Faculty of Public Health Journal Universitas Indonesia
Not a member yet
1218 research outputs found
Sort by
Impact Analysis of the Large-Scale Social Restrictions (PSBB) Policy Implementation in Jakarta
Abstract. Jakarta is the province with the highest population density in Indonesia and is also one of the main international gateways to enter Indonesia. These conditions cause a high risk of transmission COVID-19 in Jakarta. One of the government's decisions was applying the Large Scale Social Restrictions (PSBB) policy in Jakarta. This study is a documentation study with Sabatier and Mazmanian's top-down approach that aims to analyze the extent impact of policy implementation, in terms of the policy objectives and community compliance. Compliance analysis uses the results of the Covid-19 Outbreak Survey and Google mobility index. The result shows the compliance of the community in policy implementation. The impact of the PSBB implementation can be seen from the value of the Reproduction number (Rt), which has decreased since the PSBB policy was implemented. Based on those data, it can be concluded that the implementation of the PSBB in Jakarta has been going and implemented well; thus, the consistency from the community and also local government needs to be well maintained. Abstrak. Jakarta merupakan provinsi dengan tingkat kepadatan penduduk tertinggi di Indonesia yang juga sebagai pintu keluar masuknya manusia ke Indonesia. Hal ini menyebabkan resiko penularan COVID-19 di Jakarta menjadi sangat besar. Salah satu kebijakan pemerintah adalah PSBB di DKI Jakarta. Kajian ini merupakan studi dokumentasi dengan pendekatan top-down Sabatier dan Mazmanian yang bertujuan untuk melakukan analisis sejauh mana dampak suatu implementasi kebijakan, ditinjau dari tujuan kebijakan dan kepatuhan masyarakat. Analisis kepatuhan menggunakan hasil Survei Wabah Covid-19 dan indeks mobilitas Google. Hasilnya menunjukkan kepatuhan kelompok sasaran terhadap implementasi kebijakan. Dampak implementasi PSBB dapat terlihat dari nilai Reproduction number (Rt) yang semenjak diberlakukan kebijakan nilainya selalu mengalami penurunan. Berdasarkan keseluruhan data tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa implementasi kebijakan PSBB di Jakarta telah berlangsung dan diimplementasikan dengan baik, tinggal menanti konsistensi masyarakat dan pemerintah daerah agar dapat terjaga dengan baik.Abstrak. Jakarta merupakan provinsi dengan tingkat kepadatan penduduk tertinggi di Indonesia yang juga sebagai pintu keluar masuknya manusia ke Indonesia. Hal ini menyebabkan resiko penularan COVID-19 di Jakarta menjadi sangat besar. Salah satu kebijakan pemerintah adalah PSBB di DKI Jakarta. Kajian ini merupakan studi dokumentasi dengan pendekatan top-down Sabatier dan Mazmanian yang bertujuan untuk melakukan analisis sejauh mana dampak suatu implementasi kebijakan, ditinjau dari tujuan kebijakan dan kepatuhan masyarakat. Analisis kepatuhan menggunakan hasil Survei Wabah Covid-19 dan indeks mobilitas Google. Hasilnya menunjukkan kepatuhan kelompok sasaran terhadap implementasi kebijakan. Dampak implementasi PSBB dapat terlihat dari nilai Reproduction number (Rt) yang semenjak diberlakukan kebijakan nilainya selalu mengalami penurunan. Berdasarkan keseluruhan data tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa implementasi kebijakan PSBB di Jakarta telah berlangsung dan diimplementasikan dengan baik, tinggal menanti konsistensi masyarakat dan pemerintah daerah agar dapat terjaga dengan baik
Strategic Plan for the Development of the RS Bersalin Grha Mutiara in 2019-2023: Policy Implementation
This research discusses the Strategic Plan for the Development of the RS Bersalin Grha Mutiara in 2019-2023, using the theory of Strategic Planning to observe and evaluate external environmental opportunities and threats as well as the internal strengths and weaknesses of the hospital, to determine the right strategic plan. This study is a qualitative research using primary data, in-depth interviews with informants, observation and decision making with CDMG (Consensus Decision Making Group), and secondary data obtained from the BPS (Central Bureau of Statistics), Dinas Kesehatan Subang (District Health Office) Profile, Profile and Financial Report of RS Bersalin Grha Mutiara. From this study, the position of RS Bersalin Grha Mutiara, according to IE Matrix, is in Cell V (Hold and Maintain) and SWOT Matrix in Quadrant II (Internal Fixed It Quadrant). The matching stage resulted in a Product Development strategy, which, through the QSPM matrix, determine that the chosen strategy would be the development of HCU / NICU / PICU. This plan then elaborated in the implementation plan using the Balanced Scorecard
Hubungan Higiene Sanitasi Makanan Jajanan dengan Kontaminasi Escherichia coli pada Makanan Jajanan Anak Sekolah Dasar di Kecamatan Medan Satria dan Kecamatan Jati Asih, Kota Bekasi Tahun 2018
Latar Belakang. Makanan jajanan merupakan sumber pemenuhan gizi bagi anak-anak di sekolah. Akan tetapi, makanan jajanan khususnya yang dijual di Sekolah Dasar tidak selalu aman, dan juga rentan terkontaminasi Escherichia coli. Metode. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan higiene sanitasi makanan jajanan anak Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Medan Satria dan Jati Asih, Kota Bekasi dengan kontaminasi E.coli pada makanan jajanan dengan menggunakan desain Cross Sectional. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 16,4% (10 sampel) makanan jajanan positif terkontaminasi E.coli. Berdasarkan pengujian chi square terdapat hubungan yang bermakna antara variabel higiene sanitasi bahan makanan (OR=6,150), higiene sanitasi peralatan (OR=10,571), higiene sanitasi makanan jajanan (OR= 19,688) dan kondisi sarana penjaja (OR=19,688) terhadap terjadinya kontaminasi E.coli pada makanan jajanan anak SD di Kec. Medan Satria dan Jati Asih. Dari hasil uji regresi logistik, didapatkan bahwa variabel paling dominan terhadap kontaminasi E.coli adalah kondisi sarana penjaja bersama dengan higiene sanitasi peralatan. Simpulan. Sehingga, perlu dilakukan upaya untuk mencegah terjadinya kontaminasi E.coli melalui penyuluhan, pelatihan, dan pembinaan higiene sanitasi makanan kepada penjamah makanan, penyediaan fasilitas sanitasi, dan program pemantauan kualitas makanan melalui inspeksi higiene sanitasi dan pengujian mikrobiologi makanan.Kata kunci: Escherichia coli, makanan jajanan, Sekolah Dasa
Analisis Hubungan Tingkat Kebisingan dengan Kejadian Hipertensi pada Pekerja Bagian Refining di PT X Tahun 2019
Latar Belakang. Tingkat kebisingan yang terpajan kepada pekerja suatu industri melebihi Nilai Ambang batas dapat menyebabkan terjadinya mekanisme stres yang akan meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kebisingan dengan kejadian hipertensi pada pekerja bagian Refining di PT X. Metode. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional pada 51 responden pekerja di unit bagian Refining. Uji statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah uji chi-square dan regresi logistik ganda. Hasil. Hasil menunjukkan bahwa terdapatnya hubungan yang signifikan antara tingkat kebisingan dengan kejadian hipertensi pada pekerja dengan nilai p = 0,029 (OR 4,857: CI 95% 1,318 – 17,896). Terdapat juga hubungan yang signifikan antara tingkat kebisingan dengan riwayat keturunan hipertensi dan Indeks Massa Tubuh (IMT). Pada uji multivariat, tingkat kebisingan dengan hipertensi mempunyai nilai p = 0,019 dan nilai OR 7,540 (CI 95% 1,4 – 40,605) setelah dikontrol dengan variabel IMT. Simpulan. Dapat disimpulkan bahwa pekerja yang terpajan kebisingan tinggi dapat berisiko mengalami hipertensi. Perlu adanya perhatian lebih dari pihak perusahaan dalam upaya pencegahan penyakit tertentu akibat dari lingkungan kerja.Kata Kunci: Kebisingan, Hipertensi, Industri, Nilai Ambang Bata
THE IMPLEMENTATION OF ENHANCING MALE PARTICIPATION ON FAMILY PLANNING POLICY IN BANDUNG BARAT REGENCY
AbstractThis study aims to analyze the conduct implementation of the increasing male contraception policy in Bandung Barat Regency. The study is using qualitative methods with case studies approachment. Qualitative data were gained from 16 informants which consist of implementor group as program managers, and partnership and community group as the targeted group. This study was conducted at three locations: district of Cililin, Batu Jajar, and Parongpong. The study shows that the decision process to decide PPM as the standard and goals of the family planning program has been understood by all of its administrators and resources available for this program has been considered as sufficient in terms of quantity but yet still lack in quality. Furthermore, communication and coordination processes among administrators and associates are shown to be in accordance with the operational procedures, hence, influencing characteristics of the family planning programs. It is found that religion consideration makes the residents refuse male contraception. Family planning programs are considered as women's business for some certain people. Fortunately, the existence of a spirit of militancy, high loyalty and disposition/attitude possessed by the management officers towards this male family planning program has a major influence on the success of the program. Moreover, the study shows that politicians have demonstrated strong support for the family planning program. This supports take places through budgeting and politician's active participation in the male contraceptive programs.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kinerja pencapaian kebijakan KB pria di Kabupaten Bandung Barat. Metode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa proses penetapan PPM sebagai standar dan tujuan kebijakan KB telah dipahami oleh seluruh pengelola KB dan jumlah ketersedian sumber daya saat ini sudah dianggap mencukupi dari segi jumlah namun masih kurang dari segi kualitas. Selain itu diketahui juga bahwa proses komunikasi dan koordinasi antar pengelola maupun dengan mitra kerja telah dilakukan sesuai dengan mekanisme operasional dan hal ini memengaruhi karakteristik pengelola KB. Dari segi faktor sosial budaya diketahui bahwa masyarakat banyak yang menolak program KB pria dengan alasan agama. Sebagian ada yang menganggap bahwa KB hanya untuk urusan wanita. Namun adanya jiwa militansi, loyalitas tinggi dan disposisi/sikap yang dimiliki oleh petugas pengelola terhadap program KB pria ini berpengaruh besar terhadap keberhasilan program. Selain itu juga diketahui bahwa dukungan elit politik terhadap program KB sudah sangat baik dari segi penganggaran maupun keterlibatannya secara aktif dalam Kebijakan KB Pria
Analysis of Marketing Mix Element Affecting Medical Tourism
ABSTRACTMedical tourism sector, for third world nowadays, is a multifactorial sector that has slowly risen to the point of becoming one of the industries that produces income and pretty competitive in the world, and also has been considered as sophisticated tourism in modern field. This study aims to investigate the elements of the marketing mix and other factors that influence medical tourism. Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analyses (PRISMA) was used in this study From 11 articles reviewed, it’s found that almost all of the marketing mix element were related to medical tourism in a country. Some of the articles stated that factors like product offered, price, place, and promotion were related to medical tourism in a country. The conclusion from this study is that marketing mix element in general and other factors like regulations, number and skills of medical staffs and health services affected medical tourism significantly
COVID-19 Case Fatality Rate and Detection Ability in Indonesia
The world is currently experiencing a COVID-19 pandemic. More than 5 million people have been infected with COVID-19 and more than 300 thousand have died from this virus worldwide. In Indonesia, the number of infected people has reached more than twenty thousand people and more than one thousand people have died from this virus. During the COVID-19 pandemic, Case Fatality Rate was a very important measure for many people because death is very important to each person, including questions of when and how death will occur and whether there is any way to delay it. However, caution is needed in calculating and displaying CFR. This paper will present the uses and the weaknesses of CFR in the context of the COVID-19 pandemic in Indonesia
Efficacy of Cloth Mask in Reducing COVID-19 Transmission: A Literature Review
Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) has become a public health concern. Preventive measures, such as wearing personal protective equipment, must be done. In April 2020, the Center for Disease Control stated cloth face mask was recommended to be used by the public. This systematic review aims to evaluate the efficacy of cloth face masks in reducing COVID-19 transmission and to compare the fabric material that suits best for a cloth face mask. Journals included were from databases such as Google Scholar, PubMed, search engines, and references from other studies. MeSH keywords, such as "cloth mask efficiency", "surgical mask", "COVID-19" and "filtration performance of common fabrics cloth mask" were used. Studies that used particle microorganisms sized ≤ 0.072 m were included in this study. Studies show that cloth face mask still can filter to a certain extent, however, it is inferior compared to surgical mask. Results show that the efficacy of cloth face mask depends on its fabric, and that polyester provides the best filtration efficiency. However, the pressure drop of polyester is unknown and more studies should be done
Karakteristik Ibu melahirkan Sectio Caesaria Peserta Jaminan Kesehatan Nasional di Rumah Sakit Profit X di sekitar Jakarta
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memudahkan akses ibu melahirkan Sectio Caesaria (SC) di RS. Dalam tahun 2014-2017 persalinan SC menempati urutan 10 jumlah kasus dan klaim tertinggi. WHO menetapkan angka optimum SC sebesar 15% sebagai salah satu standar kualitas pelayanan persalinan ibu. Tujuan penelitian ini untukmengidentifikasi karakteristik sosial ekonomi dan klinis dari ibu yang melahirkan SC yang berhubungan dengan penggunaan JKN di Rumah Sakit Profit (RSP) X di sekitar Jakarta. Penelitian menggunakan desain Cross Sectional dengan total sampel sebanyak 385 ibu melahirkan SC yang diambil dari rekam medis pada periode januari 1- 31 Desember 2018. Karakteristik sosial ekonomi dan klinis Ibu melahirkan SC sebagai variabel independen dan penggunaan JKNsebagai variabel dependen Dilakukan analisisdeskriptif untuk menggambarkan distribusi frekuensi dari variabel-variabel yang diteliti dan analisis regressi logistik digunakan untuk menguji hubungan antara variabel independen dan dependen..Hasil penelitianmenunjukkan bahwa ibu melahirkan SC di RSP sebesar 71.29% dari total persalinan dan79%nyaadalah peserta JKN.Hasil uji statistik menunjukan bahwa terdapat hubunganyang signifikan antara kasus rujukan (p=0.002; OR=2.320); usia ibu (p=0.010; OR=2,574), dan penyakit penyerta (p=0.001; OR=2.761) denganpenggunaan JKN pada ibu-ibu yang melahirkan dengan SC
Gambaran Perilaku Pencegahan HIV Pada Pasangan Serodiskordan dan Serokonkordan Di Yayasan Grapiks Bekasi Tahun 2020
ABSTRAKLatar Belakang. Pencegahan HIV pada pasangan serodiskordan dan serokonkordan berkaitan dengan perilaku yang berfokus pada pandangan dan keyakinan individu. Penelitian tentang HIV menemukan bahwa sebanyak 25% ditularkan oleh pasangannya yang positif HIV.Tujuan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran perilaku pencegahan HIV pada pasangan serodiskordan dan serokonkordan di Yayasan Grapiks Bekasi.Metode. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam melalui WhatsApp call.Hasil. Sebagian besar pasangan serodiskordan dan semua pasangan serokonkordan konsisten menggunakan kondom dan keduanya patuh mengkonsumsi obat ARV. Semua ODHA mengungkapkan status kepada pasangannya tetapi hanya sebagian yang mengungkapkan kepada keluarganya. Pola relasi suami istri pada pasangan serodiskordan adalah head complement, sedangkan pasangan serokonkordan yaitu head complement dan senior junior partner. Pasangan serodiskordan menerima konsekuensi, sedangkan pasangan serokonkordan berharap tidak parah. Pasangan serodiskordan memiliki persepsi manfaat yang rendah dan persepsi hambatan yang tinggi daripada pasangan serokonkordan. Kedua pasangan mendapatkan informasi kurang mendalam tentang penyakit HIV/AIDS dari tenaga kesehatan.Kesimpulan. Terdapat perbedaan perilaku pencegahan HIV pada pasangan serodiskordan dan serokonkordan di Yayasan Grapiks Bekasi. ABSTRACTBackground. HIV prevention in serodiscordant and seroconcordant couples are concerned with behaviors that focus on individual views and beliefs. Studies found that 25% were transmitted by partners who were HIV positive. Objective. This research aims to determine the description of HIV prevention behavior in serodiscordant and seroconcordant couples at the Bekasi Grapiks Foundation.Methods. This study used a case study design with a qualitative approach. Data collection by in-depth interviews via WhatsApp call.Results. Most serodiscordant and all seroconcordant partners consistently used condoms and both partners adhered to taking ARV drugs. All PLWHA disclose their status to their partners but, some disclose to their families. The relationship pattern in serodiscordant couples is the head complement, while seroconcordant couples are head complement and senior junior partner. The serodiscordant partner accepted the consequences, whereas the seroconcordant partner hoped not to be severe. Serodiscordant couples have less benefit and high resistance than seroconcordant couples. Both partners received less in-depth information about HIV/AIDS from health workers.Conclusion. There are differences in HIV prevention behavior between serodiscordant and seroconcordant couples at the Bekasi Grapiks Foundatio