E-Journal Universitas Buana Perjuanga Karawang
Not a member yet
5822 research outputs found
Sort by
SOSIALISASI STOP BULLYING DI SMKN 1 CILAMAYA WETAN
Bullying bukan merupakan hal yang tabu diera globalisasi ini terutama di generasi milenial dan gen Z, akan tetapi masih banyak yang belum mengetahui perbedaan dari setiap berbagai jenis bullying bahkan gestur melirik tajam dan tatapan sinis juga termasuk kedalam jenis bullying yaitu bullying non-verbal, sosialisasi yang dilakukan penulis bertujuan untuk mengetahui tetang pemahaman siswa dan siswi SMKN 1 Cilamaya Wetan khsususnya anak kelas X TKJ 1mengenai soal bullying dan beberapa jenis bullying. terutama ciri-ciri bullying yang terjadi disekolah tujuannya agar para siswa lebih menjaga sikap, berempati, menjaga attitude terutama pada guru, orang tua,serta teman sebaya. Dan yang menjadi fokus utama penulis yaitu memancing para siswa untuk tanya jawab secara aktif dengan penulis guna mengetahui wawasan para siswa serta memberi sedikit pengetahuan baru mengenai dunia bullying dan jurusan psikologi itu sendiri. Dan hasil kesimpulan dari sosialisasi Stop Bullying ini adalah para siswa cukup lumayan mengetahui banyak soal bullying dan berbagai jenisnya tetapi masih ada beberapa siswa mengira bahwa ejekan dan bercanda yang mereka lakukan pada teman mereka yang dianggap wajar sebenarnya termasuk kedalam jenis bullying. Para siswa juga belum mengetahui banyak mengenai jurusan psikologi serta perbedaan profesi psikolog dan psikiater, serta pengangan apa yang harus mereka hadapi ketika mengalami penekanan atau diskriminasi yang meraka dapat dari sekitar. Karena sebenarnya setiap orang bisa berpotensi menjadi pelaku juga korban. Dan tujuan dari sosialisasi Stop Bullying ini untuk mengedukasi para siswa untuk menambah wawasan mereka mengenai soal bullying dan berbagai jenis bullying
EDUKASI BAHAYA PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA PADA ANAK SEKOLAH DASAR KELAS VI DI SD NEGERI CIKARANG 1
Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda dewasa ini kian meningkat dan dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. Oleh sebab itu usaha dan upaya penyelamatan generasi muda sangat perlu dilakukan. Tim mahasiswa KKN berinisiatif melakukan kegiatan edukasi bahaya penyalahgunaan narkotika di SDN Cikarang 1 kecamatan cilamaya wetan agar para siswa-siswa dapat memahami dampak yang ditimbulkan dari penggunaan narkoba, baik dampak secara fisik, psikis maupun sosial ekonomi serta mengetahui sanksi atau pidana yang terdapat dalam undang- undang jika mereka melanggar undang undang tersebut. Edukasi ini dilakukan menggunakan powert point (PPT),kegiatan ini dilakukan di kelas VI SDN Cikarang 1 dengan antusiasme yang tinggi dari para siswa. Mereka berperan aktif dalam sesi tanya jawab yang diadakan setelah pemaparan materi
PSIKOEDUKASI MOTIVASI BELAJAR SISWA/I KELAS V & VI SD NEGERI 1 TEGALURUNG
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu kegiatan intrakurikuler wajib bagi mahasiswa S-1 yang bertujuan untuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini juga berfungsi untuk meningkatkan daya kritis dan pengalaman mahasiswa. Dalam upaya mewujudkan tema "Membangun desa mandiri dan berkelanjutan," Universitas Buana Perjuangan Karawang melaksanakan KKN di Desa Tegalurung, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, dengan fokus pada Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya pada Pendidikan Desa Berkualitas. Penelitian ini mengidentifikasi bahwa kualitas pendidikan di Indonesia masih menghadapi tantangan, salah satunya adalah rendahnya motivasi siswa. Untuk mengatasi hal ini, program psikoedukasi diterapkan di SDN 1 Tegalurung dengan tujuan meningkatkan motivasi belajar siswa. Metode psikoedukasi yang diterapkan meliputi pemutaran video motivasi, pemaparan materi, dan kegiatan menulis kalimat positif tentang cita-cita. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan motivasi dan partisipasi aktif siswa, meskipun perubahan ini tidak terlalu signifikan. Untuk memperkuat hasil program, disarankan agar psikoedukasi diterapkan secara rutin, disertai pelatihan untuk guru dan orang tua, serta dilakukan evaluasi berkala. Keterlibatan beberapa pihak dan peningkatan sarana sekolah juga penting untuk mendukung keberhasilan program
Manajemen Risiko dalam Pengelolaan Sampah dan Kesadaran Masyarakat di Desa Sumurgede, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang
Pengelolaan sampah merupakan salah satu tantangan utama di Desa Sumurgede, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang. Rendahnya kesadaran masyarakat dan kurangnya fasilitas pengelolaan sampah menjadi hambatan dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat. Penelitian ini menggunakan pendekatan manajemen risiko untuk mengidentifikasi kendala dan memberikan solusi yang efektif. Melalui observasi dan wawancara dengan masyarakat setempat, penelitian ini menemukan bahwa edukasi, peningkatan fasilitas, dan penerapan teknologi pengelolaan sampah sangat penting. Tim KKN, bekerja sama dengan Karang Taruna setempat, berperan aktif dengan membuat tong sodakoh sampah komersil dan papan edukasi tentang sampah. Artikel ini merekomendasikan strategi berbasis risiko untuk meningkatkan kesadaran dan praktik pengelolaan sampah di masyarakat
SEMPROTAN TANAMAN PERTANIAN BERBASIS POMPA GALON ELEKTRIK
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan program wajib bagi mahasiswa UBP Karawang yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi melalui pengalaman langsung di masyarakat. Salah satu kegiatan KKN tahun 2024 di Desa Cibadak, KecamatanRawamerta, Kabupaten Karawang, adalah membuat Alat penyemprot tanaman pertanian menggunakan pompa galon elektrik. Salah satu teknologi yang perlu diterapkan di lahan pertanian adalah sistem penyemprot tanaman elektrik. Sistem penyemprotan otomatis sangat dibutuhkan karena mayoritas petani menggunakan alat penyemprot manual (pompa diafragma) tipe gendong. Kualitas tekanan pompa dengan sistem diafragma bergantung terhadap operator dalam menggerakkan tuas pompanya. Hal ini berakibat terhadap kualitas butiran semprotan menjadi tidak halus dan tidak merata mengenai permukaan daun. Karena permasalah tersebut program pengabdian kepada masyarakat (PKM) dilakukan untuk menerapkan sistem penyemprot tanaman elektrik. Metode pelaksanaan kegiatan PKM dimulai dari perencanaan kegiatan, penyuluhan, praktek penggunaan alat, monitoring dan evaluasi. Hasil dari kegiatan PKM ini adalah sepuluh dari lima belas peserta menyatakan sangat puas, karena sistem penyemprot otomatis dapat menghemat tenaga, waktu, pupuk, dan pestisida
SOSIALISASI PENTINGNYA PENGELOLAAN KEUANGAN PRIBADI PADA UMKM DESA CIBADAK
Latar belakang kegiatan ini adalah kurangnya pengetahuan manajemen keuangan di kalangan pelaku usaha mikro. Pelaku UMKM diharapkan dapat mengelola keuangan usaha mereka dengan baik agar bisnis yang mereka jalankan dapat berjalan dengan lancar. Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Cibadak bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pengelolaan keuangan pribadi bagi pelaku UMKM. Melalui metode presentasi dan diskusi, kegiatan sosialisasi dilaksanakan padatanggal 28 Juli 2024. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan para peserta dalam memisahkan keuangan pribadi dan bisnis, mencatat transaksi keuangan, menyusun anggaran, serta menabung dan mengelola utang dengan bijak. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa sosialisasi berhasil membantu pelaku UMKM dalam mengelola keuangan mereka secara lebih efektif dan efisien. Rekomendasi yang diberikan adalahmelanjutkan pelatihan serupa secara berkala untuk memastikan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan
PENTINGNYA PERAN LOGO DALAM MEMBANGUN BRANDING PADA UMKM KUE JAHE DI DESA SUKARAJA
Kuliah kerja nyata (KKN) ini bertujuan untuk mengkaji pentingnya peran logo dalam membangun branding pada UMKM Kue Jahe di Desa Sukaraja. Dalam era persaingan yang semakin ketat, identitas visual melalui logo menjadi elemen krusial yang dapat meningkatkan pengenalan merek dan membedakan produk dari kompetitor. Branding UMKM sangat penting untuk dapat meningkatkan penjualan dan menarik pelanggan dengan merek sendiri. Dengan adanya logo yang bermakna memungkinkan UMKM untuk dikenal oleh masyarakat umum. Tujuannya agar penjual memiliki merek atau merek sendiri, dan dengan logo produk yang dijual, mereka juga akan dikenal oleh masyarakat umum. Oleh karna itu logo sangat signifikan dalam UMKM. Agar UMKM Kue jahe memaksimalkan dan memperkenalkan produknya. Pada penulisan ini saya menggunakan Metode Kualitatif dimana didalamnya saya melakukan observasi, wawancara dan pengamatan pada UMKM kue jahe dan untuk jenis penelitian menggunakan jenis studi kasus. Studi kasus atau fenomena tertentu yang terjadi pada UMKM Kue jahe yang dilakukan secara mendalam untuk mempelajari latar belakang, keadaan, dan interaksi yang terjadi pada kasus kurangnya pengembangan Branding pada UMKM ini, maka dari itu saya mebuatkannya inovasi pada UMKM Kue jahe Karna kurangnya pengetahuan terhadap Branding menjadikannya Umkm ini belum di ketahu oleh masyarakat
Penerapan Food Safety Culture di UMKM Cireng Teh Eha
Penerapan Food Safety Culture (budaya keamanan pangan) dalam Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terutama pada industri makanan ringan seperti cireng, memiliki peranan krusial untuk memastikan produk yang aman dan berkualitas tinggi bagi konsumen. Program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sekarwangi ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan prinsip- prinsip budaya keamanan pangan di UMKM cireng Teh Eha Desa Sekarwangi Rawamerta Karawang, dengan fokus pada pemahaman dan implementasi standar keamanan pangan, serta dampaknya terhadap kualitas produk dan kepuasan konsumen. Melalui metode penelitian kualitatif yang melibatkan wawancara dengan pemilik UMKM, pengamatan proses produksi, dan analisis dokumen, penelitian ini menemukan bahwa adopsi budaya keamanan pangan yang efektif di UMKM cireng, penerapan prosedur sanitasi yang ketat, serta pemantauan dan penegakan standar keamanan pangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM yang menerapkan budaya keamanan pangan secara konsisten dapat mengurangi risikokontaminasi, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan mendorong pertumbuhan bisnis. Penelitian ini merekomendasikan agar UMKM cireng lebih aktif dalam mengintegrasikan budaya keamanan pangan dalam setiap aspek operasional mereka untuk mencapai standar industri yang lebih tinggi dan memenuhi harapan konsumen di pasar yang semakin kompetitif
SOSIALISASI PENTINGNYA MANAJAMEN STRESS PADA ORANGTUA DI DESA SEKARWANGI DUSUN CILELE
Program sosialisasi mengenai pentingnya manajemen stress pada orangtua di Desa Sekarwangi Dusun Cilele sebagai bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Tujuan utama program ini adalah memberikan edukasi dan strategi praktis dalam mengelola stress. Metode yang digunakan mencangkup tiga tahap: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan meliputi sosialisasi dan diskusi. Hasil menunjukkan respon positif dari peserta, dengan peningkatkansignifikan dalam pemahaman manajemen stress. Penggunaan pamphlet sebagai alat bantu edukasi terbukti efektif. Meskipun menghadapi tantangan seperti keterlambatan waktu pelaksanaan dan kegiatan pelaksanaan yang berlebih dari waktu seharusnya, program ini berhasil meningkatkan pemahaman mengenai manajemen stress. Rekomendasi untuk pengembangan program di masa depan meliputi perencanaan waktu yang lebih baik, pelaksanaan follow-up, penyempurnaan program berdasarkan hasil evaluasi. Program ini dapat membantu dalam meningkatkan pemahaman mengenai manajemen stress
EDUKASI MENGENAI BLOG DAN QR CODE DI INTERNET UNTUK REMAJA DI PONDOK PESANTREN RAUDHATUL IRFAN
Desa Kutawargi di Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, memiliki potensi besar di sektor pertanian dan dikenal dengan banyaknya sekolah Islam, termasuk pondok pesantren. Program edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital santri di Pondok Pesantren Raudhatul Irfan dengan fokus pada penggunaan blog dan QR Code. Metode yang digunakan adalah pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan sesi edukasi interaktif. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman santri mengenai teknologi digital. Santri berhasil membuat dan mengelola blog sederhana serta memahami cara menggunakan QR Code untuk berbagai aplikasi praktis seperti pembayaran online dan akses informasi. Meskipun demikian, masih terdapat kendala dalam membedakan antara perangkat keras dan perangkat lunak, serta kecenderungan santri untuk hanya mengenal aplikasi sosial media. Rekomendasi untuk program selanjutnya mencakup pendekatan edukasi yang lebih mendalam dan interaktif, dengan fokus pada penggunaan praktis perangkat keras dan perangkat lunak, serta materi yang lebih bervariasi dan relevan. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat memperluas wawasan santri dan meningkatkan keterampilan mereka dalam memanfaatkan teknologi secara efektif untuk mendukung kegiatan sehari-hari dan tujuan pendidikan mereka