Repository UCB Kupang (Universitas Citra Bangsa)
Not a member yet
650 research outputs found
Sort by
PERBEDAAN PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL ANAK PRASEKOLAH YANG DIASUH OLEH ORANG TUA DI WILAYAH KECAMATAN OEBOBO RT 037, RW 012 DAN YANG DITITIPKAN DI TPA PILARIN OMJM KAYU PUTIH DENGAN PENDEKATAN ERICK ERIKSON.
Perkembangan psikososial anak prasekolah adalah proses perkembangan kemampuan anak dalam berinisiatif menyelesaikan masalahnya sendiri sesuai dengan pengetahuannya. Kemampuan ini diperoleh jika konsep diri anak positif karena anak mulai berkhayal dan kreatif serta meniru peran di sekelilingnya. Anak berinisiatif melakukan sesuatu dan memberi hasil. Anak merasa bersalah jika tindakannya berdampak negatif. Sikap lingkungan yang suka melarang dan menyalahkan membuat anak kehilangan inisiatif. Pada saat dewasa anak akan mudah mengalami rasa bersalah jika melakukan kesalahan dan tidak keratif’ Anak sebagai suatu investasi untuk masa mendatang harus menjadi anak yang sehat, cerdas, terampil, berkualitas, dan berakhlak mulia. Oleh karena itu, orang tua mengharapkan anaknya tumbuh dan berkembang secara sempurna tanpa mengalami hambatan apapun.
Perkembangan tersebut dapat berupa fisik, kognitif, emosi maupun psikososial. Salah satu faktor yang mempengaruhi status sosial anak, yaitu cara orang tua mendidik dan membina anak Di seluruh dunia setiap tahunnya terdapat puluhan juta bayi mengalami tahap tumbuh kembang dari bayi menuju dewasa, lebih dari 200 juta anak tidak mencapai potensi perkembangan secara optimal.
Berdasarkan Depkes RI, 2010 bahwa 16% balita Indonesia mengalami gangguan perkembangan, baik perkembangan motorik halus dan kasar, sosial kemandirian, kecerdasan kurang dan keterlambatan. Secara umum pada tahun 2010, prevalensi masalah tumbuh kembang anak di Indonesia adalah 5,4% dimana sebanyak 21 provinsi prevalensinya di atas prevalensi nasional termasuk provinsi NTT.
Berdasarkan hasil penelitian dari 46 responden dirumah dapat dilihat bahwa perkembangan anak dirumah menunjukan perkembangan rasa bersalah (14,07 %) Dan 46 responden di TPA menunjukan perkembangan inisiatif (27,63% ) yang artinya ada perbedaan perkembangan psikososial anak usia pra sekolah (3-5 tahun) yag diasuh oleh orang tua diwilayah kecamatan Oebobo Rt 012 Rw 037 dan yang dititipkan di TPA Pilarin OMJM Kayu Putih Kota Kupang.
Hasil penelitian didapatkan perkembangan psikososial anak mayoritas berada pada tahap inisiatif, namun ada sebagian kecil anak yang mengalami perkembangan rasa bersalah.
Anak yang dititipkan pada tempat penitipan anak menunjukan perkembangan yang lebih tinggi dalam hubungan sosial dengan kelompok sebaya dan orang dewasa dibandingkan dengan anak-anak yang diasuh oleh orang tua dirumah
PENGARUH STATUS EKONOMI DAN POLA PEMBERIAN MAKAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ALAK KOTA KUPANG.
Pendahuluan:Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kondisi stunting menunjukan ketidakcukupan gizi dalam jangka waktu yang lama, sehingga pemenuhan gizi yang ade kuat pada usia dini sangat penting untuk dilakukan. Keadaan status ekonomi akan mempengaruhi kualitas konsumsi makanan.Meningkatnya kualitas dan kuantitas makanan yang akan dikonsumsi oleh balita akan memberikan dampak yang positif terhadap tumbuh kembang balita.
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh status ekonomi dan pola pemberian makan dengan kejadian stunting pada balitausia 24-59 bulan.
Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah korelasi analitik dengan pendekatan “Cross Sectional”. Sampel penelitian ini adalah orang tua yang memiliki balita berusia 24-59 bulan yang dipilih mengunakan teknik consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner status ekonomi dan pola pemberian makan dan balita diukur tinggi badan menggunakan microtoise dan dikonversikan kedalam nilai standar (z-score). Analisis data menggunakan uji regresi logistiks ederhana dengan tingkat kesalahan α = 0,05. Hasil:
Hasil penelitian menunjukan ada pengaruh antara status ekonomi dan pola pemberian makan dengan kejadian stunting pada balita di kerja Puskesmas Alak Kota Kupang. Uji statistik mengunakan uji regresilogistik sederhan adi peroleh nilai ρ = 0,000≤ 0,0
ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN PADA NY.L.O.DIPUSKESMAS PEMBANTU TENAU KOTA KUPANG PERIODE 21 APRILs/d 20 JUNI TAHUN 2020.
Latar Belakang: Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indikator penting untuk menilai kualitas pelayanan kesehatan di suatu daerah. BerdasarkanProfil Kesehatan Indonesia tahun 2018, Angka kematian Ibu (AKI) di Indonesia menunjukan turun 1,7% dari 4.999 tahun 2017, menjadi 4912 di tahun 2018. Demikian pula dengan jumlah kasus kematian bayi turun 3,8% dari 33.278 di tahun 2018 menjadi 32.007. Salah satu upaya untuk menurunkan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi adalah dengan dilakukannya asuhan kebidanan secaraberkelanjutan.
Tujuan Penelitian: Melakukan Asuhan Kebidanan Berkelanjutan pada Ny.L.O. di Puskesmas PembantuTenauKota Kupang dengan Pendekatan Manajemen Kebidanan menggunakan metode pendokumentasian SOAP.
Metode Penelitian:Menggunakan metode case study atau metode penelahan kasus. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester III di Puskesmas Pembantu Tenau, Kota Kupang. Sampel yang dipilih dalam penelitian ini adalah Ny.L.O. G5P4A0AH5 UK 38 Minggu dengan Kehamilan Risiko Tinggi (KRT) di Puskesmas Pembantu Tenau Kota Kupang.
Hasil dan Pembahasan: Asuhan kebidanan berkelanjutan yang diberikan pada Ny.L.O. selama kehamilan TM III yaitu kunjungan rumah sebanyak 3 kali dan kunjungan di Puskesmas Pembantu Tenau sebanyak 1 kali. Ny.L.O. melahirkan di Puskesmas Alak, lahir spontan pervaginam tanggal 03 Mei 2020. Bayi lahir langsung menangis,jenis kelamin perempuan, keadaan bayi normal. Pada persalinan, tidakadalaserasi perineum. Penggunaan APDtidaklengkap, kemudian dilakukan pemantauan bayi baru lahir (KN1-KN3),bayidalamkeadaansehat. Pemantauan ibu nifas (KF1-KF3),involusi berjalan normal, dan ibu sudah menggunakan alat kontrasepsi berupa KB Implant pada tanggal 20 Juni 2020.
Simpulan:Penulis telah menerapkan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny.L.O. ditandai dengan ibu sudah mengikuti semua anjuran, keluhan ibu selama hamil teratasi, ibu melahirkan di fasilitas kesehatan,bayi dalam keadaan sehat masa nifas berjalan normal, dan ibu sudah menggunakan alat kontrasepsi
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. Y. D DI PUSKESMAS PASIR PANJANG KOTA KUPANG TANGGAL 08 MEI S/D 20 JUNI 2019.
Latar Belakang: Asuhan kebidanan komprehensif adalah asuhan kebidanan yang dilakukan mulai Antenatal Care (ANC), Intranatal Care (INC),Bayi Baru Lahir (BBL), Postnatal Care (PNC), dan keluarga berencana (KB) secara berkelanjutan pada pasien. Pada tahun 2018 Angka Kematian Ibu (AKI) 49 Kematian per 100.000 Kelahiran Hidup. Angka Kematian Bayi (AKB) di Kota Kupang pada tahun 2017 sebesar 4,57 per 1.000 kelahiran hidup (Dinkes Kota Kupang, 2017). Pada Tahun 2017 Puskesmas Pasir Panjang yang melakukan K1: 97,6% dari target 100%, dan K4: 82,8% dari target 95%, cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan diwilayah puskesmas pasir panjang tahun 2017 sebesar 90,9%. Cakupan yang melakukan KF3: 98%. Cakupan bayi baru lahir pada kunjungan tahun 2017, KN1: 100%dan KN lengkap: 95,3%, sedangkan cakupan PUS yang mengikuti KB di Puskesmas Pasir Panjang pada tahun 2017 adalah 172,9%.
Tujuan: Untuk menerapkan asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny. Y.D di Puskesmas Pasir Panjang tanggal 8 Mei – 20 Juni 2019 dengan pendokumentasian secara SOAP.
Metode Penelitian: Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester III di puskesmas Pasir Panjang. Sampel dalam penelitian adalah Ny. Y. D umur 29 tahun G3P2A0AH2 hamil 37 minggu janin tunggal hidup intra uterin presentasi kepala keadaan ibu dan janin baik.
Hasil : Asuhan Kebidanan secara komprehensif yang diberikan pada Ny. Y. D selama kehamilan TM III yaitu usia kehamilan 37 minggu. Melahirkan di RSUD SK. Lerik lahir secara spontan pervaginam pada tanggal 20 Mei 2019 pukul 20.18 wita, bayi lahir langsung menangis, jenis kelamin laki-laki. Selama proses persalinan berjalan normal, pengawasan selama 2 jam post partum, dilakukan pemantauan selam KF 1, KN 1 sampai KF 3 dan KN 3, ibu diberi konseling dan atas persetujuan suami/istri memilih metode Pil.
Kesimpulan: Penulis mampu menerapkan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. Y.D yang di tandai dengan ibu sudah mengikuti semua anjuran, keluhan ibu selama hamil teratasi, ibu melahirkan pada fasilitas kesehatan, masa nifas berjalan normal, bayi baru lahir dalam keadaan baik
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. P.A. DI PUSKESMAS PEMBANTU TENAUKUPANG BARAT TANGGAL 11 MEI S/D 05 AGUSTUS TAHUN 2020.
Latar belakang: asuhan kebidanan komprehensif adalah asuhan yang dilakukan mulai dari (ANC), (INC), (BBL), (PNC), dan (KB), secara berkelanjutan pada pasien untuk mencegah terjadinya komplikasi.Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) merupakan salah satu indikator penting untuk menilai kualitas pelayanan kesehatan di suatu daerah.cakupan pelayanan antenatal K1 100%, cakupan pelayanan antenatal K4 95%, persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan 98%, cakupan pelayanan KN1 99%, cakupan pelayanan KN lengkap 96%, cakupan pelayanan KF1 97%, cakupan pelayanan KF3 90%, cakupan penjaringan ibu hamil dengan faktor resiko/komplikasi oleh masyarakat 98%, cakupan penanganan komplikasi obstetri 98%, cakupan peserta KB aktif 94%,cakupan nenonatus dengan komplikasi yang ditangani 92%, cakupan pelayanan bayi 96%, dan cakupan pelayanan anak balita 96%.
Tujuan: Mampumelaksanakanasuhankebidanankomprehensif pada Ny, P. A sejak masa kehamilan, persalinan, nifas dan keluarga berencana dengan pendekatan manajemen kebidanandan pendokumentasian secara SOAP.
Metode penelitian: penelaan kasus dengan cara mengkaji suatu yang terdiri unit tunggal. Populasinya ibu hamil Trimester III, sampelnya adalah Ny, P. A umur 24 tahun G3P2A0AH2.Hasil:Asuhan kebidanan Komprehensifpada Ny, P.A G3p2A0AH2 selama kehamilan TM III: kunjungan rumah 3x dan kunjungan di Puskesmas2x. Ibu melahirkan di RS Johannes Kupang, spontan pervaginam tanggal 24juni 2020, bayi lahir langsung menangis, jenis kelamin perempuan, keadaan normal, dilakukan pemantauan bayi baru lahir (KN1-KN3), pemantauan ibu nifas (KF1-KF3). Telah diberikan KIE tentang alat dan metode kontrasepsi, ibu memilih menggunakan metode amenorhea laktasi.
simpulan: penulis telah melakukan Asuhan kebidanan komprehensif pada Ny, P. A dengan hasil ibu sudah mengikuti semua anjuran, ibu melahirkan di fasilitas kesehatan, bayi lahirdalamkeadaannormal, masa nifas berjalan baik, bayi dalam keadaan sehat dan ibu menggunakan metode amenorhe
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR KRISTEN CITRA BANGSA KOTA KUPANG.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil pengamatan dan pengalaman peneliti, bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar masih didominasi oleh aktifitas guru. Dalam proses pembelajaran berlagsung siswa tidak terlibat dalam pembelajaran sehingga berdampak pada motivasi siswa kurang optimal, yang pada akhirnyahasil belajar siswa kurang memenuhi KKM.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi dan analisis mengenai pegaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Hipotesis penelitian adalah terdapat pengaruh positif secara langsung model pembelajaran kooperatif terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam peelitia ini adalah metode eksperimen. Populasinya adalah seluruh siswa kelas III SD Kristen Citra Bangsa Kota Kupang Tahun 2018/2019, berjumlah 120 orang. Sampel berjumlah 25 orang, teknik pengambilan sampel menggunakan probality samling dengan jenis
simple random sampling (secara acak).
Instrumen yang digunakan untuk mendapatkan data variabel model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, dan hasil belajar dengan lembar observasi dan tes. Uji validitas dihitung dengan Product Moment, Reliabelitas dihitung dengan Spearman Brown, tingkat kesukaran soal dan daya pembeda soal dianalisis dengan Microsoft Office Exel 2007, untuk uji normalitas, homogenitas dan uji t-test datanya dianalisis menggunaka statistik dengan bantuan aplikasi SPSS versi 20 tahun 2019.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: terdapat pengaruh yang sigifikan secara positif penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap penigkatan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas III SD Kristen Citra Bangsa Kota Kupang tahun ajaran 2018/2019. Hal ini dibuktikan dengan hasil perolehan analisis data dimana nilai rata-rata (mean) dari hasil belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah 81,83 > 77,67 dan diperoleh taraf signifikan 0,000 < 0,05 sehingga Ha diterima
ANALISIS MINAT BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI MEDIA ANIMASI KELAS V SD KRISTEN CITRA BANGSA KOTA KUPANG.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Mengetahui penggunaan media animasi bagi peserta didik kelas V di SD Kristen Citra Bangsa Kota Kupang, 2) Mengetahui minat belajar matematika peserta didik kelas V di SD Kristen Citra Bangsa Kota Kupang, penelitian ini adalah seluruh siswa sebanyak 23 orang. Penelitian ini menggunakan Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif pada peserta didik kelas V B di SD Kristen Citra Bangsa Kota Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa minat belajar matematika dengan materi volume kubus dan balok peserta didik baik dan meningkat.
Dalam hal belajar matematika peserta didik selalu serius, rajin, senang dalam mengamati. Penggunaan media animasi yang dilakukan oleh guru sebagai media pembelajaran terhadap materi volume kubus dan balok, guru menggunakan media animasi yang dibuat sendiri berdasarkan materi yang diajarkan yang ditulis dan digambar di dalam bentuk vidio dengan ukuran sesuai dengan kebutuhan yang dapat mempermudah peserta didik di dalam memahami materi yang diajarkan. Penggunaan media animasi yang diterapkan sebagai upaya guru dalam menumbuh kembangkan belajar matematika peserta didik
PENGARUH PENERAPAN METODE EARLY WARNING SCORE (EWS)TERHADAP RESPON TIME DALAM MENENTUKAN PENANGANAN KASUS PENYAKIT KARDIOVASKULER.
Early Warning Score (EWS) merupakan tools yang digunakan untuk melakukan asesmen tingkat kegawatan pada pasien dengan menggunakan parameter fisiologis. Perawat yang tidak melakukan EWS sesuai prosedur dapat menyebabkan pasien mengalami penurunan kondisi dan angka kematian menjadi tinggi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode EWS terhadap respon time dalam menentukan penanganan kasus penyakit kardiovaskuler di Ruang Garuda RSUD S.K. Lerik Kota Kupang. Rancangan penelitian menggunakan pra-eksperimental dengan desain penelitian One-shot case study dan teknik pengambilan sampel Non-probability sampling yang dilakukan secara consecutive sampling. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa perawat melakukan implementasi EWS pada 32 orang responden (100%), paling banyak skor EWS pasien meningkat dari tidak beresiko (skor 0) menjadi resiko sedang (skor 5-6) sebanyak 21 orang (65,63%).
Respon time penanganan kasus kardiovaskuler setelah dilakukan penerapan metode EWS, paling banyak disebabkan karena respon yang kurang tanggap dengan waktu penanganan > 10 menit yang terjadi pada 19 pasien (59,37%). Berdasarkan hasil uji T-Test didapatkan nilai mean = 1,59 yang berarti hampir rata-rata dari respon time didapatkan perawat kurang tanggap terhadap skor EWS dan p-value = 0,000 dengan α = 0,05, maka p < 0,05 artinya terdapat pengaruh penerapan metode EWS terhadap respon time dalam menentukan penanganan kasus penyakit kardiovaskuler di Ruang Garuda RSUD S.K.
Lerik Kota Kupang. Kesimpulan hasil dari penelitian ini, rumah sakit disarankan untuk meningkatkan kepatuhan dalam penempatan pasien sesuai SPO Early Warning dan Code Blue System
UJI EFEKTIVITAS PERTUMBUHAN RAMBUT SEDIAAN EMULSI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN MANGKOKAN (Polyscia scutellaria) DAN DAUN PANDAN WANGI (Pandanus Amaryllifolius Roxb), PADA KELINCI JANTAN (Oryctolagus Cuniculus.
Kerontokan rambut merupakan suatu gangguan atau kelainan dimana rambut terlepas dari kulit kepala ataupun kulit tubuh sehingga mengganggu berbagai fungsi biologis rambut terhadap tubuh (Stephani et al., 2018).
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kombinasi sediaan emulsi ekstrak etanol daun mangkokan dan daun pandan wangi pada perbandingan konsentrasi 50:50, 70:30, 80:20 dan untuk mengetahui konsentrasi optimal dari kombinasi ekstrak etanol daun mangkokan dan daun pandan wangi yang mempunyai efektivitas sebagai penumbuh rambut pada punggung kelinci jantan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Tanaka.
Penelitian ini membuat 3 formula sampel dengan bahan aktif kombinasi ekstrak etanol daun mangkokan dan daun pandan wangi dengan perbandingan konsentrasi 50:50, 70:30, 80:20, konsentrasi 0% tanpa bahan (kontrol negative), dan kontrol positif (Sediaan penumbuh rambut yang mengadung minoxidil 2%) dengan kontrol base emulsi. Perlakuan dilakukan setiap hari dengan volume pengolesan 1 ml setiap konsentrasi selama 14 hari.
Berdasarkan hasil yang diperoleh menunjukan bahwa pada kelompok I dengan nilai rata-rata kontrol positif dan formula II adalah sama yaitu sebesar 1,99 mm. Hal ini menunjukan formula II memiliki efektivitas yang sama dengan kontrol positif. Pada kelompok II dengan nilai rata-rata kontrol positif dan formula II adalah sama yaitu sebesar 1,98 mm. Hal ini menunjukan formula II memiliki efektivitas yang sama dengan kontrol positif. Sedangkan pada kelompok III dengan nilai rata-rata kontrol positif dan formula II adalah sama yaitu sebesar 1,96 mm. Hal ini menunjukan formula II (70:30) memiliki efektivitas yang optimal pada punggung kelinci jantan hampir sama dengan kontrol positif
EVALUASI PENGELOLAAN OBAT DAN BAHAN MEDIS HABIS PAKAI DI UPTD PUSKESMAS PENFUI KOTA KUPANG.
Manajemen obat merupakan suatu rangkaian kegiatan paling penting yang mendapatkan alokasi dana dari pemerintah sebesar 40-50% dari dana alokasi pembangunan kesehatan yang menyangkut aspek perencanaan, pengadaan, penyimpanan dan yang efektif dan efisien.
Tujuan untuk mengevaluasi kualitas pengelolaan obat dan bahan medis habis pakai di Puskesmas Penfui Kota Kupang. Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif yang bersifat retrospektif dan councurrent untuk menganalisa pengelolaan obat dan bahan medis habis pakai di Puskesmas Penfui Kota Kupang pada tahun 2019.
Penelitian tersebut dapat dilakukan dengan cara observasi serta dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian di peroleh pengelolaan obat dan BMHP di Puskesmas Penfui yaitu : Pada tahap selection, untuk indikator Kesesuaian Item Obat dengan DOEN dan Kesesuaian Item Obat dengan FORNAS belum sesuai standar. Pada tahap Procuretmen, untuk indikator kesesuaiaan item penerimaan dan ketepatan perencanaan belum sesuai standar.
Pada tahap distribution, terdapat dua indikator yang belum sesuai standar yaitu Persentase nilai obat dan BMHP yang kedaluarsa atau rusak dan Obat dan BMHP tidak diresepkan selama 3 bulan. Pada tahap use, terdapat tiga indikator yang belum sesuai standar yaitu jumlah item obat per lembar resep, persentase obat dengan nama generik dan peresepan obat antibiotik