Online Journal :: Agricultural State Polytechnic of Payakumbuh
Not a member yet
    265 research outputs found

    Karakteristik Fenotipe Sapi Simbal Di Kabupaten Merangin Provinsi Jambi

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fenotipe sapi Simbal jantan dan betina di Kabupaten Merangin. Metode yang digunakan yaitu survey. Teknik pengambilan sampel secara purpossive sampling. Umur I1 dan tidak dalam keadaan bunting. Jumlah sampel sebanyak 60 ekor terdiri dari 30 ekor betina dan 30 ekor jantan. Data yang dihimpun karakteristik kualitatif meliputi warna bulu dan ada tidaknya tanduk. Karakteristik kuantitatif meliputi Bobot Badan, Pertambahan Bobot Badan, Tinggi Pundak, Panjang  Badan, Dalam Dada, Lingkar Dada, Lebar Dada, Lingkar Kanon dan Tinggi Pinggul. Karakteristik kualitatif dianalisis secara deskriptif sedangkan karakteristik kuantitatif di analisis menggunakan uji beda rata-rata (uji-t), Analisis Komponen Utama, Analisis regresi dan korelasi. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan karakteristik kualitatif sapi Simbal jantan dan betina yaitu memiliki warna bulu dominan coklat belang putih dan bertanduk. Karakteristik kuantitatif sapi Simbal jantan dengan sapi Simbal betina berbeda nyata (P kecil dari 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bobot badan, pertambahan bobot badan dan ukuran-ukuran tubuh sapi Simbal jantan lebih baik dibanding sapi Simbal betina. Faktor penentu ukuran-ukuran tubuh sapi Simbal adalah Lingkar Dada dan faktor penentu bentuk tubuh sapi Simbal Jantan adalah Panjang Badan penentu bentuk tubuh Betina adalah Tinggi Pundak. Korelasi antara ukuran tubuh dengan bobot badan yang tertinggi adalah Lingkar Dada

    PENGARUH KEDALAMAN TANAM SPROUT TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) DI BPTP SUMATERA BARAT

    Get PDF
    Tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan tanaman semusim yang berbentuk semak. Permintaan kentang dari tahun ke tahun terus meningkat, itu dikarenakan kentang memiliki protein dan vitamin yang cukup tinggi. Agar kentang tidak terjadi penurunan maka salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan cara pembibitan kentang bisa menggunakan sprout kentang dengan berbagai kedalaman tanam.  Perbanyakan tanaman kentang dapat dilakukan dengan cepat melalui perbanyakan secara vegetatif, adapun kelebihan dari perbanyakan tanaman dengan cara vegetatif antara lain masa muda tanaman relatif pendek, tanaman lebih cepat bereproduksi, dapat diterapkan pada tanaman yang tidak menghasilkan biji, sifat-sifat yang lebih baik pada induknya dapat diturunkan, dan dapat tumbuh pada tanah yang memiliki lapisan tanah dangkal karena memiliki sistem perakaran yang dangkal. Pada kedalaman tanam harus disesuaikan dengan kondisi tanah. Untuk dataran tinggi dengan kelembaban udara yang relatif tinggi, penanaman dangkal yang semakin mendekat permukaan tanah, lebih dianjurkan.Tujuan dari percobaan ini adalah mengetahui pengaruh kedalaman tanam terhadap pertumbuhan vegetatif sprout kentang, dan mendapatkan kedalaman tanam terbaik dari perbanyakan sprout kentang. Percobaan dilakukan mulai bulan Februari – Maret 2019. Tempat pelaksanaan percobaan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Barat. Perlakuan yang diberikan adalah kedalaman tanam 2 cm (KT2), kedalaman tanam 3 cm (KT3), kedalaman tanam 4 cm (KT4), dan kedalaman tanam 5 cm (KT5). Parameter yang diamati pada percobaan ini adalah, tinggi tanaman, lebar daun, panjang daun dan jumlah tangkai daun. Tahapan pelaksanaannya yaitu pertama penyiapan media tanam, kedua pengadaan bibit, ketiga penanaman, keempat pemberian perlakuan dan kelima pemeliharaan yang meliputi : penyiraman, penyiangan, pengendalian hama dan penyakit, serta yang keenam pengamatan. Hasil yang didapat dari percobaan ini adalah perlakuan yang terbaik terdapat KT4, untuk tinggi tanaman dan lebar daun, sedangkan untuk parameter pada panjang daun yang paling baik pada perlakuan KT2, dan untuk parameter jumlah tangkai daun yang paling baik pada perlakuan KT5.Oleh karena itu, kedalaman tanam 4 cm adalah perlakuan yang paling baik untuk penanaman sprout kentang

    Analisis Biaya dan Pendapatan pada LKMA Pincuran Bonjo Kecamatan Payakumbuh Timur Kota Payakumbuh

    Get PDF
    People need funding for helping their business to run well. Nowadays, people tend to avoid make loan to the bank as they have to fulfill many requirements needed for administration. Indonesian government facilitates this problem through Agribusiness Micro Finance Institution (LKMA) to help family sector to access credit for funding. This study was aimed to analyze cost and revenue of LKMA Pincuran Bonjoand to know the feasibility of LKMA Pincuran Bonjo business. This study used analytic descriptive method using case study in LKMA Pincuran Bonjo. This LKMA was chosen for the level of member activeness and the asset growth. The data were collected using unstructured interview and document study on income statement during 2016 to 2018. The study suggested that the total cost is  Rp. 81.117.842,  Rp. 93.077.138, and Rp.75.105.911, in a row. Salary contributed the most for this cost. While, the total revenue in a row is as follow: Rp.110.833.474, Rp.128.888.559,-, and Rp. 99.521.940, in which the highest revenue was achieved from the loan services. And the benefit achieved during those years was Rp. 29.715.632, Rp. 35.811.421, dan Rp. 24.416.029,. The R/C ratio was 1.37, 1.38 and 1.33, this indicates that LKMA Pincuran Bonjo business is liable to keep running and growing.Masyarakat membutuhkan pendanaan untuk membiayai usaha. Banyaknya persyaratan menyebabkan masyarakat enggan untuk melakukan peminjaman ke perbankan. Untuk itu pemerintah memfasilitasi dengan adanya Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) yang dapat memudahkan usaha mikro maupun rumah tangga untuk mendapatkan akses kredit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya dan pendapatan pada LKMA Pincuran Bonjo dan mengetahui kelayakan usaha pada LKMA Pincuran Bonjo.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis berupa studi kasus pada LKMA Pincuran Bonjo. Pemilihan LKMA Pincuran Bonjo didasarkan atas keaktifan anggota, dan perkembangan aset LKMA. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tidak terstruktur dan studi dokumen atas laporan laba rugi tahun 2016 sampai dengan 2018. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa total biaya adalah Rp. 81.117.842,-, Rp. 93.077.138,-, dan Rp.75.105.911,-, dengan biaya terbesar adalah biaya gaji/honorarium. Sedangkan total pendapatan berturut-turut adalah Rp. 110.833.474,-, Rp. 128.888.559,- dan Rp. 99.521.940,-, dimana pendapatan tertinggi bersumber dari jasa pinjaman. Sehingga diperoleh keuntungan sebesar Rp. 29.715.632,-, Rp. 35.811.421,-, dan Rp. 24.416.029,-. Nilai R/C rasio sebesar 1,37, 1,38 dan 1,33 menunjukkan bahwa usaha LKMA Pincuran Bonjo layak untuk diusahakan dan dikembangkan

    PENGGUNAAN FERMENTASI URIN KUDA DAN PUPUK KANDANG KUDA UNTUK MENGOPTIMALKAN PRODUKSI TANAMAN BAWANG DAUN ( Allium fistulosum L.)

    Get PDF
    Bawang daun merupakan istilah umum yang terdiri dari spesies yang berbeda. Tiga Jenis bawang daun yang banyak dibudidayakan adalah bawang prei atau leek (Allium porum L), kucai (Allium schoecoprasum) dan bawang bakung dan bawang semprong (Allium fistulosum L). Hasil  program penelitian dan pengembangan hortikultura di Indonesia pada periode tahun 1989-1994 garapan puslitbang hortikultura belum memprioritaskan bawang daun, namun kenyataan di lapangan bawang daun telah dibudidayakan secara luas di berbagai daerah (wilayah). Tujuan dari proyek usaha mandiri ini : Menganalisis kelayakan usaha budidaya tanaman bawang daun dengan teknologi urin kuda difermentasi dan pupuk kandang kuda dan mengoptimalkan produksi tanaman bawang daun dengan teknologi urin kuda difermentasi dan pupuk kandang kuda  Proyeksi Usaha Mandiri ini telah dilaksanakan pada kebun percobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh di Tanjung Pati, dari bulan September sampai Desember 2016. Pelaksanaan Proyek Usaha Mandiri diperoleh hasil produksi bawang daun sabanyak 25 kg dengan harga jual Rp.  15.000 dari hasil produksi diperoleh penerimaan total (TR) Rp.  375.000 dan biaya total (TC) Rp.  872.224. Kesimpulan dari proyek usaha mandiri bawang daun dengan teknologi urin kuda difermentasi dan pupuk kandang kuda memperoleh hasil sebanyak 25 kg, TR Rp. 375.000, TC Rp. 872.224 yang mana proyek mengalami kerugian dengan profitabilitas –57 % dan R.C ratio 0,43 dan fermentasi urin kuda dan pupuk kandang kuda belum mampu mengoptimalkan produksi bawang daun pada proyek usaha mandiri ini.   Disarankan pada budidaya ini penggunaan teknik fermentasi urin kuda dan pupuk kandang kuda sebaiknya dilakukan pada kondisi lingkungan yang menguntungkan. &nbsp

    MEMBUAT PETA VISUAL 3D GUNUNG SAGO UNTUK DATA BASE KONSERVASI TANAH DAN AIR

    No full text
    Untuk membuat peta visual 3D Gunung Sago dari peta kontur dan merencanakan konservasi tanah dan air berdasarkan kelerengan maka dibuatlah penelitian ini untuk membantu mahasiswa, praktisi dan  pengambil kebijakan dalam memahami peta visual 3D. Selama ini belum tersedia peta visual 3D Gunung Sago. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengunjungi langsung daerah disekitar Gunung Sago. Data  diambil dengan GPS dan mengumpulkan data peta kontur. Melakukan digitasi peta kontur. Prosesing dan pemetaan data base dengan Perangkat lunak Surfer Tool. Hasil yang diperoleh yaitu dapat dibuat peta visual 3D Gunung Sago dari peta kontur dengan menggunakan Surfer tool sehingga mempermudah kita memahami teknik konservasi tanah dan air yang cocok untuk masing-masing daerah di sekeliling Gunung Sago. Luas total lokasi disekeliling gunung Sago yaitu 81606,23 ha. Dimana yang harus dikonservasi dengan teras bangku 789,75 ha, dengan teras kredit 28825,54 ha, teras datar 37983,62 ha, teras individu 1184,51 ha, hill side dicth 2162,14 h

    Nilai pH, VFA, dan NH3 Ransum Berbasis Jerami Padi Fermentasi yang Diberi Penambahan Tepung Daun Sirsak (Annona muricata) Secara In Vitro

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai pH, VFA, dan NH3 ransum yang diberi penambahan tepung daun sirsak secara In Vitro. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu persiapan ransum perlakuan yang dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Pertanian dan  pelaksanaan pengukuran pH, VFA, dan NH3 secara In Vitro dilakukan di Laboratorium Nutrisi Ternak Perah IPB.  Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri : T0 = Ransum basal, T1 = Ransum basal + Tepung daun sirsak 1%, T2 = Ransum basal + Tepung daun sirsak 2%, T3 = Ransum basal + Tepung daun sirsak 3%. Peubah yang diamati pH, VFA dan NH3. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam dan uji lanjut  jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penambahan tepung daun sirsak dalam ransum secara In Vitro berpengaruh nyata terhadap nilai pH, VFA, dan NH3. Nilai pH tertinggi ditunjukkan T0 (6,95) dan terendah T3 (6,73), nilai VFA tertinggi T3 (130,95 mM) dan terendah T0 (73 mM), serta nilai NH3 tertinggi ditunjukkan T3 (10,90 mM) dan terendah T0 (8,73). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penambahan tepung daun sirsak dalam ransum hingga 3% signifikan menurunkan nilai pH, meningkatkan nilai VFA dan NH

    RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum mill)TERHADAP KOMBINASI PEMBERIAN PUPUK ORGANIK POS, EP DAN ST DI PT. INDMIRA YOGYAKARTA

    No full text
    Tomat (Lycopersicum esculentum mill) merupakan tanaman Amerika Latin, seperti Peru, Ekuador dan Meksiko. Permintaan pasar tomat sangat banyak, karena tomat merupakan komoditas hortikultura yang diperlukan dalam kebutuhan sehari – hari. Potensi hasil tanaman tidak tercapai, hal ini disebabkan tanah tidak mengandung unsur hara yang dibutuhkan dalam jumlah  cukup. Cara untuk memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman tomat  dengan penambahan beberapa pupuk  berupa pupuk organik serbuk (POS), essen post (EP), dan soil treatment (ST).  Tujuan pelaksanaan percobaan adalah mengetahui respon pertumbuhan tanaman tomat dengan pemberian kombinasi beberapa jenis pupuk organik dan menentukan  respon pertumbuhan tanaman tomat terbaik dengan pemberian kombinasi beberapa jenis pupuk organik. Percobaan dilaksanakan di lahan percobaan Wonogiri, PT. Indmira Yogyakarta mulai akhir Februari sampai awal Mei 2019.  Percobaan kombinasi beberapa jenis pupuk ini dilakukan dengan perlakuan A (Kontrol), perlakuan B (POS), perlakuan C (EP),  perlakuan D (ST), perlakuan E (POS + ST), dan perlakuan F (EP + ST).  Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun per tanaman (helai), jumlah tandan bunga, dan jumlah buah. Pemberian kombinasi jenis pupuk organik memberikan pengaruh berbeda terhadap pertumbuhan tanaman tomat.  Berdasarkan  parameter yang diamati dapat disimpulkan, penggunaan kombinasi pupuk organik dan pembenah tanah pada perlakuan F (EP + ST) memperlihatkan hasil lebih baik, diikuti  perlakuan C (EP), perlakuan D (ST), perlakuan E (POS + ST), perlakuan B (POS) dan perlakuan A (Kontrol). Penggunaan kombinasi pupuk EP dan pembenah tanah pada perlakuan F (EP + ST)memberikan hasil optimal.  Berdasarkan kesimpulan disarankan menggunakan kombinasi pupuk organik dan pembenah tanah untuk mendapatkan hasil optimal.Tomat (Lycopersicum esculentum mill) merupakan tanaman Amerika Latin, seperti Peru, Ekuador dan Meksiko. Permintaan pasar tomat sangat banyak, karena tomat merupakan komoditas hortikultura yang diperlukan dalam kebutuhan sehari – hari. Potensi hasil tanaman tidak tercapai, hal ini disebabkan tanah tidak mengandung unsur hara yang dibutuhkan dalam jumlah  cukup. Cara untuk memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman tomat  dengan penambahan beberapa pupuk  berupa pupuk organik serbuk (POS), essen post (EP), dan soil treatment (ST).  Tujuan pelaksanaan percobaan adalah mengetahui respon pertumbuhan tanaman tomat dengan pemberian kombinasi beberapa jenis pupuk organik dan menentukan  respon pertumbuhan tanaman tomat terbaik dengan pemberian kombinasi beberapa jenis pupuk organik. Percobaan dilaksanakan di lahan percobaan Wonogiri, PT. Indmira Yogyakarta mulai akhir Februari sampai awal Mei 2019.  Percobaan kombinasi beberapa jenis pupuk ini dilakukan dengan perlakuan A (Kontrol), perlakuan B (POS), perlakuan C (EP),  perlakuan D (ST), perlakuan E (POS + ST), dan perlakuan F (EP + ST).  Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun per tanaman (helai), jumlah tandan bunga, dan jumlah buah. Pemberian kombinasi jenis pupuk organik memberikan pengaruh berbeda terhadap pertumbuhan tanaman tomat.  Berdasarkan  parameter yang diamati dapat disimpulkan, penggunaan kombinasi pupuk organik dan pembenah tanah pada perlakuan F (EP + ST) memperlihatkan hasil lebih baik, diikuti  perlakuan C (EP), perlakuan D (ST), perlakuan E (POS + ST), perlakuan B (POS) dan perlakuan A (Kontrol). Penggunaan kombinasi pupuk EP dan pembenah tanah pada perlakuan F (EP + ST)memberikan hasil optimal.  Berdasarkan kesimpulan disarankan menggunakan kombinasi pupuk organik dan pembenah tanah untuk mendapatkan hasil optimal

    PENGARUH PUPUK KCl DAN KNO3 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MELON HIBRIDA (Cucumis melo L.)

    Get PDF
    Melon (Cucumis melo L.) adalah tanaman semusim yang tumbuh merambat. Buah melon memiliki kandungan gizi diantaranya kalori, vitamin A dan C. Melon yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia sangat ditentukan oleh penampilan dan kualitas rasa yang dikandungnya. Buah melon pada saat ini mengalami penurunan kadar kemanisansalah satunya disebabkan penggunaan pupuk NPK. Pupuk NPK mengandung unsur kalium yang tergolong rendah yaitu sekitar 16 %, sedangkan unsur kalium sangat dibutuhkan untuk meningkatkan rasa manis pada buah. Pemberian unsur kalium dapat dilakukan dengan penggunaan pupuk KCl dan KNO3.Tujuan dari percobaan ini adalah mengetahui pertumbuhan dan produksi tanaman melon hibrida terbaik dari penggunaan pupuk pupuk KCl dan KNO3dan mengetahui pengaruh penggunaan pupuk KCl dan KNO3 terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman melon hibrida. Percobaan ini dilakukan mulai tanggal 18 Februari - 10 Mei 2019. Tempat pelaksanaan percobaan di Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, Solok. Perlakuan yang digunakan pada percobaan ini adalah pupuk KCl 50 gr dan pupuk KNO3 50 gr. Hasil yang didapat dari percobaan ini adalah pertumbuhanvegetatifdan pertumbuhan generatif terbaik terdapat pada perlakuan pupuk KNO3.Rata-rata lebar daun pada perlakuan pupuk KNO3 adalah 21,9 cm, panjang ruas ke 7 adalah 10,1 cm, diameter batang adalah 11,2 mm, berat buah melon adalah 0,86 kg, lingkar  buah melon adalah 36,75 cm, tebal daging buah adalah 3,15 cm, dan total soluble solid (ºbrix) adalah 14,00 ºbrix. Kesimpulan dari percobaan ini adalah penggunaan pupuk KNO3 lebih baik dibandingkan dengan penggunaan pupuk KCl. Penggunaan pupuk KNO3 berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman melon hibrida.Melon (Cucumis melo L.) adalah tanaman semusim yang tumbuh merambat. Buah melon memiliki kandungan gizi diantaranya kalori, vitamin A dan C. Melon yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia sangat ditentukan oleh penampilan dan kualitas rasa yang dikandungnya. Buah melon pada saat ini mengalami penurunan kadar kemanisansalah satunya disebabkan penggunaan pupuk NPK. Pupuk NPK mengandung unsur kalium yang tergolong rendah yaitu sekitar 16 %, sedangkan unsur kalium sangat dibutuhkan untuk meningkatkan rasa manis pada buah. Pemberian unsur kalium dapat dilakukan dengan penggunaan pupuk KCl dan KNO3.Tujuan dari percobaan ini adalah mengetahui pertumbuhan dan produksi tanaman melon hibrida terbaik dari penggunaan pupuk pupuk KCl dan KNO3dan mengetahui pengaruh penggunaan pupuk KCl dan KNO3 terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman melon hibrida. Percobaan ini dilakukan mulai tanggal 18 Februari - 10 Mei 2019. Tempat pelaksanaan percobaan di Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, Solok. Perlakuan yang digunakan pada percobaan ini adalah pupuk KCl 50 gr dan pupuk KNO3 50 gr. Hasil yang didapat dari percobaan ini adalah pertumbuhanvegetatifdan pertumbuhan generatif terbaik terdapat pada perlakuan pupuk KNO3.Rata-rata lebar daun pada perlakuan pupuk KNO3 adalah 21,9 cm, panjang ruas ke 7 adalah 10,1 cm, diameter batang adalah 11,2 mm, berat buah melon adalah 0,86 kg, lingkar  buah melon adalah 36,75 cm, tebal daging buah adalah 3,15 cm, dan total soluble solid (ºbrix) adalah 14,00 ºbrix. Kesimpulan dari percobaan ini adalah penggunaan pupuk KNO3 lebih baik dibandingkan dengan penggunaan pupuk KCl. Penggunaan pupuk KNO3 berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman melon hibrida

    PENGGUNAAN KOMPOS BAGASE UNTUK MENGOPTIMALKAN PRODUKSI TANAMAN TERUNG (Solanum melongena L.)

    Get PDF
    Eggplant (Solanum melongena L.) is a plant species that is known as the fruit and vegetables grown for use as a food ingredient. These plants belong to one group of plants that produce seeds Eggplant Trunk divided into two kinds, namely the main stem and branching. Eggplant leaf consists of a petiole and the leaf blade. Eggplant flowers are hermaphrodite flowers, or better known as the bisexual flowers, the flowers are one of the stamen to the pistil. Eggplant fruit is the fruit of a true single.. Cultivation of eggplant in the Project of Independent Business is using composting technology bagase. Bagase compost is compost that comes from bagasse or the rest of the sugar mill. Bagase own compost organic matter content of about 90%, N content of 0,3%, 0,02% P2O5, K20 0,14%, Ca 0,06% and 0,04% Mg. The project goal independent business is the use of compost bagase on the cultivation of eggplant to reduce the use of chemical fertilizers and optimize plant production eggplant, farming systems semi-organic environmentally sustainable and analyze the feasibility of cultivation of eggplant with market potential in Payakumbuh and the District Fifty City. Independent business projects implemented during the four months from September to December 2015 and conducted experiments dikebun State Agricultural Polytechnic Payakumbuh with total area of ​​300 m2. Eggplant crop production on the independent business projects with the use of compost bagase treatment that is 575 Kg/300 m2, a profit of Rp. 835.310, the profitability of 92% and RC Ratio of 1,92

    Analisis Pendapatan Rumah Tangga Sistem Integrasi Sapi Kelapa Sawit (SISKA) Pola Semi Intensif di Kecamatan Pangkalan Lesung Kabupaten Pelalawan

    Get PDF
    Cow-oil palm integration system is an activity that combines two or more farms with the aim of increasing profits. The application of a system of integration between cattle and oil palm has a huge impact on farmers, especially improve the management of oil palm plantation and effective cattle management for increasing productivity. This researchy aims to analyze the income structure and income distribution of SISKA program household farmers. This research was conducted in Pangkalan Lesung district Pelalawan regency. The methods used in this research is a survey method and research respondents taken as many as 40 farmers in a census.The results showed that household income is sourced from the primary income SISKA and sideline income. The main income of the farmer SISKA sourced from farming the land for palm oil SISKA and non SISKA, SISKA farmers sideline income while sourced from cattle business, trade business, civil servant (PNS), and Councilor. Oil Palm ventures SISKA earn an average income of Rp 25.350.084,69/2 ha/year (55.48percents), from oil palm farming on non which is Rp12.547.756,82/ average land area 1.03 ha/year (27.46percents). For a side income from livestock farms obtain average income of Rp 3.768.200,52/year (8.25percents). As for the revenue from non-agricultural get the Rp 3.905.312 .50/year (8.81percents). The Gini Index of Ratio of farmers is at a low inequality of 0.03, meaning that oil palm farming activities and cattle activities are homogeneous.Sistem integrasi sapi – kelapa sawit adalah suatu kegiatan yang memadukan dua atau lebih usahatani dengan tujuan untuk meningkatkan keuntungan. Penerapan sistem integrasi antara ternak sapi dan kelapa sawit memberikan dampak yang sangat besar bagi petani, terutama memperbaiki manajemen pengelolaan perkebunan kelapa sawit dan pengelolaan sapi yang efektif bagi peningkatan produktifitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur pendapatan dan distribusi pendapatan rumahtangga petani program SISKA. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Pangkalan Lesung Kabupaten Pelalawan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dan responden penelitian diambil sebanyak 40 petani secara sensus.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rumah tangga SISKA bersumber dari pendapatan utama dan pendapatan sampingan. Pendapatan utama petani SISKA bersumber dari usahatani kelapa sawit lahan SISKA dan usahatani kelapa sawit non SISKA, sedangkan pendapatan sampingan petani SISKA bersumber dari usahaternak sapi, usaha dagang, Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan perangkat desa. Usaha kelapa sawit SISKA memperoleh rata-rata penghasilan sebesar Rp25.350.084,69/2 ha/tahun (55,48%), dari usahatani kelapa sawit non SISKA yaitu sebesar Rp12.547.756,82/rataan luas lahan 1,03 ha/tahun (27,46%). Untuk pendapatan sampingan pertanian dari ternak sapi memperoleh rata-rata penghasilan sebesar Rp3.768.200,52/tahun (8,25%).Sedangkan untuk pendapatan dari nonpertanian memperoleh hasil sebesar Rp3.905.312,50/tahun (8,81%). Nilai Indeks Gini Ratio petani berada pada ketimpangan rendah yaitu 0,03, artinya karena kegiatan usahatani kelapa sawit dan kegiatan ternak sapi bersifat homogen

    106

    full texts

    265

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Online Journal :: Agricultural State Polytechnic of Payakumbuh
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇