Journals /(STKIP Al Maksum Langkat)
Not a member yet
402 research outputs found
Sort by
Pemahaman Geometri Pada Siswa Kelas X Jurusan IPA SMA Swasta Persiapan Melalui Pembelajaran Berbasis Eksplorasi
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dampak dari pendekatan pembelajaran berbasis eksplorasi terhadap pemahaman geometri siswa kelas X jurusan IPA di sebuah SMA Swasta Persiapan. Metode penelitian kualitatif digunakan dalam penelitian ini, melibatkan observasi kelas, wawancara dengan siswa, dan analisis dokumen sebagai instrumen pengumpulan data. Data dianalisis melalui pendekatan induktif dan triangulasi untuk mendapatkan wawasan yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan berbasis eksplorasi mendorong partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran geometri. Melalui interaksi berdiskusi, eksplorasi konsep, dan kolaborasi, siswa menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam pemecahan masalah geometri dan menerapkan konsep dalam konteks praktis. Wawancara dengan siswa mengungkapkan perasaan relevansi dan kemudahan memahami konsep-konsep geometri melalui pendekatan ini, yang juga memicu peningkatan minat terhadap matematika. Analisis dokumen menegaskan bahwa siswa mencapai kemajuan yang signifikan dalam pemahaman geometri setelah penerapan pendekatan eksplorasi. Temuan ini mendukung hipotesis bahwa pendekatan ini secara positif memengaruhi pemahaman siswa dan memiliki potensi untuk merancang strategi pembelajaran lebih interaktif dan kontekstual. Kesimpulannya, pendekatan pembelajaran berbasis eksplorasi dapat efektif dalam meningkatkan pemahaman geometri dan memotivasi siswa dalam mempelajari matematika di tingkat sekolah menengah
Speaking 3’S: Innovative of Contextual Method in English Language Teaching for Speaking
English as an international language, it is a key to conquer the world. Education is a tool that enables students to gain knowledge and develop their creative thinking abilities. The aim of this research is to evaluate the advantages of implementing SPEAKING 3’S, an innovative method for English Language English language teaching, especially in speaking. Within the confines of a quantitative descriptive research design, an experimental group and a control group were compared. In the experimental group, two weeks of English classes were modified within the framework of SPEAKING 3’S, an innovative and newest English language teaching style. In the control group, there is no instructional activities based on the SPEAKING 3’S technique were implemented. Pre and post-tests were administered to evaluate the efficacy of the SPEAKING 3’S method on the speaking skills of students and to compare the experimental and control groups. In addition, observations were done to evaluate the participants in both courses and compare their similarities and differences (students' interactions with the teacher and their opinions on the English language teaching style implication). The adoption of the SPEAKING 3’S technique in English lessons improves students' speaking skills and can assist offer an original point of view to English Language teaching, according to the findings of this research.
Keywords : SPEAKING 3’S, speaking, metho
PELATIHAN PENULISAN RECOUNT TEXT SISWA PAKET C PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM) HARAPAN BUNDA
Menulis adalah salah satu keterampilan berbahasa yang harus dikuasai oleh siswa selain mendengar, berbicara dan membaca. Dengan menulis, siswa mampu mengungkapkan ide dan gagasan berdasarkan pengalaman yang mereka alami. Recount text adalah salah satu jenis teks yang bisa ditulis oleh siswa dalam upaya untuk mengungkapkan ide dan gagasan mereka berdasarkan pengalaman yang mereka alami sendiri ataupun orang lain. Dengan menulis recount text, siswa diharapkan menjadi lebih aktif dan kreatif dalam menulis. Recount text adalah salah satu bentuk text dalam bahasa inggris yang menceritakan pengalaman-pengalaman di masa lalu baik pengalaman pribadi, kelompok atau segala peristiwa yang ditulis dalam bahasa inggris. Recount text mempunyai struktur atau elemen-elemen yang ada di dalam teks terdiri dari orientation dan sequences of events and activities. Agar siswa mampu menulis recount text, siswa membutuhkan pelatihan tentang penulisan recount text agar supaya text yang dihasilkan memiliki konten yang khas serta memenuhi kaidah-kaidah penulisan recount text. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa siswa dapat menulis recount text secara baik dalam bentuk 3-5 paragraph dan siswa dapat mempersentasikan hasil recount text di depan kelas. Pelatihan recount text merupakan bagian dari penerapan Bahasa Inggris untuk siswa paket c untuk mempersiapkan siswa dalam menghadapi globaliasi dan moderinisasi yang membutuhkan kemampuan Bahasa Inggris.
Kata kunci: Pelatihan, recount text, PKBM, Sisw
WORKSHOP PENGUATAN KARAKTER BERBAIS MINDSET CHANGE PADA GURU – GURU SMK ESA PRAKARSA
Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan khusunya di sebuah sekolah, adalah dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan, diantaranya adalah workshop. Dengan adanya workshop tersebut akan berdampak pada peningkatan kompetensi para guru yang pada akhirnya akan mempengaruhi kualitas pengajaran di dalam kelas dengan berbagai model pembelajaran yang menyenangkan Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah merubah maindset tentang cara berfikir tentang penekanan-penekatan pada para peserta didik dalam proses belajar mengajar di sekolah. Penekanan pada perserta didik sesuai dengan minat dan bakat yang dapat dilihat dari perilaku pserta didik masing-masing. Selain itu juga dapat diciptakan lingkungan belajar yang positif yaitu lingkungan sekolah yang nyaman dan menyenangkan. Menciptakan lingkungan yang nyaman dan menyenangkan tersebut akan memberikan ruang kepada peserta didik lebih interaktif, kretif dan inovatif. Hal lainnya yang tidak dapat dilupakan adalah adanya peran orang tua maupun pihak eksternal (dunia luar sekolah) dalam penetapan kurikulum pembelajaran. Karena hal tersebut akan memberikan warna tersediri bagi SMK Esa Prakarsa dalan pelaksanaan kegiatan pendidikan yang lebih berkualitas kedepannya..
Kata kunci : Workshop, Karakter, Mindset change
PELATIHAN PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA KEPADA GURU-GURU MIN 12 LANGKAT
ABSTRAK:
Pelatihan Penyusunan Perangkat Pembelajaran Kurikulum Merdeka kepada Guru-Guru di MIN 12 Langkat merupakan inisiatif yang bertujuan untuk mempersiapkan para pendidik dalam mengadopsi dan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka, sebagai inovasi pendidikan terbaru, memberikan kebebasan kepada guru untuk merancang pembelajaran yang lebih kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman konsep Kurikulum Merdeka, mengembangkan keterampilan praktis dalam penyusunan perangkat pembelajaran, dan membangun komunitas belajar di antara para guru. Pelatihan melibatkan metode yang beragam, termasuk pemaparan konseptual, diskusi kelompok, studi kasus, dan workshop praktis dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Guru-guru juga terlibat dalam simulasi pembelajaran dan observasi model pembelajaran Kurikulum Merdeka. Fokus pelatihan mencakup penerapan pembelajaran aktif, penggunaan teknologi pendidikan, penilaian formatif, dan pengembangan keterampilan soft skills siswa. Hasil yang diharapkan meliputi peningkatan pemahaman guru terhadap Kurikulum Merdeka, peningkatan keterampilan dalam menyusun perangkat pembelajaran yang kontekstual, dan pembentukan komunitas belajar yang berkelanjutan di antara para pendidik. Evaluasi hasil pembelajaran siswa, keterlibatan orang tua, dan respons positif dari masyarakat juga dijadikan indikator kesuksesan pelatihan. Melalui pelatihan ini, diharapkan guru-guru MIN 12 Langkat dapat menjadi agen perubahan dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih menarik dan relevan, serta mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan masa depan. Pelatihan ini dapat menjadi model bagi lembaga pendidikan lainnya yang berada di fase transisi menuju Kurikulum Merdeka.
ABSTRACT
Training on Preparing Independent Curriculum Learning Tools for teachers at MIN 12 Langkat is an initiative aimed at preparing educators to adopt and implement the Independent Curriculum. The Merdeka Curriculum, as the latest educational innovation, gives teachers the freedom to design learning that is more contextual and appropriate to students' needs. This training is designed to increase understanding of the Independent Curriculum concept, develop practical skills in preparing learning tools, and build a learning community among teachers. Training involves various methods, including conceptual presentations, group discussions, case studies, and practical workshops in preparing Learning Implementation Plans. Teachers are also involved in learning simulations and observing the Merdeka Curriculum learning model. The focus of training includes the application of active learning, use of educational technology, formative assessment, and developing students' soft skills. The expected results include increasing teachers' understanding of the Independent Curriculum, increasing skills in developing contextual learning tools, and forming a sustainable learning community among educators. Evaluation of student learning outcomes, parental involvement, and positive responses from the community are also used as indicators of training success. Through this training, it is hoped that MIN 12 Langkat teachers can become agents of change in implementing the Independent Curriculum, creating more interesting and relevant learning experiences, and preparing students to face future challenges. This training can be a model for other educational institutions that are in the transition phase towards the Independent Curriculum. Keywords: Training, Independent Curriculum, MIN 12 Langkat, Teacher
The Effect of English Fun Camp Program in Public Speaking of STKIP Al Maksum Students
The purpose of this study is to find out the influences of the English Fun Camp towards student’s speaking skill. The study was conducted by qualitative research methods. The participants of this study were 20 PTI students at STKIP AL Maksum Langkat. The research data was gathered by interview. In collecting the data, the interviewees were selected by using purposive sampling. The 20 selected participants had joined at English Fun Camp. The result showed that the English Fun Camp was able effect on public speaking. It can be seen from how they mastering a lot of vocabulary, pronunciation and fluency in speech, grammar and comprehension ability and establishing self-confidence. These components are interrelated to improve speaking skill for students, so the students can face the various challenges they worry about speaking. So based on the data, it can be concluded that English Fun Camp has a significant influence on enhancing students speaking skill and treat student’s confidence to be better
keywords: english fun camp, public speakin
PELATIHAN PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS FLIPBOOK BAGI GURU DI SD IT NUSA INDAH
The purpose of the training activities is to increase teachers' knowledge about using flipbook based learning media. This training activity was attended by 19 people, including 2 lecturers and 1 student from STKIP Al Maksum Langkat, and 17 people consisting of school principals and IT Nusa Indah Elementary School teachers. The methods used in this training are the preparation stage, site survey, preparation of instruments, implementation of training activities, and evaluation stage. Based on the results of the training that had been conducted at SD IT Nusa Indah it was found that this training was very useful for teachers, because teachers gained new knowledge and experience in making flipbook based learning media to support the learning process in the classroom
MESIN PENGGILING KEDELAI 20 Kg/Jam UNTUK MENINGKATKAN HASIL RPODUKSI TAHU
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang dilakukan bekerja sama dengan mitra Usaha Produksi Tahu di Desa Karang Rejo, Dusun Pelita, Stabat, Kabupaten langkat. Proses produksi sari pati dari kacang kedelai masih menggunakan jasa penggilingan, sehingga mitra terkendala pada biaya jasa dalam proses penggilingan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membantu mitra dalam meningkatkan produktivitas usaha tahu. Melalui kegiatan PKM ini diharapkan dapat memperbaiki kinerja mitra dalam produksi tahu. Kegiatan PKM ini dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu: survei terhadap permasalahan mitra, pengadaan mesin penggiling kedelai, dan pelatihan singkat tentang pengoperasian dan perawatan mesin. Program ini berjalan baik dan lancar dimana mitra sudah dapat menggiling kedelai sendiri dengan kapasitas penggilingan 20 Kg/Jam dan juga dengan adanya pelatihan dan pendampingan kepada mitra, mitra sudah paham dalam proses pemeliharaan mesin, pemasaran, Administrasi, dan juga manajemen keuangan
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENGISIAN BEBAN KINERJA DOSEN (BKD) BAGI DOSEN PRODI SISTEM INFORMASI UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIEN
Seorang dosen wajib mengetahui memahami apa yang dinamakan Tridharma Perguruan Tinggi sehingga dosen tersebut juga wajib untuk melaksanakan Tridharma tersebut. Selain itu setiap dosen juga wajib memahami bagaiman cara mengisi beban kerja dosen (BKD) yang wajib diisi disetiap akhir semester yang akan dilaporkan secara berkala. Beban kerja dosen (BKD) memakai istilah satuan kredit semester (SKS), dimana jumlah SKS telah ditentukan oleh Dirjen Dikti yaitu minimal 12 SKS dan maksimal 16 SKS disetiap semesternya. Adanya batas maksimal ini untuk mencegah risiko adanya peningkatan beban kerja melebihi kapasitas dan ketentuan, sehingga tim pengabdian (PkM) melaksanakan pelatihan bagaimana cara pengisian beban kerja dosen dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan dosen dalam mengisi beban kerja dosen agar bisa bekerja terukur, terstruktur, dan mampu melaksanakan pelaporan sesuai ketentuan yang berlaku. Metode pelaksanaan yaitu pelatihan serta praktek pengisian beban kerja dosen dengan mitra yaitu dosen program studi Sistem Informasi Universitas Tjut Nyak Dhien sebanyak 20 orang dengan evaluasi melalui praktek langsung secara daring dalam pengisian beban kerja dosen. Hasil yang telah dicapai oleh peserta (dosen) setelah mengikuti kegiatan ini adalah 100% telah paham dan mampu mengisi beban kerja dosen (BKD) pada tiap semester
Analysis of Javanese Speech Acts in families in Sawit Sebrang subdistrict, Langkat Regency
This study examines Javanese speech acts within the context of the familial environment in Langkat Regency's Sawit Sebrang District, with an emphasis on locutionary, illocutionary, and perlocutionary functions. This study employs qualitative descriptive methods to examine oral conversations with neighbors, family members, and local residents. The results demonstrate the use of a variety of speech acts in various contexts, including discussions of geriatric oil palm plantations and education-related financial issues. Locutionary speech acts are distinguished from illocutionary speech acts by the speaker's intent to convey information and anticipation of a particular response; the former occurs when the speaker merely imparts factual information without any particular intention. Perlocutionary speech acts occur when the utterance has a substantial impact on the behavior of the recipient. This study underscores the significance of cultural awareness, linguistic diversity, and local expressions when attempting to decipher the intended significance of Javanese speech acts. Cultural elements and colloquial language significantly influence the efficacy of communication within the familial setting. An examination of the Sawit Sebrang family's Javanese speech acts offers significant insight into the intricate nature of communication within this particular cultural milieu. Gaining comprehension of these speech acts expands our understanding of communication practices and provides tangible examples of how to implement effective communication strategies.
Keywords: Speech act, Javanese, Family.