Repository UCB Kupang (Universitas Citra Bangsa)
Not a member yet
650 research outputs found
Sort by
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS TARUS KECAMATAN KUPANG TENGAH KABUPATEN KUPANG.
Masa balita merupakan kelompok yang rentan mengalami masalah gizi salah satunya adalah stunting. Stunting atau terhambatnya pertumbuhan tubuh yang merupakan salah satu bentuk kekurangan gizi yang ditandai dengan tinggi badan menurut usia dibawah standar deviasi (<-2 SD). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Penfui Timur Wilayah kerja Puskesmas Tarus.
Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional survey analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi target adalah semua orang tua yang mempunyai balita usia 12-60 bulan di Penfui Timur Kabupaten Kupang. Penelitian ini dilakukan selama bulan Juli 2020. Analisis mengunakan uji chi-square dan Regresi Logistic.
Dari Hasil uji bivariat didapatkan ada hubungan antara faktor jumlah anggota keluarga(p=0,000), pekerjaan ayah (p=0,003), pendidikan ibu (p=0,040), pola asuh orang tua(p=0,000), pemberian ASI eksklusif (p=0,000) dan berat badan lahir (0,000) dengan kejadian stunting sedangkan tidak ada hubungan antara faktor jenis kelamin (p=0,947) dan pekerjaan ibu (p=0,218) dengan kejadian stunting pada balita di Penfui Timur Wilayah kerja Puskesmas Tarus. Hasil uji multivariat didapatkan faktor yang paling dominan adalah berat badan lahir (p=0,000 dan aPOR=153,1), mempunyai peluang 153 kali terjadi kejadian stunting pada balita Di Penfui Timur Wilayah Kerja Puskesmas Tarus.
Saran: meningkatkan promosi kesehatan tentang stunting, membagikan tablet tambah darah pada remaja, memberikan makanan tambahan bagi Ibu hamil yang Kurang Energi Kronis (KEK), pemeriksaan ANC untuk Ibu hamil, dan Pelayanan Posyandu bagi balita
HUBUNGAN MEKANISME KOPING DENGAN STATUS STRES PADA WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN DI RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS II B KUPANG.
Stress dipengaruhi oleh salah satunya adalah mekanisme koping, menurut Model Adaptasi Stres Stuart respon individu terhadap stress berdasarkan persepsi dan analisis sumber koping. Respon koping klien yang dievaluasi dalam suatu rentang yaitu adaptif atau maladaptif. Dengan bertambahnya usia akan mengalami penurunan berpikir, mengingat, dan mendengar, juga menyebabkan individu mengalami stress. Selain itu faktor kondisi fisik yang berhubungan dengan tidak adanya dukungan sosial, harga diri rendah, gaya hidup yang tidak sehat, dapat disebabkan oleh karena mekanisme koping seseorang yang buruk.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan mekanisme koping dengan status stres pada warga binaan pemasyarakatan di rumah tahanan Negara kelas II B Kupang.
Metode penelitian yang digunakan adalah desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, jumlah populasi 192, pengambilan sampel yang di cari dengan metode purposive sampling didapatkan sampel 130 responden. Data di kumpulkan menggunakan lembar kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah uji chi square.Hasil statistic di dapatkan nilai ρ-value = 0,000 (< 0,005) hal ini membuktikan bahwa ada hubungan antara mekanisme koping dengan status stress pada warga binaan pemasyakarakatan di rumah tahanan Negara kelas ll B Kupang.
Disimpulkan sebagian besar responden di Rumah Tahanan Negara kelas II B Kupang memiliki mekanisme koping adaptif sebanyak (59,2%) dan mekanisme koping maladaptif sebanyak (40,8%) sedangkan sebagian besar responden memiliki status stress sebanyak (76,2%). Disarankan untuk Lembaga Rumah Tahanan lebih sering memberikan bimbingan secara psikis, konseling, dan bimbingan rohani sehingga warga binaan mampu memanajemenkan mekanisme koping adaptif untuk menghadapi stresor
HUBUNGAN PELAKSANAAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI TINGKAT RUMAH TANGGATERHADAP KEJADIAN ISPA DAN DIAREDI KELURAHAN SONRAEN WILAYAH KERJA PUSKESMAS SONRAEN, AMARASI SELATAN KABUPATEN KUPANG.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota Rumah Tangga agar tahu, mau dan mampu mempraktikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan Di masyarakat.Perilaku hidup bersih dan sehat harus diterapkan sedini mungkin agar menjadi kebiasaan positif dalam memelihara kesehatan. Tujuan dari penenlitian ini adalah mengetahui Hubungan Pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Ditingkat Rumah Tangga Terhadap Kejadian ISPA Dan Diare.
Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasi, teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah Purposive sampling dengan jumlah sampel yaitu 158 orang Di Kelurahan Sonraen Wilayah Kerja Puskesmas Sonraen, Amarasi Selatan Kabupaten Kupang.
Berdasarkan uji statistik menggunakan chi square untuk melihat hubungan perilaku hidup bersih dan sehat terhadap kejadian ISPA diperoleh nilai p = 0,006 (p < 0,05) H1 diterima dan kejadian Diare diperoleh nilai p = 0,009 (p < 0,05) H2 diterima yang berarti ada hubungan yang signifikan antara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ditingkat rumah tangga terhadap kejadian ISPA dan Diare.
Perilaku hidup bersih dan sehat harus diterapkan sedini mungkin agar menjadi kebiasaan positif dalam memelihara kesehatan dan menjadi tugas utama bagi petugas kesehatan untuk melakukan kunjungan berkelanjutan serta penyuluhan pada masyarakat agar dapat mengurangi angka kejadian ISPA dan Diare akibat perilaku hidup bersih dan sehat yang buruk
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEMANDIRIAN PASIEN STROKE DI POLI SARAF RSUD PROF. DR. W. Z. JOHANNES KUPANG.
Stroke adalah kematian jaringan otak (CerebraI Infark) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen otak. Stroke dapat menyebabkan keterbatasan fisik, kecacatan, stres serta depresi pada pasien sehingga dapat menyebabkan ketergantungan pada orang lain. Stroke juga menimbulkan depresi, sehingga dibutuhkan dukungan keluarga agar pasien stroke dapat melakukan aktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kemandirian pasien strokedi poli saraf RSUD Prof. Dr.W.Z. Johannes Kupang.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain korelasional dan menggunakan pendekatan cross sectional.Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 40 responden, menggunakan teknik purposive sampling, dengankriteria inklusi yaitupasien yang bersedia menjadi responden, pasien yang memiliki gejala seperti kesulitan dalam berbicara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasien stroke mendapat dukungan keluarga dengan kategori baik (67,5%) sedangkan kemandirian pasien stroke di poli saraf RSUD Prof.Dr.W.Z Johannes Kupang memiliki kategori ketergantungan sebagian (57,5%). Hasil uji statistik dengan menggunakan spearman rho, menunjukkan bahwa dukungan keluarga pasien stroke di poli saraf RSUD.Prof.Dr.W.Z.Johannes Kupang memiliki hubungan yang signifikan (ρ : 0,000) dengan tingkat kemandirian pasien. Diharapkan keluarga untuk mempertahankan dan meningkatkan dukungan kepada pasien dengan memotivasi terus menerus melakukan aktivitas yang bermanfaat bagi kemandirian pasien
PENGARUH CARING PERAWAT TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TK. III DRS. TITUS ULY KUPANG(STUDI KASUS DI RUANGAN CEMPAKA, CENDANA, EDELWEIS DAN MAWAR).
Caring perawat merupakan sikap peduli yang memudahkan pasien untuk mencapai peningkatan kesehatan dan pemulihan. Perilaku caring perawat menjadi tuntutan utama klien akan pemenuhan kesehatan yang optimal.Perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan dituntut memberikan kinerja terbaik sehingga akan terwujud kepuasan klien.
Pasien akan merasa puas apabila layanan kesehatan yang diperolehnya sama atau melebihi harapannya, sebaliknya ketidakpuasan akan muncul apabila kinerja layanan kesehatan yang diperolehnya itu tidak sesuai dengan harapannya.
Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh caring perawat terhadap kepuasan pasien di ruang rawat inap Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Drs. Titus Uly Kupang. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik korelasi dengan rancangan cross sectional.Sampel berjumlah 69 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner.
Analisis data menggunakan uji statistikspearman rho. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa ada pengaruh caring perawat terhadap kepuasan pasien, dengan nilaip=0,006 lebih kecil dari nilai α (0,05). Hasil penelitian ini menjadi suatu masukan untuk dapat meningkatkan caring terhadap pasien dalam setiap pelayanan keperawatan yang diberikan untuk mencapai kepuasan pasien
HUBUNGAN ANTARA SIKAP DENGAN PERILAKU KELUARGA DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR TUBERCULOSIS (TBC) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS OEBOBO.
Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kumanTB (mycrobacterium tuberculosis).Menurut Profil Kesehatan Indonesia (2015), insidendan kematian akibat tuberkulosis telah menurun dengan adanya berbagai upayapegendalian yang dilakukan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubunganantara sikap dengan perilaku keluarga dalam pencegahan penyakit menular Tuberkulosis (TBC) di Wilayah Kerja Puskesmas Oebobo.
Jenis penelitian ini adalah penelitiankuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan analitik korelasi. Sampel dalampenelitian ini berjumlah 49 yang didapatkan dengan menggunakan total sampling yaitu dengan mengambil semua responden yang ada sesuai dengan kriteria inklusi yang sudah ditentukan.
Hasil penelitian di peroleh sikap keluarga responden terbanyak yaitu memiliki sikap positif dengan presentase (73,46%) sebanyak 36 responden, sikap negatif dengan presentase (26,53%) sebanyak 13 responden.
Hasil penelitian menunjukan adanya Hubungan Antara Sikap Dengan Perilaku Keluarga Tentang Pencegahan Penyakit Menular Tuberkulosis (TBC) Di Wilayah Kerja Puskesmas Oebobo dengan nilai signifikan 0,000 dimana ρ<α (0,000<0,05). Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi para pengelola Puskesmas Oebobo tentang sikap dan perilaku keluarga yang berkaitan dengan pencegahan penyakit tuberculosis (TBC)
SURVEI POLA ACTIVITY DAILY LIVING DAN STATUS GIZI PADA PASIEN TUBERKULOSIS (PADA FASE INTENSIF DAN FASE INTERMITEN) DI PUSKESMAS BAKUNASE
Penyakit tuberkulosis merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan di masyarakat. Penyakit ini termasuk dalam salah satu penyakit yang mudah dalam proses penularannya melalui udara ketika seseorang terpapar dengan penderita pada saat penderita tersebut bersin, batuk, sehingga seseorang rentan untuk terkena penyakit tuberkulosis. Penyakit tuberkulosis juga menyerang sistem persarafan yang berdampak pada gangguan oksigen di dalam tubuh sehingga mempengaruhi metabolisme oksigen di dalam sel yang berdampak pada penderita tuberkulosis rentan untuk mengalami kelemahan dan sesak nafas. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pola activity daily living dan status gizi pada pasien tuberkulosis pada fase intensif dan intermiten di Puskesmas Bakunase.
Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling sebanyak 52 responden.
Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Pengelolahan data mengunakan uji analisis deskriptif. Hasil penelitian ini didapatkan paling banyak responden dengan tingkat activity daily living mandiri yaitu 49 orang (94.2%) dan yang paling sedikit tingkat ketergantungan ringan yaitu 3 orang (5.8%) dan status gizi didapatkan paling banyak responden dengan status gizi kurang yaitu 23 orang (44.2%) dan yang paling sedikit status gizi lebih 11 orang (21.2%).
Simpulan Activity daily living pada pasien tuberkulosis menunjukkan bahwa tingkat kemandirian pasien tuberkulosis paling banyak berada pada kategori mandiri dan status gizi pada penderita tuberkulosis menunjukkan bahwa paling banyak responden dengan status gizi kurang
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP MOTIVASI BEROBAT PENDERITA KUSTA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SE-KOTA KUPANG.
Keluarga sebagai sistem pendukung bagi penderita kusta diharapkan mampu memberikan dukungan penuh kepada penderita kusta. Dukungan keluarga sangat penting untuk setiap aspek perawatan anggota keluarga, terutama upaya kuratif atau pengobatan. Keluarga memotivasi dan memberikan dukungan serta perhatian dalam bentuk perasaan dan sikap nyata sehingga klien mampu menjalani pengobatannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi dukungan keluarga terhadap motivasi berobat penderita kusta di Wilayah Kerja Puskesmas SeKota Kupang. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua keluarga dan pasien kusta yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Se-Kota Kupang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 48 responden, menggunakan Teknik total sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan faktor sosial ekonomi terhadap motivasi berobat, tetapi terdapat juga yang tidak berhubungan antara lain faktor usia, faktor emosi, spiritual, praktik dikeluarga dan latar belakang budaya. Untuk meningkatkan dukungan keluarga dan motivasi berobat penderita kusta, perlu adanya penyuluhan tentang penyakit kusta dan cara pengobatannya, sehingga keluarga dan penderita memiliki motivasi untuk berobat
EVALUASI PENGELOLAAN OBAT DAN BAHAN MEDIS HABIS PAKAI DI PUSKESMAS OEPOI KOTA KUPANG.
Pengelolaan obat dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) merupakan salah satu kegiatan pelayanan kefarmasian yang bertujuan untuk menjamin kelangsungan ketersediaan dan keterjangkauan obat dan BMHP yang efisien, efektif dan terjangkau (rasional).
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang menggunakan 2 pengambilan data yaitu pengambilan data secara retrospektif dan concurrent.
Hasil penelitian menggambarkan bahwa pengelolaan obat dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) yang dilakukan pada puskesmas Oepoi kota Kupang menggunakan indikator kesesuaian item obat yang tersedia dengan Formularium Nasional (FORNAS) (73,37%), kesesuaian item obat yang tersedia dengan DOEN (61,54%), kesesuaian item dan jumlah permintaan (100%), kesesuaian item dan jumlah penerimaan (81,18%), ketepatan perencanaan (89,41%),kesesuaian jumlah fisik (95,90%), persentase kesesuaian penyimpanan sesuai dengan aturan FEFO (100 %), persentase nilai item yang kadaluarsa atau rusak (10,19%), obat tidak diresepkan selama 3 bulan (31,36%), tingkat ketersediaan (satu bulan) (14 bulan), jumlah item obat per lembar resep (2,9%), persentase peresepan obat generik (92,31%), persentase penggunaan antibiotik untuk pasien ispa non –pneumonia (0,21%) dan penggunaan antibiotik untuk pasien diare non-spesifik (0,12%) persentase peresepan injeksi (0%), rata-rata kecepatan pelayanan resep non racikan (1 menit 52 detik) dan rata-rata kecepatan pelayanan resep racikan (3, 47 menit), persentase pelabelan obat (0%).
maka dapat disimpulkan bahwa pengelolaan obat pada puskesmas Oepoi kota Kupang belum baik, karena belum sesuai dengan standar yang ditetapkan
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA KELAS V DI SD NEGERI OETONA KOTA KUPANG.
Model Pembelajaran mind mapping adalah cara belajar dan berpikir dengan menggunakan citra visual dan prasarana grafis sehingga pembelajaran yang kreatif dan efisien.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran mind mapping terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran IPS pada kelas V di SD Negeri Oetona Kupang.
Jenis penelitan ini adalah penelitian kuantitatif. Desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperimental Design.
Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri Oetona berjumlah 46 orang yang terdiri atas kelas A berjumlah 23 dan kelas B berjumlah 23 orang dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V yang berjumlah 46 orang dimana kelas A sebagai kelas eksperimen dan kelas B sebagai kelas kontrol.
Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu angket dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji normalitas, uji homogenitas dan uji t-test.
Berdasarkan hasil pembahasan dan penelitian, yang dilakukan tentang “pengaruh model pembelajaran mind mapping terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran IPS pada kelas V di SD Negeri Oetona Kupang” dapat diambil kesimpulan bahwa pengaruh model pembelajaran mind mapping berpengaruh terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran IPS pada kelas V di SD Negeri Oetona Kupang.
Hal ini dibuktikan dengan hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji independent sample t-test dengan taraf signifikansi 5% (0.05). Hasil penelitian menujukkan bahwa nilai sig. (2-tailed) 0,019 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima.
Artinya minat belajar siswa berbeda antara kelas eksperimen dan kelas kontrol atau dengan kata lain terdapat perbedaan dan pengaruh model pembelajaran mind mapping terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran IPS pada kelas V di SD Negeri Oetona Kupang