Repository UCB Kupang (Universitas Citra Bangsa)
Not a member yet
650 research outputs found
Sort by
AN ANALYSIS ON SIGNS AND MEANINGS ON ARTISTIC WOOD CARVING IN TRADITIONAL HOUSE OF LIO.
Language cannot be separated from human life. Itis not only about words or sentences but also about sign as well. Language is a sign medium for human communication. This thesis describes signs, the meanings of signs and the influence of signs toward the people of Lio.
The purposes of writing this thesis are to find out the signs, explain the meaning of signs found in traditional house of Lioand to describe the influence of signs toward people of Lio. This thesis uses qualitative descriptive method.Traditional House of Lio (Keda) is the primary source of data that also clarified by some speakers besides books that are applied as secondary sources.
The result of this thesis is signs in Traditional House of Lio have meanings in signizing Nipa sign as picture of life, Jarasign as power, loyalty, and sensitivity, Wawi sign as sacrifice and luck, Manu sign as time, Kambasign as prosperity, Are sign assource of life and Jawasign as life science
ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN PADA NY. F.S.B DI PUSKESMAS PEMBANTU FATUKOA KOTA KUPANG TANGGAL 20 MEI S/D 7 AGUSTUS TAHUN 2020.
Latar Belakang :Angka kematian ibu di NTT tahun 2019 sebanyak 98 kasus mengalami penurunan sebanyak 44 kasus, dari tahun sebelumnya sebesar 142 kasus. Begitu pun dengan angka kematian bayi pada tahun 2019 sebanyak 822 kasus, atau turun 90 kasus dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 912 kasus.
Kematian ibu di Indonesia didominasi oleh tiga penyebab utama yaitu perdarahan, HDK, dan infeksi. Hal ini terjadi karena kurangnya kesadaran dan pengetahuan ibu dan keluarga akan pentingnya ANC teratur, dan masih rendah angka persalinan di fasilitas kesehatan yang memadai. Salah satu penyebab angka kematian bayi adalah masih banyak ibu yang tidak melakukan pemeriksaan ANC dan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan serta kurangnya kesadaran ibu nifas untuk memeriksakan kesehatan bayinya di fasilitas kesehatan yang memadai.
Tujuan penelitian menerapkan asuhan kebidanan berkelanjutan dengan pendekatan manajemen kebidanan dan pendokumentasian Metode SOAP pada Ny. F.S.B di Pustu Fatukoa Kota Kupang tanggal20 mei s/d 07 Agustus 2020.
Metode: Studi kasus menggunakan metode penelaahan kasus Case Studi.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester III yang berada di wilayah kerja Pustu Fatukoa. Sampel yang diam bila dalah ibu hamil trimester III NY.F.S.B umur 25 tahun G2P1A0 AH1UK 35 minggu + 5 hari diPustu Fatukoa periode 20 Mei s/d 07 Agustus 2020
Hasil:Asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny.F.S.B selama masa kehamilan berjalan normal, Melahirkan di Puskesmas Sikumana lahir secara spontan pervaginam pada tanggal 27 juni 2020 pukul 14.20 wita, bayi lahir langsung menangis. Jenis kelamin Perempuan ,dilakukan IMD selama 1 jam. Hasil pemeriksanantropometri yaitu BB bayi 3.400 gram, PB 50 cm, LK 33 CM, LD 33 cm, LP 33 CM.
Diberikan Salep Mata dan Vitamin K 1 jam setelah persalinan, HB0 1 jam setelah pemberian vit K dan Salep Mata, kedaan bayi sehat. Selama proses persalinan berjalan normal dan tidak ditemukan tanda-tanda bahaya pada masa nifas. Diberi konseling dan atas persetujuan keluarga ibu mengikuti KB suntik 3 bulan pada tanggal 7 juni 2020.
Simpulan:Asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. F.S.B. telah dilakukan dengan benar dan sistematis, ibu dan bayi sehat hingga masa nifas. Kontrasepsi Yang digunakan yaitu KB suntik tiga bulan dan semua pendokumentasian dilakukan dengan metode SOAP
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADANY. Y.T DI PUSKESMAS SIKUMANA KOTA KUPANG TANGGAL22 JULI S/D SEPTEMBER TAHUN 2019.
Latar belakang: Asuhan kebidanan komprehensif (continuity of care) adalah pemberian asuhan kebidanan sejak kehamilan (Antenatal Care), bersalin (Intranatal Care), nifas (Postnatal Care), bayi baru Lahir (Neonatal Care), hingga memutuskan menggunakan KB, Continuity of care merupakan pelayanan yang dicapai ketikaterjalin hubungan yang terus menerus antara seorang wanita dan bidan (Pratami,2014).
Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) merupakan salah satu indicator penting untuk menilai kualitas pelayanan kesehatan di suatu daerah. Masalah ibu dan bayi masuk dalam salah satu Goals SDG’s (Sustainable Development Goals) yang dalam targetnya mengatakan pada tahun 2030 mengurangi Angka Kematian Ibu (AKI) di bawah 70 per 100.000 kelahiran hidup dan mengakhiri kematian bayi dan balita yang dapat dicegah dengan seluruh Negara berusaha menurunkan angka kematian neonatal setidaknya hingga 12 per 1.000 kelahiran hidup balita 25 per 1.000 kelahiran hidup.
Tujuan: Melaksanakan Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny.Y.T di Puskesmas Sikumana Kota Kupang.
MetodePenelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah studi penelaan kasus, populasi semua ibu hamil trimester III di Puskesmas Sikumana Kota Kupang, sampeladalahibuhamilNy. Y.T di Puskesmas Sikumana Kota Kupangperiode 22Juli sampai dengan 28 September 2019.
Hasil: Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny.Y.T, selama kehamilan TM III yaitu usia kehamilan 41 minggu 1 hari dilakukan ANC (3 kali) dan masalah yang ditemukan nyeri perut bagian bawah. Persalinan dilakukan sesuai 60 langkah APN berjalan normal di Puskesmas Sikumana secara spontan pervaginam pada tanggal 14 Agustus 2019 pukul 03.56 WITA, bayi lahir lansung menangis, jenis kelamin Laki-laki, pengawasan masa nifas selama 2 jam post partum, dilakukan pemantauan selama KF1-KF3 dan KN1- KN3, ibu diberi konseling dan atas persetujuan suami/istri ibu memilih untuk tidak menggunakan alat kontrasepsi tetapi menggunakan MAL.
Kesimpulan: penulis telah menerapkan Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. Y.T yang ditandai dengan ibu sudah mengikuti semua anjuran, keluhan ibu selama hamil teratasi, ibu melahirkan pada fasilitas kesehatan, masa nifas berjalan normal, bayi baru lahir dalam keadaan baik, serta telah diberikan konseling tentang pelayanan KB
ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN PADA NY. M. N DI PUSKESMAS ALAK KOTA KUPANG TANGGAL 24 APRILS/D 02 JULI 2018.
Latar Belakang:. Sebagian besar proses persalinan terfokus pada ibu, tetapi karena proses tersebut merupakan pengeluaran hasil kehamilan (bayi) maka penatalaksanaan persalinan baru dapat dikatakan berhasil apabila selain ibunya, bayi yang dilahirkan juga berada dalam kondisi yang optimal.
Tujuan Penelitian: Menerapkan asuhan kebidanan secara berkelanjut pada ibuhamil Trimester III sampai dengan perawatan masa nifas dan KB.
Metode Penelitian:Studi kasus menggunakan metode penelaahan kasus, lokasi studi kasus di Puskesmas Alak, subjek studi kasus adalah Ny. M.N dilaksanakan tanggal pada 24 April sampai 02 Julidengan menggunakan format asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan metode 7 langkah Varney dan pendokumentasian SOAP, teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder.
Hasil:Ny.M.N selama masa kehamilannya dalam keadaan sehat, dalam memberikan asuhan persalinan penulis melakukan asuhan bersama bidan dalam menolong persalinan dengan presentasi muka dan tidak ada lilitan tali pusat, pada kunjungan 2 jam hingga 6 minggupost partum serta kunjungan pada bayi baru lahir berjalan normal dan tidak terdapat penyulit.
Kesimpulan:Penulis telah menerapkan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. M.N yang di tandai dengan ibu sudah mengikuti semua anjuran, keluhan ibu selama hamil teratasi, ibu melahirkan difasilitas kesehatan, masa nifas berjalan normal,bayi baru lahir dalam keadaan baik
DIPUSKESMAS PEMBANTU LASIANA KOTA KUPANG TANGGAL 25 MEI S/D 13 JULI TAHUN 2020.
Latar Belakang: Ibu dan anak merupakan anggota keluarga yang rentan sehingga penilaian status kesehatan dan pelayanan kesehatan ibu dan anak penting dilakukan melalui penerapan asuhan kebidanan yang berkualitas.Asuhan kebidanan komprehensifadalah penerapan fungsi dan kegiatan yang menjadi tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada klien yang mempunyai kebutuhan/masalah selamamasa hamil,persalinan, nifas, bayi setelah lahir, dan keluarga berencana.
Tujuan Penelitian: Untuk menerapkan Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny O.T umur 23 tahun G1P0A0AH0 di Puskesmas Pembantu Lasiana dengan Pendekatan Manajemen Kebidanan dan pendokumentasian SOAP.
Metode Penelitian:Menggunakan metode case study atau metode penelahan kasus. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester III di PuskesmasPembantuLasiana, Kota kupang dan sampel yang dipilihadalah Ny.O.T umur 23 tahunG1P0A0AH038 Minggu 1 hari.
Hasil dan Pembahasan: Asuhan kebidanan Komprehensif yang diberikan Pada Ny.O.T selama kehamilandilakukan 3 kali kunjungan di PustuLasiana. TM III yaitu 1 kali dan kunjungan di Pustudan di rumahsebanyak 1 kali. Ny.O.T melahirkan di KlinikBidanEtha, spontan pervaginam tanggal 02 Juni 2020,bayi lahirdengannilai Apgar 10, jenis kelamin perempuan, pada persalinanibumendapat jahitanhecting karena adanya laserasi derajat 1. Selama masa nifas dan neonatusdilakukan 3 kali kunjungan, keadaanibu dan bayibaik. Ibu sudahmenggunakanalatkontrasepsi KB suntikan 3 bulan (Depo provera).
Simpulan: Penulis telah menerapkan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny.O.T ditandai dengan ibu sudah mengikuti semua anjuran, keluhan ibu selama hamil teratasi, ibu melahirkan di fasilitas kesehatan,bayi dalam keadaan sehat dan masa nifas berjalan normal
STUDI KOMPARATIF FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PREFERENSI MASYARAKAT ANTARA MEMILIH OBAT TRADISIONAL DAN OBAT SINTETIK DI APOTEK KIMIA FARMA 135 HATTA KUPANG.
Obat berdasarkan bahan aktifnya, dibedakan menjadi dua yaitu obat tradisional (berasal dari bahan alam) dan obat sintetik (berasal dari bahan kimia). Menurut Kotler (2009), preferensi terhadap obat sangat dipengaruhi oleh faktor sosial, faktor budaya, faktor pribadi, dan faktor psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan faktor yang mempengaruhi preferensi masyarakat antara memilih obat tradisional dan obat sintetik di Apotek Kimia Farma 135 Hatta, Kupang.
Desain penelitian ini adalah non-eksperimental observasi dengan pendekatan komparatif. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2019 selama 1 minggu di Apotek Kimia Farma 135 Hatta Kupang. Populasi dalam penelitian ini adalah semua orang yang berkunjung dan atau membeli obat di Apotek Kimia Farma 135 Hatta, Kupang yang berusia dewasa (>18 tahun). Teknik sampling yang digunakan adalah teknik Insidental Sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara langsung dengan bantuan instrumen kuesioner, datanya kemudian diolah dengan program SPSS.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa preferensi terhadap obat tradisional 38% dan terhadap obat sintetik 62%. Perbedaan faktor preferensi yang signifikan terhadap obat tradisional dan obat sintetik adalah faktor sosial tentang penggunaan obat karena kelompok, keluarga, dan saudara (P-Value = 0,050), faktor budaya tentang penggunaan obat karena budaya, suku, atau agama (P-Value = 0,043), faktor pribadi tentang biaya pengobatan tidak mahal (P- value = 0,035), dan faktor psikologis tentang merasakan kepuasan setelah mengonsumsi obat dan mengiginkan hal-hal yang sifatnya alami (P- value = 0,045 dan P- value = 0,026)
HUBUNGAN PELAYANAN INFORMASI OBAT DENGAN TINGKAT KEPATUHANPASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS SIKUMANA KOTA KUPANG TAHUN 2019.
Pelayanan informasi obat sangat penting dalam upaya menunjang pengelolaan dan penggunaan obat secara rasional.Pelayanan informasi obat sangat diperlukan, terlebih lagi banyak pasien yang belum mendapatkan informasi obat secara memadai.Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran hubungan pelayanan informasi obat dengan tingkat kepatuhan pasien hipertensi di puskesmas sikumana kota kupang.Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan rancangan penelitian deskriptifdengan pendekatan secara prospektif. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Responden dalam penelitian ini adalah semua pasien yang menderita darah tinggi (Hipertensi) di puskesmas sikumana kota kupang dengan jumlah 50 orang. Selanjutnya data dianalisis dengan analisis correlationkendal’s tau-b dengan tingkat kemaknaan p < 0,005.Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan correlationkendal’s tau-b mendapatkan nilai signifikan 0,004 menyatakan ada hubungan antara pelayanan informasi obat dengan tingkat kepatuhan pasien hipertensi, dengan nilai koefisien kolerasi yaitu 0,348 dengan derajat hubungan yaitu kolerasi cukup, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pelayanan informasi obat dengan tingkat kepatuhan pasien hipertensi dan derajat hubungan yaitu kolerasi cuku
PROFIL PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PEDIATRI RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA KUPANG TINGKAT III Drs. TITUS ULLY DENGAN METODE ATC/DDD DAN DU 90%.
Pengobatan dengan antibiotik sampai saat ini masih sangat tinggi penggunaannya dikarenakan penyakit infeksi yang masih mendominasi. Antibiotik merupakan suatu zat biokimia yang dihasilkan oleh mikroorganisme yang mana dalam jumlah kecil zat biokimia ini dapat menghambat bahkan membunuh pertumbuhan mikroorganisme lainnya. Penelitian ini pada pasien pediatric rawat inap di Rumah Sakit Bhayangkara Kupang Tingkat III Drs. Titus Ully dengan metode ATC/DDD.penelitian ini dan pengambilan data dilakukan secara retrospektif. Data penggunaan antibiotik yang diambil adalah berupa golongan dan nama antibiotik, bentuk sediaan, kekuatan sediaan serta . Hasil penggunaan antibotik di hitung sebagai Defined Daily Dose (DDD) per 100 hari pasien dan berdasarkan kriteria DU90%.Hasil dari penelitian ini adalah berdasarkan analisis kuantitatif dengan metode ATC/DDD dan DU90% diketahui bahwa antibiotik yang digunakan oleh pasien pediatri rawat inap di Rumah Sakit Bhayangkara Kupang Tingkat III Drs. Titus Ully adalah golongan penisilin, sefalosporin, makrolida dan aminoglikosida dan kuantitas penggunaan antibiotik yang paling banyak digunakan adalah golongan sefalosporinya itu seftriakson (30,56%)
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. S.F DI PUSKESMAS OEPOI KOTA KUPANG TANGGAL 25 JUNI S/D 18 AGUSTUS TAHUN 2018.
Latar Belakang:Angka kematian di Indonesia cukup tinggi. Berdasarkan data dari profil Kesehatan Indonesia tahun 2016 diketahui bahwa angka kematian ibu mencapai 4912 kasus dan angka kematian bayi mencapai 32.007 kasus pada tahun 2016. Dengan dilakukan asuhan kebidanan komprehensif pada ibu hamil trimester III sampai berKB diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya menurunkan AKI dan AKB di Indonesia.Menerapkan Asuhan Kebidanan komprehensif pada ibu hamil Trimester III, persalinan, bayi baru lahir, nifas hingga KB dengan pendekatan manajemen kebidanan.
Metode Penelitian: Studi kasus menggunakan metode deskriptif kasus, lokasi studi kasus di Puskesmas Oepoi, dilaksanakan tanggal 25 Juni sampai 18 Agustus tahun 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester III yang berada di wilayah kerja Puskesmas oepoi sampel yang diambil adalah ibu hamil trimester III Ny. S.F umur 30 tahunG3P2A0AH2 UK 37-38 minggu.
Hasil: Asuhan Kebidanan Komprehensif yang diberikan pada Ny. S.F selama kehamilan TM III yaitu kunjungan rumah sebanyak 2 kali dan kunjungan di Puskesmas sebanyak 2 kali, Ny. S.F melahirkan di RSUD W.Z. Yohannes Kupang lahir spontan pervaginam tanggal 12 Juli 2018, bayi lahir langsung menangis, jenis kelamin laki-laki, keadaan bayi normal, dilakukan pemantauan bayi baru lahir (KN1-KN3) dan pemantauan ibu nifas (KF1-KF3), serta atas persetujuan suami/istri ibu mengikuti KB IUD pada tanggal 18 Agustus 2018.Kesimpulan : Penulis telah melakukan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. S.F dengan hasil keluhan ibu selama hamil teratasi, ibu melahirkan di fasilitas kesehatan, bayi baru lahir dalam keadaan normal, masa nifas berjalan normal dan ibu sudah menggunakan alat kontrasepsi
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NYS.D DI PUSKESMAS BAKUNASE KOTA KUPANG TANGGAL 7 JUNIS/D19 JULI 2018.
Latar belakang: Asuhan kebidanan komprehensif mencakup empat kegiatan pemeriksaan berkesinambungan diantaranya asuhan kebidanan kehamilan(antenatal care), asuhan kebidanan persalinan (intranatal care), asuhan kebidanan masa nifas (postnatal care), dan asuhan kebidanan bayi baru lahir (neonatal care), (Varney, 2006).Laporan profil Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT menunjukkan kasus kematian ibu pada tahun 2013 sebanyak 176 kasus atau 185,6/100.000 KH, selanjutnya pada tahun 2014 menurun menjadi 158 kasus atau 169/100.000 KH, sedangkan pada tahun 2015 meningkat menjadi 178 kematian atau 133 per 100.000 kelahiran hidup (Profil Dinkes NTT, 2015).
Tujuan:Untuk meningkatkan kemampuan dalam menerapkan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny S.D Di Puskesmas Bakunase Periode dengan pendokumentasian secara SOAP.
Populasinya : Seluruh ibu hamil trimester III yang berada di wilayah kerja Puskesmas Bakunase.Sampel yang diambil peneliti adalah Ny.S.D G2P1A0AH1, umur 33 tahun usia kehamilan 39 minggu5 hari janin tunggal, hidup, intra uterin, presentasi kepala keadaan ibu dan janin baik di wilayah kerja Puskesmas Bakunase.
Hasil:Ny.S.D, umur 33 tahun , G2P1A0AH1, usia kehamilan 39 minggu5 hari, janin tunggal hidup, intra uterine, keadaan ibu dan janin baik. Ibu mengatakan ia dalam keadaan baik dan merasakan pergerakan janin ± 10 kali sehari, tidak ada keluhan, dan belum mendapatkan tanda-tanda persalinan. Dilakukan pemeriksaan umum sebagai berikut : Tekanan darah : 100/70 mmHg, Nadi : 82x/menit, Suhu 36,8º C, RR: 20x / menit.
Simpulan: Asuhan kebidanan pada ibu hamil Ny. S.D umur 33 tahun , G2P1A0AH1, usia kehamilan 39 minggu5 hari, janin tunggal hidup, intra uterine, keadaan ibu dan janin baik. di Puskesmas Bakunase