E-Journal Universitas Panji Sakti
Not a member yet
1346 research outputs found
Sort by
Impact of System of Rice Intensification (SRI) Organic Rice on Farmer Welfare in Kolaka District, Southeast Sulawesi, Indonesia
This research looks at how the System of Rice Intensification (SRI) organic rice growing system affects the well-being of farmers in Baula District, Kolaka Regency. The study looks at income, productivity, production costs, and farmers' views on stakeholder support in order to fill in the gaps in the scant empirical evidence on the socio-economic advantages of SRI-organic practices in Indonesia. We used a quantitative technique using a survey method and comparative descriptive analysis with 56 respondents who were chosen for a specific reason (28 organic SRI farmers and 28 conventional farmers). Farm income computation, the Independent Sample T-Test, and the Likert-scale-based perception analysis were some of the analytical methods used. The results showed that organic SRI farmers earned an average income of Rp125,195,859.00 ha⁻¹ season⁻¹, significantly higher than inorganic farmers (Rp25,874,641 ha season-1). Organic SRI land productivity was recorded at 7,493.16 kg ha-1, more efficient than the inorganic system (6,106.58 kg/ha). Although the production cost of SRI is higher, the economic value is still more profitable due to the higher selling price of organic grain and input efficiency. Farmers' perception of the role of stakeholders is also classified as "high", with an average Likert score of 4.37. They said that training, help with inputs, and access to markets were the most important components, and PT Vale Indonesia, agricultural extension staff, and local government helped make these things happen. These results show how important it is for institutions to work together to improve technical and economic outcomes. This research shows how useful SRI-organic systems may be as a model for community-based, sustainable agriculture that can be scaled up to enhance the lives of people in rural areas
PELAKSANAAN ALIH FUNGSI LAHAN SAWAH YANG DILINDUNGI DENGAN REKOMENDASI PERUBAHAN PENGGUNAAN TANAH BERDASARKAN PASAL 19 PERATURAN MENTERI AGRARIA DAN TATA RUANG/KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL NOMOR 12 TAHUN 2020 DI KABUPATEN BULELENG
Perubahan penggunaan tanah pada lahan sawah yang dilindungi hanyadapat dilakukan dengan rekomendasi yang diberikan berdasarkan PeraturanMenteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 12Tahun 2020. Pemberian rekomendasi harus melalui analisis denganmempertimbangkan aspek kepentingan umum, kebencanaan, program ketahananpangan nasional dan daerah, proyek strategis nasional, dan/atau penanaman modalskala nasional. Penelitian ini meneliti pelaksanaan alih fungsi lahan sawah yangdilindungi dengan rekomendasi perubahan penggunaan tanah dan faktor-faktoryang menentukan disetujui atau ditolaknya permohonan perubahan penggunaantanah dengan rekomendasi perubahan penggunaan tanah. Penelitian inimenggunakan penelitian hukum empiris yang bersifat deskriptif. Data bersumberdari kepustakaan dan lapangan, berupa data sekunder dan primer. Pengumpulandata dilakukan dengan studi dokumen dan wawancara. Data yang terkumpuldianalisis secara kualitatif. Pelaksanaan pemberian rekomendasi perubahanpenggunaan tanah berdasarkan Pasal 19 Peraturan Menteri Agraria dan TataRuang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 12 tahun 2020 di KabupatenBuleleng berjalan sesuai dengan ketentuan. Faktor-faktor yang menentukandisetujui atau ditolaknya permohonan rekomendasi adalah kelengkapan dankesesuaian dokumen persyaratan permohonan rekomendasi, hasil analisismultivariat dan hasil peninjauan lapangan, yang menunjukkan kesesuaian antaradokumen yang diajukan dengan kondisi eksisting lahan sawah yang dimohonkanrekomensadi untuk dialihfungsikan
PERBEDAAN MAKNA FRASA KATA JUDI ONLINE DENGAN GAME ONLINE DARI PERSPEKTIF PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
Persoalan yang kian sering ditemukan terjadi dalam kehidupan duniamaya saat ini adalah prilaku menggunakan Gadget atau handphone yang kurangbaik, seperti yang terjadi dalam pemberitaan banyak suatu persoalan dari awalsenang bermain game online namun pada akhirnya terjadi melakukanpelaksaanaan judi online, hal tersebut banyak merugikan dikalangan masyarakatkhususnya masyarakat pengguna handphone, sehingga diperlukan penelitian lebihlanjut memahami makna game online dengan judi online. Metode penelitian yangdipergunakan yakni yuridis normatif. Hasil dari pelaksanaan riset ini turut sertamemberikan pembuktian bahwa makna Frasa judi online dengan menggunakangame online menghasilkan pemahaman bahwa sama-sama dalam suatu bentukpermainan yang dimainkan dengan cara lewat gadget atau handphone penggunadengan didukung oleh sistem jaringan internet yang telah disediakan dan jugaadanya menggunakan aplikasi yang sudah ada dalam situs-situs gadget atauhandphone pengguna, namun perbedaan yang signifikan adalam terdapat padaunsur perbuatan yang menggunakan taruhan uang maupun barang. Esensinya,maka game online dianggap sebagai salah satu bentuk hiburan yang sah saja jikadimainkan secara umum dan tanpa menimbulkan adanya tindakan mencederaipara pemainnya, baik secara mental maupun juga secara finansial. Kegiatan inisungguh berbeda dengan kegiatan perjudian yang pada saat dimainkanmenimbulkan adanya transaksi dua arah, dimana mengacu pada sebuah organisasiatau individu yang dapat memberikan bantuan kepada pemain melakukan prosespenukaran uang tunai dengan mendapatkan gantinya berupa koin, sehinggakegiatan transaksi ini dapat menyebabkan adanya kerugian finansial yang dialamioleh para pihak yang secara langsung terlibat. Aturan yang secara eksplisitmengatur mengenai game online dan batasan-batasan game online belum adadan“sbegitu juga pengertian yang jelas mengenai game online dan pengertianmengenai judi online belum ada dalam aturan hukum, sehingga diperlukankepastian hukum untuk memberikan kemanan hukum bagi pengguna gadget atauhandphone dan supaya tidak bermain game online tetapi mengarah judi online
Rancang Bangun Sistem Pemarut Kelapa Otomatis Berbasis Panel Surya Dengan Kontrol Pembayaran Menggunakan Mikrokontroler dan Sensor Koin
Pemanfaatan energi terbarukan menjadi solusi penting dalam menghadapi ketergantungan terhadap energi fosil yang bersifat terbatas dan berdampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini merancang dan mengembangkan sistem pemarut kelapa otomatis berbasis panel surya yang dilengkapi sistem pembayaran menggunakan sensor koin dan mikrokontroler Arduino Uno. Sistem ini terdiri atas panel surya off-grid, solar charge controller, baterai 12V, inverter, sensor coin acceptor, relay, dan LCD 16x2 I2C sebagai tampilan informasi. Hasil pengujian menunjukkan panel surya mampu menyuplai daya secara stabil, inverter menghasilkan tegangan AC 220V untuk motor pemarut, dan sensor koin bekerja akurat dalam membaca input pembayaran. Arduino mengendalikan sistem secara otomatis berdasarkan logika waktu kerja yang diprogram sesuai jumlah koin. Sistem ini dinilai efisien, ramah lingkungan, dan dapat beroperasi mandiri tanpa jaringan listrik PLN. Inovasi ini tidak hanya menawarkan solusi teknis, tetapi juga memiliki nilai ekonomis dan sosial—menjadi alternatif teknologi tepat guna untuk mendukung usaha kecil di daerah terpencil. Dengan desain portabel dan sistem pembayaran otomatis, alat ini berpotensi menjadi sarana pemberdayaan masyarakat melalui model layanan berbayar berbasis energi terbarukan
EFEKTIVITAS PASAL 43 AYAT 1 PERATURAN DAERAH NOMOR 4 TAHUN 2021 TENTANG LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN (STUDI DI KELURAHAN PENARUKAN, KECAMATAN BULELENG, KABUPATEN BULELENG)
Alih fungsi lahan pertanian merupakan suatu ancaman bagi petani dan masyarakat luas, ini merupakan salah satu faktor penyebab berkurangnya ketersediaan pangan. Kelurahan Penarukan merupakan Kelurahan yang terletak di Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Kelurahan Penarukan merupakan salah satu Kelurahan yang beberapa lahan pertanian masyarakatnya ditetapkan sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LPPB). saat ini sebagian besar Petani memilih untuk mengalihfungsikan lahan pertaniannya karena produktivitas dan hasil pertanian mereka mengalami penurunan, hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, keterampilan, dan permodalan masyarakat petani subak yang lahan Pertaniannya ditetapkan sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris yang bersifat deskriptif yang dilakukan di Kelurahan Penarukan, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumentasi dan wawancara, data yang dikumpul dianalisa secara kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa Efektivitas beserta dengan kendala dan solusi dalam pengimplementasian Pasal 43 ayat 1 Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2021 tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LPPB). Setelah melakukan penelitian di Kelurahan Penarukan, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng dapat diambil kesimpulan antara lain: Penerapan Pasal 43 ayat 1 Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2021 tentang Lahan Pertanian Pangan berkelanjutan belum efektif dikarenakan masih terdapat kendala seperti Pajak yang masih tinggi, Pupuk subsidi yang diperoleh tidak sesuai dengan luasan sawah petani sehingga harga pupuk menjadi tinggi Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) yang ketersediaannya masih minim, kurangnya apresiasi kepada Petani, ditambah dengan ancaman kekeringan. Sehingga Pemerintah Daerah hendaknya memberikan insentif tersebut secara konsisten demi tercapainya Ketahanan Pangan Nasional
PENGARUHWORK LIFE BALANCE, BEBAN KERJA, DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA PADA PT. INDAH PERMAI DEPO NEGARA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah work life balance, bebankerja, lingkungan kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja pada PT. Indah PermaiDepo Negara, Bali. Permasalahan utama yang dihadapi oleh perusahaan adalahmenurunya tingkat kepuasan kerja karyawan yang berdampak terhadapproduktivitas. Jenis penelitian ini adalahpenelitian kuantitatif dengan pendekatanasosiatif. Data dikumpulkan dengan cara menyebarkan kuesioner keapada 58responden dengan metode samplingyang digunakan teknik sampling jenuh. Teknikanalisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linierberganda menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a)variabel work life balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasankerja dengan nilai koefisien positif sebesar 0,552 dannilai signifikansi sebesar 0,000 ,(b) variabelbeban kerja tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja dengan nilaikoefisien negatif sebesar -0,206 dan nilai signifikansi sebesar 0,126, dan (c)variabellingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerjadengan nilai koefisien positif sebesar 0,659 dan nilai signifikansi sebesar 0,000
Membangun Kinerja Berkelanjutan: Peran Kepemimpinan Transformasional dan Lingkungan Kerja Hijau melalui Keterikatan Karyawan pada BUMDesa di Kecamatan Buleleng
Dalam era persaingan global yang semakin dinamis, organisasi dituntut tidakhanya mencapai kinerja tinggi tetapi juga mempertahankan keberlanjutan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinantransformasional dan lingkungan kerja hijau terhadap kinerja karyawan melaluiketerikatan karyawan sebagai variabel mediasi. Pendekatan yang digunakanadalah kuantitatif dengan populasi karyawan BUMDesa di Kecamatan Buleleng.Sampel penelitian berjumlah 150 responden yang dipilih melalui teknik purposivesampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner,observasi, wawancara,dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling(SEM). Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa pemimpin yangmampu memberikan inspirasi, dukungan, dan arahan yang jelas berkontribusisignifikan terhadap peningkatan keterikatan emosional dan kognitif karyawandalam menjalankan tugas. Lingkungan kerja yang hijauyang tercermin melaluikebersihan, kesehatan, efisiensi energi, serta keterlibatan karyawan dalam programramah lingkunganjuga terbukti memperkuat rasa kenyamanan, kepedulian, danrasa memiliki terhadap organisasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kepemimpinan transformasionalberpengaruh signifikan terhadap keterikatan karyawan; (2) lingkungan kerja hijauberpengaruh signifikan terhadap keterikatan karyawan; (3) keterikatan karyawanberpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan; (4) kepemimpinantransformasional berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan melaluiketerikatan karyawan; dan (5) lingkungan kerja hijau berpengaruh signifikanterhadap kinerja karyawan melalui keterikatan karyawan. Temuan ini menegaskanbahwa keterikatan karyawan berperan sebagai mekanisme psikologis yangmenjembatani pengaruh gaya kepemimpinan dan kondisi lingkungan terhadapkinerja berkelanjutan.Secara teoretis, penelitian ini memperkaya literatur perilaku organisasidengan mengintegrasikan konsep transformational leadership, green workenvironment, dan employee engagement dalam kerangka sustainable performance.Secara praktis, hasil penelitian memberikan rekomendasi bagi organisasi untukmembangun kinerja berkelanjutan melalui penerapan kepemimpinan yang visionerdan lingkungan kerja yang ramah lingkungan
KONSEP BIMBINGAN PRIBADI-SOSIAL DALAM MENGEMBANGKAN SIKAP POSITIF SISWA
Tulisan ini membahas tentang bimbingan pribadi sosial sebagai upaya pengembangan sikap mental positif pada siswa. Dalam bimbingan pribadi sosial acapkali berkaitan dengan faktor lingkungan dan pembawaan, serta berbagai aspek perlu menjadi perhatian pemahaman konselor dalam menghadapi sasaran layanan sebagai dasar diagnosis, dan pemberian bantuan kepada siswa. Salah satu layanan bimbingan pribadi sosial untuk melakukan suatu bimbingan konseling untuk pengembangan sikap mental positif siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka yang memiliki sifat penelitian deskriptif kualitatif yang berkeinginan mendapatkan data analisis tentang bimbingan pribadi sosial dalam upaya pembentuk sikap mental positif, Hasil dari penelitian ini adalah pelaksanaan layanan bimbingan pribadi-sosial terdiri dari 4 tahap, yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi dan follow up. Bentuk pelaksanaan layanan bimbingan pribadi sosial dengan metode tidak langsung meliputi bimbingan klasikal, kolaborasi dengan wali kelas, bimbingan klasikal, kolaborasi dengan wali kelas, kolaborasi dengan orang tua, kolaborasi dengan pihak terkait di luar dari sekolah, kunjungan rumah. Adapun materi yang disampaikan meliputi motivasi, percaya diri, harga diri, penyesuaian diri, dan mengontrol emosi. Bentuk pelaksanaan dengan metode langsung meliputi bimbingan individual, bimbingan kelompok, dan konseling individu. Bimbingan pribadi sosial untuk mengembangkan dan mempertahankan sikap mental positif siswa
Implementasi Program Badung Anti Kantong Plastik (BATIK) di Desa Mengwi Kabupaten Badung
Penelitian ini didasarkan pada adanya senjangan penelitian terdahulu (researchgap) dan perbedaan fokus mengenai Implementasi Program Badung Anti KantongPlastik (BATIK) Pada Pengurangan Sampah Plastik di Desa Mengwi KabupatenBadung. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengatasi permasalahan berupapengurangan sampah plastik di Kabupaten Badung. Penelitian ini dilakukan di DesaMengwi Kabupaten Badung dengan jumlah informan yang meliputi 3 unsur sepertipenanggungjawab kebijakan, pelaksana kebijakan. Seluruh data yang diperoleh daridistribusi wawancara layak digunakan dan selanjutnya melakukan tahap penarikankesimpulan untuk mencari atau memahami makna, keteraturan, pola-pola penjelasan,alur sebab akibat atau proposisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasidan hasil kebijakan program dengan menggunakan indikator partisipasi masyarakatdalam pelaksanaan, tetapi implementasi program Badung Anti Kantong Plastik(BATIK) pada pengurangan penggunaan kantong plastik masih sulit dilakukan padapasar tradisional dan pelaksanaan bank sampah mandiri masyarakat desa adat yangkurang berkembang karena kepentingan upacara adat dan kesibukan masyarakat desaadat yang berbeda di setiap banjar. Implementasi dalam pengurangan penggunaankantong plastik program BATIK di lingkungan banjar Desa Mengwi berjalan sesuaidengan peraturan karena masyarakat desa adat Mengwi mengikuti semua peraturan danhimbauan dari Pemerintah kabupaten Badung
PENGELOLAAN PEMBUKUAN DAN STRATEGI PEMASARAN PADA PEDAGANG DURIAN DI DESA BEBETIN KECAMATAN SAWAN
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) telah dilakukan untuk meningkatkanpengetahuan dan keterampilan kelompok pedagang durian di Desa Bebetin KecamatanSawan Kabupaten Buleleng dalam mengelola usaha dan memasarkan produk buahduriannya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dan kualitas hiduppedagang durian serta masyarakat sekitar. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputipelatihan manajemen usaha dan pemasaran, pengadaan teknologi produksi, danpendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengetahuan dan keterampilanpedagang durian meningkat signifikan setelah mengikuti pelatihan. Pendapatan pedagangdurian juga meningkat setelah menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperolehdari pelatihan