Repository UCB Kupang (Universitas Citra Bangsa)
Not a member yet
650 research outputs found
Sort by
ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN PADA NY. M.A DI PUSKESMAS KAWANGU KABUPATEN SUMBA TIMUR TANGGAL 18 MEI S/D 03 AGUSTUS TAHUN 2020.
akan tetapi bias juga mengarah ke patologis. Oleh karena itu setiap ibu hamil perlu memeriksa kehamilannya ke fasilitas kesehatan memadai dan diberikan asuhan kebidanan komprehensif yang dilakukan mulai dari Antenatal Care (ANC).
Intranatal Care (INC), Post Natal Care (PNC), dan bayi baru lahir (BBL), seta penggunaan alat kontrasepsi, ukuran yang dipakai untuk menilai adalah baik buruknya keadaan pelayanan kebidanan (matemity care) dalam suatu Negara atau daerah. Tujuan: Menerapkan Asuhan Kebidanan berkelanjutan Pada Ny. M.A di Puskesmas Kawangu Sumba Timur.
Metode Penelitian: Penelitian ini dilakukan menggunakan metode studi penelahan kasus (case study). Populasinya adalah seluruh ibu hamil trimester III yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kawangu. Sampel yang diambil adalah Ny. M.A G2P0A1 Usia kehamilan 35 minggu di Puskesmas Kawangu Sumba Timur.
Hasil: Asuhan pada Ny. M.A selama masa kehamilannya normal, proses persalinan berjalanl ancar, tidak ada jahitan luka perineum, pada masa nifas involusi berjalan normal, bayi dalam keadaan sehat, konseling ber-KB metode anemorea laktasi (MAL).
Simpulan: Asuhan Kebidanan Berkelanjutan yang diberikan kepada Ny. M.A sebagian besar telah dilakukan dengan baik dan sistematis, serta ibu dan bayi sehat hingga masa nifas
Mari Kita Kalahkan Corona (Cara Mudah Membunuh Corona)
Ada yang mengatakan jangan anggap remeh virus ini, sebab telah membunuh sekain banyak orang. Ada pendapat lain; jangan memberikan informasi yang membuat takut/resah/panik masyarakat seperti membeberkan data kematian akibat corona. Pada sisi ini kita berdiri pada area dilematis. Tidak memberikan awasan, orang lengah dan ketika diberikan warning banyak juga yang protes. Lantas kita harus seperti apa? Mungkin jawabnya adalah harus sedang-sedang saja alias berimbang. Banyak ahli dan para pakar/peneliti telah menjelaskan dengan sangat bagus tentang virus ini di dalam berbagai literatur jurnal internasional namun belum banyak dipahami secara baik oleh kita yang awam karena disajikan dalam bentuk yang sangat ilmiah. Setelah cukup lama mempelajari “Corona” dari berbagai literatur (jurnal international) Saya menemukan beberapa catatan penting. Virus ini sebenarnya mirip dengan virus flu biasa dengan gejala awal yang sama persis hanya bedanya pada puncaknya yaitu pada Corona terjadi gejala berat seperti sesak nafas/gagal nafas
EFEKTIFITAS TERAPI MANDI AIR HANGAT DENGAN LEMONGRASS OIL MASSAGE TERHADAP KUALITAS TIDUR LANSIA DI PANTI SOSIAL LANSIA BUDI AGUNG KUPANG.
Lansia merupakan seseorang yang mencapai usia lebih dari 60tahun, yang mulai mengalami gangguan akibat penurunan fungsi organ, psikologi, sosial, ekonomi, dan lingkungan sehingga membutuhkanpelayanan kesehatan. Salah satu akibat penurunan fungsi organ tubuh pada lansia adalah gangguan tidur.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan terapi mandi air hangat dengan lemongrass oil massage terhadap kualitas tidur lansia di Panti Sosial Penyantunan Lansia Budi Agung Kupang.
Metode penelitian ini menggunakan rancangan Quasy Eksperimen dengan pendekatan two group pre-post test design. Sampel yang digunakan berjumlah 60 responden dengan teknik total sampling.
Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner kualitas tidur lansia yang dianalisis menggunakan uji Wilcoxon (ρ˂0,05), SOP memandikan pasien yang telah dimodifikasi, serta SOP massage punggung.
Hasil penelitian ditemukan bahwa terapi mandi air hangat efektif dalam meningkatkan kualitas tidur lansia nilaiρ value=0,046(˂0,05) dengan nilai signifikan 0,74 sedangkan hasil dari pemberian terapi mandi air hangat dengan lemongrass oil massage juga efektif dalam meningkatkan kualitas tidur lansia nilai ρ value=0,000 (˂0,05) dengan nilai signifikan 0,12. Dengan demikian, terapi mandi air hangat dengan lemongrass oil massage lebih efektif dalam meningkatkan kualitas tidur lansia
FAKTOR DETERMINAN PERILAKU PERAWATAN ORGAN REPRODUKSI REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 6 KUPANG.
Remaja Indonesia saat ini sedang mengalami perubahan sosial yang cepat dari masyarakat tradisional menuju masyarakat modern yang mengubah norma, nilai dan gaya hidup mereka. Hal tersebut mengakibatkan peningkatan kerentanan remaja terhadap berbagai macam penyakit terutama yang berhubungan dengan organ reproduksinya. Organ reproduksi merupakan organ penting bagi seorang wanita. Wanita yang memiliki riwayat Infeksi Saluran Reproduksi (ISR) mempunyai dampak buruk untuk masa depannya seperti: kanker leher rahim, kemandulan, kehamilan di luar kandungan, bahkan dapat membahayakan janin yang dikandungnya dan dapat berujung pada kematian.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku perawatan organ reproduksi remaja putri di SMAN 6 Kupang dan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan perilaku perawatan organ reproduksi remaja putri di SMAN 6 Kupang. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan menggunakan teknik consecutive sampling dan simple random sampling. Pengolahan data dengan analisis bivariat yang diuji dengan Spearman Rho.
Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan remaja putri di SMAN 6 Kupang dengan perilaku perawatan organ reproduksi (p=0,000) dan ada hubungan antara dukungan keluarga remaja putri di SMAN 6 Kupang dengan perilaku perawatan organ reproduksi (p=0,000). Bagi sekolah perlu lebih meningkatkan pengetahuan tentang perawatan organ reproduksi misalnya dengan penyuluhan tentang kesehatan dan perawatan organ reproduksi, seminar dan lainnya pada pelajaran ekstrakurikuler dan siswi diharapkan lebih intensif mencari sumber informasi tentang perawatan organ reproduksi melalui media-media seperti: majalah, koran dan lainnya sehingga dapat mempraktekkan perilaku perawatan organ reproduksi dengan baik dan benar
GAMBARAN PERSEPSI DAN PERILAKU IBU TERKAIT PENCEGAHAN DIARE PADA BALITA DI RUANG ANAK RSUD KEFAMENANU.
Latar Belakang: Perilaku merupakansuatu respon terhadap rangsangan atau stimulus dalam bentuk nyata yang dapat diobservasi secara langsung melalui kegiatan yang merupakan bentuk tindakan nyata/ tindakan seseorang. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku ibu dalam mencegah diare pada balitayaitupersepsi kerentanan, persepsi keseriusan, persepsi manfaat dan hambatan, isyarat atau petunjuk dari orang lain dan perilaku ibu dalam mencegah diare pada balita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana gambaran persepsi dan perilaku pencegahan ibu terkait diare balita di Ruang Anak Rumah Sakit Umum Daerah Kefamenanu.
Metode: Jenis penelitian adalah kuantitatif deskriptifdengan rancangan penelitiannya survey. Sampel penelitian berjumlah 92 ibu yang balitanya menderita diare dengan teknik purposive sampling. Hasil Penelitian: Respondenmemiliki kategori persepsi kerentanan sebanyak 96,7% (89 orang), kategori persepsi keseriusan sebanyak 75,0% (69 orang), kategori persepsi manfaat sebanyak 94,6% (87 orang), kategori persepsi hambatan sebanyak 100% (92 orang), kategori persepsi isyarat sebanyak72,8% (67 orang), kategori perilaku ibu sebanyak 72,8% (67 orang).Kesimpulan:Sebanyak 89 orang (96,7%) responden memiliki persepsi bahwa balita rentan terkena penyakit diare. Sebanyak 69 orang (75,0%) responden memiliki persepsi bahwa diare yang terjadi pada balita memiliki dampak yang serius.Sebanyak 87 orang (94,6%) responden memiliki persepsi bahwa perilaku pencegahan yang baik dari ibu memiliki manfaat dalam mencegah terjadinya diare pada balita.
Semua responden memiliki persepsi yang baik dari perilaku ibu terkait pencegahan diare pada balita.Sebanyak 67 orang (72,8%) responden memiliki hubungan yang baik dengan anggota keluarga terkait pencegahan diare pada balita. Sebanyak 89 orang (96,7%) responden memiliki perilaku yang baik terkait pencegahan diare pada balita
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN KEPERAWATAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN BARU DI RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD KEFAMENANU.
Kualitas pelayanan merupakan tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan yang memuaskan pelanggan yang diberikan sesuai dengan standard dan etika profesi. Kepuasan pelanggan merupakan salah satu aspek yang dipengaruhi oleh kualitas pelayanan. Salah satu sarana kesehatan yang dinilai turut adil dalam pelayanan kesehatan adalah Rumah Sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasaan pasien baru di ruang instalasi gawat darurat Rumah Sakit Umum Daerah Kefamenanu.
Tujuan dari penelitian iniadalah untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan yang terdiri dari indikator penerimaan pasien, informasi, tindakan keperawatan non medik, biaya terhadap kepuasan pasien baru di ruang instalasi gawat darurat rumah sakit umum daerah kefamenanu.
Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 pasien, yang diambil secara accidential sampling, dengan kriteria merupakan pasien yang berobat ke ruang instalasi gawat darurat Rumah Sakit Umum Daerah Kefamenanu. tekinik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan regresi linear berganda dengan uji t dan uji f.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji statistik secara parsial kualitas pelayanan meliputi indikator penerimaan pasien (3.390), tindakan keperawatan non medik (3.205), biaya (2.142), berpengaruh dengan nilai signifikan terhadap kepuasan pasien baru di instalasi gawat darurat Rumah Sakit Umum Daerah Kefamenanu. sedangkan indikator informasi (-2.511) memiliki pengaruh negatif terhadap kepuasan pasien baru di instalasi gawat darurat rumah Sakit Umum Daerah Kefamenanu.
Uji statistik secara simultan terdapat pengaruh dari indikator penerimaan pasien, informasi, tindakan keperawatan non medik, dan biaya terhadap kepuasan pasien baru di instalasi gawat darurat rumah Sakit Umum Daerah Kefamenanu dengan nilai signifikan <0,05. Kesimpulan semakin baik kualitas pelayanan keperawatan maka tingkat kepuasan pasien semakin tinggi. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan semakin baik lagi pihak manajemen rumah sakit harus meningkatkan standard pelayanan ke tahap yang lebih maksimal yang diikuti dengan langkah-langkah monitoring dan evaluasi setiap tahunnya
STUDI FENOMENOLOGI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA KUNJUNGAN STIMULASI DETEKSI INTERVENSI DINI TUMBUH KEMBANG (SDIDTK) DI PUSKESMAS OEBOBO.
Program SDIDTKmerupakan program pembinaan tumbuh kembang anak secara komprehensif dan berkualitas.Persentase cakupan kunjungan anak balita di NTT tahun 2013 sebesar 69,38%, sedangkan target Renstra 87%. Pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi stimulasi deteksi intervensi dini tumbuh kembang. Jika anak tidak dilakukan pemeriksaan deteksi dini tumbuh kembang, kemungkinan orang tua tidak mengetahui apakah anaknya sedang mengalami gangguan tumbuh kembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya kunjungan SDIDTK di Puskesmas Oebobo.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Dalam penelitian ini peneliti berperan sebagai instrumen utama penelitian. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Data primer berasal dari informan utama sebanyak 6 orang dan informan pendukung terdiri dari 7 orang.
Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan rendahnya kunjungan SDIDTK di Puskesmas Oebobo dikarenakan oleh beberapa hal antara lain masih rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai SDIDTK, orang tua tidak pernah melakukan pemeriksaan SDIDTK di Puskesmas, orang tua tidak pernah mendapatkan dukungan keluarga dan dukungan sosial untuk melakukan pemeriksaan SDIDTK, orang tua tidak pernah mendapatkan informasi mengenai pemeriksaan SDIDTK, serta sarana dan prasarana yang tidak ada. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar petugaskesehatan lebihmeningkatkankegiatan untuk mempromosikan pemeriksaan SDIDTK kepadamasyarakatsehinggadapatmeningkatkanpengetahuan orang tua mengenai pemeriksaan SDIDTK di Puskesmas
STUDI DESKRIPTIF : TINDAKAN PENCEGAHAN KANKER SERVIKS PADA WANITA USIA SUBUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAKUNASE KELURAHAN FONTEIN KECAMATAN KOTA RAJA KOTA KUPANG.
Kanker serviks merupakan penyakit kanker nomor dua terbanyak yang diderita wanita di dunia, dan merupakan penyebab kematian akibat kanker pada wanita usia produktif di negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tindakan pencegahan kanker serviks pada wanita usia subur di wilayah kerja Puskesmas Bakunase kelurahan fontein kecamatan kota raja kota kupang.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 63 responden. Deskripsi tindakan pencegahan kanker serviks disajikan dalam persentase.
Penelitian ini dilakukan pada tanggal 19 sampai 22 Agustus 2020. Variabel tunggal dalam penelitian ini yaitu tindakan pencegahan kanker serviks pada wanita usia subur. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden dengan tindakan pencegahan kurang yaitu sebesar 37 orang (58.73%) dan 26 orang (41.26%) dengan tindakan pencegahan baik. Diharapkan petugas kesehatan meningkatan edukasi kesehatan mengenai pentingnya tindakan pencegahan kanker serviks untuk meningkatkan status kesehatan dan menghindarkan WUS dari kanker serviks
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 6-24 BULAN DI PUSKESMAS CAMPLONG KABUPATEN KUPANG.
Pemberian ASI eksklusifselama 6 bulan dapat menurunkan morbiditas dan mortalitasbayi, mengoptimalkan pertumbuhan bayi, meningkatkan kecerdasan anak, dan dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit.Penelitian ini bertujuan menganalisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan PerilakuPemberian ASI Eksklusif Pada BayiUsia 6-24 Bulan Di PuskesmasCamplongKabupatenKupang. Desain penelitian yang digunakan analitik korelasi dengan rancangan penelitian cross sectional.Jumlah responden 115 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan dengan perilaku pemberian ASI eksklusif (ρvalue = 0,020), sikap dengan perilaku pemberian ASI eksklusif (ρvalue = 0,005), dukungan keluarga dengan perilaku pemberian ASI eksklusif (ρvalue = 0,009), dukungan petugas kesehatan dengan perilaku pemberian ASI eksklusif (ρvalue = 0,013), jarak kePuskesmas dengan perilaku pemberian ASI eksklusif (ρvalue = 0,033) dan tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pemberian ASI eksklusif (ρ value = 0,064). Dari penelitian ini diharapkan kepada petugas kesehatan untuk meningkatkan strategi promosi kesehatan mengenai pentingnya ASI eksklusif, bagi ibu dan keluarga diharapkan sebagai tambahan pengetahuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemberian ASI eksklusif bagibayi
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIABOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN IBU DALAM PENCEGAHAN ISPA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAKUNASE KOTA KUPANG.
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit pernapasan terberat yang dapat menimbulkan kematian, Penderita ISPA akan sangat menderita apabila berada pada udara lembap, dingin atau cuaca terlalu panas dan juga merupakan penyakit utama kematian bayi dan sering menempati urutan pertama angka kesakitanbalita.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media booklet terhadap pengetahuan ibu dalam pencegahan ISPA pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Bakunase. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra-eksperimental dengan menggunakan rancangan pra-pascatest dalam suatu kelompok (One-group pra-post test design). Sampel dalam penelitian ini berjumlah 92 orang yang didapatkan dengan menggunakan teknik probability sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi yang ditetapkan. Data diambil dengan menggunakankuesioner.
Berdasarkan hasil uji hipotesis penelitian menggunakan ujistatistik Wilcoxon diperoleh nilai p = 0,000 dimana data dikatakan ada pengaruh apabila p <0,05 sehingga H1 diterima, yang artinya ada pengaruh yang signifikan dengan pemberian pendidikan kesehatan tentang ISPA dengan media booklet terhadap pengetahuan pada responden di Wilayah Kerja Puskesmas Bakunase.
Dari hasil yang diperoleh maka disarankan kepada petugas kesehatan di puskesmas untuk meningkatkan pelaksanaan pendidikan kesehatan serta dilaksanakan penyuluhan kesehatan menggunakan media tertulis (booklet) secara berkala terkait penyakit ISPA sebagai upaya untuk memperbaiki perilaku ibu terkaitpengetahuan