Jurnal Ilmiah IKOPIN (E-Journals)
Not a member yet
3438 research outputs found
Sort by
Peran Inovasi Dalam Meningkatkan Daya Saing UMKM : Sinergi Orientasi Pasar Dan Adopsi Teknologi Digital
MSMEs in Majalengka Regency face challenges such as limited capital, low adoption of digital technology, and insufficient marketing networks. However, they possess significant economic potential based on local wisdom. This study aims to analyze the influence of market orientation and digital technology adoption on MSME competitiveness through the mediating role of innovation. The research method employs a verificative (hypothesis-testing) approach using purposive sampling on 130 local wisdom-based MSMEs in Majalengka. Data analysis was conducted using Structural Equation Modeling (SEM-PLS). The results show that market orientation and technology adoption have a significant positive influence on both innovation and competitiveness directly. Innovation is proven to fully mediate the effect of market orientation and technology adoption on competitiveness. These findings imply the need for integrated strategies for MSME actors, such as: strengthening market orientation through continuous customer research, selective adoption of digital technology to enhance operational and marketing efficiency, and building an innovation culture based on market insights and technology utilization. The synergy of these three aspects is key to enhancing the sustainable competitiveness of MSMEs
Literasi Perkoperasian Pada Masyarakat Dalam Rangka Pembentukan Pra Koperasi di Desa Karang Bungur Kecamatan Buah Dua Kabupaten Sumedang
Dalam rangka mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Ikopin University secara periodik setiap tahun menyelenggarakan kegiatan Praktik Lapang di berbagai tempat yang telah ditentukan. Salah satu program tahun 2025 ini bertempat di kabupaten Sumedang tepatnya di Desa Karangbungur, Kecamatan Buah Dua, Kabupaten Sumedang dilakukan Program membangun Pra Koperasi di desa. Melalui Praktik Lapang ini diharapkan mahasiswa dapat membentuk Pra atau bahkan Koperasi di masyarakat terutama di desa-desa. Selain itu juga mahasiswa diperkenalkan secara langsung dengan kondisi yang ada di masyarakat dengan berbagai masalah dan potensi yang ada di dalamnya. Berdasarkan segenap masalah dan potensi yang ditemukan di masyarakat, mahasiswa dituntut untuk mencari pemecahan dan mengembangkan potensinya. Praktik Lapang pun menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk membangun dan mengembangkan Pra-Koperasi yang merupakan soko guru perekonomian nasional. Untuk melaksanakan program tersebut tentunyadiperlukan literasi kepada masyarakat desa untuk memperkenalkan Koperasi sebagai tahap awal dilakukan penyebaran kuesioner, ceramah dan diskusi yang komprehensif. Hasil dari literasi diperoleh gambaran bahwa terdapat respons positif dari masyarakat desa tentang rencanapembentukan pra koperasi ini dengan bentuk koperasi pemasaran untuk menunjang potensi ekonomi masyarakat yang berprofesi sebagai produsen makanan
Sosialisasi Pra Koperasi di Desa Bangbayang Kecamatan Situraja Kabupaten Sumedang
Pra Koperasi merupakan suatu tahapan persiapan sebelum suatu kelompok orang atau badan usaha resmi mejadi koperasi yang berbadan hukum. Di dalam tahap ini dibutuhkan berbagai kegiatan dalam memantapkan aspek kelembagaan, administrasi, organisasi, peningkatan kinerja, akuntansi serta permodalan. Yang bertujuan untuk dapat memastikan bahwa kelompok atau badan usaha tersebut memenuhi syarat dan siap menjadi badan usaha yang berbentuk koperasi. Pra koperasi merupakan masa transisi yang sangat krusial bagi calon koperasi untuk dapat memastikan bahwa mereka itu memiliki dasar yang kuat sebelum beroperasi secara resmi menjadi suatu koperasi yang kokoh dan kuat. Koperasi merupakan bentuk badan usaha yang bernggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi yang tujuannya mensejahterakan anggotanya. Koperasi yang berbadan hukum akan lebih mudah memberi kepercayaan kepada masyarakat yang berasaskan kekeluargaan. Sosialisasi Pra Koperasi bagi anggota masyarakat di Desa Bangbayang Kecamatan Situraja Kabupaten Sumedang bertujuan agar mereka yang sudah berkelompok dalam memperbaiki kehidupannya dari sisi ekonomi dan sosial agar lebih sejahtera dapat terwadahi dalam suatu badan usaha yang berbentuk Koperasi. Oleh karena itu masyarakat desa perlu diberi pemahaman tentang perkoperasian, bagaimana berkoperasi dan memahami apa yang menjadi hak dan kewajiban sebagai anggota koperasi yang memiliki tujuan untuk mensejahterakan kehidupan anggotanya
Tantangan dan Peluang Transformasi Digital sebagai Strategi Penguatan Koperasi di Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0
Perkembangan teknologi digital yang pesat di era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 menuntut koperasi untuk bertransformasi agar mampu bertahan dan bersaing. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengurus koperasi dalam menghadapi tantangan digital melalui pelatihan transformasi digital berbasis model bisnis modern. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif yang dilaksanakan selama tiga hari dengan pendekatan andragogi, studi kasus, diskusi kelompok, serta penyusunan rencana aksi digitalisasi koperasi. Materi pelatihan mencakup pengenalan model bisnis digital seperti marketplace, subscription, dan layanan on-demand, serta regulasi pendukung seperti UU Cipta Kerja dan PP No. 7 Tahun 2021. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta hingga ±30%, penyusunan rencana aksi digital koperasi, dan identifikasi tantangan serta solusi adaptif. Kegiatan ini membuktikan bahwa intervensi edukatif melalui pelatihan praktis dapat mendorong koperasi menjadi entitas yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing di era digita
Urgensi Standard Operasi Manajemen dan Standard Operasi Prosedur Dalam Implementasi Manajemen Risiko Koperasi (Pelatihan Bagi Pengurus Koperasi di Indonesia Penerima Dana Hibah Bergulir dari Pusat Investasi Pemerintah Kementrian Keuangan)
Pelatihan mengenai urgensi Standard Operasi Manajemen (SOM) dan Standard Operasi Prosedur (SOP) sangat penting dalam implementasi manajemen risiko koperasi, khususnya bagi pengurus koperasi di Indonesia yang menerima dana hibah bergulir dari Pusat Investasi Pemerintah-Kementerian Keuangan. Standarisasi prosedur dan manajemen operasional menjadi kunci dalam memastikan tata kelola koperasi yang efektif, akuntabel, dan transparan, serta meminimalisasi risiko yang mungkin timbul dalam pengelolaan dana hibah bergulir. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi pengurus koperasi dalam menyusun, menerapkan, serta mengevaluasi SOM dan SOP sebagai bagian integral dari sistem manajemen risiko koperasi. Dengan adanya SOM dan SOP yang terstruktur, koperasi dapat menjalankan fungsi tata kelola organisasi sesuai prinsip Governance, Risk Management, and Compliance (GRC), sehingga mampu menjaga keberlanjutan usaha, meningkatkan kepercayaan anggota, serta memenuhi persyaratan kepatuhan terhadap regulasi pemerintah dan lembaga pengawas terkait. Hasil pelatihan diharapkan dapat memperkuat peran pengurus koperasi dalam mengelola dana hibah secara profesional, mengurangi potensi penyalahgunaan, serta meningkatkan kinerja dan daya saing koperasi di tingkat nasional. Implementasi manajemen risiko berbasis SOM dan SOP juga menjadi landasan penting dalam mendukung transparansi, akuntabilitas, dan perlindungan hukum bagi seluruh pemangku kepentingan koperasi penerima dana hibah bergulir
Improving The Capabilities Of Depohar 80 Maintenance Per-sonnel Through Education 4.0 In Order To Support The Du-ties Of The Indonesian Air Force
Increasing the capabilities of maintenance personnel at Depohar 80 TNI Air Force is very important to ensure operational readiness and aircraft reliability. Adoption of the Education 4.0 paradigm offers an effective solution in this effort. Education 4.0 emphasizes a learnercentered approach, utilizing advanced technology, and building a learning community, which provides an ideal framework for improving the competency of maintenance personnel at Depohar 80. The aim of this research is to explore how to improve the capabilities of Depohar 80 Maintenance Personnel through Education 4.0 in Order to Support the Duties of the Indonesian Air Force. The method used in this writing is a qualitative method. The results of this research show that the strategies implemented include developing a technology-based curriculum, providing adequate technological infrastructure, training trainers and facilitators, continuous evaluation and feedback, establishing learning communities, and utilizing online resources and networks. Each of these strategies is designed to overcome obstacles faced by personnel in improving their technical skills and competencies, in accordance with capability theory which emphasizes the importance of education, work skills, experience, motivation and work ethic. This approach allows maintenance personnel to access more interactive and in-depth training, gain skills relevant to the latest technology, and continuously improve their performance through constructive feedback. Implementation of Education 4.0 not only improves technical capabilities but also builds their capacity to learn and adapt independently, in accordance with the demands of the Industrial Revolution 4.0 era. The research conclusion is that through Education 4.0, Depohar 80 can achieve optimization of the capabilities of maintenance personnel, which in turn will support the TNI Air Force\u27s duties more effectively and ensure the reliability and operational success of the aircraft
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Smart Farming Terpadu Dan Pengembangan Ekonomi Kreatif Di Desa Kedung Peluk
Desa Kedung Peluk, Kecamatan Candi, Sidoarjo, memiliki potensi perikanan tambak seluas 256 hektar yang belum dioptimalkan. Permasalahan utama yang dihadapi meliputi tingginya biaya energi operasional tambak, pemberian pakan yang masih manual dan tidak terukur, serta minimnya diversifikasi produk hasil panen. Pengabdian ini bertujuan menerapkan teknologi Smart Farming dan mengembangkan ekonomi kreatif masyarakat. Program dilaksanakan selama empat bulan didanai oleh Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Kemendiktiristek. Solusi teknologi yang diterapkan adalah "PESUTA" (Panel Energi Surya Terintegrasi), sebuah sistem tambak pintar yang menggabungkan aerator hybrid, auto feeder, dan monitoring kualitas air berbasis IoT. Selain itu, dilakukan pemberdayaan ekonomi melalui pelatihan produksi abon bandeng dan strategi pemasaran digital bagi kelompok PKK, serta edukasi regenerasi petani muda bagi siswa sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan alat PESUTA mampu meningkatkan efisiensi energi dan manajemen pakan, sementara produk abon bandeng memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi masyarakat desa
Consumer Culture and the Reinforcement of Social Class Distinctions in Post-Industrial Suburbs of Bandung
This study investigates how suburban consumer culture in Bandung, Indonesia, reinforces social class distinctions, focusing on the interaction between material, symbolic, and infrastructural factors. With rapid urbanization and the rise of consumption-oriented middle classes, post-industrial suburban spaces have become key arenas for class performance. Using a mixed-methods approach, including quantitative surveys and qualitative interviews, data were collected from 400 residents of the Bandung Metropolitan Area (BMA). The research findings reveal that curated retail environments, such as lifestyle townships and regional malls, foster social class differentiation through access and affordability barriers, symbolically reinforcing middle- and upper-class exclusivity. Furthermore, the integration of digital platforms amplifies these distinctions, extending class signals into online spaces. The study underscores the importance of urban planning that incorporates social-mix impact assessments, affordable product lines, and inclusive community-based programming to mitigate exclusionary practices in suburban retail environments. The findings contribute to urban sociology by linking consumer spaces with class reproduction, offering practical insights for policymakers to address inequality in suburban areas
Dinamika Hak Asuh Anak dalam Perspektif Hukum Keluarga Islam: Studi Kualitatif pada Kasus Perceraian di Pengadilan Agama Kota Cirebon
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika penetapan hak asuh anak dalam perspektif hukum keluarga Islam pada kasus perceraian di Pengadilan Agama Kota Cirebon. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan hakim, orang tua, dan advokat/mediator, serta observasi persidangan dan studi dokumentasi putusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip kepentingan terbaik anak menjadi dasar utama hakim dalam memutuskan hak asuh. Faktor usia anak, stabilitas psikologis orang tua, serta kemampuan memenuhi kebutuhan anak menjadi pertimbangan dominan. Meskipun ibu lebih sering memperoleh hak asuh, terdapat kasus di mana ayah ditetapkan sebagai pengasuh utama karena pertimbangan psikologis dan moral. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran hakim dalam menafsirkan norma hukum Islam secara kontekstual, serta perlunya keterlibatan tenaga psikolog dalam proses peradilan. Temuan ini berimplikasi pada penguatan perlindungan anak dalam sistem hukum keluarga Islam di Indonesia
Analisis Peran Disiplin Kerja Dan Motivasi Kerja dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan PT. Piton Prospek Teknologi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran disiplin kerja dan motivasi kerja dalam meningkatkan kinerja karyawan PT. Piton Prospek Teknologi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi secara langsung kepada karyawan PT. Piton Prospek Teknologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa disiplin kerja dan motivasi kerja berperan terhadap peningkatan kinerja karyawan. Disiplin kerja yang mencakup kepatuhan terhadap peraturan, jam kerja, prosedur operasional, dan pemeliharaan fasilitas, membentuk lingkungan kerja yang teratur, efisien, dan mengurangi hambatan teknis. Motivasi kerja, yang meliputi pemenuhan kebutuhan fisik, rasa aman, hubungan sosial yang harmonis, penghargaan, dan tantangan kerja, mendorong semangat karyawan, menumbuhkan rasa tanggung jawab, dan keterlibatan aktif karyawan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan sepuluh informan, disiplin kerja dan motivasi kerja menciptakan lingkungan yang teratur dan efisien serta mendorong karyawan berprestasi lebih baik, sehingga berkontribusi pada konsistensi kinerja dan kualitas hasil kerja