UNKLAB Ejournal System (Univ. Klabat)
Not a member yet
1030 research outputs found
Sort by
Konsumsi Makanan Berisiko dengan Keluhan Gastritis Pada Komunitas Pemuda
Gastritis atau peradangan pada lapisan lambung, merupakan kondisi yang lazim terjadi pada anak muda, yang bermanifestasi dengan gejala dan penyebab yang beragam. Etiologi keluhan gastritis yang paling banyak ditemukan adalah konsumsi makanan berisiko tinggi, termasuk makanan pedas, makanan dengan kandungan lemak tinggi, makanan yang mengandung monosodium glutamat (MSG), dan makanan yang bersifat asam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi makanan yang beresiko dengan terjadinya keluhan gastritis pada komunitas pemuda. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, dengan pendekatan deskriptif dan uji-t melalui analisis cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara responden yang mengonsumsi makanan pedas dengan yang tidak mengonsumsi makanan pedas (p-value = 0,012 <0,05). Namun, tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik yang diamati untuk jenis makanan lain, seperti makanan berlemak dan makanan yang mengandung MSG. Disarankan agar remaja mengkonsumsi makanan pedas secukupnya untuk menghindari keluhan gastritis, dan diharapkan peneliti selanjutnya dapat meneliti variabel lain, seperti ukuran porsi, dalam kaitannya dengan keluhan gastritis.
Gastritis, which is defined as inflammation of the stomach lining, is a prevalent condition among young people, manifesting with a variety of symptoms and causes. The most prevalent etiology of gastritis complaints is the consumption of high-risk foods, including spicy foods, foods with high fat content, foods containing monosodium glutamate (MSG), and acidic foods. The present study aims to ascertain whether there is a significant relationship between the consumption of high-risk foods and the occurrence of gastritis complaints in the youth community. The research design utilised in this study is quantitative, employing a descriptive approach and t-test through cross-sectional analysis. The findings revealed a statistically significant difference between respondents who consumed spicy foods and those who did not consume spicy foods (p-value = 0,012 <0,05). However, no statistically significant differences were observed for other types of food, such as fatty foods and foods containing MSG. It is recommended that teenagers consume spicy food in moderation to avoid gastritis complaints, and it is hoped that future researchers can examine other variables, such as portion size, in relation to gastritis complaints
Eksplorasi Alasan dan Pengalaman Mahasiswa Laki-Laki Memilih Jurusan Keperawatan: Penelitian Deskriptif Fenomenologi
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi motivasi, pengalaman, dan tantangan yang dihadapi mahasiswa laki-laki dalam memilih dan menjalani pendidikan keperawatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif. Lima partisipan dari program Sarjana dan Diploma III Keperawatan di Universitas Advent Indonesia dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan tujuh langkah metode Colaizzi. Hasil penelitian menghasilkan tiga tema utama: (1) motivasi mahasiswa laki-laki memilih jurusan keperawatan, (2) pengalaman mahasiswa laki-laki dalam praktik dan pembelajaran keperawatan, dan (3) tantangan yang dihadapi selama menempuh pendidikan keperawatan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan dukungan akademik dan sosial yang lebih inklusif bagi mahasiswa laki-laki di bidang keperawatan.
This study aims to explore the motivations, experiences, and challenges faced by male nursing students in choosing and undergoing nursing education. A qualitative approach with a descriptive phenomenological design was used. Five participants from the Bachelor and Diploma III Nursing programs at Universitas Advent Indonesia were selected purposively. Data were collected through semi-structured interviews and analyzed using Colaizzi’s seven-step method. The results identified three main themes: (1) motivations of male students in choosing a nursing major, (2) experiences of male students in clinical practice and learning, and (3) challenges encountered during their nursing education. These findings may support the development of more inclusive academic and social support for male nursing students
Implementasi Tracer Study Berbasis Web di Sekolah Menengah Kejuruan
Tracer study merupakan metode yang digunakan untuk melacak jenjang karier lulusan suatu lembaga pendidikan guna mengumpulkan informasi terkait ketenagakerjaan, relevansi kurikulum, dan kepuasan terhadap pengalaman belajar. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem tracer study berbasis web bagi SMK Negeri 1 Sorong dengan menggunakan framework Bootstrap guna meningkatkan aksesibilitas dan kegunaan bagi alumni dan pemangku kepentingan lembaga. Sistem ini dikembangkan dengan menggunakan metodologi pengembangan perangkat lunak Waterfall yang meliputi fase analisis, desain, implementasi, dan pengujian. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu mengelola data alumni secara efisien, menyajikan laporan statistik yang informatif, serta menyediakan antarmuka yang responsif dan ramah pengguna. Implementasi Bootstrap memungkinkan tata letak yang adaptif di berbagai perangkat, sehingga meningkatkan pengalaman pengguna. Dengan sistem tracer study ini, SMK Negeri 1 Sorong dapat memperoleh data alumni yang akurat dan terkini, yang berguna untuk pengembangan kurikulum dan peningkatan mutu pendidika
Ekspektasi Mahasiswa Keperawatan Terhadap Proses Penulisan Skripsi di Universitas Klabat: Studi Kualitatif
The process of writing a thesis for students requires physical, mental, cognitive, and social abilities. The process of completing a thesis experiences many challenges, for that the purpose of the study was to determine the expectations of nursing students towards the thesis writing process. The research design used a qualitative content analysis method based on careful reading of textual notes. Purposive sampling technique with a total of 22 people. Data collection through an open-ended question approach so that students can reflect their expectations in writing about thesis writing. Data analysis by making transcripts in digital documents, reduction and coding, data presentation and drawing conclusions. The results of the study found several themes, namely gaining knowledge and professional competence, personal resources, benefits for others and no obstacles. Recommendations for further research are to be able to dig deeper into obstacles in writing a thesis, especially those related to the guidance process (supervisor). The implications of the study show that most informants have expectations of gaining knowledge as well as professional competence towards writing a thesis, this provides a good contribution for students to apply existing knowledge.
Proses penulisan skripsi pada mahasiswa membutuhkan kemampuan fisik, mental, kognitif, dan sosial. Proses penyelesaian skripsi mengalami banyak tantangan, untuk itu tujuan dalam penelitian untuk mengetahui ekspektasi mahasiswa keperawatan terhadap proses penulisan skripsi. Desain penelitian menggunakan metode analisis konten kualitatif berdasarkan pembacaan cermat terhadap catatan tekstual. Teknik sampling purposive dengan jumlah 22 orang. Pengumpulan data melalui pendekatan satu pertanyaan terbuka sehingga mahasiswa dapat merefleksikan harapan secara tertulis terhadap penulisan skripsi. analisis data dengan membuat transkrip dalam digital dokumen, reduksi dan koding, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian didapati beberapa tema yaitu mendapat pengetahuan dan kompetensi profesional, sumber daya pribadi, manfaat bagi orang lain serta tidak ada hambatan. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah bisa menggali lebih dalam untuk hambatan dalam penulisan skripsi khususnya yang berhubungan dengan proses pembimbingan (dosen pembimbing). Implikasi penelitian menunjukkan sebagian besar informan memiliki ekspektasi mendapat pengetahuan sekaligus sebagai kompetensi profesional terhadap penulisan skripsi, hal ini memberikan kontribusi yang baik bagi para mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang ada
CORRELATION OF CHOLESTEROL LEVELS, BLOOD GLUCOSE, URIC ACID AND AGES
Metabolic syndrome and cardiovascular disease are often associated with elevated serum lipid, glucose, and uric acid levels. When these conditions occur together, they significantly increase the risk of heart disease, stroke, and type 2 diabetes, especially in individuals in the productive age range. This study was conducted to evaluate the association between cholesterol, blood sugar levels, uric acid concentrations, and age variables. The methodology in this study was descriptive correlational using a purposive sampling technique. This study selected Wiyono Village and Taman Sari Village, Gedung Tataan District, Pesawaran Regency, Lampung, as the research area. A total of 110 adult residents were involved in this study. Univariate and bivariate analyses were performed. Data collection included blood sampling to obtain cholesterol, uric acid, and blood glucose levels. After the results were obtained, each respondent received counseling on a healthy lifestyle (NEWSTART) according to the results of each respondent's examination by health workers. Revealing a statistically significant (sig value 0.023 <0.05) between cholesterol and uric acid. A sig value of 0.019 < 0.05 indicates a significant correlation between cholesterol and blood sugar. A sig value of 0.015 < 0.05 indicates a significant correlation between age and uric acid. Lifestyle management is essential as a preventative measure for increased lipid, glucose, and hyperuricemia levels.
Sindrom metabolik dan penyakit kardiovaskular sering dikaitkan dengan peningkatan kadar lipid, glukosa, dan asam urat serum. Bila kondisi ini terjadi bersamaan, secara signifikan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2 terutama pada individu dalam rentang usia produktif. Studi ini dilakukan untuk mengevaluasi keterkaitan antara kolesterol, kadar gula darah, konsentrasi asam urat, serta variabel usia. Metodologi dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini memilih Desa Wiyono dan Desa Taman Sari, Kecamatan Gedung Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, sebagai daerah penelitian. Sebanyak 110 penduduk dewasa terlibat dalam penelitian ini. Analisis univariat dan analisis bivariat dilakukan. Pengumpulan data meliputi pengambilan sampel darah untuk mendapatkan kadar kolesterol, asam urat, dan glukosa darah. Setelah hasilnya diperoleh, setiap responden menerima konseling tentang gaya hidup sehat (NEWSTART) sesuai dengan hasil pemeriksaan setiap responden oleh tenaga kesehatan. Mengungkapkan signifikan secara statistik (nilai sig 0,023 < 0,05) antara kolesterol dan asam urat. Nilai sig 0,019 < 0,05 antara kolesterol dan gula darah. Nilai sig 0,015 < 0,05 signifikan antara usia dan asam urat. Manajemen gaya hidup perlu diperhatikan sebagai langkah pencegahan peningkatan kadar lipid, glukosa dan hiperurisemi
COMPARATIVE STUDY: FAMILY SUPPORT FOR STROKE PATIENTS BASED ON DEMOGRAPHIC PROFILE, TYPE OF STROKE, AND DURATION OF HOSPITALIZATION
Family support is a crucial component in the care process for stroke patients, but there is still little research evaluating its intensity based on demographic profiles and clinical conditions. This study aims to analyze the relationship between demographic profiles (age, gender, education level, occupation, income), stroke type, and length of hospital stay on family support for stroke patients. This study used an analytical cross-sectional method with a cross-sectional approach involving 62 stroke patients treated at a hospital in Manado. Data was collected through survey sheets and observations combined with family support questionnaires. The data were analyzed using the Mann–Whitney and Kruskal–Wallis tests. The results showed that the highest level of family support was found in young-old patients (60–74 years), those with higher education, those with income above the minimum wage, and those with a long hospitalization duration (≥8 days). Meanwhile, in the correlation test, gender, occupation, and type of stroke did not show significant differences in family support (p>.05). However, age, education, family income, and length of hospital stay showed significant differences in the intensity of family support (p<.05) when providing assistance to stroke patients who were hospitalize. Recommendations that can be given in this study are the design of family education programs based on patient demographic profiles, such as health literacy modules for low-educated families and coping skills training for low-income families, as well as implementing family-centered care that involves family members from the first day of hospitalization.
Dukungan keluarga merupakan komponen krusial dalam proses perawatan pasien stroke, namun masih sedikit penelitian yang mengevaluasi intensitasnya berdasarkan profil demografi dan kondisi klinisnya. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara profil demografi (usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, pendapatan), jenis stroke, dan durasi rawat inap terhadap dukungan keluarga pada pasien stroke. Studi ini menggunakan metode analytical cross-sectional study yang melibatkan 62 pasien stroke yang dirawat di salah satu rumah sakit di Manado. Data dikumpulkan melalui lembar survei dan observasi yang dikombinasikan dengan kuesioner dukungan keluarga. Data yang tersebut dianalisis menggunakan uji deskriptif, Mann–Whitney, dan Kruskal–Wallis. Temuan hasil menunjukkan bahwa dukungan keluarga tertinggi ditemukan pada pasien usia young-old (60–74 tahun), berpendidikan tinggi, berpendapatan di atas upah minimun, dan durasi rawat inap panjang (≥8 hari). Sementara pada uji hubungan, jenis kelamin, pekerjaan, dan tipe stroke tidak menunjukkan perbedaan dukungan keluarga yang signifikan (P>,005). Sedangkan untuk faktor usia, pendidikan, pendapatan keluarga, dan lama rawat inap mempunyai perbedaan intensitas dukungan keluarga yang signifikan (P<,005) saat memberikan pendampingan pada pasien stroke yang sedang dirawat inap. Rekomendasi yang dapat diberikan dalam studi ini adalah perancangan program edukasi keluarga berdasarkan profil demografi pasien, seperti modul literasi kesehatan bagi keluarga berpendidikan rendah dan pelatihan coping skills untuk keluarga berpendapatan terbatas, serta menerapkan family centered care yang melibatkan anggota keluarga sejak hari pertama rawat inap
LAMA MENJALANI HEMODIALISA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN YANG MENJALANI HEMODIALISA
The prevalence of chronic kidney disease continues to increase globally, requiring renal replacement therapy such as hemodialysis to sustain life. In the long term, hemodialysis is often accompanied by financial burdens and work limitations, sexual dysfunction, anxiety and depression, and lifestyle changes that reduce the quality of life of patients. The purpose of this study was to determine whether there is a significant relationship between the duration of hemodialysis and the quality of life of patients undergoing hemodialysis at Dr. R. D. Kandou General Hospital in Manado. This study is a quantitative cross-sectional study involving 80 respondents selected using purposive sampling. The instrument used was the Kidney Disease Quality of Life version 1.3, with Cronbach's alpha reliability ranging from 0.580 to 0.999. Data on the duration of hemodialysis was obtained based on the number of years the respondents had undergone therapy. The results of the analysis using Spearman's rho test showed a p-value of 0.101, indicating that there was no significant relationship between the duration of hemodialysis and quality of life in patients at Prof. Dr. R. D. Kandou General Hospital in Manado. In the quality of life domain, dialysis staff support and social support received good ratings. Therefore, it is recommended that families and dialysis staff continue to provide support to improve the motivation and quality of life of hemodialysis patients.
Prevalensi penyakit ginjal kronis terus meningkat secara global, dan memerlukan terapi pengganti ginjal seperti hemodialisis untuk mempertahankan hidup. Dalam jangka panjang, hemodialisis kerap disertai beban finansial dan keterbatasan pekerjaan, disfungsi seksual, kecemasan dan depresi, serta perubahan gaya hidup yang menurunkan kualitas hidup pasien. Tujuan penelitan ini untuk mengetahui apakah ada hubungan yang signifikan antara lama menjalani hemodialisa dengan kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisa di RSUP. Dr. R. D. Kandou Manado. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross sectional yang melibatkan 80 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Kidney Disease Quality of Life versi 1.3, dengan reliabilitas cronbach's alpha berkisar 0,580–0,999. Data mengenai lama hemodialisis diperoleh berdasarkan jumlah tahun responden menjalani terapi. Hasil analisis menggunakan uji spearman’s rho menunjukkan p-value 0,101, menandakan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lama menjalani hemodialisis dan kualitas hidup pada pasien di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Pada domain kualitas hidup, dukungan staf dialisis dan dukungan sosial memiliki hasil penilaian yang baik. Oleh karena itu, direkomendasikan agar keluarga dan staf dialisis terus memberikan dukungan untuk meningkatkan motivasi dan kualitas hidup pasien hemodialisis.
 
Feasibility Analysis of Industrial Waste Reduction Investment: Potential of Fruit Basket and Mat Products: Analisis Kelayakan Investasi Pengurangan Limbah Industri: Potensi Produk Keranjang Buah dan Keset
Unprocessed waste has become a major issue in the world today. In 2021, Indonesia's environmental statistics recorded that approximately 24.5% of the total waste generated was not properly managed. One of the subjects of this issue is palm oil and textiles. Palm oil is a commodity that has experienced rapid growth, with a growth rate of 22.72% from 2017 to 2018. Meanwhile, textile waste is commonly found, especially in garment companies. This research aims to conduct an investment feasibility analysis from a financial perspective for industrial waste reduction, focusing on the business potential of fruit baskets made from palm oil waste and mats made from fabric scraps. The products generated from this waste can provide a sustainable solution while also generating financial profit. Therefore, a feasibility analysis was carried out for these two products. The investment feasibility analysis method is used to evaluate the potential success of these two waste-reducing products. The feasibility analysis involves calculating initial costs, revenue, operational costs, and cash flow projections over a certain period. Additionally, various risk factors and relevant assumptions are also considered in this analysis. The results of the feasibility analysis conclude that the fruit basket made from palm oil waste is more feasible than the mat made from fabric scraps
Millennials and Digital Wallets: Addressing Consumer Behavior in the Technology Era
In Indonesia, the use of digital wallets (e-wallets) such as GoPay, OVO, DANA, and ShopeePay is increasing, especially among the millennial generation who prioritize ease and speed of transactions. This study aims to analyze the factors that influence student consumer behavior in using digital wallets. The method used is qualitative with a phenomenological approach. Based on a Populix survey of 1,000 respondents, the most widely used digital wallet applications are Dana (88%), Gopay (83%), ShopeePay (79%), OVO (76%), and LinkAja! (30%). The results of the study show that ease of access, cashback, and promotions play a significant role in encouraging the use of digital wallets. However, low financial literacy leads to a tendency towards uncontrolled consumer behavior. Therefore, education about financial literacy is an important aspect in using digital wallets wisely
Hubungan Kepatuhan Pencegahan Komplikasi Hipertensi dengan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi
Penyakit hipertensi membutuhkan pengelolaan jangka panjang, menempatkan kepatuhan sebagai salah satu faktor utama dalam pencapaian target terapi pasien.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepatuhan pencegahan komplikasi dengan Hipertensi pada penderita hipertensi di Klinik Unai Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. pengumpulan data menggunakan kuesioner tentang kepatuhan pencegahan komplikasi dan lembar observasi pengukuran tekanan darah dengan jumlah sampel 100 responden pasien hipertensi. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Variabel Independent dalam penelitian ini kepatuhan pencegahan komplikasi dan variabel dependen dalam penelitian ini adalah tekanan darah sedangkan proses analisis data menggunakan uji statistik chi square. Hasil penelitan diketahui sebagian besar penderita hipertensi mengalami hipertensi Stadium 1 (55%) sedang tingkat kepatuhan pencegahan komplikasi (6%), dan hampir sebagian tidak patuh terhadap kepatuhan pencegahan komplikasi (94%). Hasil uji chi square menunjukan tidak ada hubungan antara kepatuhan pencegahan komplikasi dengan hipertensi pada penderita hipertensi di Klinik UNAi Parompong Kabupaten Bandung Barat dengan nilai p=0.308. Sebagai tenaga kesehatan selalu memberikan motivasi dan dorongan kepada masyarakat bahwa pentingnya menjaga kesehatan dimulai dengan perubahan gaya hidup yang lebih sehat untuk mencegah terjadinya hipertensi maupun komplikasi lainnya.
Hypertension is a condition that needs long-term care, and sticking to the plan is a big deal when it comes to hitting patient therapy goals. This study wants to figure out if there’s any connection between complication prevention and blood pressure levels in hypertension patients at UNAI Parongpong Clinic in West Bandung Regency. This study uses a descriptive quantitative design with an analytical method with a cross-sectional approach. Data collection using a complication prevention questionnaire and blood pressure measurement observation with 100 sample. The independent variable here is how well patients prevent complications, while the dependent one is their blood pressure. We analyzed the data with a chi-square test. The results is, the most patients with 55% percent had Stage 1 hypertension. The obedience rate to complication prevention is 6%, while nearly the majority (94%) do not obey complication prevention measures. The chi-square test showed no real link between sticking to complication prevention and blood pressure, with a p-value of 0.308. As healthcare professionals, we always strive to motivate and encourage the community to prioritize their health. It all starts with adopting a healthier lifestyle to prevent hypertension and other complications