9003 research outputs found
Sort by
KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN MODEL SELF ORGANIZED LEARNING ENVIRONMENT (SOLE) BERBANTUAN QUIZIZZ TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS XI MAN KOTA TEGAL
Ardhani, Didya Rizka. 2025. “Keefektifan Penggunaan Model Self Organized Learning Environment (SOLE) Berbantuan Quizizz Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas XI MAN Kota Tegal”. Skripsi. Pendidikan Matematika. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Pancasakti Tegal.
Pembimbing I M. Shaefur Rakhman, M.Si. Pembimbing II Dr. Munadi
Kata kunci: Self Organized Learning Environment, Quizizz, komunikasi matematis, pembelajaran ekspositori.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) kemampuan komunikasi matematis siswa kelas XI MAN Kota Tegal yang pembelajarannya dengan menggunakan model Self Organized Learning Enviroment (SOLE) berbantuan Quizizz yang nilainya di atas
65 mencapai lebih dari 75%; (2) mengetahui apakah kemampuan komunikasi matematis siswa kelas XI MAN Kota Tegal yang pembelajarannya menggunakan model Self Organized Learning Enviroment (SOLE) lebih baik daripada yang menggunakan model ekspositori; (3) mengetahui apakah kemampuan komunikasi matematis siswa kelas XI MAN Kota Tegal yang pembelajarannya menggunakan Quizizz lebih baik daripada yang tidak menggunakan Quizizz; (4) mengetahui apakah kemampuan komunikasi matematis siswa kelas XI MAN Kota Tegal yang pembelajarannya menggunakan model Self Organized Learning Enviroment (SOLE) berbantuan Quizizz lebih baik daripada yang menggunakan model eksposistori berbantuan Quizizz.
Penelitian ini menggunakan metode factorial design experiment tipe post-test
only. Populasi untuk penelitian ini adalah siswa kelas XI MAN Kota Tegal Tahun Ajaran 2024/2025 dengan jumlah sampel penelitian yaitu 3 kelas (XI A, XI B, dan XI E). Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Analisis data yang digunakan berupa uji t satu pihak kanan dan uji anova satu arah dengan interaksi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar menggunakan model SOLE berbantuan Quizizz yang nilainya di atas 65 mencapai lebih dari 75%. (2) Kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar menggunakan model SOLE lebih baik daripada yang diajar menggunakan model Ekspositori. (3) Kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar menggunakan Quizizz lebih baik daripada yang tidak diajar menggunakan Quizizz. (4) Kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar menggunakan model SOLE berbantuan Quizizz lebih baik daripada yang diajar
menggunkan model Ekspositori berbantuan Quizizz
PENGARUH RASA PERCAYA KONSUMEN, PERSEPSIAN HARGA, DAN PERSEPSIAN RISIKO TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DENGAN MINAT BELI SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA PT. BANGUN ANUGRAH BETON NUSANTARA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepercayaan konsumen, persepsi harga, dan persepsi risiko terhadap keputusan pembelian dengan minat beli sebagai variabel mediasi pada PT. Bangun Anugrah Beton Nusantara (PT. BABN). Responden dalam penelitian ini adalah konsumen yang telah melakukan pembelian produk dari PT. BABN. Sebanyak 145 responden dipilih dengan teknik convenience sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan perangkat lunak Smart PLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasa percaya konsumen, persepsian harga, dan persepsian risiko berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli dengan kontribusi masing-masing 32,9%, 27,5%, dan 32,8% (p<0,05). Namun, untuk pengaruh langsung terhadap keputusan pembelian, hanya persepsian harga (22,3%) dan persepsian risiko (25,9%) yang signifikan, sedangkan rasa percaya konsumen tidak signifikan (p=0,055). Minat beli menjadi prediktor terkuat keputusan pembelian (32,9%) dan berperan sebagai mediator efektif dalam hubungan rasa percaya konsumen (10,8%), persepsian harga (9%), dan persepsian risiko (10,8%) terhadap keputusan pembelian. Temuan ini menegaskan bahwa strategi pemasaran perusahaan sebaiknya memprioritaskan pembentukan minat beli untuk mendorong keputusan pembelian konsumen.
Kata Kunci: Rasa Percaya Konsumen; Persepsian Harga; Persepsian Risiko; Keputusan Pembelian; Minat Beli
IMPLEMENTASI SEDEKAH LAUT SEBAGAI BENTUK KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT PESISIR PANTAI LARANGAN
Fikri Juli Setiawan. 2025. “Implementasi Sedekah Laut Sebagai Bentuk
Kearifan Lokal Masyarakat Pesisir Pantai Larangan”. Skripsi. Pendidikan
Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
Universitas Pancasakti Tegal.
Pembimbing I : Fitriyanto, M.Pd.
Pembimbing II : R. Samidi, M.Pd.
Kata kunci: Implementasi, sedekah laut dan kearifan lokal.
Tujuan penelitian ini yakni mengetahui pelaksanaan kegiatan sedekah laut
sebagai bentuk kearifan lokal masyarakat pesisir pantai Larangan dan nilai-nilai
kearifan lokal yang ditanamkan dalam tradisi sedekah laut pada masyarakat
pesisir pantai Larangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan
jenis penelitian deskriptif, prosedur penelitian meliputi tahap pra lapangan, tahap
pekerjaan lapangan, dan tahap analisis data. Sumber data penelitian adalah
informan dengan wujud data berupa kata-kata dan tindakan, sumber tertulis dan
foto. Data dikumpulkan dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Analisis data menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian disimpulkan bahwa
Pelaksanaan sedekah laut di Pantai Larangan meliputi kegiatan sebelum sedekah
laut dan kegiatan sedekah laut, Sebelum sedekah laut dilakukan persiapan sesaji
yaitu pembuatan miniatur kapal (ancak) dan menyiapkan berbagai sesaji. Sehari
sebelum sedekah laut pada malam harinya diadakan selamatan. Pelaksanan
sedekah laut itu sendiri pada intinya adalah “larung saji” yang dilakukan dengan
melarungkan sesaji ke dalam laut. Prosesi ini diawali dengan kirab atau iringiringan
miniatur kapal (ancak) menuju titik larung, kemudian semua sesaji
dilarung di Karang Jeruk. Selain itu, juga ada pertunjukan wayang, hiburan rakyat
dalam rangkaian tradisi sedekah laut yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat
menjadikan sedekah laut sebagai momen kebersamaan. Nilai kearifan lokal yang
ditanamkan dalam tradisi sedekah laut pada masyarakat pesisir yaitu nilai budaya,
nilai sosial, nilai religi dan nilai ekonomi. Nilai budaya sedekah laut adanya
akulturasi budaya dan gotong royong. Nilai sosial antara lain: toleransi, solidaritas
dan silaturahmi. Nilai religi meliputi rasa syukur, doa, dan permohonan.
Sedangkan nilai ekonomi dari sedekah laut yaitu meningkatkan perdagangan,
daya tarik wisata, dan meningkatkan semangat nelayan
ANALISIS KINERJA MESIN PRESS PAVING BLOCK PADA VARIASI TEKANAN
Zia Hanif Albaihaqi, 2025 “Analisis Kinerja Mesin Paving Block Pada Variasi Tekanan“ Laporan Skripsi Teknik Mesin Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Pancasakti Tegal 2025.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja mesin press paving block berbasis sistem hidrolik manual dengan memanfaatkan variasi tekanan dan komposisi campuran semen-pasir terhadap kuat tekan hasil cetakan. Mesin press dirancang dengan sistem dongkrak botol kapasitas 2 ton dan dilengkapi manometer guna mengukur tekanan secara presisi. Inovasi efisiensi dilakukan dengan modifikasi pengoperasian release valve secara parsial agar piston tidak kembali sepenuhnya ke posisi awal, sehingga jumlah stroke dan waktu pengepresan dapat ditekan secara signifikan.
Pengujian dilakukan terhadap 12 kombinasi perlakuan, yaitu tiga rasio campuran (1:3, 1:4, dan 1:5) serta empat variasi tekanan (250, 500, 1000, dan 1500 psi). Hasil menunjukkan bahwa kombinasi terbaik diperoleh pada campuran 1:3 dengan tekanan 1500 psi, yang mampu menghasilkan kuat tekan maksimal sebesar 21,2 MPa. Nilai ini telah melampaui standar SNI 03-0691-1996 untuk paving block kelas C (≥20 MPa).
Selain itu, modifikasi sistem pengembalian piston terbukti mampu menurunkan rata-rata stroke dongkrak dari 12 menjadi 7 kali dan mengurangi waktu pengepresan rata- rata sebesar 10–15 detik per siklus. Penelitian ini memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan efisiensi produksi paving block secara manual serta menjadi dasar pengembangan teknologi tepat guna bagi sektor industri kecil dan menengah (IKM).
Kata kunci: paving block, kuat tekan, hidrolik manual, efisiensi, sistem dongkrak
STUDI PENGHEMATAN BIAYA TRANSPORTASI DENGAN KONSEP PENGALIHAN KENDARAAN PRIBADI KE KENDARAAN UMUM (MINI BUS) DIKOTA PEMALANG
Ridho Arya Putra “ Studi Penghematan Biaya Transportasi Dengan Konsep Pengalihan Kendaraan Pribadi Ke Kendaraan Umum (Mini Bus) Dikota Pemalang
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penghematan biaya transportasi melalui pengalihan penggunaan kendaraan pribadi ke kendaraan umum, khususnya mini bus, di Kota Pemalang. Dengan meningkatnya jumlah kendaraan pribadi yang menyebabkan kemacetan dan dampak lingkungan negatif, penelitian ini mengeksplorisasi efektivitas mini bus sebagai alternatif transportasi yang lebih efisien dan terjangkau.
Metode yang digunakan dalam penilitian ini adalah survei dengan kuesioner yang disebarkan kepada 15 responden yang merupakan pengguna mini bus. Data yang diperoleh dianalisis untuk memahami pola penggunaan, tingkat kenyamanan, dan penghematan biaya yang dirasakan oleh pengguna.
Hasil penilitian menunjukan bahwa 80% responden merasa nyaman menggunakan mini bus, dengan penghematan biaya harian rata-rata sebesar Rp5.000 dan penghematan bulanan mencapai Rp 150.000 Temuan ini mengindikasikan bahwa mini bus bukan hanya sebagai moda transportasi yang efisien, tetapi juga berpotensi mengurangi ketergantungan masyarakat pada kendaraan pribadi. Selain itu, pengalihan mini bus diharapkan dapat mengurangi kemacetan.
Kata kunci : Penghematan Biaya, Transportasi Umum, Kenyamanan Pengguna, Mini Bus
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU PENYALAHGUNAAN KARTU KREDIT BANK SECARA ILEGAL
Bank adalah semua badan usaha yang bertujuan untuk menyediakan jasa-jasa yang berkaitan dengan permintaan atau penawaran akan kredit. Kata bank berasal dari bahasa Italia yaitu banca yang berarti tempat penukaran uang. Penyalahgunaan kartu kredit untuk transaksi ilegal memiliki dampak yang sangat luas. Pada skala mikro, korban yang menjadi sasaran penyalahgunaan kartu kredit kerap kali kehilangan sejumlah dana yang signifikan dan harus menghadapi prosedur yang rumit untuk pemulihan hak-hak mereka. Tanggung jawab bank dan lembaga keuangan juga tidak hanya terbatas pada aspek teknologi semata. Edukasi kepada nasabah mengenai pentingnya menjaga keamanan data pribadi dan langkah-langkah preventif yang dapat diambil dalam bertransaksi menjadi bagian dari tanggung jawab institusi keuangan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran bank dan lembaga keuangan dalam mencegah penyalahgunaan kartu kredit untuk transaksi illegal serta mengkaji pertanggung jawaban pidana terhadap pelaku penyalahgunaan kartu kredit bank.
Jenis penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan karena bahan-bahan tertulis seperti buku, jurnal, peraturan perundang-undangan, serta dokumen-dokumen hukum lainnya sebagai sumber data utama. Pendekatan penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan secara normatif dengan metode pengumpulan data dilakukan dengan cara meneliti dan mengkaji berbagai literatur hukum yang relevan. Ini bisa mencakup membaca dan menganalisis undang-undang, peraturan pemerintah, putusan pengadilan, buku, artikel jurnal, serta literatur lain yang berhubungan dengan penyalahgunaan kartu kredit dan transaksi illegal.
Hasil penelitian ini menunjukan peran bank dan lembaga keuangan dalam mencegah penyalahgunaan kartu kredit untuk transaksi illegal dalam hal teknologi pencegahan, berbagai inovasi telah diterapkan, seperti chip EMV, otentikasi dua faktor (2FA), enkripsi data, dan algoritma machine learning untuk mengidentifikasi pola transaksi yang mencurigakan. Meskipun demikian, tantangan tetap ada, termasuk evolusi modus operandi kejahatan, rendahnya kesadaran keamanan nasabah, keterbatasan regulasi, serta kompleksitas pemantauan transaksi dalam skala besa. Pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku penyalahgunaan kartu kredit bank diatur secara tegas dalam hukum Indonesia, baik melalui KUHP, UU ITE, maupun regulasi terkait perbankan lainnya. Unsur-unsur pertanggungjawaban pidana seperti kemampuan bertanggung jawab, adanya kesalahan (mens rea), perbuatan melawan hukum (actusreus), dan ketiadaan alasan pemaaf menjadi elemen penting dalam menjerat pelaku kejahatan ini
Kata Kunci : Kartu Kredit, Pertanggungjawaban Pidana, Cybercrim
PENGGUNAAN MOBILE BANKING, PERSEPSI DAN PENGARUHNYA TERHADAP GAYA HIDUP MAHASISWA FKIP UPS TEGAL
Fitriani, Syakila, Rahma. 2025. Penggunaan mobile banking dan persepsi terhadap gaya hidup mahasiswa FKIP UPS Tegal. Skripsi. Pendidikan Ekonomi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pancaskti Tegal.
Pembimbing I Neni Hendaryati, M.Pd.
Pembimbing II Tomi Azami, S.Pd.I., M.Pd.
Kata kunci: Mobile banking, Persepsi, Gaya hidup.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah meningkatnya gaya hidup konsumtif mahasiswa akibat kemudahan transaksi, promo dan tren digital melalui mobile banking. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan mobile banking dan persepsi terhadap gaya hidup mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pancasakti Tegal. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi dalam penelitian adalah mahasiswa aktif Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pancasakti Tegal angkatan 2021, 2022, 2023, dan 2024 sebanyak 767 mahasiswa dan Sampel sebanyak 88 responden menggunakan teknik proportional Sampling dengan rumus slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Instrumen di uji validitas dan reliabilitas dengan teknik product moment dan cronbach’s Alpha. Analisis data dilakukan dengan uji deskriptif, regresi linier sederhana, regresi linier berganda, uji parsial (T), uji simultan (F). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) penggunaan mobile banking pengaruh positif dan signifikan terhadap gaya hidup mahasiswa dengan nilai thitung 11,48 > ttabel 1,662; 2) Persepsi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap gaya hidup mahasiswa dengan nilai thitung 1,976 > tabel 1,662; 3) secara simultan mobile banking dan persepsi berpengaruh positif dan signifikan terhadap gaya hidup mahasiswa dengan nilai fhitung 70,514 > ftabel 3,10. Saran kepada mahasiswa agar lebih bijak dalam pemanfaatan mobile banking. Bank dan pengembangan aplikasi diharapkan dapat menambahkan fitur edukasi finansial untuk mendukung perilaku keuangan mahasiswa
URGENSIKONSELINGDALAMPROSESMEDIASIPERCERAIAN STUDI KASUS DI KABUPATEN BREBES
AMALIYAH, TANZIL. 2025, Urgensi Konseling dalam Proses Mediasi Perceraian Studi Kasus di Kabupaten Brebes. Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Pancasakti Tegal.
Pembimbing I : Dr. Hanung Sudibyo, M.Pd
Pembimbing II : M. Aris Rofiqi, M.Si
Kata Kunci : Konseling, Mediasi, Perceraian
Tingginya angka perceraian di Kabupaten Brebes, yang pada tahun 2023 mencapai 5.041 kasus, didominasi oleh persoalan ekonomi, komunikasi yang tidak efektif, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), serta keterlibatan pihak ketiga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor penyebab perceraian dan mengeksplorasi urgensi konseling dalam proses mediasi perceraian di Kabupaten Brebes. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas empat pasangan yang telah bercerai setelah menjalani mediasi di Pengadilan Agama Kabupaten Brebes, keluarga responden, serta seorang mediator. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa persoalan ekonomi merupakan penyebab utama perceraian, diikuti kurangnya komunikasi, hadirnya orang ketiga, dan KDRT. Meskipun mediasi telah dijalankan sesuai prosedur PERMA No. 1 Tahun 2016, mayoritas pasangan tetap memilih melanjutkan perceraian karena kesenjangan emosional yang sulit dijembatani.Penelitian ini juga menemukan bahwa pemahaman responden terhadap fungsi konseling dalam mediasi masih sangat rendah, padahal konseling terbukti mampu membantu klien mengelola emosi, memperjelas akar masalah, serta mendorong pengambilan keputusan secara rasional. Kesimpulannya, integrasi layanan konseling dalam proses mediasi perceraian sangat penting untuk meminimalkan konflik, mengurangi dampak negatif perceraian, dan memberikan pendampingan psikologis bagi pihak yang bersengketa. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi pengadilan agama, mediator, serta pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas layanan mediasi perceraian dengan memasukkan unsur konseling secara terstruktur
PERBEDAAN PEMBAGIAN WARISAN TERHADAP AHLI WARIS YANG TIDAK SAH DITINJAU DARI HUKUM PERDATA DAN HUKUM ISLAM
Indonesia sebagai negara hukum menganut sistem hukum waris yang pluralistik, yaitu hukum perdata, hukum Islam, dan hukum adat. Dalam pelaksanaannya, seringkali terjadi konflik hukum ketika pembagian warisan melibatkan pihak-pihak yang statusnya tidak sah menurut salah satu sistem hukum, seperti anak luar kawin atau pasangan tidak sah. Perbedaan prinsip dan dasar hukum antara hukum perdata dan hukum Islam menyebabkan ketidakharmonisan dalam proses pembagian warisan. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi tantangan dalam penerapan sistem hukum perdata dan hukum waris Islam secara bersamaan di Indonesia, serta pembagian warisan bagi ahli waris yang bukan ahli waris sah menurut hukum perdata.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan yuridis kualitatif dan bersifat studi kepustakaan. Data diperoleh dari bahan hukum primer seperti Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) dan Kompilasi Hukum Islam (KHI), serta bahan hukum sekunder seperti jurnal, buku, dan putusan pengadilan. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang berfokus pada interpretasi ketentuan hukum dan pendapat para ahli.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum perdata memberikan ruang bagi ahli waris tidak sah untuk menerima warisan, khususnya melalui pengakuan hukum dan ketentuan wasiat, sedangkan hukum Islam secara tegas menolak pemberian warisan kepada pihak yang tidak sah menurut syariat. Tantangan terbesar dalam implementasi kedua sistem ini adalah kurangnya kesadaran masyarakat akan perbedaan hukum yang berlaku serta lemahnya harmonisasi antara sistem hukum nasional dan agama. Kesimpulannya, perlu adanya edukasi hukum dan upaya harmonisasi agar tercipta keadilan serta kepastian hukum dalam pembagian warisan di masyarakat yang majemuk.
Kata Kunci: warisan, ahli waris tidak sah, hukum perdata, hukum Islam, pluralisme hukum, pembagian waris, harmonisasi huku
PENERAPAN UNSUR-UNSUR TINDAK PIDANA PERJUDIAN ONLINE DALAM PROSES PENYIDIKAN BERDASARKAN UU ITE
Maraknya aplikasi judi online ditengah masyarakat yang didukung kemudahan teknologi. Meluasnya akses era digitalisai menjasi boomerang bagi masyarakat karena dapat memicu sejumlah penyakit sosial. Pemerintah menegaskan pentingnya menjaga diri dan orang-orang disekeliling kita agar terhindar dari perjudian online. Perjudian online ini pada hakikatnya bentuk pelanggaran norma kesusilaan dimana apabila masyarakat yang melakukan hukum pidana mendapatkan sanksi sesuai UU ITE .
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan hukum pidana Indonesia terhadap tindak pidana perjudian online serta penerapan unsur-unsur tindak pidana secara online berdasarkan UU ITE. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan teknik pengumpulan data secara deskriptif.
Hasil menunjukkan bahwa perjudian ini dilakukan oleh semua kalangan baik dari anak muda hingga orang dewaasa. Puluhan ribu rupiah bahkan sampai trilyunan rupiah tesedot dalam perjudian online ini. Adapun mengenai peraturan hukum sesuai UU ITE mengenai judi online diatur secara spesifik dalam UU NO 19 tahun 2016 Ketentuan Pasal 27 ayat (2) UU 19/2016 memiliki muatan perjudian adalah masuk sebagai perbuatan dilarang. Pasal 45 ayat (3) UU NO 19/2016 memiliki muatan perjudian dipidana penajara paling lama 10 tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1 miliar. Kabupaten atau kota yang terdampak besar dalam judi online adalah Jawa Barat dengan pelaku sejumlah 535.644 dan jumlah transaksi sebesar Rp. 3.8 trilyun.
Kata Kunci : UU ITE, Judi Online, Era Globalisas