Journal IKIP PGRI Bali
Not a member yet
    701 research outputs found

    Globalisasi Perubahan Sosial Budaya Dan Krisis Multidimensi Di Indonesia

    Get PDF
    Globalisasi adalah jaman modern dan identik dengan budaya kapitalisme liberal. Batas-batas suatu negara menjadi tidak jelas serta jarak begitu terasa dekat.  Krisis yang terjadi di Indonesia berawal dari kondisiyang represif era pemerintahan rezim Orde Baru yang telah menciptakan kehidupan demokrasi yang stagnan, kemudian berkembang menjadi krisis moneter, krisis ekonomi, krisis moral dan sekarang menjadi krisis multidimensionalDalam makalah ini akan dibahas perubahan sosial  budaya  serta krisis Multidimensi di Indonesi

    Pengaruh Minat Menjadi Guru Dan Sikap Keguruan Terhadap kesiapan mengajar mahasiswa Pendidikan ekonomi angkatan 2015 Fakultas pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial IKIP PGRI BALI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh minat profesi guru terhadap kesiapan mengajar mahasiswa Pendidikan Ekonomi Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial IKIP PGRI Bali, (2) pengaruh sikap keguruan terhadap kesiapan mengajar mahasiswa Pendidikan Ekonomi Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial IKIP PGRI Bali, dan (3) pengaruh minat profesi guru dan sikap keguruan terhadap kesiapan mengajar mahasiswa Pendidikan Ekonomi Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial IKIP PGRI Bali. Jenis penelitian ini adalah penelitian ex-post facto. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Ekonomi Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial IKIP PGRI Bali angkatan 2010 yang terdiri dari 2 kelas dengan jumlah 85 mahasiswa. Teknik pengumpulan data menggunakan metode kuesioner/angket.Validitas instrumen dilakukan dengan menggunakan rumus korelasi product moment dan reliabilitas menggunakan rumus Alpha Croncbach.Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini adalah: (1) terdapat pengaruh positif antara Minat Profesi Guru terhadap Kesiapan Mengajar Mahasiswa Pendidikan Ekonomi angkatan   2015  IKIP PGRI Bali   yang ditunjukkan   dengan nilai sebesar 6,747 pada taraf signifikansi 5% (>yaitu 6,747 >1,988. Sedangkan koefisien korelasi sebesar 0,595 dan koefisien determinasi sebesar 35,4%, (2) terdapat pengaruh positif antara Sikap Keguruan terhadap Kesiapan Mengajar Mahasiswa Pendidikan Ekonomi angkatan 2015 Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial IKIP PGRI Bali yang ditunjukkan dengan nilai sebesar 6,532 pada taraf signifikansi 5% > yaitu 6,532 > 1,988. Sedangkan koefisien korelasi  sebesar 0,583 dan koefisien determinasi sebesar 34%, dan (3) terdapat pengaruh positif antara Minat Profesi Guru dan Sikap Keguruan terhadap Kesiapan Mengajar Mahasiswa Pendidikan Ekonomi angkatan 2015 , yang ditunjukkan dengan  nilai sebesar  33,380  pada  taraf  signifikansi  5% (yaitu 33,380 > 3,10. Koefisien korelasi sebesar 0,670, koefisien determinasi sebesar 44,9%. Besarnya sumbangan efektif (SE) dari kedua variabel dalam penelitian ini sebesar 49,9%. Variabel Minat Profesi Guru sebesar 23,5% dan Sikap Keguruan sebesar 21,4%, sedangkan sisanya 55,1% dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian in

    Wajah Sosialisme Dalam perkembangan koperasi

    Get PDF
    Sosialisme lahir sebagai perubahan sosial dan ekonomi selama revolusi industri di Inggris. Perubahan ini ditandai dengan semakin banyaknya pemilik modal, sementara kelompok nirlaba akan menjadi kelompok yang terpinggirkan. Sebagai hasil dari perubahan ini muncul ide yang diajukan oleh para ilmuwan sosial yang bertujuan untuk menghasilkan kelompok publik yang belum selesai, idenya adalah untuk membentuk komunitas kolektif kecil yang memiliki prinsip dan aturan yang jelas untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Inilah dasar awal dari prinsip pendirian koperasi. Koperasi di Indonesia tidak lepas dari pengertian sosialisme, Hatta memahami bahwa penerapan koperasi dalam sistem ekonomi Indonesia sangat tepat karena merupakan fitur ekonomi yang sudah ada dalam masyarakat Indonesia. Karakteristik bahwa sosialisme mempengaruhi koperasi adalah besarnya campur tangan pemerinta

    PELATIHAN DOUBLE LEG BOUND 10 REPETISI 5 SET MENINGKATKAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI SISWA PUTRA KELAS VIII D SMP PGRI 5 DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2015/2016

    Get PDF
    Pelatihan olahraga merupakan salah satu upaya meningkatkan kondisi kesehatan fisik, disiplin dan sportivitas. Kemampuan yang perlu ditingkatkan dalam olahraga salah satunya adalah daya ledak otot tungkai. Peningkatan daya ledak otot tungkai dapat terjadi dengan melakukan latihan double leg bound. Double leg bound adalah latihan yang dilakukan dengan cara meloncat kedepan dengan 2 tungkai diangkat sampai setinggi dada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pelatihan double leg bound dapat meningkatkan daya ledak otot tungkai siswa putra kelas VIII D SMP PGRI 5 Denpasar tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian ini menggunakan rancangan experimental randomized pretestand post-test groups design. Populasi diambil dari keseluruhan siswa putra kelas VIII D SMP PGRI 5 Denpasar tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 62 orang siswa yang dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Hasil penelitian didapatkan rata-rata tes awal daya ledak otot tungkai pada kelompok perlakuan yaitu, 32,660 dan rata-rata tes akhir yaitu 39,087. Sedangkan pada kelompok kontrol rata-rata tes awal yaitu 32,927 dan rata-rata tes akhir yaitu 38,193. Bersadarkan uji t-test independent didapat bahwa beda rerata hasil pre test antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol sebesar 0,267 dengan hasil p lebih besar dari 0,05 (p > 0.05) yang menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna dari hasil pre test antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol, sedangkan beda rerata hasil post test antara pelatihan double leg bound pada kelompok perlakuan dengan pelatihan alternate leg bound pada kelompok kontrol sebesar 0,894 dengan hasil p lebih besar dari 0,05 (p > 0.05) yang menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna dari hasil post test antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol. Berdasarkan penelitian diatas disarankan agar latihan double leg bound dan alternate leg bound sebagai salah satu latihan untuk meningkatkan daya ledah otot tungkai

    PENGARUH PENGGUNAAN KARTU BANTU DENGAN RINGKASAN MATERI TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI

    Get PDF
    Biology is an important lesson to learn at school. But sometimes there are problem that found in the action of learning biology. Some of those problem are the teacher uses a little variations in the learning process and there are many technical terms of biology. Assist cards with summary is a media that can used in learning process. The aim of this research is to determine the influence of using assist cards with summary toward students’s biology learning result in class X SMAK Thomas Aquino Tangeb Mengwi Academic Year 2015/2016. The type of this research was quasy experiment. Design of this research was Non-equivalent Posttest Only Control Group Design. The research population were all of the studenst in class X SMAK Thomas Aquino Tangeb Mengwi Academic year  2015/2016 which consist of 5 classes. This research used multi stage random sampling to got the research sample. Class X 1 as the control class and class X 3 as the experiment class. The data of students’s learning result have gotten by using essay test and analyzed by using t-test. Based on the analysis, obtained thitung = 2,49 and ttabel = 2,021 with the significance level 5%. It shows that  thitung > ttabel (2,49 > 2,021) so H0 refused and H1 accepted. It can be conclude that there is the influence of using assist cards with summary toward students’s biology learning result in class X SMAK Thomas Aquino Tangeb Mengwi Academic Year 2015/2016

    PELATIHAN LARI AMPLOP MENINGKATKAN KELINCAHAN SISWA PUTRA PESERTA EKSTRA KURIKULER PENCAK SILAT SMA DWIJENDRA DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2015/2016

    Get PDF
    Berdasarkan observasi dan penelitian pendahuluan yang telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah perlu diadakan penelitian lebih lanjut. Maka didapatkan hasil bahwa siswa putra peserta ekstra kurikuler pencak silat SMA Dwijendra Denpasar tahun pelajaran 2015/2016 memerlukan pelatihan untuk meningkatkan kelincahan dalam teknik menghindar dan mengubah arah. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mengetahui adanya peningkatan kelincahan dengan pelatihan lari amplop dan lari zig-zag terhadap dua kelompok siswa putra yaitu,kelompok perlakuan dan kelompok control. Penelitian ini menggunakan rancangan experimental randomized pre-tes and post-tes groups design. Populasi diambil dari siswa putrapeserta ekstra kurikuler pencak silat SMA Dwijendra Denpasar tahun pelajaran 2015/2016. Sampel berjumlah 30 orang diambil secara acak sederhana dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pelatihan yang dilakukan dalam penelitian ini ialah pelatihan lari amplop 2 repetisi 3 set pada kelompok perlakuan dan pelatihan lari zig-zag 2 repetisi 3 set pada kelompok kontrol, frekuensi pelatihan 4 kali seminggu selama 6 minggu pada siswa putrapeserta ekstra kurikuler pencak silat SMA Dwijendra Denpasar tahun pelajaran 2015/2016. Data berupa hasil kelincahan shuttle run 5 meter 8 kali yang diambil sebelum dan sesudah pelatihan. Data yang diperoleh diuji menggunakan program komputer SPSS 16. Data berdistribusi normal dan homogen sehingga selanjutnya diuji menggunakan uji t-paired untuk membandingkan nilai rata-rata sebelum dan sesudah pelatihan antara masing-masing kelompok, sedangkan uji t-tes independent untuk mengetahui perbedaan nilai rata-rata antara kedua kelompok. Hasil uji t-paired kelompok kontrol dan kelompok perlakuan terjadi peningkatan yang bermakna (p < 0.05). Hasil uji t-tes independent didapat bahwa kedua kelompok sebelum pelatihan tidak berbeda bermakna (p > 0,05), sedangkan setelah pelatihan kedua kelompok kelincahan tidak berbeda bermakna (p > 0,05). Simpulannya bahwa pelatihan lari amplop dan lari zig-zag 2 repetisi 3 setsama-sama meningkatkan kelincahan dan menyatakan hipotesis nol ditolak

    PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL GEOMETRI PADA MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA FPMIPA IKIP PGRI BALI TAHUN AKADEMIK 2015/2016

    Get PDF
    This study aimed to determine the effect of Problem Based Learning upon the ability to solve problems of Geometry and how the level of activity the student’s of Mathematics Department, FPMIPA IKIP PGRI Bali. This type of research is quasi eksperiment, by design matching post test only control group. From the population of 133 people taken from a sample of the research of 2 classes. There are 31 pairs of sample as a group eksperimen and control. In the group eksperiment given PBL and group control given a convensional learning. After 4 meeting, the data collected with the test and observation sheet. The technique of analisis data used for test hipotesis by t-test technique for correlated samples, at significant level 5 % for df = 30. To analyze the activity level used descriptive analysis.             The analysis result obtained t-test = 3,84, confirm with t-table = 2,042 evidently t-test > t-table, this means Ho rejected and Ha accepted. So that the conclusion of this research: there is an effect of PBL toward ability to solve problems of Geometriy, and the student’ learning activity in category ‘active’. The finding of this research is recommended that the mathematic teachers implement PBL in the suitable mathematic teaching process

    TINGKAT PENYIMPANGAN KETENTUAN HUKUM TENTANG PRAKTEK PENYERAHAN OBAT (DISPENSING) OLEH TENAGA MEDIS PADA TEMPAT PRAKTEK PRIBADI DI KOTA DENPASAR TAHUN 2016

    Get PDF
    Berdasarkan ketentuan Pasal 63 ayat (1) Undang- Undang-Undang Nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan dinyatakan “pekerjaan kefarmasian dalam pengadaan, produksi, distribusi, dan pelayanan sediaan farmasi (obat) harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu. Tenaga kefarmasian dalam Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan dikatakan meliputi apoteker, analis farmasi dan asisten apoteker. Berdasarkan ketentuan tersebut selain tenaga kefarmasian tidak dilegalkan melakukan pekerjaan kefarmasian termasuk dalam hal ini penyerahan obat kepada pasien, kecuali hal tersebut dilakukan oleh tenaga medis di daerah terpencil yang tidak ada Apoteknya. Namun realitanya, tenaga medis melakukan praktek penyerahan obat di Kota Denpasar yang secara ketentuan bukan merupakan daerah terpencil, sehingga dapat dikatakan tenaga medis telah melakukan penyimpangan terhadap ketentuan hukum yang berlaku. Tingkat penyimpangan penyerahan obat oleh tenaga medis pada tempat praktek pribadi berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan analisis ketentuan hukum, serta penentuan sample dengan metode tabel Isacc dan Michael di kota Denpasar berkisar 66,37%. Dispensing oleh tenaga medis tertinggi diamati terjadi di kecamatan Denpasar Barat

    PELATIHAN MELONCATI RINTANGAN SETINGGI 30 CM 10 REPETISI 2 SET DAN 5 REPETISI 4 SET TERHADAP PENINGKATAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI SISWA PUTRA PESERTA EKSTRA KULIKULER BOLA VOLI SMP NEGERI 3 TAMPAKSIRING TAHUN PELAJARAN 2015/2016

    Get PDF
    Berdasarkan observasi dan penelitian pendahuluan yang telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah perlu diadakan penelitian lebih lanjut. Maka didapatkan hasil bahwa siswa putra peserta ekstra kurikuler Bola Voli SMP Negeri 3 Tampaksiring tahun pelajaran 2015/2016 memerlukan pelatihan untuk meningkatkan daya ledak dalam teknik meloncat ke arah vertical . Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mengetahui adanya peningkatan daya ledak otot tungkai dengan pelatihan meloncati rintangan terhadap dua kelompok siswa putra yaitu,kelompok eksperimen pertama dan kelompok eksperimen kedua. Populasi diambil dari siswa putra peserta ekstra kurikuler bola voli SMP Negeri 3 Tampaksiring tahun pelajaran 2015/2016. Sampel berjumlah 30 orang diambil secara acak sederhana dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah sampel dibagi menjadi dua kelompok dengan teknik perhitungan rumus pocock yang masing-masing kelompok terdiri dari 15 orang. Pelatihan yang dilakukan dalam penelitian ini ialah pelatihan meloncati rintangan setinggi 30 cm pada kelompok eksperimen I meloncati rintangan setinggi 30 cm 10 repetisi 2 set dan kelompok eksperimen II melonati rintangan setinggi 30 cm 5 repetisi 4 set, frekuensi pelatihan 4 kali seminggu selama 6 minggu pada siswa putra peserta ekstra kurikuler bola voli SMP Negeri 3 Tampaksiring tahun pelajaran 2015/2016. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes dan pengukuran, tes yang diberikan adalah tes vertical jump dengan alat ukur jumd Md dalam satuan ukur (cm) sebagai tes awal dan tes akhir. Analisis data digunakan metode analisis statistik dengan rumus t-tes. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan peningkatan yang signifikan terhadap daya ledak otot tugkai siswa putra peserta ekstrakulikuler bola voli SMP Negeri 3 Tampaksiring Tahun Ajaran 2015/2016

    KORELSI BERAT BADAN DAN PANJANG TUNGKAI TERHADAP KECEPATAN TENDANGAN KARATE MAWASHI GERI JODAN SISWA SMP NEGERI 11 DENPASAR

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis korelsi berat badan dan panjang tungkai terhadap kecepatan tendangan karate mawashi geri jodan siswa SMP Negeri 11 Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif yang didukung oleh data-data kualitatif. Rancangan penelitian ini adalah explanatory research atau penelitian penjelasan yang digunakan untuk mengalisis hubungan antar variabel dan akan menjelaskan hubungan kausal antara variabel independen tersebut terhadap variabel dependen melalui pengujian hipotesis. Populasi dari penelitian ini diambil dari siswa kelas SMP N 11 Denpasar. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 20siswa kelas SMP N 11 Denpasar. Sedangkan analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi product moment pearson.Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa berat badan dan panjang tungkai berkorelasi positif dan signifikan terhadap kecepatan tendangan karate Mawashi Geri Jodan Siswa SMP Negeri 11 Denpasar. Artinya berat bandan dan panjang tungkai dapat meningkatkan kecepatan tendangan karate Mawashi Geri Jodan. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa semakin panjang tungkai seseorang, maka tendangan akan semakin kuat. Gerakan tungkai yang panjang dan teratur memberikan dampak positif berkaitan dengan penggunaan panjang tuas suatu tendangan. Panjang tungkai berfungsi sebagai penopang gerak anggota tubuh bagian atas serta penentu gerakan baik dalam berjalan, berlari, melompat, maupun menendang

    573

    full texts

    701

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal IKIP PGRI Bali
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇