Repository UCB Kupang (Universitas Citra Bangsa)
Not a member yet
650 research outputs found
Sort by
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA RUANGAN TERHADAP KEPUASAN KERJA PERAWAT DI HOSPITAL REFERAL RAEAO OE-CUSSE TIMOR-LESTE.
Kepuasan kerja perawat adalah elemen yang sangat penting yang berpengaruh pada pelayanan keperawatan yang ada di rumah sakit. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja perawat adalah gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh kepala ruangan dalam memimpin dan mengkordinir perawat dalam melakukan asuhan keperawatan.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan kepala ruangan terhadap kepuasan kerja perawat di Hospital Referal Raeao Oe-cusse Timor-Leste. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian analitik komporatif mengunakan pendekatan coss sectional.
Sampel dalam penelitian ini berjumlah 39 orang perawat di Hospital Referal Raeao Oe-cusse Timor-Leste yang diambil mengunakan teknik total sampling.
Pengumpulan data mengunakan kuesioner gaya kepemimpinan kepala ruangan dan kepuasan kerja perawat.
Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden menilai gaya kepemimpinan kepala ruangan dalam kategori baik yaitu sebanyak 18 orang (46,2%), sebagian besar responden memiliki kepuasan kerja perawat dalam kategori puas yaitu sebanyak 26 orang (66,7%).
Hasil uji Chi-square membuktikan bahwa ada pengaruh yang singnifikan antara gaya kepemimpinan kepala ruangan terhadap kepuasan kerja perawat dengan nilai p value = 0,003 (α< 0,05). Diharapkan bagi kepala ruangan dapat menerapkan gaya kepemimpinan yang baik agar perawat puas dalam bekerja sehingga tercipta pelayanan keperawatan yang baik pula
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN MINUM FE PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS BANIONA KECAMATAN WOTAN ULUMADO KABUPATEN FLORES TIMUR.
Pendahuluan: Kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi Fe merupakan sebuah perilaku kesehatan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu faktor predisposisi: pengetahuan, faktor penguat: motivasi dan dukungan keluarga, serta faktor pemungkin. Suplementasi Fe merupakan upaya penting dalam mencegah dan menanggulangi anemia, dan merupakan cara yang paling efektif, karena kandungannya dilengkapi asam folat.
Tujuan dari penelitian ini adalah: untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum Fe pada ibu hamil.
Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah semua ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di wilayah kerja Puskesmas Baniona Kecamatan Wotan Ulumado Kabupaten Flores Timur dan telah memenuhi kriteria inklusi, yaitu: 1.Ibu hamil yang melakukan pemeriksaan di wilayah kerja Puskesmas Baniona; 2.Bersedia menjadi responden; dan 3.Ibu hamil yang bisa membaca dan menulis. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 152 ibu hamil. Sampel dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Data tersebut dianalisis menggunakan uji chi square dengan p < 0,05.
Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan (pvalue = 0,000, p<0,05), motivasi (pvalue = 0,000, p<0,05) dan dukungan keluarga (pvalue = 0,001, p<0,05) dengan kepatuhan minum Fe pada ibu hamil. Saran: Diharapkan ibu hamil dapat meningkatkan pengetahuan tentang Fe dan meningkatkan kesadaran mengkonsumsi Fe secara rutin selama kehamilan untuk menjaga status kesehatan ibu dan janin serta menekan angka kejadian anemia akibat kekurangan Fe
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN PERILAKU SADARI PADA WANITA USIA SUBUR DI UNIVERSITAS CITRA BANGSA KUPANG.
Latar belakang: Kanker payudara merupakan kanker yang paling sering didiagnosis dan merupakan penyebab kematian utama kedua akibat kanker bagi wanita. Ada beberapa cara deteksi dini kanker payudara salah satunya adalah dengan melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI).Wanita usia 20 tahun atau lebih seharusnya melakukan pemeriksaan payudaranya sendiri setiap bulan untuk mendeteksi secara dini jika terdapat kelainan dan segera mendapatkan penanganan yang tepat. Dalam melakukan SADARI dibutuhkan suatu komitmen untuk melaksanakannya dan perlu suatu keyakinan diri (efikasi diri) agar SADARI dilakukan secara rutin setiap bulan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan perilaku SADARI pada wanita usia subur di Universitas Citra Bangsa Kupang.
Metode: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan rancangan cross Sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu Total Sampling dan sampel yang diambil 67 responden. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square.
Hasil penelitian: menunjukan bahwa efikasi diri pada wanita usia subur di Universitas Citra Bangsa Kupang memiliki efikasi diri tinggi sebanyak 80,6% dan perilaku SADARI baik sebanyak 83,6%. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara efikasi diri dengan perilaku SADARI pada wanita usia subur di Universitas Citra Bangsa Kupang (ρ value=0,000). Diharapkan wanita usia subur dapat meningkatkan efikasi diri agar mampu melakukan SADARI secara rutin
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN EARLY WARNING SCORE (EWS) PADA PASIEN DI RUANGAN EMERGENCY DAN INTENSIVE CARE UNIT (ICU) RUMAH SAKIT SILOAM KUPANG.
Early Warning Score (EWS) merupakan suatu sistem pendekatan dengan melakukan scoring berdasarkan parameter yang telah ditetapkan dan diadopsi. Early Warning Score (EWS) ini dilakukan dengan tujuan untuk menilai pasien dengan kondisi akut, mendeteksi sejak dini penurunan kondisi klinis pasien selama dalam perawatan di rumah sakit, dan dimulainya respon klinik yang tepat waktu secara kompeten.
Early Warning Score (EWS) dilakukan terhadap semua pasien pada asesmen awal dengan kondisi penyakit akut dan pemantauan secara berkala pada semua pasien yang mempunyai risiko tinggi berkembang menjadi sakit kritis selama berada di rumah sakit.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan perawat dengan pelaksanaan Early Warning Score (EWS) pada pasien di ruangan Emergency dan ruangan Intensive Care Unit (ICU) RSU Siloam Kupang.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat korelasional dengan pendekatan cross sectional. Metode pengambilan sampel menggunakan tekhnik total sampling yang berjumlah 32 orang.
Instrument yang digunakan adalah kuesioner dan observasi langsung. Uji yang digunakan adalah uji statistik chi-square, nilai p = 0,002. Hal ini menunjukkan bahwa p (0,002) < α (0,005) sehingga H0 ditolak dan dapat dinyatakan bahwa ada hubungan yang bermakna antara variabel pengetahuan dengan variabel pelaksanaan Early Warning Score (EWS) pada pasien di ruangan Emergency dan ruangan Intensive Care Unit (ICU) RSU Siloam Kupang.
Pengetahuan yang baik akan cenderung melakukan pelaksanaan Early Warning Score (EWS) dengan baik pula dan pelayanan yang biberikan pun lebih optimal
PENGALAMAN PERAWAT DALAM MELAKUKAN DISCHARGE PLANNING DI RSU SILOAM KUPANG STUDI KUALITATIF.
Perencanaan pulang (discharge planning) merupakan salah satu bagian penting dari pelaksanaan asuhan keperawatan.Salah satu upaya dalam membantu klien dan keluarga memahami permasalahan sehingga dapat mempertahankan kesehatan dan mengurangi resiko kekambuhan adalah dengan menyusun discharge planning. Discharge planning yang tidak terstandarisas idengan baik, dapat menempatkan klien pada resiko kesehatan yang buruk, baik pada efek samping pasca pemulangan maupun perawatan berulang(readmission).
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana perawat pada saat melaksanakan discharge planning di RSU Siloam Kupang.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan jumlah partisipan 12 perawat di ruang rawat Inap Rumah Sakit Siloam Kupang.Penelitian berlangsung dari 1 Februari sampai dengan 28 Februari 2021.Hasil penelitian di ruang rawat inap RumahSakit Siloam Kupang terdapat tempat temautama yaitu presepsi perawat tentang discharge planning, implementasi discharge planning, hambatan yang dirasakan perawat dan dukungan bagi implementasi.Diharapkan bagi penelitian selanjutnya untuk melakukan penelitian pada evaluasi pelaksanaan discharge planning di Rumah Sakit
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN PERAWATAN MULUT DI RUANGAN ICU DAN ICCU RSUD PROF. DR. W. Z. JOHANNES KUPANG.
Perawatan mulut merupakan salah satu tindakan keperawatan yang dilakukan di ruangan Intensif agar kondisi rongga mulut tetap bersih dan terhindar dari infeksi. Pelaksanaan perawatan mulut yang baik akan berpengaruh ke kesehatan pasien, kenyamanan dan mempengaruhi meningkatnya kesejahteraan pasien saat berbaring di tempat tidur karena tidak dapat beraktivitas.
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan perawatan mulut di ruangan ICU dan ICCU Prof. DR. W. Z. Johannes Kupang. Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif dengan desain penelitian analitik korelasi dengan rancangan penelitian cross Sectional terhadap 33 perawat (total sampel) di Ruangan Intensif yang berlangsung pada bulan November hingga Desember tahun 2020. Hasil dari penelitian menunjukan sebanyak 31 responden (94%) memiliki sikap positif.
Ketersedian alat dan bahan yang lengkap sebanyak 23 (69,7%) dan 26 responden 78,8% melakukan pelaksanakan perawatan mulut. Terdapat hubungan antara sikap perawat dan pelaksanaan perawatan mulut dengan niliai signifikan 0,005 (p ≤ 0,05) dan terdapat hubungan ketersedian alat dan bahan dalam pelaksanaan perawatan mulut dengan nilai signifikan 0,00 (p ≤ 0,05).
Peneliti menyarankan agar responden meningkatkan sikap positif dalam melakukan pelaksanaan perawatan mulut melalui buku media, literatur yang terbaru dan rumah sakit menyiapkan alat dan bahan perawatan mulut sesuai dengan Standar Operasional Prosedur yang berlaku di rumah saki
ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN PADA GRANDEMULTIPARA DI PUSKESMAS PENFUI PERIODE 28-04-2018 S/D 02-07-2018.
Latar Belakang: Asuhan kebidanan adalah penerapan fungsi dan kegiatan yang menjadi tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada klien yang mempunyai kebutuhan/masalah dalam bidang kesehatan ibu masa hamil, masa persalinan, nifas, bayi setelah lahir serta Keluarga Berencana (Purwoastuti, 2014). Asuhan Kebidanan Komprehensif adalah Asuhan Kebidanan yang dilakukan mulai Antenatal Care (ANC), Intranatal Care (INC), PostnatalCare (PNC), dan Bayi Baru Lahir (BBL) secara berkelanjutan pada pasien. Ukuran yang dipakai untuk menilai baik-buruknya keadaan pelayanan kebidanan (maternity care) dalam suatu negara atau daerah pada umumnya ialah kematian maternal (maternal mortality). Menurut definisi World Health Organization “kematian maternal ialah kematian seorang wanita waktu hamil atau dalam waktu 42 hari sesudah berakhirnya kehamilan oleh sebab apapun, terlepas dari tuanya kehamilan dan tindakan yang dilakukan untuk mengakhiri kehamilan.
Tujuan: Melakukan Asuhan Kebidanan berkelanjutan dengan pendekatan manajemen kebidanan pada grandemultipara dengan persalinan Kala I lama di wilayah puskesmas penfui.
Metode: Menggunakan metode case study atau metode penelahan
Hasil: setelah dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny.M.S dari kehamilan hingga menggunakan KB, penulis menemukan adanya kesenjangan antara teori dan praktik dan adanya penyulit pada masa persalinan.
Simpulan: Setelah dilakukan asuhan kebidanan secara berkelanjutan, keadaan pasien baik mulai dari kehamilan sampai KB
ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI DENGAN PNEUMOTORAKS DI RUANG KENANGA RSUD Prof. DR. W. Z. JOHANNES KUPANG TANGGAL 03 S/D 08 JULI TAHUN 2017
Latar belakang: Pneumotoraks adalah kondisi adanya udara di rongga pleura. Penyebabnya bisa terjadi secara spontan, karena trauma benda tumpul, benda tajam atau karena benturan pada daerah dada, dan bisa terjadi karena komplikasi dari penyakit paru yang mendahuluinya.
Tujuan: Dapat menerapkan Asuhan Kebidanan pada pasien bayi dengan pneumotoraks dengan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan Varney sehingga dapat menambah pengetahuan dan keterampilan di Ruang Kenanga Rsud Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang.
Metode penelitian: Populasi pada penelitian ini adalah anak sakit dan sampel pada penelitian ini adalah bayi dengan pneumotoraks di Ruang Kenanga Rsud Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang.
Kesimpulan: Berdasarkan hasil asuhan yang diberikan pada bayi dengan pneumotoraks, telah diterapkan asuhan kebidanan dengan menggunakan pendekatan manajemen varney yaitu pengkajian, analisa masalah dan diagnosa, antisipasi masalah potensial, tindakan segera, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY M.N DI PUSKESMAS PEMBANTU TENAU KOTA KUPANG TANGGAL 10 MEI S/D 23 JUNI 2018.
Latar Belakang: Angka kematian di Indonesia terbilang cukup tinggi. Berdasarkan data dari Profil Kesehatan Indonesia tahun 2016 diketahui bahwa angka kematian Ibu pada tahun 2016 mencapai 4912 kasus dan angka kematian bayi pada tahun 2016 mencapai 32.007 kasus. Dengan dilakukan asuhan kebidanan komprehensif pada ibu hamil Trimester III sampai dengan perawatan masa nifas dan KB diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya menurunkan AKI dan AKB di Indonesia serta tercapai kesehatan ibu dan anak yang optimal.
Tujuan Penelitian: Memberikan Asuhan Kebidanan secara komprehensif pada Ny.M.N. kehamilan trimester III, Persalinan, BBL, Nifas, dan KB di Pustu Tenau dengan pendokumentasian secara SOAP.
Metode: Studi deskriptif. Populasi semua ibu hamil trimester III yang berada di wilayah kerja Puskesmas Pembantu Tenau. Sampel satu ibu hamil trimester III NY.M.N umur 37 tahun G4 P3 A0 AH3 UK 39-40 minggu di Puskesmas Pembantu Tenau tanggal 10 Mei sampai 23 Juni 2018.
Hasil: Asuhan Kebidanan komprehensif yang diberikan pada Ny. M.N selama kehamilan TM III yaitu usia kehamilan 39-40 minggu dilakukan kunjungan rumah sebanyak 2 kali dan kunjungan di Puskesmas Pembantu (Pustu) sebanyak 2 kali, Ny. M.N melahirkan di Pustu Tenau lahir secara spontan pervaginam pada tanggal 22 Mei 2018 pukul 14.20 wita, bayi lahir langsung menangis, jenis kelamin perempuan, dilakukan IMD, hasil pemeriksan antropometri yaitu BB bayi 3.600 gram, PB 49 cm, LK 32 cm, LD 33 cm, LP 32 cm, diberikan salep mata dan Vitamin K 1 jam setelah persalinan, HB0 1 jam setelah pemberian vit K dan salep mata, kedaan bayi sehat. Selama proses persalinan berjalan normal yaitu kala I jam 20 menit, kala II 10 menit, kala III 6 menit, pengawasan selama 2 jam post partum, dilakukan pemantauan selama KF1, KN 1 sampai KF3 dan KN3, ibu diberi konseling dan atas persetujuan suami/istri ibu mengikuti KB Suntik pada tanggal 23 Juni 2018.
Kesimpulan: Penulis telah menerapkan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. M.N yang di tandai dengan ibu sudah mengikuti semua anjuran, keluhan ibu selama hamil teratasi, ibu melahirkan fasilitas kesehatan, bayi baru lahir dalam keadaan baik, masa nifas berjalan normal dan ibu sudah menggunakan alat kontrasepsi pasca salin yaitu Suntik 3 bulan
ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN PADA Ny. N. M DI PUSKESMAS SIKUMANA PERIODE 23 MARET S/D 09 MEI TAHUN 2018.
Latar Belakang:
Asuhan kebidanan berkelanjutan adalah asuhan kebidanan yang dilakukan mulai Antenatal Care (ANC), Intranatal Care (INC), Postnatal Care (PNC), dan Bayi Baru Lahir secara berkelanjutan pada pasien.
Menurut Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Timur, jumlah kematian bayi di NTT pada tahun 2016 sebesar 2,05 per 1.000 kelahiran hidup. Ini menunjukan adanya penurunan pada tahun sebelumnya. Selain itu pada tahun 2016 dari data yang di kumpulkan Bidang Keseshatan Keluarga terdapat 17 kasus kematian bayi dari 8304 kelahiran hidup, dan untuk kasus lahir mati berjumlah 30 kasus kematian. Peningkatannya luar biasa mengejutkan yaitu 359 per 100.000 kelahiran hidup. Upaya penurunan AKI terus dilakukan melalui program Revolusi KIA di Provinsi NTT, yang mendapat perhatian besar dan dukungan pemerintah.
Tujuan Penelitian:
Menerapkan asuhan kebidanan secara berkelanjutan pada ibu hamil Trimester III, persalinan sampai dengan perawatan masa nifas, KB dan BBL dengan pendokumentasian secara SOAP. Studi kasus menggunakan metode penelaahan kasus, lokasi studi kasus di Puskesmas Sikumana, subjek studi kasus adalah Ny.N.M dilaksanakan tanggal 23 Maret sampai 09 Mei 2018 dengan menggunakan format asuhan kebidanan pada ibu hamil, bersalin, BBL, nifas dan KB dengan metode 7 langkah Varney dan pendokumentasian SOAP, teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester III yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sikumana sampel yang diambil adalah ibu hamil trimester III NY.N. M umur 28 tahun G1P0A0 AH2UK 39-40 minggu di Puskesmas Sikumana periode 23 Maret s/d 09 Mei 2018.
Hasil:
Asuhan kebidanan secara berkesinambungan yang diberikan pada Ny.N. M selama kehamilan TM II yaitu usia kehamilan 38 . Ny. N. M melahirkan di puskesmas Sikumana lahir secara spontan pervaginam pada tanggal 04 April 2018 pukul 08:45 wita, bayi lahir langsung menangis, nilai apgar 9/10, jenis kelamin laki-laki, dilakukan IMD selama 1 jam, hasil pemeriksan anntropometri yaitu BB bayi 3400 gram, PB 49 cm, LK 33 CM, LD 33 cm, LP 28 CM, diberikan salep mata dan Vitamin K 1 jam setelah persalinan, HB0 1 jam setelah pemberian vit K dan salep mata, kedaan bayi sehat. Selama proses persalinan berjalan normal yaitu kala I 6 jam, kala II 10 menit, kala III 5 menit, pengawasan selama 2 jam post partum, dilakukan pemantauan selama KF1, KN 1 sampai KF3 dan KN3, ibu diberi konseling dan atas persetujuan suami/istri ibu mengikuti KB implant pada tanggal 09 Mei 2018, tetapi sementara waktu ibu menggunakan Kondom.
Kesimpulan:
Penulis telah menerapkan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. N. M yang di tandai dengan ibu sudah mengikuti semua anjuran, keluhan ibu selama hamil teratasi, ibu melahirkan fasilitas kesehatan, masa nifas berjalan normal,bayi baru lahir dalam keadaan baik