Journals /(STKIP Al Maksum Langkat)
Not a member yet
402 research outputs found
Sort by
TRANSFORMASI PEMBELAJARAN PELATIHAN DIGITAL UNTUK GURU SEKOLAH DASAR
Tujuan kegiatan pelatihan yaitu untuk untuk meningkatkan keterampilan guru dalam mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di SD Negeri 055999 Pasar X Kwala Bingai dengan jumlah peserta sebanyak 18 orang dan jumlah pemateri sebanyak 4 orang. Kegiatan ini menggunakan metode ceramah, praktik dan diskusi. Sedangkan kegiatan ini menggunakan fase persiapan, fase pelaksanaan dan fase evaluasi. Pelatihan digital untuk guru di sekolah dasar memberikan dampak positif yang signifikan dalam meningkatkan kompetensi digital guru. Para peserta menunjukkan peningkatan yang cukup berarti dalam pemahaman dan keterampilan menggunakan teknologi dalam konteks pendidikan. Meskipun terdapat beberapa tantangan terkait fasilitas dan akses teknologi, seperti keterbatasan perangkat dan koneksi internet, mayoritas peserta merasa lebih siap dan percaya diri untuk menerapkan teknologi dalam pembelajaran mereka. Pelatihan ini juga memperkuat kemampuan guru secara digital, meningkatkan efektivitas pengajaran, serta mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan dunia digital di masa depan. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil memenuhi tujuan untuk memberdayakan guru dengan keterampilan digital yang relevan dan aplikatif
SOSIALISASI PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN DARI BARANG HABIS PAKAI PADA MATA PELAJARAN IPS
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas guru dan siswa dalam pemanfaatan barang habis pakai sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran IPS. Media pembelajaran yang inovatif dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep IPS secara lebih konkret dan interaktif. Kegiatan ini dilaksanakan di smks al mashum kisaran serta melibatkan tiga tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi dan monitoring. Pada tahap persiapan, dilakukan identifikasi kebutuhan dan koordinasi dengan sekolah. Tahap pelaksanaan mencakup pelatihan dan lokakarya pembuatan media pembelajaran berbasis barang habis pakai, sedangkan tahap evaluasi dilakukan melalui angket dan observasi terhadap efektivitas media yang telah dibuat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa metode ini berhasil meningkatkan keterlibatan guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Guru merasa lebih terbantu dalam menyampaikan materi, sementara siswa lebih antusias karena dapat berpartisipasi aktif dalam pembuatan media pembelajaran. Selain itu, kesadaran terhadap pentingnya daur ulang dan pemanfaatan barang bekas juga meningkat. Dengan demikian, kegiatan ini dapat menjadi solusi alternatif dalam menciptakan pembelajaran yang kreatif, efektif, dan berwawasan lingkungan
PERAN PENDIDIKAN DALAM MEMBENTUK GENERASI PEDULI SOSIAL
Pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang peduli sosial sebagai modal penting dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berkeadilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis begaimana pendidikan, baik formal maupun nonformal, berkontribusi dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial pada individu sejak usia dini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui studi literatur, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum yang mengintegrasikan nilai-nilai kemanusiaan, pengembangan empati melalui kegiatan ekstrakurikuler, serta peran guru sebagai teladan, mampu meningkatkan kesadaran sosial di kalangan peserta didik. Selain itu, pendidikan nonformal, seperti program pengabdian masyarakat dan kegiatan organisasi, juga terbukti efektif dalam membentuk sikap peduli sosial. Dengan demikian, diperlukan sinergi antara pendidikan formal, keluarga, dan masyarakat untuk menciptakan generasi yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran sosial yang tinggi untuk menjawab tantangan kehidupan bermasyarakat. Hasil implementasi pendidikan yang berorientasi pada kepedulian sosial menunjukkan dampak positif, seperti meningkatnya partisipasi generasi muda dalam kegiatan sosial, penguatan hubungan antarindividu, dan terciptanya masyarakat yang lebih harmonis
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan proses pembelajaran dan hasil belajar IPA dengan menerapakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Stick . Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Sub Tema Makananku Sehat dan Bergizi di Kelas IV SD Swasta PAB 10 Sampali. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Swasta PAB 10 Sampali, yang berjumlah 19 orang siswa, terdiri dari 10 orang Laki-laki dan 9 orang perempuan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang dilakukan oleh guru kelas yang ingin memperbaiki keadaan di kelasnya sendiri. Adapun hasil penelitian ini adalah:1) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Stick pada pokok bahasan Makanan Sehat dan Bergiz i ; 2) Pada prasiklus diperoleh hasil belajar IPA dari 19 rang siswa terdapat 8 orang yang tuntas KKM atau sekitar 42,1%, sedangkan 11 orang tidak tuntas KKM atau sekitar 57,9%; 3) Pada siklus I diperoleh hasil belajar IPA dari 19 orang siswa terdapat 14 orang tuntas KKM atau sekitar 73,7%, sedangkan terdapat 5 orang siswa tidak tuntas KKM atau sekitar 26,3%; 4) Pada siklus II diperoleh hasil belajar IPA dari 19 orang siswa terdapat 18 orang tuntas KKM atau sekitar 94,7%, sedangkan terdapat 1 orang siswa tidak tuntas KKM atau sekitar 5,3%.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui proses pembelajaran dan hasil belajar IPA dengan menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Stick. Peserta didik pada Mata Pelajaran IPA Makananku Sehat dan Bergizi di Kelas IV SD PAB 10 SDN Swasta Sampali. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD PAB 10 SDN Swasta Sampali yang berjumlah 19 orang siswa yang terdiri dari 10 orang laki-laki dan 9 orang perempuan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang dilakukan oleh guru kelas yang ingin memperbaiki keadaan di kelasnya sendiri. Hasil penelitian ini adalah: 1) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Stick pada mata pelajaran Makanan Sehat dan Bergizi; 2) Pada pra siklus diperoleh hasil belajar IPA dari 19 orang siswa, 8 orang siswa tuntas KKM atau sekitar 42,1% sedangkan 11 orang siswa tidak tuntas KKM atau sekitar 57,9%; 3) Pada siklus I hasil belajar IPA diperoleh dari 19 siswa, yang tuntas KKM sebanyak 14 siswa atau sekitar 73,7% sedangkan yang tidak tuntas KKM sebanyak 5 siswa atau sekitar 26,3%; 4) Pada siklus II hasil belajar IPA diperoleh dari 19 siswa, yang tuntas KKM sebanyak 18 siswa atau sekitar 94,7% sedangkan yang tidak tuntas KKM sebanyak 1 siswa atau sekitar 5,3%
PELATIHAN TOEFL PREPARATION PADA SISWA SMA N 1 SECANGGANG
The English language ability test, in this case TOEFL, is an international standard language test to measure English language skills for speakers whose mother tongue is not English. In Indonesia, there are several conditions that require someone to take the TOEFL test, including continuing higher education both at home and abroad, meeting college graduation requirements, knowing the level of language skills applying for jobs, and getting a promotion. In general, there are three types of TOEFL, namely IBT (internet-based test), PBT (paper-based test), and ITP (Institutional Testing Program). In this regard, school age is considered the right time to introduce the TOEFL test to students, especially those whose solution is to provide TOEFL PREPARATION training. From the TOEFL training activities carried out from April 15 2024, the results showed that there was a significant increase in the students' TOEFL scores before and after the activit
WORKSHOP PENYUSUNAN MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA DI SMK BINTANG LANGKAT
Salah satu alasan mengapa guru menghadapi kesulitan menyusun modul ajar kurikulum merdeka adalah karena belum ada workshop yang membahas tentang masalah ini di lingkungan sekolah. Modul ajar, yang didasarkan pada silabus, adalah rencana pembelajaran komprehensif untuk materi atau tema tertentu. Sebagian besar, modul pembelajaran terdiri dari beberapa pertemuan atau untuk satu pertemuan. Kegiatan workshop ini dimaksudkan untuk membantu guru mengetahui perbedaan antara modul ajar kurikulum merdeka dan rencana pelaksanaan pembelajaran kurikulum K13, serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam pembuatan modul ajar kurikulum merdeka. Kegiatan ini dilakukan melalui (1) penyuluhan tentang modul ajar dan elemen yang terdapat didalamnya, dan (2) memberikan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman guru tentang bagaimana membuat modul ajar yang sesuai dengan kurikulum merdeka melalui tugas penyusunan modul ajar. Dari hasil pengabdian yang telah dilakukan di SMK Bintang Langkat, sebanyak 30 orang guru mengikuti secara aktif dalam kegiatan penyuluhan dan guru telah mampu membuat modul ajar kurikulum merdeka. Produk luaran yang dibuat adalah modul ajar kurikulum merdeka yang dapat digunakan dalam pembelajaran
PELATIHAN INSTALL SISTEM OPERASI & PERBAIKAN PRINTER BAGI SMK SWASTA BINTANG LANGKAT
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis siswa SMK Swasta Bintang Langkat dalam instalasi sistem operasi serta perbaikan printer. Kegiatan ini didasarkan pada kebutuhan industri di bidang teknologi informasi. Pelatihan ini mencakup instalasi sistem operasi berbasis Windows dan Linux, konfigurasi awal, optimalisasi kinerja sistem, serta pemecahan masalah yang sering terjadi. Selain itu, peserta juga dibekali dengan keterampilan dalam menganalisis, mendiagnosis, serta memperbaiki berbagai jenis kerusakan printer, baik dari segi mekanis, elektronik, maupun perangkat lunak. Metode yang digunakan meliputi pemaparan teori, demonstrasi, serta praktik langsung guna memastikan pemahaman yang mendalam. Evaluasi dilakukan melalui uji praktik guna menilai peningkatan kompetensi peserta. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan siswa memiliki keterampilan yang lebih baik, siap menghadapi tantangan dunia kerja, serta mampu memberikan solusi terhadap permasalahan teknis di lingkungan sekolah, industri, maupun masyarakat secara umum. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun budaya belajar mandiri dan meningkatkan daya saing lulusan SMK dalam dunia kerja yang semakin kompetitif
SOSIALISASI PEMANFAATAN LIMBAH RUMAH TANGGA SEBAGAI SUMBER BELAJAR INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN IPA
Pengelolaan limbah rumah tangga yang kurang optimal dapat menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan. Diperlukan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan limbah rumah tangga secara kreatif dan edukatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai sumber belajar interaktif dalam pembelajaran IPA di SMA Swasta Persiapan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung dalam mengolah limbah rumah tangga menjadi alat peraga pembelajaran. Siswa tidak hanya memahami konsep-konsep IPA secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari melalui pengolahan limbah yang lebih ramah lingkungan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa siswa memiliki antusiasme tinggi dalam mengikuti sosialisasi serta mampu mengembangkan kreativitas mereka dalam menciptakan alat peraga berbasis limbah rumah tangga. Kegiatan ini juga berkontribusi dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan dan meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Sosialisasi ini dapat menjadi langkah awal dalam mengintegrasikan pembelajaran berbasis lingkungan yang lebih interaktif dan aplikatif di sekolah
INOVASI PENGEMBANGAN MATERI AJAR PENDIDIKAN IPS DI SMP MELALUI PENDEKATAN TRADISI LISAN DAN SEJARAH LOKAL KABUPATEN LANGKAT
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi pembelajaran IPS di SMP melalui pendekatan tradisi lisan dan sejarah lokal Kabupaten Langkat. Pendekatan tersebut memiliki potensi besar untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran yang relevan dengan konteks budaya, sejarah dan sosial Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif analisis. Metode ini melibatkan serangkaian kegiatan seperti pengumpulan data dari sumber pustaka, membaca secara mendalam, mencatat informasi penting, serta mengolah data untuk mendukung analisis yang sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi lisan dan sejarah lokal memiliki potensi besar untuk menjadi alternatif pengembangan materi pembelajaran IPS di tingkat SMP. Hal ini didasarkan pada beberapa pertimbangan penting, yaitu: a) keterkaitannya dengan kurikulum yang berlaku; b) kekayaan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam konten tradisi lisan dan sejarah lokal; serta c) relevansi dengan tantangan yang dihadapi di lingkungan sekolah. Selain itu, terdapat tiga langkah utama yang dapat dilakukan. 1) tahap analisis, yakni mengidentifikasi tradisi lisan yang relevan dan menyesuaikannya dengan kurikulum. 2) tahap desain dan pengembangan, di mana format dan struktur materi pembelajaran dirancang agar menarik dan bermanfaat bagi siswa. 3) tahap penerapan, yaitu mengintegrasikan materi yang telah dikembangkan ke dalam proses belajar-mengajar dengan cara yang interaktif dan bermakna. Langkah tersebut mampu mempengaruhi model pemebelajaran, pengetahuan, karakter dan memberikan apresiasi mendalam terhadap budaya lokal di Kabupaten Langkat.This study aims to develop innovative social studies (IPS) learning approaches in junior high schools through the integration of oral traditions and local history from Langkat Regency. This approach holds significant potential to enhance students' understanding of learning materials relevant to cultural, historical, and social contexts. The research employs a library research method with a descriptive analytical approach, involving a series of activities such as collecting data from literature sources, conducting in-depth reading, taking essential notes, and processing data to support the analysis aligned with the research objectives. The findings indicate that oral traditions and local history have immense potential as alternative resources for developing social studies learning materials at the junior high school level. This conclusion is based on several key considerations: a) their alignment with the current curriculum; b) the rich values embedded within the content of oral traditions and local history; and c) their relevance to the challenges faced in school environments. Furthermore, three primary steps can be undertaken: 1) the analysis stage, which involves identifying relevant oral traditions and aligning them with the curriculum; 2) the design and development stage, where the format and structure of the learning materials are created to be engaging and beneficial for students; and 3) the implementation stage, which integrates the developed materials into the teaching and learning process in an interactive and meaningful way. These steps positively impact the learning model, knowledge acquisition, character building, and foster a deep appreciation for local culture in Langkat Regency.
 
PELATIHAN PRODUK ECOPRINT PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) KURIKULUM MERDEKA BAGI SISWA SDN 056001 KARANG REJO
ABSTRAK
Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Kurikulum Merdeka dirancang untuk menanamkan karakter mandiri, kreatif, dan peduli terhadap lingkungan. Salah satu bentuk implementasi P5 adalah melalui kegiatan pelatihan Ecoprint bagi siswa kelas V SDN 056001 Karang Rejo. Ecoprint merupakan teknik cetak alami yang memanfaatkan daun dan bahan organik lainnya untuk menciptakan motif pada kain. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap lingkungan, menumbuhkan kreativitas, dan mengembangkan keterampilan kewirausahaan sejak dini. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung dan evaluasi hasil karya. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap teknik Ecoprint serta meningkatkan minat siswa dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui seni tekstil berkelanjutan