Husada Mahakam: Journal of Health
Not a member yet
189 research outputs found
Sort by
PENGARUH PIJAT TEKNIK MARMET DAN AROMATHERAPI LAVENDER TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA IBU POST PARTUM DI KLINIK KARTIKA JAYA
The marmet technique is a combination of how to express breast milk and massage the breast so that the milk reflex can be optimal. The use of lavender aromatherapy essential oil can help mothers relax and feel comfortable so that milk production can increase. The method in this study is Quasy Experiment with a non-equivalent control group pretest-posttest design. The population is all primiparous postpartum mothers who gave birth at the Kartika Jaya Samarinda clinic. Sampling technique with Total Sampling as many as 24 people. The results of this study indicate that there is an effect of giving marmet massage and lavender aromatherapy with a value (p-value = 0.000 < = 0.05). There is an effect of giving oxytocin massage with a value (p-value = 0.000 < = 0.05). There was no difference between the intervention group and the control group with a value (p-value = 0.11 > = 0.05) on the increase in breast milk production. There was no difference in the intervention group, namely marmet massage technique and lavender aromatherapy and in the control group, namely oxytocin massage to increase breast milk production in post partum mothers at Kartika Jaya Samarinda clinic
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN TINGKAT KEBUGARAN FISIK DI ERA PANDEMI COVID-19
Good physical fitness is needed to ensure the continuity of education, especially during the Covid-19 pandemic which requires students to do online learning. This study aims to analyze the relationship between sleep quality and physical activity with fitness levels in college students during the Covid-19 pandemic. This study used a descriptive-analytic study method with a cross-sectional design using 228 respondents. Sleep quality was measured using the Pittsburg Sleep Quality Index (PSQI) and physical fitness level were measured using a questionnaire. The data were analyzed using the SPSS Chi-Square statistical test. The results showed good sleep quality in 82 people (36%) and 146 people (64%). The level of physical fitness of respondents is very fit 15 people (6.6%), fit 46 people (20.2%), quite fit 119 people (52.2%) and less fit and not fit 17.1% and 3 respectively,9%. The results of the statistical test of the relationship between sleep quality and physical fitness level obtained p-value = 0.019, which means that there is a significant relationship. There is a significant relationship between sleep quality and student fitness levels during the Covid-19 pandemic.Pendahuluan: Kebugaran fisik yang baik diperlukan untuk menjamin keberlangsungan pendidikan, terlebih lagi di masa pandemi Covid-19 yang menuntut mahasiswa melakukan pembelajaran daring.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kualitas tidur dan aktifitas fisik dengan tingkat kebugaran pada mahasiswa di masa pandemi Covid-19.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi deskriptif analitik dengan desain cross-sectional menggunakan 228 responden. Kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburg Sleep Quality Index (PSQI) dan tingkat kebugaran fisik diukur menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji statistis SPSS Chi Square.
Hasil: hasil penelitian menunjukkan kualitas tidur baik 82 orang (36%) dan buruk 146 orang (64%). Tingkat kebugaran fisik responden sangat bugar 15 orang (6,6%), Bugar 46 orang (20,2%), cukup bugar 119 orang (52,2 %) dan kurang bugar dan tidak bugar masing-masing 17,1 % dan 3,9%. Hasil uji statistik hubungan kualitas tidur dengan tingkat kebugaran fisik didapatan nilai p = 0,019, yang memiliki arti terdapat hubungan yang bermakna.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara kualitas tidur dan tingkat kebugaran mahasiswa di masa pandemic Covid-19
Kata Kunci: kualitas tidur, PSQI, kebugaran fisik, pandemi covid-1
UJI DAYA HAMBAT CACING TANAH (Lumbricus rubellus) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Salmonella typhi SECARA IN VITRO
One of the pathogenic microbes that often infect humans is Salmonella typhi which causes typhoid fever. Antibiotics are the main choice in treating typhoid fever. Herbal ingredients are very safe for humans because they contain active compounds as effective antiseptics. In the modern world today, the active compound lumbricin in earthworms (Lumbricus rubellus) is used as a medicinal ingredient. The purpose of the study was to determine the diameter of the inhibition zone and to determine the effectiveness of the inhibition of earthworm powder (Lumbricus rubellus) with concentrations of 25%, 50%, and 100% against the growth of Salmonella typhi bacteria. This type of research is a laboratory experiment. Earthworm (Lumbricus rubellus) is processed into powder by roasting technique, then made in the form of a medicinal disc. Earthworm powder was tested for sensitivity by disc diffusion method in concentrations of 25%, 50%, and 100% against the growth of Salmonella typhi, which was cultured in Muller Hinton Agar media with a clear zone formed for 24 hours. The study results were carried out with seven repetitions at a concentration of 25% no antibacterial power and antibacterial effectiveness. However, at concentrations of 50% and 100%, the average diameter of the inhibition zones was 0.21 mm and 0.92 mm, and the antibacterial efficacy was 0.7% and 3.4%, respectively. This study concludes is that at a minimum concentration of 50%, antibacterial power and effectiveness were obtained
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING BALITA DI PUSKESMAS LOA IPUH TENGGARONG
WHO states that stunting is a nutritional or nutritional problem that commonly occurs in all children, especially in the world now, in 2017 (22.2%) or around 150.8 million children under five worldwide experienced stunting, in this condition it is necessary to attention so that stunting can be reduced. In this study, the aim was to determine the relationship between maternal knowledge about nutrition and stunting among children under 5 in the Loa Ipuh Health Center Tenggarong area. This study uses descriptive research using quantitative methods with cross sectional design. The sample of this research is mothers who have children (0-5 years) who attend the posyandu event, with a total sample of 175 respondents. The instrument used a questionnaire, data analysis by chi square test from the chi square test results obtained p value = 0.03, this means that p<(0.05) Ho is rejected, there is a relationship between mother’s knowledge about nutrition and the incidence of stunting children under five in Loa Ipuh Tenggarong Publict Health Center. It is hoped that mothers can increase knowledge about children nutrition so that they can prevent stunting in future generations
EFEKTIFITAS PENKES ONLINE TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN ORANG AWAM TENTANG BHD SAAT PANDEMIC
Introduction deaths caused by cardiac arrest out of the hospital, especially during the COVID-19 pandemic, tend to increase. This is partly due to the decrease in the implementation of basic life support by bystander due to fear of being infected with the covid 19 virus. Health education is needed to overcome this through online meetings. The purpose of this study was to determine the effectiveness of online health education in increasing the knowledge of lay person about basic life support during the pandemic. The research method is a quasi-experimental research conducted by Health Education on 34 people and measuring knowledge before and after Health Education. The data were analyzed using SPPS IBM 25. The results showed that there was a difference in knowledge before and after Health Education with a significance value of alpha (sig < 0.005) and based on the value of Ngain, it was found that health education was quite effective (56-75%) in increasing the knowledge of lay person. about basic life support during a pandemic. Conclusion Health education via online has proven to be quite effective in increasing the knowledge of lay person abaut basic life support during the pandemic
Keywords: BLS, Cardiac arrest, PandemicPendahuluan kematian akibat henti jantung diluar rumah sakit terutama di masa esehata covid 19 cenderung mengalami peningkatan. Hal ini salah satunya disebabkan oleh menurunnya pelaksanaan bantuan hidup dasar oleh penolong yang Sebagian besar adalah orang awam dikerenakan ketakutan akan terinfeksi virus covid 19. Pendidikan Kesehatan sangat diperlukan untuk mengatasi hal tersebut dengan melalui pertemuan online sebagai upaya peningkatan pengetahuan selama masa pandemik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas Pendidikan Kesehatan via online dalam meningkatkan pengetahuan orang awam tentang bantuan hidup dasar pada masa pandemic. Metode penelitian adalah quasi eskperimental dilakukan Pendidikan Kesehatan pada 34 orang dan dilakukan pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah Pendidikan Kesehatan. Data di analisis menggunakan SPPS IBM 25. Hasil penelitian Terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah Pendidikan Kesehatan dengan α (sig < 0.005) dan berdasarkan nila Ngain didapatkan hasil bahwa pendidikan kesehatan cukup efektif (56-75%) dalam meningkatkan pengetahuan orang awam tentang bantuan hidup dasar pada masa pandemic. Kesimpulan Pendidikan Kesehatan via online terbukti cukup efektif dalam meningkatkan pengetahuan orang awam tentang bantuan hidup dasar pada masa pandemic covid. Pengukuran keterampilan pada penelitian ini belum di ukur secara optimal sehingga diperlukan penelitian untuk menilai efektifitas nya terhadap peningkatan keterampilan bantuan hidup dasar
Kata kunci : BHD, Henti jantung,Pandemi
KOMUNIKASI PERSONAL DALAM MODEL TIM KEPERAWATAN PENGARUHI KINERJA KEPERAWATAN DI RUANG PERAWATAN
Abstrak
Hubungan yang baik antara pasien dan antar perawat dan perawat dengan perawat dapat dilakukan apabila mutu pelayanan keperawatan menjadi fokus terhadap tuntutan masyarakat. Oleh karena itu, mutu pelayanan keperawatan/kesehatan menjadi alasan pertama bagi pasien dan keluarga dalam memilih rumah sakit. Salah satu upaya dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan yakni dengan peningkatan kualitas pelayanan keperawatan dengan memberikan rasa tanggung jawab yang lebih tinggi pada perawat melalui model asuhan yang terukur sehingga terjadi peningkatan motivasi kerja, meningkatnya kinerja perawat dan berdampak pada meningkatnya kualitas pelayanan dan kepuasan pasien. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif terhadap gambaran pelaksanaan metode penugasan tim keperawatan dimasa covid- 19 di ruang rawat inap RSUD IE Moeis Samarinda tahun, 2020
KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT BUDAYA SUNGAI BAWANG DALAM MENURUNKAN KETERLAMBATAN PENANGANAN HENTI JANTUNG DI ERA NEW NORMAL
Cardiac arrest is a condition when heart suddenly did not work and lost of the function to pump blood. Cardiopulmonary resuscitation is not only carried out by medical personnel, but people who have been trained are able to provide assistance until medical personnel arrive at the location of the cardiac arrest victim. Objective to determine the effect of basic life support training on the level of preparedness of the Sungai Bawang Cultural Community to reduce delays in handling cardiac arrest. This study was a quasi-experimental design study using one group pretest-posttest. The sample in this study consisted of 21 responden of the standby village and youth organization. The Wilcoxon test was used as analysis data. The statistical tests before and after showed that basic life support training greatly affects community preparedness knowledge to reduce delays in handling cardiac arrest with results before training, the analysis showed that the less category 57.1% and enough 42.9% after BLS training given to the community, researcher found that participant’s knowledge increased by quite 61, 9% and good 38.1%. There is an effect of basic life support training on the preparedness of the Sungai Bawang cultural community p = 0.000 (p <0.05), so this study can be adding to the community's knowledge in dealing with cardiac arrest victims.
Keywords: Cardiac arrest, Emergency, KnowledgeHenti jantung merupakan suatu kondisi dimana kerja jantung tiba-tiba terhenti, sehingga berakibat kemampuan jantung untuk memompa darah tidak berfungsi. Resusitasi jantung paru tidak hanya dilakukan oleh tanaga medis, tetapi masyarakat yang telah terlatih mampu memberikan pertolongan sampai tenaga medis tiba ke lokasi korban henti jantung. Tujuan pelatihan BHD terhadap tingkat kesiapsiagaan Masyarakat Budaya Sungai Bawang Menurunkan Keterlambatan Penanganan Henti Jantung. Metode: penelitian ini merupakan penelitian quasy-eksperiment design menggunakan one grup pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini anggota desa siaga dan karang taruna berjumlah 21 orang. Analisis data diuji menggunakan Wilcoxon test. Uji statistic sebelum dan sesudah menunjukan bahwa pelatihan bantuan hidup dasar sangat mempengaruhi pengatahuan kesiapsiagaan masyarakat menurunkan keterlambatan penanganan henti jantung dengan hasil sebelum pelatihan yaitu kategori kurang 57,1% dan cukup 42,9% setelah diberikan pelatihan pengetahuan masyarakat meningkat sejumlah cukup 61,9% dan baik 38,1%.Disimpulkan terdapat pengaruh pelatihan bantuan hidup dasar terhadap kesiapsiagaan masyarakat p=0,000 (p<0,05), sehingga penelitian ini dapat menambah wawasan masyarakat dalam menangani korban henti jantung.
Kata kunci: Henti Jantung, Kegawatdaruratan, Pengetahua
Efektivitas Hand sanitizer Ekstrak Etanol Kulit Terung Ungu (Solanum melongena L.) Terhadap Bakteri
Hand sanitizer is used to clean or remove germs on hands. Hand sanitizer can be made using natural ingredients such as purple eggplant skin (Solanum melongena L.), because contains metabolites such as alkaloids and flavonoids that function as antibacterial. This study aims to determine the effectiveness of hand sanitizer of extract purple eggplant skin against bacteria on the hands. This type of research is a quasi-experimental research design with a pre-posttest only control group design consisting of 5 treatments with concentrations of 20%, 30%, 40%, 50%, and 60%. The research subjects consisted of 5 people who swab their palms before and after giving hand sanitizer and then counted the number of germs in CFU/cm2. In conclusion, the most optimal time and concentration of ethanol extract of purple eggplant hand sanitizer in killing bacteria were 10 minutes and a concentration of 20%.Hand sanitizer merupakan pembersih tangan yang digunakan untuk membersihkan atau menghilangkan kuman pada tangan. Hand sanitizer dapat dibuat dengan menggunakan bahan alami seperti kulit terung ungu (Solanum melongena L.) yang mengandung senyawa metabolit seperti alkaloid dan flavonoid yang berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas hand sanitizer kulit terung ungu terhadap bakteri menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan penelitian pre-posttest only kontrol group design yang terdiri dari 5 perlakuan dengan konsentrasi 20%, 30%, 40%, 50%, dan 60%. Subjek penelitian terdiri dari 5 orang yang dilakukan swab pada telapak tangan sebelum dan sesudah pemberian hand sanitizer kemudian dihitung jumlah kuman dalam CFU/cm2. Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa waktu dan konsentrasi hand sanitizer ekstrak etanol kulit terung ungu yang paling optimal dalam membunuh bakteri adalah 10 menit dan konsentrasi 20%.
 
BUAH BIT (Beta vulgaris L.) SEBAGAI ALTERNATIF SAFRANIN PADA PEWARNAAN GRAM
Crystal violet and Safranin are carcinogenic dyes in the Gram stain. Safe alternative materials are needed to minimize the use of carcinogenic properties. Betalain is a pigment of Beetroot (Beta vulgaris L.). The purpose of this study was to determine Beetroot (Beta vulgaris L.) as an alternative of Safranin in bacterial Gram staining. It was an experimental research, where to determine the effectiveness of natural dyes, beetroot was made with concentrations of 75%, 90% and 100% with the addition of HCL. The data in this study using the researcher's observation by looking at the existence of bacterial color in Gram staining with beetroot extract substitute the Safranin. Klebsiella pneumonia was used as the Gram negative bacteria. Neither beetroot juice nor beetroot extract stained the Klebsiella pneumonia. However the Klebsiella pneumoniae stained by 100% concentration of beetroot maceration. It can be concluded that Beetroot is less effective for an alternative of Safranin in bacterial Gram staining.Crystal violet dan Safranin merupakan pewarna dalam pewarnaan Gram yang bersifat karsinogenik. Bahan alternatif yang aman diperlukan untuk meminimalkan penggunaan bahan karsinogenik. Betalain merupakan pigmen yang mempengaruhi warna merah pada umbi bit (Beta vulgaris L.). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan Bit (Beta vulgaris L.) sebagai alternatif pengganti Safranin dalam pewarnaan Gram bakteri. Penelitian ini merupakan eksperimental, dimana untuk mengetahui efektifitas dari pewarna alami Bit dibuat Konsentrasi 75%,90% dan 100% dengan penambahan HCL. Data pada penelitian ini didapat dari observasi peneliti dengan melihat ada tidaknya warna bakteri pada pewarnaan Gram dengan ekstrak buah bit menggantikan Safranin. Klebsiella pneumonia digunakan dalam penelitian ini sebagai bakteri Gram negatif. Preparat Klebsiella pneumonia tidak terwarnai dengan Air Perasan Bit maupun Ekstrak Bit. Namun Klebsiella pneumonia dapat terwarnai dengan Maserasi Bit konsentrasi 100%. Dapat disimpulkan bahwa Bit kurang efektif digunakan sebagai alternatif pengganti Safranin dalam pewarnaan Gram bakteri
PENGARUH KOMBINASI PRENATAL YOGA DENGAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP NYERI PUNGGUNG PADA IBU HAMIL DI PMB RATRI RESTUNI
Abstract
Pregnancy causes various physical changes such as back pain. Complementary exercise therapies such as prenatal yoga and aromatherapy are commonly utilized by pregnant woman to manage their symptoms. The aim of this study is to explore the effect of combination of prenatal yoga with lavender aromatherapy for pregnancy-related back pain. The methods in this study is quasi experiment with two group pre-test and post test design. 15 pregnant women conducted Prenatal Yoga that combine with lavender aromatherapy (intervention group), and 15 pregnant women for Prenatal Yoga as control group. The result of this study indicate there is significant differences at pain scale between 2 groups after intervention (p-value = 0,0023) with a = 0,05, which means there is an effect of giving combination of prenatal yoga with lavender aromatherapy for pregnant woman’s back pain.
Keywords : Prenatal Yoga, Lavender Aromatherapy, Pregnant Woman
Abstrak
Kehamilan menyebabkan terjadinya berbagai perubahan, baik anatomis maupun fisiologis pada ibu yang sering mengakibatkan timbulnya keluhan-keluhan seperti nyeri punggung Berbagai upaya untuk mengatasi nyeri dapat dilakukan melalui kegiatan tanpa pemberian obat diantaranya aromaterapi dan prenatal yoga. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kombinasi prenatal yoga dengan aromaterapi lavender terhadap nyeri punggung ibu hamil. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah quasy experiment yang menggunakan pendekatan two group pre-test and post-test design. Populasi adalah ibu hamil yang mengikuti prenatal yoga di PMB Ratri Restuni. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling sebanyak 15 sampel setiap kelompok. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan skor nyeri yang signifikan antara kedua kelompok saat dilakukannya intervensi (p-value = 0,0023) dengan nilai a = 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa kombinasi prenatal yoga dengan aromaterapi lavender dapat dijadikan sebagai terapi non-farmakologis bagi ibu hamil dengan keluhan nyeri punggung
Kata Kunci : Prenatal Yoga, Aromaterapi Lavender, Ibu Hamil
Abstract
Pregnancy causes various physical changes such as back pain. Complementary exercise therapies such as prenatal yoga and aromatherapy are commonly utilized by pregnant woman to manage their symptoms. The aim of this study is to explore the effect of combination of prenatal yoga with lavender aromatherapy for pregnancy-related back pain. The methods in this study is quasi experiment with two group pre-test and post test design. 15 pregnant women conducted Prenatal Yoga that combine with lavender aromatherapy (intervention group), and 15 pregnant women for Prenatal Yoga as control group. The result of this study indicate there is significant differences at pain scale between 2 groups after intervention (p-value = 0,0023) with a = 0,05, which means there is an effect of giving combination of prenatal yoga with lavender aromatherapy for pregnant woman’s back pain.
Keywords : Prenatal Yoga, Lavender Aromatherapy, Pregnant Woman
Abstrak
Kehamilan menyebabkan terjadinya berbagai perubahan, baik anatomis maupun fisiologis pada ibu yang sering mengakibatkan timbulnya keluhan-keluhan seperti nyeri punggung Berbagai upaya untuk mengatasi nyeri dapat dilakukan melalui kegiatan tanpa pemberian obat diantaranya aromaterapi dan prenatal yoga. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kombinasi prenatal yoga dengan aromaterapi lavender terhadap nyeri punggung ibu hamil. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah quasy experiment yang menggunakan pendekatan two group pre-test and post-test design. Populasi adalah ibu hamil yang mengikuti prenatal yoga di PMB Ratri Restuni. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling sebanyak 15 sampel setiap kelompok. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan skor nyeri yang signifikan antara kedua kelompok saat dilakukannya intervensi (p-value = 0,0023) dengan nilai a = 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa kombinasi prenatal yoga dengan aromaterapi lavender dapat dijadikan sebagai terapi non-farmakologis bagi ibu hamil dengan keluhan nyeri punggung
Kata Kunci : Prenatal Yoga, Aromaterapi Lavender, Ibu Hami