Repository UCB Kupang (Universitas Citra Bangsa)
Not a member yet
650 research outputs found
Sort by
PENGALAMAN PERAWAT DALAM MELAKUKAN PELAPORAN INSIDEN KESELAMATAN PASIEN (IKP).
Keselamatan pasien sangat terkait dengan kejadian insiden keselamatan pasien.Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan penerapan keselamatan pasien dan meminimalkan insiden keselamatan pasien adalah dengan melakukan pelaporan insiden keselamatan pasien.
Perawat sebagai bagian dari pelayanan, memainkan peran penting dalam mendukung upaya keselamatan pasien di rumah sakit, termasuk didalamnya perawat bertanggungjawab dalam pelaporan insiden keselamatan pasien sehingga akan terwujud layanan kesehatan yang aman dan terhindar dari terjadinya insiden yang tidak diharapkan.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif.
Metode yang digunakan adalah wawancara mendalam terhadap 9 partisipan.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplor pengalaman perawat dalam melakukan pelaporan insiden.
Berdasarkan analisa tematik, didapatkan beberapa tema tentang pengalaman perawat dalam melakukan pelaporan insiden keselamatan pasien yaitu keselamatan pasien menjadi prioritas dalam pelayanan, penerapan keselamatan pasien belum maksimal, perawat bertanggungjawab dalam pelaporan insiden keselamatan pasien, hambatan dalam pelaksanaan pelaporan insiden keselamatan pasien, pelaporan insiden keselamatan pasien sebagai sarana pembelajaran bagi perawat dan dukungan dan reward dalam melakukan pelaporan insiden keselamatan pasien.
Penelitian ini merekomendasikan agar perlu dilakukan optimalisasi berupa peningkatan kesadaran, kerjasama yang baik akan pentingnya keselamatan pasien terutama dalam pelaporan insiden keselamatan pasien
PENGALAMAN KELUARGA SUKU KEMAK DALAM MERAWAT ANGGOTA KELUARGA DENGAN GANGGUAN JIWA BERAT DI KABUPATEN BELU
Masalah kesehatan jiwa mempunyai dampak yang cukup serius dalam kehidupan sehari-hari, dan karena oleh karena itu penderita ganguan jiwa membutuhkan bantuan orang lain terutama keluarga. Setiap keluarga memiliki cara yang berbeda-beda dalam merawat penderita gangguan jiwa sehingga menciptakan pengalaman tersendiri bagi keluarga. Perawatan penderita gangguan jiwa oleh keluarga hanya berdasarkan kepercayaan atau keyakinan, yang sangat erat hubungannya dengan adat istiadat dari setiap suku di masing-masing daerah, termasuk di Suku Kemak kabupaten Belu. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman keluarga suku Kemak dalam merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa berat di Kabupaten Belu.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara semi struktur pada lima orang keluarga pasien dengan gangguan jiwa. Analisa data menggunakan analisa dari Colaizzi ditemukan 7 tema yaitu: Keluarga berpikir bahwa pasien sakit karena masalah adat istiadat, keluarga berpikir bahwa pasien sakit karena diguna-guna, keluarga pasien pasrah dengan keadaan pasien dan mau merawat pasien, keluarga membawa pasien ke dukun dan tim doa untuk pengobatan, keluarga melakukan ritual adat dengan membunuh hewan peliharaan untuk pengobatan, keluarga merantai pasien, dan keluarga pasien menyakini bahwa obat medis paling efektif untuk kesembuhan pasien
HUBUNGAN BEBAN KERJA PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN PERSONAL HYGIENE PADA PASIEN TOTAL CARE DI RUANG ANGGREK, KELIMUTU DAN CEMPAKA RSUD PROF DR W.Z JOHANNES KUPANG.
Beban kerja merupakan kemampuan tubuh pekerja menerima pekerjaan. Tingginya beban kerja berdampak terhadap kualitas tindakan yang diberikan. Banyaknya beban kerja yang harus dilakukan oleh seorang perawat membuat tenaga perawat mengabaikan tindakan mandiri perawat seperti pelaksanaan personal hygiene pada pasien.
Pemeliharaan personal hygiene diperlukan untuk kenyamanan individu, keamanan dan kesehatan. Personal hygiene pada pasien total care merupakan salah satu bentuk pelayanan yang diberikan oleh perawat kepada pasien total care. Semakin tinggi beban kerja perawat, maka semakin besar peluang tidak terlaksananya personal hygiene pada pasien total care.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara beban kerja perawat dengan pelaksanaan personal hygiene pada pasien total care di ruang Anggrek, Kelimutu dan Cempaka RSUD Prof. Dr. W.Z Johannes Kupang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional, menggunakan total sampling dengan jumlah 47 responden perawat di ruang Anggrek, Kelimutu dan Cempaka di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang. Penelitian ini berlangsung pada bulan Desember 2020. Analisis data menggunakan uji chi-square.
Hasil dari penelitian ini menunjukan 74,47% responden memiliki beban kerja berat dan 68,1% responden tidak melaksanakan personal hygiene pada pasien total care. Tidak terdapat hubungan antara beban kerja perawat dengan pelaksanaan personal hygiene pada pasien total care dengan nilai p-value = 0,119 (p ≥ 0,05). Peneliti menyarankan agar responden lebih meningkatkan edukasi kepada keluarga dan pasien pentingnya pelaksanaan personal hygiene pada pasien total care terutama perawatan kuku selama sakit
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PREEKLAMPSIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS OEPOI KOTA KUPANG.
Preeklampsia merupakan salah satu penyebab angka kematian ibu dan janin, dengan angka kejadian yang cukup tinggi. Namun, pada kenyataannya masih banyak ibu hamil yang belum mengetahui cara pencegahan preeklampsia.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan Preeklampsia pada ibu hamil di Puskesmas Oepoi Kota Kupang.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik korelatif menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel penelitian ini adalah 167 responden, dengan menggunakan tehnik consecutive sampling. Kriteria inklusi penelitian ini adalah ibu hamil yang melakukan pemeriksaan di Puskesmas Oepoi Kota Kupang, bersedia menjadi responden, sadar sepenuhnya dan dapat menjawab semua pertanyaan tentang keadaannya dan ibu hamil yang bisa membaca dan menulis.
Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik yaitu 115 responden (68,9%), sebagian besar responden memiliki sikap positif yaitu 99 orang responden (59,3%) dan sebagian besar responden memiliki perilaku baik sebanyak 97 responden (58,1%).
Hasil uji statatistik menggunakan Chi-square, menunjukkan tidak ada hubungan pengetahuan dengan perilaku pencegahan preeklampsia pada ibu hamil dengan nilai signifikan 0,684 (ρ > 0,05), terdapat hubungan sikap dengan perilaku pencegahan preeklampsia pada ibu hamil dengan nilai signifikan 0,027 (ρ < 0,05).
Kesimpulan penelitian ini adalah tidak ada hubungan pengetahuan dengan perilaku pencegahan preeklampsia di Puskesmas Oepoi Kota Kupang dan ada hubungan sikap dengan perilaku pencegahan preeklampsia di Puskesmas Oepoi Kota Kupang
EKSPLORASI RESPON ORANG TUA ANAK AUTIS DI PUSAT LAYANAN AUTIS NAIMATA KOTA KUPANG.
Autis adalah gangguan perkembangan yang parah atau faktor neurobiologis yang meluas dan bisa terjadi pada anak-anak dalam tiga tahun pertama hidupnya. Setiap orang tua memiliki harapan agar melahirkan anak yang sehat jasmani dan rohani. Harapan tersebut tidak mudah terpenuhi jika anak mengalami gangguan perkembangan pervasif, salah satunya autis. Adapun respon yang muncul dari orangtua anak autis berubah-ubah sejak awal mendapat diagnosis autis hingga proses memaknai keberadaan kondisi anaknya membutuhkan waktu yang lama.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi respon orang tua anak autis di Pusat Layanan Autis Naimata Kota Kupang. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Dalam penelitian ini peneliti berperan sebagai instrumen utama penelitian. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Partisipan dalam penelitian sebanyak 5 orang yaitu orang tua dari anak-anak autis yang menjalani terapi di Pusat Layanan AutisNaimata Kota Kupang.
Hasil penelitian didapatkan lima (5) tema besar yaitu orang tua awalnya belum tahu apa itu autis sehingga menjadi kesal, kaget, danbingung, orang tua syok, protes dan tidak menerima keadaan anak mereka, berjuang membawa anak mereka untuk diperiksa ke dokter, psikolog, dan rumah sakit untuk mendapatkan hasil yang maksimal, bersyukur dan menerima keadaan anak mereka apa adanya, tidak malu mengakui anak mereka menderita autis dan berharap yang terbaik untuk anaknya.
Rekomendasi: diharapkan hasil penelitian ini bisa menjadi referensi dalam membangun komunikasi dengan orang tua darianakautis yang diterapi di Pusat LayananAutisNaimata Kota Kupang dalam proses peningkatan pelayanan terapi terpadu
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS HIDUP PERAWAT RUANG ISOLASI COVID-19 DI KOTA KUPANG.
Pandemi Covid-19 memberikan dampak tidak hanya kepada masyarakat tetapi juga tenaga kesehatan khususnya perawat. Perawat dituntut untuk memberikan pelayanan keperawatan yang optimal namun disisi lain, perawat yang bertugas di ruang isolasi Covid-19 dapat mengalami stress yang melemahkan koping dan self efficacy perawat. Kurangnya dukungan keluarga dan juga teman sejawat serta stigma juga menjadi permasalahan tersendiri bagi perawat. Semua hal ini menjadi faktor yang dapat mempengaruhi kualitas hidup perawat.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup perawat yang bertugas di ruang isolasi Covid-19 di Kota Kupang.
Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 84 perawat yang bertugas di ruang isolasi Covid-19 di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Nusa Cendana Kupang, Rumah Sakit Bhayangkara Kupang Tk. III Drs. Titus Uly Polda Nusa Tenggara Timur, Rumah Sakit Tentara Tk. III Wirasakti Kupang, dan Rumah Sakit Umum Daerah S. K. Lerik. Analisa data bivariat menggunakan uji chi-square, dan analisa data multivariat menggunakan uji regresi logistik berganda dengan metode backward.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari lima variabel independen yang diteliti, hanya ada 2 variabel independen yang berhubungan dengan kualitas hidup, yaitu variabel Self Stigma (p value = 0,012) dan variabel dukungan teman sejawat (p value = 0,049), sedangkan hasil analisa multivariat menunjukkan faktor yang paling berpengaruh terhadap kualitas hidup adalah Self Stigma (coefisien B = 1,471)
GAMBARAN KINERJA PERAWAT DALAM MELAKSANAKAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN JIWA DI UPTD RSJ NAIMATA KUPANG.
Kinerja perawat dalam melaksanakan pendokumentasian asuhan keperawatan jiwa merupakan aktivitas wajib yang terakhir dari proses asuhan keperawatan jiwa di mulai dari pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi dan evaluasi yang ditulis secara lengkap dan dapat dipe rtanggung jawabkan.
Pendokumentasian asuhan keperawatan yang tidak lengkap dapat menurunkan mutu pelayanan dan mempengaruhi penilaian akreditasi Rumah Sakit.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kinerja perawat dalam melaksanakan pendokumentasian asuhan keperawatan jiwa di UPTD RSJ Naimata Kupang. Penilaian akreditasi Rumah Sakit.
Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan design penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah 33 perawat yang dipilih dengan tek nik total sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan analisa data yang digunakan adalah analisis univariat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendokumentasian asuhan keperawatan jika berdasarkan pengkajian keperawatan jiwa pada kategori cukup baik 72,73%, diagnosis keperawatan jiwa kategori baik 100%, perencanaan keperawatan jiwa berada pada kategori cukup baik 69,7%, implementasi keperawatan jiwa kategori baik 84,85%, dan berdasarkan evaluasi keperawatan jiwa masu
HUBUNGAN SIKAP DENGAN PENATALAKSANAAN LIMA PILAR PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS NAIONI KOTA KUPANG.
Program penerapan lima pilar diabetes melitus di Indonesia sudah di terapkan pada tahun 2011. Namun, pelaksanaannya belum optimal dijalankan, hal ini karena penderita merasakan sulit untuk dilakukan karena dengan kondisi penyakit yang dialami seumur hidup, terkadang timbul kebosanan dalam menjalani pengobatan dan berbagai aturan terkait penatalaksanaan penyakit diabetes melitus. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan sikap dengan penatalaksanaan lima pilar pada penderita diabetes melitus di Puskesmas Naioni Kota Kupang.
Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang diambil menggunakan teknik total sampling sebanyak 52 responden dengan pengumpulan data lembar kuesioner dan analisis data menggunakan uji statistik Spearmen Rhank.
Berdasarkan hasil analisis uji statistik diperoleh hasil P value = 0,000 kurang dari α = 0,05, (p<0,05). Ini artinya ada hubungan sikap dengan penatalaksanaan lima pilar pada penderita diabetes melitus.
Adapun saran yang diberikan bagi pasien agar dapat mematuhi setiap anjuran dari tenaga kesehatan dalam penatalaksanaan lima pilar diabetes melitus agar meningkatkan meningkatkan kesehatan pada penderita diabetes melitus serta mencegah terjadinya komplikasi diabetes melitus
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN TRIAGE DI UNIT GAWAT DARURAT (UGD) RUMAH SAKIT SILOAM KUPANG.
Triage adalah langkah yang paling penting dalam ruangan gawat darurat.Triage bermanfaat untuk memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan yang cepat, tepat, tanggap dan akurat sesuai dengan kondisinya berdasarkan prioritas ABCDE (Airway, Breathing, Circulation, Disability, Environment).
Pengetahuan dalam melakukan triage berpengaruh terhadap pengambilan keputusan yang tepat untuk menentukan pasien tersebut perlu pertolongan segera atau tidak dengan tetap memperhatikan kemungkinan komplikasi yang muncul.
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan perawat dengan pelaksanaan triage di Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Siloam Kupang. Metode penelitian yang digunakan adalah desain korelatif dengan pendekatan study cross sectionaldengan total sampling berjumlah 25 perawat di UGD Rumah Sakit Siloam Kupang.
Penelitian berlangsung selama bulan Januari 2021. Hasil penelitian di UGD Rumah Sakit Siloam Kupang menunjukkan perawat memiliki tingkat pengetahuan baik tentang triage 52% dan pengetahuan cukup tentang triage 48%.
Pelaksanaan triage sesuai Standar Operasional Pelaksana (SOP) 52% dan pelaksanaan triage tidak sesuai SOP 48%. Hasil uji chi squaredidapatkan p-value 0,001 (p ≤ 0,05) yang artinya hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan perawat dengan pelaksanaan triage.
Diharapkan bagi penelitian selanjutnyauntuk menganalisa faktor-faktor lain yang mempengaruhi pelaksanaan triage seperti faktor pasien, kinerja kerja, motivasi kerja dan beban kerja, serta dapat melakukan analisa respons time perawat UGD dalam melaksanakan tindakan setelah dilakukannya triage
HUBUNGAN KEPRIBADIAN PERAWAT DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN DI RSUD SOE.
Perawat memperlihatkan sikap yang kurang baik atau tindakan yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan harapan pasien, maka tindakan tersebut akan mengurangi kepuasan dan penilaian baik dari pasien.
Perawat yang memiliki kepribadian introvert cenderung mengembangkan emosi negative seperti frustasi, sedih, tertekan, tidak berdaya dan apatis terhadap pekerjaan.
Kelelahan emosional yang sering dialami oleh perawat dengan kepribadian introvert akan mangakibatkan hilangnya rasa antusias terhadap pekerjaan.
Hal ini dapat mempengaruhi pelayanan yang diberikan bagi pasien sehingga dapat menimbulkan ketidak puasan dalam pelayanan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kepribadian perawat dengan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan di RSUD Soe dengan mengidentifikasi kepribadian perawat, kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan di RSUD Soe.
Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif korelatif dengan rancangan penelitian cross-sectional.
Sampel penelitian berjumlah 66 orang yang terdiri dari 33 orang dari pasien dan 33 dari perawat. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa perawat terbanyak memiliki berkepribadian extrovert (69,7%).
Tingkat kepuasan pasien berada pada kategoribaik (75,8%). Kepribadian perawat memiliki hubungan yang signifikan (p value = 0,000) dengan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan di RSUD Soe