Journal IKIP PGRI Bali
Not a member yet
701 research outputs found
Sort by
Pendidikan Karakter Di Sekolah Luar Biasa Bagian A Negeri Denpasar-Bali
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Implementasi pendidikan karakter pada pembelajaran dalam kelas di SLB/A Negeri Denpasar- Bali. 2) implementasi pendidikan karakter pada pembelajaran luar kelas di SLB/A Negeri Denpasar-Bali. 3) Kendala yang dihadapi guru dalam implementasi pendidikan karakter di SLB/A Negeri Denpasar-Bali. 4) Solusi yang dilakukan untuk mengatasi kendala implementasi pendidikan karakter di SLB/A Negeri Denpasar - Bali.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan bentuk studi kasus. Penelitian ini di lakukan di SLB/A Negeri Denpasar-Bali pada tahun ajaran 2011/2012. Informan dalam penelitian adalah Kepala Sekolah dan guru IPS, IPA, Kesenian, Penjaskes di SLB/A Negeri Denpasar-Bali. Sumber data yang digunakan adalah: 1) Informan/Narasumber, 2) Tempat atau peristiwa, 3) Arsip dan dokumen. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, kuisioner. Pengujian validitas data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara: 1) Trianggulasi data, 2) trianggulasi metode.
Hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1) Proses Implementasi pendidikan karakter di dalam kelas berjalan dengan cukup baik, proses integrasi dilakukan pada mata pelajaran IPS, IPA, dan Kesenian. 2) Proses Implementasi pendidikan karakter di luar kelas berjalan dengan cukup baik, proses integrasi dilakukan pada mata pelajaran penjaskes yang merupakan pelajaran praktek di luar kelas. 3) Kendala-kendala dalam implementasi pendidikan karakter cukup beragam mulai dari faktor psikologis dari siswa serta faktor intern dari guru. 4) Solusi untuk mengtasi kendala implementasi pendidikan karakter, antara lain: penggunaan metode yang tepat, pendektan individual dilakukan secara intensif, serta media pembelajaran yang menunjang dalam proses integrasi pendidikan karakter di SLB/A Negeri Denpasa
Pengaruh Jumlah Produksi Dan Harga Jual Terhadap Volume Penjualan Pada UD Sayur Segar Dari tahun 2013-2015
Pada era globalisasi perkembangan perekonomian semakin mengarah pada persaingan, untuk itu setiap perusahaan harus mempersiapkan dan meningkatkan minat beli konsumen yang dapat meningkatkan volume peningkatan penjualan perusahaan.Untuk dapat mencapai tingkat penjualan yang optimal, perusahaan harus mampu memberikan kepuasan kepada konsumen dengan menyediakan dan menjual barang dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Jumlah Produksi Dan Harga Jual Terhadap volume Penjualan pada UD Sayur Segar tahun 2013-2015.Data yang dikumpulkan pada penelitian ini menggunakan metode dokumentasi dan metode wawancara. Selanjutnya akan dilakukan pengolahan data menggunakan metode analisis regresi linier dua prediktor. Berdasarkan hasil perhitungan analisis regresi linier dua prediktor diperoleh hasil Ry ( 1,2 ) = 0,600751207, R 2 y ( 1,2 ) = 0,6765808, Freg = 24,82761393, JK reg = 0,03116905, JK reg = 0,01558452, JK res = 0,02071441, db res =33, RK res = 0,00062771, SR X1 = 73,5531585 %, SR X2 = 26,4468415 %. Efektifitas garis regresi = 60,07512065 % , SE X1 = 44,18714873 %, SE X2 = 15,88797193 %. Sedangkan sisanya 39,925 di pengaruhi oleh faktor lain. Ry (1,2) = 0,600751207, R 2 y (1,2) = 0,6765808.
Hasil analisis menunjukkan Freg = 24,82761393 F tabel = 2,3 maka hipotesis nol (Ho) yang di uji di tolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima, hal ini berarti bahwa “Ada Pengaruh Antara Jumlah Produksi Dan Harga Jual Terhadap Volume Penjualan pada UD. Sayur Segar“ dari Tahun 2013-2015
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN APTITUDE TREATMENT INTERACTION (ATI) DAN POSISI TEMPAT DUDUK SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS X SMA NEGERI 1 KUTA
This study aimed to determine the effect of learning model Aptitude Treatment Interaction and the seating position to the result learning math class X SMA Negeri 1 Kuta, Which learning model will give different results better learning.This type of research study quasy Experiment (quasi-experimental) design Treatment By Subject where the study population is all students of class X SMA Negeri 1 Kuta which consists of 7 classes. The samples in this study conducted by random sampling technique. From the seventh grade class earned the samples were taken four classes X4, X5, X6, X7 subsequently taken two classes as the experimental group obtained grade X4 and X6 class and second class as the control group gained grade class X5 and X7. Instrument in this study using a test in narrative form while the data analysis used ANOVA F-test two paths.
Based on the analysis of data obtained: 1) There perbedeaan atara Math results of students who take the learning model Aptitude Treatment Interaction with students who take the conventional learning models. 2) There perbedeaan results atara Math students in a sitting position with a U-shape with the students sitting position parallel or regular. 3) There is no effect of interaction between the learning model that is applied to the seating position of learners in their influence on mathematics result learning that were not followed by the Tukey test
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (Project Based Learning) TERHADAP KECAKAPAN KOMUNIKASI SISWA PADA KONSEP BIODIVERSITAS
This study aimed to determine the effect of projectbased learning model to the communication skills of students on the concept of biodiversity. The method used is a quasi-experimental design with randomized control group only. This research was conducted at SMA Negeri 5 Kota Serang class X academic year 2011/2012. The sampling technique used in this research were cluster random sampling. Data retrieval research using the assessment presentations and reports. Results of the research is the average value of communication skills of students in the experimental class is 68.4% (good) and the control class is 45.8% (approximately). Based on t-test obtained tcount (8.545) ≥ ttable (2,002) or significance 0.002> 0.05. It can be concluded that there is significant implementation project based learning model on the concept of biodiversity to the communication skills of students of SMAN 5 Serang
PELATIHAN TIDUR TERLENTANG DENGAN LENGAN LURUS KE ATAS MENDORONG BEBAN 1 KG DI KEDUA TANGAN DENGAN 10 REPETISI 2 SET TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT LENGAN SISWA PUTRI KELAS VIII SMP NEGERI 3 TAMPAKSIRING TAHUN AJARAN 2015/2016
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kekuatan otot lengan pada pelatihan tidur terlentang dengan lengan lurus ke atas mendorong beban 1 kg di kedua tangan siswa putri kelas VIII SMP Negeri 3 Tampaksiring. Populasi yang digunakan adalah seluruh siswa putri kelas VIII SMP Negeri 3 Tampaksiring Tahun Ajaran 2015/2016 yang berjumlah 121 orang tetapi karena keterbatasan waktu, biaya, maka peneliti mempergunakan teknik penghitungan rumus Pocock (2008) sebanyak 24 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes dan pengukuran tes, tes yang diberikan adalah tes menarik hand dynamometer sebagai tes awal dan tes akhir. Analisis data digunakan metode analisis statistik dengan rumus t-tes. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil t-tes kelompok perlakuan sebesar 11,727, sedangkan t-tabel menunjukkan angka 2,262, dengan taraf signifikan 5% db = 9. Demikian juga pada kelompok kontrol didapat t-tes sebesar 7,141, sedangkan t-tabel menunjukkan angka 2,262, dengan taraf signifikan 5% db = 9. Perbedaan kelompok perlakuan dan kontrol didapat t-tes sebesar 1,304, sedangkan t-tabel menunjukan angka 2,101, dengan taraf signifikan 5% db = 18. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kelompok perlakuan dan kelompok kontrol sama-sama mempunyai peningkatan yang signifikan terhadap kekuatan otot lengan siswa putri kelas VIII SMP Negeri 3 Tampaksiring Tahun Ajaran 2015/2016. Sedangkan untuk perbedaan peningkatan kelompok perlakuan dan kontrol tidak ada perbedaan peningkatan yang signifikan terhadap kekuatan otot lengan siswa putri kelas VIII SMP Negeri 3 Tampaksiring Tahun Ajaran 2015/2016, karena tidak ada perbedaan pengaruh yang signifikan dari hasil yang diperoleh, maka dapat menggunakan salah satu pelatihan tersebut
PELATIHAN PERMAINAN GAME TIPE A LEBIH MENINGKATKAN MOTIVASI DAN KEBUGARAN FISIK DIBANDINGKAN PERMAINAN GAME TIPE B PEMAIN FUTSAL IKIP PGRI BALI
Kebugaran fisik akan mengalami penurunan disebabkan oleh latihan fisik tidak teratur. Ketidak teraturan dalam melakukan pelatihan sering disebabkan oleh motivasi yang kurang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kebugaran fisik dan motivasi pada pelatihan permainan game tipe A dan permainan game tipe B, serta untuk mengetahui tipe pelatihan game yang menghasilkan kebugaran fisik dan motivasi yang lebih baik dari kedua tipe pelatihan game yang diterapkan pada pemain futsal IKIP PGRI Bali. Telah dilakukan penelitian experimental Pre-Posttest Control Group Design pada 26 orang mahasiswa yang berumur 20 – 29 tahun. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok dengan menggunakan teknik alokasi acak sederhana. Kelompok I diberikan pelatihan game tipe A dan kelompok II diberikan pelatihan game tipe B. Pelatihan diberikan 4 kali seminggu selama 6 minggu. Kebugaran fisik dan motivasi diukur sebelum dan sesudah pelatihan. Perbedaan rerata kebugaran fisik dan motivasi tiap-tiap kelompok sebelum dan sesudah perlakuan dengan tingkat kebugaran fisik dan motivasi tiap-tiap kelompok sebelum dan sesudah perlakuan diuji dengan uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan kebugaran fisik dan motivasi pada kelompok I dan kelompok II. Hasil uji beda kebugaran fisik pada kelompok I data awal 3,0415 ± 0,1607 m/detik meningkat menjadi 3,5262 ± 0,1696 m/detik dan pada kelompok II data awal 2,7000 ± 0,1010 m/detik meningkat menjadi 3,0623 ± 0,3203 m/detik (p<0,05). Pada kelompok I rerata motivasi 97,61± 0,65 meningkat menjadi 99,61 ± 0,50 dan pada kelompok II rerata motivasi 94,46 ± 1,33 meningkat menjadi 98,15 ± 0,89 (p<0,05). Uji satatistik meningkatkan kelompok I dengan pelatihan game tipe A lebih meningkatkan motivasi dan kebugaran fisik (p<0,05). Peningkatan motivasi dan kebugaran fisik pada game tipe A disebabkan adanya pelatihan menendang bola, menyundul bola, dan mengontrol bola yang memberi efek gerakan yang dinamis dan menyenangkan serta menimbulkan efek terhadap komponen biomotorik yang lebih baik dibandingkan pelatihan game tipe B. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pelatihan permainan game tipe A lebih meningkatkan kebugaran fisik dan motivasi dibandingkan dengan pelatihan game tipe B
PENGARUH PERMAINAN TARIK TAMBANG DALAM PENINGKATAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI MAHASISWA PUTRI FPOK TAHUN 2016
Tarik tambang adalah salah satu permainan tradisional yang sangat populer dikalangan masyarakat. Permainan tarik tambang merupakan permainan dengan area persegi panjang dengan panjang 20 meter sampai 40 meter dan lebar 5 meter sampai 8 meter. Pada tengah-tengah area diberi garis kapur yang cukup jelas sebagai pembatas area lawan. Dari garis pembatas tengah, dibuat juga garis pembatas peserta terdepan sepanjang 2,5. Garis ini merupakan pembatas peserta terdepan sebelum permainan ini dimulai. Permainan ini sangat sederhana, hanya menarik tali sampai ikatan tengah tali tambang sampai pada garis pembatas. Peserta dinyatakan sebagai pemenang, apabila salah satu regu dapat mengalahkan regu lain dengan score 2 – 0 atau 2 – 1 (kalau terjadi seri). Permainan ini dapat mempengaruhi kekuatan otot tangan, kekuatan otot tungkai, kekuatan otot bahu dan juga kerja sama kelompok. Selain genggaman dan tarikan tangan kekuatan otot tungkai langsung berperan dalam kesuksesan pertandingan ini. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian terhadap pengaruh permainan tarik tambang dalam peningkattan kekuatan otot tungkai mahasiswa putri FPOK tahun 2016. Telah dilakukan penelitian Randomized Pre and Post Test Kontrol Group Design pada 22 orang sampel yang dipilih secara acak sederhana pada mahasiswa putri FPOK IKIP PGRI Bali tahun 2016. Sampel dibagi menjadi dua kelompok dengan masing-masing kelompok berjumlah 11 orang. Setelah itu diadakan pelatihan selama 6 minggu dimana pada sehari sebelum pelatihan diambil data observasi awal dan sehari setelah pelatihan diambil data observasi akhir. Data hasil observasi awal dan akhir diolah menggunakan perangkat lunak komputer SPSS. Data yang didapatkan menunjukkan bahwa perbedaan rerata kekuatan otot tungkai kelompok perlakuan sebelum dan sesudah pelatihan memiliki nilai p < 0,05. Hal ini berarti pada kelompok perlakuan terjadi peningkatan kekuatan otot tungkai sebelum dan sesudah pelatihan secara bermakna. Dengan demikian permainan tarik tambang meningkattan kekuatan otot tungkai. Untuk pelatih olahraga prestasi bisa menggunakan pelatihan ini sebagai selingan pelatihan meningkatkan kekuatan otot tungkai. Untuk peneliti lain diharapkan meneliti olahraga tradisional yang lain supaya budaya Indonesia tidak pudar
Melaya Pada Masa Revolusi Fisik 1946-1948
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang melatar belakangi terjadinya revolusi fisik di Melaya, untuk mengetahui proses perjuangan rakyat Melaya menghadapi Belanda. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah sehingga mengikuti metode sejarah yakni heuristik, sumber lisan, sumber tertulis, kritik sejarah, kritik ekstern, kritik intern, interpretasi dan historiografi.Data lebih banyak dikumpulkan dari sumber lisan terutama yang mengetahui peristiwa perlawanan rakyat melaya.Juga dilengkapi dengan sumber tertulis sebagai pendukung.
Yang melatarbelakangi rakyat Melaya dibawah komando I Nyoman Nirba berjuang di Desa Candikusuma, Melaya yaitu faktor harga diri, faktor nasionalisme dan faktor ekonomi. Dalam proses perjuangan yang dilakukan oleh I Nyoman Nirba dibagi menjadi dua tahap yaitu tahap persiapan, dimana dalam tahap persiapan ini I Nyoman Nirba bersama teman-temannya dan masyarakat mempersiapkan segala bentuk alat perang seperti senjata, selain itu dalam tahap persiapan juga dipersiapkan tenaga-tenaga pembantu seperti penghubung, mempersiapkan bahan-bahan makanan untuk para pejuang dll didalam menghadapi peperangan. Jalannya pertempuran, dalam pertempuran I Nyoman Nirba bersama teman-temannya melawan penjajah hanya dengan membawa persenjataan berupa karaben dan berjalan di lereng-lereng maupun di hutan-hutan untuk melawan penjajah Beland
KORELASI ANTARA PENGETAHUAN LINGKUNGAN DENGAN SIKAP TERHADAP LINGKUNGAN PADA MASYARAKAT BANJAR BIAUNG DESA KESIMAN KERTALANGU DENPASAR
This study aims to determine the correlation between the knowledge society with its attitude towards the environment in the village of Banjar Biaung Kesiman Kertalangu Denpasar, the 2014.Populasi in this study were residents in the village of Banjar Biaung Kesiman Kertalangu Denpasar the number of residents in 1010 and used as a sample of 50 members community using Proportional Stratified Random Sampling. Data collection was conducted by questionnaire and the data obtained were then analyzed by simple correlation analysis.
Results of regression analysis regression line equation y = 10.19 + 0.88 X. From the above regression equation can be interpreted that if the value of the knowledge society incremented by 1, then the average value of its attitude to the environment increased to 0.88, or any value knowledge society increases of 50, then the value of his attitude to the environment at 44. From the analysis of the data obtained r value of 0.789. This is in relation to the interpretation of the correlation coefficient indicates a strong relationship. The correlation coefficient indicates that the variance between the variables that occur in the knowledge society with its attitude towards the environment by 62.3% and the remaining 37.7% is determined by other factors. Thus concluded that there is a significant relationship between the knowledge society with its attitude towards the environment in the village of Banjar Biaung Kesiman Kertalangu Denpasar, 2014
PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL SETTING LESSON STUDY DALAM MATA KULIAH KALKULUS
This study aims to determine significant differences between students’ calculus achievement who follow contextual teaching and learning approach setting lesson study and who follow conventional approach. The population in this study were all students of the first semester of the department of mathematics education IKIP PGRI Bali academic year 2015/2016, with a sample of 57 students' taken by simple random sampling technique. This study is an experimental research (quasi experimental) with non-equivalent control group design. Data of calculus achievement was collected using calculus achievement test. The data was then analyzed using t-test.
The results of this study indicate that there are significant differences between students’ calculus achievement who follow contextual teaching and learning setting lesson study and who follow conventional approach of the department of mathematics education IKIP PGRI Bali academic year 2015/201