e-Journal Institut PTIQ Jakarta
Not a member yet
295 research outputs found
Sort by
MAKANAN SEHAT DAN HALAL DALAM AL-QUR’AN (Studi Analisis dalam Tafsir Al-Qur’anul Majid An-Nur T.M Hasbi Ash-Shiddieqy)
Tulisan ini mendeskripsikan pemikiran Teuku M. Hasbi Ash-Shiddieqy ketika menafsirkan atau meinterpretasikan ayat yang berhubungan dengan makanan dan minuman. Tulisan ini menggunakan metode deskripsi-analisis fokusnya lebih pada kitab tafsirnya yang diberi judul Tafsir al-Qur’anul Majid An-Nur. Tulisan ini mencoba untuk menjelaskan secara detail yang berhubungan dengan suatu masalah yang mampu menghasilkan suatu hasil pemikiran yang mendalam. Penulis menganalisis nya dengan pendekatan ulum Al-Qur’an dan pandangan dari Teuku M. Hasbi Ash-Shiddieqy melalui ayat-ayat yang mengkaji tentang makanan. Artikel ini juga mendukung temuan Usman dan Suhardi yang menggambarkan eksistensi makanan halal dan t}ayyib dengan sudut pandang ekonomi dan kesehatan, sehinggga didapatlah bahwa makanan yang t}ayyib dan halal adalah makananan yang dilihat dari segi zat ataupun proses mendapatkannya. Selanjutnya dalam artikel ini ditemukan pola makanan sehat dan halal ala Hasbi Ash-Shiddieqy. Menurutnya, hal itu sangat penting sebab makanan yang dikonsumsi manusia tidak hanya sekedar berfungsi untuk menahan rasa lapar dan dahaga semata, namun juga berimplikassi pada kesehatan lahir batinnya
Paradigma Penafsiran Alegoris Surga Dalam Tafsir Indonesia-Kontemporer:Kajian Atas Tafsir Al-Misbah Karya M. Quraish Shihab
Kajian ini dimotivasi oleh masih minimnya kajian yang melihat pergeseran penafsiran ayat-ayat yang bersifat teologis-metafisis dalam Al-Qur’an, termasuk ayat-ayat tentang surga yang dikombinasikan dengan pendekatan teori filsafat. Oleh karena itu, maka peneliti tertarikuntuk mengkaji tema ini lebih lanjut. Kajian ini menjelaskan tentang pergeseran paradigma penafsiran ilustrasi surga dalam tafsir Indonesia, yakni M. Quraish Shihab. Teori yang digunakan adalah dengan teori pergeseran paradigma yang diintrodusir oleh Thomas Khun. Kesimpulan artikel ini menunjukkan bahwa ada pergeseran pemaknaan ilustrasi surga dalam tafsir al-Misbah karya M. Quraish Shihab, yaitu pada tema 1) Luas surga ; 2) Sungai yang mengalir di bawah surga ; 3) Buah-buahan di surga ; 4) Pasangan dan bidadari di surga ; dan 5) Warna hijau dan perhiasan bagi manusia di surga. Dalam memahami tema-tema tersebut M. Quraish Shihab cenderung rasionalis dan kontekstualis menyesuaikan dengan konteks kekinian. Pemikiran yang memotivasi argumentasi penafsirannya adalah tidak terlepas dari historisitas pengalaman hidupnya, seperti karir intelektualnya, pengalaman keorganisasiannya, guru-gurunya dan masyarakat Indonesia sebagai sasaran tafsirnya. Maka semua itu, menjadi regulasi dan panoptiasasi dalam membentuk nalar intelektualnya, termasuk dalam penafsiran tentang ayat-ayat yang mengilustrasikan surga
Tren Berhijab di Kalangan Anak Muda: Studi Komparatif pada Siswi SMA/MA/SMK di Pekanbaru
This paper analyzes the use of hijab which is a trend now among teenagers in high school. This article will explain the differences between public schools and Islamic based schools. This study is important to see how the role of hijab trends in schools is used by students. Specifically, this article will address the following questions. Why girls hijab? What kind of model is used by schoolgirls like? What is the role of the school to educate students in the use of the hijab. Methodologically, the data for this article is sourced from field study research in several high school / vocational schools located in Pekanbaru. The author will ask several questions relating to the discussion that the writer will do. This article is analyzed with a number of literatures that are relevant to this research topic. The results of the study show that students who attend public schools attend schools that use the hijab. And in using hijab, it\u27s very different. In the role of the school also differs between public schools and Islamic based schools. Starting in terms of regulations to how to educate students to use the hijab
Pembelajaran Tahfidz Alquran pada Anak Usia Dini
This study aims to determine the learning of tahfidz alquran in kindergarten (Roudlotul Qurro) Cirebon. The method used in this research is a qualitative method with case study and observation techniques. The results obtained in this study that learning tahfidz the Koran includes three main activities, namely planning, implementation and assessment. Learning planning is carried out before the school year begins through teacher consultation with the school principal. The learning process includes an initial activity (introduction) which begins with greetings, prayers and repetition of memorization that has been memorized beforehand. Then the core activity, namely the delivery of tahfidz alquran material by the way the teacher reads and students follow and then repeat. And finally the closing activity which was closed with a small evaluation and delivery of material to be studied at the next meeting. The assessment is divided into two categories, namely daily assessment and semester assessment. The assessment method used in learning the Koran tahfidz with the method of Tasmi and Musabaqah.
 
Penguatan Budaya Literasi di Pesantren
Islamic boarding school is the oldest Islamic education institution in Indonesia. The yellow book which is a compulsory curriculum is the root of literacy culture in Islamic boarding schools. The development of technology and information is one of the reasons for the decline in literacy in Indonesian society, including in Islamic boarding schools. Thus, strengthening the literacy culture in Islamic boarding schools needs to be done
Penerapan Konsep Multiple Intelligences pada Pembelajaran PAI
This paper aims to explain how the application of the concept of Multiple Intelligences was coined by Howard Gardner at the School of Human (SOH) on Islamic Religious Education (PAI) in Bekasi, West Java. This type of research is field research and is presented in descriptive form. While the approach taken is a qualitative approach. Data collection techniques used: observation, interviews, and documentation. The results showed that the implementation of the concept of multiple intelligences in the learning of Islamic religious education (PAI) in Cibubur School of Human (SOH) Junior High School in grades VIII and IX, namely the implementation of multiple intelligences in learning requires teachers to have creativity in applying the concept of multiple intelligences. At SMP Cibubur\u27s School of Human (SOH) learning Islamic religious education (PAI) with multiple intelligences approaches varies greatly. The teacher uses varied perceptions, diverse strategies and methods, and is supported by the use of creative media.
Keywords:, , 
KONTRADIKSI AYAT DALAM AL-QUR’AN (Studi Kritis atas Analysist Methodological Compromise ala Ibnu ‘Ashur )
Tulisan ini mengkaji ayat-ayat yang sekilas dan secara tekstual diduga saling bertentangan atau terkesan indikasi adanya kontradiktif. Terlepas dari berbagai argumentasi yang menafikan adanya kontradiktif di dalam Al-Qur’an, secara riil apabila berbicara ujaran atau redaksinya tidak dapat berpaling dari ayat atau surah yang mengindikasikan, atau mengesankan adanya kontradiktif di dalamnya. Terutama sekali terhadap permasalahan-permasalahan yang secara tersurat telah teridentifikasi oleh Ibnu ‘Ashur (1393 H./1973 M.) di beberapa ayat antar ayat atau surah antar surah. Riset ini melihat tema-tema yang sering dianggap bertentangan antara satu ayat dengan ayat yang lain seperti agama, safaat di akhirat, ahlak (sikap orang yang dizalimi), kadar takwa kepada Allah swt., pertanggungjawaban perbuatan dosa ketika hidup, dan lama waktu tempuh malaikat ketika menghadap Allah. Riset ini berkesimpulam bahwa Menurut Ibnu ‘Asyur ayat-ayat kontradiktif dengan jalan keluar atau solusi (problem solving) atas kesan-kesan bertentangan dan diselesaikannya dengan menggunakan analisis metode kompromi. Riset ini sepakat bahwa tuduhan adanya pertentangan dalam ayat-ayat Al-Qur’an muncul dari kalangan pemula dalam mempelajari Al-Qur’an dan tafsirnya ketika ingin menyingkap understanding and meaning-nya, baik dari kalangan Islam itu sendiri ataupun dari luar Islam seperti Orientalis
Pengajaran dan Pembelajaran di Era Digital
This article will explore how the dynamics of teaching and learning in the Digital Age. This study contributes to the discussion on how education should position itself in changing times, including in facing the digital age. Through library research, researchers found several important aspects of teaching and learning in the digital era, namely learning in the digital era has different characteristics from student learning in the past, the generation in this era are those who have digital native characters. Students at this time are born, grow and grow in direct contact with the digital world, so that the flow of information obtained will be different from previous students. Therefore, the teacher as a partner in learning must be able to design learning activities so that students get more information than the time provided
INTERTEKSTUALITAS SYAHRUR:STUDI KASUS PADA KONSEP AURAT
Selain pendekatan Bahasa, Syahrur melakukan teknik yang berbeda ketika menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an yang ia sebut dengan teknik tartil, yang dapat diidentikkan dengan intertekstualitas. Intertekstualitas diadobsi dari istilah intertekstualitas yang berarti hubungan antara sebuah teks tertentu dengan teks yang lain. Intertekstualitas adalah mengumpulkan dan mengurutkan ayat-ayat yang setema kemudian merunutkan beberapa ayat di belakang ayat yang lain untuk menemukan sebuah konsep pemahaman komprehensif. Sekilas, metode ini mirip dengan metode tematik (maud}u>’i). Melalui pendekatan analisis ini, terlihat bahwa ada dua ayat dalam Al-Qur’an yang oleh Syahrur diotak-atik yaitu QS an-Nuur: 31 dan QS al-Ahzab: 59., bagaimana model pengaplikasian intertekstualitas -nya terhadap Q.S. an-Nur ayat 31, Syahrur menyimpulkan bahwa aurat tidak ada hubungannya dengan halal dan haram dan aurat dapat berubah sesuai dengan kondisi lingkungan masyarakat tersebut. Menurut Shahrur, aurat berasal dari konsep malu (alh}aya’). Rasa malu ini relatif, dinamis (flexible) dan bersifat adaptif. Sedangkan Q.S. al-Ahzab: 59 Syahrur memandang ayat ini bukan ayat yang mengandung hudūd; melainkan ayat yang mengandung ajaran yang bersifat informatif. Artinya karena terkait dengan tujuan keamanan, Oleh karena itu seorang perempuan hendaknya mengenakan pakaian sesuai dengan kebiasaan yang berlaku di masyarakatnya. Sehingga ia tidak menjadi sasaran celaan dan gangguan dari orang-orang. Jika ia tidak melakukan hal itu, maka ia akan mendapatkan gangguan social
Komparasi Penyelesaian Problematika KDRT melalui Pengadilan Agama di Indonesia
Domestic Violence has become the subject of many divorce problems. This research on domestic violence aims to analyze domestic violence in the perspective of Islam and positive law and the background of its causes, this field research also reviews the Comparison of Settlement of Domestic Violence Problems through the Religious Courts of Tangerang City in 2016-2017. The results of this study reveal that the existence of Domestic Violence in the city of Tangerang is said to have not become the main posita, even though the existence of domestic violence has troubled the community, therefore it is appealed to the public to protect victims of violence and report the existence of such violence to the authorities or safe people. from perpetrators of violence in order to protect victims