E-Journal Universitas Buana Perjuanga Karawang
Not a member yet
5822 research outputs found
Sort by
BAHAYA SERTA DAMPAK KENAKALAN REMAJA
Perilaku remaja yang sering kali menyimpang dari aturan dan norma yang ada, membuat kenakalan remaja ini pun dianggap menjadi masalah yang genting dan memerlukan penanganan yang tepat. SMAN 1 Pedes yang memiliki siswa yang merupakan remaja yang diharapkan sebagai penerus bangsa perlu memiliki pemahahaman dan pengetahuan tentang bahaya dan sanksi yang bisa ditimbulkan akibat kenakalan remaja. Faktor internal dan eksternal seperti ekonomi keluarga dan pergaulan yang salahpun diduga sebagai pemicu kenakalan remaja yang terjadi. Oleh sebab itu diperlukan dukungan dari sekolah khususnya guru melalui berbagai program/kegiatan intra maupun extra kurikuler di SMAN 1 Pedes, agar para siswa bisa mengefektifkan waktu untuk mengembangkan minat dan bakat serta terhindar dari perilaku menyimpang yang dapat menyebabkan kenakalan remaja itu sendiri. Selain itu bimbingan dari orang tua pun diperlukan untuk membentuk perkembangan pribadi remaja menuju kedewasaan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Sosialisasi kepada para siswa di SMAN 1 Pedes. Hasil dan simpulan dari kegiatan ini adalah untuk membentuk kesadaran diri siswa di SMAN 1 Pedes terkait bagaimana mencegah perilaku kenakalan remaja melalui pemahaman dan pengetahuan tentang akibat dan sanksi yang dapat ditimbulkan dari perilaku kenakan remaja tersebut
SOSIALISASI PROTECT OUR GENERATION : PENDIDIKAN SEKSUAL DAN DAMPAK PERNIKAHAN DINI
Pendidikan seksual yang benar masih sering diabaikan di kalangan remaja di Indonesia, terutama dalam lingkungan pendidikan formal. Kurangnya edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan risiko pernikahan dini dapat menimbulkan masalah serius seperti perilakuseksual tidak aman, kehamilan remaja, serta pernikahan dini yang berdampak negatif padakesehatan fisik, psikologis, dan sosial. Program sosialisasi \u27Protect Our Generation: PendidikanSeksual dan Dampak Pernikahan Dini\u27 ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswakelas 12 di SMAN 1 Pedes terkait pendidikan seksual yang benar dan dampak negatifpernikahan dini. Dengan metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan evaluasi melaluikuis, sosialisasi ini berupaya membentuk kesadaran siswa mengenai pentingnya menjagakesehatan reproduksi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahamansiswa, di mana sebagian besar siswa mampu menjawab pertanyaan dengan benar terkait risikoperilaku seksual tidak aman, pentingnya kesehatan reproduksi, dan dampak negatif pernikahandini dari aspek kesehatan, psikologis, dan sosial. Hal ini menegaskan bahwa program sosialisasiini efektif dalam mendorong kesadaran remaja tentang pentingnya pendidikan seksual dan pencegahan pernikahan dini
EDUKASI HUKUM TENTANG TINDAKAN BULLYING PADA ANAK DI SDN KARANGJAYA II PEDES
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan edukasi hukum terkait tindakan bullying pada anak di SDN Karangjaya II, Desa Karangjaya, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang. Bullying merupakan masalah serius yang dapat berdampak negatif pada aspek psikologis dan hukum anak. Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai dampak buruk bullying dan pemahaman terkait perlindungan hukum yang berlaku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif, yang mengkaji norma-norma hukum terkait bullying. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bullying memiliki berbagai bentuk seperti fisik, verbal, dan mental/psikologis, yang semuanya memiliki implikasi hukum serius. Sosialisasi ini diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung bagi anak-anak di sekolah
MENINGKATKAN KESADARAN DAN KETERAMPILAN K3 DI UMKM TENTENG IBU NANIH DESA KARANGJAYA
Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Buana Pejuangan Karawang (UBP Karawang) dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di UMKM Tenteng Ibu Nanih, Desa Karangjaya, Kabupaten Karawang. Latar belakang program ini didasari oleh pentingnya penerapan K3 dalam operasional usaha kecil dan menengah yang sering kali masih kurang optimal. Dengan pendekatan partisipatif dan berbasis komunitas, program ini meliputi beberapa tahapan, yaitu survei awal dan analisis situasi, penyusunan modul pelatihan K3, pelaksanaanpelatihan dan workshop, serta penyusunan dan implementasi protokol K3. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kesadaran dan pemahaman pekerja mengenai pentingnya K3, serta keterampilan praktis dalam menerapkan protokol K3 di tempat kerja, yang berkontribusi pada penurunan risiko kecelakaan kerja dan peningkatan keselamatan operasional. Kesimpulan dari program ini menunjukkan bahwa penerapan K3 dapat dilakukan secara efektif bahkan di lingkungan UMKM kecil, asalkan disertai edukasi yang tepat dan dukungan dari seluruh pihak terkait. Untuk keberlanjutan program, disarankan agar UMKM terus melakukan evaluasi dan pelatihan K3 secara berkala, serta menjalin kerjasama dengan pihak eksternal untuk memperkuat inisiatif ini, sehingga program ini dapat diadopsi oleh UMKM lain di Desa Karangjaya dan sekitarnya sebagai model penerapan K3 yang berkelanjutan
PEMBUATAN MAJALAH DINDING UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA
Desa Sampalan berada di Kecamatan Kutawaluya Kabupaten Karawang. Desa Sampalan memiliki total 2301 KK, dengan 3.209 laki-laki dan 3.146 perempuan. Terdiri dari enam distrik: Distrik Krajan IA, Distrik Krajan IB, Distrik Krajan IIB, Distrik Krajan II, Distrik Krajan IIA, dan Distrik Samplek. Sampalan I, SDN Sampalan II, dan SMPN 2 Kutawaluya adalah tiga sekolah yang ada di Desa Sampalan.Untuk menyelesaikan tugas mata kuliah KKN saat ini di Universitas Buana Perjuangan Karawang, metode observasi, praktek langsung, dan dokumentasi digunakan. Praktik "Inovasi Majalah Pintu dari Baja Ringan" dilaksanakan di Desa Sampalan, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, selama satu bulan, dari tanggal 15 Juli 2024 hingga tanggal 15 Agustus 2024. Kegiatan peraktek ini melibatkan guru dan siswa. SDN Sampalan IIMajalah dinding", menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI), adalah majalah yang tidak dirangkai terbuat dari lembaran yang ditempelkan pada dinding atau papan tulis. Nursisto (2005) menyatakan bahwa majalah dinding, juga dikenal sebagai mading, adalah salah satu jenis media komunikasi massa tulis yanag paling sederhana. Majalah biasanya dipampang di dinding atau tempat lain, itulah sebabnya mereka disebut "majalah dinding". Majalah dinding adalah alat komunikasi yang digunakan pada dinding, papan tripleks, karton, atau bahan lainnya untuk menampilkan berbagai gambar, tulisan, atau kombinasi keduanya untuk memberikan hiburan atau informasi. Mading membantu siswa di Sekolah Dasar (SD) memahami dan mempraktikkan membaca dan menulis, membuat mereka lebih kreatif dan bekerja sama lebih baik, dan membuat mereka menghargai karya mereka sendiri dan orang lain
DIGITAL BRANDING PADA UMKM KUE SEMPRONG BU NANI DI DESA SAMPALAN
UMKM Kue Semprong Bu Nani, yang telah beroperasi selama bertahun-tahun di Desa Sampalan, dikenal dengan produk unggulannya yaitu "kue semprong pelangi." Namun, pemasaran produk ini masih dilakukan secara tradisional, mengandalkan penjualan partai besar dan pesanan langsung, serta belum memiliki label produk yang memadai. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan identitas merek dan daya tarik produk melalui digital branding. Metode yang digunakan mencakup analisis awal, pembuatan logo, implementasi pada kemasan, dan evaluasi dampak. Logo yang dirancang menggunakan warna kuning sebagai representasi warna asli kue semprong dan gambar ibu yang tersenyum bahagia untuk mencerminkan dedikasi Bu Nani. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa logo baru telah diterima dengan baik, meningkatkan daya tarik visual kemasan dan membantu memperjelas identitas produk. Meskipun saat ini logo baru hanya diterapkan dalam skala terbatas, hasil awal menunjukkan potensi positif untuk branding yang lebih luas di masa depan. Pembuatan logo ini merupakan langkah awal yang penting dalam strategi digital branding, memberikan identitas visual yang jelas dan menarik untuk UMKM Kue Semprong Bu Nani
Proses Manufaktur dalam Pembuatan Plang Petunjuk Arah di Desa Mulyajaya
Luasnya Desa Mulyajaya dan banyaknya lokasi tertentu yang memasuki banyak jalan gang membuat pengunjung atau pendatang yang datang ke desa tersebut sulit untuk menemukan lokasi yang akurat. Papan penunjuk arah di Desa Mulyajaya sangat diperlukan untuk menunjukkan rute menuju lokasi di desa tersebut dengan akurat. Pembuatan plang petunjuk arah dilaksanakan dengan tahap awal yaitu survey lokasi, persiapan alat dan bahan, pemotongan dan pengelasan, pengecatan dan tahap terakhir pemasangan plang petunjuk arah sesuai dengan titik pada saat survey lokasi. Pemasangan plang petunjuk arah terpasang di tiga titik lokasi yang menunjukan ke arah lokasi tersebut dengan baik dan berjalan dengan lancar
PEMBUATAN PAPAN INFORMASI DENGAN MENGGUNAKAN BAJA RINGAN DI SDN MULYAJAYA I
Dengan minim fasilitas dan media informasi pada sekolah dasar terutama SDN Mulyajaya I dengan ini mahasiswa kkn menganalisa apa yang terjadi pada sekolah dasar tersebut dengan guru yang berjumlah 7 orang. Kegiatan KKN ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur sekolah melalui pembuatan papan informasi yang strategis di area sekolah. Papan informasi ini berisi informasi penting seperti jadwal pelajaran, pengumuman sekolah, dan tata tertib. Selain itu, mahasiswa KKN juga membantu memperbaiki fasilitas sekolah lainnya. Diharapkan dengan adanya papan informasi ini, kegiatan belajar mengajar di sekolah dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Dengan adanya papan informasi semua siswa/i akan mudah mencari informasi terkait tentang pembelajaran, SDN Mulyajaya I kini menjadi pusat perhatian terkait media informasi disekolah. Baja ringan dipilih sebagai bahan utama karena memiliki beberapa keunggulan, seperti ketahanan terhadap korosi, ringan, namun tetap kuat dan mudah dipasang. Hasil dari kegiatan ini adalah sebuah papan informasi yang berfungsi dengan baik dan dapat digunakan dalam jangka panjang
KULIAH KERJA NYATA (KKN) PENGENALAN DASAR TEKNOLOGI TERHADAP ANAK SEKOLAH DASAR
Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini berfokus pada pengenalan penggunaan gawai yang bijak kepada siswa Sekolah Dasar Negeri Kutamukti 1, Karawang. Kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan mencakup materi tentang manfaat gawai dalam pembelajaran, dampak negatif penggunaan gawai yang berlebihan, serta tips penggunaan gawai yang sehat. Metode pembelajaran yang digunakan meliputi presentasi, diskusi kelompok, dan permainan edukatif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa mengenai etika penggunaan gawai, dampak gawai terhadap kesehatan, serta cara memanfaatkan gawai untuk tujuan yang produktif. Kendala utama yang dihadapi adalah kesulitan dalam menyampaikan materi yang bersifat teknis kepada siswa yang masih berusia dini. Untuk mengatasi hal ini, tim KKN menggunakan bahasa yang sederhana dan contoh-contoh yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa
SOSIALISASI DAN EDUKASI PENDIDIKAN SERTA PEMAHAMAN NILAI ANTI KORUPSI BAGI SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI KUTAMUKTI 1
Maraknya kasus korupsi yang sedang terjadi di Indonesia mendorong Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk memberikan pengetahuan tentang korupsi dan penerapan nilai-nilai anti korupsi dengan tujuan memberi pendidikan mengenai korupsi di kalangan pelajar, serta mencegah terjadinya korupsi sejak dini. Salah satu yang dapat dilakukan adalah melakukan sosialisasi mengenai bahaya korupsi sejak dini. Anak-anak khususnya anak-anak di Sekolah Dasar Negeri Kutamukti 1 masih memiliki kesempatan untuk dapat membentuk karakter yang anti akan korupsi. Melalui kegiatan sosialisasi ini yang di laksanakan bagi pelajar Sekolah Dasar Negeri Kutamukti 1, karena memang belum pernah dilakukan kegiatan sosialisasi dengan tema ini. Diharapkan dengan adanya kegiatan sosialisasi ini akan memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang korupsi dan bisa memberikan dampak jika terjadi perbuatan korupsi termasuk di kalangan pelajar dan menerapkan nilai-nilai anti korupsi di kehidupan sehari-hari. Dengan pengetahuan dan pemahaman yang didapat tentang anti korupsi, maka para pelajar dapat mencegah diri untuk tidak ikut melakukan perbuatan korupsi. Sehingga melalui pengetahuan yang di peroleh dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini, bisa disosialisasikan juga kepada pelajar lainnya yang belum berkesempatan ikut secara langsung kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini, dan memperoleh wawasan yang sama tentang pentingnya pendidikan anti korupsi di kalangan pelajar