Universitas Pancasakti Tegal

Repository Universitas Pancasakti Tegal
Not a member yet
    9003 research outputs found

    ANALISIS PENGARUH PENAMBAHAN GARAM INDUSTRI PADA MEDIA PENDINGIN TERHADAP KEKUATAN MEKANIK PROSES PERLAKUAN PANAS BAJA ST 37

    No full text
    Proses quenching merupakan salah satu metode perlakuan panas yang digunakan untuk meningkatkan tingkat kekerasan baja melalui proses pendinginan cepat setelah material dipanaskan hingga suhu tertentu, sehingga memicu terjadinya perubahan struktur mikro. Media pendingin memiliki peran penting dalam menentukan kecepatan pendinginan serta karakteristik sifat mekanik baja yang dihasilkan. Getah pohon pisang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif media pendingin karena memiliki kandungan air tinggi dan kemampuan penyerapan panas yang baik. Baja ST 37 sebagai baja karbon rendah banyak diaplikasikan pada berbagai komponen teknik, namun memiliki tingkat kekerasan awal yang relatif rendah sehingga memerlukan peningkatan sifat mekanik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi penambahan garam industri (NaCl) pada media pendingin getah pohon pisang terhadap perubahan sifat mekanik baja ST 37 setelah proses perlakuan panas. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah proses quenching dengan variasi konsentrasi NaCl sebesar 0%, 30%, 40%, dan 50%. Tahap hardening dilakukan pada temperatur 900 ºC dengan waktu penahanan selama 30 menit, kemudian dilanjutkan proses tempering pada suhu 300 ºC selama 25 menit. Evaluasi sifat mekanik dilakukan melalui pengujian kekerasan, uji tarik, serta uji keausan guna mengetahui perubahan karakteristik material baja ST 37 setelah perlakuan panas. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai kekerasan maksimum diperoleh pada konsentrasi NaCl 40% sebesar 149,9 VHN, sedangkan nilai kekerasan minimum terjadi pada konsentrasi 50% sebesar 138,6 VHN. Kekuatan tarik meningkat hingga konsentrasi 40% dengan nilai tertinggi 554,82 MPa, kemudian mengalami penurunan pada konsentrasi 50% menjadi 418,01 MPa. Di sisi lain, laju keausan terendah tercatat pada konsentrasi 40% sebesar 0,000170 mm³/kg·m, sedangkan laju keausan tertinggi terjadi pada konsentrasi 50% sebesar 0,000274 mm³/kg·m. Penurunan sifat mekanik pada konsentrasi 50% diduga disebabkan oleh kondisi media pendingin yang terlalu pekat serta ketidaklarutan campuran. Dengan demikian, variasi konsentrasi NaCl memberikan pengaruh yang signifikan terhadap sifat mekanik baja ST 37, di mana konsentrasi 40% menghasilkan performa yang paling optimal. Kata kunci: baja ST 37, quenching; getah pohon pisang, garam industri (NaCl), sifat mekani

    PENGEMBANGAN APLIKASI PERMAINAN EDUKASI MATEMATIKA BERBASIS UNITY UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN KEMAMPUAN BERHITUNG TINGKAT SEKOLAH DASAR NEGERI

    No full text
    embelajaran matematika di tingkat sekolah dasar kerap dianggap sulit dan membosankan oleh peserta didik, sehingga berdampak pada rendahnya motivasi serta keterampilan berhitung. Oleh karena itu, dibutuhkan inovasi media pembelajaran berbasis teknologi yang bersifat interaktif. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengembangkan aplikasi permainan edukasi matematika berbasis Unity bernama APSIMAT, dengan fokus materi pada bangun datar kelas V SD Negeri Slerok 4 Kota Tegal, sekaligus menguji efektivitasnya dalam meningkatkan minat belajar dan kemampuan berhitung siswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) melalui beberapa tahapan, yaitu identifikasi potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi, uji coba terbatas, revisi, hingga uji lapangan. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri Slerok 4 yang berjumlah 27 orang dengan teknik sampling jenuh. Instrumen penelitian terdiri atas tes kemampuan berhitung (pretest dan posttest), angket, observasi, wawancara guru, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan perhitungan N-Gain serta uji Paired Sample t-Test menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan rata-rata nilai pretest 55,56 menjadi 81,85 pada posttest dengan selisih 26,30 poin. Nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,59 dengan simpangan baku 0,17 termasuk kategori sedang (cukup efektif) dengan efektivitas 59,20%. Uji t berpasangan menunjukkan t hitung -13,098 lebih besar dari t tabel 2,056 pada taraf signifikansi 0,05, dengan nilai Sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05. Hal ini menandakan adanya perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest, sehingga aplikasi dinyatakan efektif dalam meningkatkan kemampuan berhitung siswa. Lebih lanjut, hasil angket dan observasi menunjukkan siswa lebih bersemangat menggunakan APSIMAT dibandingkan metode pembelajaran konvensional, karena tampilannya menarik, dilengkapi efek suara, serta sistem skor yang menyerupai permainan. Guru kelas V juga memberikan tanggapan positif dengan menilai aplikasi ini praktis, mudah digunakan, dapat dijalankan tanpa koneksi internet, serta mempermudah penjelasan konsep bangun datar yang abstrak agar lebih mudah dipahami siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa APSIMAT terbukti efektif dalam meningkatkan minat sekaligus kemampuan berhitung siswa sekolah dasar, sehingga layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran matematika, khususnya pada materi bangun datar kelas V. Kata Kunci: Permainan Edukasi, Unity, Matematika, Minat Belajar, Kemampuan Berhitun

    Analisis Semiotika Representasi Budaya Adat Jawa dalam Serial Drama “Gadis Kretek”

    No full text
    Drama series as part of popular literary works not only function as a medium of entertainment, but also play an important role in representing the social and cultural realities of society. With the development of digital technology, drama series are now increasingly easily accessible through various streaming platforms, one of which is Netflix. Gadis Kretek, a series adapted from a novel by Ratih Kumala directed by Kamila Andini and Ifa Isfansyah, is a representative example in presenting Javanese traditional culture in a strong and complex way, especially in the socio- historical context of Indonesia in the 1960s. This study aims to analyze the representation of Javanese traditional culture in the Gadis Kretek series using Roland Barthes's semiotic approach. The research method used is descriptive qualitative with Barthes's two-stage semiotic analysis technique, which includes denotative, connotative, and mythical meanings. Primary data was obtained from several selected scenes in the Gadis Kretek series that contain Javanese cultural symbols, while secondary data was obtained through library research from scientific journals and supporting literature. The analysis process was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study show that Javanese cultural symbols such as kebaya, Sido Asih batik cloth, jasmine garlands, blangkon, and chignon are not only displayed as visual elements, but also contain ideological meanings that represent the values of harmony, social hierarchy, spirituality, and the construction of gender roles in Javanese culture. Through semiotic reading, these symbols form a cultural myth that subtly reproduces traditional values and patriarchal structures. Thus, Gadis Kretek not only presents visual entertainment, but also becomes a discursive space that reflects and constructs Javanese cultural identity in popular media

    PENGARUH FEAR OF MISSING OUT (FOMO) DAN PEER PRESSURE TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF MAHASISWA KOTA TEGAL PADA APLIKASI TIKTOK SHOP

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Fear of Missing Out (FoMO) dan Peer Pressure terhadap perilaku konsumtif mahasiswa Kota Tegal pada aplikasi TikTok Shop. Perkembangan TikTok sebagai platform social commerce mendorong perubahan pola konsumsi generasi muda, khususnya mahasiswa yang berada pada fase emerging adulthood dan rentan terhadap kecemasan sosial serta tekanan teman sebaya dalam mengikuti tren digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa aktif di Kota Tegal. Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi untuk mengetahui pengaruh parsial dan simultan antara FoMO dan Peer Pressure terhadap perilaku konsumtif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FoMO berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa. Peer Pressure juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif. Secara simultan, FoMO dan Peer Pressure terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa dalam melakukan pembelian di TikTok Shop. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor psikologis dan sosial memiliki peran penting dalam membentuk perilaku konsumsi mahasiswa di era digital. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan literasi digital dan literasi keuangan guna meminimalisasi kecenderungan perilaku konsumtif yang berlebihan. kata kunci: Fear of Missing Out (FoMO), Peer Pressure, Perilaku Konsumtif, Mahasiswa, TikTok Shop

    ANALISIS YURIDIS TERHADAP EFEKTIVITAS PERAN NEGARA DALAM PENGAWASAN LEMBAGA PELATIHAN KERJA

    No full text
    ABSTRAK Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) merupakan kewajiban konstitusional negara yang harus diwujudkan sejak tahap pra-penempatan melalui pengawasan terhadap Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Namun, lemahnya verifikasi perizinan serta masih ditemukannya pelatihan fiktif dan penyaluran ilegal menunjukkan bahwa pengawasan tersebut belum berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis pengaturan hukum mengenai pengawasan negara terhadap Lembaga Pelatihan Kerja sebagai bentuk perlindungan hukum bagi calon Pekerja Migran Indonesia; dan (2) menilai efektivitas pengawasan negara terhadap Lembaga Pelatihan Kerja dalam mencegah pelanggaran hak-hak calon Pekerja Migran Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang- undangan dan konseptual. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder, yang selanjutnya dianalisis secara kualitatif normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif pengawasan terhadap Lembaga Pelatihan Kerja telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 beserta peraturan pelaksananya. Namun demikian, pelaksanaan pengawasan tersebut belum berjalan efektif akibat keterbatasan sumber daya pengawas, lemahnya koordinasi antar lembaga, serta rendahnya literasi hukum calon PMI. Oleh karena itu, penguatan mekanisme pengawasan dan konsistensi penegakan hukum menjadi kebutuhan mendesak guna meningkatkan perlindungan hukum bagi calon Pekerja Migran Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi dan masukan bagi mahasiswa, akademisi, praktisi, serta pihak-pihak terkait dalam upaya penguatan perlindungan hukum bagi calon Pekerja Migran Indonesia. Kata kunci: Pengawasan Negara, Lembaga Pelatihan Kerja, Pekerja Migran Indonesi

    PERBANDINGAN EFESIENSI PERAKITAN KOMPUTER UNTUK DESAIN GRAFIS 2D DAN 3D MENGGUNAKAN PHOTOSHOP DAN BLENDER

    No full text
    Nida Almira Zulkarnain 2025, “Perbandingan Efisiensi Perakitan Komputer untuk Desain Grafis 2D dan 3D Menggunakan Photoshop dan Blender”. Laporan Skripsi Informatika fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Pancasakti Tegal. Tujuan penelitian adalah untuk membandingkan efesiensi perakitan komputer optimal untuk aplikasi desain grafis 2D (Adobe Photoshop) dan 3D (Blender), dengan fokus pada pemilihan komponen seperti CPU, RAM, dan GPU untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas. Penelitian ini menganalisis perbedaan performa komputer rakitan spesifikasi tinggi dan komputer lab standar, serta memberikan rekomendasi konfigurasi efesien untuk desain 2D dan 3D. Metode yang di gunakana adalah eksperimental, dengan membandingkan dua konfigurasi PC Rakitan (CPU Intel Core i5-6400, RAM 8GB DDR4, GPU NVIDIA GeForce RTX 2060) dan PC Lab (CPU Intel Core i5-6500, RAM 4GB DDR4, GPU Intel UHD Graphics). Pengujian meliputi benchmark pada Photoshop dan Blender, meliputi waktu rendering, kecepatan pemrosesan, dan stabilitas sistem. Hasil PC Rakitan lebih efisien, terutama untuk desain 3D di Blender berkat GPU diskrit yang mempercepat rendering hingga 70-80%. Untuk desain 2D di Photoshop, PC Rakitan unggul dalam multitasking dan pengolahan file besar karena RAM lebih besar. PC Lab lebih hemat biaya dan cocok untuk tugas ringan, namun terbatas oleh RAM dan GPU terintegrasi. Kesimpulan perakitan komputer spesifikasi tinggi seperti PC Rakitan direkomendasikan untuk desainer profesional, sedangkan PC Lab perlu upgrade untuk aplikasi berat. Penelitian ini memberikan panduan bagi mahasiswa, industri, dan institusi pendidikan dalam memilih konfigurasi komputer efisien untuk desain grafis. Kata kunci: Efisiensi perakitan komputer, desain grafis 2D, desain grafis 3D, Photoshop, Blender

    PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMENUHAN HAK PEKERJA PENYANDANG DISABILITAS SETELAH BERLAKUNYA UNDANG – UNDANG CIPTA KERJA

    No full text
    ABSTRAK Disahkanya Undang – undang Nomor 6 Tahun 2023 Tentang Cipta Kerja menggunakan konsep Omnibus Law menjadi topik yang sighnifikan dan relevan untuk dibahas karena merujuk pada Konsep penggabungan dan penyederhanaan sejumlah Undang – undang kedalam satu paket legislasi yang bertujuan untuk mengharmonisasi peraturan yang tumpang tindih dan mempercepat suatu proses legislasi, di dalamnya banyak memperbarui aturan termasuk klaster ketenagakerjaan. Perubahan pada klaster ketenagakerjaan memiliki korelasi dengan hak normatif pekerja, mengingat aturan ketenagakerjaan merupakan regulasi yang berfungsi sebagai norma dan aturan yang seharusnya di jalankan dalam dunia kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif di bidang hukum melalui analisis data sekunder. Pendekatan ini mengacu pada aspek pendekatan legislatif, yang menekankan pemeriksaan norma hukum. Serta, untuk mendapatkan data tambahan berupa data Primer, dilakukan wawancara dengan narasumber yang memiliki keahlian dan pengalaman terkait topik penelitian. Dengan hasil penelitian ini yaitu menggetahui bentuk perlindungan hak tenaga kerja Disabilitas sebelum dan sesudah berlakunya Undang – undang Cipta Kerja dan untuk mengetahui kendala – kendala yang terjadi di lapangan terkait realisasi hak Pekerja Disabilitas Kata Kunci : Cipta Kerja, Tenaga Kerja Disabilitas, Perlindungan Huku

    PENERAPAN PRINSIP GANTI RUGI DALAM PENYELESAIAN SENGKETA BISNIS INTERNASIONAL

    No full text
    ABSTRAK Sengketa bisnis internasional merupakan konsekuensi logis dari meningkatnya interaksi ekonomi lintas batas yang melibatkan berbagai subjek hukum dari yurisdiksi yang berbeda. Perbedaan sistem hukum, standar kontrak, dan kebijakan publik sering kali menimbulkan ketegangan antara kepentingan bisnis global dan kedaulatan nasional. Penyelesaian sengketa tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme hukum, tetapi juga sebagai sarana menjaga stabilitas ekonomi dan hubungan diplomatik antarnegara. Beragam forum arbitrase seperti ICSID, ICC, dan UNCITRAL memainkan peran penting dalam menegakkan kepastian hukum melalui prinsip pacta sunt servanda, good faith, dan state responsibility. Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan prinsip ganti rugi dalam penyelesaian sengketa bisnis internasional serta menganalisis bentuk-bentuk prinsip umum dalam penyelesaian sengketa bisnis internasional. Jenis penelitian ini adalah Penelitian yang digunakan oleh penulis dalam tulisan ini adalah metode penelitian hukum normative. Data yang diperoleh dari hasil penelitian akan dianalisi secara deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi. Kesimpulannya, sengketa bisnis internasional menuntut penerapan hukum yang adaptif, adil, dan seimbang antara kepentingan publik serta privat. Penyelesaian melalui arbitrase internasional terbukti lebih efektif karena menjamin netralitas dan enforceability lintas negara. Untuk itu, negara berkembang seperti Indonesia perlu memperkuat instrumen hukum, meningkatkan kapasitas lembaga arbitrase, serta mengharmonisasi regulasi domestik agar selaras dengan prinsip lex mercatoria dan praktik hukum global. Kata Kunci: bisnis internasional, sengketa bisnis, ganti rugi, e_commerce, lex mercatori

    Analisis tugas pokok & fungsi posko bantuan hukum dalam memberikan edukasi dan advokasi hukum kepada masyarakat di pengadilan agama slawi kelas IA

    No full text
    ABSTRAK Indonesia sebagai negara hukum menjamin persamaan kedudukan setiap warga negara di hadapan hukum (equality before the law), termasuk hak untuk memperoleh akses keadilan bagi masyarakat tidak mampu. Salah satu bentuk tanggung jawab negara dalam mewujudkan prinsip tersebut adalah melalui penyelenggaraan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) di lingkungan pengadilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tugas pokok dan fungsi Pos Bantuan Hukum dalam memberikan edukasi dan advokasi hukum kepada masyarakat di Pengadilan Agama Slawi Kelas IA, serta mengidentifikasi hambatan dan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Data yang digunakan berupa data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, yang diperoleh melalui studi kepustakaan dan didukung dengan wawancara sebagai data penunjang. Data dianalisis secara kualitatif dan disajikan dalam bentuk deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pos Bantuan Hukum di Pengadilan Agama Slawi Kelas IA telah melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, khususnya dalam memberikan layanan informasi, konsultasi, advis hukum, serta pembuatan dokumen hukum bagi masyarakat tidak mampu. Posbakum juga berperan penting dalam meningkatkan pemahaman hukum masyarakat pencari keadilan, terutama dalam perkara-perkara keluarga. Namun demikian, pelaksanaan layanan Posbakum masih menghadapi berbagai hambatan, antara lain keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya sosialisasi kepada masyarakat, kendala geografis, serta rendahnya tingkat literasi hukum masyarakat. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa keberadaan Pos Bantuan Hukum memiliki peran strategis dalam memperluas akses keadilan bagi masyarakat tidak mampu, namun diperlukan upaya peningkatan kualitas layanan, optimalisasi sumber daya, dan penguatan sosialisasi agar fungsi edukasi dan advokasi hukum dapat berjalan lebih efektif dan merata. Kata Kunci: Pos Bantuan Hukum, akses keadilan, bantuan hukum, Pengadilan Agama, masyarakat tidak mampu

    TINJAUAN HUKUM HAK ASASI MANUSIA TERHADAP PENERAPAN HUKUMAN PIDANA MATI DALAM PEMBUNUHAN BERENCANA DI INDONESIA

    No full text
    ABSTRAK Wacana mengenai hukuman mati di Indonesia terus mengalami perdebatan, terutama dalam kaitannya dengan tindak pidana pembunuhan berencana. Fokus utamanya adalah melihat bagaimana hukum Indonesia menyeimbangkan antara efek jera bagi kejahatan serius dengan hak dasar untuk hidup. Penelitian ini bertujuan untuk (1). Mengkaji perluasan pengaturan pidana mati dalam hukum positif di Indonesia. (2). Mengkaji pertimbangan hukum dan Hak Asasi Manusia dalam menjatuhkan vonis pidana mati terhadap pelaku pembunuhan berencana dalam system hukum pidana Indonesia. Penggunaan metode hukum normatif menggunakan pendekatan hukum. Hasil kajian menunjukan adanya evolusi hukum nasional. Temuan penelitian menunjukan bahwa meskipun Indonesia masih melegitimasi pidana mati, terdapat evolusi menuju pendekatan yang lebih moderat, sebagaimana tercermin dalam dinamika putusan peradilan dan pembaruan hukum pidana nasional yang menempatkan nyawa sebagai hak yang fundamental. Kata kunci: Hukuman Mati, Pembunuhan Berencana, Hak Asasi Manusi

    6,564

    full texts

    9,003

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Pancasakti Tegal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇