Faculty of Public Health Journal Universitas Indonesia
Not a member yet
1218 research outputs found
Sort by
Occupational Stress among Academicians between Two Selected Universities in Malaysia and Indonesia During the COVID-19 Pandemic: A Comparative Study
Occupational stress has become a major concern for both employees and employers globally. Stress leads to a loss of interest among workers as well as unproductive and valueless outputs if not managed well. The education sector is one work setting dominated by stress. This comparative cross-sectional study aimed to determine the levels of depression, anxiety, and stress among academicians as well as their work-related stressors and coping strategies between a selected public university in Malaysia and a private university in Indonesia. A total of 82 academicians from universities in Malaysia and 52 from Indonesia were recruited using convenience sampling. Data was collected using a validated self-reported questionnaire via Google Forms. The prevalence of depression, anxiety, and stress among Malaysian academicians was 19.5%, 29.5%, and 12.2%, respectively. In contrast, the prevalence of depression, anxiety, and stress among Indonesian academicians was 15.7%, 33.3%, and 9.8%. Career development, research, teaching, and interpersonal relationships significantly contributed to stress at both universities (p-value<0.05). Participants from both universities reported using active coping, planning, venting, self-distraction, positive reframing, acceptance, and religion as coping strategies. In conclusion, determining depression, anxiety, and stress prevalence; major work-related stressors; and coping strategies are essential to maintaining the safety, health, and well-being of academicians, which eventually can encourage university administrators to provide support in enhancing their quality of life
Analisis Kinerja FKTP Pemerintah di Era JKN dengan Metode Balanced Scorecard: Studi Kasus di Puskesmas Bandar Baru Tahun 2022
Upaya kesehatan di fasilitas kesehatan telah memasuki babak baru di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) saat ini. Puskesmas Bandar Baru, sebagai salah satu Puskesmas terbesar di Kabupaten Pidie Jaya dengan pendapatan terbesarnya bersumber dari JKN, dituntut untuk memiliki mutu pelayanan kesehatan berkualitas sekaligus mampu melakukan efisiensi dalam penggunaan sumber daya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) pemerintah dalam hal ini Puskesmas Bandar Baru di era JKN saat ini dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif guna mengumpulkan data primer dan data sekunder untuk perspektif finansial, pelanggan, bisnis internal dan pengembangan. Hasil studi menunjukkan antara lain bahwa Puskesmas Bandar Baru kurang bertumbuh dari perspektif finansial dikarenakan adanya pemekaran puskesmas pembantu di bawahnya. Di sisi lain, Puskesmas tersebut memiliki nilai tingkat ekonominya yang ekonomis (Tek < 100%) di tahun 2019-2020, namun di tahun 2021 tidak ekonomis (Tek =100%). Sementara, nilai tingkat efektivitas-nya tidak efektif (Tev < 100%; 2019-2021), dan nilai tingkat efisiensinya tidak efisien (Tef =100%;2019-2020), dan efisien pada tahun 2021(Tef < 100%). Dari sisi perspektif pelanggan indeks kepuasan terendah pada sarana dan prasarana Puskesmas. Sedangkan, pada perspektif bisnis internal, turn over pegawai tidak tinggi meskipun pelatihan pegawai masih kurang. Diperlukan upaya peningkatan program kesehatan inovatif yang dapat memperbaiki capaian puskesmas, di mana hal ini dalam waktu bersamaan juga dapat meningkatkan jumlah pasien baru guna mencapai pertumbuhan keuangan maksimal Puskesmas Bandar Baru
Maternal Factors Influencing Postpartum Depression in Indonesia
The estimated prevalence of postpartum depression differs in developed and developing countries. Due to the increasing number of cases in developing countries like Indonesia, postpartum depression has become a serious issue. This study aimed to identify factors influencing postpartum depression in Bandar Lampung, Indonesia, in 2023 using the Edinburgh Postnatal Depression Scale instrument. This study employed a cross-sectional design with a sample size of 251 respondents, selected based on inclusion and exclusion criteria using a purposive sampling technique. The multiple logistic regression results indicated that women with abortion records had a three times higher risk (95% CI = 1.394–7.648; p-value = 0.013) of experiencing postpartum depression after controlling for other variables (record of depression, employment status, education, and family support). Postpartum women should be followed by midwives and given regular assistance from their loved ones, such as their spouse or family, to prevent depression. These experts can monitor the mother’s well-being and share information on maternal and infant health
Social Media Use Behavior and Social Media Disorder Among Faculty of Public Health Students During the COVID-19 Pandemic
Excessive use of social media may lead to vulnerability to social media disorder, which is significantly related to the trend of mental health problems among college students. This study aimed to assess the prevalence of social media disorder among college students and to determine the relationship between the number of social media accounts, the total duration of social media use, and social media disorder. This cross-sectional study collected data through an online survey of 201 college students from the class of 2021 at the Faculty of Public Health, Universitas Indonesia. This study used the Social Media Disorder scale and univariate and bivariate analysis to analyze the data. The prevalence of social media disorder was 23.9%; 93% of students were classified as high-duration social media users, and 58.2% had more than 10 accounts. Statistically, there was a significant relationship between the number of accounts (p-value = 0.045) and social media disorder. However, there was no significant relationship between the duration of social media use and social media disorder (p-value = 0.560). As a suggestion, the self-regulation factor must be considered an independent variable in predicting social media disorder among college students
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Analisis Data Surveilans Hipertensi di Tingkat Puskesmas Kota Bukittinggi Tahun 2022
Masalah penyakit tidak menular prioritas di Kota Bukittinggi adalah hipertensi, namun cakupan SPM (25,62%) dan deteksi dini nya (9,20%) masih rendah. Evaluasi sistem surveilans menunjukkan salah satu fungsi pokok surveilans (analisis data) tidak terlaksana. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan analisis data surveilans hipertensi bagi petugas puskesmas. Desain penelitian adalah NonExperimental Pre – Post Test Design dengan total sampling sebanyak 14 orang yang dilaksanakan pada bulan November 2022 s/d Januari 2023. Intervensi dalam penelitian ini berupa pelatihan dengan metoda ceramah dan latihan pratikum. Analisis data menggunakan uji T dependen (Paired t test) dan Mc-Nemar. Hasil penelitian menunjukkan latar belakang pendidikan responden paling banyak D3 (92,86%), masa jabatan ≤ 1 tahun (78,57%) dan kelompok usia dewasa 26 – 45 tahun (78,57%). Rata – rata skor pengetahuan sebelum pelatihan 9,07 (95%CI= 8,02 – 10,12) dan sesudah pelatihan 12,86 (95%CI= 11,73 – 13,98). Ada perbedaan rata – rata pengetahuan responden sebelum dan sesudah pelatihan (p=0,0001). Responden terampil sebelum pelatihan sebanyak 5 orang dan sesudah pelatihan 12 orang. Ada perbedaan rata – rata keterampilan responden sebelum dan sesudah pelatihan (p =0,0391). Penelitian ini dapat menjadi bahan masukan bagi pemerintah Kota Bukittinggi dalam meningkatkan kapasitas petugas puskesmas lainnya untuk melakukan analisis data penyakit dan masalah kesehatan
Gambaran Faktor Risiko Pasien HIV dengan Tuberkulosis di RSUD Kota Bogor
Tuberkulosis merupakan infeksi opportunistik yang mematikan. WHO melaporkan bahwa TB menjadi penyebab kematian 187.000 pasien HIV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor risiko pasien HIV yang menderita TB berdasarkan karakteristik demografi, stadium klinis HIV, status sosial ekonomi dan faktor risiko HIV/AIDS di RSUD Kota Bogor tahun 2016-2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain studi cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan cara purposive sampling dan didapatkan sampel sebanyak 60 responden. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukan jumlah pasien HIV TB (+) periode 2016-2021 di RSUD Kota Bogor sebagian besar berusia < 35 Tahun (73,7%), berjenis kelamin laki laki (90,2%), belum menikah (82,8%) tingkat pendidikan tinggi (71,7%), status tidak bekerja (80%), berada pada stadium klinis 3 dan 4 (82,6%) dan memiliki status sosial ekonomi kurang mampu (81,6%) serta faktor risiko perilaku seksual (72,4%). Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat tiga karakteristik yang dapat menyebabkan perbedaan status infeksi TB pada pasien HIV yaitu jenis kelamin dengan p value <0,001 dan PR=2,858 (95% CI:1,463-5,582) stadium klinis dengan p value < 0,001 dan PR=2,313 (95%CI:1,131-4,729) dan status sosial ekonomi dengan p value 0,001 dan PR=2,993 (95% CI 1,130-7,928). Perlunya deteksi dini TB pada pasien HIV maupun pemeriksaan HIV pada pasien TB sesegera mungkin agar tatalaksana pengobatan dapat dilakukan lebih awal untuk meminimalkan komplikasi yang lebih berat akibat koinfeksi HIV-T
Hubungan Tingkat Kebisingan dengan Tekanan Darah pada Penduduk di Sekitar Bandar Udara Halim Perdanakusuma Tahun 2023
Pada tahun 2021, terdapat 252,553 penderita hipertensi di Jakarta Timur. Salah satu faktor penyebab hipertensi adalah kebisingan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kebisingan dengan tekanan darah penduduk yang tinggal di sekitar Bandara Halim Perdanakusuma. Penelitian dilakukan pada Mei 2023 dengan menggunakan metode observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Jumlah sampel yaitu 86 responden dengan teknik sampling random walk. Alat ukur yang digunakan adalah sound level meter dan tensimeter digital. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini yaitu IPAQ untuk aktivitas fisik dan Recall 24 jam untuk konsumsi lemak. Pada analisis bivariat dan multivariat menggunakan uji cox regresi. Dari hasil analisis, terdapat 81% responden yang mengalami hipertensi dan 64% responden yang rumahnya bising. Dan dari Hasil analisis multivariat antara tekanan darah dan kebisingan didapatkan PR 1,4 (95% CI = 1,071-1,853) yang berarti berisiko, namun tidak ada variabel confounding pada penelitian ini. Jadi kesimpulannya, individu yang tinggal di tempat dengan kebisingan ≥55 dB memiliki risiko 1,4 kali lebih besar terkena hipertensi dibandingkan individu yang tinggal di tempat dengan kebisinga
Perubahan Perilaku Kesiagaan Bencana melalui Penggunaan Media Android-Based Digital Radio pada Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Padang
ABSTRAKLatar Belakang. Sosialisasi pengetahuan, sikap dan perilaku kesiapsiagaan bencana merupakan suatu proses pembelajaran. Tahapan yang dapat dikembangkan dalam proses pembelajaran kesiapsiagaan bencana salah satunya melalui media radio digital berbasis android. Survey awal tahun 2020 dilingkungan mahasiswa kesehatan didapatkan 55 % memiliki pengetahuan yang rendah, sedangkan untuk sikap didapatkan bahwa 89% mahasiswa memiliki sikap kurang baik terhadap kesiagaan bencana. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan perilaku kesiagaan bencana menggunakan media Android-Based Digital Radio pada mahasiswa Poltekkes Kemenkes Padang.Metode. Jenis penelitian ini adalah mix-method dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Populasi yang digunakan yaitu mahasiswa Poltekkes Kemenkes Padang, Sampel diambil menggunakan metode non-random sampling dengan teknik purposive sampling dari masing-masing Jurusan/Prodi. Penelitian kualitatif menggunakan informan ahli radio, BPBD, information technology (IT). Pengumpulan data menggunakan kuesioner google form dan pedoman wawancara. Pengolahan data dilakukan menggunakan SPSS secara univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon.Hasil. Penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan mahasiswa terhadap kesiagaan bencana sebelum menggunakan media radio digital berbasis android dengan rata-rata12,69 meningkat menjadi 13,98. Sikap mahasiswa terhadap kesiagaan bencana sebelum menggunakan media radio digital berbasis android dengan rata-rata 41,64 meningkat menjadi 43,83. Hasil penelitian menunjukkan terdapat efektifitas radio digital berbasis android terhadap pengetahuan (P=0,0001) dan sikap (p=0,0001). ABSTRACTBackground. Socialization of knowledge, attitudes and behavior of disaster preparedness is a learning process. Stages can be developed in the learning process of disaster preparedness through android-based digital radio media. The initial survey in 2020 in the health student environment found that 55% had low knowledge, while 89% of students had a poor attitude towards disaster preparedness. Objective. This study aims to determine changes in disaster preparedness behavior using Android-Based Digital Radio media for students of the Poltekkes Kemenkes Padang. Methods. This type of research is a mix method with qualitative and quantitative approaches. The population used was students of the Poltekkes Kemenkes Padang, the sample was taken using the Non-Random Sampling method with Purposional Sampling techniques from each Department / Prodi. Qualitative research uses radio, BPBD, Information of Technology (IT) expert informants. Data collection using google form questionnaires and interview guidelines. Data processing was carried out using SPSS in univariate and bivariate with the Wilcoxon test. Results. The study showed that students' knowledge of disaster preparedness before using android-based digital radio media with an average of 12.69 increased to 13.98. Student attitudes towards disaster preparedness before using android-based digital radio media with an average of 41.64 increased to 43.83. The results showed that there was an effectiveness of android-based digital radio on knowledge (P=0.0001) and attitudes (p=0.0001).
Hubungan Karakteristik Pasien, Prosedur, dan Penyakit Penyerta Dengan Biaya Langsung Medis Pada Pasien Rawat Inap Jantung Koroner
Penyakit jantung koroner menjadi penyakit katastropik yang menimbulkan beban biaya pengobatan yang tinggi. Di RSUD Dr.Iskak Tulungagung, jantung koroner menjadi penyakit dengan biaya tertinggi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa besarnya biaya langsung medis pasien jantung koroner mencapai lebih dari 50% dari total biaya pengobatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi besarnya biaya langsung medis pada pasien rawat inap jantung koroner yang meliputi: karakteristik pasien, prosedur medis, dan penyakit penyerta Penelitian analitik ini menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitiannya adalah pasien rawat inap jantung koroner di RSUD Dr.Iskak Tulungagung yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yaitu sebanyak 125 sampel. Pengambilan sampel dengan systematic random sampling. Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rho dan uji Eta. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pasien berusia 56-65 tahun, mayoritas laki-laki dengan lama rawat inap sebagian besar selama ≤ 3 hari. Mayoritas menjalani prosedur invasif dan sebagian besar memiliki penyakit penyerta. Rata-rata biaya langsung medis tahun 2020 Rp 26.788.964 sedangkan tahun 2021 Rp 31.553.045. Tiga biaya terbesar yaitu dari biaya cath lab, obat-obatan, dan tindakan dokter dan keperawatan. Prosedur medis dan penyakit penyerta menjadi faktor yang mempengaruhi besarnya biaya langsung medis
Korelasi Faktor Risiko Usia Pasien dengan Kasus dan Biaya Rawat Inap Penyakit Jantung di Indonesia (Analisis Serial Waktu Program Jaminan Kesehatan Nasional 2015-2021)
Penelitian ini menganalisis hubungan antara usia pasien dengan kasus, dan biaya rawat inap penyakit jantung di Indonesia. Desain penelitian ini adalah kuantitatif potong lintang menggunakan data sampel terbuka dari BPJS Kesehatan. Unit sampel pada penelitian ini adalah kasus rawat inap peserta program Jaminan Kesehatan Nasional 2015-2021 dengan jumlah sampel 43.921 yang dibobotkan menjadi 3.901.373 kasus rawat inap. Hasil penelitikan ini menunjukkan terjadi peningkatan kasus dan total biaya rawat inap penyakit jantung pada 2015-2019, namun turun saat pandemi Covid-19. Rata-rata biaya rawat inap penyakit jantung per kasus adalah 7,5 juta rupiah per tahun. Rata-rata biaya tertinggi per kasus adalah 185,47 juta rupiah per tahun; biaya terendah 1,5 juta rupiah per tahun; dan rata-rata total biaya 3,99 Triliun rupiah per tahun. Akumulasi biaya tahun 2015-2021 adalah 27,94 Triliun rupiah. Korelasi spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara usia dengan kasus, rata-rata dan total biaya rawat inap dengan kekuatan korelasi dan pola yang bervariasi. Korelasi dengan pola negatif hanya terjadi pada usia dengan rata-rata biaya rawat inap yang artinya semakin tinggi usia, maka rata-rata biaya rawat inap semakin rendah