Faculty of Public Health Journal Universitas Indonesia
Not a member yet
1218 research outputs found
Sort by
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT ANTIBIOTIK DI RS MEILIA PADA TAHUN 2014 DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALISIS ABC INDEKS KRITIS
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran proses pengendalian persediaan obat antibiotik di RS Meilia pada tahun 2014 dengan menggunakan metode analisis ABC indeks kritis. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan adalah data pemakaian obat antibiotik di bulan Januari s/d Desember 2014 dan hasil pengisian kuesioner nilai kritis obat. Hasil penelitian menunjukkan kelompok A hasil analisis ABC indeks kritis terdiri dari 10 item obat antibiotik dengan nilai investasi sebesar Rp 2.114.748.870,- (39.91%). Kelompok B terdiri dari 45 item dengan nilai investasi sebesar Rp 2.380.506.460,- (44.92%). Kelompok C terdiri dari 110 item dengan nilai investasi sebesar Rp 803.183.274,- (15.17%). Analisis persediaan pada kelompok A dilakukan dengan menghitung EOQ dan ROP. Tiga metode peramalan digunakan pada penelitian ini yaitu Single Smoothing Exponential, Moving Average 3 periode, dan Weighted Moving Average 3 periode. Pemilihan metode peramalan yang akan digunakan dengan mempertimbangkan tingkat akurasi data yang dihasilkan dan pengaruh hasil peramalan pada besaran nilai investasi. ABSTRACTThe purpose of this research is to analyze antibiotics inventory control using ABC critical index method at Meilia Hospital in 2014. The design of this research is a descriptive quantitative research. In this research the data is based on the consumed antibiotics in January to December 2014 and the critical index value of antibiotics. The result showed that the group A consisted of 10 items with a value of Rp 2.114.748.870,- (39.91%). The group B consisted of 45 items with a value of Rp 2.380.506.460,- (44.92%). The group C consisted of 110 items with a value of Rp 803.183.274,- (15.17%). An inventory control analysis was done by calculating EOQ and ROP of the group A. The three methods of forecasting were used in this research, i.e Single Smoothing Exponential, 3 period Moving Average, and 3 period Weighted Moving Average. Forecasting method that will be used is determined by the level of accuracy and the influence of forecast result on hospital cost
Analisis Kepuasan Pasien TNI Sebelum dan Sesudah Penerapan JKN di Ruang Rawat Inap Kelas II RS Dik Pusdikkes Kodiklat TNI AD
ABSTRAK Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator pengukuran kualitas pelayanan kesehatan dan dapat digunakan sebagai tolak ukur bagi rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran karakteristik pasien militer TNI AD yang menjadi peserta JKN berdasarkan umur, jenis kelamin, pendidikan dan pangkat, mengetahui kinerja pelayanan JKN di RS Dik Pusdikkes Kodiklat TNI AD bagi pasien TNI dengan metode Servqual serta mengetahui perbedaan pelayanan sebelum dan sesudah penerapan JKN. Studi ini adalah studi kuantitatif denga pendekatan potog lintang dan analisis deskriptif. Untuk alternative pemecahan masalah menggunakan diagram kartesius. Penelitian dilakukan selama 3 bulan terhadap 100 orang pasien TNI yang dirawat di kelas II. Berdasarkan hasil penelitian diketahui tingkat kepuasan pasien berdasarkan rata-rata dimensi adalah cukup puas, namun berdasarkan diagram kartesius terdapat 13 item pernyataan yang harus diprioritaskan untuk diperbaiki. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pasien lebih puas dengan pelayanan sebelum JKN dibandingkan dengan pelayanan setelah JKN, rumitnya proses pendaftaran, layanan mendapatkan pemeriksaan penunjang serta pemberian obat menjadi poin penting dengan nilai gap terbesar. Dari hasil penelitian maka disarankan untuk menambah sarana dan prasarana terutama peralatan yang modern di RS DIK PUSDIKKES KODIKLAT TNI AD, membentuk tim Gugus Kendali Mutu (GKM) dan melakukan penilaian kepuasan terhadap pelayanan secara berkala. ABSTRACT Patient satisfaction is one of indicator of health care quality measurement and can be used as a benchmark for the hospital. The purpose of this study was to describe the characteristic of TNI patients who are JKN’s based on age, sex, education and rank, determine the performance of member RS DIK PUSDIKKES Kodiklat TNI AD for TNI patients with Servqual method as well as knowing the difference of services before and after impletation of JKN. This is a quantitative study with cross sectional approach using descriptive analysis and cartesian diagram. The study was conducted for 3 months on 100 patients treated at the military class II. The result showed that the level of patient satisfaction based on average dimensions are quite satisfied, but based on the Cartesian diagram there were 13 items that should be prioritized for improvement. The patients are more satisfied with the service before JKN compared to service after JKN. The complicated registration process, service investigations and provision of drugs becomes an important points with the largest gap value. This studies recommended to add modern equipment at RS Dik Pusdikkes Kodiklat RS Army, formed a team of Quality Control to assess service satisfaction on a regular basis.
Faktor-Faktor Penyebab Klaim Tertunda BPJS Kesehatan RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Periode Januari – Maret 2016
ABSTRAKTerdapat sekitar 10-15% klaim yang tertunda pembayarannya di Rumah Sakit Umum Daerah dr Kanujoso Djatiwibowo. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh pada tertundanya klaim Badan Penyelenggara Kesehatan Sosial Kesehatan sesuai panduan klaim dan perjanjian kerjasama. Sumber data yang diambil berasal dari jumlah klaim yang tertunda di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Kanujoso Djatiwibowo periode Januari - Maret 2016 dan menggali penyebab terjadinya permasalahan tersebut melalui informan. Penelitian bersifat kuantitatif dan kualitatif dengan metode deskriptif analitik menggunakan studi retrospektif dari data sekunder resume medis yang tidak lengkap dan wawancara serta diskusi. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang mempengaruhi klaim tertunda adalah ketidaklengkapan resume medis yang didominasi ketiadaan tanda tangan Dokter Penganggungjawab Pasien (DPJP) disebabkan didapatkan adanya tugas ganda pada case manager sehingga terjadinya keterlambatan dalam penyelesaian resume medis elektronik. Saran yang diajukan adalah penggunaan rekam medis elektronik, pemisahan tugas antara case manager dengan dokter ruangan, peningkatan kepatuhan case manager untuk menulis sejak awal data resume medis pasien antara lain dengan penilaian kinerja dan remunerasi terintegrasi. ABSTRACTThere was 10-15% pending of claim because uncomplete medic in dr. Kanujoso Djatiwiwo Hospital. The purpose of this study is to find factors affecting pending of claims of Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan as claims guidance and contract paper. Data sources has taken from pending of claims of dr Kanujoso Djatiwibowo hospital periode January – March 2016 and see the deeper problem behind this problems through informans. This study is quantitative qualitative research with analitic describtion method with retrospective study from pending of claims, interview and discussion. The result from this study shows factor affecting pending of claims is the absence of specialist doctor who responsible for the patien because there is double function from case manager that effect delaying completing electronic medical resume. Suggest to use immediately electronic medical record, splitting job for case manager and doctor on ward, increasing obedience to write patien data from beginning such as performance evaluation and integrated remuneration
Pengaruh Kepemimpinan Manajemen Rumah Sakit Dalam Iklim Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2013
ABSTRAK Kepemimpinan tranformasional menjadi faktor yang paling penting dalam membangun iklim keselamatan pasien demi pelayanan kesehatan yang mengutamakan keselamatan pasien dan mengurangi kejadian tidak diharapkan (KTD). Indikator kepemimpinan transformasional adalah stimulasi intelektual, motivasi inspirasional, idealisasi pengaruh, dan konsiderasi individual. Indikator dari iklim keselamatan pasien adalah komitmen manajemen, pemberdayaan pegawai, sistem pelaporan, sistem hadiah, dan identitas organisasi. Tujuan penelitian adalah memperoleh faktor-faktor kepemimpinan yang berpengaruh dalam iklim keselamatan pasien dan faktor kepemimpinan yang paling dominan berpengaruh dalam iklim keselamatan pasien di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Penelitian kuantitatif ini dirancang menggunakan metode cross sectional dengan menggunakan kuesioner dan pengamatan sebagai alat ukur. Hasil penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara faktor kepemimpinan, yaitu motivasi inspirasional dan idealisasi pengaruh terhadap iklim keselamatan pasien di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Faktor kepemimpinan yang paling dominan dalam iklim keselamatan pasien adalah idealisasi pengaruh. Dari Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melakukan pelatihan-pelatihan dan menanamkan identitas organisasi melalui perkenalan visi misi, falsafah rumah sakit dari pimpinan kepada karyawan. ABSTRACT Transformational leadership as one of leadership style become the most important factor to build a patient safety culture in hospital environment and ensure the program will run succesfully to promote patient safety hospital services. The transformational leadership style indicator is intellectual stimulation, inspirational motivation, idealized influence, and individual consideration. Indicator of patient safety climate is management commitment, employee empowerment, reporting system, reward system and organizational identity. The aim of the study was to obtain every leadership factor that affect patient safety climate and which one is the most prominent leadership factor that influenced the patient safety climate in Sentra Medika Cibinong Hospital. This quantitative study was design with cross section design, the measurement tools for this study was questionnaires and observation. The result showed a significant correlation between the leadership factors such as inspirational motivation and idealization influence build the patient safety climate in Sentra Medika Cibinong Hospital. The prominent leadership factor that shown in this study is idealization influence. Conclusion of this study is idealization influence and inspirational motivation to empower the employee through training and instill organization identity from top management would be beneficial factor
Analisis Biaya Layanan Diabetes Melitus dengan Komplikasi dan Faktor Penentu Inefisiensi Penanganan Diabetes Melitus di Rawat Inap RSUD Banyuasin Tahun 2015
ABSTRAK Mulai 1 januari 2014 diberlakukannya JKN di rumah sakit maka terjadi perubahan sistem pembayaran dari pembayaran secara retrospektif (fee for service) menjadi sistem pembayaran prospektif (INA-CBG’s). Direncananakn pada 2019 Indonesia seluruh penduduk Indonesia terdaftar di BPJS (Universal Heath Coverage). Sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah RSUD Banyuasin mempunyai peranan untuk memberikan pelayanan yang berkualitas namun tetap memperhatikan efisiensi karena makin berkurangnya subsidi pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya dan mengidentifikasi faktor-faktor penentu inefisiensi layanan Diabetes Melitus Komplikasi sehingga bisa dijadikan pedoman pengendalian biaya dalam melayani pasien. Jenis penelitian ini bersifat analisis deskriptif dengan menggunakan data primer (pengamatan dan wawancara) dan data sekunder berupa data dari RSUD Banyuasin tahun 2015. Analisis biaya menggunakan pendekatan Activity Based Costing (ABC). Metode ABC untuk mengalokasikan biaya dengan mengidentifikasi pemicu biaya (cost driver) penyebab terjadinya biaya layanan Diabetes Melitus Komplikasi. Hasil penelitian menunjukkan komponen obat pada pelayanan Diabetes Melitus Komplikasi merupakan faktor penentu inefisiensi. Usaha yang dapat dilakukan oleh rumah sakit untuk mengatasi inefisiensi dengan pembuatan panduan praktek klinik, revisi formularium RS, serta klinisi secara konsisten menggunakan obat e-cataloq. ABSTRACT Since JKN was offiacially administered in general hospital on January 1st, 2014, there has been changing in hospital administration payment from the restrospective system (free for services) to the prospective system (INA-CBG’s). It is planned in 2019 that all the people in Indonesia is registered in BPJS (Universal Heath Coverage) as one of the facilities for public healt services provided by Banyuasin general hospital (RSUD Banyuasin) which ains to provide qualified services, yet still considering effiencies due to the lach of the government subsidies. This study aimed to analyze the cost and identify determinant factor in handling Diabetes Melitus with complications, so that it can be a reference to handle the cost in taking care of patients with Diabetes Melitus. This study applied descriptif analysis which using primary data (observation and interview) and secondary data from Banyuasin general hospital (RSUD Banyuasin) in 2015 meanwhile. The cost analysis was appliyng Activity Based Costing (ABC) method. The ABC method was applied to allocated the cost by identifying the cost driver which was the major cause for cost for financing services for Diabetes Melitus with complication. The result of this study showed that medical component was the determinant factor of the inefficiencies for Diabetes Melitus with complication services. There are many efforts that can be done by the hospital to overcome the ineficiencies, for instance, making quidance for clinical practies, making revision for hospital formulation, and using e-cataloq medicine consistently.
The Effect of Health Insurance on Institutional Delivery in Indonesia
AbstractInstitutional delivery has an impact on the decline in maternal mortality rate. In Indonesia, institutional delivery increases every year, but there are still 30%-37% mothers who deliver at home. Unfortunately, the increase is not in line with maternal mortality reduction, so that Indonesia does not achieve the fifth MDGs goal. To achieve Universal Health Coverage, Indonesia implements National Health Insurance (NHI). NHI integrates four types of health insurance, namely Askes/ASABRI, Jamsostek, Jamkesmas and Jamkesda. One of its benefits is maternal health services. Health insurance can address financial barriers on delivery in health facility. By using secondary data of National Basic Health Research 2013 and Village Potential 2011 data, this study aimed to analyze effect of health insurance on institutional delivery in Indonesia. Samples were 39,942 women aged 15-49 years old who gave birth to their last child during 2010-2013. The study used econometric approach by applying probit and bivariate probit as estimation model to estimate the effect with consideration to endogeneity issue of health insurance. The results found that health insurance was likely to increase institutional delivery by 39.52%. In conclusion, women who have health insurance prefer to deliver birth at health facility compared to those who do not have health insurance.AbstrakPemanfaatan pelayanan persalinan di fasilitas kesehatan berdampak pada menurunnya angka kematian ibu (AKI). Di Indonesia, persalinan di fasilitas kesehatan mengalami peningkatan setiap tahunnya, tetapi masih terdapat sekitar 30% ibu yang bersalin di rumah. Sayangnya, peningkatan pemanfaatan pelayanan persalinan di fasilitas kesehatan tersebut tidak diimbangi dengan penurunan AKI, sehingga Indonesia tidak berhasil mencapai target MDGs. Untuk mencapai Universal Health Coverage, Indonesia mengimplementasikan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mengintegrasikan empat jaminan kesehatan, yaitu Askes/ASABRI, Jamsostek, Jamkesmas, dan Jamkesda. Jaminan kesehatan dapat mengatasi kendala biaya pada persalinan di fasilitas kesehatan. Dengan menggunakan data Riset Kesehatan Dasar 2013 dan data Potensi Desa 2011 sebagai sumber data, penelitian ini bertujuan menganalisis bahwa kepemilikan jaminan kesehatan meningkatkan pemanfaatan pelayanan persalinan di fasilitas kesehatan di Indonesia. Sampel penelitian berjumlah 39.942 perempuan berusia 15-49 tahun yang melahirkan anak terakhir dalam periode waktu 2010-2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan ekonometri dengan model estimasi probit dan bivariat probit untuk mengestimasi efek jaminan kesehatan dengan mempertimbangkan isu endogenitas pada jaminan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan jaminan kesehatan meningkatkan persalinan di fasilitas kesehatan sebesar 39,52%. Sebagai kesimpulan, ibu yang memiliki jaminan kesehatan akan lebih memanfaatkan fasilitas kesehatan saat persalinan dibandingkan dengan ibu yang tidak memiliki jaminan kesehatan
Efektivitas Kombinasi Media Audiovisual Aku Bangga Aku Tahu Dan Diskusi Kelompok Dalam Upaya Meningkatkan Pengetahuan Remaja Tentang HIV-AIDS
AbstractBackground. The Indonesian government has a target of 95% adolescents have knowledge about HIV-AIDS throughout Indonesia. East Kalimantan as one of the provinces in Indonesia showed that the level of adolescents knowledge Samarinda reached 25.5% in 2012.Aim. Study aim is to assess effectiveness of Aku Bangga Aku Tahu audiovisual Mmedia and group discussion to improve teenager's knowledge on HIV-AIDS.Method. The study design used was quasi experimental on the primary data consisted of 80 research subjects in SMAN 1 and SMAN 3 Samarinda. Data analysis are univariate and bivariate analysis by using the Wilcoxon and Mann Whitney. Result. The results showed that after the intervention to intervention and control groups experienced an increase in knowledge about HIV-AIDS. The increased of adolescents knowledge about HIV-AIDS in the intervention group amounted to 22,41% and increased of knowledge about HIV - AIDS adolescents in the control group was 21,6%. In addition, there is no statistically significant difference in the change in the value of knowledge of HIV-AIDS among the intervention group (film screening and discussion group) and control group (film screening)
Analisis Hubungan Budaya Organisasi, Komitmen Organisasi dengan Turnover Intention Perawat Rumah Sakit Prikasih Tahun 2015
ABSTRAK Tingginya angka perputaran perawat di RS Prikasih > dari 10% menimbulkan berbagai permasalahan diantaranya, meningkatnya biaya operasional, terganggunya kegiatan operasional dan menimbulkan permasalahan moral perawat yang tinggal. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran tipe budaya organisasi (klan, adhrokrasi, pasar, hierarki) dan komitmen organisasi (afektif, normatif, berkelanjutan). Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui hubungan antara berbagai tipe budaya organisasi, komitmen organisasi tersebut dengan turnover intention (keinginan pindah kerja) di Rumah Sakit Prikasih, serta mengidentifikasi jenis hubungan yang paling dominan. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional (potong lintang) dengan responden sebanyak 102 perawat, dengan instrumen penelitian berupa kuesioner. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan bermakna antara budaya organisasi (klan, pasar, hirarki), komitmen organisasi (afektif, normatif) dengan turnover intention. Hubungan yang paling dominan adalah antara komitmen afektif dengan turnover intention. ABSTRACT The high rate of nurse turnover > 10% at Prikasih hospital causes a variety of problems, increased operating cost, disruption operations and raising moral issues in nurse who stay, This research is a quantitative analytical research aiming to describe the types of organizational culture (clan, adhocracy, market, hierarchy) and organizational commitment (affective, normative, continuance). The research also aims to illustrate the relations between the different types of organizational culture and organizational commitment, and the association with turnover intention at Prikasih hospital as well as to identify the most dominant factor of relations. The research uses cross-sectional method with 102 nurses as respondents, using questionnaires. The result correlation and regresion analysis shows that there is correlation between organizational culture (clan, market, hierarchy), organizational commitment (affective, normative, continuance) with turnover intention. Affective commitment exhibits as the most dominant variable in relation to turnover intention.
Antenatal Care Provider and Cesarean Section in Urban Areas in Indonesia
Trends of cesarean section trend in Indonesia (2007-2012) have doubled the risk of long-term and short-term health problems. This study was aimed to determine relation between antenatal care provider and cesarean section. This quantitative study used cross-sectional design with a total sample of 5,143 women aged 15-49 years who gave birth to the last child through cesarean section or not as in urban areas selected in samples of 2012 Indonesia Demographic and Health Survey. Logistic regression multivariate analysis was used to determine relation between antenatal care provider and section cesarean, which was controlled by maternal age, antenatal care facility, parity, and place of birth. Results showed that antenatal care at obstetrician was 6.6 times higher, while antenatal care at obstetrician and midwife was 2.1 times higher for cesarean section compared to women who had antenatal care at midwifeafter controlled by maternal age, antenatal care facility, parity, and place of birth. There is interaction between socioeconomic status and obstetrician for a cesarean section. Regulation on cesarean section by health authority, as well as protective and preventive labor applied towards on the high economic class community may reduce unnecessary cesarean section.AbstrakTren persalinan sesar di Indonesia (2007-2012) mengalami peningkatan dua kali lipat berisiko pada munculnya masalah kesehatan jangka panjang maupun pendek. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tenaga kesehatan pemeriksa kehamilan dengan persalinan sesar. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain potong lintang dengan sampel penelitian 5143 wanita usia subur berusia 15-49 tahun yang melahirkan anak terakhirnya, baik melahirkan sesar maupun tidak di wilayah perkotaan yang terpilih dalam sampel Survei Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2012. Analisis multivariat regresi logistik digunakan untuk mengetahui hubungan tenaga pemeriksa kehamilan dengan persalinan sesar, dikontrol oleh usia ibu, tempat periksa kehamilan, paritas, dan tempat melahirkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan kehamilan pada spesialis kandungan 6,6 kali lebih tinggi, sedangkan pemeriksaan kehamilan pada spesialis kandungan dan bidan 2,1 kali lebih tinggi untuk melakukan persalinan sesar dibandingkan dengan ibu yang melakukan pemeriksaankehamilannya di bidan setelah dikontrol usia ibu, tempat periksa kehamilan, paritas, dan tempat melahirkan. Terdapat interaksi antara spesialis kandungan dengan status sosial ekonomi untuk persalinan sesar. Implementasi peraturan dilakukannya persalinan sesar oleh institusi kesehatan, serta melakukan upaya protektif dan preventif persalinan pada kelompok masyarakat ekonomi tinggi dapat mengurangi terjadinya persalinan sesar yang tidak perlu
AN ANALYSIS OF THE HEALTHCARE CENTER SYSTEM AS A GATEKEEPER IN 2018
Abstract. In managed care, primary healthcarecare facilities acts as the gatekeepers, and its success is judged from the number of visits. In the year 2016, the Healthcare Centers in Tangerang was unable to meet the targets set by BPJS healthcare, ideally the visit rate should reach >150‰ and the referral ratio 150‰; dan rasio rujukannya sebesar 29%, sedangkan idealnya adalah 10%. Selain itu, sebagian besar Puskesmas memiliki rasio rujukan nonspesialistik diatas 5% yang berarti berada di zona tidak aman. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis sistem pelayanan puskesmas sebagai gatekeeper di Kota Tangerang pada tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara mendalam, telaah dokumen dan observasi. Penelitian dilakukan di Puskesmas Pedurenan dan Puskesmas Pabuaran Tumpeng dari bulan Mei-Juni 2018. Dari penelitian ini ditemukan bahwa output angka kontak masih rendah. Pada variabel proses, yang menyebabkan angka kontak rendah adalah angka first contact, continuity, dan comprehensiveness yang rendah, serta proses pendaftaran pasien yang masih rumit. Sedangkan pada variabel input yang menjadi masalah adalah kurangnya sumber daya manusia