Faculty of Public Health Journal Universitas Indonesia
Not a member yet
    1218 research outputs found

    Hematological Indices of Pesticide Exposure Rice Farmers in Southern Thailand

    Get PDF
    The most common pesticides used in rice farming are organophosphates and carbamates. These pesticides inhibit acetylcholinesterase (AChE) activity, resulting in excessive levels of acetylcholine accumulation and disrupted neurotransmission. This study compared AChE activity and hematological parameters between pesticide-using rice farmers, non-pesticide using rice farmers, and non-agricultural occupational groups (non-farmers). Pesticide residues that accumulated in rice and the water and soil of the study area were also determined. AChE activity of all participants showed 10 from 87 samples (11.49%) as borderline depressed, with 50% of these being pesticide-using farmers. Most of the hematological parameters were normal in all samples. However, platelet numbers of pesticide self-spraying rice farmers were significantly lower than non-self-spraying rice farmers. The results suggested that the use of pesticides during rice farming affected AChE activity and some hematological cells. In addition, pesticide residues in soil, water and rice in rice fields using pesticides were higher than in non-pesticide use areas. Results confirmed that the exposure rates of farmers using pesticides were at higher risk than farmers who did not use pesticide

    Faktor Risiko yang Berhubungan Dengan Infeksi HIV pada Pengguna Napza Suntik (Penasun) di DKI Jakarta Tahun 2013 - 2014

    No full text
    Prevalensi HIV pada kelompok Penasun selalu menduduki peringkat tertinggi dibanding kelompok populasi kunci lainnya. Studi cross sectional dilakukan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan infeksi HIV pada populasi Penasun DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari pelaksanaan Sero Survei HIV/Sifilis yang terintegrasi dengan Survei Cepat Perilaku di DKI Jakarta pada tahun 2013 - 2014. Populasi penelitian ini adalah Penasun di DKI Jakarta, sampel 240, pemilihan sampel menggunakan metode RDS (Responden Driven Sampling). Model akhir analisis multivariate  cox regression  menunjukkan bahwa variabel yang paling berkontribusi terhadap infeksi HIV di kalangan Penasun adalah sikap sharing jarum suntik PR 2,42 (95% CI = 1,33 – 4,41) dan lama menjadi Penasun PR 1,78 (95% CI = 1,23 – 2,57). Sikap sharing jarum suntik walaupun hanya dilakukan sekali berdampak kuat meningkatkan risiko infeksi HIV dan variabel lama menjadi Penasun berpengaruh terhadap melemahnya sikap konsisten untuk tidak sharing jarum suntik

    Ekuitas Layanan Rawat Inap Rumah Sakit di Indonesia

    Get PDF
    Abstrak Dalam rangka mendorong tercapainya UHC di Indonesia, pemerintah menyelenggarakan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Salah satu tujuan program JKN adalah perbaikan akses dan ekuitas utilisasi pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ekuitas utilisasi layanan rawat inap pada tahun 2015 dan 2016. Penelitian ini menggunakan data sekunder hasil SUSENAS tahun 2015 dan tahun 2016 dengan analisis menggunakan kurva konsentrasi dan indeks konsentrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa utilisasi layanan rawat inap di rumah sakit pada kelompok peserta JKN meningkat pada tahun 2015 ke tahun 2016. Penduduk kaya lebih banyak memanfaatkan pelayanan rumah sakit dibandingkan dengan penduduk miskin, hal tersebut dibuktikan dengan kurva konsentrasi yang berada dibawah garis diagonal (garis ekuitas) dan nilai indeks konsentrasi yang bernilai positif yaitu 0.0336 pada tahun 2015 dan 0.0382 pada tahun 2016. Terjadi peningkatan inekuitas utilisasi layanan rawat inap di rumah sakit pada tahun 2015 ke tahun 2016 yang dilihat dari selisih nilai indeks konsentrasi sebesar 0.0045. Inekuitas utilisasi layanan rawat inap di rumah sakit yang pro kaya disebabkan oleh ketidaksetaraan umur, pendapatan, pendidikan, wilayah regional tempat tinggal serta kepemilikan JKN. Sedangkan variabel jenis kelamin dan pekerjaan mengurangi inekuitas dalam utilisasi layanan rawat inap di rumah sakit pada tahun 2015 dan 2016. Abstract In order to encourage the achievement of UHC in Indonesia, the government organized National Health Insurance (JKN) program. One of the objectives of the JKN program is the improvement of access and equity utilization of health services. This study aims to analyze Equity of Inpatient Utilization in Health Service in second and third year of JKN program implementation in 2015 and 2016. This study uses secondary data of SUSENAS in 2015 and 2016 with analysis using concentration curve and concentration index. The results showed that the Utilization of inpatient services in hospitals in the JKN group of participants increased in 2015 to 2016. The richer population utilizes more Health Service than the poor, as evidenced by concentration curves below the diagonal line (equity line) and the value of the positive concentration index of 0.0336 in 2015 and 0.0382 in 2016. There was an increase in inequity utilization in inpatient services in 2015 to 2016 which was seen from the difference of concentration index value of 0.0045. Pro-rich inequity caused by inequalities in age, income, education, regional residence and JKN ownership. While sex and job variables reduce inequality in inpatient service utilization in hospital by 2015 and 2016.

    PUSKESMAS READINESS IN ACCREDITATION IMPLEMENTATION AS EFFORTS TO IMPROVE THE HEALTH SERVICE QUALITY IN SUMBAWA DISTRICT

    Get PDF
    ABSTRACTIn achieving Universal Health Coverage in 2019, it is necessary to increase access and quality of health services to the community. Puskesmas accreditation is a method of improving the quality of service and patient safety as well as a condition to do collaboration with BPJS. According to Donabedian, quality of services needs to be supported by standardized structures, processes and outcomes which are oriented to internal and external customers. This study aims to analyze the readiness of Puskesmas in accreditation implementation as an effort to improve the quality of health services in Sumbawa Regency. This effort is an implementation act of Health Minister Regulation number 75/2014 on Puskesmas and number 46/2015 on FKTP accreditation by comparing it to those successful accreditation implementation of basic health services in various countries. This study design is a qualitative research uses the Rapid Assessment Procedure design, through in-depth interviews combined with literature review studies sourced from online data bases. This study result showed that the readiness of accredited Puskesmas in Sumbawa district was seen from three aspects: (1) Structure: resources not yet fulfil the Permenkes 75/2014 standards, (2) Process: stages of the accreditation preparation process is in accordance with the guidelines, but the implementation was not optimal. (3) Outcomes: the accreditation implementation has positive impact on improving the quality of health services. It is necessary to evaluate the implementation of Puskesmas accreditation by involving the Community, the Health Office and the Regional Government. ABSTRAKDalam mencapai Universal Health Coverage tahun 2019 perlu dilakukan peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Akreditasi Puskesmas merupakan salah satu langkah dalam meningkatan kualitas mutu layanan dan keselamatan pasien sekaligus sebagai syarat dalam melakukan kerjasama/kredensialing dengan BPJS. Menurut Donabedian tiga aspek pelayanan yang berkualitas perlu ditunjang oleh standar mutu input, proses dan output yang berorientasi pada pelanggan internal maupun eksternal. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan pelaksanaan akreditasi Puskesmas di kabupaten Sumbawa sebagai implementasi kebijakan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75/2014 tentang Puskesmas dan Nomor 46/2015 tentang akreditasi FKTP dengan membandingkan keberhasilan gambaran pelaksanaan akreditasi pelayanan kesehatan dasar di berbagai negara. Penelitian kualitatif inimenggunakan desain Rapid Assesment Procedure (RAP), melalui wawancara mendalam yang dikombinasikan dengan studi kepustakaan literatur review yang bersumber jurnal/artikel/tesis/disertasi dari data base online ataupun studi pustaka keabu-abuan. Hasil penelitian menunjukkan gambaran beberapa Puskesmas yang telah terakreditasi di kabupaten Sumbawa dilihat dari tiga aspek : (1) aspek struktur: sumberdaya masih belum sesuai standar permenkes 75/2014, diperlukan biaya besar dalam pelaksanaan akreditasi. (2) aspek proses: proses penyiapan akreditasi Puskesmas sudah sesuai, mulai dari workshop penggalangan komitmen, workshop pemahaman standar, self assesment, pendampingan sampai dengan survey yang dilakukan surveyor akreditasi. Proses persiapan akreditasi dinilai terburu-buru terhitung dalam beberapa bulan. (3) aspek outcomes: pelaksanaan akreditasi memliki dampak positif pada proses perubahan perbaikan mutu pelayanan kesehatan, prosedur pelayanan tercatat dan terdokumentasi dengan baik. Solusi diperlukan komitmen kuat antara Puskesmas, Masyarakat, Dinas Kesehatan dan Pemerintah Daerah

    Influences of Brand on Hospital Performance and Patient Behavioral Expectations

    Get PDF
    ABSTRACT Increasing number of Hospital in Asia at the present triggers hospital to build a marketing strategy. Hospital branding is one of the choosen way for marketing which giving benefits for internal and externals. This study aims to identify the influences of brand on hospital performance and patient behavioral expectations. The research method is literature review with 7 included studies. Research related to branding in the field of healthcare services was searched using valid keywords, including hospital branding, hospital, patient combined with keywords such as the effect dan the influence,dan melalui berbagai database. (mis. Google Scholar, Emerald, Scopus). A total 7 articles were selected to be studied in literature review. From these studies we have managed to categories the influences of brand on hospital performance and patient behavioral expectation and reported on three categories, including the influences of brand on hospital performance, on patient behavioral expectation, and medical team in referral. From these studies we have managed to categorize even practical considerations that is considered as influence of brand on hospital performance and patient behavioral expectation are influence of brand on hospital performance, influence of brand on patient behavioral expectation, Medical team in referral

    Identifikasi Faktor–Faktor yang Berpengaruh Terhadap Medical Tourism pada Rumah Sakit di Indonesia

    Get PDF
    ABSTRAK Medical tourism adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh suatu individu untuk mendapatkan suatu pelayanan kesehatan atau perawatan medis ke luar negri. Dalam upaya perkembangan sistem kesehatan dan persaingan serta adanya dampak dari globalisasi kesehatan, tidak menutup kemungkinan bahwa terjadinya medical tourism menimbulkan persaingan yang ketat antar rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang berkualitas dan produk pelayanan yang unggul yang diberikan oleh rumah sakit dalam menarik minat pasien asing untuk datang berobat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor apa saja yang diperlukan agar sebuah rumah sakit bisa menjadi tujuan untuk medical tourism. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur yang didapatkan dari jurnal internasional dan dari beberapa negara baik benua Asia, Amerika, Eropa dan Australia. Hasilnya adalah rumah sakit harus mempersiapkan tenaga, fasilitas, akses, dan promosi yang kuat apabila ingin menjadi tujuan medical tourism. Sehingga medical tourism merupakan fenomena baru bagi rumah sakit di Indonesia untuk menyiapkan tenaga kesehatan yang professional dan unggul serta teknologi kesehatan yang canggih sebagai suatu kebutuhan pengembangan terhadap medical tourism. ABSTRACT Medical tourism is an activity carried out by an individual to get a health service or medical care abroad. In the effort to develop the health system and competition and the impact of health globalization, it does not rule out the possibility that medical tourism raises intense competition among hospitals in providing quality services and superior service products provided by hospitals in attracting foreign patients to come get treatment. Objective of this research is to determined factors that affect hospital to be medical tourism’s aim. Methods in this research is literature review from international journals. The results is hospital needs to improve their physician’s skill, facilities, accessibility, and promotions. So that medical tourism is a new phenomenon for hospitals in Indonesia to prepare professional and superior health personnel and sophisticated health technology as a developmental need for medical tourism. Need to study or identify factors that influence medical tourism in hospitals in Indonesia

    Srategi Bauran Pemasaran Pelayanan Kesehatan RSD Kol. Abundjani Bangko di Era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

    Get PDF
    ABSTRAK Kebijakan yang dikembangkan oleh pemerintah dalam bentuk program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang pendanaannya dikelola oleh BPJS, harus didukung oleh semua fasilitas pelayanan kesehatan baik milik pemerintah maupun swasta. RSD Kol. Abundjani Bangko adalah rumah sakit daerah milik Pemerintah Kabupaten Merangin sudah melakukan kerjasama dengan BPJS untuk melayani peserta BPJS dibidang pelayanan kesehatan dari tahun 2014. Dalam perjalannya terjadi peningkatan jumlah kunjungan pasien peserta BPJS yang dirujuk dan berobat ke RSD Kol. Abundjani Bangko. Peningkatan kunjungan pasien ini disatu sisi mengembirakan bagi manajemen dan dilain pihak menimbulkan kekwatiran tersendiri bagi manajemen RSD Kol. Abundjani Bangko. Kekwatiran ini muncul sejak terjadinya defisit anggaran yang dikelola oleh BPJS, sehingga terjadi keterlambatan pencairan klaim pelayanan pasien peserta BPJS dan hal ini berimbas kepada operasional rumah sakit dalam memberi dan menjaga mutu pelayanan kesehatan. Untuk menjamin terlaksananya operasional pelayanan kesehatan di rumah sakit, manajemen harus mempunyai strategi pemasaran di era BPJS agar rumah sakit tetap dapat memberi pelayanan dan tidak menimbulkan komplain dari pelanggan atau pasien. Penelitian ini mencoba mendeskripsikan strategi pemasaran dengan pola bauran pemasaran (marketing mix) yang meliputi 7P (product, price, promotion, place, people, process, dan physical facility). Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran atas penerapan strategi pemasaran dengan cara bauran pemasaran (marketing mix) pelayanan kesehatan RSD Kol.Abundjani Bangko era BPJS. Hasil penelitian yang diperoleh adalah dengan strategi bauran pemasaran (marketing mix) RSD Kol. Abundjani Bangko masih dapat memberikan pelayanan yang bermutu kepada pasien dengan kondisi era BPJS yang mengalami defisit anggaran.  ABSTRACT The policy developed by the government in the form of a National Health Insurance (JKN) program whose funding is managed by the BPJS, must be supported by all health service facilities both government and private. RSD Kol. Abundjani Bangko is a regional hospital belonging to the Merangin District Government that has collaborated with BPJS to serve BPJS participants in the health services sector in 2014. In the course of the increase there have been an increase in the number of BPJS participants who have been referred and treated to RSD Kol. Abundjani Bangko. The increase in patient visits on the one hand was pleasing to management and on the other hand raised concerns for the management of RSD Kol. Abundjani Bangko. This concern arose since the budget deficit managed by the BPJS, resulting in delays in disbursing claims for patient services to BPJS participants and this affected the operations of hospitals in giving and maintaining the quality of health services. To ensure the operation of health services in hospitals, management must have a marketing strategy in the BPJS era so that hospitals can continue to provide services and not cause complaints from customers or patients. This study tries to describe the marketing strategy with the marketing mix pattern that includes 7P (product, price, promotion, place, people, process, and physical facility). The purpose of this study was to see an overview of the application of the marketing strategy by means of the marketing mix (marketing mix) of the health services of RSD Kol.Abundjani Bangko era BPJS. The research results obtained are with the marketing mix strategy. RSD Kol. Abundjani Bangko can still provide quality services to patients with conditions in the era BPJS that have a budget deficit

    Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Hasil Pengobatan Regimen Pendek (Short Treatment Regiment) pada Pasien Tuberkulosis Resistensi Obat di Indonesia Tahun 2017

    No full text
    TB RO menyebabkan beban pengendalian penyakit TB menjadi bertambah. Adanya penurunan angka keberhasilan pengobatan dari tahun 2010 sebesar 67,9% menjadi 51,1% di tahun 2013 dan peningkatan kasus pasien putus berobat mendorong Indonesia menerapkan pengobatan jangka pendek untuk meningkatkan angka keberhasilan pengobatan TB RO dan menurunkan kasus pasien putus berobat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat status kesuksesan kesembuhan dari pengobatan TB RO dan faktor-faktor yang berhubungan dengan status kesuksesan kesembuhan dari pengobatan regimen pendek di Indonesia tahun 2017 dengan menggunakan data pasien TB RO yang tercatat dalam e-TB manager dari pasien-pasien berusia ≥ 15 tahun yang telah ada status hasil pengobatan regimen pendek maksimal pada bulan November 2018 dengan desain penelitian kohort retrospektif. Didapatkan 223 kasus dengan 104 (46,6%) pengobatan sukses dan sisanya yaitu 119 (53,4%) pengobatan tidak sukses. Hasil analisis bivariat dengan chi-square menunjukkan beberapa factor yang berhubungan dengan status kesuksesan kesembuhan dari pengobatan regimen pendek. Faktor-faktor ini ialah usia (crude RR 2,09, 95% CI 1,19–3,65), resistensi ofloksasin (crude RR 7,73, 95% CI 0,92–64,28) dan resistensi kanamisin (crude RR 0,47, 95% CI 0,39–0,57) memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan kesuksesan kesembuhan dari pengobatan regimen pendek. Berdasarkan hasil penelitian ini, penderita TB RO dengan usia 45 tahun ke atas agar mendapatkan perhatian lebih dalam pengobatan regimen pendek ini karena berpeluang lebih rendah untuk mendapatkan status pengobatan yang sukses. Ketepatan data pada e-TB manager pun perlu dilihat kembali karena pada penelitian ini agar penelitian selanjutnya mendapatkan hasil yang akurat

    ECONOMIC EVALUATION OF CETUXIMAB FOR METASTATIC COLORECTAL CANCER (mCRC): A PROTOCOL FOR EVIDENCE SYNTHESIS

    Get PDF
     ABSTRACTColorectal cancer is fairly common compared to other cancers. The incidence and mortality rates are predicted to increase globally. In some cases, cancer can be potentially spread to another organ or metastatic. One of recent available targeted therapies for metastatic colorectal cancer (mCRC) patient is Cetuximab (Erbitux ®), combined with chemotherapy. Despite clinical effectiveness, there is the importance of the evidence related cost-effectiveness of therapy. This study aims to summary, synthesize, and systematically review the economic evaluation studies of Cetuximab for metastatic colorectal cancer (mCRC). Model based economic evaluation of Cetuximab for metastatic colorectal cancer will be searched and included in the review based on specific eligibility criteria. Several electronic databases that will be used: Medline, Embase, Cochrane, National Institute of Health Research (NIHR) Center for Reviews and Dissemination. Full economic evaluation evidence will be summarized and critically appraised using Drummond as well as (Consolidated Health Economic Evaluation Reporting Standards (CHEERS) checklist. In terms of analysis, we will qualitatively appraise and present the studies that meet our inclusion and exclusion criteria. We are expected to summarize the quality and capture the valuable insights related to health economic evaluation studies of Cetuximab for mCRC patient. ABSTRAKKanker kolorektal cukup umum terjadi dibandingkan kanker lainnya, angka kejadian dan angka kematian diprediksi meningkat secara global. Dalam beberapa kasus, kanker berpotensi menyebar ke organ lain atau disebut metastasis. Salah satu terapi yang ditargetkan baru-baru ini untuk pasien kanker kolorektal metastatik (mCRC) adalah Cetuximab (Erbitux®), yang dikombinasikan dengan kemoterapi. Meskipun terdapat bukti klinis, penting untuk mempertimbangkan bukti terkait efektivitas biaya dari terapi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk merangkum, mensintesis, dan meninjau secara sistematis studi evaluasi ekonomi Cetuximab untuk kanker kolorektal metastatik (mCRC). Evaluasi ekonomi berbasis model untuk menilai Cetuximab pada kanker kolorektal metastatik akan ditelusuri sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Beberapa database elektronik yang akan digunakan: Medline, Embase, Cochrane, Pusat Penelitian Kesehatan Nasional (NIHR) untuk Tinjauan dan Diseminasi. Bukti evaluasi ekonomi lengkap akan dirangkum dan dinilai secara kritis dengan menggunakan daftar pertanyaan oleh Drummond dan juga Consolidated Health Economic Evaluation Reporting Standards (CHEERS). Dalam hal analisis, kami akan menilai dan menyajikan secara kualitatif studi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kami berekspektasi untuk meyimpulkan kualitas dan menangkap informasi yang berkaitan dengan studi evaluasi ekonomi pada Cetuximab untuk pasien mCRC

    Determinan Sosial Ekonomi Konsumsi Minuman Berpemanis di Indonesia: Analisis Data Susenas 2017

    Get PDF
    Abstrak Sugar-Sweetened Beverages (SSBs) atau yang dikenal dengan minuman berpemanis bergula adalah cairan yang ditambah­kan dengan berbagai macam bentuk gula. Konsumsi minuman berpemanis berlebih berkontribusi terhadap Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti penambahan berat badan, meningkatkan risiko diabetes mellitus tipe 2 serta penyakit kardiovaskuler. PTM dapat dicegah sedini mungkin dengan mengurangi konsumsi kalori dalam gula. WHO menyarankan orang dewasa dan anak-anak untuk mengurangi asupan gula hingga kurang dari 10% dari total asupan energi dan dilanjutkan hingga kurang dari 5% dari total asupan energi. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui determinan sosial ekonomi yang memengaruhi konsumsi minuman berpemanis. Menggunakan data sekunder dari survey sosial ekonomi nasional (Susenas) Tahun 2017 dengan model two part (OLS, Probit dan Tobit). Variabel akses internet merupakan variabel yang konsisten berhubungan dengan penurunan pengeluaran dan partisipasi rumah tangga untuk konsumsi minuman berpemanis. Oleh karena itu, perlu meningkatkan sosial­isasi promosi iklan layanan kesehatan masyarakat terkait bahaya konsumsi minuman berpemanis berlebihan dan pencantu­man batas aman konsumsi minuman berpemanis pada label kemasan. Abstract Sugar-Sweetened Beverages (SSBs) are added liquids with various of sugar. Consumption of SSBs contributes to Non-Communicable Diseases (NCDs) such as weight gain, increasing the risk of type 2 diabetes mellitus and cardiovascular diseases. NCDs can be prevent­ed as early as possible by reducing the consumption of calories in sugar. WHO recommends adults and children to reduce sugar intake to less than 10% of total energy intake and continue to less than 5% of total energy intake. This study aims to determine the socio-eco­nomic factors consumption of SSBs. We employed secondary data from the 2017 National Socio-Economic Survey (Susenas) with two-part models (OLS, Probit and Tobit). We found that internet access is consistently associated with lower household expenditure and consumption of SSBs. Therefore, it is necessary to increase the promotion of public health service advertising related to the danger of excessive consumption of SSBs and the inclusion of safe consumption of SSBs on packaging labels

    1,119

    full texts

    1,218

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Faculty of Public Health Journal Universitas Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇