Jurnal LPPM iSTTS
Not a member yet
189 research outputs found
Sort by
Website Gereja dengan Framework Laravel
Salah informasi adalah sebuah hal yang masih sering terjadi dikarenakan terlalu banyak informasi dan tidak memiliki sumber informasi acuan yang tepat dikarenakan banyak informasi yang beredar. Hal ini terjadi pada Gereja Reformed Injili Indonesia di mana jemaat mereka datang pada waktu yang salah untuk mengikuti acara karena informasi yang beredar salah atau telah dirubah karena suatu sebab.
Sehingga untuk menyelesaikan masalah tersebut diperlukan sebuah situs web sebagai acuan informasi mengenai kegiatan atau acara pada gereja. Metode pembangunan menggunakan prototype dikarenakan pihak gereja belum pernah membangun situs web dan membutuhkan panduan dalam membangun. Framework yang digunakan adalah laravel agar lebih efisien dalam membangun sebuah situs web. Situs yang dibangun akan berupa situs dinamis dengan penyimpanan data menggunakan database, agar pihak gereja dapat dengan leluasa melakukan perubahan dalam jadwal acara.
Dengan adanya situs yang dibangun untuk gereja, diharapkan informasi kepada jemaat akan diambil dari stus web. Sehingga bila ada perubahan maka perubahan itu akan langsung terjadi dan dapat menjadi acuan bagi jemaat yang mencari info kegiatan. Pembangunan situs web menggunakan laravel dan metodologi prototyping membantu user dalam memperoleh gambaran mengenai situs web yang dibangun dan mereka dapat melakukan penyesuaian sesuai dengan kebutuhan user
Sistem Tempat Parkir Terintegrasi yang Dilengkapi dengan Aplikasi Mobile dan Mikrokontroller
Pada tempat parkir yang berada di Indonesia khusunya Surabaya masih menggunakan tiket yang di print pada saat masuk ke tempat parkir. Tiket ini akan disimpan sampai pada saat keluar dari tempat parkir, dan baru akan diserahkan kepada petugas parkir yang berada di gerbang keluar. Pada gerbang keluar, petugas akan melakukan scan ticket di mesin dan akan memberitahu berapa jumlah yang harus dibayarkan. Hal ini dapat terasa lambat dan kurang efisien, sehingga dapat menimbulkan suatu kendala pada saat keluar dimana kendalanya adalah penumpukan mobil yang membuat keluar dari tempat parkir terhambat dan juga harus menyediakan uang dimana jika uang tersebut memiliki kembalian maka harus menunggu petugas untuk memberikan kembalian. Flutter adalah framework native untuk membuat aplikasi cross platform Android dan iOS. Flutter menggunakan Dart sebagai Bahasa pemrograman. Pada sistem ini, pengguna yang mendaftar sebagai member dapat melakukan parkir ke tempat parkir yang tersedia dengan menggunakan aplikasi tanpa memakai tiket. Selain fitur untuk parkir, terdapat fitur untuk melakukan subscribe atau booking pada tempat parkir, dan melakukan report. Pengguna juga dapat mendaftar menjadi owner, dimana owner dapat melakukan setting parkiran, mengirimkan newsfeed, dan melakukan review untuk report yang dikirimkan oleh member. Dengan dibuatnya sistem ini, diharapkan pengguna dapat terbantu untuk melakukan parkir agar menjadi lebih mudah dan efisien. Dalam pembuatan sistem, terdapat beberapa kendala seperti proses buka dan tutup gerbang menggunakan mikrokontroler dimana gerbang terkadang mengalami delay pada saat melakukan proses
Klasifikasi Tekstur Serat Kayu pada Citra Mikroskopik Veneer Memanfaatkan Deep Convolutional Neural Network
Convolutional Neural Network sebagai salah satu metode Deep Learning yang paling sering digunakan dalam klasifikasi, khususnya pada citra. Terkenal dengan kedalaman dan kemampuan dalam menentukan parameter sendiri, yang memungkinkan CNN mampu mengeksplor citra tanpa batas. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti klasifikasi tekstur serat kayu pada citra mikroskopik veneer dengan CNN. Model CNN akan dibangun menggunakan MBConv dan arsitektur lapisan akan didesain menggunakan EfficientNet. Diharapkan dapat tercapai tingkat akurasi yang tinggi dengan penggunaan jumlah parameter yang sedikit. Dalam penelitian ini akan mendesain empat model arsitektur CNN, yaitu model RGB tanpa contrast stretching, RGB dengan contrast stretching, Grayscale tanpa contrast stretching dan Grayscale dengan contrast stretching. Proses ujicoba akan mencakup proses pelatihan, validasi dan uji pada masing-masing input citra pada setiap model arsitektur. Dengan menggunakan penghitungan softmax sebagai penentu kelas klasifikasi. SGD optimizer digunakan sebagai optimization dengan learning rate 1e-1. Hasil penelitian akan dievaluasi dengan menghitung akurasi dan error dengan menggunakan metode F1-score. Penggunaan channel RGB tanpa contrast stretching sebagai citra input menunjukkan hasil uji coba yang terbaik
Ekstraksi Informasi Berbasis Rule untuk Proceeding, Jurnal, dan Technical Report dengan Memanfaatkan Attribut Font dan Paragraf
Digital library merupakan solusi yang baik untuk dunia edukasi. Hal ini disebabkan karena buku yang sudah berevolusi menjadi digital. Awalnya dalam bentuk fisik sekarang sudah dalam bentuk digital dengan ekstensi PDF. Namun untuk membangun sebuah digital library merupakan system yang besar dan kompleks, sehingga diperlukan bagian yang banyak. Penelitian ini mengambil satu bagian dari pengembangan system digital library, yaitu pada bagian preprocessing atau persiapan sumber data digital library. Penyedian sumber data digital library sangat luas dan banyak. Fokus dari penelitian ini adalah penyedian data dimana data tersebut adalah jurnal, prosiding dan paper. Dokumen tersebut dipilih karena dinilai memiliki manfaat yang besar untuk edukasi karena peneliti mendokumentasikan hasil penelitian pada dokumen tersebut. Dalam 1 paper tentunya ada bagian yang menjadi kunci yang menggambarkan intisari dari penelitian tersebut. Pada penelitian ini diambil informasi Judul, Abstract, Keyword dan penulis. Informasi tersebut dipercaya mampu menggambarkan intisari dari suatu paper. Proses dilakukan dengan terbagi menjadi 3 bagian besar yaitu konversi file mentah dengan ekstensi PDF menjadi file JSON, Proses pengambilan fitur, Proses ekstraksi informasi. Ekstraksi informasi pada penelitian ini menggunakan kumpulan rule yang diimplementasikan pada software. Rule di dapat dari hasil pengamatan selama penelitian. Hasil dari penelitian dilakukan perhitungan dengan memberikan bobot dimana hal yang terberat memiliki pengaruh yang lebih besar. Ketelitian yang dicapai adalah 81.32% dimana dari hipotesa awal pada ketelitain 80%. Namun masih banyak pengembangan yang bisa dilakukan agar lebih baik lagi pada penelitian selanjutny
Perancangan Enterprise Architecture Menggunakan Zachman Framework (Study Case: Perusahaan Farmasi)
Teknologi informasi merupakan suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas. Dengan meningkatkan peran teknologi informasi maka investasi di bidang teknologi informasi semakin besar dan semakin kompleks dalam pengelolaanya. Oleh karena itu untuk perkembangan arsitektur Enterprise Architecture perlu diadopsi atau dikembangkan sendiri suatu EA framework. framework yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan arsitektur enterprise, yaitu dengan menggunakan Zachman Framework. Zachman Framework adalah framework Architecture Enterprise yang menyediakan cara untuk memandang dan mendefinisikan sebuah enterprise secara formal dan terstruktur dengan baik. Dengan menggunakan framework Zachman target perusahaan farmasi dapat terealisasikan dengan baik dan benar
 
Pemanfaatan 3D U-Net untuk Segmentasi 3 Dimensi Gelembung Penyebab Kanker Paru-paru (Nodule) pada Lapisan Citra CT Scan
Kanker paru-paru adalah salah satu tipe kanker yang mematikan di seluruh dunia. Proses pendeteksian manual memakan banyak waktu dan energi untuk dituangkan. Kerja keras sekalipun tidaklah cukup, maka telat dalam pendeteksian telah menjadi faktor utama dalam tingkat kesembuhan. Menggunakan[ CT Scan adalah salah satu alat skrining yang potensial, tetapi program skrining otomatis dibutuhkan untuk menghemat waktu. Pendeteksian, menyegmentasi dan penggolongan nodule adalah tiga poin utama untuk membuat ini menjadi nyata. Oleh karena itu, dalam mengambil bagian untuk membuat program itu, tugas akhir ini akan melakukan fokus menyegmentasi nodule. Pada awal program, pertama dibutuhkan hasil CT Scan dan segmentasi nodulenya. Selain itu, juga dibutuhkan titik koordinat centroid dari nodule dari hasil scan tersebut. Setelah mengetahui titik centroid dari nodule, maka proses preprocessing akan menjadi mudah. Program akan mengambil daerah sekitar nodule dan nodule sebagai titik tengahnya, hasil dari proses ini adalah sebuah kubus yang memiliki ukuran yang sama untuk semua hasil preprocess yang sebelumnya sudah ditentukan. Setelah mendapatkan kubus daerah sekitar nodule, proses normalisasi akan dilakukan sehingga data siap untuk ditraning oleh neural network. 2 Model dibuat dengan arsitektur yang berbeda, seperti menggunakan U-Net biasa dan U-Net++. Hasil dari program akan menghasilkan skor Jaccard index dengan tingkat keakuratan tertinggi sebesar 79.8%. Didapatkan kesimpulan bahwa penggunaan U-Net biasa dan U-Net++ tidak memiliki perbedaan akurasi yang signifikan, meskipun memiliki komponen layer dan aktivasi yang sama
Hyper Sudoku Solver dengan Menggunakan Harris Hawks Optimization Algorithm
Sudoku merupakan salah satu permainan klasik yang digemari banyak orang. Sebagai salah satu permainan papan, Sudoku mempunyai banyak varian, salah satunya Hyper Sudoku. Hyper Sudoku mempunyai tingkat kesulitas yang lebih tinggi daripada Sudoku biasa. Tingkat kompleksitas yang tinggi membuat pemainan ini menjadi brain teaser yang baik dan sangat cocok diambil sebagai media untuk menguji algoritma metaheuristik. Algoritma yang populer pada dekade terakhir ini adalah algoritma metaheuristik berbasis populasi, yang mengadaptasi perilaku binatang dalam memecahkan permasalahan optimasi, salah satunya adalah Harris Hawks Optimization (HHO). Seperti kebanyakan metode swarm intelligence (SI) lainnya, algoritma ini mengandalkan proses diversification dan intensification. Selain itu, HHO mempunyai empat strategi khusus untuk mencari solusi dengan kondisi yang berbeda. HHO mampu mencakup solusi multi dimensi, sehingga sangat cocok diimplementasikan pada persoalan Hyper Sudoku. Untuk uji coba, peneliti menggunakan bantuan aplikasi Visual Studio 2017 dan MATLAB R2018a. Pada proses pengujian, digunakan dua setting parameter yang berbeda, tiga macam persoalan Hyper Sudoku, dan tiga puluh independent run untuk mencapai hasil yang diinginkan. Berdasarkan hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa tingkat keberhasilan untuk mencari solusi pada persoalan Hyper Sudoku dengan menggunakan HHO berkisar antara 86 hingga 88%, dilihat dari fitness value-nya
Evolusi Penggunaan Teknologi Web 3.0 : Semantic Web
Generasi baru dari konsep teknologi yang digunakan pada halaman website mengalami perubahan yang juga selaras dengan kebutuhan bisnis yang ada dalam dunia digital. Halaman website mengalami transformasi dari pada mulanya adalah hanya berupa halaman website statis, kemudian pada versi atau generasi berikutnya menjadi halaman website 2.0 sampai dengan generasi ketiga atau halaman website 3.0 (web 3.0) atau yang juga dikenal dengan istilah website semantik (Semantic Web). Generasi ketiga dari teknologi halaman website inilah yang akan menjadi topik utama dari penulisan paper ini, dimana pembahasan yang akan dituliskan dan dijelaskan pada paper ini adalah mengenai karakteristik dari web 3.0, teknologi yang ada pada web 3.0 seperti RDF (Resource Description Framework), SPARQL dan Web Ontology. Kemudian dalam penulisan jurnal ini juga akan diberikan contoh atau implementasi dari penggunaan teknologi web 3.0 dan kemudian penjelasan teknis mengenai cara kerja web 3.0. Hasil dari penulisan paper ini adalah untuk mengetahui perbedaan apakah yang ditawarkan oleh halaman website yang mengadopsi atau menggunakan teknologi web 3.0 dan juga untuk mengetahui keunggulan yang dimiliki oleh teknologi web 3.0