Faculty of Public Health Journal Universitas Indonesia
Not a member yet
1218 research outputs found
Sort by
Beban Penyakit dan Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular di Indonesia
Penyakit tidak menular (PTM) menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Program pencegahan dan pengendalian PTM hendaknya sesuai dengan beban PTM di masyarakat. Penelitian bertujuan menganalisis beban penyakit (burden of disease/BoD) dan program pencegahan dan pengendalian PTM di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian mixed methods (kuantitatif dan kualitatif) yang dilaksanakan di DKI Jakarta, Jambi, dan DI Yogyakarta pada Juli – Desember 2019. Desain studi yang digunakan pada penelitian kuantitatif adalah descriptive cross-sectional. Variabel yang dikaji adalah beban PTM, program pencegahan dan pengendalian PTM, dan gap antara program PTM dan beban PTM. Beban PTM menggunakan data sekunder hasil studi BoD 2017. Program dan gap PTM menggunakan data primer yang digali dari informan yang berasal dari Kementerian Kesehatan, organisasi profesi, lembaga swadaya masyarakat, dan dinas kesehatan provinsi. Pedoman wawancara dan panduan round table discussion (RTD) digunakan untuk mengumpulkan data primer. Data sekunder dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan data primer dianalisis kualitatif dengan content analysis. Triangulasi data menggunakan triangulasi metode yaitu wawancara mendalam dan RTD. Hasil kajian menujukkan beban PTM sangat tinggi yaitu 70% dari seluruh beban penyakit, faktor risiko utama PTM adalah tekanan darah tinggi, diet, gula darah tinggi, obesitas, dan merokok. Program promosi, pencegahan, dan deteksi dini PTM kurang optimal. Data BoD dapat dimanfaatakan di tingkat nasional maupun provinsi. Terdapat gap antara program dengan beban PTM. Solusi yang ditawarkan yaitu peningkatan promosi kesehatan melalui teknologi informasi, peningkatan deteksi dini, pengendalian faktor risiko terutama diet dan rokok
TRANSFORMASI DIGITAL SEBAGAI BAGIAN DARI STRATEGI PEMASARAN DI RUMAH SAKIT SILOAM PALANGKA RAYA TAHUN 2020
Transformasi digital dalam bidang pelayanan kesehatan diterapkan melalui pendekatan berbasis teknologi demi meningkatkan pelayanan kesehatan yang terpusat pada pasien. Dalam kaitannya dengan rencana strategis pemasaran, maka transformasi digital tercakup di dalam bauran pemasaran produk, promosi, dan tempat/distribusi. Penilaian pengembangan teknologi pelayanan kesehatan bisa didasarkan pada tujuh area besar, yaitu 1) Manajemen teknologi informasi kesehatan terintegrasi; 2) Citra medis (medical images); 3) Rekam medis elektronik; 4) Teknologi informasi dan gawai yang bersifat portable; 5) Akses terhadap e-Health; 6) Telemedicine; serta 7) Kerahasiaan data medis. Transformasi digital di Rumah Sakit Siloam Palangka Raya menunjukkan dampak perbaikan dalam hal efisiensi biaya dan alur proses, namun belum mampu menunjukkan cakupan adopsi pemanfaatan yang memuaskan berkaitan dengan latar belakang pemahaman masyarakat akan teknologi. Meskipun demikian, transformasi digital dapat dijadikan sebagai bagian dari strategi pemasaran dalam meningkatkan jumlah kunjungan pasien ke rumah sakit
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stroke pada Penduduk Usia ≥15 Tahun di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Analisis Data Riskesdas 2018)
Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, prevalensi stroke pada penduduk usia ≥ 15 tahun di Indonesia sebesar 7 permil dan mengalami kenaikan dari tahun 2007 yang sebesar 6 permil. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi provinsi dengan prevalensi stroke tertinggi kedua di Indonesia dan prevalensinya melebihi angka nasional yakni sebesar 10,3 permil pada tahun 2013. Tujuan studi ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stroke pada penduduk usia ≥15 tahun di Provinsi DIY. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, dengan menganalisis data Riskesdas 2018 Provinsi DIY sebanyak 6695 responden. Chi square dan regresi logistik ganda digunakan sebagai uji statistik pada penelitian ini. Hasil penenlitian menyatakan prevalensi stroke pada penduduk usia ≥ 15 tahun di Provinsi DIY tahun 2018 sebesar 1,7%. Faktor yang memiliki hubungan statistik signifikan dengan kejadian stroke antara lain usia (POR=3,23; 95% CI=2,03-5,13), aktivitas fisik (POR=2,86; 95% CI=1,90-4,31), hipertensi (POR=5,69; 95% CI=3,68-8,79), penyakit jantung (POR=2,57; 95% CI=1,47-4,48), dan diabetes melitus (POR=2,44; 95% CI=1,49-3,40). Dari penelitian ini, disimpulkan bahwa ada hubungan antara usia, aktivitas fisik, hipertensi, penyakit jantung, dan diabetes melitus dengan kejadian stroke pada penduduk usia ≥ 15 tahun di Provinsi DIY
Utilizing Rapid Molecular Tests (RMT/RIF) in Tuberculosis Drug-Sensitive/Resistant Discovery in Indonesia: A Pilot Study
The underdiagnosis and underreporting of tuberculosis (TB) indicators are unresolved problems. The rapid molecular test (RMT) is one of the breakthroughs for TB case finding by using safer and more sensitive equipment; it is even believed to help find drug-resistant TB. The results of several webinars held regularly by a TB program as well as its evaluation and the use of RMT formed the basis of this study. This initial pilot study aimed to provide an overview of case finding for both drug-sensitive and drug-resistant TB using RMT. A cross-sectional study was conducted on samples in several provinces in Indonesia that have used RMT, both in remote or non-remote island borders areas and fiscal capacity. Regarding the use of RMT for drug-sensitive TB case finding, the largest contributors were males aged above 15 years, while in the drug-resistant TB case finding group, the biggest contributor was the use of RMT in 2017 and 2018. Overall, the findings could only describe the situation in the study area. The use of RMT in drug-sensitive TB case finding would be maximized if the detected cases are males aged above 15 years, while RMT can help find cases of drug-resistant TB
Rehabilitation Management to Improve Respiratory Function in Severe and Critical COVID-19 Survivors: A Literature Review
Post-acute COVID-19 symptoms impact the quality of life, and pulmonary rehabilitation is recommended. This study explored the implementation, outcomes, and barriers of such programs for severe and critical COVID-19 survivors, focusing on improving respiratory function. Articles search was conducted from October to November 2021 through Google Scholar and PubMed databases. Pulmonary rehabilitation programs in severe and critical cases of COVID-19 survivors have a similar purpose in other respiratory cases. Pulmonary rehabilitation programs, including breathing, resistance, stretching, cardiorespiratory endurance exercises, respiratory physiotherapy, relaxation techniques, and education, significantly improved lung function and reduced symptoms. No studies exploring barriers to pulmonary rehabilitation were found. In conclusion, pulmonary rehabilitation programs for COVID-19 survivors with severe and critical cases have improved respiratory functions
Pengaruh Edukasi Kesehatan terhadap Peningkatan Pengetahuan Pengelolaan Sampah Sebagai Upaya Mewujudkan Program Bantul Bersih Sampah 2025
ABSTRAKLatar Belakang. Timbulan sampah tahunan Indonesia mencapai 19,255,966.82 ton dan sampah harian 52,756.07 ton di tahun 2022. Penduduk yang berdomisili di Bantul sekitar satu juta orang dengan perkiraan sampah yang dihasilkan oleh masyarakat 600 ton/hari. Pemerintah Kabupaten Bantul hanya dapat menampung 100 ton/hari. Oleh karena itu, pemerintah Kabupaten Bantul mencanangkan Program Bantul Bersih Sampah 2025. Program ini berbasis masyarakat di mana sasaran utama harus dilibatkan terlebih dahulu. Namun, pemahaman masyarakat Bantul terkait dengan pengelolaan sampah masih rendah.Tujuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan mengenai pengelolaan sampah guna mewujudkan Bantul Bersih sampah 2025.Metode. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan kuasi-eksperimental. Responden merupakan ibu rumah tangga yang tergabung dalam kelompok dasa wisma dari tiga padukuhan di Kabupaten Bantul. Pengambilan data primer dilakukan dengan kuesioner pre-test dan post-test mengenai pengelolaan sampah. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon guna mengetahui pengaruh intervensi edukasi kesehatan yang diberikan kepada responden.Hasil. Dari 41 ibu rumah tangga yang mengikuti kegiatan edukasi kesehatan, hanya 26 responden yang mengisi dengan lengkap kuesioner pre-test dan post-test. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan pengelolaan sampah melalui edukasi kesehatan (nilai p 0.05). Intervention in health education is one of the efforts to realize the 2025 Clean Garbage Bantul program, marked by increased public knowledge.
EVALUASI PENERAPAN PILOT PROJECT GLOBAL BUDGET SEBAGAI SISTEM PEMBAYARAN KLAIM PADA RSUD WATES
Pembayaran klaim atas layanan kesehatan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kesehatan keuangan sebuah rumah sakit. Indonesia telah mengalami beberapa perubahan sistem pembayaran yang berlaku. BPJS Kesehatan memulai studi operasional penerapan sistem pembayaran mixed-method INA-CBGs dan Global Budget sejak tahun 2018 yang terdiri dari tiga tahap di lima kabupaten/kota di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan sistem Global Budget di RSUD Wates sebagai salah satu rumah sakit di Kabupaten Kulon Progo yang menjadi pilot project BPJS-K. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dan pengambilan data dilakukan dengan studi dokumen dan wawancara. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa pada tahun 2021 RSUD Wates mengalami surplus anggaran dan sebaliknya, di tahun 2022 rumah sakit mengalami defisit yang cukup signifikan. Meskipun demikian, efisiensi pembiayaan pelayanan kesehatan di RSUD Wates belum dapat dievaluasi secara keseluruhan dalam pelaksanaan uji coba global budget. Penerapan sistem global budget di RSUD Wates dilakukan pada kondisi yang tidak ideal dimana kondisi pada tahun 2020-2022 terjadi pandemi COVID-19 sehingga data jumlah pasien menjadi kurang relevan sebagai acuan perhitungan anggaran. Selain itu, semua tahapan dalam uji coba belum sepenuhnya dilaksanakan. Koordinasi dan peran dari para pemangku kebijakan diharapkan dapat lebih ditingkatkan agar kompetensi dan efisiensi pelayanan kesehatan rumah sakit menjadi optimal
Effects of Using an Application for Postpartum Contraceptive Use in Family Planning Counseling During Pregnancy
A decision-making tool for family planning flipchart is used for contraceptive counseling, but the use of this flipchart is suboptimal. In this study, primary study resulted in innovative decision-making tools for family planning applications. “Si KB Pintar” was also developed, a tool that women can use to discuss contraceptives with their husbands after family planning counseling. This study analyzed the effectiveness of family planning counseling during pregnancy by applying postpartum contraceptive use. Analytical quantitative quasi-experimental methods were used with a control group design. The sampling method was two-stage sampling. In the first stage, from 22 primary health care (PHC) in Cirebon City, Indonesia, 11 intervention and 11 control groups were selected using random allocation. Five participants were taken from each PHC in the second stage using simple random sampling. The findings indicated that participants given family planning counseling using an application had a 2.4 times higher likelihood of using postpartum contraception compared to flipcharts after controlling for age and parity variables. Because these applications are only for Android users, applications should be produced that all users can utilize in further study
ANALISA KEBIJAKAN PEMBATASAN SOSIAL BERSKALA BESAR DALAM PENANGGULANGAN CORONAVIRUS DISEASE 2019 (COVID-19) DI KOTA BOGOR
Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) is a policy needed by Bogor City's people to prevent the spread of COVID-19. In its implementation, Bogor City conducted 5-stage of PSBB. This policy provides an overview to stakeholders regarding evaluation, Analysis of strengths, weaknesses, opportunities, and threats, as well as recommendations for PSBB policies in Bogor City. This study uses a Rapid Analysis approach with Media Content Analysis on various policies made by its Government regarding PSBB published from April 13 - June 25, 2020. Data analysis uses a policy triangle and a SWOT model. Policy actors issued 18 health, socio-economy, education, transportation, employment, and religion regulations. At the same time, the content consists of guidelines for implementing PSBB in various sectors such as public places/facilities, educational institutions, workplaces, health facilities, places of worship, transportation facilities, markets/shopping centers, punishment for PSBB violations, as well as content regarding the extension of the PSBB itself. The response of the Bogor City Government to the COVID-19 pandemic was excellent and fast. However, many violations have occurred in the implementation even though there has been punishment. Lack of policy control, low community compliance, and lack of infrastructure can interfere with the implementation of PSBB. There is a need for the cooperation of all parties so that PSBB can run effectively
Health and Nutritional Status Among Internally Displaced Children under Five Years, during the Civil War: Sri Lankan Experience
AbstractAround the globe, 1 in 6 children become vulnerable to grave physical and mental violence, hunger, sexual assaults, and exploitation of human rights due to war. These adversities are multi-dimensional, synergistic, and often subtle. This study attempted to evaluate the health and nutritional status of children aged under five years and living in the war zone of Sri Lanka, in view of improving the health services delivered to them. The study used a descriptive cross-sectional design. The study sample, 400, was based on probability proportionate and then systematic sampling drawn from IDP camps located in the Vavuniya district. Validated instruments along with hemoglobin and anthropometry measurements were administered. Among children, more than half were malnourished based on weight for height z-score (WHZ) anthropometry index (<-2 SD) One-fourth had not received age-appropriate vaccinations. More than 50% had psychological symptoms. Maternal and Child Health service gaps were observed along with deficits in the curative service. Identifying and addressing these complex health and nutritional problems in a multi-sector collaborative manner is a priority; the main focuses are nutrition, vaccination, mental healthcare, and essential maternal care. Keywords: child health, malnutrition, mental health, war, displacement AbstrakDi seluruh dunia, 1 dari 6 anak rentan terhadap kekerasan fisik dan mental yang berat, kelaparan, kekerasan seksual, dan eksploitasi hak asasi manusia akibat perang. Masalah ini bersifat multi-dimensi, sinergis, dan seringkali tidak terlihat. Studi ini mencoba mengevaluasi status kesehatan dan gizi anak berusia di bawah lima tahun dan tinggal di zona perang Sri Lanka untuk meningkatkan layanan kesehatan yang diberikan kepada mereka. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 400 anak didasarkan pada probabilitas proporsional dan kemudian penarikan sampel sistematis dari kamp-kamp pengungsi yang terletak di Distrik Vavuniya. Instrumen yang divalidasi bersama dengan pengukuran hemoglobin dan antropometri juga dilakukan. Diketahui lebih dari setengah anak-anak mengalami malnutrisi berdasarkan indeks antropometri Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB)(<-2 SD). Seperempatnya belum menerima vaksinasi sesuai usia. Lebih dari 50% memiliki gejala psikologis. Kesenjangan layanan Kesehatan Ibu dan Anak terobservasi bersama dengan kurangnya layanan kuratif. Mengidentifikasi dan mengatasi masalah kesehatan dan gizi yang kompleks ini dengan cara kolaborasi multisektor merupakan prioritas; fokus utamanya adalah gizi, vaksinasi, perawatan kesehatan mental, dan perawatan ibu yang esensial. Kata Kunci: kesehatan anak, malnutrisi, kesehatan mental, perang, pengungsia