Jurnal Online Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (UIN Sunan Ampel Surabaya
Not a member yet
753 research outputs found
Sort by
Kepemimpinan Situasional Kyai dan Kinerja Guru Pondok Pesantren
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara simultan dan parsial faktor-faktor kepemimpinan situasional kyai yang meliputi Kubungan pemimpin-bawahan, struktur tugas, dan tingkat kematangan hawahan terhadap kinerja guru pondok Pesantren di Kecamatan Mojosari Mojokerto. Berdasarkan analisis data dan pembahasan, maka dapat disimpulkan: Secara simultan faktor-faktor gaya kepemimpinan situosional kyai yang meliputi: hubungan pemimpin bawahan (X1), struktur luas (X2) dan tingkat kematangan bawahan (X3), memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja guru pondok pesantren di Kecamatan Mojosari Mojokerto. Hal ini ditunjukkan oleh f hitung > f tabel (10.257 > 4,00) juga taraf signifikansi a = 0,05 (0,000 < 0,05). Besanya kontribusi seluruh variabel (Xi, X, dan X3) terhadap kinerja guru (Y) ditunjukkan oleh angka (koefisien determinasi) sebesar 0,363 atau 36,3%, selebihnya 63,7% dipengaruhi oleh variabel/faktor lainnya yang belum diteliti. Variabel bebas yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap kinerja guru pondok pesantren di Kecamatan Mojosari adalah variabel tingkat kematangan bawahan (X3). Hal itu dijelaskan dengan nilai t hitung variabel tingkat kematangan bawahan (X1) paling besar (2,238) dan koefisien korelasi parsial paling besar (0,409) lebih dominan daripada variabel lain (variabel X1 t hitung -0, 191 dan r parsial -0,033; dan variabel X2 t hitung "1,420 dan r parsial = 0,257). Sedangkan taraf signifikansi variabel X1 (0,849) dan X2 (0,161) lebih besar dari a = 0,05, sedangkan X1 (0,029) taraf signifikansi lebih kecil dari a " 0,05. Melihat besarnya kontribusi seluruh variabel X (X1, X2, dan X3) terhadap variabel kinerja guru (Y) yang ditunjukkan oleh angka yakni sebesar 0,363 (36,3%) selebihnya 63,7% dipengaruhi faktor lain yang belum diteliti
Pendidikan Inklusif; Sebuah Konstruksi Pendidikan Anti Diskriminasl Bagi Difabel
Perxdidikan merupakan elemen dasar dari hak asasi manmia. Di dalam hak atas pendidikan terkaniiung berbagai hal pokok bagi kehidupan mantisia, yaitu hak ekonomi, sosial, budaya serta hak sipil dan politik. Begitu juga bagi para penyandang difabel (differendy able) atau kelompok manusia yang memiliki kemampuan berbeda yang biasa disebut dengan orang berkebutuhan IcHiwui, mereka tentu memiliki kebutuhan dasar yaitu pendidikan. Model pendidikan inklusif merupakan sistem penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik, termasuk penyaruiang difabel, untuk mengikuti pendidikan atau pembelajaran dalam iing/cungan pendidikan secara bersama-sama dengan peserta didik pada umumnya. Melalui model pendidikan inklusif, diharapkan dapat meminimalisir tiiskriminasi se/caligiis memacu poterxsi para siswa penyandang difabel
Implementasi Terapi Eksistensial dalam Mengatasi Siswa Rendah Diri: (Studi Kasus Siswa X Cacat Tunanetra di Sekolah Menengah Pertama Iskandar Said Surabaya)
Permasalahan yang dikaji dalam skripsi ini adalah pelaksanaan bimbingan konseling dengan terapi eksistesial, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana keherhasilan pelaksanaan terapi eksistensial dalam membancu masalah siswa yang rendah diri karena kekurangan pada fisiknya, yaitu cacat tunanetra. Subyek penelitian ini adalah seorang siswi penyandang cacat tunanetra sejak lahir yang sekarang duduk di kelas IX di SMP Iskandar Said Surabaya yang mengalami rendah diri karena cacat tunanetra yang disandangnya. Instrumen pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Berdasarkan dari hasil penelitian ini adalah terdapat siswa yang merasa rendah diri dikamakan cacat fisik, dan setelah dilaksanakan terapi eksistensial siswa tersebut mengalami perubahan keranah yang positif, siswa mulai terbuka dalam bergaul dengan teman-temannya, tidak lagi mudah tersinggung, bisa menerima kekurangan yang ada pada dirinya. Serta dapat berfikir positif dalam menyelasaikan masalah yang dihadapi. Jadi, dapat disimpulkan dengan terapi eksistensial siswa yang rendah diri merasa terbantu. Yaitu siswa menjadi lebih bersemangat dalam belajar dan berteman dan juga dapat membantu perkembangan psikologisnya
Efektifitas Pelaksanaan Layanan Sistem Informasl Sekolah (Siforia) terhadap Peningkatan Pelayanan Pendidikan di SMP Negeri 22 Surabaya
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: I) pelaksaman layanan iistem informasi sekolah di SMP Negeri 22 Surabaya, 2) layanan pendidikan di SMP Negeri 22 Surabaya, 3} peningkatan layanan pendidikan sebelum dan sesudah adanya pelaksanaan layanan sistem infcnmasi sekolah di SMP Negeri 22 Surabaya. Jenis penelitian adalah statistik deskriptif yang dilakukan dengan metode observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Kemudian data dianalisa menggunakan rumus test "t" agar mendapatkan hasil penganalisaan data secara aktiial dan mendalam sesuai dengan topik penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan layanan SJFORLA terhadap peningkatan pelayanan pendidikan di SMP Negeri 22 Surabaya berjalan cukup efektif dan dan dapat meningkatkan layanan pendidikan khususnya layanan networking. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil perhitungan angket dengan rumus test "t" dengan nilai to adalah 8,6 bila dibandingkan dengan taraf signifikan 5 % dan 1 % dengan N = 26 yfl/cni 2,06 dan 2,78 maka nilai to 8,6 lebih besar dari taraf signifikansi 5 % dan 1%( 2.06 <8,6 >2,78
Dampak Pemberlakuan PP 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan terhadap Eksistensi Madrasah: (Studi Deskriptif di MAN Surabaya, MA Amanatul Ummah Surabaya dan MA Ittaqu Surabaya)
Terhitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 lentang Standar Nosional Pendidikan tentu menjadi harapan baru hagi pengembangan kualitas pendidikan di Indonesia. PP tersebut sebagai salah satu ramhu^amhu atau petunjuk dalam penataan sistem penyelenggaraaan pendidikan. Tulisan inimerupakan hasil penelitian (deskriptifkualitatif) terkait dampak pemberlakuan PP 19 Tahun 2005 terhadap eksistensi madrasah. Penelitian difokuskan di tiga madrasah pada jenjang aliyah, yaitu: MAN Surabaya, MA Amanatul Ummah Surabaya dan MA Ittaqu Surabaya. Pemilihan lokasi penelitian didasarkan ataspertimbangan representasi status madrasah negeri dan swasta, serta pertimbangan nllai akreditasi madrasah. Melalui paparan dan aruilisis data, diharapkan dapat melihat secara lebih dalam bagaimana implementasi peraturan tersebut di lingkungan madrasah, sehingga lebih lanjut akan diketahui dampak atausignifikansi standar nosional pendidikan ini bagi penyelenggaraan pendidikan di madrasah
Pengembangan Life Skill: Kewirausahaan melalul Program Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal Kelautan di SMA Muhammadiyah 06 Paciran Lamongan
Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal di SMA Muhammadiyah 06 Paciran Lamongan adalah (nogram pemhelajaran yang diselenggarakan pada SMA sesuai dengan kebutuhan daerah, dengan memanfaatkan berbagai sumber daya alam, sumber daya manusia, geografis, budaya, historis dan potensi daerah lainnya yang bermanfaat dalam proses pengerribangan potensi, bakat dan minat peserta didik. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan tiga cara yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yag terkumpul kemudian di analisis dengan teknik pengecekan dan keabsahan data yang diperoleh, dan untuk mengetahui keabsahan data yang ditulis diperlukan adanya teknik keabsahan data yakni dengan menggunakan dua cara yaitu trianggulasi dan pengamatan mendalam. Dalam mengembangan Life skill Kewirausahaan Melalui Program Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal Kelautan di SMA Muhammadiyah 06 Paciran Lamongan, dengan melakukan praktek dalam mata pelajaran muatan local PHL (Pengolahan Hasil Laut) antara lain Proses pembuatan surimi, Fish cake, Fish ball, Dan Fish nugget. Dengan lebih mensosialisasikan Program tersebut sehingga dapat menunjang keberhasilan pendidikan, menciptakan kerjasama dengan berbagai pihak, dan membuat sistem pemeliharaan sarana prasarana
Ilmu Asmaul Haq (Dimensi Spiritual dan Edukasi)
Penelitian ini membahas tentang ilmu asmaul haq, khususnya unsur-unsur yang ada dalam ilmu tersebut, proses transmisinya, dintemi spiritual, serta kontribusinya bagi pengamal ilmu tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, angket, dokumentasi dan observasi. Pengumpulan data kualitatif lebih ditekankan dengan teknik wawartcara mertdalam kepada sumber data, sedangkan untuk data kuantitatif dengan angket terbuka kepada 60 pengamal ilmu asmaul haq. Data tersebut diamlisis dengan teknik frekivensi serta diskriptif eksploratif. Ilmu asmaul haq merupakan suatu amalan yang terdiriatas unsure qawly (tawassul, dhikir Allah, do'a penutup) dan fi'ly (adab dan aspek kanuragan) yang bertujuan untuk meruiekatkan diri kepada Allah sehingga mencapai ridho, cinta dan ma'rifat kepadaNya. Selain dimensi spriritual, terdapat juga dimensi pendidikan yang terkarxdung dalam seluruh sistem iimu asmaul haq yaitu pendidikan jiwa/moral
Manajemen Strategi Kepala Sekolah dalam Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam di SMA Darul Ulum Unggulan Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT) Jombang
The strategy management of headmaster has important role to increase education quality to manage human resource education (external and internal). More over, the headmaster role has responsible to increase the existence of institute that he leads. The headmaster must gives response to develop his institute. The previous reasons is a basic reason why the researcher do the research The result of this research shows the development of islamic institute consists of increasing educative officer, increasing facilities, supervising student, and creating religious atmosphere. However, the development includes making decision through discuss together, and inserting responsibility value to all staffs. The factors that support the development of the institution are . professional educative administrator, religious atmosphere, complete facilities, antuism andKigKest trust of society. From the explanation above the researcher summarize the professioruil and democratic headmaster needed to develop the qualified institution because it can move all of the school substancesand components maximally. Beside the development of scKool, it is needed working together all of the school components because a school is a collective system which can not work alone witlwut participationall of aspects. The increasing of education quality is a demand that mitst be realized. The headmaster has to increase concrete steps to increase the education quality continuously because if the institution is notqualified, the society will leave it. It will be dangerous and all people don't want it is happened
Manajemen Peningkatan Profesionalisme Guru Madrasah di pondok Pesantren Putrl Wahid Hasyim Bangil - Pasuruan
Guru dalam dunia pendidikan adalah penentu keberhasilan sekolah/madrasah dalam menghasilkan komoditi sumber daya manusia yang bermutu tinggi, Ini artinya bahwa guru merupakan unsur terpenting yang harus dipersiapkan, guru yang profesional tentunya karena akan sangat menentukan produktifitas sekolah. Oleh sebab itu peningkatan profesionalime guru mutlak dilakukan oleh madrasah. Penelitian ini berupaya mengamati manajemen peningkatan profesionalisme guru Madrasah di PP Putri Wahid Hasyim Bangii Pedekatan penelitian yang digunakan adalah qualitatif research dengan memahami realitas empirik dari fenomerui-fenomena yang muncul untuk dipahami dan dimaknahi berdasarkan interpretasi peneliti. Data-data yang dikumpulkan, kemudian didiskripsikan berdasarkan ungkapan, bahasa, cara berfikir, paruiangan subyek penelitian. Hasil penelitian ini Pertanui, Bentukbentuk Pengembangan Profesionalisme guru yang dilakukan oleh Madrasah Aliyah Pondok Pesantren dapat rekrutmen, pendidikan dan pelatihan, monitoring dan supervisi serta sertifikasi guru. Diantara bentuk-bentuk disesuaikan dengan bentuk-bentuk yang dianggap paling efektif diantara bentuk-bentuk yang ada. Kedua, penerapan manajemen dalam pengembangan profesionalisme guru dilaksanakan dengan Perencanaan mutu dan pengendalian mutu guru sebagai upaya untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan sehingga dapat ditingkatkan dan dilakukan perbaikan-perbaikan
Pesantren dalam Dialog dan Integrasi: (Sejarah Pesantren dalam Pengembangan Pendidikan Islam)
esantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang identik dengan ke-hlam-an juga merupakan fenomena indegerwus atau identik dengan kcaslian budaya Indonesia. Sistem pendidikanpesantren merupakan pembauran dita sistem pendidikan, yaitu Islam di Timur Tengah dan Hindu-Buda di Indonesia. Interaksi antara Muslim Timur Tengah dan masyarakat Hindu-Buda di Indonesia melalui jalur perdagangan, berlanjut dengan terjadinya kontak budaya secara intern yang berakibat pada penyerapan budaya asing ke dalam budaya setempat dan dapat melahirkan budaya baru. Kehadiran pesantren sebagai lembaga pendidikan dan sosialkeagamaan di Jawa merupakan hasil penyerapan tradisi pendidikan Islam di Timur Tengah yang berpadu dengan troilisi pendidikan Hirtdu-Budha. Ferbedaan budaya antara Islam dan Hindu-Budha sedikit demi sedikit memudar dan masing-masing berubah sifatnya yang khas menjadi unsur-unsur kebudayaan campuran yang terwujud dalam sistem pendidikan pesantren