Repository UCB Kupang (Universitas Citra Bangsa)
Not a member yet
650 research outputs found
Sort by
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED, READING AND COMPOSITION ( CIRC ) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IV SD NEGERI OETONA KUPANG.
Berdasarkan data yang diperoleh dari siswa kelas IV SD Negeri Oetona,Pembelajaranmasih bersifat teacher centered bukan student centered.
Penerapan model pembelajaran yang belum optimal mengakibatkan siswa menjadi bosan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model PembelajaranCooperative Integrated, Reading And Composition (Circ) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 4 SD Negeri Oetona Kupang dengan populasi 38 siswa dan sampelnya adalah kelas 3a sebagai kelas eksperimen sebanyak 19 siswa dan kelas 3b sebanyak 19 siswa sebagai kelas kontrol.
Perhitungan hasil belajar Bahasa Indonesia pada kelas eksperimen ( yang diajarkan menggunakan model pembelajaran PembelajaranCooperative Integrated, Reading And Composition ) yaitu 85,42 sedangkan nilai rata – rata hasil belajar pada kelas kontrol (pembelajaran secara konvensional) yaitu 77,11 maka diketahui bahwa nilai rata – rata hasil belajar kelas eksperimen > kelas kontrol
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN APENDISISITIS PADA MASYARAKAT DI KAMPUNG JAGANGARA WILAYAH KERJA PUSKESMAS WEEKARAOU KABUPATEN SUMBA BARAT.
Latarbelakang appendicitis adalah peradangan akibat infeksi pada usus buntu atau umbaicacing (apendiks). Penyebab terjadinya apendisitis dapat terjadi karena adanya makanan keras yang masuk kedalam usus buntu dan tidak bias keluar lagi.
Tujuan Penelitian tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan tindakan pencegahan apendisitis pada Masyarakat di Kampung Jagangara Wilayah Kerja Puskesmas Weekaraou Kabupaten Sumba Barat.
Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional.
Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 86 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil Penelitian menunjukkan value= 0,003 0,05 yang berarti tidak ada hubungan antara sikap dengan tindakan pencegahan apendisitis di Kampung Jagangara Wilayah Kerja Puskesmas Weekarou Kabupaten Sumba Barat.Diharapkan tenaga lebih mengoptimalkan edukasi kesehatan tentang penyak itapendisitis
EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN SECTIO CAESAREA DI RSUD MGR. GABRIEL MANEK, SVD ATAMBUA TAHUN 2018.
Sectio caesarea merupakan upaya pengeluaran janin melalui tindakan obstetrik operatif. WHO (2010) menyatakan bahwa tindakan persalinan secara sectio caesareadi negara-negara berkembang sekitar 10-15%. Peningkatan sectio caesarea berbanding lurus dengan angka kejadian infeksi luka operasi.penanganan yang tepat untuk mencegah terjadinya infeksi luka operasi yaitu dengan pemberian antibiotik profilaksis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan antibiotik profilaksis dan rasionalitas penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien sectio caesarea dengan melihat kesesuaian penggunaan antibiotik berdasarkan teori dan pedoman umum penggunaan antibiotik profilaksis untuk sectio caesarea.
Metode penelitian menggunakan metode deskriptif melalui penelusuran data secara retrospektif menggunakan data rekam medik pasien sectio caesarea di RSUD. Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua tahun 2018. Analisis data berupa deskripsi karakteristik pasien dan pola penggunaan antibiotik profilaksis serta kesesuaian dengan pedoman dan metode gyssens. Hasil yang diperoleh dari total 84 pasien sectio caesarea yang menggunakan antibiotik profilaksis menunjukan pola penggunaan antibiotik profilaksis yang digunakan yaitu Ceftriaxone injeksi 1g secara intravena dan waktu pemberian 1 jam dengan presentase sebesar 100%. Kesesuaian penggunaan antibiotik profilaksis meliputi tepat obat (100%), tepat dosis (100%), tepat rute (100%) dan tepat waktu pemberian (100%) dikatakan tepat/sesuai serta rasionalitas berdasarkan metode Gyssens sebesar 84% yang memenuhi kategori 0 dengan kriteria penggunaan antibiotik tepat/rasional
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTI TUBERKULOSIS PADA PASIEN BARU TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS SIKUMANA.
Tuberkulosis (TB) adalah penyakit yang ditularkan lewat udara yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Jika tidak diobati atau pengobatannya tidak tuntas, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi berbahaya hingga kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan obat anti tuberkulosis (OAT) pada pasien baru tuberkulosis paru di Puskesmas Sikumana tahun 2018 yang mengacu pada Pedoman Nasional Pengendalian TB oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2014. Evaluasi Penggunaan OAT yang dimaksud adalah kesesuaian dosis, lama pengobatan dan hasil pengobatan.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik (non eksperimental) dengan pengambilan data secara retrospektif. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah data rekam medis pasien baru TB paru BTA positif di Puskesmas Sikumana tahun 2018 yang berusia ≥ 18 tahun. Jumlah sampel yang diambil adalah 65 berdasarkan teknik total sampling. Hasil evaluasi penggunaan OAT untuk kesesuaian dosis adalah 87,7% dan 12,3% tidak sesuai. Evaluasi penggunaan OAT untuk kesesuaian lama pengobatan adalah 83,1% dan 16,9% tidak sesuai. Evaluasi penggunaan OAT untuk hasil pengobatan adalah 47,7% sembuh, 36,9% pengobatan lengkap, 6,2% putus berobat, 4,6% meninggal, dan 4,6% tidak dievaluasi
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. S.B DI PUSKESMAS TARUS KABUPATEN KUPANG TANGGAL 1 MARET S/D 24 JUNI 2019.
LatarBelakang: Asuhan kebidanan komprehensif mencangkup empat kegiatan pemeriksaan berkesinambungan diantaranya asuhan kehamilan, persalinan, nifas, dan asuhan bayi baru lahir. Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indicator penting untuk menilai kualitas pelayanan kesehatan di suatu daerah. Penanganan masalah ibu dan bayi masuk dalam salah satu Goals SDG’s (Sustainable Development Goals) yang dalam poin 7 mengatakan batasan AKI 70 per 100.000 kelahiran hidup dan AKB 12 per 100.000 kelahiran hidup, targetnya mengatakan pada tahun 2030 mengurangi(AKI) di bawah 70 per 100.000 kelahiran yang hidup dapat dicegah dengan seluruh Negara berusaha menurunkan angka kematian neonatal setidaknya hingga 12 per 1.000 kelahiran hidup dan angka kematian balita 25per 1.000 kelahira hidup.Salah satu upaya untuk menurunkan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi yaitu program revolusi KIA meliputi Asuhan komprehensif oleh tenaga kesehatan selama masa kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir, tujuan asuhan komprehensif mampu menerapkan asuhan kebidanan komprehensif dengan pendekatan manajemen kebidanan pada Ny. S.B. di Puskesmas Tarus Periode 01 Maret sampai 24 JuniTahun 2019.Metode Penelitian: Yang digunakan adalah metode penelaahan kasus atau case study. Populasi di lakukan pada semua ibu hamil TM III di puskesmas Tarus dan sampel pada Ny. S.Bumur 28 tahun G4P3A0AH3 UK 32 minggu.Hasilnya:Berdasarkan pengkajian asuhan kebidanan komprehensif yang telah diberikan pada Ny. S.Bumur28tahun mulai dari kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir, dalam batas normal, tidak ada yang mengarah kegawatdaruratan atau pun patologis dan ada kesenjangan antara teori dan praktek.Simpulan: Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa asuhan komprehensif pada Ny.S.B umur 28 tahun mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir mendapatkan hasil yang fisiologi
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY S.P DI PUSKESMAS OEPOI KOTA KUPANG TANGGAL 19 MEI S/D 11 JULI TAHUN 2018.
Latar Belakang:.Angka Kematian Ibu (AKI) di kota kupang pada tahun 2015 sebesar 60per 100.000 kelahiran hidup. Jumlah absolut kematian pada tahun 2015 berjumlah kasus dengan rincian 6 kasus kematian terjadi di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, dan 1 kasus kematian pada saat rujukan ibu bersalin. Rincian penyebab kematian 4 kasus disebabkan oleh pre-eklamsa, 1 kasus karena cardiac arrest, 1 kasus ibu hamil dengan infeksi.Tahun 2016 Angka Kematian Ibu dari data yang dikumpulkan terdapat 4 kasus dari 8304 kelahiran hidup dengan kematian ibu 2016 yang dilaporkan sebesar 48 kematian per 100.000 kelahiran hidup. Jumlah absolut kematian pada tahun 2016 berjumlah 4 kasus dengan rincian penyebab kematian ibu 3 kasus disebabkan oleh perdarahan dan 1 kasus kematian pre-eklamsi.(Profil Dinkes Kota Kupang 2017)
Tujuan Penelitian: Menerapkan asuhan kebidanan secara komprehensif pada ibuhamil Trimester III, persalinansampaidenganperawatanmasanifas, BBLdanKB dengan pendekatan dengan manajemen kebidanan dan pendekatan SOAPdi Puskesmas Oepoi periode 19 Mei s/d 11 Juli Tahun 2018.
Metode Penelitian :Menggunakan metode penelaahan kasusatau case study. Populasi: semua ibu hamil trimester III yang di lakukan pada tanggal 19 Mei sampai dengan 11 Juli tahun 2018. Sampel: Ny. S.P G2P1AOAH1 usia kehamilan 38-39 minggu janin hidup tunggal intra uterin letak kepala, keadaan ibu dan janin baik.
Hasilnya:Ny.S.P selama masa kehamilannya dalam keadaan sehat, dalam memberikan asuhan persalinan penulis melakukan asuhan bersama bidan dalam menolong persalinan dengan presentasi kepala dantidak ada lilitan tali pusat, pada kunjungan 2 jam hingga 6 minggupost partum serta kunjungan pada bayi baru lahir berjalan normal dan tidak terdapat penyulit.
Simpulan :Penulis telah menerapkan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. S.P yang di tandai dengan ibu sudah mengikuti semua anjuran, ibu melahirkan fasilitas kesehatan, masa nifas berjalan normal,bayi baru lahir dalam keadaan baik
ASUHAN KEBIDANAN KOMPRHENSIF PADA NY Y.L DI PUSKESMAS PEMBANTU TENAU KOTA KUPANG PERIODE 13 AGUSTUS S/D 01 OKTOBER TAHUN 2018.
Latar Belakang: Angka kematian ibu di Kota Kupang mengalami penurunan dari tahun 2015 sebesar 61 per 100.000 kelahiran hidup menjadi 48 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2016 hal yang sama pula terjadidenganangkakematianbayi yang menunjukan adanya penurunan dari tahun 2015 yang berjumlah 3,88 per 1.000 kelahiran hidup menjadi 2,05 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2016 (ProfilKesehatan Kota Kupang, 2016). Dengan dilakukan asuhan kebidanan komprehensif pada ibu hamil trimester III sampai dengan perawatan masa nifas dan KB diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya menurunkan AKI dan AKB di Kota Kupang serta tercapai kesehatan ibu dan anak yang optimal.
Tujuan Penelitian: Menerapkan asuhan kebidanan komprehensif pada ibu hamil trimester III, persalinan, bayi baru lahir, nifas hingga KB dengan pendekatan manajemen kebidanan. Studi kasus menggunakan metode deskriptif kasus, lokasi studi kasus di Puskesmas Pembantu Tenau, subjek studi kasus adalah Ny. Y.L dilaksanakan tanggal 13 Agustus sampai 01 Oktober 2018 dengan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan, teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester III yang berada di wilayah kerja Puskesmas Pembantu Tenau sampel yang diambil adalah ibu hamil trimester III NY.Y.Lumur 29 tahun G3 P2 A0 AH2 UK 38 minggu 3 hari di Puskesmas Pembantu Tenau tanggal 13 Agustus sampai 01 Oktober 2018.
Hasil:Asuhan kebidanan Komprehensif yang diberikan pada Ny. Y.L selama kehamilan TM III yaitu usia kehamilan 38 minggu 3 hari dilakukan kunjungan rumah sebanyak 2 kali dan kunjungan di Puskesmas Pembantu (Pustu) sebanyak 1 kali, Ny. Y.L melahirkan di Puskesmas Pembantu Tenau lahir secara spontan pervaginam pada tanggal 22 Agustus 2018 pukul 22.00 wita, bayi lahir langsung menangis, jenis kelamin perempuan, dilakukan IMD, hasil pemeriksaan antropometri yaitu BB bayi 2.800 gram, PB 49 cm, LK 32 cm, LD 32 cm, LP 31 cm, diberikan salep mata dan Vitamin K 1 jam setelah persalinan, HB0 1 jam setelah pemberian vit K dan salep mata, kedaan bayi sehat. Selama proses persalinan berjalan normal yaitu kala I 2 jam 50 menit, kala II 10 menit, kala III 10 menit, pengawasan selama 2 jam postpartum, dilakukan pemantauan selama KF1, KN 1 sampai KF3 dan KN3, ibu diberi konseling dan atas persetujuan suami/istri ibu mengikuti KB suntik pada tanggal 01 Oktober 2018.
Kesimpulan:Penulis telah menerapkan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. Y.L yang di tandai dengan ibu sudah mengikuti semua anjuran, keluhan ibu selama hamil teratasi, ibu melahirkan di fasilitas kesehatan, bayi baru lahir dalam keadaan baik, masa nifas berjalan normal dan ibu sudah menggunakan alat kontrasepsi pasca salin
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. D.T DI PUSKESMAS SIKUMANA KOTA KUPANG TANGGAL 12 JULI s/d20 SEPTEMBER 2018.
Latar Belakang:Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) merupakan salah satu indikator penting untuk menilai kualitas pelayanan kesehatan di suatu daerah. Penanganan masalah ibu dan bayi masuk dalam salah satu Goals SDG’s (Sustainable Development Goals) yang dalam poin 7 mengatakan batasan AKI 70 per 100.000 kelahiran hidup dan AKB 12 per 100.000 kelahiran hidup, targetnya mengatakan pada tahun 2030 mengurangi Angka Kematian Ibu (AKI) di bawah 70 per 100.000 kelahiran hidup dan mengakhiri kematian bayi dan balita yang dapat dicegah dengan seluruh Negara berusaha menurunkan angka kematian neonatal setidaknya hingga 12 per 1.000 kelahiran hidup dan angka kematian balita 25 per 1.000 kelahiran hidup (Bappenas, 2016).
MetodePenelitian: Dalam penelitian ini Penulis menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian adalah Ny.D.T umur 26 tahun, hamil anak kedua, tidak pernah keguguran. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 12 Juli s/d 20 September 2018 Hasilnya: Berdasarkan pengkajian asuhan kebidanan komprehensif yang telah diberikan pada Ny.D.T umur 26 tahun mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahirdan KB dalam batas normal, tidak ada yang mengarah kegawatdaruratan ataupun patologis dan tidak ada kesenjangan antara teori dan praktek.
Simpulan : Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa asuhan komprehensif pada Ny.D.T umur 26 tahun mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan KB mendapatkan hasil yang fisiologis
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY S.N DI PUSKESMAS PEMBANTU TENAU KOTA KUPANG PERIODE 07 MARET S/D 30 APRIL 2018.
Latar Belakang: Asuhan kebidanan komprehensif adalah pelayanan yang dicapai ketika terjalin hubungan yang terus-menerus antara seorang wanita dengan bidan. kehamilan merupakan proses alamiah yang tejadi sebagai penyatuan antara sperma dan sel telur serta dilanjutkan dengan nidasi pada dinding endometrium.Asuhan persalinan diberikan kepada klien saat persalinan dengan memperhatikan prinsip asuhan sayang ibu dan sayang bayi yang merupakan bagian dari persalinan yang bersih dan aman.Asuhan masa neonatus sangat diprioritaskan karena merupakan masa kritis dari kematian bayi. Keluarga berencanaadalah tindakan yang membantu pasangan suami istri untuk menghindari kelahiran yang tidak diinginkan, mendapatkan kelahiran yang diinginkan, mengatur interval diantara kelahiran dan menentukan jumlah anak dalam keluarga
Tujuan Penelitian: Melakukan Asuhan Kebidanan Komprehensif pada ibu hamil Trimester III, bayi baru lahir, masa nifasdan keluarga berencanapada Ny. S.N di Puskesmas Pembantu Tenau Kota Kupangdengan Pendekatan Manajemen Asuhan Kebidanan dan Pendokumentasian SOAP.
Metode: Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester III yang berada di wilayah kerja Puskesmas Pembantu Tenau Kota Kupang sampel yang diambil adalah ibu hamil trimester III Ny. S.NUK 39 minggu.
Hasil: Asuhan Kebidanan Komprehensif yang diberikan pada Ny S.N pada kehamilan TM III yaitu pemeriksaan ANC yang sudah 9 kali, melakukan kunjungan rumah 3 kali, selama hamil ibu mengeluh sering buang air kecil,dan dilakukan pemberian asuhan sesuai keluhan.Ibu partus dengan bantuan ekstraksi vakum di RSUD Prof W.Z Yohanes Kupang. pada tanggal 22 Maret 2018 pukul 17.40 wita, bayi lahir langsung menangis, nilai apgar 9/10, jenis kelamin perempuan, hasil pemeriksan anntropometri yaitu BB bayi 3200 gram, PB 49 cm, LK 35cm, LD 34 cm, LP 33 cm, diberikan salep mata dan Vitamin K 1 jam setelah persalinan, pemberian HB0 diberikan setelah 1 jam pemberian vitamin K 1, kedaan bayi sehat, bayi sudah mendapatkan imunisasi BCG dan polia pada usia 1 bulan. Pengawasan selama 2 jam post partum, dilakukan pemantauan selama KF1, KN 1 sampai KF3 dan KN3, ibu diberi konseling dan atas persetujuan suami/istri ibu mengikuti KB suntik3 bulan.
Kesimpulan: Penerapan Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Kehamilan TM III, persalinan,nifas ibu dalam keadaan sehat, sampai ibu mengikuti KB dan bayi sudah mendapatkan imunisasi VIT-K, HB0, BCG dan POLIO
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. S.T. DI PUSKESMAS MANUTAPEN KOTA KUPANG TANGGAL 02 JULI S/D 26 AGUSTUS 2018.
Latar Belakang: Angka kematian di Indonesia cukup tinggi. Berdasarkan data dari Profil Kesehatan Indonesia tahun 2016 diketahui bahwa angka kematian Ibu mencapai 4912 kasus dan angka kematian bayi mencapai 32.007 kasus pada tahun 2016. Dengan dilakukan asuhan kebidanan komprehensif pada ibuhamil Trimester III sampai berKB diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya menurunkan AKI dan AKB di Indonesia.
Tujuan Penelitian: Menerapkan asuhan kebidanan komprehensif pada ibu hamil Trimester III, persalinan, bayi baru lahir, nifashingga KB dengan pendekatan manajemen kebidanan.Metode Penelitian:Studi kasus menggunakan metode deskriptif kasus, lokasi studi kasus di Puskesmas Manutapen, dilaksanakan tanggal 02 Juli sampai 26 Agustus 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester III yang berada di wilayah kerja Puskesmas Manutapen sampel yang diambil adalah ibu hamil trimester III NY.S.T umur 31 tahun G1P0A0UK 38 minggu 2 hari.
Hasil:Asuhan kebidanan Komprehensif yang diberikan pada Ny.S.T selama kehamilan TM III yaitu kunjungan rumah sebanyak 2 kali dan kunjungan di Puskesmas sebanyak 1 kali, Ny. S.T melahirkan di puskesmas Alak lahir spontan pervaginam tanggal 17 Juli 2018, bayi lahir langsung menangis, jenis kelamin perempuan, keadaan bayi normal, dilakukan pemantauan bayi baru lahir (KN1-KN3) dan pemantauan ibu nifas (KF1-KF3), serta atas persetujuan suami/istri ibu mengikuti KB suntik 3 bulan pada tanggal 21 agustus 2018.
Kesimpulan:Penulis telah melakukan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny.S.T dengan hasil keluhan ibu selama hamil teratasi, ibu melahirkan di fasilitas kesehatan, bayi baru lahir dalam keadaan normal, masa nifas berjalan normal dan ibu sudah menggunakan alat kontrasepsi