E-Journal Universitas Pradita
Not a member yet
84 research outputs found
Sort by
Pengaruh Daya Tarik Visual Aplikasi dan Deskripsi Produk terhadap Niat Beli Konsumen Shopee Dimoderasi oleh Perceived Trust
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui adanya pengaruh daya tarik visual dan deskripsi di aplikasi Shopee dimoderasi oleh perceived trust. Melalui pendekatan kuantitatif, karakteristik sampel penelitian ini adalah pengguna aplikasi tersebut yang berdomisili di Kota Tangerang, Banten. Data yang terkumpul dari 151 responden diolah melalui analisis structural equation modeling menunjukkan hasil penelitian yang signifikan antara faktor-faktor tersebut terhadap niat beli konsumen Shopee di Kota Tangerang, serta moderasi persepsi kepercayaan pelanggan. Masyarakat Kota Tangerang menilai bahwa semakin menarik media visual yang digunakan oleh sebuah toko online dan semakin lengkap sebuah informasi atau deskripsi yang tertera pada produk yang ditawarkan berpotensi untuk meningkatkan timbulnya niat atau kehendak konsumen Shopee. Penelitian ini mengharapkan peningkatan dalam pemahaman preferensi pengguna Shopee terhadap visualisasi aplikasi Shopee dan akurasi serta kebaruan informasi produk yang ada pada deskripsi guna memaksimalkan pengalaman belanja konsumen Shopee di Kota Tangerang
THE INFLUENCE OF MARKET SIZE, TRADE OPENESS, INFLATION, AND FINANCIAL DEVELOPMENT ON FOREIGN DIRECT INVESTMENT IN INDONESIA
This study investigates the empirical relationship between foreign direct investment (FDI) and several macroeconomic indicators, namely market size, trade openness, inflation, and financial development. FDI refers to capital investments made by foreign entities in a host country, offering potential benefits such as job creation, technology transfer, managerial expertise, and expanded access to global markets through exports. The research focuses on macroeconomic variables: market size, trade openness, inflation, and financial development, as key determinants of FDI. Using purposive sampling, the study analyzes secondary annual time-series data spanning from 1994 to 2023. The analysis is conducted through multiple linear regression techniques. The findings indicate that (1) market size significantly and positively affects FDI; (2) trade openness also has a significant positive effect; (3) inflation shows no significant or negative impact; (4) financial development significantly and positively influences FDI; and (5) collectively, the four macroeconomic variables have a significant combined effect on FDI
TIME SERIES FORECASTING OF LQ45 STOCK INDEX USING ARIMA: INSIGHTS AND IMPLICATIONS
This study aims to analyze and forecast the movement of the LQ45 stock index in the Indonesian stock market using the ARIMA (AutoRegressive Integrated Moving Average) model. Through rigorous time series analysis and model selection procedures in SPSS, the ARIMA (4,3,6) model was identified as the most optimal to capture the complex dynamics of the LQ45 index. The model's parameters indicate that the index exhibits a high degree of integration (third differencing) and is influenced by multiple autoregressive and moving average terms. Forecasting results demonstrate that ARIMA (4,3,6) provides accurate short- to medium-term predictions, with a good balance of fit and error metrics. These findings have practical implications for investors seeking data-driven strategies for portfolio management and risk mitigation. Furthermore, the study contributes to the academic field by offering a robust modeling approach for stock index forecasting, encouraging further research to integrate ARIMA with other advanced models and external economic factors for enhanced predictive performance
Perancangan Senior Living di Gading Serpong Tangerang dengan Pendekatan Arsitektur Biofilik
Jumlah lansia di Indonesia terus meningkat, mencapai 10-12% dari total populasi (BPS, 2023). Perubahan struktur keluarga membuat banyak lansia hidup mandiri atau bergantung pada institusi perawatan. Selain itu, penyakit degeneratif seperti diabetes, hipertensi, dan demensia semakin umum, ditambah dengan risiko isolasi sosial akibat minimnya interaksi. Tren tipe senior living mulai berkembang sebagai solusi bagi lansia yang ingin hidup mandiri dalam lingkungan yang aman dan nyaman. Tangerang menjadi salah satu lokasi potensial dengan fasilitas kesehatan yang memadai dan akses strategis. Arsitektur biofilik menjadi pendekatan yang tepat dalam perancangan senior living, dengan mengintegrasikan elemen alami seperti penghijauan, pencahayaan, dan sirkulasi udara alami, serta kehadiran unsur kehidupan. Konsep ini terbukti mengurangi stres dan menurunkan risiko penyakit degeneratif. Metode dalam makalah ini adalah metode perancangan yang dimulai dari studi literatur, studi pendekatan desain yang digunakan, menganalisis tapak dan kebutuhan ruang, serta sintesis hasil yang disajikan dalam grafis gambar konsep arsitektural mengenai pendekatan arsitektural biofilik. Dengan pendekatan ini, akan dirancang senior living di Gading Serpong, Tangerang, yang mengutamakan kesejahteraan fisik dan mental lansia. Lingkungan yang sehat, nyaman, serta mendukung interaksi sosial. Hal ini akan menjadi fokus utama dalam meningkatkan kualitas hidup penghuni
Pengaruh Penggunaan Lahan terhadap Pola Pergerakan di Kota Tangerang (Studi Kasus: Ruas Jalan Prabu Siliwangi)
Permasalahan yang sering dihadapi oleh kota besar di Indonesia adalah peningkatan jumlah penduduk yang terus bertambah setiap tahunnya. Kenaikan jumlah penduduk dapat mempengaruhi kebutuhan akan fasilitas penunjang kehidupan, seperti fasilitas umum, perumahan, dan lain – lain. Peningkatan jumlah penduduk yang signifikan, disertai dengan masifnya pembangunan, menyebabkan meningkatnya permintaan terhadap lahan. Dalam perkembangan kota, penggunaan lahan sering kali berhubungan secara dinamis dengan sistem transportasi. Permasalahan terkait transportasi juga kerap ditemukan di area perkotaan. Umumnya masalah transportasi berkaitan dengan sistem jaringan jalan, sistem kegiatan, dan sistem manajemen lalu lintas. Ruas Jalan Prabu Siliwangi merupakan jalan dengan kelas arteri sekunder yang lokasinya terletak di Kota Tangerang, ruas jalan ini membentang sepanjang 3,2 kilometer dari Kecamatan Jatiuwung sampai Kecamatan Periuk, ruas jalan ini berbatasan langsung dengan Kecamatan Pasar Kemis yang terletak di wilayah administrasi Kabupaten Tangerang. Ruas Jalan Prabu Siliwangi memiliki lokasi yang strategis dan sering terjadi aktivitas pergerakan kendaraan dari berbagai jenis (kendaraan ringan, kendaraan berat, dan sepeda motor). Kepadatan lalu lintas di Ruas Jalan Prabu Siliwangi sering terjadi, terutama pada pagi hari antara pukul 07.00 – 08.00 WIB dan sore hari antara pukul 16.00 – 17.00 WIB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penggunaan lahan terhadap pola pergerakan di Ruas Jalan Prabu Siliwangi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bertujuan untuk mengidentifikasi pola pergerakan di sepanjang ruas jalan untuk menghasilkan sebuah strategi perencanaan yang mengadopsi sistem rekayasa lalu lintas. Hasil penelitian ini berupa rute alternatif menggunakan jalur eksisting yang telah tersedia dan disesuaikan berdasarkan jenis kendaraan yang akan melintas
Pemanfaatan Ruang Terbuka Publik Sebagai Sarana Interaksi Sosial dan Mitigasi Pasca Pandemi
Pandemi covid-19 yang terjadi di Indonesia membuat kehidupan masyarakat mengalami perubahan yang signifikan. Adanya pandemic covid-19 mengakibatkan masyarakat memiliki keterbatasan dalam beraktivitas dan wajib menerapkan protocol kesehatan yang salah satunya adalah menerapkan jaga jarak dalam beraktivitas,terutama dalam memanfaatkan ruang publik di kawasan permukiman.Keterbatasan beraktivitas inilah yang membuat masyarakat mengalami kejenuhan secara mental dan untuk itu diperlukan ruang publik yang tidak hanya berperan sebagai ruang kreatif dan ruang interaksi sosial saja, akan tetapi ruang publik dapat digunakan sebagai ruang aktivitas dan interaksi sosial di kawasan permukiman , namun tetap menerapkan system jaga jarak fisik. Selain itu, tingginya angka positif covid-19 di Indonesia berpotensi meningkatkan pemanfaatan ruang public di kawasan permukiman yaitu dengan menambahkan fungsi mitigasi. Penerapan fungsi mitigasi dilakukan dengan memanfaatkan ruang public sebagai tempat pemberian logistic kesehatan, serta sebagai ruang evakuasi penanganan kasus covid-19.
Permukiman Kalipaten adalah salah satu kawasan permukiman tidak terencana yang terdampak covid-19. Tingginya kepadatan permukiman dan rendahnya penerapan protocol kesehatan memicu terjadinya transmisi lokal penyebaran Covid-19 di kawasan ini. Namun, dilihat dari tatanan spasial, permukiman ini memiliki ruang public yang tersebar dan sering dimanfaatkan oleh masyarakat di masa pandemic covid-19 ini. Dengan demikian, agar pemanfaatan ruang public tetap adaptif maka perlu adanya penambahan fungsi mitigasi untuk menekan angka penyebaran covid-19 di permukiman ini.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan ruang public sebagai ruang interaksi sosial berbasis mitigasi dalam merespons dampak pandemic covid-19, menggunakan pendekatan kualitatif menggunakan pemetaan sebaran dan aktivitas ruang public dengan studi kasus serta analisis deskriptif kualitatif.Temuan penelitian ini berupa pemanfaatan ruang public sebagai ruang interaksi sosial berbasis mitigasi. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan ruang public dalam merespons dampak pandemic covid-19 sebagai ruang interaksi sosial berbasis mitigasi dapat dilihat berdasarkan bentuk, aktivitas, dan aksesibilitas ruang public.
Kata kunci:
Pemanfaatan; Ruang Terbuka Publik;Interaksi Sosial; Mitigasi; Pasca Pandemi
Abstract (10 Pt Bold Italic)
The Covid-19 pandemic that occurred in Indonesia affects the limitations of people’s activities and mobilities. People should be implied physical distancing when they use public space on their settlement. It makes people have some problems on mental health. Thus, people need public space which can be used as social interaction space and activities for people within the implementation of physical distancing. Then, increasing of Covid-19 positive rate makes an additional function of public space as a space with mitigation function such as space for providing health logistics and evacuation for handling Covid-19 cases.
Kalipaten settlement is an unplanned settlement that is affected Covid-19 pandemic. The density on this settlement is high but the implementation of physical distancing is low. It causes local transmission of Covid-19. While, it has some public spaces which are people’s often use that for their activities or social gathering even though on Covid-19 pandemic. Based on the condition, it needs public space which is adaptive not only as social interaction space but also as mitigation space.
This research aims to explore utilization of public space as social interaction space based on mitigation to respond the impact of the Covid-19 pandemic, by using qualitative approach with activities mapping and descriptive qualitative analysis.
Based on the research result, it can be concluded that utilization of public space as social interaction space based on mitigation to response the impact of the Covid-19 pandemic can be seen from public space typology, activity, and accessibility.
Keywords:
Utilization; Open Public Spaces; Social Interaction; Mitigation; Pandemi
STRATEGIC DEVELOPMENT OF NATURAL TOURISM ATTRACTIONS IN MOUNT HALIMUN SALAK NATIONAL PARK, WEST JAVA
This study aims to analyze and formulate a strategy for developing natural tourist attractions in Mount Halimun Salak National Park (TNGHS), West Java. TNGHS has great natural tourism potential, but its development requires a comprehensive strategy in order to attract tourists sustainability and provide a positive impact on the environment and surrounding communities. The research method used is qualitative with a descriptive analysis approach. Data collection was carried out through field observations, in-depth interviews with managers and tourists, and documentation studies. Data analysis was carried out using the Miles and Huberman interactive model which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions, and using SWOT analysis (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) to formulate a development strategy. The results of the study are expected to provide strategic recommendations for TNGHS managers in optimizing natural tourism potential, increasing tourist visits, and minimizing negative impacts.
Keywords: Development Strategy, Natural Tourist Attractions, SWOT Analysis
Perancangan Food Court Korea “Soultice” di Karawang
Fenomena Hallyu atau Korean Wave telah menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia, dan memberikan dampak besar terhadap berbagai aspek kehidupan, seperti musik, drama, fashion, hingga kuliner. Popularitas budaya Korea yang semakin berkembang mendorong industri makanan dan minuman untuk mengadopsi elemen budaya Korea guna menarik minat konsumen yang lebih luas. Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana penerapan budaya Korea dalam bisnis kuliner dapat memengaruhi pengalaman pengunjung.
Perancangan ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan konsep budaya Korea pada foodcourt Seoulstice dengan menggunakan metode kualitatif. Sebagai tempat yang menawarkan beragam pilihan kuliner dalam satu lokasi, foodcourt ini mengintegrasikan elemen budaya Korea melalui desain interior dan menu makanan autentik.
Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan konsep budaya Korea di Seoulstice secara signifikan meningkatkan daya tarik foodcourt. Desain interior yang khas menciptakan atmosfer autentik dan pengalaman imersif bagi pengunjung. Selain itu, variasi menu makanan Korea yang autentik meningkatkan kepuasan kuliner dan minat pelanggan. Hasil penelitian ini dapat menjadi panduan bagi pemilik foodcourt dan pelaku industri makanan dalam menciptakan pengalaman yang lebih menarik serta relevan dengan tren budaya
Analisis Zonasi dan Kepadatan Pengunjung Terminal Kampung Rambutan melalui Simulasi Space Syntax
Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, menghadapi isu kompleks terkait tata kelola zonasi dan sirkulasi pengunjung. Tumpang tindih fungsi area dan keberadaan pedagang kaki lima yang tidak teratur menyebabkan disorientasi pengguna, hambatan mobilitas, serta penumpukan massa. Kondisi ini menurunkan kenyamanan dan kinerja terminal. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik spasial zona eksisting dan merumuskan strategi pemisahan zonasi yang efektif. Untuk mencapai tujuan tersebut, metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimental digunakan dengan simulasi Space Syntax melalui Visual Graph Analysis (VGA). Pendekatan ini mengevaluasi keterhubungan visual dan integrasi spasial terminal. Aplikasi DepthMapX digunakan untuk memetakan axial line pada tata ruang eksisting, mengidentifikasi titik konflik dan area disorientasi. Analisis VGA pada lantai 1 menunjukkan konektivitas tinggi di pintu masuk utama, sedangkan lantai 2 memiliki visibilitas rendah dan tidak merata. Berdasarkan analisis, diusulkan strategi zonasi dan sirkulasi yang lebih efektif dengan redistribusi visibilitas dan penambahan void di lantai 1 untuk orientasi visual, serta aktivasi area visibilitas rendah di lantai 2 melalui sirkulasi yang lebih jelas. Strategi ini diharapkan dapat mendistribusikan arus pergerakan, mengurangi kepadatan, dan meningkatkan kenyamanan serta orientasi pengguna di Terminal Kampung Rambutan
Abstrak Penerapan Sistem Interlocking Space dalam Redesain Ruang Stasiun Serpong
Perencanaan ruang publik yang berkelanjutan dan terintegrasi menjadi isu penting dalam arsitektur modern, terutama dalam pengembangan infrastruktur transportasi massal yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat urban. Stasiun Serpong, sebagai simpul transportasi penting di wilayah penyangga Jakarta, memerlukan redesain yang mampu meningkatkan kualitas ruang dan pengalaman pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang Stasiun Serpong dengan pendekatan interlocking space, yaitu strategi perancangan ruang yang saling mengunci secara fungsional dan visual, melalui konsep Nexlock yang mengedepankan fleksibilitas, konektivitas, dan keberlanjutan. Metode yang digunakan meliputi studi literatur dan observasi lapangan terhadap kondisi eksisting stasiun untuk mengidentifikasi kebutuhan dan potensi spasial. Hasil perancangan menghasilkan sistem zonasi ruang yang terbagi menjadi area publik, semi-publik, privat, dan ruang hijau yang terintegrasi secara menyeluruh. Desain juga menekankan optimalisasi pencahayaan alami, ventilasi silang, sirkulasi radial, serta fasilitas inklusif yang ramah bagi semua kalangan. Pembahasan menunjukkan bahwa pendekatan interlocking space mampu menciptakan desain stasiun yang efisien, humanis, dan adaptif terhadap dinamika kota. Desain ini diharapkan menjadi referensi bagi pengembangan simpul transportasi publik yang mendukung kesejahteraan pengguna dan keberlanjutan lingkungan