E-Journal Universitas Pradita
Not a member yet
    84 research outputs found

    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keberadaan Terminal Lembang Ciledug terhadap Kawasan Sekitar

    Full text link
    Terminal Lembang Ciledug merupakan Terminal Tipe B yang berada di Kota Tangerang yang memiliki luas 8,090 meter persegi, Terminal Lembang Ciledug dikelola oleh BPTJ pemberangkatan bus yang paling mendominasi di Terminal Lembang Ciledug adalah bus AKAP yang seharusnya berada di Terminal tipe A. Selain itu permasalahan yang berada di Terminal Lembang Ciledug mengenai fasilitas yang berada di Terminal Lembang Ciledug yang tidak sesuai dengan fasilitas yang seharusnya ada di Terminal bus Tipe B berdasarkan peraturan Kementrian Perhubungan Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2015. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan terhadap penumpang yang berada di Terminal Lembang Ciledug, pengurus Terminal Lembang Ciledug dan juga warga sekitar Terminal Lembang Ciledug. Hasil dari penelitian yang dilakukan adalah Terminal Lembang Ciledug adalah berdasarkan hasil observasi dan wawancara

    Kajian Ergonomi Terhadap Interior Toko Roti dan Cafe Tous Les Jours Summarecon Mall Serpong

    Full text link
    Sebuah toko roti yang tidak hanya menjual produk roti, tetapi juga menawarkan hidangan makanan ringan dan minuman untuk para pengunjung yang datang ke toko tersebut. Dikarenakan ada banyaknya pengunjung yang datang, maka diperlukan untuk memperhatikan kenyamanan toko dari segi antropometri dan sirkulasinya. Dilakukannya penyesuaian furnitur yang digunakan dan area yang dilalui dengan berdasar pada teori ergonomi. Ergonomi merupakan ilmu yang mempelajari tentang interaksi di antara manusia dengan elemen lainnya seperti anatomi,psikologi, dan desain/perancangan. Ergonomi ini sangat diperlukan salah satunya di dalam ruangan toko agar para pengunjung yang datang dan karyawan yang bekerja dapat melakukan aktivitasnya dengan nyaman dan efektif. Kajian ergonomi ini dibuat dengan tujuan untuk mengevaluasi sejauh mana elemen-elemen desain seperti meja, kursi, rak display, dan area kasir telah memenuhi standar ergonomi berdasarkan ukuran tubuh manusia serta mengkaji sirkulasi ruang bagi pengunjung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, analisis kualitatif, dan observasi. Keergonomisan pada furniture dan sirkulasi pada Tous Les Jours sudah cukup ideal, hanya beberapa saja ukuran yang kurang. Ada juga permasalahan di area kasir mengenai jalur antrian pengunjung

    Perancangan Interior Restoran Seafood Istana Nelayan dengan Konsep The Nautical Haven

    Full text link
    Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki kekayaan laut yang sangat besar, menjadikannya tempat yang ideal untuk berkembangnya industri kuliner berbasis seafood yang terus tumbuh dan diminati oleh masyarakat luas. Salah satu restoran seafood yang pernah populer di kawasan Gading Serpong adalah Restoran Istana Nelayan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, restoran ini mengalami penurunan jumlah pengunjung akibat beberapa permasalahan, seperti aksesibilitas lokasi yang sulit dijangkau, risiko banjir yang cukup tinggi karena kedekatan dengan sungai, serta kondisi interior yang mulai usang dan tidak lagi relevan dengan ekspektasi pengunjung masa kini. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang interior restoran tersebut dengan pendekatan konseptual bertema “The Nautical Haven” guna mengembalikan daya tarik pengunjung dan meningkatkan kualitas pengalaman bersantap. Perancangan ini diarahkan untuk meningkatkan daya tarik visual, memperbaiki alur sirkulasi ruang, serta mengoptimalkan fungsi dan kapasitas ruang agar mampu menampung pengunjung dalam jumlah yang bervariasi tanpa mengorbankan kenyamanan, efisiensi, dan estetika ruang. Pendekatan yang digunakan dalam studi ini bersifat kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, studi banding terhadap restoran serupa, penyebaran kuesioner kepada 100 responden, wawancara mendalam dengan pihak restoran, serta studi literatur terkait desain tematik dan ergonomi ruang. Tujuan akhir dari perancangan ini adalah menciptakan sebuah pengalaman bersantap yang imersif, menarik secara visual, nyaman secara fungsional, serta mampu membangun kembali identitas dan daya saing Restoran Istana Nelayan sebagai salah satu destinasi kuliner pilihan di tengah dinamika dan kompetisi industri restoran yang semakin berkembang.   Abstract Indonesia, as an archipelagic country, possesses abundant marine resources, making it an ideal setting for the growth of a seafood-based culinary industry that continues to thrive and attract a wide audience. One of the seafood restaurants that was once popular in the Gading Serpong area is Istana Nelayan. However, in recent years, the restaurant has experienced a significant decline in visitors due to several issues, such as its difficult-to-reach location, high flood risk due to its proximity to a river, and outdated interior conditions that no longer meet the expectations of today’s diners. This study aims to redesign the interior of the restaurant using a conceptual approach titled “The Nautical Haven” in order to restore customer interest and enhance the overall dining experience. The design focuses on improving visual appeal, optimizing spatial circulation, and maximizing functional capacity to accommodate a varying number of guests without compromising comfort, efficiency, or aesthetic quality. The methodology used in this research is qualitative, involving data collection through site observation, comparative studies with similar restaurants, a questionnaire distributed to 100 respondents, in-depth interviews with restaurant stakeholders, and literature review related to thematic design and spatial ergonomics. The ultimate goal of this design is to create an immersive, visually engaging, and functionally comfortable dining environment that reestablishes the identity and competitiveness of Istana Nelayan as a preferred culinary destination amidst the growing dynamics and competition within the restaurant industry

    Analisis Tingkat Livability di Rusunawa Rawa Bebek Jakarta Timur

    Full text link
    Permasalahan keterbatasan akses terhadap hunian layak masih menjadi isu yang krusial di Jakarta, khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Rusunawa Rawa Bebek, yang dibangun sejak 2015 sebagai tempat relokasi warga dari permukiman kumuh, menjadi salah satu contoh upaya pemerintah dalam menyediakan hunian vertikal. Namun, berdasarkan laporan lapangan dan pengaduan warga, ditemukan berbagai persoalan terkait kenyamanan tinggal, aksesibilitas, hingga keberfungsian fasilitas umum. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana Rusunawa Rawa Bebek memenuhi aspek livability atau kelayakhunian. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat livability di Rusunawa Rawa Bebek berdasarkan persepsi penghuninya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, dengan instrumen kuesioner berskala Likert 1–5 yang mencakup tujuh dimensi utama: kualitas hunian, infrastruktur dan utilitas dasar, aksesibilitas dan lokasi, keamanan dan stabilitas, lingkungan sosial dan komunitas, pemberdayaan ekonomi penghuni, serta pengelolaan dan kelembagaan. Data primer diperoleh dari 100 responden penghuni rusunawa, serta dilengkapi wawancara semi-struktural sebagai pendalaman kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar dimensi berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi, seperti kualitas hunian (rata-rata 4.02) dan infrastruktur dasar (4.08). Namun demikian, terdapat temuan yang mengindikasikan perlunya peningkatan, terutama pada aspek aksesibilitas (rata-rata 2.99), keamanan dari kriminalitas (2.54), serta pemberdayaan ekonomi (2.66). Rendahnya akses terhadap fasilitas kesehatan, pasar, dan transportasi umum, serta minimnya program pelatihan kerja, menjadi hambatan utama dalam mewujudkan hunian yang benar-benar layak. Kesimpulannya, Rusunawa Rawa Bebek telah memenuhi beberapa aspek kelayakhunian, namun masih terdapat dimensi penting yang perlu ditingkatkan. Saran yang diberikan mencakup peningkatan integrasi transportasi publik, pengadaan pelatihan ekonomi produktif, dan penguatan sistem keamanan berbasis komunitas agar kualitas hidup penghuni dapat meningkat secara berkelanjutan.

    A Framework of Islamic Architecture: An Architectural Reviews of Four Studies

    Full text link
    This study attempts to expand the critical indicators of Islamic architecture from four objects by different scholars. Those four objects give various aspects in terms of location and function in Islamic architecture. The first object is a lesson learned from the Prophet Mosque as the prototype of an urban element introduced by the Prophet and an Islamic architecture object outright. The second object is the Arabs’ houses, where Islamic civilization grew and became a learned lesson object of housing. The third object is a traditional Islamic settlement in Central Java, Majasto, with a dynamic interaction between the cemetery, Mosque, and settlement. The last object is a study on Muslim houses in Australia, on how they deal with and adapt their house to Muslim needs. From those four object studies, it generates four main points in Islamic architecture, encompassing design fosters faith, promoting green building, social connectedness, and maintaining privacy. The study is expected to contribute to existing knowledge of Islamic architecture by providing various object studies as the framework

    Ergonomic Study in Trader's Area At Semat Sari Market, Tibuneneng Village

    Full text link
    The market performance is intricately linked to the activities of traders, who play a central role in market dynamics. However, the extent of traders' freedom of movement is often overlooked in market environments. This study aims to evaluate the ergonomic quality of market spaces to assess the comfort of traders' movement. As a focal point, the study examined Semat Sari Market, the largest traditional market in Tibubeneng Village, Bali. The market is noteworthy as it serves the needs of two villages, leading to bustling operations. Spatial analysis was employed to analyze the flow of movement of traders within their stalls during work and rest. The research revealed a disparity between the space required by traders and the available space, negatively impacting the productivity of their work. Additionally, this situation can have repercussions on the psychological and physical well-being of traders

    Hantu-Hantu Perempuan Indonesia: Mewujudkan Ketakutan Wanita dalam Mitos dan Media Horor lewat Komik Arwah

    Full text link
    Horor adalah salah satu genre penghibur paling sukses di Indonesia. Terlihat sebuah pola yang muncul di media horor ketika diamati dari media yang horor yang ada dari dua dekade terakhir. Sosok hantu feminin seperti ’Kuntilanak’ sering digunakan sebagai tokoh antagonis yang terkait berat dengan elemen kewanitaan. Sosok hantu perempuan ini sering dikaitkan dengan tragedi bersejarah dan kecemasan mengenai peran wanita. Makalah ini bertujuan untuk mendalami topik tersebut, serta merekonstruksi elemen visual yang umumnya diasosiasikan dengan desain hantu perempuan. Desainnya sendiri akan dirancang sebagai bagian dari sebuah komik untuk menyalurkan tema yang sudah dibahas ke sebuah media penceritaan

    Perancangan Resort Dan Dayclub Melalui Pendekatan Ekologi Di puncak Kabupaten Bogor

    Full text link
    Kehidupan masyarakat perkotaan dengan segala kepadatan dan kesibukan membuat worklife balance menjadi sangat penting untuk tercapai. Kebutuhan tempat untuk melepas lelah dan stress serta mendekatkan diri dengan alam juga menjadi penting. Bogor mempunyai potensi alam yang baik untuk menghadirkan tempat rekreasi sebagai kebutuhan masyarakat modern. Konsep pendekatan ekologi dinilai baik dalam pengimplementasiannya dalam perancangan tempat wisata di bogor yang mendepankan pemeliharaan dan keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan wadah rekreasi yang seimbang dengan alam bagi masyarakat perkotaan yang sibuk. Dengan menggunakan pendekatan ekologi, perancangan ini mengintegrasikan bangunan dengan lingkungan alam sekitarnya, sehingga menciptakan ruang yang nyaman dan asri. Resort dan dayclub ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan rekreasi masyarakat perkotaan, sekaligus mempromosikan kesadaran lingkungan dan keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi. Metode penelitian yang digunakan mencakup studi literatur mengenai arsitektur ekologi, dan penerapan prinsip prinsip desain yang mendukung interaksi keseimbangan bangunan dengan alam sekitarnya. Hasil perancangan resort dan dayclub ini meliputi desain kawasan yang mengoptimalkan pemeliharaan dan pengolahan sumber daya alam, penggunaan material lokal dan ramah lingkungan, penggunaan sistem bangunan hemat energi, serta pengintegrasian ruang hijau untuk meningkatkan kualitas udara dan kenyamanan pengunjung. Kesimpulan penelitian ini menunjukan bahwa penerapan arsitekur ekologi dalam perancangan resort dan dayclub menghasilkan wadah rekreasi yang sehat dan nyaman, serta mendukung pemeliharaan dan keberlanjutan lingkungan. Perancangan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembangan wisata yang berkelanjutan dan ramah lingkungan

    Motivasi Pembelian Tiket Sepak Bola: Studi Kasus Penggemar Tim Nasional di Kelurahan Cijantra

    Full text link
    Penelitian ini mengeksplorasi motivasi penggemar Timnas Indonesia di Kelurahan Cijantra, Kabupaten Tangerang, dalam membeli tiket pertandingan meski harga naik. Menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap enam narasumber dari berbagai latar belakang, studi kasus ini menemukan lima faktor utama: (1) Socialization, mempererat hubungan dengan sesama penggemar, (2) Performance, menyaksikan langsung aksi tim favorit, (3) Excitement, menikmati atmosfer stadion, (4) Esteem, kebanggaan sebagai pendukung setia, dan (5) Diversion, hiburan dari rutinitas. Hasilnya menunjukkan bahwa keterikatan emosional tetap menjadi faktor utama dalam keputusan pembelian. Studi ini memberikan wawasan tentang perilaku konsumen dalam olahraga, khususnya di tingkat lokal, serta implikasi bagi industri sepak bola dalam menyusun strategi pemasaran yang lebih efektif untuk meningkatkan loyalitas penggemar

    Strategi Pemasaran UMKM Melalui Pendampingan di ”Kedai Sambal Cobek Bu Yudhi”

    Full text link
    Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau yang lebih dikenal dengan UMKM memiliki peranan strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, banyak UMKM menghadapi kendala dalam aspek pemasaran, terutama dalam memanfaatkan media digital di antaranya adalah “Kedai Sambal Cobek Bu Yudhi”, Gading Serpong, Tangerang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran melalui pendampingan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode Participatory Action Research (PAR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran melalui pendampingan mampu meningkatkan identitas merek, kehadiran digital, serta akses pasar UMKM. Kegiatan seperti pembuatan logo, pengelolaan media sosial, hingga desain ulang menu, terbukti efektif dalam memperkuat daya saing usaha di era digital

    76

    full texts

    84

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Pradita
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇