajian literatur, studi preseden, serta pengembangan strategi desain berbasis arsitektur teraputik. Hasilnya berupa rancangan fasilitas komunitas inklusif yang menerapkan empat strategi utama, yaitu koneksi bangunan dengan alam, tata ruang kids-oriented, pemanfaatan konsep ruang terbuka, dan penyediaan plaza serta area komunal yang mendukung interaksi dan relaksasi. Rancangan ini diharapkan memberi kontribusi dengan menghadirkan lingkungan penyembuh non-klinis yang memadukan aspek psikologis dan sensorik untuk meningkatkan kesejahteraan emosional, dan memperkuat dukungan komunitas bagi anak-anak pengidap kanker
Pengaruh Celebrity Endorser Terhadap Keputusan Pembelian Melalui Citra Merek Pada Produk Somethinc
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh celebrity endorser terhadap keputusan pembelian melalui citra merek pada
produk Somethinc. Dengan menggunakan metode kuantitatif dan analisis PLS-SEM, penelitian ini melibatkan 158 responden yang
berdomisili di Kabupaten Tangerang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa celebrity endorser memiliki pengaruh langsung dan signifikan
terhadap keputusan pembelian. Selain itu, citra merek terbukti menjadi variabel mediasi yang memperkuat hubungan tersebut. Implikasi
penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan perlu memanfaatkan celebrity endorser yang memiliki kredibilitas tinggi serta membangun
citra merek yang positif guna meningkatkan keputusan pembelian konsumen
Pengaruh Content Marketing, Live Streaming dan Influencer Endorser Terhadap Impulsive Buying Pada Toko ROOHA di SHOPEE
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh content marketing, live streaming, dan influencer endorser terhadap impulsive buying.
Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan Ex-post facto. Pengumpulan data dilakukan melalui
kuesioner online dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian berjumlah 316 responden yang merupakan pembeli toko ROOHA di
Shopee dalam kurun waktu 3 bulan terakhir. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil
penelitian: (1) Content marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulsive buying (0,000); (2) Live streaming berpengaruh
positif dan signifikan terhadap impulsive buying (0,000); (3) Influencer endorser berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulsive buying (0,000); (4) Content marketing, live streaming, dan influencer endorser secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulsive buying dengan nilai adjusted R2 (45,2%). Temuan ini mengindikasikan bahwa strategi pemasaran digital melalui content marketing, live streaming, dan influencer endorser efektif dalam mendorong perilaku pembelian impulsif konsumen pada platform e-commerce
Analisis Program Loyalitas dalam Meningkatkan Retensi di Bao Bao Shaved Ice
Penelitian ini membahas tentang bagaimana program loyalitas dapat membantu meningkatkan retensi pelanggan di Bao Bao Shaved Ice, sebuah usaha kuliner yang menyajikan dessert es serut di Gading Serpong. Di tengah persaingan bisnis kuliner yang semakin ramai, mempertahankan pelanggan agar tetap setia menjadi hal yang sangat penting. Program loyalitas menjadi salah satu strategi yang bisa digunakan untuk mendorong pelanggan agar kembali berkunjung dan melakukan pembelian ulang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara dengan pemilik usaha, observasi langsung di lokasi usaha, serta dokumentasi berupa kartu loyalitas fisik yang digunakan pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program loyalitas yang diterapkan, yaitu sistem pengumpulan poin yang bisa ditukar dengan hadiah atau diskon, mampu meningkatkan jumlah kunjungan pelanggan dan menciptakan hubungan yang lebih dekat antara pelanggan dan merek. Pelanggan merasa dihargai atas kesetiaan mereka, sehingga mereka lebih tertarik untuk kembali membeli. Namun, masih ada beberapa kendala, seperti pencatatan transaksi yang masih dilakukan secara manual dan kurangnya variasi hadiah yang ditawarkan. Oleh karena itu, disarankan agar Bao Bao Shaved Ice mulai menggunakan sistem digital untuk mencatat data pelanggan dan menawarkan lebih banyak pilihan hadiah agar pelanggan tidak merasa bosan. Dengan perbaikan tersebut, program loyalitas dapat menjadi strategi yang efektif untuk mempertahankan pelanggan dan mendukung pertumbuhan bisnis
Kata kunci: Program Loyalitas, Retensi Pelanggan, Strategi Pemasaran, Es Serut, Bao Bao Shaved Ice
This study discusses how loyalty programs can help improve customer retention at Bao Bao Shaved Ice, a dessert business specializing in shaved ice located in Gading Serpong. Amidst the increasingly competitive culinary industry, retaining loyal customers has become essential. Loyalty programs are one of the strategies that can be used to encourage customers to return and make repeat purchases. This research uses a descriptive qualitative method with a case study approach. Data were collected through interviews with the business owner, direct observation at the business location, and documentation in the form of a physical loyalty card used by customers. The results show that the implemented loyalty program, which involves collecting points that can be exchanged for rewards or discounts, has successfully increased customer visits and fostered a closer relationship between customers and the brand. Customers feel appreciated for their loyalty, which makes them more inclined to return. However, there are still some challenges, such as manual transaction recording and a lack of reward variety. Therefore, it is recommended that Bao Bao Shaved Ice begin implementing a digital system to manage customer data and offer more diverse rewards to avoid customer boredom. With these improvements, the loyalty program can become an effective strategy for retaining customers and supporting business growth
Keywords: Loyalty Program, Customer Retention, Marketing Strategy, Shaved Ice, Bao Bao Shaved Ic
Pengaruh Brand Awareness dan Brand Image Terhadap Keputusan Pembelian pada Live Streaming di Tiktok Shop
Pertumbuhan TikTok sebagai platform media sosial interaktif menjadikannya kekuatan baru dalam dunia e-commerce melalui fitur live streaming. Indonesia sebagai pasar terbesar TikTok Shop menunjukkan tingginya partisipasi konsumen dalam transaksi digital, yang dipengaruhi oleh persepsi terhadap merek. Dalam konteks ini, brand awareness dan brand image menjadi faktor penting yang memengaruhi keputusan pembelian konsumen,khususnya saat berinteraksi langsung dengan penjual selama siaran langsung.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kesadaran merek dan citra merek terhadap keputusan pembelian konsumen dalam konteks live streaming di TikTok Shop. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner kepada 200 responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa baik kesadaran merek maupun citra merek secara parsial dan simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Konsumen lebih cenderung membeli produk dari merek yang dikenal dan memiliki citra positif, terutama jika dipresentasikan secara meyakinkan dalam sesi live streaming