Faculty of Public Health Journal Universitas Indonesia
Not a member yet
1218 research outputs found
Sort by
Maternal Coping Strategies for Premature Infant: A Systematic Review
A mother’s stress due to the birth of her premature baby results in obstacles to the mother’s role, hence it requires appropriate coping strategies. This review aimed to identify coping factors, explore coping strategies by mothers with premature babies, and identify interventions for enhancing maternal coping strategies. The article navigation utilized Boolean Operator of "or" and "and" with keywords of [preterm or premature or LBW, coping, and mother. Databases included ScienceDirect, EBSCOhost, PubMed, SAGE, ProQuest, and Scopus. The 529 articles obtained were screened by reading the focus of journals and addressing the topic and suitability of the journal content, selecting 10 articles. The first result reported factors influencing coping strategies: delivery method, income, available information, knowledge, support, and maternal self-efficacy. The second result presented maternal coping strategies for closely handling premature babies: belief in God, support-seeking, and the babies’ condition progress. The third result showed two interventions: mother’s empowerment program and group discussions with health workers. These two interventions to improve coping strategies play an important role in supporting mothers by facilitating their participation in caring for their babies
THE ROLES AND POLICIES FOR THE USE OF TELEMEDICINE IN HANDLING COVID-19 SELF-ISOLATION: LITERATURE REVIEW
The current COVID-19 pandemic has had various impacts on the world. The unpredictable spike in cases led to an explosion in patient numbers. The problem of limited treatment facilities forces patients to self-isolate at home. Along with technological advances, various facilities have also been created, one of which is telemedicine. This study aims to look at the role of telemedicine as a strategy for handling COVID-19 self-isolated patients in various countries. This study was conducted descriptively with a literature review. The search was carried out on articles published in Indonesian and English through Google Scholar, Pubmed, and Science Direct searches with the keywords COVID-19, home isolation, self-isolation, telemedicine, and telehealth. The search results obtained that the handling of COVID-19 patients in self-isolation with telemedicine is a solution to the need for monitoring patient health, where hospitals have difficulty being able to serve all patients who need hospitalization. It can be concluded that COVID-19 is a newly emerging disease, clinical symptoms and emergencies of each patient can certainly be different and difficult to predict. Telemedicine as a remote health service can be a means to facilitate clinical monitoring of patients during self-isolation. The implementation of telemedicine ensures the continuity of health services quite effectively and efficiently, the way telemedicine works helps protect patients and health workers from exposure to infection and reduces the burden on hospitals, so it is quite appropriate to be used as a strategy in handling if there is a spike in COVID-19 cases in the future or application to other similar circumstances
ANALISIS MANAJEMEN ANGGARAN PADA RUMAH SAKIT RUJUKAN DI MASA PANDEMI COVID-19
Manajemen anggaran merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban pengelolaan anggaran kas yang didistribusikan oleh pemerintah kepada instansi rumah sakit sehingga anggaran yang diberikan oleh pemerintah pusat dapat dipergunakan secara efektif, efisien dan tepat sasaran. Untuk mengkaji dan mengeksplorasi manajemen anggaran pada rumah sakit di Indonesia di masa pandemi COVID-19 berkaitan dengan anggaran pengadaan APD dan sarana prasarana di rumah sakit sebagai upaya penanggulangan pandemi COVID-19. APD merupakan salah satu instrumen krusial yang harus digunakan oleh seluruh tenaga medis dalam melaksanakan tugasnya, hal ini memicu peningkatan anggaran pengadaan APD. Literature review dengan mengkaji penelitian terdahulu yang relevan. Manajemen anggaran dalam rumah sakit belum terkategori efektif dan efisien sehingga diperlukan perencanaan dan manajemen anggaran yang lebih matang bagi rumah sakit untuk mengelola anggaran. Pengalokasian dana yang dilakukan pada beberapa rumah sakit di Indonesia direalisasikan dengan melakukan pembelian alat dan juga perlengkapan APD untuk menambahkan sarana dan prasarana yang digunakan dalam penanggulangan COVID-19
KINERJA PELAYANAN POLIKLINIK OBSTETRI DAN GINEKOLOGI DENGAN METODE PERFORMANCE PRISM DI RSIA SAMMARIE BASRA
Analisis kinerja pelayanan unit merupakan hal yang sangat penting bagi peningkatan atau pertumbuhan pelayanan di rumah sakit. Penelitian ini membahas analisis kinerja pelayanan Poliklinik Obstetri dan Ginekologi (Obgin) di RSIA SamMarie Basra dengan menggunakan metode Performance Prism. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan tujuan mendapat gambaran stakeholder satisfaction, stakeholder contribution, strategi, proses, dan kapabilitas melalui wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan kepuasan masing-masing stakeholder terhadap kinerja Poliklinik Obgin belum maksimal karena sebagian besar keinginan dan kebutuhan stakeholder belum terpenuhi. Sementara kontribusi yang diharapkan rumah sakit dari segi pertumbuhan kunjungan dan loyalitas pasien Obgin belum terpenuhi. Sejumlah strategi poliklinik Obgin masih kurang mampu meningkatkan kinerja pelayanan karena proses dan pelaksanaannya belum maksimal seperti pada manajemen waktu petugas dan alur proses yang belum seragam. Sementara dari sisi kapabilitas, rumah sakit masih kurang dalam hal jumlah peraturan/kebijakan dan SDM dalam pelayanan Obgin. Secara keseluruhan analisis kinerja Poliklinik Obgin RSIA SamMarie Basra masih berada pada skala performa kurang. Maka diperlukan perbaikan kinerja pelayanan di Poliklinik Obgin sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan pelayanan
Tinjauan Literatur : Perkembangan Program Penanggulangan Stunting di Indonesia
Di Indonesia, masalah stunting masih menjadi fokus utama terkait isu di bidang kesehatan bagi pemerintah Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, prevalensi stunting di Indonesia mengalami penurunan. Data dari Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018 menunjukan terjadi penurunan kasus stunting dari 37,2% pada tahun 2013 menjadi 30,8% pada tahun 2018. Beberapa program penanganan kasus stunting telah dilakukan, seperti pemberian makanan tambahan untuk bayi dan ibu hamil. wanita, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana program prevalensi stunting dijalankan di Indonesia. Penelitian merupakan studi kepustakaan melalui pengumpulan dan penelaahan terhadap penelitian-penelitian sebelumnya. Data yang ditemukan adalah hasil review pustaka artikel berbasis database Pubmed dan Google Scholar menggunakan kata kunci Stunting, program stunting, evaluasi program. Review ini, menerapkan batasan tahun terbit yaitu 7 tahun (2016 sd April 2022). Ada 6 artikel yang memenuhi kriteria. Dengan banyaknya program dari pemerintah untuk memberantas kasus stunting di Indonesia, masih terdapat kendala yang sering terjadi selama pelaksanaan, seperti keterbatasan sumber daya manusia, keterlambatan pencairan dana bantuan operasional kesehatan, dan kurangnya kampanye pengenalan program stunting. Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan pemantauan, evaluasi, dan tindakan untuk memberantas hambatan program stunting guna meningkatkan efektivitas program. Dengan begitu, kasus stunting di Indonesia bisa berkurang
Perbedaan Efektivitas Video dan Flipbook Aktivitas Fisik Terhadap Pengetahuan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara
Latar Belakang. Aktivitas Fisik merupakan salah satu poin penting dari Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2017 mengenai suatu gerakan yang mendukung gaya hidup sehat di masyarakat yaitu Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS). Mahasiswa FKM USU memiliki tingkat aktivitas fisik ringan yang tinggi yaitu sebesar 81,2%. Salah satu hal memengaruhinya yaitu mahasiswa FKM USU jarang membaca informasi mengenai aktivitas fisik.Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas video dan flipbook aktivitas tentang fisik terhadap pengetahuan Mahasiswa FKM USU.Metode. Rancangan penelitian yang digunakan adalah menggunakan desain penelitian Quasi Experiment Design dan desain penelitian Non-Equivalent Control Group Design.Hasil. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan nilai rerata pengetahuan pada kelompok media video dan flipbook. Diketahui nilai probabilitas kedua variabel tersebut <0,05 yang memiliki makna terdapat hubungan bermakna yang signifikan terhadap pengetahuan responden. Nilai rerata pengetahuan responden yang diberi intervensi melalui media flipbook lebih tinggi dibandingkan dengan responden yang diberi intervensi melalui media video.Kesimpulan. Media Flipbook lebih efektif dibandingkan dengan media video terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap Mahasiswa FKM USU tentang aktivitas fisik. ABSTRACT Bakground. Physical activity is one of the important points of the Presidential Instruction of the Republic of Indonesia Number 1 of 2017 regarding a movement that supports a healthy lifestyle in the community, namely Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS). USU's FKM students have a high level of light physical activity, which is 81.2%. One of the things that influenced him was that USU's FKM students rarely read information about physical activity.Aim. This study aims to determine the differences in the effectiveness of videos and flipbooks about physical activity on the knowledge of USU FKM students. Method. The research design used was a Quasi Experiment Design research design and a Non-Equivalent Control Group Design research design. Result. This study found that there were differences in the mean values of knowledge in the video and flipbook media groups. Whether or not the dependency value of the two variables is <0.05 which means there is a significant significant relationship to the respondent's knowledge. The mean value of knowledge of respondents who were given intervention through flipbook media was higher than respondents who were given intervention through video media.Conclusion. Flipbooks are more influential than video media on the knowledge and attitudes of USU FKM students regarding physical activity
Stigma Pekerja terhadap Penyandang Disabilitas di Tempat Kerja
Latar Belakang. Inklusifitas di tempat kerja bagi pekerja dengan disabilitas diwajibkan dan diatur oleh pemerintah. Namun pekerja dengan disabilitas tidak hanya menghadapi tantangan dalam pemenuhan hak untuk memperoleh pekerjaan yang layak, tetapi juga menghadapi stigma dari rekan kerja. Hal tersebut memengaruhi kinerja pekerja dengan disabilitas, yang dalam jangka panjang akan memengaruhi kinerja perusahaan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran stigma pekerja terhadap pekerja dengan disabilitas di tempat kerja.Metode. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain studi potong lintang. Populasi penelitian ini adalah pekerja yang sedang bekerja minimal tiga bulan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling dengan melakukan pengisian kuesioner melalui google form dengan total sampel sebesar 71 orang.Hasil. Hasil penelitian menunjukkan 30,99% responden memiliki stigma yang tinggi, 40,85% responden mempunyai sikap negatif yang tinggi, 38,03% responden dengan diskriminasi yang tinggi, dan 38,03% dengan persepsi keadilan yang rendah terhadap pekerja dengan disabilitas.Kesimpulan. Pekerja dengan disabilitas mendapatkan stigma dan diskriminasi di tempat kerja. Hal ini merupakan salah satu faktor penyerapan angkatan kerja pada usia produktif kelompok penyandang disabilitas rendah apabila dibandingkan dengan kelompok non disabilitas. ABSTRACT Background: Inclusiveness in the workplace for workers with disabilities is required and regulated by the government. However, workers with disabilities face challenges in fulfilling their right to obtain decent work and the stigma from colleagues. This situation affects the performance of workers with disabilities, which in the long run will affect company performance.Objective: This study aims to describe the stigma of workers against workers with disabilities in the workplace.Method: The study was a descriptive study with a cross-sectional study design. The population was workers working for at least three months. The sampling technique was accidental sampling by filling out a questionnaire through Google form with a total sample of 71 people.Results: The results showed that 30.99% of respondents had a high stigma, 40.85% of respondents had high negative attitudes, 38.03% of respondents had high discrimination, and 38.03% had low perceptions of justice towards workers with disabilities.Conclusion: Workers with disabilities experience stigma and discrimination in the workplace. This is one of the factors in the low absorption of the workforce at productive age groups with disabilities when compared to non-disabled groups
Peran Remaja Tutor Dalam Pencegahan Anemia Remaja Putri
Background.Anemia is one of the public health problems in Indonesia that can be experienced by all age groups range from toddlers to old age. The results of Riskesdas 2018 stated that in Indonesia 48.9% of pregnant women experience anemia. As many as 84.6% of anemia in pregnant women occurs in the age group of 15-24 years. Increasing the role of Posyandu cadres for young women in the consumption of blood-added tablets (TTD) in Panca Mukti Village, Pondok Kelapa District, is one of the efforts to prevent anemia as early as possible, in order to anticipate further impacts that can cause current public health problems such as stunting. Method. Pelaksana an devotion activity to the Community of Mitra Village Development scheme in Panca Mukti Village, Pondok Kelapa District, Bengkulu Tengah Regency through a model of involvement of adolescent and community cadres (PRA), using methods based on science and local cultural wisdom (PTD), an approach that involves the community (CD), persuasive and educational. External. The types of mandatory outputs in this activity include printed / electronic publications, video activities, increasing the role of partners, as well as additional outputs in the form of Educational Modules and Videos Conclusions and Suggestions. There is an increase in behavioral scores (knowledge, attitudes and actions) of adolescent tutors and young women in the prevention of anemia in Panca Mukti Village, Bengkulu Tengah Regency, through training,cadre training and online and offline assistance . Keywords: adolescents, anemia, behavior
Gambaran Pengetahuan, Kadar Hemoglobin, dan Asupan Zat Besi pada Remaja di Kampung Lio, Depok
Prevalensi anemia pada kelompok remaja usia 15-24 tahun tergolong cukup tinggi mencapai 32%. Angka ini mengindikasikan bahwa anemia merupakan masalah yang cukup serius karena prevalensinya melewati ambang batas yang ditetapkan sebesar 20%. Prevalensi anemia di Depok telah mengalami penurunan dari 36,6% menjadi 16,42% pada tahun 2019. Meskipun demikian, angka anemia menduduki 20 besar penyakit rawat inap di Depok. Maka, perlu inovasi program dengan mengharmonisasikan sektor kesehatan, ilmu pengetahuan, dan teknologi sekaligus melibatkan berbagai stakeholders untuk mencegah terjadinya anemia. Program SIAP (Smart Intervention for Anemia Prevention) hadir dengan mengedepankan inovasi teknologi guna mendukung upaya pencegahan anemia yang holistik mulai dari deteksi dini, pemberian tablet tambah darah, dan edukasi. Intervensi program SIAP dilakukan di Kampung Lio melalui penyuluhan, kuesioner, dan penggunaan ATM SIAP. Hasil intervensi dari program SIAP menunjukkan masih adanya 5 remaja yang mengalami anemia dan 9 remaja dengan asupan zat besi yang kurang. Tingkat pengetahuan remaja Kampung Lio mengalami peningkatan sebesar 58,1% setelah intervensi. Hal tersebut menunjukkan pentingnya edukasi mengenai anemia kepada para remaja agar dapat mencegahnya secepat mungkin. Pengecekan kadar hemoglobin noninvasif juga menjadi salah satu pilihan yang tepat. ATM SIAP menjadi teknologi yang mendukung tujuan program SIAP untuk mempermudah deteksi dini dan edukasi tentang anemia
Patients' Experiences in Using Diabetes Self-Management Application: A Scoping Review
Diabetes cases continue to increase and burden the nursing system worldwide. Diabetes Self-Management application software (DSM apps) can enable patients to manage their disease independently while simultaneously reducing the burden of the system. These apps are already available, yet global patients’ interests in using them are still low. This research aimed to describe the global tendencies of diabetes app usage as an effort to manage diabetes cases by exploring the perceptions of diabetes patients on the use of DSM apps. This study summarized journal searches from the Elsevier, Wiley, BMC, and JMIR database with the search terms “web-based and mobile technology,” “digital health intervention,” “diabetes management mobile application,” “mobile health for diabetes self-management,” “tablet-based self-management,” and “diabetes self-management qualitative.” A total of nine journals published between January 1, 2018, to December 31, 2020, that meet the inclusion and exclusion criteria were selected. The study concluded diabetic patients in Asia, Africa, Europe, Australia, and America stated that the DSM apps used was helpful in managing diabetes. Other demographic factors such as age, level of education, and economic status have influenced the perception and tendency to use DSM apps