Jurnal STIkes Insan Cendekia Husada
Not a member yet
178 research outputs found
Sort by
Efektifitas Bladder Training Sitz Bath Terhadap Fungsi Eliminasi Spontan Pada Ibu Post Partum Spontan
ABSTRAK
Salah satu penyebab perdarahan postpartum adalah gangguan kontraksi uterus yang dapat diakibatkan oleh adanya retensio urin. Mengatasi masalah berkemih salah satu dapat dilakukan dengan intervensi bladder training dan salah satu intervensi non invasif menggunakan alat Sitz bath dengan prinsip hidroterapi.Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas bladder training sitz bath terhadap proses eliminasi spontan pada ibu post partum spontan dengan kriteria waktu pertama BAK dan jumlah BAK. Jenis penelitian ini adalah quasy eksperimental. Subyek penelitian adalah 20 ibu nifas dengan persalinan spontan di RS Aisyiyah Bojonegoro yang dibagi menjadi dua kelompok, kelompok pertama 10 ibu nifas diberikan intervensi blader training sitz bath dan kelompok kedua 10 ibu nifas sebagai kelompok kontrol. Analisis yang digunakan menggunakan uji Independent t test. Hasil uji Independent t test didapatkan nilai p value untuk waktu pertama BAK = 0,02 dan jumlah BAK dengan nilai p value = 0,062. Bladder taining sith bath efektif terhadap proses eliminasi spontan pada ibu post partum
Kata Kunci : Bladder tarining sitz bath, retensi urin, post partum sponta
Perbedaan Teknik Pemberian Jelly Dengan Cara Mengoleskan Ke Selang Kateter Dan Menyemprotkan Ke Meatus Uretra Terhadap Kecepatan Pemasangan Dan Keluhan Nyeri Pada Pasien Kateterisasi Urin
ABSTRAK
Retensi urin merupakan suatu keadaan darurat sistem perkemihan yang sering ditemukan sehingga perlu penatalaksanaan yang baik salah satunya adalah kateterisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kecepatan pemasangan dan keluhan nyeri yang dialami pria dewasa usia 25-65 tahun yang pertama kali menjalani kateterisasi urin dengan cara pelumasan yang berbeda.
Rancangan penelitian ini adalah quasy eksperimen. Sampel diambil dengan metode purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang akan dipasang kateter Ruang IGD RSUD dr.Soeprapto Cepu. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien pria dewasa yang pertama kali dilakukan pemasangan kateter. Variabel independen yaitu metode pemasangan kateter yaitu dengan metode oles dan metode lubrikasi(menyemprot pada uretra) Variabel dependen yaitu kecepatan pemasangan diukur dengan stopwatch sedangkan intensitas nyeri diukur dengan Visual Analog Numeric Rating Scale. Analisa data dengan Uji Mann Whitney U Test terhadap mean tersebut untuk mengetahui signifikansi perbedaan keduanya dengan program SPSS pada œ =0,05.
Hasil penelitian dengan uji Mann Whitney U Testumtuk kecepatan didapat nilai p value = 0,016 dan untuk keluhan nyeri didapat nilai p value = 0,010. Hal ini menunjukkan ada perbedaan yang signifikan dari kelompok kontrol dan perlakuan.
Perawat sebagai tenaga kesehatan dalam melakukan kateterisasiurin dapat memilih cara pelumasan yang dapat mengurangi resiko gangguan rasa nyaman (nyeri) yang dialami klien. Diharapkan dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan tindakan kateterisasi yang cepat, efisien dan sedikit keluhan.
Kata kunci : Teknik pelumasan kateter, kecepatan pemasangan dan keluhan nyeri
Pengaruh Penyuluhan Terhadap Respon Psikososial Keluarga Pasien Yang Dirawat Di Ruang ICU RSUD Dr.Sosodoro Djatikoesumo Bojonegoro
ABSTRAK
Pasien yang dirawat di ICU pada umumnya mengalami sakit kritis biasanya hal ini akan menimbulkan bebagai respons psikososial dari anggota keluarganya. Respons ini dapat berupa respons positif maupun respons negatif. Salah satu cara agar respons psikososial menjadi positif yaitu memberikan penyuluhan kepada keluarga pasien agar ada peningkatan kognisi dan emosi.
Desain penelitian ini menggunakan metode “Pre-Experiment”, dengan rancangan “One group pra-post test design”. Dengan populasi semua keluarga yang anggota keluarganya dirawat di Ruang ICU RSUD.dr.Sosodoro Djatikoesumo. Sampel diambil dengan proses Total Sampling. Variabel independen yaitupenyuluhan keluarga pasien ICU, dan variabel dependen adalah respon psikososial keluarga pasien. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. hasil penelitian yang dilakukan dengan uji statistik paired sample t-test, pada tingkat signifikansi diperoleh nilai 0,027< 0,05 maka Ho ditolak dan H1 diterima
Perawat sebagai tenaga kesehatan yang harus selalu mengembangkan profesionalisme, perlu mengupayakan agar respons psikososial keluarga yang negatif dapat ditekan. Salah satu upayanya yaitu adalah memberikan penyuluhan kepada keluarga. Dalam penyuluhan akan diberikan: komunikasi, informasi, edukasi dan support.
Kata Kunci : Penyuluhan, Respon Psikososial Keluarg
Pengaruh Health Education Tentang Pemberian Kolostrum Pada 1 Jam Pertama Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil
ABSTRAK
Kolostrum atau susu jolong yang keluar pertama kali sering dibuang karena masih dianggap kotoran ASI, sehingga masih banyak ibu yang memberikan susu formula bagi bayinya padahal kolosotrum banyak mengandung gizi dan zat kekebalan bagi tubuh (Bahiyatun, 2009). Masalah penelitian ini adalah masih tingginya ibu yang tidak mengerti tentang kolostrum. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh Health Education (HE) tentang pemberian kolostrum pada 1 jam pertama terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil.
Desain penelitian ini adalah Pra Eksperiment dengan pendekatan One Grup Pratest-Postest Design. Sampelnya sebanyak 27 orang dengan teknik simple random sampling. Variabel independent pemberian Health Education tentang kolostrum dan variabel dependent pengetahuan ibu hamil. Instrumen yang digunakan adalah SAP, leaflet dan lembar kuesioner. Analisa data menggunakan Wilcoxon Sign Rank Test dengan taraf signifikan 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan sebelum diberikan HE hampir seluruh (81,5%) ibu hamil memiliki pengetahuan kurang tentang pemberian kolostrum pada 1 jam pertama, dan setelah diberikan HE lebih dari sebagian (59,3%) berpengetahuan cukup. Hasil Wilcoxon Sign Rank Test didapatkan p= 0,001 dimana p<0,05. Maka H1 diterima artinya ada pengaruh HE tentang pemberian kolostrum pada 1 jam pertama terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil.
Melihat dari hasil penelitian, maka HE sangat penting diberikan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dalam pemberian kolostrum pada bayi terutama pada 1 jam pertama, sehingga bayi terjamin untuk mendapatkan ASI eksklusif serta mengurangi angka kesakitan maupun kematian pada bayi.
Kata kunci : Health Education, Pengetahuan, Kolostru
Efektifitas Demonstrasi Basic Life Support (BLS) Terhadap Kemampuan Masyarakat Dalam Memberikan Pertolongan Pertama Korban Laka Lantas Di Desa Pumpungan Kalitidu Bojonegoro
ABSTRAK
Kecelakaan merupakan salah satu penyebab kematian utama yaitu mencapai setengah dari seluruh kematian di dunia. Mengingat tingginya angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas maka peneliti memberikan demonstrasi bantuan dasar hidup kepada masyarakat Desa Pumpungan Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro.
Desain penelitian ini menggunakan metode “Pre-Experiment”, dengan rancangan “One group pra-post test design”. Dengan populasi seluruh warga Desa Pungpungan Kecamatan kalitidu Kabupaten Bojonegoro. Sampel diambil dengan proses Purposive Sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah Demonstrasi Basic Life Support. Sedangkan variabel dependennya adalah kemampuan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama. Pengumpulan data menggunakan check list. Hasil penelitian yang dilakukan dengan uji statistik paired sample t-test, pada tingkat signifikansi diperoleh nilai 0,005< 0,05 maka Ho ditolak dan H1 diterima.
Salah satu upaya untuk menurunkan angka kematian akibat tigginya tingkat kecelakaan yaitu dengan memberikan pelatihan bantuan dasar hidup kepada masyarakat sehingga adanya kesiapan masyarakat untuk menolong korban kecelakaan.
Kata Kunci : Basic Life Support, Kemampuan, Kecelakaa
Studi Fenomenologi Kesehatan Reproduksi Pada Wanita Dengan Usia Pernikahan Dini
ABSTRAK
Pernikahan usia muda adalah bentuk ikatan pernikahan dimana usia yang seharusnya belum siap untuk melaksanakan suatu ikatan pernikahan. Alasan yang mencetuskan timbulnya pernikahan usia muda adalah bisa faktor ekonomi. Ikatan pernikahan dini bisa dari keadaan keluarga yang tergolong dalam garis ekonomi menengah ke bawah atau dalam lingkup kemiskinan.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh objek penelitian secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan alas an menikah di usia muda karena adanya factor kemauan diri sendiri, adat istiadat, kemauan orang tua dan juga terdapat dampak dari pernikahan usia dini adalah adanya perasaan posistif dan negative serta keguguran dikarenakan endometrium immature, pertumbuhan hasil konsepsi.
Kesimpulan penelitian ini adalah kehamilan usia muda merupakan kehamilan dengan banyak resiko, baik dari segi psikologis dan kesehatan. Perlu dilakukan penelitian yang lebih spesifik tentang dampak pernikahan usia dini.
Kata Kunci : Pernikahandini, Kegugura
Hubungan Penggunaan Internet Sebagai Media Pembelajaran Dengan Motivasi Belajar Mahasiswa D III Kebidanan
ABSTRAK
Perkembangan teknologi informasi dalam beberapa tahun terakhir telah tumbuh pada kecepatan yang sangat tinggi , sehingga perkembangan ini telah mengubah paradigma masyarakat dalam mencari dan mendapatkan informasi , sumber informasi lain, salah satunya melalui jaringan internet . Salah satu bidang yang mendapatkan dampak yang signifikan dalam pengembangan teknologi ini adalah bidang pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan menggunakan internet sebagai media pembelajaran dengan motivasi belajar siswa . Penelitian ini adalah cross- sectional . Subyek penelitian adalah 31 siswa dari Diploma III Kebidanan. Hasil uji chi square nilai p yang diperoleh dengan nilai p = 0,01 . Ada hubungan menggunakan internet sebagai media motivasi belajar untuk belajar
Kata kunci : internet , motivasi belaja
Hubungan Status Gizi Dengan Tumbuh Kembang Balita Usia 3-5 Tahun Di TK Permata Hati Tahun 2015
ABSTRAK
Di Provinsi Jawa Timur, berdasarkan data hasil kegiatan Pemantauan Status Gizi pada tahun 2009, terdapat 12,7% angka kejadian gizi buruk dan gizi kurang, sebanyak 34,2% balita mengalami status gizi pendek. Rekapitulasi bayi gizi buruk di Kabupaten Bojonegoro tahun 2014 terdapat 34 bayi (0,04%), sedangkan pada tahun 2013 terdapat 48 bayi (0,06%) dari seluruh bayi yang ada di Bojonegoro. Hal tersebut memang sudah terdapat penurunan 0,02%, akan tetapi masih menjadi masalah di Kabupaten Bojonegoro jika tidak segera ditangani dengan program-program yang mendukung program pemerintah (Dinas Kesehatan Kab Bojonegoro 2014). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi dengan tumbuh kembang balita usia 3-5 tahun di TK Permata Hati tahun 2015. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survei, dengan menggunakan pendekatan cross sectional, karena variabel-variabel yang termasuk faktor-faktor risiko dan variabel yang termasuk efek diobservasi sekaligus pada saat yang sama. Populasi dalam penelitian ini adalah anak umur 3-5 tahun di TK Permata Hati tahun 2015. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, yaitu sebanyak 34 anak. Uji statistic yang digunakan yaitu chi square. Berdasarkan uji bivariate dengan bantuan SPSS, tidak terdapat hubungan bermakna antara status gizi dengan tumbuh kembang balita usia 3-5 tahun di TK Permata Hati tahun 2015 dengan nilai p = 0,644. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan bermakna antara status gizi dengan tumbuh kembang balita usia 3-5 tahun di TK Permata Hati tahun 2015.
Kata Kunci : Status Gizi, Tumbuh Kemban
Gambaran Stimulasi Perkembangan Oleh Ibu Terhadap Anak Usia Prasekolah Di KB-IT Permata Hati Bojonegoro
ABSTRAK
Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hal yang akan terus terjadi secara berkesinambungan selama kehdupan manusia. Menurut Susanto (2011) pertumbuhan merupakan proses bertambahnya ukuran tubuh dan jumlah sel serta jaringan, sedangkan perkembangan adalah bertambahnya struktur, fungsi dan kemampuan manusia yang lebih kompleks. Proses pertumbuhan dan perkembangan tersebut terbagi dalam beberapa tahapan berdasarkan usia. Salah satu fase dalam pertumbuhan dan perkembangan dan perkembangan manusia adalah masa prasekolah yaitu anak yang berusia 3-5 tahun (Wong, Hockenberry, Wilson, Winkelstein & Schwartz, 2009). Penelitian ini bertujuan Mengetahui gambaran stimulasi perembangan oleh ibu terhadap anak usia prasekolah di KBIT Permata Hati Bojonegoro. Jenis penelitian ini adalah desain deskriptif. Subyek penelitian adalah ibu yang memiliki anak usia prasekolah (3-5 tahun) yang diikutkan dalam program PAUD yaitu di KBIT Permata Hati Bojonegoro yang berjumlah 45 responden. Hasil uji kuesioner didapatkan responden sering melakukan stimulasi. Hampir seluruh (94%) memiliki pengetahuan yang tinggi mengenai stimulasi.
Kata Kunci : stimulasi, perkembanga
Hubungan Perilaku Vulva Hygiene Dengan Kejadian Keputihan Pada Santri Putri Pondok Pesantren Abu Dzarin Bojonegoro
ABSTRAK
Keputihan merupakan salah satu masalah yang sejak lama menjadi persoalan bagi remaja putri. Kurangnya kebersihan genetalia merupakan salah satu penyebab keputihan. Pada kenyataannya masih banyak remaja putri yang tidak melakukan vulva hygiene. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perilaku vulva hygiene dengan kejadian keputihan pada Santri Putri Pondok Pesantren Abu Dzarin Kabupaten Bojonegoro.
Desain penelitian ini menggunakan metode Cross Sectional. Metode sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah 115 Santri Putri Pondok Pesantren Abu Dzarin Kabupaten Bojonegoro. Sampel sejumlah 89 santri putri yang memenuhi kriteria inklusi. Variabel yang diteliti adalah variabel independen yaitu perilaku vulva hygiene dan variabel dependen yaitu kejadian keputihan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kemaknaan 0,05.
Hasil penelitian menunjukan remaja putri yang memiliki perilaku positif tentang vulva hygiene sebanyak 35 responden (39,3%)dan 54 responden (60,7%) memiliki perilaku negatif. Dan didapatkan 53 responden (59,6%) mengalami keputihan dan 36 responden (40,4%) tidak mengalami keputihan. Hasil uji Chi Square menunjukkan nilai sig. = 0,000 berarti < 0,05 sehingga H ditolak dan diterima sehingga ada hubungan perilaku vulva hygiene dengan kejadian keputihan pada Santri Putri Pondok Pesantren Abu Dzarin Kabupaten Bojonegoro. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi yang memilki perilaku negatif tentang vulva hygiene maka semakin tinggi kejadian keputihan.
Kata Kunci : Perilaku Vulva Hygiene, Kejadian Keputiha