9003 research outputs found
Sort by
“LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN MEDIA MENTIMETER UNTUK MENGURANGI BURNOUT BELAJAR SISWA KELAS XI SMK N 1 SLAWI”
ABSTRAK
AULIA, SHAFA JULIAN, 2025. “Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Media Mentimeter Untuk Mengurangi Burnout Belajar Siswa Kelas XI SMK N 1 Slawi”.
Pembimbing I: Hastin Budisiwi, S.Psi, M.Pd
Pembimbing II: Mulyani, M.Pd.
Kata Kunci: Layanan bimbingan kelompok; mentimeter;
burnout belajar; siswa SMK.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi burnout belajar siswa sebelum dan sesudah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan media Mentimeter, serta mengetahui apakah layanan tersebut dapat mengurangi burnout belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian dipilih secara purposive, yaitu siswa kelas XI yang menunjukkan indikator burnout belajar. Layanan bimbingan kelompok dilaksanakan sebanyak tiga sesi dengan memanfaatkan media Mentimeter sebagai sarana interaktif untuk meningkatkan keterlibatan siswa. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa sebelum layanan diberikan, seluruh subjek penelitian (10 siswa) mengalami burnout belajar yaitu 5 siswa (50%) berada pada kategori tinggi dan 5 siswa (50%) pada kategori sedang, ditandai oleh kelelahan emosional, kejenuhan belajar, serta penurunan kepercayaan diri akademik. Setelah pelaksanaan layanan bimbingan kelompok berbantuan Mentimeter, seluruh siswa (100%) berada pada kategori burnout rendah. Penurunan burnout terlihat dari berkurangnya kelelahan emosional, menurunnya rasa jenuh terhadap belajar, meningkatnya motivasi dan partisipasi aktif, serta meningkatnya keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat. Selain itu, siswa menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam mengelola stres belajar, mengatur waktu antara belajar dan istirahat, serta bersikap lebih positif terhadap tuntutan akademik. Dengan demikian, layanan bimbingan kelompok berbantuan Mentimeter terbukti dapat menurunkan burnout belajar siswa dari kategori tinggi dan sedang menjadi kategori rendah. Disarankan agar guru bimbingan dan konseling dapat memanfaatkan media Mentimeter secara berkelanjutan sebagai inovasi layanan bimbingan kelompok, serta sekolah mendukung penggunaan media interaktif guna menciptakan layanan yang lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan siswa
Status hukum dan penyelesaian sengketa harta gono gini yang melekat dalam harta bawaan
ABSTRAK Sengketa harta gono gini dalam praktik perkawinan kerap tidak hanya menyangkut harta Bersama, tetapi juga melibatkan harta bawaan yang secara hukum seharusnya berada di bawah penguasaan masing-masing pihak. Dalam banyak perkara perceraian, terjadi percampuran, pemanfaatan Bersama, atau peningkatan nilai harta bawaan selama perkawinan yang kemudian memicu perbedaan penafsiran mengenai status hukumnya. Kondisi ini menimbulkan ketidak pastina hukum serta potensi ketidak adilan bagi pihak yang memiliki harta bawaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang status hukum dan penyelesaian sengketa harta gono gini yang melekat dalam harta bawaan, serta mengkaji pertimbangan hakim dalam menentukan status dan pembagian harta tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normative dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sengketa harta gono gini yang melekat dalam harta bawaan menimbulkan impplikasi ketidak jelasan batas antara harta Bersama dan harta bawaan, terutama Ketika terjadi percampuran atau kontribusi Bersama selama perkawinan. Pertimbanga hakim dalam praktek peradilan cenderung menilai aspek keadilan dan kontribusi para pihak, namun belum sepenuhnya konsisten, sehingga diperlukan penegasan norma hukum untuk menjamin kepastian dan perlindungan ha katas harta bawaan. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan akan menjadi bahan informasi dan masukan bagi mahasiswa, akademisi, praktisi dan semua pihak yang membutuhkan di lingkuan Fakultas Hukum Universitas Pancasakti Tegal. Kata Kunci : Harta Gono-Gini, Harta Bawaan, Sengketa Perkawinan
IMPLIKASI HUKUM PENGGUNAAN ARTIFICIAL INTELEGENCE (AI) DALAM APLIKASI KESEHATAN
ABSTRAK Perkembanga tehnologi Artificial Intelegence (AI) dalam sektor Kesehatan menghadirkan berbagai inovasi, sepeti diagnosis berbasis algoritma, sistim pendukung Keputusan klinis, dan pengelolaan data pasien secara digital. Meskipun memberikan manfaat signifikan dalam meningkatkan efisiensi dan akurasi layanan Kesehatan, penggunaan AI juga menimbulkan implikasi hukum yang kompleks, khususnya terkait perlindungan data pribadi pasien, tanggung jawab hukum atas kesalahan medis, serta kepastian hukum bagi tenaga Kesehatan dan penyedia aplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi hukum penggunaan AI dalam aplikasi Kesehatan serta mengkaji sejauh mana kerangka hukum yang berlaku di Indonesia mempu memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi para pihak yang terlibat. Metode penelitian yang digunaka adalah penelitian hukum normative dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan hukum terkait penggunaan AI dalam aplikasi Kesehatan di Indonesia masih bersifat parsial dan belum secara spesifik mengatur tanggung jawab hukum, standar akuntabilitas, serta mekanisme perlindungan hukum apabila terjadi kerugian akibat penggunaan AI. Oleh karena itu duperlukan regulasi yang lebih komprehensif serta adaptif untuk menjamin pemanfaatan AI dalam bidang Kesehatan tetap sejalan dengan prinsip kehati-hatian, perlindungan hak pasien, dan kepastian hukum. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan akan menjadi bahan informasi dan masukan bagi mahasiswa, akademisi, praktisi dan semua pihak yang membutuhkan di lingkungan Fakultas Hukum Universitas Pancasaksi, Tegal. Kata Kunci : Artificial Intelegence, Aplikasi Kesehatan, Implikasi Hukum
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP HAK MEREK DAN DESAIN INDUSTRI UMKM DI KOTA TEGAL
ABSTRAK Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian nasional, khususnya dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Perkembangan perdagangan digital membuka peluang yang luas bagi UMKM, namun di sisi lain juga meningkatkan risiko terjadinya peniruan merek dan desain industri yang dapat merugikan pelaku usaha. Kondisi tersebut turut dialami oleh UMKM di Kota Tegal yang memiliki potensi usaha cukup besar, tetapi masih dihadapkan pada rendahnya pemahaman hukum terkait perlindungan hak merek dan desain industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat UMKM dalam melakukan pendaftaran merek dan desain industri, serta mengkaji perlindungan hukum terhadap hak merek dan desain industri UMKM di Kota Tegal. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan yuridis empiris. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan serta literatur hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku UMKM di Kota Tegal belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai pentingnya pendaftaran merek dan desain industri sebagai bentuk perlindungan hukum preventif. Rendahnya UMKM dalam mendaftarkan merek dan desain industri tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan pengetahuan, minimnya sosialisasi, serta anggapan bahwa proses pendaftaran memerlukan biaya dan prosedur yang rumit. Akibatnya, perlindungan hukum terhadap merek dan desain industri UMKM belum berjalan secara optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun secara normatif perlindungan hukum terhadap merek dan desain industri telah diatur secara jelas, implementasinya di kalangan UMKM Kota Tegal masih belum efektif. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif pemerintah daerah dalam meningkatkan edukasi, pendampingan, dan fasilitasi pendaftaran Kata Kunci: UMKM, Perlindungan Hukum, Merek, Desain Industri, Hak Kekayaan Intelektual
KEPATUHAN HUKUM UMKM KOPI DALAM ETIKA BERBISNIS
ABSTRAK Etika bisnis menjadi sangat penting bagi UMKM untuk membangun reputasi yang solid dan memperkuat hubungan dengan pelanggan. UMKM yang menjalankan bisnis secara etis memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan loyalitas pelanggan, meningkatkan citra publik, dan menjaga keberlanjutan bisnis mereka dalam jangka Panjang. Bagi UMKM kopi, sinergi etika bisnis dan kepatuhan hukum bukan sekadar kewajiban, melainkan strategi diferensiasi, transparansi bahan baku (traceability), kejujuran label (takaran gula/kafein), klaim kesehatan yang bertanggung jawab, pengelolaan limbah (sedotan/gelas sekali pakai), hingga fair employment barista akan memperkuat citra, menutup celah sengketa, dan membuka akses pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaturan hukum mengenai etika dalam berbisnis serta menganalisa bentuk kepatuhan hukum umkm kopi dalam etika berbisnis. Jenis penelitian dalam penyusunan skripsi ini menggunakan jenis penelitian Yuridis Normatif yang bertujuan untuk menelaah norma hukum positif yang mengatur perilaku pelaku usaha (UMKM kopi) terkait etika bisnis, citra, dan kepatuhan hukum (mis. perlindungan konsumen, wajib halal, dan label pangan). Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan perundang-undangan. Metode penelitian yuridis normatif adalah penelitian hukum kepustakaan yang dilakukan dengan cara meneliti bahan-bahan kepustakaan atau data sekunder. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari atas Sumber data mencakup data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukan pengaturan hukum mengenai etika dalam berbisnis menunjukkan bahwa etika bukan lagi sekadar norma moral yang bersifat voluntatif, melainkan telah dipositivisasi menjadi kewajiban hukum melalui berbagai regulasi nasional, seperti UU Perlindungan Konsumen, UU Persaingan Usaha, UU UMKM, UU Pangan, UU Jaminan Produk Halal, PP 86/2019 tentang Keamanan Pangan, serta Peraturan BPOM 6/2024 tentang Label Pangan Olahan. Bentuk kepatuhan hukum UMKM kopi dalam etika berbisnis tercermin melalui pelaksanaan prinsip-prinsip hukum yang mengatur perlindungan konsumen, keamanan pangan, persaingan usaha sehat, jaminan halal, perizinan usaha, serta pelabelan produk secara jujur dan transparan. Kepatuhan ini diwujudkan melalui tindakan konkret seperti menjaga kualitas dan keamanan bahan baku, memberikan informasi yang benar kepada konsumen, memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB), menghindari praktik persaingan tidak sehat, memenuhi sertifikasi halal, hingga memastikan produk kemasan memiliki label yang sesuai ketentuan. Kata Kunci : UMKM Kopi, Etika Bisnis, Kepatuhan Huku
PERAN KEPOLISIAN DALAM PENYIDIKAN TINDAK PIDANA PENIPUAN ONLINE MELALUI PLATFORM E-COMMERCE SHOPEE
ABSTRAK Marketplace seperti Shopee umumnya memiliki sistem keamanan transaksi, fitur escrow, hingga layanan perlindungan konsumen. Namun, celah tetap ada, dan pelaku kejahatan digital memanfaatkannya dengan berbagai modus operandi. Penjual fiktif dapat menggunakan identitas palsu, memanfaatkan akun-akun palsu, atau bahkan mencuri identitas orang lain untuk melakukan penipuan. Peran Kepolisian menjadi sangat krusial sebagai aparat penegak hukum yang diberi kewenangan oleh Undang-Undang untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap tindak pidana. Penipuan online merupakan bentuk kejahatan siber (cybercrime) yang membutuhkan kemampuan khusus, tidak hanya dalam hal prosedur hukum, tetapi juga dalam penguasaan teknologi informasi. Polisi harus mampu mengidentifikasi pelaku yang bersembunyi di balik akun digital, menelusuri aliran dana, serta mengumpulkan alat bukti elektronik yang sah menurut hukum acara pidana. Namun, dalam praktiknya, proses penyidikan terhadap tindak pidana penipuan online masih menghadapi banyak tantangan. Jenis penelitian yang akan digunakan untuk menganalisis penelitian ini menggunakan Penelitian kepustakaan (library research) yang dilakukan dengan cara meneliti bahan-bahan pustaka atau data sekunder. Pendekatan penelitian ini adalah yuridis normatif. Metode penelitian yuridis normatif adalah penelitian hukum kepustakaan yang dilakukan dengan cara meneliti bahan-bahan kepustakaan atau data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukan peran kepolisian dalam penyidikan tindak pidana penipuan online melalui platform Shopee meliputi rangkaian tindakan hukum dan teknis yang kompleks, dimulai dari penyelidikan awal, pengumpulan bukti elektronik, hingga penindakan terhadap pelaku. Penyidikan penipuan online melalui Shopee dihadapkan pada sejumlah kendala signifikan yang bersifat yuridis, teknis, koordinatif, sumber daya, serta sosial. Kendala yuridis tampak dari kekosongan norma dalam KUHP dan Undang-Undang ITE terhadap penipuan digital yang sangat dinamis, prosedur administratif yang panjang dalam memperoleh data pribadi dari platform, serta keterbatasan hukum acara terhadap bukti elektronik yang mudah berubah Kata Kunci : Penipuan Platform E-Commerce Shopee, Tindak Pidana Siber, Penyidika
PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PARA PELAJAR YANG MELANGGAR UNDANG – UNDANG LALU LINTAS DI KABUPATEN BREBES
Negara Indonesia adalah negara hukum. Hal ini tegas di cantumkan di dalam
konstitusi negara Indonesia, tepatnya pada UUD Negara Republik Indonesia Pasal 1 ayat (3).Sebagai negara ukum sudah sepantasnya warga negara Indonesia maupun warga negara asing yang tinggal di negara Indonesia harus mematuhi hukum yang ada. Dalam hal ini, penulis sering menjumpai para pelajar membawa motor ke sekolah tanpa memiliki SIM.Permasalahan dalam penelitian ini antara lain:(1).Bagaimana penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh para pelajar diwilayah kabupaten Brebes?.(2). Bagaimana efek jera terhadap penegakan hukum yang telah dilakukan terhadap para pelajar yang melakukan pelanggaran lalu lintas di kabupaten Brebes?.Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dan penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan metodepengumpulan data yang bersumber dari data primer dan skunder.Dan peneitian ini menggunakan pendekatan normatif dan pendekatan filosofis dan pendekatan empiris.Hasil penelitan ini menunjukanbahwa salah satu faktor yang menyebabkan penegakan hukum bagi pelajar yang melanggar lalu lintas adalah bahwa jumlah personil polisi di kabupaten Brebes, jumlahnya lebih sedikit dengan luas wilayah kabupaten Brebes yang luas.Hal ini menyebabkan kurang maksimalnya penegakan hukum terhadap pelajar yang melanggar undang-undang lalu lintas di kabupaten Brebes.
Kata Kunci:Penegakan Hukum, Pelajar, Undang-Undang Lalu Linta
PENGARUH PENGETAHUAN KEUANGAN, SIKAP KEUANGAN DAN PERSONALITAS TERHADAP PERILAKU MANAJEMEN KEUANGAN DENGAN LOCUS OF CONTROL SEBAGAI PEMEDIASI PADA ANGGOTA KEPOLISIAN RESOR (POLRES) TEGAL
Perilaku manajemen keuangan merupakan aspek penting dalam menjaga stabilitas
ekonomi individu, khususnya bagi anggota Polres yang dituntut memiliki
profesionalisme dan tanggung jawab tinggi. Fenomena yang ditemukan di lapangan
yaitu pengelolaan keuangan pribadi belum sepenuhnya optimal. Kondisi tersebut
menunjukkan adanya kesenjangan antara tingkat pendapatan yang relatif stabil dengan
kemampuan dalam merencanakan dan mengendalikan keuangan. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan keuangan, sikap keuangan, dan
personalitas terhadap perilaku manajemen keuangan dengan locus of control sebagai
variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode
survei terhadap 215 anggota Polres Tegal yang dipilih menggunakan teknik random
sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur, sedangkan
analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan
program AMOS. Pengujian model dilakukan melalui uji validitas, reliabilitas,
normalitas, serta kelayakan model sebelum pengujian hipotesis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan keuangan dan sikap keuangan
berpengaruh signifikan terhadap locus of control, sedangkan personalitas tidak
berpengaruh langsung terhadap perilaku manajemen keuangan. Pengetahuan keuangan
dan sikap keuangan terbukti berpengaruh terhadap perilaku manajemen keuangan,
sementara personalitas menunjukkan pengaruh tidak langsung melalui locus of control.
Selain itu, locus of control terbukti berpengaruh signifikan terhadap perilaku
manajemen keuangan dan mampu memediasi hubungan antara pengetahuan keuangan
serta personalitas dengan perilaku keuangan. Namun demikian, locus of control tidak
memediasi pengaruh sikap keuangan terhadap perilaku manajemen keuangan.Temuan
ini menegaskan bahwa kontrol internal merupakan faktor kunci dalam membentuk
perilaku keuangan yang adaptif. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam
pengembangan literatur perilaku keuangan dengan menekankan pentingnya integrasi
faktor kognitif, afektif, dan psikologis dalam menjelaskan pengelolaan keuangan
individu, khususnya pada konteks aparat kepolisian
.
Kata kunci: pengetahuan keuangan, sikap keuangan, personalitas, locus of control,
perilaku manajemen keuangan
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR INTERAKTIF BERBASIS CANVA DALAM MENINGKATKAN LITERASI SISWA SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN PEMALANG
Indah CRR, 2026. “Pemanfaatan aplikasi Canva dalam pengembangan Bahan Ajar untuk meningkatkan literasi siswa” Tesis. Program Studi Magister Pedagogi. Program Pasca Sarjana Universitas Pancasakti Tegal. Pembimbing (1) Prof. Dr. Taufiqulloh, M.Hum., (2) Dr. Khusnul Khotimah,M.Pd.
Kata kunci: Canva, bahan ajar, literasi, sekolah dasar, Kabupaten Pemalang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar interaktif berbasis aplikasi Canva pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) guna meningkatkan literasi siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Pemalang. Penelitian dilatarbelakangi oleh pembelajaran IPAS yang masih didominasi bahan ajar konvensional dan metode ceramah sehingga kurang mampu memvisualisasikan konsep abstrak serta belum optimal dalam mengembangkan literasi siswa. Oleh karena itu, diperlukan bahan ajar digital yang interaktif, menarik, dan sesuai dengan karakteristik siswa serta tuntutan Kurikulum Merdeka.
Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan tahapan analisis kebutuhan, desain, pengembangan, dan uji coba produk. Subjek penelitian meliputi guru dan siswa kelas IV Sekolah Dasar di Gugus Ki Hajar Dewantara Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, angket, dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa angket analisis kebutuhan, lembar validasi ahli materi dan ahli media, serta angket respon guru dan siswa. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk mengetahui tingkat kelayakan dan kepraktisan produk.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar interaktif berbasis Canva dinyatakan sangat layak berdasarkan validasi ahli materi dan ahli media, serta sangat praktis berdasarkan respon guru dan siswa. Bahan ajar ini dinilai menarik, mudah digunakan, dan membantu siswa memahami materi IPAS secara lebih konkret dan bermakna. Dengan demikian, bahan ajar berbasis Canva berpotensi meningkatkan literasi siswa dan dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran yang mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Disarankan agar guru mengoptimalkan pemanfaatan Canva dalam pembelajaran, serta penelitian selanjutnya menguji efektivitasnya terhadap peningkatan hasil belajar secara lebih luas
Secara umum, penelitian ini menyimpulkan bahwa bahan ajar interaktif berbasis aplikasi Canva dinyatakan valid dan praktis serta berpotensi meningkatkan literasi siswa Sekolah Dasar pada pembelajaran IPAS. Penggunaan Canva mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik siswa serta tuntutan Kurikulum Merdeka, berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar guru memanfaatkan Canva sebagai alternatif media pembelajaran digital untuk mendukung peningkatan literasi siswa. Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas bahan ajar ini terhadap peningkatan hasil belajar pada cakupan yang lebih luas
ANALISIS KONSUMSI ENERGI PADA HEATBED PRINTER 3D FDM DENGAN PENGATURAN VARIASI SUHU BED
Skripsi yang berjudul “Analisis Konsumsi Energi pada Heatbed Printer 3D FDM dengan Pengaturan Variasi Suhu Bed” disusun oleh Fuad Sholahudin pada tahun 2026 sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik pada Program Studi Teknik Mesin, Universitas Pancasakti Tegal. Penelitian ini membahas pengaruh variasi suhu heatbed terhadap konsumsi energi listrik, efisiensi energi, serta distribusi panas pada printer 3D berbasis Fused Deposition Modeling (FDM).
Printer 3D berbasis Fused Deposition Modeling (FDM) memiliki komponen heatbed untuk membantu adhesi lapisan awal filament agar proses pencetakan dapat berjalan dengan baik. Di sisi lain, heatbed juga membutuhkan energi listrik yang cukup besar, sehingga pengaturan suhu yang tepat menjadi penting untuk menjaga efisiensi energi tanpa mengurangi kualitas hasil cetak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi suhu heatbed terhadap konsumsi energi listrik, efisiensi energi, dan penyebaran panas pada printer 3D FDM dengan menggunakan filament PLA. Pengujian dilakukan dengan variasi suhu bed 50 °C, 55 °C, 60 °C, 65 °C, dan 70 °C. Data konsumsi energi listrik yang diperoleh kemudian dianalisis untuk menentukan efisiensi energi dan kondisi penyebaran panas pada heatbed. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu heatbed, maka konsumsi energi listrik yang dibutuhkan juga semakin besar. Pada suhu 55 °C, konsumsi energi listrik relatif lebih rendah dengan efisiensi yang masih cukup baik serta enyebaran panas yang merata. Berdasarkan hasil tersebut, suhu bed 55 °C dapat dianggap sebagai suhu yang paling optimal untuk pencetakan filament PLA pada printer 3D FDM. Kata kunci: printer 3D FDM, heatbed, efisiensi energi, PL