TERBITAN BERKALA ILMIAH ONLINE FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS HALU OLEO
Not a member yet
    1538 research outputs found

    Dinamika Desa Moolo Kecamatan Batukara Kabupaten Muna: Sebuah Tinjauan Sejarah Desa, 1970-2022

    No full text
    This article aims to explain the background to the formation of Moolo Village, Batukara District, Muna Regency, and the origins of its population. This research also analyzes the dynamics that happened in Moolo Village during the period 1970-2022. This research uses historical methods. According to Louis Gottschalk, there are four stages of work in historical research: heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The results of this research are the formation of Moolo as a village was inseparable from the first small community association that inhabited the Moolo area. The community comes from Bangkali, west of Muna Island. They came to Moolo in 1970 with the aim of gardening. While in the Moolo area, these residents used the land and only planted short[1]term crops. When this community inhabited Moolo, Moolo\u27s administrative status was still a hamlet and was incorporated into Maligano Village. This community from Bangkali did not last long in Moolo. The disturbance of wild animals such as snakes, pigs, anoa, and other animals required them to leave Moolo in 1971. Simultaneously with their departure, in 1971-1972, another local transmigration from Tampunabale arrived. While in Moolo, they also began to interact with nature and use the land as a place to farm. As the population settled in Moolo, the Muna regional government made Moolo a definitive village in 1975. Infrastructure development began, especially the roads of provision, markets, health centers, and other facilities. Until 2022, the development of infrastructure in the village will continue to be carried out by the Moolo Village government to support social, cultural, economic, and other activities

    HONGKONG SULAWESI: Penyelundupan Kopra di Tolitoli Selatan, 1950-1967

    No full text
    Artikel ini menjelaskan kondisi ekonomi dan aktifitas smokol serta implikasinya di Pantai Barat Sulawesi Tengah. Sejauh ini historiografi Pantai Barat Sulawesi Tengah pada masa transisi hanya berkutat pada konflik politik pemerintah dan DI/TII. Padahal pada saat yang sama, aktifitas penyelundupan juga mencapai masa keemasannya di wilayah tersebut. Periodisasi studi ini dimulai 1950-1967 berdasarkan populernya penyelundupan di Tolitoli Selatan. Penyebab utamanya yaitu harga kopra yang rendah, dan produksi yang melimpah. Serta adanya jaringan perdagangan lama yang dilalui dari Teluk Dondo ke Tawau, Brunei, dan Singapura. Oleh karena itu, smokol mampu menghadirkan kondisi dan situasi ekonomi baru bagi masyarakat Tolitoli Selatan. Ogotua dan Soni sebagai pusat penyelundupan dilabeli sebagai Hongkong Sulawesi, label ini terkait dengan adanya jaringan pelayaran dan perdagangan ilegal dengan kopra sebagai komoditas dagang utama. Selanjutnya, ketika kembali dari Tawau, para penyelundup membawa barang-barang mewah untuk digunakan sendiri atau dijual di berbagai pasar desa. Ada juga yang ditukar dengan kopra. Melihat peningkatan ekonomi yang terjadi di Pantai Barat Sulawesi Tengah, aparat negara pun ikut melibatkan diri ke dalam aktivitas penyelundupan. Smokol pun menjadi terlihat legal saat itu

    KERAMIK PADA GUA DAN CERUK JABALNUR DI DESA JABALNUR KECAMATAN KODEOHA KABUPATEN KOLAKA UTARA PROVINSI SULAWESI TENGGARA

    No full text
    Situs Gua Jabalnur is a burial site that contains various archaeological remains still discoverable today, one of which is ceramics. The motivation behind this research was to understand the forms and methods of ceramic production found at the site. This exploration utilized essential ideas, particularly those related to ceramics, fired components, and specificity. Employing inductive/qualitative reasoning, this descriptive-analytical study collected data through literature reviews, field observations, interviews, and documentation. Morphological, technological, and stylistic analyses were used to examine the information gathered. The exploration results revealed that out of 200 tests conducted, only 27 ceramic fragments could be reconstructed, yielding 14 rim fragments, 11 body fragments, and 2 base fragments. The types of ceramics identified included bowls, pots, and plates. Among these fragments, two types of ceramics were found: porcelain and earthenware pottery. The varieties of pottery production traced at the Gua and Ceruk Jabalnur sites showed that there were 14 rim compartments consisting of 3 variants, 11 body compartments consisting of 2 variants, and 2 foot bases consisting of 2 variants. Bowls, pots, and plates were the most commonly found structures, indicating their association with everyday use. Two ceramic production techniques were identified at Gua Jabalnur: the wheel-throwing technique and surface-finishing techniques, which included brushing and dipping. The decorative motifs on the ceramics were divided into two categories: floral and faunal motifs. Additionally, five decorative techniques were identified: incising, painting, appliqué, pressing, and a combination technique involving both pressing and incising.Situs Gua Jabalnur merupakan sebuah situs penguburan yang memiliki berbagai macam peninggalan arkeologi yang masih dapat kita temukan hingga saat ini, salah satunya adalah keramik. Motivasi di balik penelitian ini mengetahui bentuk dan cara pembuatan keramik ditemukan di situs tersebut. Eksplorasi ini memanfaatkan ide esensial, khususnya ide keramik, bagian yang dibakar dan ide kekhususan. Dengan menggunakan penalaran induktif/kualitatif, penelitian deskriptif-analitik ini mengumpulkan data melalui kajian literatur, observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Analisis morfologi, teknologi, dan gaya melengkapi fase pemeriksaan informasi. Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa dari hasil sebanyak 200 tes, dari jumlah itu hanya 27 fragmen keramik yang dapat direkonstruksi dan diperoleh 14 fragmen tepian, 11 fragmen badan dan 2 pecahan dasar. Jenis keramik diperoleh berupa mangkok, periuk dan piring. Pada fragmen keramik ini terdapat dua jenis yaitu keramik porselin dan keramik tembikar. Varietas sebagai produksi gerabah dilacak di situs Gua dan Ceruk Jabalnur menunjukkan bahwa ada 14 tepi kompartemen yang terdiri dari 3 varian, 11 badan kompartemen yang terdiri dari 2 varian, dan 2 dasar kaki terdiri dari 2 varian. Mangkuk, periuk terlebih lagi, piring adalah struktur yang paling banyak ditemukan, ketiga benda ini Menampilkan benda-benda yang berhubungan dengan penggunaan sehari-hari. Teknik pembuatan yang dilakukan terdapat 2 teknik pembuatan pada keramik Gua Jabalnur yaitu teknik roda putar dan penghalusan permukaan yang terdiri dari teknik oles dan teknik celup. Ragam hias keramik Gua Jabalnur terbagi menjadi dua yaitu motif flora dan motif fauna. Dan terdapat 5 teknik pembuatan ragam hias pada keramik Gua Jabalnur yaitu teknik gores, teknik lukis, teknik tempel, teknik tekan dan teknik gabungan yaitu teknik tekan dan teknik gores

    TYPOLOGY OF ROCK ART AT THE WAKUNTAI CAVE SITE IN MUNA REGENCY, SOUTHEAST SULAWESI

    No full text
    Wakuntai Cave site is a site that has rock arts. This research was conducted in Liang Kabori Village, Lohia District, Muna Regency with the aim of knowing the typology of rock arts in Wakuntai Cave. The methods used include primary data collection through field observations and map making using ArcMap 10.8 software, as well as classification methods. The collected data were then classified or grouped based on the attributes contained in the rock arts. This research managed to find 112 rock arts from 23 panels. The classification results show that there are four rock art motifs, namely human, animal, geometric and abstract motifs, which are then identified into 12 typologies.Situs Gua Wakuntai merupakan situs yang memiliki gambar cadas. Penelitian ini dilakukan di Desa Liang Kabori, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna dengan tujuan untuk mengetahui tipologi gambar cadas di Gua Wakuntai. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data primer melalui observasi lapangan dan pembuatan peta menggunakan perangkat lunak ArcMap 10.8, serta metode klasifikasi. Data yang dikumpulkan kemudian diklasifikasikan atau dikelompokkan berdasarkan atribut yang terdapat pada gambar cadas tersebut. Penelitian ini berhasil menemukan 112 gambar cadas dari 23 panel. Hasil klasifikasi menunjukkan bahwa terdapat empat motif gambar cadas, yaitu motif manusia, hewan, geometris, dan abstrak, yang kemudian diidentifikasi menjadi 12 tipologi

    PERKEMBANGAN PERTANIAN MASYARAKAT DI DESA JATI BALI KECAMATAN RANOMEETO KABUPATEN KONAWE SELATAN 1970-2020

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menjelaskan sistem pertanian tradisional masyarakat Bali di Desa Jati Bali Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan pada Tahun 1970. (2) Mengetahui dampak perkembangan sistem pertanian modern masyarakat Bali di Desa Jati Bali Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode sejarah yang terdiri dari lima tahap penelitian, yaitu: (a) Pemilihan Topik, terbagi dua bagian yaitu kedekatan emosional dan kedekatan intelektual, (b) Heuristik sumber, terdiri dari studi dokumen, studi kepustakaan, wawancara, dan pengamatan. (c) Verifikasi sumber, yang dilakukan melalui kritik eksteren dan kritik interen, (d) Interpretasi sumber, yang dilakukan dengan analisis data dan sintesis. (e) Historigrafi, yang dilakukan secara sistematis dan objektif.             Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Sistem pertanian masyarakat Bali di Desa Jati Bali pada awal kedatangannya yaitu menggunakan sistem pertanian tradisional. Sistem subak di Bali mereka pergunakan juga di  tempat transmigrasi mereka di Desa Jati Bali. (2) Setelah sistem pertanian tradisional ditinggalkan masyarakat Desa Jati Bali kemudian menggunakan sistem pertanian modern. Sistem modern tersebut ditandai dengan penggunaan alat-alat berteknologi seperti entraktor, jonder (john deer), serta grandong. (3) Dampak dari sistem pertanian modern bagi masyarakat Desa Jati Bali yaitu pekerjaan petani lebih efisien dan efektif dalam melakukan penanaman, perawatan dan juga pemanenan

    SEJARAH SMP NEGERI 1 WAKORUMBA SELATAN DI KECAMATAN WAKORUMBA SELATAN KABUPATEN MUNA, 1979 – 2022

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Latar belakang berdirinya SMP Negeri 1 Wakorumba Selatan di Kecamatan Wakorumba Selatan Kabupaten Muna?, (2) Perkembangan SMP Negeri 1 Wakorumba Selatan di Kecamatan Wakorumba Selatan Kabupaten Muna, 1979-2022?, (3) Dampak pendirian SMP Negeri 1 Wakorumba Selatan terhadap masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang mengacu pada pendapat Kuntowijoyo yang terdiri atas lima tahap sebagai berikut: (1) Pemilihan Topik, (2) Heuristik (Pengumpulan Sumber) yang terdiri dari penelitian kepustakaan, pengamatan, wawancara, dan studi dokumen, (3)Verifikasi (Kritik Sumber) yang terdiri dari kritik ekstern dan kritik intern, (4) Interpretasi yang terdiri dari analisis dan sintesis, (5) Historiografi (Penulisan Sejarah). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Berdirinya SMP Negeri 1 Wakorumba Selatan dilatarbelakangi oleh keinginan masyarakat dan pemerintah  daerah setempat untuk mendirikan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Hal tersebut karena melihat banyak lulusan dari berbagai Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Wakorumba Selatan yang tidak melanjutkan sekolah ke tingkat SMP karena faktor jarak tempuh yang sangat jauh, (2) Perkembangan SMP Negeri 1 Wakorumba Selatan di Kecamatan Wakorumba Selatan mengalami perkembangan sejak berdirinya tahun 1979 sampai tahun 2022. Hal ini dapat dilihat dari berbagai aspek seperti bangunan, jumlah siswa, dan jumlah guru serta prasarana pendukung lainnya. Perkembangan SMP Negeri 1 Wakorumba Selatan tahun 1979-2022 dibagi atas 4 periode sesuai dengan periode penting perkembangan SMP Negeri 1 Wakorumba Selatan. Periode tersebut antara lain, (a) Periode 1979-1989, (b) Periode 1999-2000, (c) Periode 2000-2009, dan (d) Periode 2010-2022. (3) Dampak pendirian SMP Negeri 1 Wakorumba Selatan antara lain, (a) Mengurangi tingkat putus sekolah di Kecamatan Wakorumba Selatan. (b) Meningkatkan perekonomian masyarakat.

    REFLEKSI SOSIAL DALAM NOVEL SAAT KITA JATUH CINTA KARYA AIU AHRA KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA SWINGEWOOD

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan frasa, kalimat, atau paragraf yang menggambarkan refleksi sosial yang terdapat dalam novel Saat Kita Jatuh Cinta karya Aiu Ahra menggunakan kajian sosiologi sastra Alan Swingewood. Penelitian ini bersifat kualitatif. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah dari novel Saat Kita Jatuh Cinta karya Aiu Ahra. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik analisis data model analisis mengalir. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik membaca, mengumpulkan, dan mencatat data yang berupa kalimat atau paragraf. Hasil penelitian ini adalah bentuk refleksi sosial berdasarkan prinsip hidup, status sosial, dan respons remaja yang menggambarkan fenomena sosial yang terjadi pada kalangan remaja yang merasakan fase Broken Home yang dikarenakan pertengkaran orang tua yang berujung perceraian, dan berakibat ke anak yang acuh dengan keadaan di sekitar mereka

    SACRIFICE IN THE HACKSAW RIDGE MOVIE

    No full text
    This research intendeds to describe the sacrificial acts committed by the main character of Hacksaw Ridge movie by Mel Gibson and released in 2016. Hacksaw Ridge movie talks about a story of a medical soldier named Desmond Doss who has the high integrity so serve his nation. This story is adapted from the true story of a same name combat medic in the US who devoted himself to the country. The sacrifice of the main character in this movie will be elaborated and analysed by using the altruism perspective. In the perspective of altruism, sacrifice is carried out based on three kinds of motives, namely desire, prudential motive and reason. The data of this research is taken from the scene and utterances in the movie and then analysed from the qualitative-descriptive method. This research finds out that the main character\u27s commits to sacrifice as his devotion to his nation and country as well as the people. His intention to join in the army during the war not to kill but to safe the people

    SHE IS MY FRIEND AND BOSS: HEGEMONIC RELATION OF BLACK AND WHITE WOMEN IN MRS. LINCOLN\u27S DRESSMAKER NOVEL

    No full text
     Mrs Lincoln’s Dressmaker is a novel adapted from Elizabeth Kickley’s memoir, Behind the Scenes of Thirty Years as a Slave and Four years in the White house. It is one of the slave narrative appeared in nineteenth century. This study tried to analyze black and white women’s depiction in the novel Mrs. Lincoln’s Dressmaker (2013) written by Jennifer Chiaverini. This study used descriptive qualitative method by approaching the data through hegemony perspective. The sources of data in this study consisted of primary data; the text of novel Mrs. Lincoln’s Dressmaker and secondary data was taken from memoir of Elizabeth Keckley; Behind the Scene: Thirty Years a Slave and Four Years in the White House. This study found that, first, the depiction of black and white women,  second, the relation of those women in the context of position; Mistress vs Servant and Deceiver vs Deceived. This study claimed that the novel Mrs. Lincoln’s Dressmaker is a medium to build and maintain the white ideology by rewriting the black memoir by revisiting the story of the intimate relation of black white women in the United States.

    Worksop Kebertahanan Kosakata Bahasa Konjo Dalam Bidang Pertambakan di Desa Tobimeita Kecamatan Motui Kabuapaten Konawe Utara

    No full text
    Desa Tobimeita masuk wilayah lingkar tambang OSS dan VDNI sehingga keberadaan tambang tersebut  sangat mempengaruhi penghasilan tambak mereka. Saat ini tambak mereka sebagian sudah tercemar limbah perusahaan. Masyarakat setempat sudah mulai meninggalkan kebiasaan bertambak dan beralih menjadi pekerja karyawan tambang. Hilangnya mata pencaharian mereka akan berdampak pada penggunaan kosakata bahasa Konjo pada lingkungan pertambakan. Mengantisipasi hal tersebut, maka pengabdian tentang “Workshop Kebertahanan Kosakata Bahasa Konjo dalam Bidang Pertambakan di Desa Tobimeita Kabupaten Konawe Utara” dianggap penting untuk dilakukan. Pengabdian ini bertujuan tidak hanya sebagai bentuk kebertahanan bahasa konjo dalam bidang pertambakan, tetapi diharapkan membangun model pembelajaran bahasa berbasis lingkungan. Luaran hasil penelitian berupa jurnal nasioanal dn buku ajar dan akan diimplementasikan pada mata kuliah ekolinguistik yang akan berorientasi pada kurikulum MBKM. Kata Kunci: Workshop Kebertahanan, Kosakata, Bahasa Konjo, Pertambaka

    40

    full texts

    1,538

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    TERBITAN BERKALA ILMIAH ONLINE FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS HALU OLEO
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇